Jungkat

Touring 1500KM pake moto g 86 POWER 5G (YouTube Video)

  • 08/08/2025

Saat smartphone ini datang, kebetulan saya memang berencana untuk melakukan sebuah perjalanan jauh dengan rute Jakarta, Lampung, dan Sumatera Selatan. Tiba-tiba, saya tuh kepikiran buat ngajak hape ini, karena memang saya butuh sebuah hape yang bisa diandalkan dalam urusan navigasi. Perkenalkan sob, Moto G86 Power 5G. Syarat sebuah hape layak dijadikan alat navigasi tentunya adalah sebuah hape yang punya daya tahan baterai yang lama. Dan ngomongin soal baterai, hape ini memang punya spesifikasi baterai yang sangat menonjol. Pertama, dia punya baterai berukuran 6720 mAh. Terus baterai sebesar ini, waktu saya uji, dia bisa bertahan sampai 13 jam dalam penggunaan nonstop. Jujur angka segini sebenarnya tidak terlalu impresif karena banyak hape yang punya daya tahan yang lebih tinggi atau setidaknya mendapatkan angka yang lebih besar. Tapi ternyata dalam prakteknya, hasilnya berbanding terbalik ya. Karena waktu saya gunakan hape ini sebagai alat navigasi di motor saya, dari pagi sampai tengah malam di kondisi berbeda-beda seperti kondisi normal, kondisi terik, sampai kondisi hujan deras, hape ini bisa bertahan selama itu. Artinya penggunaannya bisa lebih lama dari yang dihasilkan oleh aplikasi benchmark. Dan jujur, saya kebantu banget sama hape ini karena perjalanan dari Jakarta ke pulau sumatra akan sangat sulit dan merepotkan tanpa adanya navigasi. Untungnya hape ini punya durability yang tinggi karena dia punya sertifikasi IP68. Selain punya sertifikasi IP68, hape ini juga punya sertifikasi IP69. Yang mana kalau IP68 itu artinya dia tahan terhadap air dan bisa diajak hujan-hujanan atau bahkan menyelam, IP69 ini tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi. Nggak cuma daya tahan baterainya aja yang luar biasa, kemampuan untuk mengisi baterainya sampai penuh juga cukup cepat. Kepala charger berukuran 33W Turbo Power ini bisa ngisi baterai dari 5-100% dalam waktu 1 jam 29 menit. Dan menurut saya ini cepat, karena memang ukuran baterainya jumbo. Ya pokoknya untuk durability, 2 jempol dari saya. Dan walaupun baterai menjadi nilai jual utama dari hape ini, ternyata bagian desain nggak lantas dibuat asal-asalan oleh Motorola. Karena kalau kita lihat, desain dari hape ini menurut saya sekali lagi cakep banget sob. Dan kayaknya sejauh ini hape-hape Motorola yang masuk ke Indonesia, desain-desainnya nggak pernah gagal menurut saya. Hape ini punya beberapa pilihan warna yang menurut saya sangat menarik, yaitu Spellbound, Golden Seapress, Cosmic Sky, dan Chrysanthemum. Warna-warnanya sudah pasti base-nya adalah warna Pantone, dimana Motorola memang suka banget bikin hape dengan warna-warna Pantone. Karena memang terlihat keren dan lucu menurut saya, dan bikin dia berbeda dari hape-hape lain. Walaupun warnanya mirip, tapi percaya lah, warna Pantone itu keliatan beda banget. Frame hape ini terbuat dari plastik dengan build quality yang bagus tentunya, dan dia punya bagian back cover yang unik yang mereka kasih nama sebagai Eco Leather, atau bahasa awamnya disebut sebagai Kuli Sintetis. Tapi finisinya ini kerasa unik banget, kerasa mahal banget dan tidak sedikitpun membuat kita inget terhadap smartphone manapun. Di bagian belakangnya terdapat sebuah logo Motorola yang sangat ikonik, yang saya yakin teman-teman yang mengikuti perkembangan teknologi tau bagaimana brand Motorola ini. Dalam paket penjualan juga kita diberikan sebuah hardcase yang cukup efektif untuk melindungi hape ini. Karena jujur. Saya tidak melihat adanya lecet di hardcasenya ya. Walaupun saya agak deg-degan sebenernya, karena secara out of the box layar di hape ini sama sekali tidak punya pelindung. Untungnya jenis kaca yang digunakan cukup durable, yaitu Corning Gorilla Glass 7i, dan tentunya hape ini punya Military Grade Certification yaitu MIL-STD-810H. Yang kita semua tau, sertifikasi ini hanya diberikan pada device-device yang sudah lulus uji durability. Untuk