TONTON SEBELUM BELI HONDA ADV 160 ROADSYNC..!!! BEDAH KELEBIHAN & KEKURANGAN l Otomotif TV (YouTube Video)
[musik] Selamat siang teman-teman Otomotif TV. Apa kabar? Semat dan bahagia selalu sat teman ini. Amin. Kari kita pergi bersama Honda ADV 160 roadsing lagi. Cuma bedanya ini adalah sesi test red ya. Kita udah jalan-jalan buat harian. Kita ngerasain seperti apa impresinya, nyobain fitur-fiturnya. Nah, kita akan sharing ke teman-teman semua. Yang jelas kalau dibanding sama versi yang sebelumnya ya, versi yang ADV 160 ABS yang pernah kita bikin terser juga bedanya tipis. tipis aja, Teman-teman. Karena ternyata memang secara harga naiknya juga enggak banyak dan perubahan fiturnya cuma nambah ini ya panel indikatornya sekarang udah pakai roaching. Roaching ini ada beberapa keunggulan dia bisa connect ke smartphone dan ada beberapa fitur-fitur di smartphone yang bisa kita tampilkan, bisa kita atur lewat motornya. Misalnya ada navigasi, ada pesan masuk, ada telepon ya, kemudian sama satu lagi adalah music player gitu teman-teman. Terus yang lain sebenarnya perubahan hanya ada di power outlet ya. Power outlet sekarang udah pakai colokan yang USB type C. Kalau sebelumnya masih pakai USB yang besar gitu kan. Jadi kekinian lah ya ngikutin kabel-kabel yang banyak beredar saat ini. Kemudian perbedaan juga adalah di warna teman-teman. Warnanya ini kalau dibanding sama versi yang eh ABS atau yang CBS ini jelas dong lebih istimewa warna brown-nya. Bronze yang kalau saya mirip kayak CRV atau Accord ya. Kalau enggak salah pernah ada yang warnanya coklat kayak gini. Cuma ini masih lebih ada gold-nya, Teman-teman. Jadi lebih mewah atau lebih terang sama ada kayak metalik-metaliknya. Cakep sih. Mewah banget, Teman-teman. Kalau kalian lihat langsung, kelihatannya mewah banget. Cuma kalau dari kamera mungkin kelian agak gelap ya. Cuma lihat langsung, wah auranya sih oke ya. Kelihatan mewah. Apalagi pelegnya dikasih warna titanium born. Warna yang sebelumnya ada di fan ABS, sekarang cuma ada di rooting doang. Yang ABS sekarang malah pelegnya warna hitam ya, butek kayak gitu teman-teman. kurang wah yang wah banget malah ada di varian ini. Nah, ini adalah varian tertingginya ADV saat ini. Jadi kalau sebelumnya cuma ada dua varian, sekarang jadi tiga varian, Teman-teman. Ada roading, ABS, CBS. Motor ini dijual R,95 juta lebih mahal R1,6 juta kalau dibandingin sama versi yang ABS. Ya, sebenarnya perbedaannya kalau dibanding sama ABS cuma dikit banget ya. Sebenarnya ini adalah versi ABS yang dikasih roching. Ah, int gitu aja, Teman-teman. Cuma itu aja bedanya. Maka R1,6 juta itu buat nambahin roaching-nya. Sama-sama kita nanti akan cobain-nya ya. Kita akan lihat apa bedanya kalau dibandingin sama VerX yang sebelumnya. Selain itu kita juga mau reminding juga impresi berkendaranya, fitur-fiturnya. Karena sebenarnya ini enggak beda kalau dibandingin sama ADV yang 160 yang sebelumnya, Teman-teman. Yang versi launching tahun 2022. Sedangkan untuk body beda cuma di sini aja. Nih, cuma B di Bur samping ini aja, ya. Di sini nih ada kayak lekukan, ada lubang gini, Teman-teman. bikin tampangnya lebih berotot, lebih futuristik juga, lebih cakep ya di bagian sininya nih. Sedangkan yang lain lampu-lampu, body belakang semua masih sama aja. Yang kalau menurut saya sih ini motor udah ganteng dari lahir ya. Kalau misalnya saya jadi desainernya pun saya akan bingung gitu kan. Ini motor udah keren banget, apanya lagi yang mau dirubah-rubah gitu kan. Karena overall sih udah cakep teman-teman. Mungkin kalau nanti next mau bikin generasi terbaru ADV, mungkin bisa dimiri kayak Xadv kali ya yang tampangnya lebih tajam-tajam di bagian depannya, bagian belakangnya juga lebih meruncing gitu kan. Mungkin bisa dikecilin dari yang bigbag itu ke sini dikecilin. Oke, Teman-teman yang pertama kita ngomongin apa dulu ya? Ngomongin mm roachingnya deh ya. Roaching-nya dulu deh karena ini adalah yang paling baru teman-teman. Sini sini. Oke teman-teman ini adalah panel indikator yang sudah pakai TFT 7 inci Teman-teman. Cakep ya. Sebenarnya secara warna bagus banget loh nih kalau misalnya kalau lagi pertama kali dibuka tuh animasi Hondanya bagus ya dan tampilan indikator ini mirip banget kayak di PCX sama juga kayak di mogem-moge Honda yang lain yang udah pakai roaching juga udah ada 45 MOGe Honda yang pakai roaching Teman-teman isinya ada apa aja di atasnya ada jam digital ada suhu, ada tokometer, ada meter. Di bawahnya ada beberapa info ya. Ini bisa diganti teman-teman dari total odometer. Oke, ada full conapor yang real time, trip A, trip B gitu kan. Dan ini juga bisa diganti-ganti isinya apaan aja bisa diganti. Ini ada beberapa info lagi nih. Ini kalau kalian klik ke kanan ini ada info mid-nya ya. Multi display. Jadi ada trip, ada aver full consumption gitu kan. Kemudian ada speed juga. Lalu di bawahnya ini ada buat ngreset ya, ngreset trip-nya dan di paling bawah ni ada settingan teman-teman. Settingan ini banyak banget nih. Ada