Jungkat

TEST MITSUBISHI DESTINATOR: MASUK AKAL BUAT SUV KELUARGA (YouTube Video)

  • 25/09/2025

[Musik] [Tepuk tangan] Halo, kami lagi bersama dengan Mitsubishi Destinator. Ini adalah SUV family keluarga seven seater yang kami bisa bilang dilahirkan sangat ambisius oleh Mitsubishi untuk memenuhi kebutuhan SUV tuuh penumpang keluarga di pasar Indonesia. Yang menarik adalah harganya, Teman-teman. Jadi, ini harganya bisa kami bilang ada di tengah-tengah antara Mitsubishi Xpander ataupun juga dengan Mitsubishi Pajero Sport. Jadi buat Anda yang merasa kentang membeli Expander tapi juga ataupun ngerasa terlalu pricey untuk membeli Fortuner ini bisa jadi salah satu pilihan portofolio yang mungkin rasanya untuk patut Anda pertimbangkan. Paling lengkap, paling canggih soal teknologi dan fitur yang ditanamkan di varian paling tertinggi Mitsubishi Destinet Ultimate yang premium ini. Maka dari itu di video ini kita akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui sebelum meminang ataupun membawa Mitsubishi Desinator ke garasi rumah Anda. So, Teman-teman tonton videonya sampai selesai. Oke, pertama kita bahas tampilan luar dari Mitsubishi Destinator karena jadi salah satu perpinjangan ketika pertama kali Mitsubishi Destinator diluncurkan secara resmi untuk pasar Indonesia. Banyak yang bilang ini adalah XForce yang dipanjangkan. Jadi memang enggak ada perubahan terutama di bagian depannya. Tapi kalau teman-teman lihat di bagian lampu sini memang dia ada perbedaan sedikit dibandingkan dengan Mitsubishi Xforce. Pertama adalah di penataan lampu utamanya. Nah, kalau teman-teman ingat, kalau teman-teman lihat Mitsubishi Xos, dia punya lampu yang memanjang ataupun lurus ke bagian samping. Kalau misalkan Mitsubishi Desinator dibuat vertikal seperti ini. Jadi, silwetnya jadi lebih dinamis dibandingkan Mitsubishi Exha. Walaupun memang ketika teman-teman lihat tampangnya ini bagian fasnya ini memang mirip dengan Mitsubishi Xforce. Oke, untuk membuatnya berbeda adalah di bagian grillnya. Jadi, grill ini dia menggunakan bahan plastik seperti akrilik seperti ini. Lalu dengan ornamen seperti honeyom membuat tampilannya jadi lebih menarik. Lalu ya sekali lagi dengan tampilan dynamic shield yang masih dipertahankan oleh Mitsubishi di Mitsubishi Destinator. Nah, di bagian bawahnya untuk varian paling atas sudah dilengkapi dengan fog lamp. Jadi kalau misalkan teman-teman lihat ya memang ini mirip dengan XForce tapi ada detail-detail yang membuat bagian muka dari Destinator ini terlihat sedikit berbeda dibandingkan Mitsubishi XForce. Nah, di sini ada radar, lalu juga ada kamera dan juga ada kamera juga situ untuk kasih fungsi dari Diamond Sense ataupun juga dengan fitur ARASnya. Kalau teman-teman lihat, menurut saya pribadi bagian depan ini memang dinamis. Kalau memang kiblatnya adalah mengambil desain dari Mitsubishi XForce. Tapi sekali lagi dengan detail-detail yang dibedakan lebih menarik dan juga tetap kasih karakter yang khas untuk sebuah SUV urban tujuh penumpang di Mitsubishi Desin ya. Secara dimensi dia cukup panjang ya teman-teman dari bagian depan situ sampai ke bagian belakang dia ada di panjang di 4.680 mm lalu lebar ada di 1840 mm dan tinggi ada di 1780 mm. Ini adalah kategori SUV medium. Cukup pas untuk dijadikan sebagai