Jungkat

Tipis - Ringan - Elegan, Kaya Fitur, Pakai SoC Baru, - Review Motorola Edge 60 Fusion (YouTube Video)

  • 31/05/2025

Ini smartphone tipis dan stylish kelas menengah, rasa kelas atas ya. Ini adalah Motorola H60 Fusion. Layarnya udah pakai True Quad Curve Display 120 Hz Super HD. Kameranya pakai Sony Lia 700C. Bodinya tipis tapi baterainya ini besar, 5.500 mAh. SOC-nya juga baru di Man City 7.400. Ada IP ratingnya loh, IP68 dan IP69. Bahkan dia juga punya military grade protection dan dia punya segudang fitur khas Motorola. Moto AI tentunya ada juga di sini. Oke, langsung aja kita kupas tuntas smartphone yang satu ini. Oke, Motorola H60 Fusion. Ini adalah smartphone kedua yang dirilis Motorola setelah mereka resmi kembali ke pasar smartphone Indonesia. Beberapa waktu lalu sudah ada Moto G45 5G yang juga sempat kami review. Hei, kalian belum tahu soal Moto G45 5G? Kelewatan nonton videonya pasti belum subscribe nih. Udah tahu kan harus ngapain ya. Nah, kembali lagi ke Motorola H60 Fusion. Smartphone yang satu ini diposisikan di kelas yang lebih tinggi dibandingkan Moto G45. Jadi wajar kalau smartphone ini menawarkan lebih banyak fitur dengan kemampuan yang juga lebih tinggi. Kita akan bahas hal-hal tersebut, tapi kita mulai dari paket penjualan dulu, ya. Nah, di sininya kita lihat tentunya ada unit smartphone-nya, lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah sebuah charger 68 watt. Lalu kemudian ada kabel USBC, ada case, ada sim tray ejector, ada paket dokumen, dan ada paket perdana XL. Jadi paketnya terbilang cukup lengkap ya, langsung siap pakai ini smartphone-nya ya. Oke, dari segi desain, smartphone ini hadir dengan desain yang slick dan stylish dengan body, frame, dan layar yang curve. Dimensinya 161 * 73 * 7,95 mm. Jadi relatif tipis ya. Sementara buah-botunya 178 gr. masih terbilang cukup ringan. Smartphone ini pakai frame polikarbonat dengan body belakang dari vagan Leather. Nah, untuk opsi warnanya ada panton miconos blue, ada panton amazonite dan panton slipstream seperti yang kita pakai ini. Semua warna sudah divalidasi oleh panton Indonesia. Untuk rating ketahanan terhadap debu dan air ada rating IP68 dan IP69. Ini berarti kedap debu serta tahan kecemplung ke dalam air dan tahan semprotan air bertekanan tinggi yang suhunya cukup tinggi sampai 80 derajat celcius. Selain itu menurut Motorola, smartphone ini juga punya durabilitas standar militer seperti untuk penggunaan dilingkungan dengan suhu yang ekstrem dan beberapa hal lainnya. Ini yang disebut sesuai dengan military standar 810H yang menurut Motorola membuatnya jadi tahan banting di situasi apapun. Tapi ini kata Motorola ya, kalau pesan dari kami sih smartphone ini jangan dibanting ya. Anggap saja military standar 810H ini lebih ke arah jaga-jaga aja. Kalau enggak sengaja jatuh mungkin masih aman. Oke, sekarang mari kita lihat ada apa aja di screen body smartphone ini. Di kanan ada tombol power dan volume up and down. Dan ada juga satu lubang yang disebut sebagai air vent oleh Motorola. Di atas ada mikrofon, di kiri itu kosong. Di bagian bawah ada SIM tray hybrid. Jadi bisa 2 nano SIM atau 1 nano SIM plus 1 micro SD. Ada mikrofon, ada USBC, dan ada speakernya. Sekilas memang terlihat cuma ada satu speaker, tapi yang satu ini sebenarnya punya dual speaker. Nanti kita bahas ya. Nah, beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,7 inci panel OLED dengan lengkungan di keempat sisinya atau quad curve edge screen atau 2.717 * 1220 piksel. Ini layar 10 bit ya, 10 bit ya yang bisa menampilkan 1,07 miliar warna untuk cinematic