settingan buat reset trip, ada tampilan tampilan kecerahan gitu ya. sampai ke ini background-nya, background-nya desainnya ini juga bisa diganti juga. Ada yang kayak gini, ada yang warna hitam ee ada juga yang otomatis. Nah, ini diilnya otomatis kalau misalnya lagi malam-malam dia akan jadi gelap kalau siang-siang biar kontrasnya makin kelihatan, makin tajam dikasih warna terang, Teman-teman. Kemudian ada juga tipe tampilan ya. Nah, ini ada beberapa desain ini ada yang circle kayak gini kayak CBR gitu kan. Ada yang batang di atas gini sama ada yang paling simpel yang enggak terlalu suka saya. Saya paling suka yang ini nih, yang batang atau yang lingkaran kayak di depan ya. Kemudian di sini juga ada. Nah, ini nih pemasangan Bluetooth, Teman-teman. Nah, ini kalau udah diaktifkan Bluetooth-nya, kita bisa konectkan motor ini ke smartphone. Nah, ini ada aplikasi namanya roching, Teman-teman. Bukan roaching duo ya, tapi rootsing yang biasa aja. Pertama, kita aktifkan dulu Bluetooth, Teman-teman. Nah, kalau Bluetooth-nya sudah aktif, dia akan secara otomatis nyambung ke Bluetooth di motor ini. Kalau udah pernah diaktifin, dia akan aktif terus, Teman-teman. Akan langsung connect ketika Bluetooth-nya aktif. Nah, ini ada beberapa informasi ya, ada navigasi, ada panggilan, ada pesan masuk, ada musik, dan volume. Dan ini bisa kalian akses di sini nih di layar indikatornya. Musik, pesan, panggilan, navigasi. ada navigasi, ada panggilan, ada pesan, ada musik gitu kan, ada volume. Nah, yang membedakan si roching sama aplikasi aplikasi konektivitas motor ke smartphone lainnya di motor ini bisa menggunakan voice comand ya. Jadi misalnya kita mau navigasi, mau nelepon, mau jawab telepon, mau nurus SMS, semuanya bisa pakai voice command. Itu yang enggak ada di motor-motor lain ya. Misalnya nih navigasi dan ini kalau udah kayak gini, Teman-teman, ini handphone kita tinggal kantongin aja. kita kantongin dan kita keekkan juga ke perangkat intercom atau headset atau TWS ya. Kalian bebas bisa pilih apapun. Saya kadang-kadang cuma pakai TWS doang atau enggak pakai headset yang ada kabelnya gitu kan. Colok ke sini gitu lalu kantongin. Nah, kalau dikantongin teman-teman kalian cuma tinggal ngatur dari tombol diang sebelah kirinya ya. Misalnya nih navigasi. Navigasi gini pencarian suara. Nah, ini akan suara ini akan benar-benar kalian dengarin teman-teman. Kalian akan dengar di headset kalian ya. Misalnya nih pesanan suara. Sebutkan tempat atau alamat setelah bunyi di ICE BSD. Mencari Ice BSD. Nah, udah keren teman-teman sekarang tuh udah lebih ACE BSCD Kecamatan Tangerang 15 akurat omongan kita tuh dia dibacanya lebih bagus. Kalau yang awal-awal yang awal-awal itu masih agak bingung dia sekarang salah-salah yang ini enggak. Nah, nih kalau lu mau buat navigasi maka secara otomatis dia akan langsung navigasi. Nah, langsung navigasinya teman-teman dan langsung kasih panah ya karena dia cuma turn byon aja cuma panah doang kanan kiri kanan kiri gitu doang daya menuju jalan teknoga. Nah, kira-kira kayak gitu teman-teman. Nah, kalau panah kayak gini enggak enaknya apa? Kadang suka bingung karena dia cuma kanan kiri kanan kiri sama ada ini ya jarak ya berapa berapa meter lagi berapa kilometer lagi ketikungan di depan kadang-kadang suka enggak akurat nih kadang-kadang suka kebablasan kadang-kadang kita juga bingung belokannya yang mana gitu kan karena enggak ada peta yang sesungguhnya kalau menurut kita sih sebaiknya sebelum kalian menggunakan navigasi ini kalian perhatiin dulu nih jalannya jalannya dipeta dipelajari dulu jadi kalian benar-benar buka ke handphone-nya dulu buka di handphone gitu kan kalian lihat ee apa namanya belokan-belokannya nya kira-kira sudah. Oh, oke. Beloknya di sini, di sini, di sini. Ini udah udah agak hafal gitu ya. Baru dimasukin ke kantong. Jadi habis itu baru pakai si ee turn byonannya ini. Tapi kalau misalnya kalian benar-benar blank langsung lihat sini kayaknya agak susah sih. Saya juga beberapa kali nyasar gitu kan [tertawa] gitu teman-teman. Nah, ini kalau mau akhiri navigasi ini juga tinggal di pencet ke kanan. Berikutnya berangkat tuh akhiri navigasi kanan. Navigasi berangkat. Nah, gitu. menu utama gitu. Kemudian panggilan. Panggilan bisa kita panggilan ya. Kita misalnya mau nelepon siapa? Nelpon Aan misalnya ya. Nih pencarian suara. Katakan nama kontak setelah bunyi bit. Aan otomotif. Mencari Aan otomotif. Ini udah lebih gampang sih. Kalau dulu bilang Aan otomotif itu salah-salah. Sekarang udah langsung gampang banget. Panggilan otomotif ponsel. Coba ya. Ketemuan Aan nih. Aan lagi di rumah sih. Halo. Iya. Halo. Halo, An. I. Ya. Ya. Halo. Halo. Ini ini nelpon dari ini an. Nelpon dari roaching Add. Asik dong. Siap. Coba an. Teknologi ya? Teknologi [tertawa] ya. Ah. Ini tak matiin. Aa nelepon lagi ya. Nelon balik sini ya. Mau ngasih lihat gimana kalau a lagi nelepon. Nanti habis nelepon setelah nelpon SMS ya. Oke, oke, oke. Matiin dulu. Matiin. Tutup telepon. Tutup