mobil SUV 7 penumpang. Yang menarik adalah ground clearness-nya. Desin dia punya tinggi dari bagian sini sampai ke bagian tanah. Ground grasnya di 244 mm. Jadi kasih fleksibilitas lalu juga kemampuan untuk melewati berbagai macam medan jalan, terutama e obstacle yang tinggi-tinggi ini enggak akan mudah gasruk ke bagian bawah dari Mitsubishi Dil. Lanjut untuk wheel base-nya ada di 2.815 mm, jadi cukup panjang yang tentunya akan mengakomodasi ruang kabin yang lega, spouses, baik sebagai penumpang e driver dan juga penumpang tengah ataupun juga di penumpang di bagian belakangnya. Kami suka dengan desain samping dari Mitsubishi Destinator. Jadi enggak terlalu yang berlebihan tarikan garis tegasnya, tapi cukup mengematikan sebagai sebuah SUV yang tangguh yang koko ada pada Mitsubishi Destinator. Lalu, ee beberapa penggunaan komponen ya untuk memperkuat SUV-nya mulai dari over fender di situ, lalu juga ada set body molding dan penggunaan garnisk yang membuat bagian mobil ini jadi terlihat lebih manis ketika memang teman-teman lihat di bagian sampingnya. Nah, untuk pelegnya varian yang ultimate ataupun juga ultimate premium. Dia pakai peleg 18 inci sudah dual two tone seperti itu dengan profil ban 255/55 sudah pakai ban dari Bridstone Turanza. Ini bagian belakangnya juga konsisten nawarin sebuah SUV yang dinamis, yang urban banget. Lalu juga dengan tampilan yang kalau teman-teman lihat memang bagian stop lamp ini dibuat mirip dengan lampu di bagian depan. dia tetap menggunakan konsep ataupun dengan desain yang T-sp. Lalu ini ketika nyala sebagai lampu malam ketika stop lamp juga dia akan menyala di sini untuk lampu se dan juga ada emblem desinator untuk memperkuat ataupun kasih identitas. Ini adalah mobil SUV seater dari Destinator ataupun juga dari Mitsubishi yang terbarunya ya. Untuk varian yang ultimate premium e dengan gap R30 juta dibandingkan ultimate biasa, Anda akan mendapatkan fungsi dari fitur auto power back door. Jadi ini bisa lebih praktis ataupun memperpunda Anda ketika lagi mau buka bagasinya ya. Jadi seperti ini layout dari bagasi ketika baris ketiga ini diakkan, ya. Jadi masih cukup oke, punya ruang space yang cukup baik. Lalu juga ada kompartemen penyimpanan di bagian sebelah kiri dan juga di sebelah kanan. Kalau teman-teman kurang, merasa kurang, bisa rebahkan bangkunya yang sudah rata lantai. Jadi ini akan kasih ee kefleksibelan lalu juga kepraktisan ketika Anda simpan barang di cargo space dari Mitsubishi Destinator. Jadi bisa bawa banyak barang ketika memang bangku tiganya enggak digunakan. Tapi ketika memang digunakan juga masih cukup untuk Anda bawa barang di cargo space dari Mitsubishi Destinator. Bm belakang seperti ini. Koko dengan siluet-siluet yang dibuat bertumpuk. Lalu juga ada empat titik sensor yang memudahkan ketika parkir lalu juga mendukung fitur ADAS termasuk salah satunya fitur rear cross traffic alert. Nanti kita akan bahas secara detail fitur-fitur ADAS yang memang ada pada mobil ini. Sekarang kita langsung cobain aja Mitsubishi Desinator dan sekalian intip dan juga kasih informasi e flashback lagi soal bagaimana layout dari interior Mitsubishi Destinator. Let's go. Ya, seperti inilah tampilan ketika Anda duduk di baris kedua dari Mitsubishi Destinator. Saya punya tinggi badan