Tidak Mahal, Komplit, Kencang, Bisa di-Upgrade: Review Zyrex AIO Orion (YouTube Video)
Heh, ZX. Kalian tuh enggak ikutan naikin harga PC kalian. Masa all ininone PC kayak gini harganya masih R jutaan aja. Padahal ini pakai pressor Intel Corgen 12. Jadi, performanya masih cukup kekinian. RAM masih 8 gig enggak dipangkas jadi 4. Bisa pasang 2 SSD juga di sini. Bahkan dia pakai layar IPS dengan kelar gambut nyari 100% sRGB. Ada Windows-nya pula ya. Ya, all in one PC yang satu ini adalah Zyrex AIO Orion yang harganya masih sangat terjangkau. [mendengus] [musik] Jujur [mendengus] aja kami cukup terkejut karena ternyata harga all-inone PC ini masih masuk akal banget untuk speknya. Masuk akal itu maksudnya untuk hitungan tahun 2025 padahal sekarang 2026 ya. [tertawa] Dan sekarang sudah tahu sendirilah kalau harga komponen PC itu lagi naik-naiknya tinggi banget. Nah, tapi pertanyaannya kan pasti gimana performa dan fiturnya? Nah, sebelum kita nyampai ke sana kita mulai dulu dari spesifikasinya. Oke, untuk spesifikasi utamanya prosesor pakai Intel Core i3 1215 Fabrikasi Intel 7 base power 15 wat. Dia punya 6 core 8 trad yang terdiri dari 2 performance core dan 4 efficient core. Untuk Intel Smart Case-nya ada di 10 MB. Integrated graphicsnya pakai Intel UHD graphics dengan 64 execution unit dan tentunya IGP ini sudah mendukung fitur Intel Quix dan akselerasi video AV1. Untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 8 GB DDR 4 3200 MHz single channel. Tenang ya karena all in One pie ini punya dua slot SODIM jadi masih bisa di-upgrade kapasitasnya dan dijadikan dual channel. Untuk storage itu 256 GB SSD MD.2 NVME PCI Gen 34. Menariknya all PC ini punya slot M2 kedua. Jadi kita bisa nambah storage tanpa mengganggu SSD utamanya. Dan di sini kami juga menemukan konektor SATA dan tempat memasang hardisk atau SSD 2,5 inci. Tapi sayangnya enggak ada kabelnya di sini ya. Untuk WD dia menggunakan modul Intel yang sudah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Untuk adapter atau power supply-nya ini 65 watt dan ini membuat all in one piece ini aman untuk tempat tinggal dengan daya listrik yang kecil seperti yang 450 VA atau 900 V. Ingat ini cuma 65 watt saja maksimum maksimum loh itu ya. Untuk OS dia pakai Windows 11 25 H2 Body Factornya adalah all in one PC. Materialnya polikarbonat untuk body dan logam untuk kaki penyangganya. Warnanya adalah silver. Nah, untuk desain All One PC ini penampilannya tampak elegan dan profesional jadi cocok juga digunakan di perkantoran. Bentuknya pun menyerupai LCD monitor. Jadi hemat tempat di atas meja. Selain itu, desainnya jadi membuat meja kerja lebih rapi dan bebas dari kabel yang berseliweran. Untuk bobotnya all in One Piece ini ada di 3,86 kg. Untuk display ini ukuran 23,8 inci ya. biasa dibilang 24 inci sebetulnya ya. Untuk resolusi 1920 1080 piksel dengan refresh-nya sampai 100 Hz. Panelnya adalah panel IPS. Kalau kami ukur dengan alat kami hasilnya tingkat caran maksimumnya ada di 284 nitz. Gambut coversnya ada di 93% sRGB dengan gambut volume di 98,5% SRGB. Ini berarti layarnya udah lumayan bisalah dipakai buat editing yang butuh akurasi warna cukup baik tentunya dipakai untuk streaming film juga mantap ini ya. Layar ini punya permukaan nonlare. Jadi minim pantulan bayangan yang dapat mengganggu kenyamanan pemakaian. Bing layar juga sudah menggunakan desain tipis seperti monitor keluaran terbaru saat ini. Untuk ergonomi, layar ini hanya bisa diatur kemiringannya ke arah depan dan belakang saja. Nah, Ol B ini dilappi dengan kamera sensor 5 megapel. Kamera ini mampu menangkap gambar dan merekam video hingga resolusi 5 megapel, tapi aspek rasionya di 4 b 3. Kalau aspek rasionya dibuat jadi 16 b 9, dia bisa menangkap gambar hingga resolusi 3,7 megapel dan merekam video hingga resolusi 1440p. Tinggi juga ya. Uniknya kamera ini menggunakan mekanisme pop up. Jadi kita bisa memunculkan dan menyembunyikannya seperti ini. Mekanisme ini juga membuat kita lebih aman dari risiko diintip meskipun kameranya mungkin kena hack ya. Nah, untuk sebuah kamera di Allone PC 6 jutaan ternyata kualitasnya cukup memuaskan saat kita uji di resolusi tertingginya. Bahkan kamera ini masih bisa menangkap detail gambar dengan cukup baik. Mikrofon juga bisa menangkap suara kami