telepon ke kanan sekali. panggilan berakhir. Oke, sekarang kita tunggu nelpon menu utama. Jadi, selain panggilannya ada SMS juga, Teman-teman. Notifikasi pesan, ada musik juga. Pesan panggilan. Oke, kita tunggu nelepon. Nah, tuh. Anda memiliki panggilan masuk dari an otomotif. Duh, dikasih tahu siapa yang nelpon dari an otomotif gitu, Teman-teman. Kalau mau jawab tinggal klik ke kanan sekali. Halo. Halo, Nah, kan mantap kan terimanya juga dari Rosingnya juga teman-teman gitu. Jadi, kita bisa ngatur mau nerima mau matiin gitu ya. Oke, An tutup ya. Coba an WhatsApp an. Eh, WhatsApp ya. WhatsApp boleh, SMS juga boleh. WhatsApp aja. WhatsApp. Oke, Terus yang SMS atau WhatsApp juga keren karena bisa dibacain juga apa isi WhatsApp-nya. Apa isi pesannya sama binaan ya. Anda memiliki pesan WhatsApp baru dari Otomotif. Nah, nih tekan ke kanan dibacain Gana. A adv0 road sync man tab. Oh, ini bahasanya pakai bahasa Inggris ya kalau enggak salah ya. Jadi dibacanya pakai bahasa Inggris juga. Coba kita balas ya. Kita balas. Kita juga bisa balas juga. Pesan suara. Sebutkan pesan Anda setelah bunyi bit. Oke banget dong. Kamu bilang oke banget dong. Klik ke kanan sekali. Kiri mengirim pesan terkirim gitu teman-teman. Asik ya. Bisa langsung pencarian suara men. Heeh. Balasin juga. Kemudian yang terakhir musik. Musik teman-teman. Nah, musiknya kita daftarin dulu nih. Pesan WhatsApp baru dari Otomotif. Wah, an sini lagi nih. An sini lagi. Mantap. Mantap kataan dibacain itu kita enggak perlu buka handphone. Kita udah tahu isinya apa, dari siapa, dan isinya apa. Nah, yang musik ya. Kita ke musik dulu. Menguat Spotify. Spotify. Nah, kalau saya daftarin Spotify kalian bisa ke YouTube, bisa ke yang lain-lain juga bisa teman-em aplikasi-aplikasi musik yang lain gitu kan. Nah, tuh langsung masuk tuh. Jadi kalau misalnya kalian enggak suka sama TRK yang ini, kalian bisa geser tuh geser lagi. Bisa pause juga dipause dulu misalnya terus kita mau dengerin lagi digeser lagi bisa diplay lagi teman-teman gitu. Pas saya enggak suka mau ganti ganti juga. Jadi yang membedakan dengan kalian men pakai langsung dari HP adalah dia ini bisa ngatur di sini teman-teman bisa ngatur ee TRKnya kita mau ganti lagu itu juga bisa. Cuma saya enggak bisa mundur ya, cuma bisa ke depan doang ini. Kalau bisa mundur lebih keren sih. Jadi misalnya saya suka lagu yang tadi pengin ngulangin sekali lagi. Nah, itu kalau diing ini enggak bisa, Teman-teman. Cuma bisanya maju-maju aja next track-nya aja gitu. Kemudian di bawahnya ada volume. Jadi buat ngerasin volume bisa di sini, Teman-teman. Gitu. Volum dan yang paling terakhir di paling atasnya ada cuaca juga. Cuaca di Serpong Vi Cloud suhunya 34 derajat celcius gitu, Teman-teman. Nah, sebenarnya ini adalah Proching ini selalu update ya. Jadi waktu awal itu semua perintahnya, Teman-teman, semua perintahnya tuh selalu diomongin terus, diomongin terus-terusan enggak ada berhentinya gitu kan. Tapi yang sekarang ini udah ada settingannya, udah ada settingan di sini nih. Udah ada settingan. Nah, nih panduan suaranya. Jadi ada yang rinci banget nih. Yang rinci itu yang awal itu rinci banget teman-teman. Hanya ada ini doang itu pusing banget karena semua tindakan, semua next step-nya itu dibacain. Setelah ini pencet lama untuk apa? Pencetpencet sekali buat apa gitu. Padahal kita enggak perlu kalau kita sudah sehari dua hari sudah hafal. Nah, paling enak sih becan standar ini. Kalau becan standar cuma dikasih tahu poin garis besarnya aja. Misalnya sekarang kita lagi ada di navigasi, sekarang kita lagi ada di pencarian telepon, sekarang lagi ada di musik gitu. Cuma sepertinya aja, tapi tombol kanan kiri kanan kirinya kita enggak perlu diingetin lagi. Dan yang paling bawah nih yang sama sekali tidak ada omongan apapun. Jadi benar-benar silent. Kalau saya lebih suka yang standar jadi kita bisa ganti-ganti dengerin enggak perlu ngelihat ke layar. Lebih safety sih kalau menurut saya. Tapi kalau yang enggak ada omongan sama sekali ini lebih harus sering lihat ke bawah ya gitu. Itu teman-teman. Jadi memang si roadsing ini ini selalu ada update ya di awal-awal saya pakai roadsing tuh [musik] belum ada. Nah, sekarang ini ternyata ditambahin juga jadi lebih nyaman waktu lagi pakai teman kirra kayak gitu. Cuma sayangnya emang navigasinya ya navigasinya dia cuma turn by turn aja di sini. Jadi dia enggak bisa yang ngelihatin peta secara lengkap gitu ya. Tapi dia benar-benar cuma panah kanan kiri kanan kiri kayak gini aja teman-teman gitu. Gimana menurut kalian? Oke enggak? Kepakai enggak kira-kira? Ya kalau menurut saya sih yang navigasi kepakai enggak kepakai ya. Karalnya kadang-kadang bikin saya nyasar tapi kadang-kadang kepakai juga. Saya juga sering pakai dan dan benar juga tergantung sinyal sih ya. Kemudian kalau yang pesan telepon tuh oke sih. Saya tahu kapan harus ngangkat telepon, dari siapa gitu kan. Dan yang musik juga oke banget bikin perjalanan enggak bosen dan kita bisa nganti-nganti truk yang