TOWING BUS SULTAN‼️ Disetirin Bus Sama Mas Arkan Nyobain PO King Ichsan Sekalian Bawa Stylo Mio Drag (YouTube Video)
Berangkat drakres pakai towing. Mana main pakai bus lah. Gede banget ini busnya. Karena banyak banget yang minta, akhirnya kita naik bus lagi ditemenin sama Mas Arkan siap. Yang katanya akan nyetir nih. Etapa awal akan nyetir. Jadi singkat cerita kita hari ini mau ke pertama Turbo Drfest di Tasikmaya. Terus waktu itu sebenarnya masakan pernah ke kantor. He. Terus kayak lu jadi enggak naik bus gitu. Terus gua mikir kayak kita mau ke Tasik sih sebenarnya. Terus dia langsung kayak, "Ya udah itu aja kita naik bus." Berawal dari ide random akhirnya kejadian dibawain bus apa namanya? Ini bus miliknya Po King Isan. Oh MercedesBenz 2542. Sekalinya naik bas langsungnya mewah ini. Oh ini hitungannya mewah nih. Mewah Pak. Oh iya iya. Terima kasih ya Masarkan dan Omikan. Terima kasih sekali lagi. Ini ini sebenarnya bisa disewa? Bisa. Oh jadi kalau misalkan ada teman-teman yang emang ah gua mau jalan-jalan naik bus sama keluarga doang bisa sewa ini. Bisa banget. Bisa, Bang. Oh, kalau mau sewa ke ke King Isan Official ada Instagram. Oh, ada Instagramnya. Oh, jadi kalian bisa sewa, Guys. Betul. Ini kalau konglog-konglog itu kan private jet ya. Ini private bus. Private bus. Karena fasilitasnya lengkap sekali, Pak, dalamnya luar biasa. 25 2542 sama kayak kemarin. Sama kayak kemarin. Cuman ini dua generasi sebelumnya. Oh, jadi ini udah lebih tua. Iya, udah lumayan. Tapi tapi masih bagus ya. Masih lumayan bagus, Pak. Karena ya perawatannya memang cukup ketat kan kalau di Kingisan itu. Oh oke. Jadi nanti motor kita taruh sini. Motor taruh di bagasi sini. Jadi ada satu pintu bagasi nih. Coba. Oh bannya Michelang loh. Iya dong. Oke oke oke. Nah bagasinya. Ah ya ini masuk sih motor. Masuk Pak. Dua masuk ya. Kan apa gua di sini. Eh benar di situ aja ya. Gede banget ya. Lumayan ini. Tapi pintu ya. Ini pintu tengah. Ini toilet. Oke. Ya, karena penumpangnya enggak banyak, jadi bagasinya juga enggak gede. Ya, betul sekali. Oke. Oke. Boleh masuk enggak nih? Boleh. Silakan. Ayo. Bagus banget ya bannya pakai Michelang. Heeh. Dingin ya? Langsung dingin, Pak. Jadi ini kokpitnya setirnya gede banget ya. Setirnya gede banget karena ini generasi awal dari Mercedes 2542. Tuasnya juga masih kayak gini, Pak. Masih kayak tu sudah matic ya. Sudah matic. Bisa manual juga. Oh ini gini berapa gigi sih ini? 12. 12 maju. 12 maju setet. Heeh. 12 maju. Dua. Dua mundur. Kalau enggak salah mundurnya aja ada dua. Mundurnya ada dua. Wow gede banget ya. Masih ada telepon, guys. Intercom. Oke. Halo. Jadi ini standar bus bagus tuh. Ini ya. Paling lebih bagus bahkan. Iya betul. Mewah. Mewah. Karena ini interior juga ini buatan base ini, Pak. Interiornya. Oh, ini New Armada. New Armada untuk bodinya, karoserinya. Interiornya ini base. Oh, jadi makanya mewah banget ya. Yes. Ruangan pertama ada sembilan kursi lah. Iya. Gede banget, Guys. Ada cangkangnya juga. Wow. Kursinya sudah elektrik dan ada pijatnya. Wow. Ini dingin loh. Ini dingin, Pak. Wow. Ini biasanya kalau kursi biasa muat banyak nih ya. Kalau ruangan segini biasanya udah bisa 20 lebih lah. Buset. Heeh. Gila. Terus ini di sini ada toilet bawah. Ada toilet pertama. Ini untuk