di 125 cm. Teman-teman bisa lihat ruang kepalanya masih cukup baik ya. menyisakan sekitar empat jari dengan ruang bebas yang masih tersisa di bagian atas kepala sini. Ini tadi pengaturan jok driver yang sudah saya setting. Jadi yang paling nyaman pas dengan badan saya dan juga masih menyisakan ruang lutut yang terhitung masih lega. Jadi ini enggak akan terasa terkungkung ataupun merasa terjepit di baris kedua dari Mitsubishi Destinator. Lalu juga kompartemen dari mobil ini terhitung cukup banyak. Teman-teman bisa lihat di sini ada pocket untuk penyimpanan, lalu juga ada poket di bawahnya. Dan kedapatan meja lipat seperti ini yang teman-teman bisa manfaatin untuk makan. Lalu juga bisa ada cup holder ataupun menyimpan botol tumblr di bagian sebelah kanannya. Lalu juga ada pengaturan AC yang sudah independen. Jadi dia enggak ikut dengan pengaturan settingan di depan kecuali suhu ya. Suhu dia masih ngikut di depan. Tapi untuk level blower kita bisa atur secara mandiri di bagian sini dan di bawahnya sudah ada USB port baik tipe C dan tipe A yang bisa disesuaikan dengan ee kabel ataupun USB smartphone masing-masing. Teman-teman bisa lihat joknya sudah dilapis dengan kulit leather yang sintetis. Laju kedapatan amres yang ini seperti di Mitsubishi lainnya. Jadi memang ketika digunakan kokoh ada dua cup holder. Oke untuk sudut rebahnya ini sebenarnya ini enggak terlalu rebah-rebah banget ya. Jadi ini lebih ke posisi yang medium tapi udah cukup oke untuk penggunaan harian ataupun juga road trip. E enggak terlalu yang tegak banget tapi juga enggak terlalu yang rebah banget. Ini adalah settingan yang paling penuh ke belakang. Jadi udah enggak bisa diatur lagi ya. Seperti ini ketika duduk di bagian tengahnya. Tapi yang pengin lihat adalah ruang space-nya yang cukup ee lega baik di ruang lutut, kepala. Karena sekali lagi memang dia punya WBS di 2.815 mm yang efeknya adalah bisa maksimalin, bisa bikin ee ruang kabin yang terasa lebih spes. Sekarang kita pindah ke bagian belakang. Kita lihat nih duduk di bagian belakang itu apakah masih layak untuk diduduki oleh orang dewasa. Kalau ngomongin mobil keluarga e sisi kepertisan tuh jadi e hal yang penting ya. Salah satunya juga Mitsubishi Des punya untuk kita masuk akses ke baris ketiganya. Jadi tinggal tarik aja tuas recliningnya, dia akan langsung melipat seperti ini. Nah, jadi enggak perlu geser ke depan kita lompatin bangku tengah itu enggak. Jadi dia akan langsung melipat ke bagian depan. Jadi bisa lebih mudah untuk masuk ke baris ketiganya. Ini jadi salah satu selling point dari Mitsubishi Desin ketika Anda duduk di bagian belakang. Lalu juga pengaturan jok yang sudah saya setting medium. Enggak terlalu mepet ke belakang, enggak juga terlalu maju ke depan. Masih nyesain ruang lutut yang terhitung baik. Jadi masih sekitar 3 jari. Jadi enggak mepet. Lalu juga ruang kepalanya ya memang sedikit mepet ya, tapi dia enggak menyentuh ke bagian atap dari Mitsubishi Desinator. Karena memang bagian atap ini dia agak melandai ke bagian belakang. Efeknya adalah ee bagian ruang kepala ini jadi agak sempit. Tapi ini masih cukup oke. Jadi enggak yang terlalu terkungkung di bagian kepala untuk duduk di belakang. Lalu sudah ada kisi-kisi AC di sini jadi enggak akan kegerahan. Jadi enggak cuma