Jungkat

Tetap “Gres” Seperti Baru? Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Laptop bisnis ini tidak rusak walaupun diinjak, disiram atau dijatuhkan. Ini wajar ya, karena Asus Expertbook P3 ini ya sudah lolos dari uji durabilitas berstandar militer. Militannya standar 810H. Tapi itu kan ketahanan kalau terjadi kecelakaan dengan laptop yang satu ini. Lalu bagaimana kemampuannya setelah dipakai beberapa bulan? Apakah performanya akan tetap mirip seperti baru? Apakah suhunya tetap aman? Apakah baterainya nge-drop? Dan apakah bodinya tetap utuh setelah dipakai selama 100 hari? Nah, semuanya itu akan kita jawab dalam video yang satu ini. [musik] Oke, dalam video kali ini kita akan uji kembali Asus Expertbook P3 atau P3 yang pernah kami review beberapa bulan yang lalu. Kita akan lihat kondisi dan kemampuan laptop ini apakah masih mirip seperti kondisi baru atau tidak. Nah, menurut pihak as Indonesia, laptop ini sudah dipakai cukup intensif untuk berbagai macam pekerjaan selama 100 hari. Tapi rasanya agak kurang nih ya kalau enggak kita ekstra siksa lagi laptopnya. Kita coba jalankan tes Cebanyak puluhan rib loop. Puluhan ribu loop selama beberapa minggu. Pengujian ini akan maksa seluruh core dan TR pressor bekerja di kondisi 100% yang akan menyebabkan suhunya naik tinggi. Enggak cuma itu, kita juga jalankan pengujian cabb ini di luar ruangan tanpa menggunakan AC. Seharusnya ini sih akan bikin sistem pendinginnya ikut bekerja dengan berat ya. Selain itu, pengujian cb juga kami lakukan dengan kondisi charger tidak dipasang untuk menyiksa baterainya. Oke, kita langsung aja mulai pengujiannya. Tapi kita lihat terlebih dahulu kondisi fisik dari laptop ini. Nah, untuk kondisi body unit yang kami terima itu bisa dibilang masih mirip ya seperti dalam kondisi barunya bodinya masih utuh dan enggak kelihatan ada bekas benturan atau penyok. Bekas-bekas pakaian pastinya ada di sini. Tapi itu hanya goresan-goresan tipis dan noda sentuhan tangan yang bisa kita hilangkan dengan mudah dengan kain lap dan cara pembersih. Exel layar juga masih berfungsi dan normal ya. Enggak jadi bunyi-bunyi dan tetap bisa dibuka lurus 180 derajat. Sepertinya laptop dipakai dengan normal dan wajar selama 100 hari pemakaiannya. Nah, saat kami lihat kondisi sistem pendingin unit ini masih relatif bersih ternyata ya. Kami hanya melihat ada sedikit debu yang menempel pada heat pipe dan kipas. Kondisi lubang pembuangan panas juga terlihat aman dari tumpukan debu. Jadi aliran udara tetap lancar di sini. Ternyata debu dan kotoran yang seharusnya masuk dalam body laptop itu terperangkap di filter debu yang ada di lubang ventilasi udara masuk. Ini membuat bagian dalam body itu lebih aman dari debu dan kotoran. Dengan kondisi seperti ini sih harusnya suhunya masih mirip seperti kondisi baru ya. Sekarang kita lihat kondisi baterainya ya. Berdasarkan bacaan dari aplikasi eh HW Info, tingkat level baterai sudah mencapai 7,2%. Ini cukup tinggi untuk laptop yang baru dipakai beberapa bulan saja. Mungkin laptopnya sering dipakai dengan baterai dan sering dicharge berulang-ulang. Ya, biasanya sih ini bikin d tahan baterainya enggak akan seawet kondisi baru. Tapi nanti kita lihat di bagian pengujian apakah baterai jadi lebih boros jauh atau tidak. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performa. Untuk pengujian kali ini kita akan menggunakan versi aplikasi yang sama seperti pengujian unit baru kecuali untuk game-nya. Beda ya. Sementara untuk sistem operasi BIOS dan drivernya akan menggunakan versi paling baru yang tersedia saat ini. Kita coba dulu dengan Cabus R23 pakai charger ya. terpasang k charger di mode standar skor tinggi yang kita dapat adalah 10.664 poin untuk expertbook P3 versi yang baru. Nah, untuk versi 100 hari kita dapat 10.934 poin. Lalu di mode performance 11.402 poin untuk versi barunya dalam kondisi baru dan 11.828 poin untuk versi setelah 100 hari. Berikutnya kita akan lihat untuk skor yang bisa dipertahankan di mode standar. Skor yang bisa dipertahankan adalah 8.800 sampai 8.880 poin untuk versi barunya ya. Sementara untuk versi 100 harinya itu udah di 9.000 sampai 9.200 poin. Wuh, agak lebih tinggi malah ya. Sekarang kita lihat mode performance 10.800 sampai 10.900 poin untuk versi dalam kondisi baru. Lalu untuk kondisi setelah 100 hari dia dapat 10.700 sampai 11.300 poin. Lucu ya skornya malah mengalami kenaikan. Mungkin ini akibat update BIOS yang baru. Jadi performanya agak naik nih ya. Ini juga menandakan bahwa laptopnya tidak mengalami gejala throttling walaupun dipakai selama 100 hari. Nah, untuk suhu kerja di mode performance kerja paraor sempat naik ke kisaran 93 sampai 96 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun ke kisaran 80 sampai 84 derajat celcius dengan sekali-sekali ada lompatan di atas 90 derajat celcius. Ternyata suhunya setelah 100 hari itu masih mirip seperti kondisi barunya. Oke, sekarang kita lihat ke Adobe Premiere Pro 2025 untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik. Kita lihat dengan software only dalam waktu 1 menit 51 detik dalam kondisi baru. Sementara setelah 100 hari kita dapat 1 menit 49 detik. Kemudian untuk GPation dengan Open CL ya dalam kondisi baru itu dia mendapat 2 menit 42 detik. Sementara setelah 100 hari dapat 2 menit 43 detik. Oh ya laptop ini ram bawaannya masih single channel ya. Jadi wajar kalau open CL-nya enggak sekencang kalau pakai software only. Sekarang kita lihat suhu kerjanya. Di awal pengujian, SU sempat naik hingga 97 derajat Celcius sebelum kemudian akhirnya bergerak di rentang 78 sampai 95 derajat Celcius. Ini bisa dibilang suhunya masih mirip seperti kondisi barunya. Sekarang kita lihat Dafincy Resolve 19.1. Software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisnya ya. Untuk video full HD 60 fps durasinya sama dengan yang tadi itu 5 menit 9 detik dalam kondisi baru ya. Sementara setelah 100 hari kita dapat 5 menit 5 detik. Nah, untuk sud kerjanya prosesor terlihat bekerja di rentang 72 sampai 95 derajat celcius. Lagi-lagi ini masih mirip seperti suhu dalam kondisi barunya. Oke, sekarang untuk gaming. Nah, perlu di perhatikan ya. Untuk pengujian gaming kita tidak bisa bandingkan dengan sebelumnya karena game-nya udah mengalami beberapa kali update yang membuat performanya pasti jadi beda. Nah, untuk performanya kurang lebih seperti ini. Oke, untuk game yang terakhir ya kita langsung kerjanya nih setengah jam main Assassin's Creed Mir ya. Kalau dibandingkan dengan kondisi baru Syait ternyata mengalami sedikit kenaikan di sini tapi tenang suhu prosesor yang masih dapat digalikan tetap di bawah 90 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan bodinya setengah jam main game yang tadi untuk area keyboard terlihat suhunya masih terkendali di bawah 40 derajat Celcius jadi masih relatif tidak panas saat disentuh. Palmr juga masih aman di bawah 35 derajat Celcius. Perlu diperhatikan ya, su permukaan seperti ini dicapai saat beban kerjanya sangat berat seperti main game yang e cukup lama ya. Kalau buat ngetik-ngetik, browsing, nonton film ya atau ya buka-buka tabel gitu ya, suhunya tidak akan setinggi itu. Enggak akan mencapai segitu loh. Lanjut untuk sorus tesnya kita dapat dengan Crystal Smark itu kecepatan bacnya di 6.228 MB/s dan tulisnya di 4.831 MB/s. Nah, untuk kecepatan bacanya ini enggak beda jauh dibandingkan kondisi masih barunya yang di 618 MB/. Tapi untuk kecepatan tulisnya ternyata agak turun ya. Sebelumnya itu di 5.672 MB/s. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Untuk pengujian kita atur berat 150 volume suara 25% dengan modenya di standar. Untuk 1080p lokal video playback kita dapat 9 jam 56 menit. Daya tahan baterainya sedikit menurun tapi kayaknya cuma variasi doang sini ya. Karena dalam kondisi baru dia bertahan ya cuma sedikit lebih lama di 10 jam 10 menit. Jadi penurunannya cuma sekitar 14 menit aja gak jauh bedanya yang satu ini. Oke untuk charging bagaimana ya? Untuk dari kosong sampai penuh dia butuh waktu 2 jam 7 menit. Nah, ini waktu charging-nya agak melambat dibandingkan kondisi barunya yang hanya 1 jam 45 menit. Apakah ini karena BIOS atau efek penggunaan kita juga kurang begitu tahu, tapi yang jelas memang ada update tadi meningkatkan performa. Mungkin dia sedikit melambatkan eh charging-nya ya. Nah, eh kesimpulannya pada akhirnya setelah kami uji lagi Asus Expertbook P3 yang sudah dipakai selama 100 hari ini performanya tetap bisa dibilang sama kencangnya, enggak beda jauh seperti kondisi barunya. Bahkan di beberapa pengujian kita menjumpai bahwa hasilnya lebih tinggi dibandingkan saat dulu diuji. Ya, seperti kita bahas tadi ya, mungkin akibat dari update BIOS, driver, atau bahkan update Windows yang membuat performanya jadi lebih optimal. Menariknya suhu kerjanya itu enggak beda jauh dibandingkan kondisi barunya alias dia enggak mengalami jadi overheat atau peningkatan suhu yang tinggi gitu ya. Padahal sistem pendinginnya sempat kami siksa dengan pengujian sinband selama beberapa minggu dengan kondisi di luar ruangan tanpa AC dan ini dilakukan setelah kami menerima laptop yang katanya sudah dipakai selama 100 hari. Filter debu di laptop ini terbukti mampu menjaga kondisi sistem pendingin agar tetap optimal ya. Akan tapi sayangnya tingkat level di battery laptop ini cukup tinggi dalam waktu beberapa bulan saja ya. Untungnya dalam pengujian kami daya tahan baterainya hanya turun sedikit sekali dibandingkan kondisi barunya. Nah, secara keseluruhan laptop bisnis ini tetap berfungsi normal seperti kondisi baru. Walaupun dipakai beberapa bulan enggak ada yang rusak di sini. Excel masih utuh dan berfungsi normal. Aplikasi tetap lancar, enggak ada yang nge-hang atau nge-crash. Semua masih baik-baik saja. Oh ya, Asus Experbook P3 ini tersedia hingga opsi Intel Core i7 13620H untuk prosesornya ya. Laptop ini juga tersedia dalam ukuran layar 14 inci dan 16 inci dengan opsi panel tertinggi di IPS 2,5K 16 b 144 Hz. Tentunya laptop ini juga dilengkapi dengan aplikasi AI Expert Meet yang bisa digunakan untuk merangkum, mencatat, menerjemahkan, dan memberikan watermark hasil meeting kita. Enggak ketinggalan. Dia juga dilindungi garansi 3 tahun international warranty dan 1 tahun ADP accidental damage protection. Ya, memang ini khas banget sebuah laptop kelas bisnis dan kita bisa lihat ya, laptop bisnis ini sangat bisa diandalkan untuk penggunaan selama berbulan bulan bahkan dalam kondisi yang lumayan ekstrem sekalipun.

Lihat di YouTube