experience. Untuk refresh set-nya up to 120 Hz adaptif. Jadi refresh set akan turun secara otomatis kalau layar sedang tidak kita gunakan. Nah, ini adalah ICE display dengan blue light protection. Kalau untuk dipakai berlama-lama aman ya karena sudah ada Icare display dengan blue light protection dan dia juga sudah dilungi dengan Gorilla Glass 7i. Nah, untuk brightness saat kami coba di kondisi standar indoor brightness-nya bisa mencapai 400 nits. Sementara untuk simulasi outdoor dia bisa mencapai sekitar 1100 nits. Ini sudah sangat mencukupi. Untuk kalambutnya ada opsi vivid radiant dan natural. Moda natural terlihat lebih diarahkan mendekati 100% sRGB. Jadi ini lebih pas kalau butuh tuning warna di foto atau video. Sementara untuk mode radian ini mengarah mendekati 100% di CP3. Nah, sementara untuk mode Vivit saturasi warnanya terlihat dilepas ya. Jadi ini lebih tinggi lagi dari mode radian. Nah, untuk basel layar terbilang tipis di keempat sisi. Basel bawah layar memang terlihat sedikit lebih tebal dibandingkan sisi atas tapi masih terbilang tipis juga. Nah, selain udah curve, baselnya juga tipis. Jadi, kelihatan modern sekali ya. ada under display fingerprint scanner juga di layar yang satu ini. Kemudian untuk earpiece itu ada di basel atas layar dan yang satu ini berfungsi juga sebagai speaker kedua dari smartphone ini. Nah, speaker di smartphone ini mendukung Dolby Atmos untuk efek virtual surround. Untuk kualitas suaranya seperti apa? Ini terbilang baik ya. Kita bisa mendapatkan mid yang memadai dengan sedikit travel dan bass suara yang diasikan juga terbilang relatif bersih. Dualbi Atmos tersed smartphone ini jadi lengkap dengan menu tuning karakter suara. ini bisa membantu kita mendapatkan suara yang lebih sesuai dengan yang kita inginkan. Sayangnya, kami merasa untuk separasi suara terasa masih agak kurang. Kami masih mendapatkan suara yang tercampur, terlebih untuk musik yang cukup ramai. Kemungkinan ini karena speaker kedua yang masih ada di earpiece, ya. Nah, terkait efek surround, walaupun ada Dolby Atmos, kami masih belum merasakan efek surround yang seakan betul-betul bisa melingkupi kita. Tapi sudah lumayanlah tipis-tipis sebetulnya ada. Jadi, secara umum bisa dibilang bahwa speakernya ini sesuai dengan kelas harganya, sesuai dengan yang kita harapkan tentunya. Lalu ada kamera selfie 32 megapel bukan F2.2. Di sini kamera ditempatkan di dalam sebuah punch hole. Untuk perekaman videonya sampai dengan 4K 30 fps dan 1080p 30 fps. Sayangnya belum ada opsi 1080p 60 fps di sini. Beralih ke sisi belakang. Ini adalah kamera utama dengan setup dua kamera dan ditempatkan di kamera bump yang ada di area kiri atas sisi belakang. Ini adalah 50 megapel main camera dengan sensor Sony Lia 700C. Bukanya F1.8 8 autofocus optical image stabilizer. Kamera disebutkan menawarkan true color dengan warna yang sudah divalidasi oleh pantone. Perkaman video sampai dengan 4K 30 fps atau 1080p 60 fps juga bisa. Kemudian ada kamera 13 megap ultra wide F2.2. Yang ini juga bisa dipakai untuk makro ya karena dia autofokus. Perekaman video sama dengan 4K 30 fps dan bisa juga 1080p 30 fps. Di sini ada dedicated flicker sensor dan juga ada LED flash. Nah, kamera-kamera ini didukung beberapa fitur moto AI ya untuk kamera seperti foto auto enhanced engine adaptive stabilization. Jadi kalau lagi ngerekam tapi ada guncangan itu aman akan tetap stabil. Lalu ada smart motion capture, smart color segmentation atau capture untuk smile atau gesture. Ada juga fitur Google photo AI seperti foto unblur, magic editor, magic eraser, dan portret