Jungkat

Toyota Avanza G CVT : Tipe paling laris 280 jutaan! (YouTube Video)

  • 28/05/2025

Yes, kalian enggak salah lihat. Emang benar ini yang akan kita bahas. Jadi di tahun 2025 ini kita akan bahas sebuah Toyota Avanza GCVT. Yuk, kita [Musik] bahas. Hai, Guys. Welcome back to Autonet Max dengan saya Satria Katana dan yes, sebelah saya ada sebuah Toyota Avanza G 1500 CVT. Yes. Bukan sebuah mobil yang baru, tapi kalau kalian iseng ngecek itu ya kita tuh gak pernah bikin review-nya Avanza yang nyetir ya, kecuali di tempat tes yang pertama kali banget waktu Avanzaanya launching. Jadi enggak usah lama-lama, kita akan langsung cobain mobil ini seperti apa rasanya dan kita akan bahas sedikit beda dengan biasanya. Yuk, kita jalan. Oke, jadi kita mau mulai driving naik mobil ini. Tapi kali ini kita akan bikin videonya agak beda biar kalian enggak bosan aja. Kalau biasanya kita bikin video driving kan ya udah bahas nyetirnya gimana. Tapi kita akan bikin format sedikit beda. Kita akan bahas dulu tiga fun fact dari Toyota Avanza yang mungkin enggak banyak orang tahu. Yang pertama sebenarnya core value-nya itu kalian tahu bahwa mobil ini adalah salah satu ee volume marketnya. Jadi ini adalah mobil larisnya dari Toyota. Tapi mobil ini sebenarnya tahun lalu tahun 2024 itu bukan mobil terlaris di Indonesia. Nah, mobil ini tuh nomor dua kalah dari kakaknya yaitu adalah Kijang Innova Series. Jadi, ada Innova Rebond dan juga Innova Xenix. Avanza sendiri kan sama Velos udah dibedain ya. Jadi emang angkanya enggak bisa sama. Tahun lalu juga kalau enggak salah Avanzaanya nomor du, Velosnya tuh nomor 16. Jadi agak jauh. Nah, tipe yang kita bahas kali ini tipe GCVT ini adalah tipe paling laris yang ada di Indonesia. Kalau kita lihat data holders-nya Galgindo ya, kita akan cantumin nanti tahun ini Januari aja itu tipe ini paling laris baru nomor duanya adalah 13E manual. Nah, tahun lalu sama tipe terlarisnya adalah tipe si eh GCVT ini tahun 2023 agak sedikit eh kurang lebih lah antara G manual dan juga GCVT dan waktu itu juga masih ada tipe GC CVT TSS. Jadi bisa dikatakan tipe inilah yang menyumbang angka paling besar dalam penjualan Avanza. Walaupun ya tidak menafikan tipe-tipe yang lain ya, tapi tipe yang ini adalah tipe paling favorit dari eh orang Indonesia untuk series-nya Avanza. Nah, kalau kalian mau cek fun fact kedua adalah mobil ini tuh ternyata seperti yang saya singgung tadi ya, punya tipe tertinggi, sempat punya tipe tertinggi yang udah discontinue yaitu adalah tipe G CVT dengan Toyota Safety Sense atau GCVts. Nah, angkanya tadi kan lihat juga ya di tahun 2023 itu tahun terakhirnya tipe GCVt TSS itu cuma wholesale-nya 100 unit doang. Angkanya mah kecil memang ya. Jadi memang enggak terlalu banyak dan itu menunjukkan bahwa memang sepertinya mobil-mobil yang di segmen harga 300 jutaan ke bawah ee kalau ada opsi ada TSS dan tidak ada TSS maka ee konsumen itu cukup presensitif gitu ya. Jadi mereka mending ambil yang tanpa safety sense-nya tapi harganya lebih murah. Padahal itu agak sedikit kebalik kalau ada opsi mesin. Nanti kita juga akan bahas ya. Karena fun fact ketiga itu berkaitan dengan harga. Di mana mobil ini harganya sekarang bulan Maret kita syuting Rp280,4 jutaan. Dan kalau kita compare dengan beberapa rival sekelasnya, mobil ini tuh yang paling terjangkau harganya. Eh, contoh kita compare sama Expander deh. Expander exit e CVT itu di 290-an. R3 GX SHVS Matic itu juga di 290-an. Mungkin yang mepet adalah si Stargazer Essentials IVT itu di 282,5an. Jadi sekitar selisih R jutaan ya. Tapi mungkin tetap aja ya e walaupun sudah ada start geser mobil ini memang dicintai sama orang Indonesia. Nah, untuk harga