kita mau gitu, Teman-teman. Berikutnya kita ngomongin mesinnya, Teman-teman. Kalau secara spesifikasi di atas kertas sebenarnya enggak ada yang berubah ya. Ini mesin sama kayak versi yang sebelumnya yang tahun 2022 pakai ESP plus. Artinya di kepala silinder udah pakai empat klep. Kapas ruang bakarnya 100 56,9 cc atau 157 lah ya. Hampir 160 cuma beda tipis kalau diband sama NMAX yang 155 gitu kan. Nah mesin ini pakai diameter piston 60 mm struknya 55,5 mm. Artinya secara karakter overboard ya. Tapi transfer tenaganya, transfer torsinya memang dibikin kencang kuat banget di putaran bawah teman-teman. putaran bau dari 0 sampai sekitar 60 km/h. Cus ngacir dan enteng banget un pertama kali buka gas. Cuma entar tengah-tengah ya sekitar di 7080 km/h agak slow dikit baru entar atasnya akan narik lagi gitu teman-teman. Mesin ini saya suka sih sebenarnya ini mesin yang respon bawahnya tadi saya bilang ya responsif buat harian. Keluar lampu merah selap-selip rasanya enteng teman-teman. Udah gitu selongsong gasnya teman-teman throttle selongsong gasnya itu yang kita putar itu, itu rasanya ringan banget enteng. Nah, itu bikin feeling responsif di putaran bawahnya makin kerasa ringan, Teman-teman. Unik ya, Honda mikirin bukan cuma e settingan mesinnya, tapi juga sampai putaran gasnya juga dibikin ringan untuk memberikan ee feeling yang responsif gitu, Teman-teman. Udah gitu ketika motor ini jalan kerisik di 50 60 km/h, waduh rasanya mantap. Halus banget, Teman-teman. Beneran yang mesin tuh kayaknya berkitil tuh ringan, siam banget gitu kan. Jadi menambah kenyamanan waktu kita lagi cruising yang konstan gitu ya, jalan konstan gitu rasanya nyaman banget teman-teman gitu sih ya. Kalau menurut saya sih mesin ini ok lah ya. Biarpun kalau di putaran tengah mungkin torsinya enggak segede NMAX gitu yang buat nanjak-nanjak ngisi terus. Kalau di motor ini mungkin enggak se powerp itu. Tapi buat harian kenyamanannya saya suka sih. Suka di mesin ini. Kemudian konsumsi bahan bakar. Nah konsumsi bahan bakarnya kalau klaim dari Astra Hoda Motor itu sekitar 45 km/l. Tapi waktu kita tes dapat sekitar 42 sampai 43 km/l. Kira-kira gitu, Teman-teman. Ya, kalau saya sih ini kons bahan bakar yang yang masih cukup hemat ya untuk performa mesin se powerful ini. Dari 0 sampai 100-nya cepat banget itu kan. Kalau saya sih suka ya ki bahan bakarnya oke teman-teman. Cuman ya mesin baru ini ada cumanya teman-teman. Cumanya adalah si engine mounting ya. Engine mountingnya bukan di bawah tapi dipindah ke atas sini nih. Mirip kayak bigbag-big matic gitu ya. Nah, ini ada kelemahannya juga sih karena di bagian bawah ini jadi mesin enggak terlalu terlindungi. Kalau sebelumnya itu kalau misalnya ada batu, ada polisi tidur yang tinggi banget yang kena duluan anjing mountingnya. Nah, kalau di yang sekarang ini benar-benar terekspos, Teman-teman. Bi sebenarnya ini tingginya lumayan loh. Ini ada 16,5 cent. Ini udah lebih tinggi daripada PCX daripada matic-matic e yang 150 yang lain lah ya. ini udah salah satu yang paling tinggi. Cuma memang ada beberapa kasus yang kena batu, kena benda-benda keras ya di bagian bawahnya, di bagian krankesnya gitu, Teman-teman. Kasuistis sebenarnya enggak semua orang kepentok gitu ya. Apalagi ee kalau kalian pakainya di kota-kota jarang yang aneh-aneh yang tiba-tiba ngelewatin batu-batu gitu. Harusnya sih aman-aman aja, Teman-teman. Biarpun ada beberapa teman-teman yang khawatir dan akhirnya dikasih itu kayak pelindung itu ya kayak plat pelindung untuk ngamanin ketika ada batu, ada benda-benda keras biar enggak langsung mentuk ke cranknya. Kira-kira gitu, Teman-teman. Kalau buat kalian ini kekurangan atau ya bisa aja wajar tulis kolom komentar ya. Berikutnya suspensi. Kalau ini nih bagian yang paling membahagiakan buat saya. Happy banget teman-teman pakai motor ini. Terutama suspensi depannya ya. Waduh empuk banget. Jarang bottoming, jarang mentok ya. Top sih pas namanya top teman-teman. Ini kalau secara suspensi ada perubahan sebenarnya. Perubahan di warna. Warna apa? Warna tabungnya ya. Tabungnya se jadi kayak silver gelap gitu teman-teman. Hampir hitam tapi masih ada silver-silvernya. Warnanya aja. Kalau sebelumnya silvernya terang, kalau sekarang dibikin lebih gelap. Tapi isinya terus setelan suspensinya semua sama, Teman-teman. Yang depan ini sebenarnya kalau dibanding sama yang ADW 150 sedikit lebih empuk ya kalau dibanding sama yang versi sebelumnya. yang lama itu lebih jarang mentok. Yang ini emang empuk banget ya. Udah gitu asnya panjang, jarak mainnya panjang, terus diameter asnya itu juga gede 31 mm. Mirip kayak motor-motor sport, Teman-teman. Wajar ya kalau redamannya enak dan jarang mentok. Mentok paling kalau kita lagi ngerem keras, benar-benar ngerem keras, nukik ya sampai dive gitu, kemudian kena lubang baru kayak dek dek gitu doang. Bukan yang sampai beretak, Teman-teman. Ini suspensi depan yang wah mantap banget sih. Kalau kalian cuma ngelewatin jalan-jalan bergelombang