blur atau Sementara untuk fit-fitor kamera lain ada horizon lock, ada slow motion ya, ada pro untuk foto ini bisa untuk semua kamera ya. Lalu ada night vision, ultra rest, photo boost, tilt shift, timeelapse, dual capture video, audio zoom dan lain-lain. Oke, untuk spesifikasi soc-nya pakai dimensity 7.400. Ini penerus dari demensity 7.300 dengan sedikit peningkatan di clocknya. Fabrikasinya 4 nm TSMC. Struktur CPU dan GPU di SOC ini masih serupa dengan dimensity 7300. Nah, untuk RAM dan storage-nya RAM-nya 12 GB, storage-nya 256 GB. RAM-nya pakai 4X, storage-nya pakai UFS 2.2 dan ini sudah support RAM boost sampai 12 GB. Untuk baterai 5500 mAh dengan 68 watt turbo power charger. Sensor-sensor cukup lengkap, akselerometer, magnetometer, hardware gyro, orientation sensor, dan lain-lain. Untuk kektivitas tentunya dia ah bisa 5G ya, 2G, 3G, 4G, 5G bisa juga. Sayangnya di sini belum ada dukungan untuk eM untuk Wii udah WiFi 6, Bluetooth versi 5.4 dan support audio corect SBC, AAC, Uptex audio, Uptex HD, LDAC, LHDC. Lengkaplah semuanya. Untuk NFC tentunya ada untuk USB OTG dengan standar USB 2.0 di sini. Jadi tidak ada dukungan untuk display outputnya. Nah, untuk kameraan dia pakai under display fingerprint scanner dan face unlock juga ada. Nah, untuk fitur keamanan tambahan ada moto secure. Di aplikasi ini kita bisa mengakses beberapa fungsi keamanan tambahan seperti secure folder dan applock. Nah, ini bisa digunakan untuk mengamankan file atau aplikasi. Jadi, tidak bisa dibuka sembarang orang. Ada lock network and security juga. Jadi setting jaringan tidak bisa diubah tanpa membuka lock screen. Lalu ada pin pad scramble untuk mengacak posisi tombol angka saat kita butuh melakukan input pin. Lalu ada juga protect from online scammers di mana kita mendapatkan notifikasi kalau kita membuka website yang ada potensi bahayanya. Oke untuk OS dia mukan basis Android 15. Untuk update versi Android dijanjikan tiga kali untuk security update sampai 4 tahun. Nah, terkait always on display, Motorl menawarkan fitur slip display. Ini memang bukan seperti AOD biasa dan tidak always on, tapi kita bisa melakukan tab di layar atau sedikit menggeser smartphone untuk menampilkan slip display ini. Ada banyak fitur moto EA yang tersedia ya di sini ya. Selain fitur-fitur untuk kamera yang tadi, ada juga image Studio. Ini berfungsi untuk image generator dan untuk sketch to image. Ada juga style sync di dalam image studio. Ini bisa untuk menghasilkan wallpaper berdasarkan foto yang kita ambil. Ada catch me up. Fitur ini memungkinkan kita mendapatkan ringkasan dan notifikasi yang masuk ke smartphone kita. Ada pay attention. Ini fitur untuk merekam, melakukan transcribe, dan menarik kesimpulan untuk rekaman audio. Ada juga remember this atau recall. Nah, terkait fitur AI lain ada Gemini dan ada Circle Classures juga tentunya. Sementara untuk aplikasi bawaan ada cukup banyak aplikasi dari Moto, termasuk di antaranya Smart Connect. Ini adalah fitur untuk kemudahan koneksi antar smartphone dengan beberapa perangkat lain termasuk laptop, smart TV dan lain sebagainya. Untuk laptop ini bisa dibungkan ke laptop dengan app dari Lenovo. Jadi kita bisa memantau tampilan layar atau app di smartphone kita langsung dari layar laptop. Nah, aplikasi-aplikasi bawaan Motorola di smartphone ini juga seringki menampilkan notifikasi. Sebagian besar menurut kami e notifikasi yang tidak penting dan berpotensi mengganggu sih sebetulnya. Oke, beberapa fitur khas Motorola termasuk untuk berbagai gesture juga tersedia. Di sini kita bisa twist atau goyangkan smartphone