yang versi 1300 itu kalau enggak salah di 250-an sampai 265 jutaan. Jadi selisih harganya R300 dengan yang 1500 itu kalau kita ambil sama-sama matic aja yang CVT aja itu selisihnya let's see mungkin sekitar R jutaan, 15 16 jutaan. Dan kalau kalian ambil mobil ini ee kredit ya, KKB gitu mungkin jatuhnya enggak akan terlalu selisih. Makanya ya tanggung sekalian ambil yang 1500 sekalian. Apalagi fiturnya juga lebih lengkap, trim-nya lebih naik dari E ke G. Jadi itu tiga eh fun fact menarik dari mobil ini. Salah satunya adalah juga kalau kalian cek di Wikipedia, mobil ini generasi ketiganya dari Avanza, Xenia, dan kawan-kawan ini kan kodenya W100 ya. Tapi khusus sebenarnya untuk yang 1500 sebenarnya kodenya adalah W101 dan itu berlaku untuk semua varian yang menggunakan mesin 1500. Semua itu Avanza. Xia Velos gitu ya. Dia e kode bodinya adalah eh W101. Eh tapi Alsa ada yang 1500 enggak ya? Saya lupa deh. Tapi yang mesin eh 1300 itu memang kodenya adalah W100 jadi agak sedikit beda ya. Sori kalau Alza itu W150 sama W151 kalau enggak salah. Oke fine. Itu fun fact aja kita intermezo aja mungkin bisa jadi tambahan wawasan buat teman-teman di sini. Tapi kita akan bahas tentang mobil ini secara spesifik. Nah, seperti yang saya bilang, saya enggak mau bikin seperti biasanya. Mungkin kalian juga bosan ya kalau nonton e video review yang gitu-gitu aja. Kita akan bahas spesifik apa yang kita suka dan apa yang kita enggak suka dari mobil ini. Oke, kita bahas dulu apa yang kita suka ya. Pertama ini kan mobil keluarga nih. Atau ya mungkin enggak semua beli buat keluarga. Ada yang mungkin beli buat operasional kantor, ada mungkin beli buat dipakai harian, tapi mungkin dia belum berkeluarga, enggak masalah. Tapi pada dasarnya multi-urpose vehicle itu yang di Indonesia kebanyakan identik dengan mobil keluarga. Tentunya kalau mobil keluarga ada beberapa aspek yang harus kita pertimbangkan. Pertama tentunya masalah ruang dan juga kenyamanan. Kenapa? Karena mobil ini bakal bawa orang gitu ya. Jadi kalau mobil keluarga tapi enggak nyaman ya ngapain gitu kan. Kalau ngomong ruang dibandingkan generasi sebelumnya si Avanza, jelas mobil ini itu lebih lega. Nah, ini kalian lihat ya. Mungkin enggak tahu ya masuk di mic atau enggak ya, tapi ada motor ada Aerox e pakai knalpot brong gitu suaranya masuk. Nanti kita akan komenin. Balik ke masalah ruang nih. Dibandingkan generasi sebelumnya ruangnya lebih lega. Terutama karena mobil ini lebih panjang dan sedikit lebih lebar. Jadi kalau dibandingkan yang versi lama, kalian akan berasa banget waktu duduk di di bangku baris keduanya itu leklum-nya harga banget. Mungkin juga banyak yang udah punya mobil ini atau mungkin sering naik ee taksi online pakai mobil ini. Mungkin kalian juga pasti paham ya. Kalau duduk di belakang itu enak, lega, dan eh tentunya faktor practicality tempat penyimpanannya lumayan banyak ya di sini ya. Jadi ada cup holder di sini. Di samping juga masih ada, di belakang juga masih ada. Ada konsol box di tengah, ada glove box di situ. Walaupun ya ini ukurannya enggak terlalu gede ya, tapi untuk tempat penyimpanan dan PR practicality mobil ini termasuk lumayan bagus juga. Nah, berikutnya adalah faktor kenyamanan. Jadi, bantingan suspensi mobil ini kalau kita isi orang agak banyak itu lumayan enak. Mungkin kalau kalian merasa Velos dengan veleg 17 inci-nya kalau diisi agak banyak itu turun banget. Kalau mobil ini karena dia pakai velx yang lebih kecil ya 16 inci jadinya jatuhnya eh masih enggak terlalu enggak semepet velos lah untuk ee selisih dari wheel arts-nya dan juga untuk bantingannya justru kalau diisi oleh orang lebih banyak lebih enak daripada sendirian kayak saya