dengan jelas. secara keseluruhan kamera dan mikrofonnya sudah siap pakai untuk video call atau online meeting. Oke, saat ini kita uji kemampuan kamera dan mikrofon dari all-inone PC Z yang satu ini. Perlu diketahui perangkat ini punya kamera bawaan yang bisa merekam video UP 1944 FPS di format 4/3. Dan untuk kualitas perekaman audionya kurang lebih seperti ini. Menurut kalian bagaimana? Oh ya, perlu diingat juga kalau misal kalian mau hasil kualitas videonya sebagus ini, pastikan kalian menepatkan all inin one PC ini di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai, ya. Nah, all inone PC dilengkapi dengan dua buah speaker dengan lubang keluaran suara ke arah bawah. Untuk kelas harganya, kualitas speakernya sebenarnya sudah lumayan oke dan terdengar cukup kencang. Hanya saja suara frekuensi rendahnya aja yang masih terasa kurang, kurang ngebas gitu ya. Nah, untuk konektor dan tombol kita lihat di bagian belakang ada 1 3,5 mm audio jack. Ada dua USB 3.2 Gen 2 Type A, ada satu HDMI 1.4. Lalu ada dua lagi USB 3.2 Gen 2 type A, ada 1 Gabit Ethernet, dan ada 1 DC in. Kalau dari bawah kita lihat ini ada satu USB 2.0 type A dan ada satu USB 2.0 type C. Kemudian ada tombol volume up and down, ada tombol brightness up and down, dan tombol power. Ini cukup mengejutkan nih ya. Allone PC 6 juta ini ternyata punya empat konektor USB 3, 10 GBPS di sini. Biasanya di harga segini dapatnya dua atau maksimum 4 USB 3 yang 5 GBPS. Oke, lanjut untuk cooling system. All ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas. Pembuungan udaranya itu menuju ke arah atas. Nah, untuk keyboard dan mouse all PC ini menyertakan keyboard dan mouse dalam paket penjualannya. Oke, dari aspek performanya sekarang pada pengujian ini kita akan menguji all-inone PC ini dalam dua kondisi, yaitu single channel 8 GB dan dual channel 16 GB alias 2 * 8 GB. Kita mulai dari CB R23. Destabilitas selama setengah jam. Skor tertinggi yang dicapai adalah 4.500 poin dengan skor yang bisa dipertahankan ada di 4.330 sampai 4.360 poin. Untuk suhu kerjanya pesat melakukan SBZ R23 stabilitas selama setengah jam, SU kerja prosesor terlihat bergerak naik dari 72 derajus hingga mencapai 93 derajat Celcius di akhir pengujian. Untuk konsumsi daya ada di kisaran 48 sampai 59 watt. Oke, sekarang mari kita masuk ke Adobe Premiere Pro 2026. Kali ini kita menggunakan workload pengujian baru dengan video berdurasi yang 5 menit. Di sini kami menumpuk dua video dengan metode picture and picture lalu ditambahkan teks dengan sedikit color grading. Kalau kita pakai open CL, videonya 5 menit ya. Ingat ya. Ee untuk pakai single channel yaitu 10 menit 57 detik. Sementara kalau kita pakai dual channel alias pakai 16 gig sesuai dalam waktu 7 menit 16 detik. Dari waktu ekspor tadi, sepertinya All One Piece ini lebih cocok untuk editing video di 1080p 30 FPS ya, bukannya 60 fps. Nah, untuk su kerja pada saat melakukan full HD video exporting dengan open shell, lagi-lagi su kerja procesor terlihat bergerak naik dari 65 hingga mencapai 87 derajat celcius di akhir pengujian. T masih dalam batas aman. Sementara untuk konsumsiya ada di kisaran 53 sampai 59 watt. Kita masuk ke Daincy Resove 20.3. Di aplikasi ini kami juga menggunakan video dan metode editing yang sama seperti di Premier tadi. Jadi ini yang baru ya, kita pakai video yang 5 menit. Kalau pakai single channel saya dalam waktu 16 menit 32 detik. Kalau dual channel 15 menit 8 detik. Di sini juga terlihat kalau all pie ini lebih cocok untuk editing video di 1080p 30 fps. Nah, untuk suhu kerjanya pesat melakukan full HD video export di sini suhu bergerak naik dari 71 hingga mencapai 91 derajat celcius di akhir pengujian. Sementara untuk konsumsi daya ada di kisaran 50 sampai 61 wat. Sekarang kita masuk ke capcut. Lagi-lagi kita juga menggunakan video dan mode editing yang sama seperti dua aplikasi sebelumnya. Untuk single channel itu butuh waktu 6 menit 18 detik. Sebenarnya kalau dual channel udah 4 menit 2 detik. Jadi sudah lebih cepat ya kalau pakai dual channel ya ketimbang durasi video sendiri. Jadi kalau pakai CapCut all inin one PC ini jadi cocok untuk edit video di 1080p 60 fps seperti sampel video yang kami gunakan. Nah untuk suhu kerja saat melakukan full HD video eksport suhu kerja prosesor bisa