TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di YouTube channel di Official Auto. Hari ini kita mau mencoba Jetour Tito SUV lima penumpang bergaya offroad. Kita mulai dari daerah Cilandak, Jakarta Selatan menuju BSD. Jadi kita mulai dari simulasi perkotaan lebih dulu dan di BS kita akan mencoba langsung di habitatnya di TRK jalur offroad Pagedangan BSD. Buat teman-teman yang pengin lihat impresi soal eksterior dari mobil ini, teman-teman bisa lihat di video sebelumnya. Kita fokus untuk ngerasain rasa berkendara dari Jet itu. Simak videonya sampai selesai. Oke, ini adalah first time kita cobain J2 T2. Impresi pertama ketika duduk sebagai driver adalah memang mobil ini punya posisi duduk yang tinggi, comanding, dan matin kita bisa ngelihat pandangan depan dengan sangat baik. Pengaturan joknya juga sudah fleksibel. Kita bisa atur sedemikian rupa karena sudah ada pengaturan elektrik delan arah ya. Kita bisa atur mundur maju, reclining tinggi rendah sampai ke bagian belakangnya. Dan juga didukung sama setir yang sudah bisa kita atur tilt dan telescopic. Modelnya up dan flat bottom. Jadi cukup sporty, dilabur juga sama kulit yang cukup empuk dan ada tekstur-tekstur seperti kulit jeruknya seperti ini. Tapi memang karena memang duduknya cukup tinggi ya, jadi area setir ini cukup mepet ke bagian paha. Memang ketika kita mau putar ataupun kita mau manuver gitu ya, setirnya diputar secara penuh memang agak tricky gitu. Jadi ruang bebasnya tuh enggak terlalu banyak untuk di setirnya karena memang posisi duduknya memang default-nya memang udah tinggi seperti ini ya. Memang aura-aura ataupun identitas offroad-nya dituangkan banget di interior dari J2 itu di mana banyak grip-grip untuk kasih kenyamanan ketika memang lagi offroad nantinya. nya. Kayak misalkan di sebelah kanan sini di pilar juga ada grip, di bagian panel tengah juga ada di sebelah kiri untuk penumpang juga ada sampai ke belakang itu sudah ada hand grip-nya. Jadi untuk supaya enggak terlalu tergoncang lah ketika memang lagi masuk ke jalur offroad-nya. Oke, kita masuk tol di daerah Kukusan Limau sini. Jadi kita mau ke arah BSD. Sotage-nya cukup macet dan ketika dipakai di momen enggak terlalu cepat gitu ya, stop and go seperti ini, karakter dari sebuah transmisi DCT ini kerasa banget gitu. Jadi memang kayak endut-endutan kalau misalkan dipakai untuk kecepatan yang enggak terlalu tinggi gitu ya. Ini juga agak tricky kayak misalnya kita enggak gas aja dia kayak langsung maju mundur gitulah. Nah, S spesifikasi dia pakai mesin Kunpank Power 2000 cc dengan TGDI sudah turbo dengan tenaga di 241,6 HP dan torsinya cukup besar di 375 Nm. Penggeraknya juga sudah pakai XWD Intelligent dengan e kemampuan full wheel drive. Jadi enggak cuman kasih benefit ketika dipakai di jalan raya, tapi juga ada kemampuan nanti untuk dicoba di jalur offood. Jadi pantas banget untuk kita buktikan bagaimana klaim dari Jet yang bilang mobil ini tuh bisa hidup di dua alam. Nah, untuk kasih-kasikan berkendara mobil ini juga kasih ataupun dikasih beberapa opsi drive mode ya, echo normal, sport, rock, lalu juga ada snow, dan ada juga mat. Nah, ini opsi-opsi drive mode yang bisa nanti disesuaikan sama kebutuhan dan juga TRK yang ketika lagi dilaluin sama Jur T2. Jadi, memang ngasih perbedaan ketika kita dari Echo pindah ke Sport, respon mesinnya langsung berubah, RPM juga langsung naik dan langsung kerasa lebih cekatan ketika memang ee perpindahan dari normal ataupun Echo ke langsung ke sport. Tapi memang rasanya ketika lagi pakai di e perkotaan ataupun lagi komputer gitu ya memang lebih cocoknya pakai ataupun normal. Karena ketika dipakai sport ini rasanya itu enggak terlalu enak untuk dipakai dengan kecepatan yang enggak terlalu tinggi gitu ya. Cocoknya ketika memang sport memang dipakai untuk kecepatan yang lebih tinggi ataupun dipakai road tririp. Cocok banget tuh ketika lagi dipakai di tol trans Jawa ataupun tol trans Sumatera. Secara spesifikasi dia punya wheel base di 2800 mm. Jadi cukup panjang untuk sebuah mobil SUV 5 seater ya. Jadi memang dimensinya enggak terlalu berlebihan lah, terutama di panjangnya ya. Itu dia enggak sampai 5 m sekitar 4,7 sampai 4,8 m. Yang menarik kebanyakan mobil-mobil China itu e menghilangkan tombol-tombol fisik, Teman-teman. Nah, tapi di Jetur T2 ini