seperti ini untuk membuka kamera dengan cepat. Lalu, ada gerakan cop-cop seperti ini yang bisa dilakukan untuk menyalakan flashlight. Ada lift to unlock. Jadi kalau smartphone kita angkat dan hadapkan ke muka kita, layar otomatis di-unlock. Lalu ada double tap di area atas sisi belakang smartphone untuk membuka aplikasi tertentu atau menjalankan fungsi tertentu yang bisa kita atur sendiri. Misalnya kita coba atur ke screenshot misalnya. Tuh bisa nih ya. Oke, sekarang mari kita lihat aspek performanya. Kita mulai dari benchmark dulu. Antutu 10 kita dapat Rp698.000-an. Ini hasil yang terbilang memadailah untuk smartphone di kelas menengah. Memang bukannya terkencang di kelas ini, tapi udah terbilang ok lah. Untuk Geig Bandch 6 single core 1084, multicore 3032. Untuk 3max sling shot Extreme Unlimited Open GL graphic scor-nya di 5.908. Untuk wireless stress test unlimited ya. Nah, best score 3.664, lowest score 3.639. Jadi, stability-nya ada di 99,3%. Mantap, ini stabil. Lanjut ke GFX Ban 3.1 1080p off screen kita dapat 63 fps. Sementara untuk car 1080p off screen dapat 37 fps. Oke, lanjut ke performa gaming. Nah, saat main game akan muncul icon kecil di area kiri layar. Ini adalah icon untuk moto game time gaming sidebar di smartphone Motorola. Di sini ada fitur block calls, block notifications, pengaturan touch sensitivity, dan ada mode WiFi latency yang seharusnya mengatur agar smartphone memprioritaskan Wi-Fi untuk kebutuhan gaming. Selain itu ada juga pengaturan mode performa. Nah, untuk pengujian gaming mode performa ini kita atur ke turbo. Kita mulai dengan suppers. Nah, saat kami coba ternyata ini hanya jalan di 60 fps aja, belum bisa nyampai 120 fps. Padahal layarnya sudah kita set di 120 Hz. Nah, saat kami coba cek dari aplikasi Games bawaan OS, Subway server sudah diatur agar mengikuti setting refresh rate layar. Tapi entah kenapa jalan cuma di 60 fps. Jadi, kami coba atur manual refresh rate layar ke 120 Hz di aplikasi games. Ternyata game ini malah jadi berjalan lancar dan mulus di 120 FPS. Jadi bisa ya main game dengan layar 120 Hz di smartphone ini walaupun ya harus ada setting-setting dulu lah. Jadi untuk game-game berikutnya langsung aja kita atur refresh set dari aplikasi ini sesuai dengan yang mungkin didukung oleh game-nya. Misalnya untuk Mobile Legends kita atur di 120 Hz. Sementara untuk Gensin Impact dan watering waves kita set di 60 Hz. Oke langsung kita mulai aja. Mobile Legends setting frame rate yang terbuka itu hanya sampai super atau 90 fps aja. Ini kita coba dengan setting mentok kanan. Hasilnya saat kami coba, kita dapat frame rate cukup konsisten di sekitar 86 sampai 90 fps. Saat ada battle yang ramai pun frame rate masih bisa dipertahankan di kisaran tersebut. Jadi ini cukup nyaman buat main game. Bahkan kalau mau buat kompetitif juga udah lumayan nih. Lanjut untuk Gensin Impact. Kita coba dengan setting HS60. Secara standar visual effect diatur ke low di smartphone ini. Jadi kita coba aja pakai Preset ya. Tapi ternyata sayang sekali game ini dibatasi hanya berjalan maksimum di 30 fps aja. Kami coba cek setting sekali lagi sudah benar kok kami pilih 60 fps. Sementara setting di aplikasi game sudah benar dan layar di 60 Hz juga. Jadi sepertinya memang ini dibatasi oleh Motorola hanya jalan di 30 fps aja. Nah, saat kami coba sayangnya tidak bisa yang benar-benar rata 30 fps ya. Masih ada sekali ada frame drop yang mengganggu. Jadi agak kurang nyaman ya main Gin Impact di smartphone yang satu ini. Kalau misalnya harus kasih ranking ya memang masih bisa dapat B minus ya. Tapi perhatikan