layar, hape ini punya layar berukuran 6.67 inch, beresolusi 1.5K atau 1220x2712 pixel, dengan tingkat kerapatan di 446ppi. Layarnya sendiri berjenis P-OLED atau plastik OLED dengan kedalaman warna 1 miliar warna. Refresh ratenya juga sudah 120hz dan mendukung HDR. Untuk brightness-nya, surprisingly layar di hape ini tinggi, dia punya brightness sampai 3000 nits, dan terbukti, waktu saya pake navigasi di atas motor dalam kondisi terik, layar dari hape ini masih sangat jelas terlihat. Responsibilitas layar di hape ini juga bagus, saya tidak merasakan ada nya ga jalan latensi yang mengganggu. Saya coba main beberapa game dan real drum, terasa sangat nyaman dan overall untuk layar menurut saya bagus. Saya suka. Lanjut ke performa, hape ini pake SoC baru buat MediaTek yaitu Dimensity 7400. Sebenernya untuk varian global, hape ini pake Dimensity 7300, tapi kebetulan yang masuk ke Indonesia adalah versi India, dimana versi ini punya SoC yang lebih baru yaitu Dimensity 7400. Jadi yang pake SoC ini hanya India dan Indonesia aja. Performa hape ini menurut saya cukup ngebut, angka-angka yang didapetin dari Plexi Benchmark juga cukup impresif. Untuk ngantut benchmark, angka yang didapet sekitar 664 ribu, dan menurut saya angka segini udah nyaman ya, baik untuk pemakaian sehari-hari atau untuk bermain game. Untuk performa single core-nya, di aplikasi Geekbench 6 ada di 1086, dan performa multi core-nya ada di 3036. Sistem pendinginan dari hape ini juga bekerja dengan sangat optimal, terlihat performa dari SoC-nya nyaris tidak turun, artinya bener-bener nggak keliatan ada gejala throttling. Dan waktu saya tes dengan aplikasi 3DMark, terlihat stabilitas dari SoC ini ada di angka 99,6% dan ini nyaris sempurna menurut saya. Artinya sama sekali tidak ada gejala throttling, sedikitpun. RAM di hape ini berukuran 8GB yang bisa kita boost atau kita tambahin melalui virtual RAM hingga 16GB lagi. Jadi total dia punya RAM sebesar 24GB. Sementara untuk storage berukuran 256GB dengan kecepatan baca di 831MBps dan kecepatan tulis di 429MBps, dan jujurly ini ngeboot menuru t saya untuk sebuah hape mid range. Pada prakteknya, waktu saya coba main berapa game yang saya rutin mainkan, experience main game di hape ini cukup menyenangkan menurut saya. Sama sekali nggak keliatan atau ketemu kendala. Gameplaynya cukup smooth, plus responsivitas layarnya juga bagus, ditambah lagi setup dual speaker yang suaranya kencang menurut saya, dan nyaring. Nggak cuma itu, waktu kita buka gamenya, menu game toolkitnya muncul ya, dimana kita bisa mengkustomisasi performa dari hape ini sesuai dengan tingkat kenyamanan yang kita inginkan. Kita juga bisa milih beberapa mode performa, seperti turbo untuk performa yang maksimal, terus ada mode balance yang bikin performanya sedikit turun tapi bisa ngasih durability baterai yang lebih baik, dan terakhir ada mode battery saving yang memang fokusnya adalah bikin baterai di hape ini jauh lebih awet pada saat dipakai bermain game. Di toolkit ini juga kita bisa lihat beberapa informasi seperti fps pada saat bermain game, kita juga bisa tau berapa suhu dari SoC di hape ini. Untuk main game, hape ini juga support controller ya. Jadi kalau kalian punya controller pihak ketiga, kalian bisa pasangkan ke hape ini. Jadi kita bisa mainkan si hape layaknya handheld console. Kontroller... Ini... Salah baca dikit blunder di sini. Saat SIM tray terbuka, kita akan melihat 2 buah slot untuk nano SIM dan sebuah slot untuk microSD. Dan ketiga slot ini berjinis hybrid ya, jadi tinggal pilih mau pake dual SIM atau single SIM dengan microSD. Untuk konektivitasnya, selain punya kemampuan terhubung ke jaringan 5G, ada juga Wifi 6 dan Bluetooth 5.4. Nah untuk port USB Type-Cnya, di hape ini masih menggunakan versi 2.0 ya, jadi untuk melakukan transfer data melalui kabel, kecepatannya tuh nggak cepet-cepet amat. Sekarang kita lanjut bahas soal software. Hape ini pake Android 15 yang tentu saja menggunakan antarmuka bernama Hello