ruangan depan ya. Orang-orang ruangan depan bisa ke toilet sini. Wih, ada Quran. Iya, ada kompartemen penyimpanan di sebelah sini. Ada itunya. Uh, ada dispenser ya. Ini ada pantry, Pak. Nah. Wow. Oh, ruangan selanjutnya ini yang gokil sih. Ini room karaoke. Jadi kalau yang karaoke-karaoke bisa karaoke di sini. Dan ini proper itu karaokenya. Iya loh. Ada karaokenya beneran loh. Iya, proper banget. Ada head sendiri. Ada karaoke sendiri. Yes. Halo. Halo. Belum belum diing. Belum dietting. Gila. Gila. Taruh ini. Oh. Wih, dapat kopi-kopian. Dan ini memang standarnya kalau bisa disewa seperti ini ya, Pak. Ada tehnya, ada air mineral di kulkas. Oh, ada kopi dan ada ini buah-buahan. Kalau sewa dapat ini dapat ini udah standarnya ketika busnya disewa. Kalau sewa bus gini tuh dapat pramugari gitu enggak sih? Enggak ada sih kalau ini. Kalau ini enggak ada ya. Oke. Emang ada yang ada? Kayaknya kalau pariwisata belum ada deh untuk pramugar. Oke. Oke. Oke. Oke. Oke. Iya. Iya. Soalnya kan biasanya kalau ya kalau kayak praget gitu setahu gua ada pramogari gitu-gitu kan cuman ya kan. Oh itu ide bagus tuh. Ide bagus. Bagus kingikan langsung ini belakang ini kamar private ya. Nah, biasanya yang sudah suami istri bisa ke sini, anak-anaknya bisa ke sini. Wow, ini nyaman sekali. Ada toiletnya sendiri ya. Uh, ada showern-nya, Pak. Bisa mandi. Wow, bisa mandi di bus, Guys. Bagus banget. Ada lemari dan meja riasnya. Jadi, ya buat perjalanan jauh ini oke banget lah. Saya ini saynya sangat-sangat oke, ya. Saya tidak menyangka bahwa bus yang dibawa akan segede ini, semewah ini. Wah. Wow. Oh, ada TV-nya juga di sini. Iya, ini TV-nya bisa dibuka di elektrik. Wow, keren banget, Guys. [Musik] Jadi, mungkin sekarang sudah waktunya kita jalan. Karena ke Tasik gua enggak tahu berapa jam ya, sekitar 67 jam 6 jam lah ya. Dan kita harus di sana sebelum jam 5. Karena mau ada serrut. Oh, aman banget. Semoga aman. Sekarang kita mau jemput motornya dulu. Aman. Oke, jalan. Mari kita jalan. Let's go. [Tepuk tangan] Ternyata naik bus enak ya. Kalau naik bus ini enak ya? Enak, Pak. Yang ini enak ya. Tapi Bapak salah nih. Harusnya naik bus itu mulai dari yang bawah dulu, Pak. dari langsung dari atas. Ini kayak pertama kali naik mobil tapi langsung Alfard yaitu kira-kira ya. Analoginya begitu. Kira-kira begitu. Tapi ini sungguh nyaman sekali. Di sini Arif bisa bekerja. Betul ya kan? Ini juga bekerja sebelah sini kayak ada yang hilang satu anggotanya langsung tidur. Gua baru baru mau nunjukin tidur di belakang si udah tidur satu. Jadi memang sungguh nyaman ya dia bosnya hari ini tiba-tiba dia udah tidur aja. Gua baru mau tidur padahal di sini. Cuma ini enak banget loh, Guys. Tuh. Wah. Oh, naik bus enak ya kayak gini ya? Enak kan? Oh, tap kalau pakai bus-bus yang lain gini juga enggak ada yang sliper, Kak. Bisa bisa sliper segininya? Bisa narik narik. Keren sekali loh. Tapi suruh lagi ajak masang. Boleh, boleh, boleh. Nanti masaran kita ajak suatu saat ya. Ee jadi ini sungguh seru sekali naik bus ini guys. Yang ini ternyata enak dapat ginian lagi ya kan. Kita coba dulu anggurnya, Guys. Hmm. Jadi, thank you ya, Omingsan. Yingan. Kalau boleh main ke garasinya, kabarin dingsan. Nah, ini sekarang kita mau jemput motornya dulu. Kita mau ketemu sama