dikit lewat ee beton ya, sambungan-sambungan beton enggak kerasa kayak enggak ada apa-apa hajar teman-teman. Paling yang belakang. Nah, kalau yang belakang ini memang karakternya sebenarnya empuk ya, bahkan lebih empuk daripada PCX atau NMAX pakai setelan yang sendirian. Ini masih tetap lebih empuk, Teman-teman. Masih tetap lebih nyaman. Cuma emang kalau mau enak banget ya sebenarnya lebih enak dipakai buat boncengan. Mungkin ada kompensasi ya, kompensasi biar ee ketika boncengan enggak ambles banget tapi nyamannya masih dapat. Mereka dikasih di tengah-tengah. Suspensi di belakang dari sowa. Dan depan juga sama teman-teman. Karakter yang nyaman banget buat harian, buat komuting. Enak buat turouring-turing yang jalannya banyak surprise juga. Kalau menurut saya masih mantap juga. Ini empuk loh. Lihat nih. Kalau digjot-genjotin yang depan. Duh, mantap ya. Aduh, kalau saya boleh muji ya. Ini kayaknya suspensi. Motor matic 150 160 cc yang paling nyaman ya di motor ini, Teman-teman. Gitu. Tapi ada tapinya, ada enggak enaknya. Enaknya adalah joknya teman-teman lumayan tinggi. Ini joknya 780 mm tingginya. Biarpun kalau dibanding sama yang 150 yang gen awal ini sudah lebih pendek dikit. Yang lama kan 795 ya. Ini udah turun sebenarnya. Udah gitu bagian jok bagian depannya dibikin ramping ya. Dibikin sudutnya lumayan tirus. Jadi buat kalian yang enggak terlalu tinggi pun akan mudah untuk menapakkan kaki ke tanah. Saya contohin ya. Saya 165 cm, Teman-teman. 165 cm. Lihat nih, masih jinjit. Tapi jinjitnya dikit aja, enggak banyak, Teman-teman. Bahkan kalau kakinya naik satu, Teman-teman, naik satu tuh napak sempurna, Teman-teman. Mantap ya. Tampaknya tinggi, bongsor, gitu kan. Tapi ternyata buat orang yang enggak terlalu jangkung pun masih nyaman gitu. Nah, joknya ini, Teman-teman. Joknya ini bagian depannya tirus empuk juga. Ada busanya, lumayan empuk ya. Cuma yang bagian belakang sini nih. Ini keras nih. Ini jadi masalah buat kalian yang bernya jangkung-jangkung. Kalau jangkung-jangkung kan mau enggak mau duduknya mundur kan. Nah, duduk mundur kena yang bagian tipisnya, Teman-teman. Jadi memang cara mendekinya bukan cuma dibikin tirus, tapi juga dibikin tipis di bagian belakang sini. Nah, ini mau enggak mau sih buat kalian yang jangkung-jangkung tambahin busa lagi aja. Tambahin latek atau busa lagi spong biar di bagian belakang ini ee ada busanya ya lebih empuk juga, Teman-teman. Kira-kira kayak gitu. Kalau yang pendek-pendek sih aman karena duduknya lebih cenderung ke depan kan gitu. Sedangkan yang belakang buat pemonceng ini malah anehnya lebih tebal dari yang bagian depan teman-teman. Kalau dipencet kayak gini ya nih kayak gini nih. Ini kasa lebih tebal nih. Tebal banget dan ukurannya juga lumayan lebar. Biarpun di belakang sini ini enggak kayak PCX nih yang ada tatakannya sampai panjang ke belakang ya. Kalau di sini enggak. Udah gitu si behelnya juga enggak nyambung. Jadi kalau misalnya kalian punya pantat yang ukurannya ekstra lebar gitu kan, itu enggak ada tambahan extension di bagian belakang buat naruh pantat, Teman-teman. Jadi kalau udah terlalu mundur rasanya kayak mau jatuh gitu kan. Sayangnya itu aja. Tapi kalau misalnya kalian nanti pasang ee braket buat top box tuh misalnya ya, itu bisa dipakai buat sandaran. Kira-kira kayak gitu. Cuma secara jok sih buat yang enggak terlalu jangkung udah enak banget, udah pas lah ya. Masih begitu buat yang jangkung-jangkung mau enggak mau harus modifikasi dikitlah di bagian belakang ini biar sedikit lebih nyaman. Kemudian posisi berkendaranya, Teman-teman. Posisi berkendara pijakan kakinya nih. Pijakan kakinya ini sebenarnya mirip kayak versi yang sebelumnya sama banget ya. Ada bagian miring depannya. Cuma ini miringnya enggak terlalu yang rebah, Teman-teman. Masih agak tinggi. Buat yang enggak terlalu jangkung aman nekuknya masih enggak sakit. Cuma kalau yang tinggi-tinggi banget posisi ini bikin si telapak kaki jadi terlalu nekuk ke belakang ya. Jadinya kurang nyaman teman-teman gitu. Tapi ini udah better kalau dibanding sama versi 150. Kalau dibanding sama PCX masih enakan duduk di pecek kira-kira kayak gitu. Kemudian stangnya ini karena stangnya bergaya adventure gitu ya, kayak motor-motor trail kayak motor motor super moto gitu dibikin lurus teman-teman. Lumayan tinggi cuma lurus ujung setang ini hampir lurus ya. Ini sebenarnya nyaman ketika kita posisi bahunya dibuka. Bahu tangan dibuka mirip kayak naik CRF gitu ya. Dibuka kayak gini. Nah, ini baru nih. Enak nih. Tapi kalau kalian bawa motornya mirip kayak kebanyakan naik motor harian ya yang tangannya ditekuk kayak gini capek. Kenapa capek? Karena di pergelangan tangannya mau enggak mau harus dipaksa lurus banget. Kita sebenarnya lebih enak kalau pergerangan tangannya lebih nekuk gini, Teman-teman. Gitu ya. Ya, butuh adaptasi sih sebenarnya. Butuh adaptasi. Entar lama-lama juga bisa ngikut tangannya. Tapi kalau di awal-awal pasti kerasa pegal banget di bagian pergelangan ini dekat