juga kalau main Gin Impact dengan smartphone ini apa iya 30 fps tuh asik ya. Entah apakah ini akan ada update ke depannya yang akan membereskan hal ini atau tidak. Setidaknya selama pengujian ini kita dapatnya cuma mentok di 30 fps. Sebetulnya kenapa ini mengecewakan? Karena seharusnya SOC ini punya potensi menjalankan game yang satu ini dengan nyaman di highest 60 fps. Jadi semoga ada update-nya ya nanti ya. Lanjut dengan watering waves. Kita coba dulu langsung dengan preset performance dengan frame rate diatur ke 60 fps. Kita coba tanpa kipas dulu. Nah, saat cuma jalan-jalan frame rate ada di kisaran 32 sampai 40 fps dan terkadang bisa nyampai di atas 45 fps di tempat yang sepi. Sementara kalau lagi battle frame lebih banyak mendekati 30 fps. Bahkan kadang bisa turun sampai 24 fps. Nah, bagaimana dengan suhu permukaan body saat maining waves? Nah, di si depan suhu bisa mencapai 41 sampai 42 derajat celcius. Tapi area panas ini cukup besar ya, sampai sekitar 3/4 sisi depan smartphone. Untungnya dia enggak lewat dari 42 derajat celcius. Sementara untuk si belakang ini suhunya hanya dikesaran 39 sampai 40 derajat Celcius. Jadi sangat terjaga. Berikutnya kita coba pakai kipas. Kalau cuma sedang jalan-jalan atau di tempat yang sepi, frame rate-nya itu bisa dikisaran 45 sampai 54 FPS. Sementara saat ada battle atau tempat cukup ramai itu frame rate-nya lebih banyak dari 32 sampai 40 fps. Nah, ini adalah hasil yang terbilang sudah sangat memadai untuk watering waves zaman sekarang. Apalagi kalau kita ingat bahwa ini adalah smartphone kelas menengah. Oke, sekarang kita lanjut untuk pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini udah ada Motorola Moto H60 Fusion dan kali ini pengujian kameranya sama saya dulu. Ee di sini suara yang teman-teman dengar itu direkam langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya ya. Jadi di sini saya enggak pakai mikrofon eksternal dan suaranya itu kurang lebih kayak gini. Kalau mau dipakai buat vlogging gitu misalnya. Hasilnya tuh seperti ini. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie-nya ya. Di sini resolusinya bisa sampai 4K 30 fps, tapi untuk opsi 60 fps belum ada. Untuk stabilisasinya ini udah mantap. Mau pakai resolusi 4K 30 fps ataupun 1080p 30 fps, hasilnya sama-sama sudah stabil dan minim guncangan kalau di bawah jalan kayak gini. Untuk kualitas gambarnya ini sudah lumayan asik untuk kami. Detail dan ketajamannya terasa pas. Lalu untuk kemampuan dynamic range-nya ini standar aja ya. Kalau di kondisi pencahayaan yang gelap terangnya kontras, background masih sedikit over expose. Untungnya bagian wajah masih bisa terlihat dengan jelas. Lanjut ke kamera utamanya. Untuk stabilisasinya ini juga udah sangat stabil. Di 4K 30 fps ini udah stabil dan minim guncangan. Menariknya di kamera utama ini ada opsi 1080p 60 fps dan urusan stabilizer di sini juga aman, bisa aktif tanpa masalah. Untuk kualitas gambarnya kami enggak ada protes sih, soal detail, warna, ketajaman, semuanya sudah terasa pas untuk kami. Untuk dynamic range ini lebih baik ya ketimbang kamera selfie-nya. Bagian background tetap bisa dipertahankan agar tidak over expos. Tapi bagian wajah masih bisa terlihat dengan jelas. Lanjut ke kamera ultrawide. Untuk stabilisasinya ini juga sama, udah aman kalau di bawah jalan kayak gini. Dan ini berlaku di resolusi 4K 30 ataupun 1080p 30 fps. Untuk kualitas gambarnya di 4K 30 fps menurut kami masih terasa pas. Detail, ketajaman, dan warnanya masih terasa asik. Tapi kalau di 1080p 30 fps, kami merasa detail dan ketajamannya sudah turun serta ada pergeseran