tombol-tombol fisiknya tuh masih dipertahankan, terutama di fungsi-fungsi AC ya. Ada tombol-tombol yang bisa kita jangkau di bagian tengah sini. Kemudian juga ada fitur-fitur penunjang lainnya, ada auto hold, lalu juga ada kamera 540 derajat, vehicle stability control, dan juga ada fitur heal desain controlnya yang sudah ada tombol utama ataupun tombol default yang tentunya memudahkan si pengemudi untuk ngatur ataupun juga e mengaktifkan serta juga menatikan fitur-fitur yang ada di bagian tengah sini. Oke, saat ini rata-rata kondisi BBM-nya ada di 11,2 km/l. Memang jaraknya ini belum bisa jadi acuan ya, karena masih sekitar 18 k. Nanti kita di BSD baru kita lihat, kita akumulasi ee berapa hasil dari konsumsi bahan bakarnya itu. Tadi udah dihitung sih sekitar 30 sampai 40 km ya, dari kita start di Cilandak Town Square sampai nanti itu di kawasan BSD Tangerang Selatan. [musik] Oke, kita udah ganti baju. Jadi, tandanya kita siap untuk cobain Jur di habitat aslinya. Kita cobanya di sirkuit offroad Pagedangan. Dan ini udah bekasan ee teman-teman yang lain udah mencobanya. Sekarang giliran kita untuk mencoba Jour T2 ini. Enggak sabar, kita cobain yuk. Nah, sekarang dibalik kemudiot itu buat ngujinya di [musik] track light offroad. Karena habis diguyir hujan, lintasan yang udah disiapin jadi kayak kubangan. Obstacle-nya berlumpur dalam dan jadi lebih licin [musik] juga. Dari pengujian singkat tersebut kita rangkum ada lima model pada jatur titu yang bikin aktivitas offroad ringan ini jadi kerasa lebih mudah bahkan [musik] buat pemula sekalipun. Fitur pertama yang ngebantu di kondisi kayak gini adalah penggerak empat roda cerdasnya [musik] atau yang disebut XWD Intelligent Fourwel Drive. Four wheel drive-nya bekerja secara full time, tapi karena cerdas, sistem bakal ngebagi tenaga dan torsi ke masing-masing roda sesuai kondisi jalan buat masihin interaksinya tetap optimal. Fitur kedua adalah pilihan drive mode yang banyak. Total ada tujuh opsi dari echo, normal, sport, snow, rock, sand, dan mat. Lalu ada [musik] juga pilihan Xmote. Ngaktiinnya bukan diputar di knop ini ya, tapi ditekan. Fungsi utama dari Xmote pada J2 itu adalah untuk menyediakan bantuan berkendara offroad yang cerdas dan otomatis sehingga pengemudi dapat menaklukkan medan yang menantang dengan lebih mudah dan aman. Beberapa fungsinya adalah optimalisasi traksi, [musik] kemudian kemampuan crawing juga jadi lebih baik serta mengintegrasikan respon dari beberapa sistem. Kayak contohnya traction control, heal desain control, electronic cability [musik] pol dan fungsi dial lock semuanya aktif otomatis dan adaptif sesuai [musik] kondisi jalan. Ketiga adalah fitur kamera 540 derajat. Ketika aktif maka visual di head unit bukan cuma nampilin sisi kanan, kiri, depan, atau belakang aja. Utamanya adalah kasih view angle dari bawah. Ini berguna ketika mobil lagi di jalan trek yang brand spotnya besar. Keempat, informasi seputar offroad yang bisa kita pantau di head unitnya. Ya, memang enggak terlalu banyak sih informasi yang ditampilin, tapi cukup menarik ada informasi ketinggian genangan air. Dan kelima, dia pakai mesin bensin 2 L turbo dengan tenaga [musik] 241 HP dan torsi 375 Nm. Output-nya lumayan badak nih tentunya disalurin ke empat roda dengan transmisi 7D city [musik] yang umumnya digunakan di mobil sport. Ya, ada berapa tantangan ketika jenis transmisi ini dipakai untuk offroad. Pertama adalah risiko overheating jika terjebak di lumpur dalam dan terus memaksa mesin berputar sementara rodanya diam. Alhasil, gesekan pada pat kopling akan menghasilkan panas berlebih. Kedua adalah kurang halus saat posisi gigi rendah yang mana ketika di jalur offroad umumnya gigi rendah lebih banyak terpakai. Ya emang sekali lagi meski bergaya offroad git memang bukan didesain untuk pure offroad atau untuk mobil kebutuhan offroad berat. Dia cuma didesain tangguh, bisa untuk offroad, tapi tetap penggunaannya diracik dengan poin utama kenyamanan berkendara di jalur non aspalt. Sebelum kita nguji ini mobil di TRK offroad, kita juga udah jajar lebih dulu di jalanan perkotaan dari Cilandak ke BSD. Total jarak tempuhnya 31,8 km dan konsumsi BB yang didapat adalah 11,4 km/l. Gimana, sip atau skip buat mobil merek China bergaya offroad ini? Coba sampaikan di kolom komentar ya.