jempol ya. Apalagi kalau kalian mainin si ini tombol rootsing-nya nih si tombol selektornya itu bikin bagian sini kerasa makin pegal teman-teman. Kalau di patek kayaknya fun-fan aja gitu mainin tombolnya. Kalau di sini kok jadi kayak pegal banget karena ternyata memang lebih ketarik ototnya kali ya gitu. Tu kalau saya sih sarannya tampangnya tetap kayak gini. Tetap temperate handle bar ya, tetap yang tengahnya gede kanan kirinya. Tapi sudutnya sudut yang di kita genggam dibikin sedikit lebihuk dikit aja biar lebih nyaman. Kira-kira gitu, Teman-teman kalau dari posisi berkendara. Kemudian gimana dengan handlingnya? Nah, ini nih. Ini motor beratnya lumayan ya. Yang ini rootsing ketambahan 1 kilo. Sekarang jadi 134 kg. Kalau yang AB sama CB 1323 kg. Tapi buat meliak-meliuk, buat selap-selip, rasanya masih enak, Teman-teman. Masih ringan ya. Enggak terlalu berat gitu kan. Biarpun bodinya ketan lebar, ketan gede, ternyata feelingnya handlingnya masih sangat lincah. Apalagi bannya, Teman-teman. Bannya ini juga istimewa loh. Dia pakai ban petnya kasar ya, kotak-kotak gitu. Mirip kayak ban dual purpose. Tapi sebenarnya karetnya pakai karat soft compon. Di tanah nge-grip, di aspal juga enak, Teman-teman. Cuma emang kelemahannya adalah komponya cepat habis. [tertawa] Jadi kalau kalian tiba-tiba pakai ban ini ya kalau memang sering pakai gitu motornya belum sampai 2 tahun udah gundul ganti ban ya wajarlah ya karena memang ban yang lengket ke aspal ini memang ternyata cepat habis. Kalau saya sih enggak apa-apa ya yang penting fun dan safety juga gitu kan. Dan ini berkendara paling rem ya. Remnya ini empuk pakem. Ini kilometernya belum terlalu banyak baru 500 kilo tapi gigitnya udah oke banget teman-teman. Dan dia udah ABS juga. ABS-nya cuma satu channel. Satu channel artinya yang mana? Yang depan doang. Yang belakang enggak ada ABS-nya. Jadi kalau misalnya kalian mau nakal ya, mau ngeram sampai ngesek di roda belakangnya masih aman gitu. Masih bisa. Nah, kalau pengin tahu kayak gini teman-teman kira-kira di simulasinya ya. Saya sama-sama ngrem keras depan sama belakang. Yang depan dia tetap muter nih. Biarpun di rem keras, dia tetap muter tapi mengurangi lajunya. Sedangkan yang belakang dikerem keras dia benar-benar berhenti dia ngunci malah kayak dorong ya. kayak dorong motornya dan lebih mudah dikontrol karena enggak benar-benar ngunci gitu, Teman-teman. Oke, sekarang kita lihat fitur-fiturnya dan kita cobain semua, yuk dari windshield yang pertama. Windshield-nya. Ini juga asik, ya. Kalau misalnya kalian lagi jalan touring, jalan malam itu dingin misalnya, naikin, Teman-teman. Aman loh ini. Ini benar-benar kalau mau ngerasain efeknya kalian pas lagi naik motor, tangan kalian taruh sini, tangan taruh dada terus geser keluar der kena angin. Begitu keedengah anginnya hilang lagi. Jadi ya lumayanlah enggak benar-benar menghilangkan semua angin yang kena ke dada karena ini enggak terlalu lebar ya. Tapi minimal hempesan angin dari depan enggak terlalu langsung nekan ke area dada teman-teman. Terus kalau misalnya siang-siang macet-macetan panas tinggal diturunin aja teman-teman. Gampang banget, cuma tinggal tarik doang. Ini mekanisme yang kalau menurut saya sih jenius banget ya. Bikin kayak gini gampang naik turunnya dan bentuknya juga cakep ya. Dari bagian depan nih kelihatan gagah banget gitu kan. Kemudian lampunya teman-teman, lampu depan, lampu belakang. Ini lampu yang masih sama persis kayak versi 2018. Kayaknya belum BRP kali ya. Lama banget dari 2018 sampai sekarang lampunya masih sama depan belakang. Gimana sorotnya? Lampunya LED ini kalau menurut saya sih sorotnya lumayan ya. Lumayan terang, lebar juga dan nyebar ya. fokusnya enggak terlalu yang fokus-fokus banget. Tapi cukup sih kalau buat harian udah cukup. Cuma kalau buat touring kalian memang sering lewat jalan yang gelap banget gitu ya. Kalau men saya sih pekatnya kurang dan kurang jauhnya itu teman-teman ya. Kalau misalnya kalian nambah lampu sorot buat turouring-touring mungkin itu lebih baik ya. Tapi kalau cuma buat harian dalam kotak ini sih udah oke banget udah cukup. Lampu se udah LED juga. Ini bentuknya mirip kayak lampu senya CBR ya. Sport gitu kan. Lalu di belakang stang, Teman-teman, di belakang stangnya ada beberapa fitur juga yang kalian harus tahu. Ini ada edling stop system, ya. Ini fungsinya buat matiin motor ketika idling atau ketika langsam, ya. Ketika misalnya kalian berhenti lampu merah, berhenti nih 1 2 3. Di get ketiga mesinnya mati. Ketika mau nyala lagi, mau jalan lagi ini tinggal diputar gasnya greng jalan lagi ini bikin simpan bakar lebih hemat gitu. Kemudian bawahnya adalah tombol hazard, tombol starter di sebelah kiri ini. Ini ada beberapa tombol-tombol teman-teman. Ini ada tombol buat lampuat lampu jauh. Sudah mirip km ya. Ini kalau ditekan ke bawah buat lampu dim. Kalau biasa aja lampu dekat, kalau ke atas klek. Ini lampu jauhnya. Kemudian ada tombol selektor buat di roing-nya, tombol