tim Sendra. Dia dekat dari sini, Teman-teman. Ayo, let's go. Lu mau ngapain? Tidur. Makasih ya. Skrutnya ditutup jam 5. sore. Sekarang jam 0.30 pagi kita masih di Jakarta dan Mionya masih diutak-atik, Teman-teman. Jadi sekarang tapi ini udah 200 nih. Udah parkingnya kelihatan. Hah? Parkingnya parking bloknya tuh. Oh iya pakainya tebal banget. Jadi ini motor yang ini motor yang kemarin kayaknya rapi dah udah jebol gitu ya sekarang rangkanya dicowak lah. Iya rangkanya dicowak motor gua biar enggak mentok sama itu. Buset bener juga rangka gua udah cowok guys tadi. Soalnya pas shoknya main mentok terus mentok terus ke rangka. Shoknya kurang keras juga potong rangka guys motor gua guys dipotong rangka loh. E habis ini masih mau coba diselesaikan dulu habis itu kita bawa ke Tasik. Coba coba kita lihat. Masukin bus. Eh, masukin bus. Masukin motor. Masukin motor ke bus. Cukup enggak tuh? Cukup lah ya. Harusnya. Anjay. Bebeknya enggak lagi gini tuh. Bebeknya jatuh. Masuk, Guys. Ternyata stylonya, Guys. Mepet sih karena stylo batoknya gede. Mentak ini kan masih bisa masuk loh. Sini kalau ke sini turunnya ke situ aja ya. Ini kayak tim bala paling mewah ini ke acara pertama serb dragest kita kali ini ya. Naik Mercy, naik Mercy towingnya naik bus. Gokil emang. Oh, Mio lebih kecil ngepas. Standar du enggak apa-apa nih. Muat muat loh. Muat kan standar standar dua bisa lagi yang ini. Masalahnya harus diikat di situ. Ada ada ada strapangka. Jangan kepetok. Awas kejedot. Enggak usah kejedot. Awas kejedot. Wow, dua motor masuk, Guys. Tuh nih Mio, Stylo dan berapa peralatan-peralatan masuk ke dalam bagasi. Ini aman udah. Jadi, habis ini kita mau lanjut jalan lagi langsung menuju Tasik. Tapi sepertinya kita berhenti dulu rest area beli makanan, beli apa isi ya kan. Tapi ternyata bekel MMS sepertinya sudah didesain untuk masuk bus ya. Luar biasa. Bismillah. Wih, pasarkan kapan nyetir? Ya, habis 57 aja deh. Saya mau tidur dulu bentar ya. Karena dia juga baru nyampai semalam di Jakarta. Bismillahirrahmanirrahim. Jam 09.00 jalan. Kita lihat nyampai sana jam berapa ya, Guys. Semoga kita masih kekejar skrutnya. Jadi sekarang waktunya kita disetirin sama Mas Arka. Satu-satunya YouTuber bus katanya yang punya SIM B2. B2 umum. B2 umum. Oh, ada B2 non umum. Ada kan ada tingkatannya kan. Pelan-pelan pelan pelan pelan. Pemanasan dulu lah. Nanti tuh jalanan kita tuh belok-belok gini loh. Ar lu terakhir nyetir bus kapan? Hah? Kapan ya? T 3 hari lalu gitu lalu hari lalu kaynya udah kayak 3 tahun lalu tu kayak anjir udah lama 3 hari lalu 3 hari lalu. Lu pernah nyetir bes manual enggak? Sering. Kemarin kita nyetirnya manual yang di bawahnya ini. Ini kan ibaratnya S class. Kemarin bawa yang E class gitu. Oh ini ambil haluannya sudah jago berarti ya. Kalau enaknya bis tronton gini haluan enggak perlu jauh-jauh Pak karena ban belakangnya kan ikut manuver. Kenapa disebut bu tronton? Karena triple exel kan. Oh tronton tu triple exel. Ee oh itu klasonnya di situ. Iya kalau yang baru dia di sini ada. Entar dulu emang gua mencoba blind spotnya tu emang banyak ya. Kalau bus banyak Pak itu dia. Makanya biasanya ee pengemudi kendaraan besar seperti bus truck itu he dalam tanda kutip musuh utama itu motor. Kadang-kadang mereka enggak ngerti