di bagian tengah saja. Lalu juga ada hand grip di sini ada tempat penyimpanan. Ada slot juga penyimpanan di sebelah kanannya. Lalu juga sudah tersedia dengan port USB baik tipe C dan tipe A. Jadi yang di bagian belakang ini enggak akan berebutan ya. Kalau misalkan untuk perjalanan dalam kota, komputer sih ketika duduk di bagian belakang untuk orang dewasa ini enggak komen, enggak isu gitu ya. Jadi masih cukup oke. Tapi ketika jarak jauh road trip rasanya akan lebih nyaman ketika diisi sama e anak-anak kecil aja gitu ya. Jadi bisa lebih leluasa ruang space kakinya oke, ruang kepala juga oke untuk penumpang anak kecil ketika duduk di bagian belakangnya. Sekarang sebelum kita cobain Mitsubishi Destinator, gua akan bahas sedikit bagaimana layout dan fitur-fitur yang ada di bagian pilar A ketika Anda menjadi driver dan juga sebagai penumpang di bagian depan. Untuk akses infotainment ataupun juga hiburan, dia sudah pakai head unit yang cukup besar 12,3 inci. Lalu juga responnya sangat cepat, enggak jeda. Jadi ketika kita klik dia akan langsung merespon dengan sangat baik. Lalu yang saya suka ini banyak gimmik-gimmik yang rasanya ini untuk di kelas mobil harga di baw Rp500 juta ataupun di kelas mobil Jepang ini jarang ditemuin. Contohnya adalah vehicle information teman-teman. Di sini kita klik lalu dia akan muncul banyak informasi seperti kayak misalkan pengereman, lalu juga suhu dari radiator, lalu juga dari injection-nya, akselerasi, lalu juga ada ketambahan boost dari turbonya. Kita bisa ngelihat seberapa besar ketika memang turbonya aktif ya. Head unitnya sudah bisa tersambung dengan Apple CarPlay dan juga Android Auto secara wireless ataupun menggunakan kabel gitu ya. Jadi sudah fleksibel. Teman-teman bisa pantau navigasi, lalu juga infotainment kayak misalkan musik bisa diakses dengan mudah di head unit berukuran 12,3 inci-nya ini. Untuk kluster meternya e ini mirip persis juga seperti Mitsubishi Xforce di mana dia sudah TFT full digital, informatif juga. Dia berbentang layar 8 inci dan keceran cukup bagus. Jadi ketika berkendara saat siang hari sih enggak terasa silau. Lanjut AC-nya. Dia sudah auto climate dual zone. Jadi antara sebelah kiri dan sebelah kanan bisa kita atur suhunya masing-masing. Untuk dashboard-nya sudah dikasih dengan material yang soft touch di bagian tengah sini. Tapi memang di bagian atas dia masih material plastik. Tapi plastiknya ini kokoh berpadu manis dengan garnish black piano. Dia mengapit di bagian tengah sini. Jadi memang nuansanya ada sporty-nya. Lalu juga ada kesan-kesan mewah yang ditampilkan di bagian dashboard tengah dari Mitsubishi Destinator ini. Lanjut ke bawah. Dia enggak dibekali dengan wireless charging, sayangnya. Jadi memang sini hanya skot penyimpanan saja tapi cukup besar. Anda bisa nyimpan banyak barang di sini. Lalu seperti ini tuas transmisinya. Kurang lebih mirip seperti di Mitsubishi XF. Lalu sudah ada electronic parking brake, sudah ada auto hold. L juga katan lima drive mod yang teman-teman bisa pilih ataupun sesuaikan dengan medan jalan yang sedang dilalui. Pertama ada normal, lalu ada wet, ada gravel, ada mat, dan ada tarmax. Nah, Tarmx ini fitur drive mode paling terbaru di Mitsubishi. Jadi ini enggak ada di Mitsubishi XFce, hanya ada baru di Mitsubishi