UI, dengan tampilan yang simple dan mendekati stock Google. Selain tampilan yang simple, saya juga suka banget dengan pemilihan font dari hape ini, yang sangat terlihat Motorola sekali gitu. Untuk feel waktu dipakainya saya suka. Waktu saya swipe, si launchernya terasa smooth dan nggak kerasa cegukan atau berat gitu. Kustomisasi UI di hape ini juga cukup oke. Ada opsi tema dan beberapa pengonturan untuk tampilan. Terdapat juga beberapa aplikasi bawaan dari Motorola, seperti aplikasi Moto, yang bisa kita gunakan untuk mempersonalisasi tampilan dari smartphone kita, mulai dari tampilan tema, font, bentuk icon, dan lain-lain. Lalu ada juga aplikasi bernama Moto Secure, di mana semua pengaturan keamanan di smartphone ini ditaruh di aplikasi ini. Terus juga ada aplikasi Family Space, di mana aplikasi ini bisa mengontrol anggota keluarga kita. Dan banyak banget yang bisa kita lakukan, seperti kita tracking lokasi anggota keluarga, terus kita bisa ngatur screen time dari anggota keluarga atau anak kita gitu. Dan kita bisa ngontrol apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilihat di smartphone si anak. Dan aplikasi terakhir bawaan Motorola adalah Smart Connect, di mana dengan fitur ini memungkinkan kita untuk terhubung ke berbagai macam perangkat, seperti tablet, smartwatch, smart TV, sampai TWS. Nah khusus untuk tablet, software ini bisa bikin tablet yang kita pake jadi secondary screen atau layar kedua dari si smartphone. Keren kan? Terakhir yang mau saya bahas adalah soal kamera, di mana secara spesifikasi, hape ini punya total 2 kamera di bagian belakang dan 1 kamera di bagian depan. Untuk kamera belakangnya sendiri, masing-masing beresolusi 50MP Sony Lytia 600 dengan bukaan f1.8 dan sudah dilengkapi dengan optical image stabilization. Sedangkan kamera keduanya berjenis ultrawide beresolusi 8MP dengan sudut pandang 118 derajat dan bukaan f2.2. Lensa ultrawidenya ini juga bisa berfungsi sebagai lensa makro saat kita dekatin kamera dengan objek. Sedangkan kamera depannya beresolusi 32MP dengan aperture f2.2 dan sudah pasti atau bisa dipastikan bahwa kamera depannya tidak memiliki autofocus. Untuk hasil foto, dalam kondisi terang atau siang hari, hasil foto dari kamera utama di hape ini menurut saya cukup mengesankan. Detailnya banyak, warnanya juga cukup balance dan jauh dari kesan pucat gitu. Terus dynamic range-nya juga menurut saya solid ya, jadi shadow sama highlight itu bisa dimaintain dengan cukup balance. Dan tentunya skin tone yang ditangkap oleh kamera hape ini cukup akurat. Untuk mode portrait-nya juga menurut saya cukup oke, deteksi bagian pinggir foreground cukup bagus dan cukup rapi ya. Efek blur-nya juga menurut saya nggak berlebihan, nggak terlalu bokeh banget tapi malah kelihatan kayak tempelan gitu. Tapi udah cukup bagus menurut saya. Nah untuk lensa ultrawidenya, sebenarnya secara warna saya suka ya. Warnanya nggak terlalu jauh dibandingkan kamera utamanya. Hanya saja memang sulit untuk mengharapkan lebih dari kamera lensa ultrawidenya, karena memang resolusinya hanya 8MP. Dan tentunya 8MP ini juga bisa kita gunakan untuk mengambil foto makro. Di mana kualitas foto makro-nya menurut saya ya sebenarnya biasa aja, tapi jauh lebih baik dibandingkan hape-hape lain yang biasanya normalnya ngasih kamera makro hanya beresolusi kalau nggak 2MP ya mentok-mentok di 5MP. Sementara ini 8MP, yang mana ini jauh lebih tajam dibandingkan 2 resolusi tadi. Nah untuk kualitas foto dari kamera depannya sendiri, surprisingly tajam. Color tone atau warna kulitnya juga natural, sehingga muka saya tuh kelihatan nggak kemerah-merahan atau kelihatan pucat gitu. Foto yang diambil di dalam ruangan juga terlihat minim noise, dan tentunya 32MP-nya bisa menangkap detail yang cukup banyak. Motorola juga menyelamatkan sebuah teknologi pada kamera di hape ini yang bernama Moto AI Enhancement Engine. Anjay! Dimana kalau kalian perhatikan setiap kita mengambil foto, fotonya akan diproses sedemikian rupa sehingga fotonya