kan blind spot-nya kendaraan besar tu seperti apa. Benar. Jadi di sini gua mengingatkan untuk teman-teman emang kalau ada bus truk emang kalau bisa jangan nempel-nempel ya. Jangan dekat-dekat karena emang seram. Apalagi truk ya. Truk kan kadang tinggi banget tuh. Itu 5 m ke depan enggak kelihatan, Pak. Gua pernah bawa ee Mercy yang paling tinggi itu tinggi banget kayab itu benar-benar 5 m ke depan enggak ada enggak ada visual. Oh. Jadi motor di depan kita nih enggak kelihatan sama sekali gitu. Iya sih. Jadi ini emang seru sekali nih nyetir. Ini baru udah pakai gigi tiga ya. Ini ini 3A. 3A ini sekarang udah gigi 6, Pak. Jadi per satunya ini dia du gear. Nanti munculnya cuma sampai 6A. 6A itu dia 12 gear gitu. Buset. Banyak ya? Banyak. Ini RPM 1000 red line di 2.500. Iya. Tapi biasanya dia ngoprnya di 1800 kalau udah gigi atasnya ini. Terus ini sekarang ngapain? Berarti ini lu ngambil kalau bus tuh boleh jalur paling kanan enggak sih? Kan untuk mendahului boleh. Oh kalau untuk mendahului. Kalau bus segede gini ada parkir eh kamera mundur gitu ada enggak? Ada. Ada. Cuma di unit ini tidak ada. Tapi ini ada untuk spionnya, Pak. Oh. Coba gas. Seberapa sih gas? Ini kalau gaspol enaknya kita dimanualin aja tuh. Jadi empat doang kan enggak ada A-nya. Oh, naikinnya tinggal gini tuh. Loh. Oh, karena 4A4B tadi ya, jadi enggak ganti. Enggak ganti. Kalau kita naikin lagi baru naik. Betul. Gitu. Berarti sekarang gigi semilan kali ya. Gigi sembilan. Betul. Ini kalau naik lagi jadi gigi 10. Nah, gigi 10. Oh, ini gigi 10 ya. Iya. Ini naik lagi. Gigi 11. En gitu, Bang. Lebih rendah lagi ya. Lebih rendah lagi. Ini berarti sekarang kita lari 50. Iya, karena kan dari tadi ngoper terus. Enak. Enak ini bisa manual, bisa matic. Oh, bisa nyalim enggak sih? Bisa ya? Kencang juga ya? Bisa. Iya, bisa. Kencang juga. Ini ini jalan 120 130 pun masih enak. Masa? Iya sering. Jangan ditiru ya. Oh, iya. Bikin Mas bikin Mashak usahak usahak. Ini dia masih nyubi. Masih nyubi. Enggak usah. Itu apa yang sebelah kanan tuh? Ini retirer. Apa? Retirer. Jadi untuk bantu ngerem ya ngurangi kecepatan. Oh untuk bantuin. Oh jadi enaknya sasis premium seperti ini tuh rem kakinya kalau di jalan tol kayak gini udah jarang kepakai. Iya. Jadi ngurangin kecepatan tinggal pakai retarder ini aja. Dia ada lima level. Itu kayak rem. kayak rem atau engine brake. Ee dia kayak magnet gitu sih, Pak. Nih, misalkan aku kedua nih ya. Heh, tuh berasa kan? Tiga tuh, empat. Nah, ini enggak nginjak rem kaki. Oh, iya ya Itu hanya ada di bus-bus premium. Menarik, Guys. Karena gua baru tahu nih, ternyata ada yang begituan ya. Kalau bus gini ada kick down-nya enggak? Bisa juga. Jadi dijek itu turun gigi dia bisa kalau kita pakai matic ya bisa juga. Tadi loh driver bus kita 700.000, 800.000 subscribers loh mau sejuta kan insyaallah. Oh insyaallah. Doakan ya tahun depan. Tahun inilah guys. Harus berguru dulu sama Pak Diimas. Tahun ini guys bikin masyarakat 1 juta subscriber. Bisa nyetir kan? Kan bisa dong. Tenang aja tidur nyenyak. Tidur nyinyak. Takut tapi sambil pegangan ya. Update perjalanan kita sekarang sudah sampai di Nagrek. Saya habis tidur di belakang enak sekali. Tapi sekarang kita ke depan ini masih masarkan nih. Masih ya? Ya Allah. Entar dulu. Berarti