terlihat masih bisa dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Sementara konsumsi daynya ini cukup rendah di 43 sampai 55 watt saja. Oke, kalau nanya 3DM time spy grafic scornya berapa? Untuk single channel itu 784 poin. Sementara untuk dua channel di 881 poin. Terlihat ada peningkatan performa IGP sekitar 12% kalau kita upgrade memorinya jadi dual channel. Oke, karena dual channel-nya lebih kencang, jadi kami langsung aja tes game dengan dual channel. Dan untuk performanya kurang lebih seperti ini. Nah, untuk game yang terakhir ini su kerjanya kita lihat ya setelah setengah jam main GTA 5 su kerja prosesor terlihat ada kisaran 87 sampai 90 derajat celcius. Sekarang kita lihat untuk konsumsi dayanya bagaimana. Kalau kita streaming 4K60 YouTube ya bisa ya 4K60 streaming di sini ya itu makan 38 sampai 55 watt. Sementara dalam kondisi idle ya hanya Windows-nya aja itu dia ada kisaran 32 sampai 36 watt. Oke sekarang kita lihat biaya pemakaian listriknya. Dari hasil pengujian tadi, kita coba asumsikan untuk daya tertingginya yang e maksimum di 61 watt. Nah, kalau all inone pis ini dipakai terus-menerus selama 12 jam sehari ya, maka biaya pemakaian listriknya adalah sekitar Rp1.57 per hari ya. Jadi, pemakaian listrik selama 30 hari kurang lebih sekitar Rp31.170. Tentunya kalau beban kerjanya lebih rendah dan durasi pemakaiannya tidak selama itu, maka dayanya juga akan lebih rendah dan biaya listriknya ikut turun. Seharusnya sih kalau kalian pakai normal sih itu akan ada di bawah itu ya. Jadi maksimumnya tadi ada di R1.000-an ya selama 30 hari. Oke kita lanjut untuk storage testnya. Dengan kristalisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.53 MB/s dan tulisnya di 1543 MB/ Ini sudah tergolong kencang untuk SSD dengan kapasitas 256 GB. Nah, untuk harga menurut ZX Indonesia harga resminya ada di Rp6.999.000. Garansinya dia dapat 1 tahun dari Zarx Indonesia. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM terpasang itu baru single channel. Sangat disarankan untuk upgrade ke dua channel supaya lebih optimal, lebih kencang. Ya, saran kami sih nambah satu keping RAM 4 gig aja deh kalau mau hemat upgrade-nya ya. Harusnya enggak terlalu mahal kalau 4 gigya ketimbang 8, ya. Lalu untuk suhu kerja itu agak tinggi kalau kita pakai buat main game ya, walaupun masih dalam limit ee amannya si prosesor. Lalu di sini tidak ada kabel untuk masang storage yang SATA. Dari segi menariknya ini praktis, siap pakai, hemat tempat di atas meja dan dia udah pakai Intel Core i3 yang Gen 12 ini mumpuni untuk editing video full HD 30 fps. Kalau mau pakai yang 60 fps masih kuat, tapi pakai CapCut ya. Dan dia juga masih kuat gaming tipis-tipis ya. Ini irit daya pula. RAM-nya masih bisa di-upgrade bisa pasang 2 SSD juga di sini. Layarnya IP 100 Hz dengan kelarga gambut nyari 100% sRGB. Konektor juga melimpah. Ada empat buah USB 3.2 Gen 2, lalu Windows 11-nya sudah disertakan dan harganya [berdehem] jadi sangat menarik untuk spesifikasinya. Jadi pertanyaannya, ZX AIO Orion ini cocoknya buat siapa? Nah, buat dipakai di rumah pasti bisa banget ya. Bentuknya seperti LCD monitor bikin dia enggak banyak makan tempat. Jadi cocok untuk apartemen, rumah yang kecil atau kos-kosan. Dan dia juga irit listrik jadi aman buat yang daya listriknya kecil. Mau dipakai buat PC di kantor harusnya enggak jadi masalah asal pekerjaannya sesuai dengan spek si all-inone PC ini. Apalagi kalau kerjanya enggak butuh spek terlalu tinggi seperti layanan frontise, resepsionis, administrasi atau ya UMKM pada umumnya ya. Mau dipakai sebagai komputer di sekolah atau tempat kursus pastinya juga masih bisa selama aktivitasnya memang cocok untuk all inone PC ini. Bahkan sebetulnya untuk contonent kreator pemula ya yang bikin video pendek 1080p 60 fps sekalian ngedit pakai CapCut. Wah ini masih lancar-lancar aja di sini ya. Pada akhirnya saya harus bilang, "Good job, Zyrex. All inone PC kalian tetap punya harga yang menarik untuk spesifikasi yang ditawarkan. Jadi kalau butuhnya PC, desktop, siap pakai, hemat tempat, irit daya, dan masih bisa di-upgrade dengan performa yang sepadan dengan harganya atau tepatnya performanya lebih tinggi dari harga yang ditawarkan. Ya, si ZX AIO Orion ini bisa jadi salah satu pilihan yang sangat menarik. [musik]