sekarang ini ya. Nah, berikutnya karena dia mobil keluarga atau mungkin juga mobil-mobil operasional tentunya akan dipakai setiap hari dan kalau dipakai setiap hari tentunya kepenginnya mobil itu eh gampang dikendarai ya. Isi itu drive. Ada beberapa aspek yang saya mau kritisi di sini yang jadi poin plus-nya. Visibility-nya cukup bagus. Walaupun ini pilar A agak gede ya, tapi di sini masih ada kaca dan kalau dibanding beberapa mobil DNG yang lain, dia ini berasa banget dashboard-nya jauh ke depan. Sekilas seperti naik sebuah boxi MPV gitu loh. Karena kacanya ditarik ke depan agak jauh tapi so farcanya agak gede-gede ya di sini. Yang paling tadi saya bilang dikasih kaca sekecil di sini. Jadi, visibility ke depan bagus, ke samping ke belakang juga bagus. Dan mobilnya dipakai harian nih lincah. Mungkin salah satu ee keunggulan dari DNG ya, mobilnya itu hampir 4,4 muh kecil dan lincah. Jadi kalau kita pakai buat selap-selip itu enggak merepotkan. Gampang kita pakai ganggang masuk-masuk gang kecil. Walaupun kesannya agak panjang, tapi sebenarnya mobilnya masih cukup mudah untuk dikendarain ya. Enggak ada masalah ya. Dan berikutnya juga untuk konsumsi BBM karena dipakai harian ya. Selama kita pakai mobil ini beberapa hari enggak susah untuk dapat angka di atas 1 banding 12. Well, mungkin buat beberapa orang kok 1112 kayaknya enggak gimana-gimana banget ya. Tapi buat saya pribadi, saya juga pengguna Toyota. H mobil saya sama-sama 1500 tapi harian saya dapatnya sekitar 1 banding 10-an, 1 banding 11an dengan body size yang lebih kecil daripada mobil ini. Jadi dengan mobil ini transmisi CVT-nya cukup halus juga, konsumsi BBM-nya juga bagus. Tentunya ini jadi poin-poin plus yang bisa dipertimbangkan untuk beli mobil ini untuk mobil harian atau mobil keluarga kalian gitu ya. Dan ground clearance. Kenapa? Karena ya mobil seperti ini sebagai mobil keluarga dan mobil profesional bakal dibawa ke kontur jalan yang bisa jadi beragam banget. Kita enggak tahu akan ngelewatin jalan jelek atau gimana. Syukur-syukur kalau mulus, tapi kalau jelek ground clearance-nya 205 mm itu menurut kami sudah cukup ya, more than enough lah. Enggak setinggi eh LMPv, LMPv lain yang bergaya crossover gitu ya, yang 220-an. Tapi 205 sih udah modern. Itu beberapa aspek yang kita suka dari mobil ini. Tapi tentunya namanya barang buatan manusia tidak ada yang sempurna. Ada juga kekurangannya. Pertama kekurangan paling jelas adalah build quality. Ya, mobil itu kadang kita mikir-mikir ya kita tabung tabung tabung ee ngumpulin duit hampir Rp300 juta itu enggak dikit. Tapi kita dapat build quality yang keras semua begini yah. mau gimana lagi karena opsinya ya tidak banyak ya. Ee ada sih beberapa brand lain yang kasih ee bahan material yang bagus gitu ya, tapi belum di levelnya brand China. Karena kenapa saya mau sebut brand China? Karena brand China waktu hadir mereka itu kayak ng-set sebuah standar baru bahwa eh produk itu bisa budget tapi build quality-nya bisa bagus. kayak mereka menormalisasi bahwa build quality bagus itu tidak hanya di mobil-mobil yang ee harganya mahal gitu ya. Dan ini mobil sudah jalan sekitar 18.000 km karena ini mobil ee dari Tescar gitu ya. Dan ini kita sudah merasakan ada beberapa yang rattle. Jadi build quality jadi sebuah PR yang cukup eh harus diconsider ya sama brand-brand Jepang. Enggak hanya Toyota tentunya Daihatsu juga Honda juga mungkin kalau Suzuki Mitsubishi mereka masih sedikit lebih bagus daripada benar-benar yang saya sebut tadi. Tapi dibanding China brand mereka kayaknya harus berbenah sih. Yang kedua adalah ke depan kabin seperti yang saya bilang tadi ya. Ada motor Brong lewat masuk. Bahkan enggak harusnya