tadi loncat-loncat tuh masarkan. Oh pembalap kita tertidur pulas. Jadi Bapak yang bikin tadi kita loncat-loncat Pak ya. Iya Pak. Soalnya di Bandung itu tadi di mana sih? Gua enggak tahu itu di dekat gerbang Tol Cilenyi. Jadi itu jembatannya memang kayak enggak rata gitu. Tanya nih kameramennya Gu lagi tidur gini pakai. He. Tapi enak kan maksudnya suspensionnya enak kan ngeredamnya kan lompat langsung sret tengah lagi. Iya di enggak emang jujur waktu tadi keloncat itu gua langsung mikirin yang kata lu bilang tadi itu. Heh. Oh ini suspensi enak tuh kayak gini karena enggak mantul-mantul jadinya kan. Iya. Cemas sekali langsung ke tengah lagi kan ya. I ya. Jadi gitu benar-benar scene yang langsung gua pikir itu ad scene waktu di pameran itu. Widih Langsung kect ke sana ya. Ini dari tadi Bapak betah sekali kayaknya di sini Pak ya. E betah Pak. Enak Pak. Ini jujur aja baru pertama kali saya lewat sini ya. Ada seat belt enggak? Ada seat belt enggak? Ini baru baru pertama kali lagi mau bertambahin. Enggak apa-apa. Aman, aman, aman. Sudah teruji kok. Sudah pernah lewat yang lebih ekstrem dari ini. Soalnya di sini jalanannya cuman satu begini, Pak. Ya, satu-satu. Benar. Jadi emang harus sabar. Apalagi kalau depan kita ada truk kayak gini, ya udah kita nunggu momentum yang pas lah untuk nyusulnya. Nah, seperti ini sampai kita ke Tasik jalanannya begini aja. Oh, iya ya. Kalau bus biasa aja juga ada kan terasik? Ada banyak, Pak. Banyak. Lu udah pernah? Udah. Udah berapa kali pakai apa yang enak gitu? Ee di sini sih rata-rata basis-nya standar ya. Kalau di sini ada beberapa PO kayak Budiman, Gapuring Rahayu, Prima Jasa dari Jakarta. Dari Jakarta, Lebak Bulus. Nah, ini salah satunya ini dari Lebak Bulus. Panjang umur kan? Lebak Bulus. Lebakus. Lu ngasih halo gitu ya. W teman teman teman. Fen pren pr pr pren A anak Lebak Wulus tuh. Iya. Dekat kantor. Dekat kantor. Kantor. Rumah-rumah saya, Pak. Ini lu dari tadi ngerem apa pakai yang itu? Nah, sebenarnya ada aturannya untuk menggunakan retarder, Pak. Di bawah kecepatan 40 km/h sebaiknya menggunakan rem kaki. Oh, jadi kakinya kel ya. Pakai sendal karet. Jadi kalau kalau di bawah 40 pakai rem. Kalau di atas 40 baru pakai si retarder. Tadi itu. Ini ada pariwisata juga. Oh. Anj. Baru skip dia. Seru ya. Seru ya. Harus gitu ya. Harus gitu ya. E ini yang paling baru nih Pak. Tasik Bekasi. Tasikasi. Sayaang. Iya juga ya kan nama dia kan sama Budiman. Budir sam budi. Oh ini masih masih jauh kita kayaknya tapi Pak ya. Masih, Pak. Yang bikin lama tuh jalanannya seperti ini. Satu doang. Iya satu doang. Dan kalau ada truk di depan ya udah kita bersabar aja karena jalanan itu enggak lurus terus gitu. Belok-belok dia. Enggak apa-a, enggak apa-apa. So, itu menikmati sekali. Kita kita akan membiarkan masarkan menikmati nyetir busnya dulu katanya. Untungnya bus ini tuh punya kamar tidurnya di belakang sini. Jadi, sungguh nyaman. Entar dulu, gua pipisi dulu bentar. Entar dulu, entar dulu. Bener sih, ada WC-nya sih, cuma kalau jalanannya belok-belok kayak gini. Entar dulu ya, bentar ya. Entar dulu. Duh, susah lagi ini. Gua pegangan ke mana, woi? Aduh, bentar. Eh, ngrem lagi. Eh, duh. Ini susah banget. Sebentar, sebentar. Hah, susah ya. Nah. Eh, enaknya di sini, Guys. Aduh, gua