Dessinator. Jadi ini ibaratkan seperti drive mode sport lah. Jadi dia akan ngubah engine mapping-nya, lalu juga karakter mesinnya supaya bisa lebih agresif. Jadi, tanam ini pertamanya ada di mobil-mobil rally di Mitsubishi. Tapi sekarang di mobil eh passenger sudah dikasih ataupun sudah dibenamkan fitur driving mode Tarmax yang sekali lagi bisa disesuaikan dengan e selera dan juga kebutuhan ketika Anda mengendarai Mitsubishi Destinator ya. Tadi di belakang bagian tengah ada port USB, di belakang juga ada. Di bagian sini juga teman-teman bisa akses untuk port USB tipe C, tipe A. Lalu juga ada power outlet di bagian sini. Dan sekali lagi untuk varian yang ultimate premium sudah kedapatan ambient light dan ada buah speaker dari Yamaha. Jadi memang speakernya cukup baik ya, enak didengar. Nah, tadi ee kelupaan jadi memang ini enggak cuman panoramik aja, tapi sudah ada fungsi dari sunroof-nya. Jadi bisa lebih oke ketika teman-teman lagi berkendara di pegunungan gitu ya, bisa nikmatin udara-udara sejuk bisa masuk ke dalam kabin. Nah, Mitsubishi Destinator juga kedapatan fungsi dari SOS. Secara seperti ini kurang lebih mirip seperti Mitsubishi Xforce juga dan dia sudah pengaturan ya sudah ada teleskopik lalu juga sudah ada tilt-nya. Di sebelah sisi kanan ini untuk pengaturan fitur-fitur ADAS dan sebelah kiri sini untuk pengaturan dari infotaan. Sekali lagi untuk varian yang ultimate premium ini sudah kedapatan jok yang sudah elektrik baik untuk tinggi rendah lalu juga maju mundur dan juga ada pengaturan reclining. Tapi sayang untuk sebelah kiri memang dia masih konvensional dengan tuas saja. Sekarang lanjut kita jajal aja Mitsubishi Desinator. Kita rasain bagaimana rasa berkendara untuk penggunaan harian di perkotaan. Let's go. ya. Ketika duduk di Mitsubishi Destinator memang ini terasa comending khas sebuah mobil SUV di mana gitu duduknya tinggi, pandangan ke depan ini sangat luas, kiri kanan spionnya juga besar. Kita bisa lihat visibilitas ke samping dengan sangat baik. Lalu juga spionnya yang tengah ini juga kasih ee pandangan yang bagus ke bagian belakangnya. Memang ini bonetnya kita masih bisa ngelihat, jadi bisa jadi panduan untuk kiri dan kanan marka jalan. Ya, sekarang kita masuk tol. bisa lebih ngegambarin ya bagaimana karakter performanya ataupun dari racikan mesin dari Mitsubishi Destinator. Yap, jadi dia tuh pakai mesin 1500 cc water intercooler dengan turbo lalu dengan tenaga ada di 160 HP dan torsnya di 250 Nm. Lalu dengan penggerak front wheel drive rangkaian tadi output tadi itu disalurkan ke transmisi CVT. Nah, CVT-nya ini khas sebuah CVT Mitsubishi yang memang halus, smooth gitu ya. Jadi, itu hampir enggak kerasa perpindahan giginya. Jadi, ini bisa lebih nyaman ataupun kasih benefit experience berkendara yang lebih menawarkan kepada kenyamanan, lalu juga keseimbangan pada performa dan juga efisiensi bahan bakat. Teman-teman, untuk kita cruising di 100 km/h yang menarik dari mesin Mitsubishi adalah dia tuh bisa jaga putaran mesinnya tuh di bawah 2000 rpm. Di mana dengan catatan seperti itu, ini bikin konsumsi bahan bakarnya itu bisa di-manage dengan sangat baik. ketika kita coba gitu ya di jalan raya enggak nerapin eco driving jadi ya udah berkendara itu normal-normal aja seperti pada umumnya yang ngikutin