Tetap Tangguh & Kencang Seperti Baru? Review Axioo Hype 5 AMD X6 Setelah 6 Bulan (YouTube Video)
[Musik] Banyak yang nanya sebagus apa, sekuat apa daya tahan dari laptop brand lokal? Ya, jujur aja kami kan bukan peramal ya. Jadi kami enggak bisa langsung meramal e untuk mengetahui daya tahan dari laptop Axio Hype 5 AMD X6 saat review pertamanya keluar. Ya, tapi tenang, sekarang kan sudah hampir 1 tahun sejak review-nya ditayangkan. Nah, pertanyaan-pertanyaan kemarin bisa kami kasih jawabannya sekarang. Ya, jadi sekarang kami tes lagi nih laptop Axio Hype 5 AMD X6 yang sudah dipakai cukup intensif selama 6 bulan. Nah, kita akan lihat apakah performanya tetap mirip seperti yang baru. Apakah suhunya tetap aman, apakah baterainya nge-drop dan apakah bodinya tetap utuh setelah dipakai selama 6 bulan penuh. Ya, menurut pihak aksi Indonesia, laptop yang dipakai ini cukup intensif ya. tadinya dipakai untuk editing video, main game, dan juga pembuatan konten selama beberapa bulan. Tapi rasanya agak kurang ya kalau kita cuma terima gitu aja. Memang sih laptop ini katanya dipakai memang lumayan ekstensif ya, tapi kita nambahin lagi pengujian stress test ala kami supaya laptopnya benar-benar lebih tersiksa lagi. Nah, yang kami jalankan dengan laptop yang satu ini adalah tes cine band selama ribuan loop selama beberapa minggu dengan kondisi ruangan tanpa AC. Nah, pengujian sin cband juga kami lakukan dengan kondisi charger dipasang dan tidak dipasang juga ales hanya pakai baterai ya. Oh ya, sebelumnya kita mulai ee kita lihat terlebih dahulu kondisi fisik dari laptop ini ya. Untuk sebuah laptop yang lumayan dipakai agak lama ya di sini ya, kondisi bodinya masih e terbilang mirip seperti versi barunya. Kalaupun ada bekas makaian tuh ya ada goresan-gorisan tipis di area punggung dan sedikit noda di body yang bisa dihilangkan dengan mudah sih sebenarnya pakai kain lap ya. Exel juga masih berfungsi dengan normal dan tetap bisa dibuka lurus 180 derajat. Sepertinya laptop ini dirawat dengan cukup baik selama dipakai 6 bulan. Sekarang kita lihat sistem pendinginnya. Kalau kami lihat nih, kondisi sistem pendingin unit ini masih relatif bersih sebetulnya, tapi memang ada debu-debu yang nempel di heat pipe dan kedua kipasnya. Kondisi lemak pembangan panas juga terlihat aman dari tumpukan debu. Jadi, aliran udara masih cukup lancar lah. Sepertinya laptop ini jarang dipakai di luar ruangan, jadi kondisinya ya enggak terlalu banyak debunya memang. Oke, untuk kondisi baterai berdasarkan bacaan dari aplikasi HW Info, kesehatannya masih berada di kisaran 100%. Jadi harusnya daya tahan baterai masih mirip dengan kondisi barunya. Nah, sekarang kita lihat aspek performanya. Perlu diperhatikan ya, pengujian kali ini akan menguji versi aplikasi yang sama seperti pengujian pertama. Sementara untuk sistem operasi dan drivernya akan pakai versi paling baru yang tersedia saat ini. Jadi, itu bisa mempengaruhi hasil pengujian. Tapi ya wajar kan kita akan update driver tentunya ya. Oke kita langsung mulai dengan Cabb R23 dengan dipasang charger. Untuk Sternya diraih itu adalah 10.240 poin untuk Hype AMD X6 versi baru dan kita mendapatkan 10.571 poin untuk versi yang sudah dipakai selama 6 bulan. Sementara skor yang bisa dipertahankan adalah 10.100 sampai 10.200 poin untuk Hype AMDX6 versi baru ya yang awalnya ya. Dan untuk versi 6 bulannya adalah 10.01 sampai 10.070 1070 poin. Walaupun skor tertingginya naik, ternyata skor yang bisa dipertahankan itu ada sedikit penurunan ya di sini. Nah, kalau tanpa charger bagaimana? Nah, sekarang kita cabut chargernya dan skor yang mesti dipertahankan ada kisaran 8.800 sampai 8.900 poin. Hanya terus sedikit dibandingkan sebelumnya yang 8.900 sampai 9.000 poin. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. Di awal pengujian suhu perasat tu sempat berada di rentang 85 sampai 90 derajat Celcius sebelum akhirnya turun dan bisa dikendalikan di bawah 80 derajat Celcius. Ini berbeda dengan versi barunya dulu ya pada saat masih baru ya di mana super pressure itu bertahan di atas 80 derajat celcius selama pengujian berlangsung. Sepertinya ada update di laptop ini yang membuat manajemen SHnya jadi lebih baik. Ya itu sebabnya ya harus ada update-update itu diterima aja ya ada perbaikannya biasanya di situ. Nah, sekarang mari kita lihat untuk Adobe Premiere Pro 2024 ya. Kita pakai 2024 untuk menyamakan dengan versi yang lama ya. Nah, untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik dengan software only dalam waktu 2 menit 14 detik untuk Hyp AMD X6 versi waktu masih baru dan untuk versi 6 bulan dia jadi 2 menit 46 detik. Di sini waktu eksportnya melambat sekitar 19% kalau kita pakai software only. Kalau kita pakai e GPU Accelation via OpenCL sekarang kita lihat ya untuk versi pada saat masih baru dia 1 menit 47 detik. Sementara setelah 6 bulan dia jadi 1 menit 48 detik. Hampir enggak ada bedanya kalau kita pakai open CL di sini ya. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. Supressor terlihat bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat Celcius. Nah, kalau masih baru memang suhu rata-ratanya masih di bawah 60 derajat celcius. Oke, kita lanjut ke Davinci Resolve 18.6. Ini eh software video editing versi yang kelas profesional, tapi ini versi gratisnya ya. Untuk video Full HD 60 fps yang durasinya 2 menit 7 detik ya. Pada saat masih baru dia dapat 3 menit 41 detik. Nah, setelah 6 bulan dia dapat di 3 menit 46 detik. Lagi-lagi kita menemukan bahwa hampir enggak ada bedanya sebetulnya untuk waktu ekspornya. Ya, ada beda dikitlah tapi enggak jauh banget itu sebetulnya itu bisa jadi varian doang, variasi doang gitu ya. Untuk suhu kerjanya terlihat suhu kerja rata-rata pressure itu masih terkendali di bawah 70 derajat Celcius dengan sesekali ada kenaikan k derajat celcius. Kalau dulu tuh su tertinggi bisa naik sampai 80 derajat Celcius. Jadi, sepertinya update-nya itu membuat sebuah perbaikan di sini sebetulnya ya. Lanjut untuk gaming. Perlu diperhatikan untuk pengujian gaming tidak bisa kita bandingkan dengan versi sebelumnya ya. e tidak bisa 100% sama karena gameennya juga sudah mengalami beberapa kali update yang memungkinkan itu membuat e performanya jadi berbeda. Nah, untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. nya setelah kita setengah jam main Assassin's Creed Mirage ya. Untuk suhu kerja prosesor itu tampak ada di kesaran 71 sampai 75 dercius. Kalau yang dulu di awal ya suhunya lebih tinggi di 75 sampai 78 derajat Celcius. Menarik nih. Lalu untuk suhu permukaan body setelah setengah jam main Assassin's Creed Miras ya walaupun jalan game berat suhu seluruh area keyboard tercatat masih aman di bawah 40 derajat Celcius. Suhu body skelet keyboard pun aman di bawah 40 derajat Celcius termasuk pamr kiri dan sebelah kanan. Sekarang kita lihat kecepatan storage-nya. Dengan Kadalisma kita dapatkan bahwa kecepatan baca di 2990 MB/ dan tulisnya di 10807 MB/. Performas-nya bisa dibilang hampir enggak beda dibandingkan pada saat dia masih baru ya yang kecepatan bacanya di 3.55 MB/s dan tulisnya di 1857 MB/s. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Untuk pengujian baterai kita atur tingkat brightness di 150 nits dan volume suara di 25% sama seperti sebelumnya ya. Untuk 1080p video playback kita mendapatkan dia bisa bertahan 9 jam 9 menit. Ternyata bahkan ini sebetulnya lebih irit dibandingkan pengujian terdahulu yang dapat 8 jam 55 menit. Mungkin ini disebabkan adanya update yang membuat manajemen dayanya jadi lebih baik. Ini terlihat dari manajemen suhunya juga ya. Jadi update-nya membuat dia jadi lebih bagus. Ini agak aneh sih sebetulnya. Harusnya dia lebih pendek jadinya ya karena baterainya udah kepakai lumayan lama. Lanjut untuk charging 30 menit pertama terisi di 52%. Sementara dari kosong sampai penuh dia butuh waktu 2 jam 28 menit. Waktu chargingnya juga sedikit lebih cepat nih dibandingkan ya pada saat masih baru. Tapi sebetulnya sih bisa dibilang enggak terlalu jauh beda lah ya. Itu kayak variasi scoring aja sebetulnya. Oke, sekarang kita lihat untuk harganya. Ini ada update harga di sini. Menurut aksi Indonesia harga saat ini adalah Rp6.649.000. Ya, ternyata harganya jadi lebih murah sekarang. Padahal pas pertama kali kita ref itu harganya di R jutaan seingat saya ya. Nah, untuk garansi dia tetap mendapatkan 1 tahun garansi utama dan 1 tahun garansi ADP ekstra. Yang satu ini meng-cover kerusakan akibat kelalaian pengguna dan juga bahkan e meng-cover terhadap kecurian. Menariknya lagi, Asia Indonesia sekarang punya layanan drop off and pick up service melalui 20.000 cabang Indomaret. Indomaret loh. Jadi, ada banyak banget. Untuk tahap awal layar ini akan meng-cover wilayah Jakarta dan Surabaya. Jadi kita cukup datang ke IndoMaret terdekat untuk mengantar laptop untuk diservis dan mengambilnya kembali setelah selesai perbaikan. Luar biasa ya. Nah, untuk keterangan lebih lengkap bisa cek aja langsung di kolom deskripsi ya. Kesimpulan pada akhirnya setelah kami tes lagi Axio Hype 5 AMD X6 yang sudah dipakai selama sekitar 6 bulan ya dan bahkan sudah kami ekstra siksa lagi ini bisa dibilang bahwa performanya tetap kencang dan enggak terlalu jauh beda dibandingkan kondisi barunya. Memang kami menjumpai ada sedikit penurunan, tapi itu masih wajar terjadi pada laptop yang sudah dipakai berbulan-bulan, termasuk merek selain Axio juga. Wajar banget. Dan tenang ya, ASI Indonesia kan punya layanan gratis sumur hidup untuk pembersihan dan repasta laptopnya atau repasta prosesor di laptop ini. Kita tinggal bawa aja ke service centernya kalau mau melakukan itu ya. Seharusnya itu bisa bikin performanya jadi seperti baru lagi ya. kita tidak melakukan repasting atau repasta lagi untuk yang kita uji kali ini. Jadi secara keseluruhan laptop ini tetap berfungsi normal seperti kondisi barunya meskipun sudah dipakai selama setengah tahun bahkan ya kami tidak lihat ada kerusakan Excel di sini. Excelnya masih utuh, fungsinya masih normal, aplikasi juga tetap lancar, enggak ada yang nge-hang nge-crash itu ya. Semua masih baik-baik aja di sini. Kamirasa tes kali ini udah cukup menggambarkan seperti apa daya tahan laptop 6 jutaan ini kalau dipakai dalam jangka waktu yang panjang. Saya D Irfan Jaka