akan jadi jauh lebih bagus dan jauh lebih siap untuk di-share ke orang lain atau dikamerkan ke media sosial. Ini adalah sampel perekaman video dari kamera depan, dimana kamera depannya bisa merekam video hingga resolusi 4K di 30fps, dan kualitasnya bagus menurut saya seperti yang kalian lihat sekarang. Dalam kondisi pencahayaan yang ideal, dia bisa menangkap video yang tajam dan detail. Sekali lagi ini resolusinya 4K, dengan detail yang banyak. Mungkin yang perlu jadi catatan adalah, focalingnya terlalu sempit ya, terlalu nggak zoom, jadi kalau dalam posisi yang normal seperti ini, muka saya tuh kelihatan se-frame gitu. Takutnya kalau bikin konten begini yang nontonnya sawan kan. Bisa aja sebenarnya dibikin agak sedikit wide dengan cara kita agak menjauhkan dari kamera ke muka. Tapi konsekuensinya adalah saya pegel ini, karena tangan harus lurus terus, dan yang kedua suaranya akan jadi semakin kecil. Karena suara dalam posisi seperti ini, dan suara di posisi seperti ini, yang idealnya kita nge-vlog tuh seperti ini, itu akan berbeda gitu. Jadi itu aja sih konsekuensi atau yang harus kita hadapi saat kita ngambil vlog dengan cara posisi dijauhkan seperti ini. Overall untuk kamera depannya, saya suka. Video-nya bagus. Sedangkan ini adalah hasil perekaman video dari kamera belakang, lensa utamanya, dia bisa merekam video yang nggak resolusi 4K di 30fps, dan kalau 60fps, dia turun ke Full HD. Untuk kualitasnya, jujur saya suka Video-nya lumayan tajam, dalam kondisi terang, dia bisa nge-highlight semua bagian dengan baik. Terus kalian juga bisa ngelihat ada efek depth of field, walaupun nggak widthable, tapi masih kerasa cukup oke. Focal length-nya nggak terlalu luas, tapi kita bisa switch ke lensa ultra-wide-nya untuk dapetin sudut pandang yang lebih luas. Seperti ini. Nah, asiknya lagi, saat ngerekam kita bisa langsung nge-switch ke lensa ultra-wide, Sekarang saya merekam menggunakan lensa ultra-wide, dimana sekali lagi ini lebih luas dibandingkan lensa utamanya, dengan resolusi yang sama, yaitu 4K di 30fps. Dan nggak banyak handphone yang bisa melakukan ini, switching dari lensa utama ke lensa ultra-wide, tanpa menghentikan proses perekaman. Bahkan, handphone yang katanya bagus banget dalam hal perekaman video, seperti iPhone, nggak bisa melakukan hal segampang ini. Jadi untuk video, saya suka hasilnya. Nice! Gimana menurut kalian? Kesimpulannya, satu lagi hape Motorola yang terlihat sangat menggoda secara visual dan cukup menggoda secara spesifikasi, karena dengan harga yang ditawarkan. Menurut saya, ini jadi alternatif yang cukup bagus, dengan beberapa hal yang tentunya bisa kita dapatkan. Pertama, desainnya cantik. Layarnya juga tajam, dengan P-OLED. Dan refresh ratenya 120Hz. Dia juga punya kameranya cukup oke. Performanya juga cukup ngambut dan enak buat diajak ngapain aja. Kualitas speaker dari dual speakernya juga menurut saya cukup oke. Dan paling utama adalah kapasitas baterainya yang gede banget, yaitu 6720mAh, yang ngasih durability atau ketahanan baterai yang menurut saya sangat tinggi. Intinya adalah, untuk penggunaan 1-2 hari, hape ini masih sangat bisa dan sangat memungkinkan. Jadi buat kalian yang emang lagi nyari smartphone diri yang harganya 4 jutaan, Moto G86 Power 5G ini adalah the smartest choice. Bisa makan pijan gue. Eh, pijan lo Itali ya? Dan hape ini akan bisa kalian beli secara eksklusif di Shopee tanggal 14 Agustus nanti. Yaudah, segitu aja video kali ini. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini, dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios! Harusnya nggak bilang Irwan pamit ya? Gofar Hilman pamit dan adios! Karena belakangan banyak banget yang bilang saya mirip Gofar Hilman, kenapa? Kenapa banyak banget yang bilang saya mirip sekut? Ini saya bukan sekut, ini sikut ini kayaknya. Tapi gitulah. Closed Caption by @Subbox.id Eh nggak, katanya nggak cuma Gofar Hilman, katanya gue juga mirip sama Praseteguh. Nasib muka pasaran begini nih.

Lihat di YouTube