takut. E dong. Wis kuat kan tanjakan? Aduh. Tuh. Tinggal pakai selimw ya kan. Nih. Ini busnya enak banget tuh. Ini kira-kira seukuran double bed lah ya. Tuh tinggal duduk di paling belakang bisa menikmati pemandangan. Ini nyaman sekali loh. Ni kita simulasi dulu. Kita simulasi ini dari sini gua bisa melihat pemandangan. Tuh, ya kan pakai selimut. Wah, tuh bisa ngelihat pemandangan kayak gini, Guys. Cuman memang ini kan kasurnya ini di paling belakangnya bus kan. Jadi kalau misalkan busnya lagi mantul ya paling kerasa di belakang. Mungkin kalau posisi tempat tidurnya ini agak di tengah ya mungkin akan lebih sedikit. Ini kuat kan bnya nanjak kan? Kuat. Guudah panik aja. Kalau agak di tengegannya. Tapi enggak apa-apa, saya mau istirahat lagi. Masih 2 jam lagi sampai ke Tasik. Saya surprisingly ya, walaupun ini di atas mesin enggak berisik loh. Kayak enggak ganggu sama sekali mesinnya. Jadi ini benar-benar nyaman banget. Terbaik busnya King Iksan. Hah. Akhirnya sampai juga di Tasikmalaya. Luar biasa. Seru banget t naik bos ke Tasik ya. Lumayan aman kan? Jadi total kita perjalanan tadi dari jam . lah ya. Anggaplah ya jam 7. Itu berhenti berhenti berhenti berhenti bertinya 2 jam lah. Heeh. Jap jam 09. Berarti sekitar 7 jam lah. Kalau naik kalau naik bus segini enggak kerasa ya? Bus yang ini enggak kerasa ya? Enggak kerasa. Kalau bus yang manual sih berasa ya Pak. Tadi lu nyetir berapa jaob tadi ya? Hampir 4 jam. Oh i lumayan dong. Iya enggak berasa kan? Tapi kan hampir 4 jam Pak dari 57 sampai ke berasa sih kalau catatannya tadi berasa tuh dari segitu banyak yang diingat cuma loncat. Betul engak. Tapi overall busnya enak banget ya kan. Nyaman ternyata busnya bisa nyaman ya. Iya ini experience-nya oke lah. Experiency-nya oke. Sayangnya kita ee hujan jadi kita enggak bisa nurunin motor dulu dan ini nyari hotel beragi. Ini nyari hotelnya emang sengaja yang bisa parkir bus. Proper parkir bus ya. Jadi kendalanya kalau punya private bus nyari hotelnya harus bisa parkir bus ya. Iya betul. Karena kalau enggak ganggu jalan kan takutnya. Benar. Soalnya kan dia kalau parkir di jalan benar-benar nutupin satu badan Benar. Jadi emang kendalanya di situlah, Guys. Ya, betul. Tapi harusnya orang kalau punya private bus udah enggak mikirin budget hotel, ya. Harusnya, ya. Harusnya iya. Harusnya iya knya privet bus cuman lebih ke arah parkirnya repot. Benar. Parkirnya repot. Tapi tadi dari Jakarta ke sini gua lihat tadi ngabisin setengah tangki ya kira-kira ya. Bukan Pak, seperempat itu kita tadi ngisi Rp500.000 udah mau penuh lagi. Cuman ngisi dikit ya. Iya Rp500.000 doang. boros. Tapi ya karena takinya gede jadi aman-aman aja Jadi aman-aman aja dan itu emang termasuk boros karena kan kita tancakan lumayan banyak, akselerasin lumayan banyak untuk nyusul kendaraan kan. Kalau jalan tol sih pasti jauh lebih irit. Benar. Jadi Masarkan terima kasih sudah disupiri. Tapi vlognya belum selesai alias kita masih ada part keduanya karena habis ini kita bakal drag race dan tetap bawa busnya karena itu jadi motor towing. Jadi mobil towing termewah kayaknya besok. Betul. Kita akan jadi mobil towing termewah besok di acaranya. Jadi jangan lupa dilike, jangan lupa subscribe, jangan lupa subscribe ke tempatnya Masarkan juga saya jalan.