klakson. Nah, ini teman-teman ini yang sering kecelik nih. Kalau kalian awal-awal naik motor ini pasti bingung deh di mana ya klaksonnya ya. [tertawa] karena bentuknya tuh nyelempil kecil dan ngikutin bentuk si cover panelnya ya. Nah, buat tahu yang mana si klaksonnya tanpa harus ngelihat kalian ngerasain ini ngerasain centtilan kecil ini ya. Ini ada kayak ee bentuk yang menonjol sedikit ini garis gini. Ini adalah indikator ketika kita udah nekan si klaksonnya. Kemudian di bawah ada lampu se. Nah, ini ada tombol juga huruf T. T ini adalah tombol untuk mengaktifkan dan menonaktifkan traktion controlnya, Teman-teman. Kalau sebelumnya kan agak ribet ya masuk ke dalam panel indikatornya settingan gitu kan. Kalau sekarang cuma tinggal nek tekan ini aja ditekan yang lama maka di speedometer ini akan muncul nih huruf T-nya dicilang ya disoret gitu kan artinya tas controllernya udah mati enggak aktif tapi default-nya ketika kita nyalain kunci kontak on maka secara otomatis tasung kotornya langsung aktif fungsinya buat apa? Nah, tasel kotol ini menjaga roda belakang enggak sampai spin, Teman-teman. Enggak sampai muter terlalu cepat, ya. Duluin putaran roda depan. Bukan mau nyari roda depan, enggak. Posisinya tetap sama, tapi putarannya lebih kencang daripada roda depan. Kalau spin, artinya ada potensi roda belakang ini tergelincir, Teman-teman. Nah, kalau sudah tergelincir potensi untuk jatuh akan sangat besar sama HSTC, Hondelect control atau traction control. Nah, ini yang dijaga, Teman-teman. Sebenarnya HSTC ini bekerja pakai sensor sama kayak ABS. Mirip-mirip kayak gitu, Teman-teman. Cuma bedanya kalau ABS menjaga biar enggak ngunci. Kalau HSC menjaga biar enggak spin. Ketika roda belakang muter terlalu cepat, maka si sped sensor akan ngasih tahu ke ACM atau elektronic control modul. Elektronik control modulnya akan langsung nge-cut powernya, Teman-teman. Makanya ketika TCS-nya aktif akan ada kayak suara mbet, ya, brebet dan mesinnya kayak tiba-tiba kayak mau mati. D d gaga biar enggak sampai kepeleset gitu ya. Sebenarnya kepakai banget waktu kita lagi lewat jalan yang licin misalnya jalan banyak lumutnya, jalan yang banyak pasirnya misalnya. Tapi ketika kita terjebak misalnya terjebak di pasir, terjebak di tanah-tanah gembur kayak gini lebih enak dimatiin kontrolnya. Makanya sama Honda dibikin di sini nih dibikin ada saklar on off-nya yang gampang untuk diakses. Kira-kira kayak gitu, Teman-teman. Sesuai kebutuhan aja. Misalnya nih ya, kadang-kadang nanjak nih di tanjakan yang aspalnya udah jelek gitu. Sekali si roda belakangnya spin-spin, akhirnya tasan kontrolnya aktif malah bikin tenaganya enggak maksimal. Akhirnya kayak enggak kuat nanjak. Sebenarnya bukan enggak kuat nanjak, tapi karena touch kontrolnya aktif, tinggal dimatiin aja turnnya, akhirnya rodanya akan muter spin. Kita tinggal jagain biar enggak sampai sliding aja, enggak sampai tergelincir itu malah bisa naik ke atas, Teman-teman. Kira-kira kayak gitu. Jadi suan sama kebutuhan aja. Ada kalanya dipakai, kad kalanya enggak perlu dipakai. Tapi kalau buat harian di jalan aspal sini enaknya bakat. Terus sih lebih safy. Saya beberapa kali ngerasain kok hampir kepleset tapi ketolong juga sama STC. Hampir kepreset ketolong juga sama ABS-nya. [tertawa] Kira-kira gitu. Kemudian turun ke bawah ini ada keyless ya. Si knop kill-nya sama kayak versi-versi yang sebelumnya. Remote-nya juga sama juga ada dua tombol ya. Yang bawah ini buat mengaktifkan dan mengonaktifkan sistem kills-nya. Kalau ditekan lama dia akan tombol nyala merah mati. Kalau nyala hijau artinya aktif lagi. Yang atas ini adalah tombol buat answer back system. Kalau misalnya kalian parkir di tempat yang jauh, kalian lupa motornya di mana, tinggal ditekan. Nah, dia akan ada suara biping gitu ya. Blip sama lampunya nyala. Nah, kalau kalian pencet ada suara blip yang kedua, maka artinya kalian mengaktifkan sistem alarmnya. Ini kalau disenggol. Nah, gini, Teman-teman. Kalau udah aktif maka si alarmnya akan teriak. Ya, ini sebenarnya dibiarin aja, didiamin mati sendiri. Tapi kalau misal kalian aduh berisik banget tekan aja dia akan langsung mati. Kira-kira kayak gitu, Teman-teman. Dan asiknya kalau di Honda ketika kalian beli motor ini, kalian langsung dapat dua remote loh. Dua remote. Kalau di Yamaha kebanyakan kira cuma dapat satu remote aja. Tapi kalau di Honda dapat dua remote, satu bisa buat cadangan. Kira-kira kayak gitu. Kemudian sebelah kiri ini ada konsol. Konsolnya sama kayak sebelumnya, gede-gede sama handphone bisa masuk. Tapi power outletnya aja beda ya. O tasi sekarang pakai USB type C ini 3 amp. Jadi kalau handphone-handphone sekarang kan udah banyak yang fast charging ya 4,5 bahkan sampai 10 amp. Kalau cuma 3 amp aja mungkin enggak terlalu cepat-cepat banget tapi enggak ngerusak handphone. Khususnya buat handphone-handphone yang speknya spek spek lama masih aman kira-kira kayak gitu. Kemudian tki bahan bakar teman-teman. Ting bahan bakar ini juga