knalpot Brong gitu ya. Kita kalau ada motor lewat agak kencang aja suara anginnya masuk banget. Suara ban ini juga masuk. suara kolongnya bukan yang paling bocor suaranya di kelasnya. Ada yang lebih bocor dan kalian tahu mobilnya apa. Tapi tentunya kalau bisa ditingkatkan lebih bagus ini. Bahkan suara remnya motor di sebelah yang lagi lewat ini masuk banget. Suara mesin juga cukup masuk ya di sini ya. Sebenarnya kalau Toyota bisa bikin lebih kedap pasti bisa tapi memang secara cost. Nah, di sini juga berpengaruh sama head unitnya. Head unitnya ini punya en speaker sebenarnya, tapi suaranya jadinya enggak terlalu maksimal. Dan kedua, head unitnya yang 9 inci ini sebenarnya lebih bagus daripada yang versi 1300 yang cuma 7 inci. Tapi dia enggak ada konektivitas Android Auto dan juga Apple CarPlay. Dia cuma ada mirroring pakai teeling, ya. Dan lagi-lagi ketemunya sama siapa? Chinese Brand. Chinese brand bisa kasih harga yang mungkin lebih murah dengan wireless Android Auto, wireless Apple CarPlay atau mungkin resolusi lebih bagus. Kamera belakangnya juga resolusinya kurang banget ya. Jadi fitur-fitur seperti ini seharusnya nanti Toyota akan berbena ya karena gimanapun mereka akan menghadapi Chinese brand dengan fitur yang lebih lengkap. Dan berikutnya kita spesifik juga masalah fitur. Well, kalau fitur safety dia ada dual airbag, ABS, EBD,BA dia ada dia ada VSC juga dia ada heal start assist juga tapi tadi ya safety sense enggak ada karena safety sense sebelumnya dipaketkan di tipe tertentu tapi di paket tipe tertentu itu ternyata enggak laku, enggak laris ya. Jadi kalau yang fitur safety-safety-an kita skip aja, kita balik ke fitur-fitur lain yang lebih kelihatan mata. Contohnya AC. AC-nya dia udah pakai mekanisme digital, enggak putar-putar lagi. Bagus, tapi pengatur semburannya itu tidak ada sama sekali, cuma ke atas saja. Ke kaki enggak ada, apalagi ke devoger ataupun defroster dia enggak ada. Dan itu jadi sebuah per sendiri buat mobil Toyota. Karena kalian tahu AC denensonnya Toyota ini dingin. Terutama kalau kalian hujan-hujanan, AC-nya dingin, pasti ngembun. Dan itu jadi PR banget. kita harus nyalain wiper dulu atau gimana buat bagian belakang ya, terutama revoger mah kenapa enggak dikasih aja gitu ya. Sayang aja sih sebenarnya. Ya, itulah beberapa poin yang kita kritik aja ke teman-teman Toyota mungkin jadi peningkatan di facelift-nya atau versi hybrid-nya mungkin kita enggak tahu ya. Yang jelas ini adalah mobil yang sebenarnya bisa diandalkan, tapi kalian harus bisa berdamai dengan banyak kekurangannya itu. Di satu sisi sebenarnya kelebihan juga banyak, terutama untuk hal-hal yang standar yang dibutuhkan oleh ee orang Indonesia waktu mereka membutuhkan sebuah mobil MV. Inilah Avanza. Oke, jadi setelah kita nyobain mobil ini berapa hari, ngerasain gimana impression-nya walaupun ya balik lagi Avanza bukan mobil yang susah untuk temuin banyak banget. Kalian naik taksi online juga bisa. Mungkin saudara kalian juga ada yang punya. Mungkin orang tua kalian ada yang pernah pakai atau gimana. Ya, kita mau simpulin dulu buat siapakah mobil ini? Jelas banget ini buat orang-orang yang budgetnya under 300, kepengen sebuah MBV, muat banyak, bisa tujuh orang. Ya enggak mau neko-neko kepenginnya yang free yang eh kalau bahasanya Toyota tuh peace of mind. Jadi kepengin mobilnya itu yang bisa diandalkan. Dia punya performa mesin yang oke, katakanlah dia juga punya konsumsi BBM yang irit. Kalau dia amit-amit ada masalah perawatannya itu tidak hanya mudah tapi juga harus murah. Dan juga tentunya semua fitur standar yang dibutuhkan untuk sebuah MPV yang enggak muluk-muluk itu sudah ada semuanya. Jadi kalau kalian emang