warna. Solusinya emang lebih baik pakai 4K 30 FPS-nya saja. Untuk dynamic range ini bisa berjalan ya. Namun catatannya saat kami coba di tempat yang perbedaan terang dan gelapnya signifikan, bagian background masih bisa terjaga agar tidak over expos tapi bagian wajah sedikit kurang terangkat. Lanjut ke low light. Untuk kamera selfie-nya menurut kami kualitasnya sudah menurun ketimbang saat siang. Detail sudah menurun dan noise jadi bermunculan tapi masih dalam kategori yang wajar. Menariknya di 1080p 30 fps gambar yang dihasilkan malah sedikit lebih detail dan tajam ketimbang di 4K 30 fps-nya. Untuk jiter gimana? Tentu ada ya, tapi tidak sampai yang mengganggu kok. Lanjut ke kamera utamanya. Di sini noise sudah mulai muncul tipis-tipis tapi lagi-lagi tidak sampai mengganggu. Untuk detail gambar masih bisa cukup terjaga walaupun kalau diperhatikan memang sudah sedikit menurun. Kalau di 1080p 60 fps-nya gambar jadi sedikit lebih gelap. Tapi wajar karena 60 fps memang butuh cahaya yang lebih banyak. Untuk masalah frame drop di sini aman. Tidak terjadi penurunan FPS meski di kondisi minim cahaya. Jaternya gimana? Tentu ada ya. Tapi lagi-lagi ini di level yang wajar. Untuk autofokus langsung saja kita coba di low light dan hasilnya aman. Enggak ada masalah meski di kondisi minim cahaya. Lanjut ke kamera ultrawide-nya. Ini kualitasnya sudah menurun jauh ketimbang saat siang ya. Saran kami lebih baik pakai kamera utamanya saja lah kalau saat low live seperti ini. Kalau mau dibawa jalan kayak gini pun jaternya cukup terasa nih. Sekarang lanjut ke urusan fotografi. Menurut kami kemampuan fotografi dari smartphone ini udah cukup asik sih. Mau dipakai saat low light atau saat terang, foto yang dihasilkan sama-sama udah terbilang bagus untuk smartphone di kelas harganya. Untuk contoh fotonya silakan lihat ya. kayak gini nih. [Musik] Lanjut ke fitur ekstranya. Pertama di sini ada slow motion. Ini bisa di kamera utamanya saja ya dengan resolusi maksimal di 1080p 240 fps. Hasilnya kurang lebih kayak begini. Lalu ada dual capture video. Fitur ini bisa bikin kita merekam menggunakan kamera selfie dan kamera belakangnya secara bersamaan. Menariknya untuk kamera belakang kita bisa pilih mau pakai kamera utama atau kamera ultrawide. Untuk resolusinya ini terbatas di 1080p 30 fps ya. Berikutnya ada mode pro. Catatannya ini bisa digunakan untuk foto saja ya, tapi bisa di kamera utama, ultrawide, bahkan selfie-nya juga. Untuk detail pengaturan ISO dan shutter speed silakan lihat tabel di bawah ini. Oke, itu dia pembahasan kamera dari Moto H60 Fusion. Overall, kemampuan kamera dari smartphone ini terbilang mencukupi dan sesuai ekspektasi kami untuk kelas harganya. Tapi tentu ada hal yang sekiranya perlu ditingkatkan lagi, yaitu konsistensi warna saat merekam menggunakan kamera ultrawide. selebihnya kami rasa apa yang ditawarkan di smartphone ini udah terbilang pantaslah untuk kelas harganya. Oke, sekian dulu pengujian kamera kali ini. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Balik lagi ke pengujian baterai sekarang ya. Daya tahan baterainya untuk YouTube offline video playback 1080p. Baterai habis setelah 26 jam 12 menit. Ini hasil yang kurang lebih sesuailah dengan apa yang kita harapkan dari smartphone dengan baterai 5.500 mAh ya. Ini udah terbilang bagus di sini ya. Nah, untuk YouTube streaming 1080p 30 fps baterai itu cuma berkurang 2% saja selama setengah jam. Bagus banget. Tiktokan ya. Baterai juga hanya berkurang 2% saja selama setengah jam. Lagi-lagi ini bagus. Lalu untuk watering wave dengan setting yang sama seperti muujian tadi dalam 30 menit baterai berkurang sekitar 9%. Nah, kita coba chargingnya sekarang ya. dengan charger bawaan dari paket penjualan smartphone ini dari 0 sampai 50% butuh waktu hanya 15 menit. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh 46 menit. Jadi charging smartphone ini memang kencang ya. Lanjut lagi untuk Netflix dia udah WHF L1 dan tentunya sudah mendukung streaming sampai full HD. Nah untuk YouTube streaming sampai 4K60 dengan HDR. Streaming lancar dan HDR juga tidak ada masalah di sini. Nah, untuk happy feedback getaran dihasilkan unbil bilang rapi ya dan akurat. Terasa cukup mantap. Kami hanya kadang berharap getarannya bisa sedikit lebih kuat lagi. Tapi ini udah mantap kok. Lalu untuk Wii sharing sayangnya tidak ada di sini ya. Kalau kita aktifkan fitur hotspot Wi-Fi-nya akan secara otomatis dimatikan. Jadi hotspot di sini hanya bisa digunakan untuk sharing akses internet dari koneksi seluler atau 4G 5G aja. Nah, untuk harga Motorola menawarkan smartphone ini dengan kisaran harga Rp5.999.000 dan ada harga spesial di R.2. Rp299.000 selama masa promo. Selain itu, pembelian smartphone ini juga akan mendapatkan bonus paket data 60 GB dari Excel. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, belum ada dukungan perekaman video 1080 di kamera selfie. Lalu, performa game berat masih ada yang ketahan seperti di Genin Impact misalnya. Selain itu kami juga agak kecewa dengan aplikasi games. Ini terasa tidak membantu malah kadang agak merepotkan. Sebaiknya kalau memang mau bikin aplikasi pendukung gaming, setidaknya setting sudah harus dioptimalkan sesuai dengan game-ennya lah. Kalau di sini kita harus setting-setting manual sendiri. Lalu di sini tidak ada audio jack walaupun memang di kelas harga sini sudah banyak smartphone yang tidak dilengkapi dengan audio jack lagi. Dan ini juga bukan HP yang ditunjukkan untuk gaming. Jadi sebetulnya sih enggak terlalu masalah. Kemudian saat main game berat yang tidak dilimit, suhu layar agak sedikit terasa panas dan ini ada di area yang cukup besar. Lalu untuk notifikasi aplikasi bawaan ini terasa agak mengganggu seperti notifikasi dari Bloodware. Dari si kelebihannya bodinya tipis dan desainnya juga berkelas. Layarnya piolet, kualitas tampilannya mumpuni. Refresh rate sampai 120 Hz. Pelindung layar udah mantap pakai Gorilla Glass 7i. Dia punya rating IP68 dan IP69. Lengkaplah ini ya. Lalu tersedia perlengkapan video sampai 4K, 30 FPSD. Semua kameranya. Hasil foto dan video kamera utama juga terbilang baik di sini. D tahan baterainya juga udah oke banget. Masih ada slot micro SD kalau butuh storage ekstra. Charging-nya juga kencang. Tersedia banyak fitur AI termasuk fitur-fitur untuk kamera serta moto AI juga. Lalu speaker stereya lumayan berkelas. NFC juga ada dan ada janji update sidaknya untuk tiga kali versi Android dan 4 tahun security update. OS juga bersih dari iklan dan banyak fitur serta gesture khas dari Motorola. Motorola 860 Fusion smartphone ini mungkin bukan yang paling kencang di kelas harganya ya, tapi smartphone ini punya potensi untuk jadi salah satu yang paling menarik di kelas menengah atas. Desain slim dan slick yang diusungnya jadi darik tersendiri nih gayanya beda aja nih dibandingkan dengan smartw di kelas harganya. Performanya udah oke, kameranya asik, baterainya juga oke, fitur yang ditawarkan motornya juga banyak lengkap dengan moto AI-nya. Jadi secara umum Motorola H60 Fusion adalah smartphone yang layak dipertimbangkan untuk yang mencari smartphone di kelas harga R jutaan. Saya Dan, Jaga Tribut TV.

Lihat di YouTube