lalu lintas lalu juga ngikutin rules di jalan itu bisa dapat sekitar 13 sampai 13,5 km/l. itu udah kombinasi tuh gaya berkendaranya mulai dari kena macet-macetan, lalu juga stop and go, lalu juga dengan perpaduan drive mode yang lebih banyak ee menggunakan model Tarmak ataupun juga kombinasi dengan normal. Untuk penggunaannya jalan tol kita sudah coba juga, Teman-teman. Jadi kita gunain tol tuh di tol dalam kota ya, dari Tangerang ke Jakarta, Karang Tengah, lalu ke Semanggi. Nah, itu sekitar 30 sampai 40 km itu mode berkendaranya kita juga pakai Tarmak. Lalu kombinasi ee kecepatan kita jaga di 80 km/h sampai 90 ya sesuai dengan rolls di tol dalam kota. Nah itu dapat 18,9 km/l sampai keluar gerbang tol di daerah Semanggi. Patutlah untuk Anda pertimbangkan sebagai mobil harian, apalagi juga mobil keluarga mengingat mobil ini adalah ee mengemas konfigurasi seven seater. Nah, dengan mesin seperti ini memang dia sudah basic-nya sudah efisien ya soal bahan bakar. Ditambah juga dengan fitur-fitur yang ada pada mobil ini. Dimulai dari ecoindikator. Jadi, ini bisa ngasih panduan ataupun guideline ke kita supaya bisa berkendara lebih efisien. Ini enggak bikin ee tambah irit, enggak. Jadi sebenarnya lebih ke panduan aja, Teman-teman. Jadi, kita bisa di apa, ya? Bisa dituntun gitu supaya berkendanya bisa lebih efisien soal bahan bakar. Ditambah juga ada fitur auto stop. Nah, di sini tombolnya di sebelah kanan. Jadi ketika suhu mesin sudah tercapai, lalu kita berhenti gitu. Let's say di lampu merah ataupun di kena kemacetan, dia akan langsung e mematikan mesin sementara gitu ya. Tapi perangkat AC infotainment ini akan masih hidup di dalam kabinnya supaya itu enggak ada bensin yang terbuang sia-sia. Nah, untuk nyalannya kita tinggal tekan ataupun injak gas lagi, dia akan langsung nyala untuk mesinnya. Jadi ini salah satu ataupun beberapa fitur yang bikin dan juga punya e sumbangsi ya supaya ee bahan bakar ini bisa terjaga di Mitsubishi Destinator. Nah, sekarang kita ngomongin suspensinya. Jadi sebenarnya dia pakai suspensi yang umum ya. Di depan tuh pakai MACP Strok, di belakangnya pakai torsion beam non independent. Jadi memang suspensi yang banyak ditaruh di kelas-kelas mobil menengah sampai ke bawah gitu. Sebenarnya seperti itu untuk racikan suspensinya. Tapi Mitsubishi itu ee pintar aja gitu untuk meracik karakter suspensinya lalu ee dipasangkan di Mitsumishi Destinator. Ini totally different ataupun berbeda dengan Mitsubishi XForce. Sebenarnya memang masih agak kerasa keras mengingat nih mobil tinggi gitu ya, lalu juga panjang supaya tetap antep, tetap balance. Ya, sebenarnya masih ada gejala bottoming ataupun body roll ya sedikit, tapi itu enggak yang berlebihan banget untuk body roll-nya. Nah, sekarang kita bahas soal fitur keselamatan yang ada pada di Mitsubishi Destinator. Jadi, memang ini sama seperti Mitsubishi Xorce yang sudah dibekali dengan fitur eh Mitsubishi Diamond Sense. Jadi, ini sebenarnya fitur ADAS, fitur semi otonom, fitur bantuan mengemudi. Jadi kalau misalkan diruntut dia ada sekitar 6 sampai 7uh fitur adas. Pertama ada adaptif cruise control. Dia akan follow mobil di depan secara adaptif. Kita bisa atur kecepatannya. Kita bisa mau atur jarak terdekat dengan objek di depan juga bisa kita atur lewat