merasa itu kebutuhan kalian ya monggo kalian bisa tes drive mobil ini. Dan by the way ini adalah mobil pinjaman dari asli Motor Toyota. Jujur aja ya dari beberapa dealer Toyota yang kita lihat enggak banyak yang punya tes car sebuah Avanza. Velos sih mungkin pada punya tapi Avanza sih enggak banyak. Tapi kalau kalian pengin nyoba dan kalian kebetulan dari Surabaya, kalian bisa kontak ke teman-teman di Asri Motor. So, kalau kalian merasa semua itu ada di kalian, mungkin kalian memang butuh sebuah MPV yang SNI standar nasional Indonesia. Dan inilah MPV yang standar nasional Indonesia ya standar aja. Jadi kalau mungkin kita mau ambil MPV garis tengahnya mana ya ini mobil ini garis tengahnya aja karena kebanyakan MPV mungkin ada yang lebih bagus ada yang lebih kurang ya ini tengah-tengahnya secara budget juga harganya dia mungkin ada di tengah-tengah juga ya tapi memang SNI di sini bukan hanya standar nasional Indonesia mungkin bisa dibilang standar netizen Indonesia bukan sih kalau standar netizen Indonesia mungkin mobil ini kalau kita masukin di sosmet banyak yang ngecibir ah harga hampir 300 build quality begitu fitur enggak ada bla bla bla bla bla. Well, pada dasarnya kalau orang-orang yang pada beli mobil ini yang mungkin pertimbangannya banyak logikal dan rasional juga enggak akan banyak ke komen seperti itu. Ya, yang komen biasanya memang enggak akan beli, enggak akan beli mobil-mobil seperti ini. Tapi juga belum tentu yang komen juga beli mobil-mobil Chinese brand kan ya. Tapi yang jelas di sini memang seperti yang saya singgung di video di e pembahasan sebelumnya, Chinese brand itu memberikan sebuah standar baru. Mereka menormalisasi sebuah standar baru di mana harga yang lebih murah dari mobil ini dapat build quality lebih bagus, dapat fitur lebih banyak, dapat mesin yang mungkin lebih besar atau gimanah dan sejenisnya. Yang jelas mereka dapat lebih. Nah, di sini memang Japanis brand harus siaga, harus waspada dan mereka juga harus belajar tentunya. gimana caranya mereka bisa apa ya menanggapi tantangan dari Chinese brand itu dengan cukup baik tentunya meningkatkan build quality mereka mungkin nambah fitur atau gimana kita enggak tahu. Tapi yang jelas satu hal kalau kita balik Chinese brand harus belajar satu hal dari Japanese brand yaitu adalah masalah after sales. Karena salah satu kekuatan dari mobil ini adalah after sales-nya. Seperti yang saya bilang, perawatannya enggak hanya mudah tapi juga bisa murah. Saya berapa kali masukin mobil saya ke bengkel resmi Toyota. Kadang kalau lihat promo, oh promonya buat Avanza. Oh harganya lebih murah. Bahkan Kalia Sigra atau Kalia dan Agia kalau di Toyota itu harganya juga lebih murah untuk perawatannya. di luar itu kalau kalian mungkin sudah lewat masa garansinya kalian mau pakai party yang enggak ori juga opsinya banyak dan Chinese brand itu butuh model yang cukup gede untuk bisa menyamai Toyota atau Jman brand yang lain untuk sampai di titik itu. Dan kita berharap Chinese brand juga akan melakukan hal yang sama. Kalau Chinese brand sudah punya brand image yang bagus, after sales yang bagus, tentunya nanti akan onp dan kita juga sebagai konsumen tentunya akan makin happy karena opsinya makin banyak dan juga akan setara. Oke, kayaknya itu aja dari Oton Max kali ini. Thank you buat teman-teman yang nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share teman-teman kalian, komen juga di bawah. Kita sangat menghargai kritik dan saran kalian. Dan kita mengucapkan terima kasih buat teman-teman yang selalu support kita. Jangan lupa mampir ke Instagram, TikTok, dan juga website-nya Autonetx. Sampai ketemu di kesempatan selanjutnya. Bye.

Lihat di YouTube