membahagiakan. Kenapa? Karena 8,1 L udah irit 43 42 km/L. Tingginya 8 L. 8,1. Gokil ya, bisa jalan jauh banget sekali isi bensin. Dan lihat nih, bukanya enak banget nih. Dia kayak soft open gitu ya. Bukanya tuh halus banget tuh. Asik ya. Dan di dalam sini ini ada tempat buat naruh si tutup ee tangkinya. Taruh sini. Nah, jadi enggak perlu megang-megang, enggak perlu bau kan bisa langsung taruh di sini pas lagi ngisi bahan bakar gitu. Langsung ke bawah jok, Teman-teman. Di bocok ini juga ada bagasi yang wede banget 30 lit. Jadi bukan cuma suspensi ya. Kalau buat saya ada dua poin yang bikin motor ini sangat membahagiakan. Yang pertama adalah suspensinya nyaman banget. Yang kedua bagasinya [tertawa] ini meang gede banget ya 30 L tuh. Aduh buat harian enak banget teman-teman. Saya pakai tas gemblok ada laptop 15 inci. Masukin aja udah aman. Jadi berangkat kerja pulang ke kantor gitu semua masukin sini ya. Bun. K. Saya sih sebenarnya enggak ngerekomendasiin barang-barang elektronik ada di bagasi ya. Kan sebenarnya bagasi kan lumayan panas ya sebenarnya. Cuma kalau lagi darurat lagi memang aduh enggak enak banget capek banget gitu. Terpaksa saya masukin sini gitu. Dan ini helm bisa masuk helm full face, helm open face. Tapi ada beberapa juga helm yang enggak bisa masuk ya. Khususnya helm yang punya spoiler panjang-panjang banget di belakang karena nyangkut di bagian sini nih bagian e ripnya ya. Rip dari joknya sini. Tapi kalau yang masih bulat biasa rata-rata semua bisa masuk. Saya pakai nolan itu open face bisa masuk. Nolan yang karbon itu masuk juga aman juga, Teman-teman. Gila sih ini benar-benar fungsional. Jok yang enak banget. Dan ini joknya juga bisa gini bukanya selebar ini. Jadi kalau misalnya kalian bawa barang yang panjang gitu, misalnya mau masukin gampang gitu ya. Atau misalnya mau sedikit aja gini juga bisa. Keren ya. Segini bisa [musik] segini bisa [tertawa] gitu. Kemudian lanjut lagi. Oh tadi lupa ya buat pembonceng. Pembonceng itu ada full stepnya teman-teman. Fap-nya pakai aluminium cor kayak gini. Lumayan gede bentuknya cakep ya kayak SUV gitulah kayak jam GSCK gitu si batan-batannya ini. Biarpun enggak ada karpet tapi nggipnya masih lumayan lah dan ukurannya juga lebar juga nyaman. Lalu di belakang lampu-lampu udah LED juga khasnya si ee ADV ya. Ada huruf X-nya gitu teman-teman. Kemudian lampu sein-nya belakang juga sama. Ini masih LED juga sama kayak CBR juga. Tapi di varian ini, varian yang paling mahal ini ada namanya emergency stop cycnal. Jadi kalau misalnya kalian lagi lari kenceng ngebut tiba-tiba ngerem keras nih. Benar-benar ngerem keras di perlambatan yang pers seekian gitu ya. Ada kayak speknya gitu. Saya lupa n saya taruh di bawah sini speknya. Jadi waktu lagi lari kencang tiba-tiba kalian hard breaking maka secara otomatis lampu senya ini akan berkedip barengan. Mirip kayak hazard tapi cepat banget. Tet gitu. ngasih tahu pengendaraan di belakang kalau kalian lagi breaking, lagi ngeram keras, jadi bisa antisipasi nih yang di belakang ni. Wah, lagi pecicilan tuh, lagi panik gitu. Kita langsung sit ambil kanan atau ambil kiri gitu kayak gitu bisa lebih safety. Kemudian rem belakang udah cakram, terus ban depan belakang pakai patternnya kasar. Diameternya beda, Teman-teman. Yang depan 14 inci, yang belakang 13 inci. Jadi emang belang ya. Gedean yang depan secara lingkar. Sedangkan yang belakang lebih kecil mirip kayak NMAX gitu. Udah sih, cuma itu aja teman-teman fitur-fiturnya. Gimana menurut kalian? Sebenarnya kalau menurut saya sih ini motor yang ya secara perubahan tuh minor banget ya, dikit banget cuma beda di panel indikatornya aja. Jadi kalau misal kalian beli yang ABS atau CBS sebenarnya itu cuma kayak beda warna aja. Beda warna sama beda body di bagian samping sini aja. Yang lain sama aja begitu juga sama yang si roching ini. Perbedaan paling signifikan ya tadi di rochingnya aja yang lain tetap kayak layaknya sebuah ADB60. Ya udah, kira-kira itu teman-teman review panjang kita 30 menit ya, panjang banget. Mudah-mudahan bisa menjelaskan buat kalian yang mau beli ADV di tahun 2025, 2026, 2027 ya kemungkinan sampai 3 tahun ke depan enggak berubah. Masih kayak gini-gini aja mesinnya. Spesifikasi kenyamanannya semua segala macam. Ini motor enak, nyaman, bagasinya gede, fitur-fiturnya juga lumayan ya, lumayan banyak juga. Cuma emang tongkrongannya cukup tinggi ya, Teman-teman. tinggi dan tampangnya memang macau banget. Cowok banget ya enggak yang ada feminim-feminimnya. Kalau pecekan dipakai cowok dipakai cewek masih oke. Kalau ini kayaknya lebih ke gendrennya yang cowok banget. Cewek mungkin mau pakai ini waduh kok terlalu maskulin gitu kan. Ya wis sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa nonon terus Otomotif TV nyalakan tombol notifikasi subscribe dan follow juga Instagram automotif_TV. Jangan lupa follow juga IG saya di Mas Popak dan IG videografer saya ada Aviandi di sana. Halo. Halo, Om. Ya, sampai jumpa di video berikutnya. Dadah.