tombol di sebelah kanannya. Karakter dari adap cruise control dari Mitsubishi Destinator ini cukup smooth untuk membaca pergerakan dengan objek di depan dan low speed follow di Mitsubishi Destinator. Lalu juga sudah dilengkapi dengan front collision mitigation di mana dia akan kasih sinyal ataupun notifikasi ya ketika mobil ini terlalu mepet dengan depan ataupun objek di depan sekelilingnya di depan ini cuma ngasih tahu notifikasi aja gitu, warning aja. Tapi untuk pengendalian rem itu harus kita yang atur. Lalu sudah dilengkapi dengan fitur diamond sense e blend spot warning. Ini fitur standar. Jadi sudah ada di kaca spion supaya kita bisa dikasih tahu kalau ada mobil di belakangnya. Ini penting banget ketika teman-teman lagi mau pindah jalur. Selanjutnya ada fitur rear cross traffic alert. Nah, fitur ini penting banget, ngebantu banget ketika mobil ini lagi e ingin keluar parkiran secara mundur gitu. Nah, dia akan ngasih tahu notifikasi sekali lagi lewat suara dan juga notifikasi pesan di cluster meternya supaya bisa menghindari potensi tabrak di bagian belakang. Lalu juga dilengkapi dengan fitur ADAS LD Car Departure Notification. Nah, ini fitur yang mungkin penting ya ketika lagi dipakai di perkotaan yang jalannya macet, stop and go, ee terus juga banyak lampu merah. Jadi ketika berhenti ee mobil di depan sudah jalan, sudah bergerak, tapi kita enggak ikut bergerak. dia akan ngasih tahu notifikasi kalau mobil di depan tuh sudah bergerak. Mitsubishi Desa juga dilengkapi dengan ee fitur ADAS auto high beam Assist. Jadi fitur ini ee rasanya akan kepakai banget ataupun berfungsi ketika di malam hari. Kalau teman-teman lihat saya lagi jalan di jalanan yang gelap, minim penerangan secara otomatis, secara adaptif, si lampu jauhnya ataupun HBM nih akan menyesuaikan dengan kondisi sekitar. Mobil ini punya radius putar di 5,4 m. Jadi enggak terlalu yang kecil banget. Ee sesuailah dengan dimensi mobil ini yang ee punya panjang seperti ini. Jadi enggak yang ribet ataupun enggak repot ketika memang harus putar balik di tempat yang cukup sempit mengingat mobil ini memang cukup panjang ya. Tapi dengan radius seputar yang seperti ini ee Anda akan terasa dimudahkan untuk melakukan putar balik dengan Mitsubishi Destinator. Nah, seperti ini. Jadi, masih bisa dapat sisi yang paling terdalam ketika Anda ee berbelok dengan Mitsubishi Destinator. Coba kita sedikit libas ya. Di depan ada polisi tidur. E suspensinya seperti apa. Iya, kalau misalkan dilibas ya memang agak keras tapi enggak yang sekeras Mitsubishi Xforce. Nah, seperti itu. Masih okelah ribonnya. Masih ok lah. Ya, itulah hasil berkendara selama hampir 1 minggu dengan Mitsubishi Destinator SUV terbaru, produk terbaru dari Mitsubishi yang ini pertama kali world premiere di Indonesia. Jadi, membuktikan bahwa Indonesia tuh jadi salah satu pasar penting untuk Mitsubishi, melebarkan sayap, menghadirkan produk yang memang kalau misalkan dia bilang memang ini disesuaikan. Pertamanya itu diracik sesuai dengan kondisi jalan Indonesia. Nah, coba bagaimana teman-teman? Coba sampaikan di kolom komentar kalau teman-teman ada pertanyaan lalu juga e testimoni yang sudah coba Mubishi, kita bisa diskusi bareng-bareng di kolom komentar dan sampai jumpa di video berikutnya.

Lihat di YouTube