Jungkat

Toyota bZ4X turun harga | Toyota Urban Cruiser BEV resmi dijual di Indonesia (YouTube Video)

  • 27/11/2025

Tahun ini benar-benar tahun yang super banget ya buat brand Jepang. Banyak yang bilang brand Jepang itu tobat. Honda HRV harganya turun. Mobil ini pun harganya turun. Biasanya mobil Jepang mah harga naik ya. Ini malah turun. Ini adalah Toyota BZ 4X rakitan lokal alias JKD. Dan kali ini spesial kita enggak cuma bikin mobil ini, kita akan juga bikin mobil itu. Urban cruiser EV yang juga dijual di Indonesia. Yuk, kita bahas. Hai, Guys. Welcome back to Autonetx dan saya Satria Katana dan sebelah saya sudah ada SUV listrik yang kalau kemarin-kemarin orang mau beli udah pikir-pikirnya enggak usah lama-lama ya enggak usah beli aja 1,2 M gitu loh. Tapi mobil ini sekarang dijual dengan harga yang sudah terkoreksi sekitar 30%-an kalau enggak salah. Turun Rp350 jutaan jadi R99 jutaan aja. Yang artinya mobil ini sekelas dengan harganya Hyande Ionic. Daripada beli Hyundai Ana yang sudah pasaran itu lebih masuk akal, lebih cakep desanya. Nah, sekarang selain dia berubah status dari CBU jadi CKD atau jadi lokal, ternyata kita juga langsung dapat yang versi facelift-nya. Nah, berubahnya apa aja? Kita akan coba breakdown satu persatu ya dari bagian depan dulu. Pertama lihat wajah depannya udah ganti, udah gak pakai wajah BZ Series yang pertama awal-awal. Sekarang sudah menggunakan atau mengadaptasi desain ala Hammerhead atau hammerhead-nya si Toyota yang baru kayak Toyota Prius, Raav ituus menggunakan bahasa desain yang sama dan BZ 4X juga sama. Lampunya split ya, dia bagian atas ada lampu yang ditarik kayak gini ya, nyambung bagian tengah. Lampu utamanya turun di bagian bawah seperti ini. Jadi projecttor seperti ini. Cakep ya. Slik minimalis. Bahkan di bagian atasnya juga ada tarikan yang kayak gini ya. Bentuk huruf C seperti ini. Lagi-lagi kayak Prius, kayak Rav tampangnya lebih modern lagi tapi lebih kalem juga secara bersamaan ya. Bumper depannya juga baru ya. Bahkan kalian tahu ya di bagian depan dari BZ 4X ini kan memang dia dikasih kayak ornamen warna hitam. Kebetulan unitnya sih warna hitam sih, jadi enggak terlalu kelihatan. Tapi kalau kalian lihat yang unit warna putih itu akan beda banget ya. Jogo Toyota di sini dia juga ada kamera dan sebagainya karena dia sudah dilengkapi dengan TSS generasi yang ketiganya. baterai. Baterainya dia makin gede sekarang jadi 73,1 kWh. Dan kalau enggak salah saya berapa waktu yang lalu baru dari Jepang dibreakdownin juga, ditunjukin juga baterainya, gelondongannya si Bzard 4X ini termasuk baterai yang sudah pengembangan salah satu yang terbaru juga. Range-nya jadi sekitar 500-an km. Nanti kita akan cantumin aja ee detailnya termasuk juga tenaga dan juga torsi dari ee motor mobil ini ya. seperti ini. Dia juga menggunakan veleg baru. Ukurannya 20 inci. Yang khawatir masalah ground clearance, mobil ini tuh lumayan tinggi loh ground clearance-nya. Sekitar 21 mm lebih dari cukup untuk mobil listrik. Oke, kita masuk ke interior dari BZ4X rakitan lokal ini. Tapi disclaimer dulu ya, buat kalian yang mungkin sempat datang ke GJW tapi menemukan ada beberapa detail yang mungkin ee agak kurang pas sebenarnya kan ini mobil masih prototype jadi ee enggak langsung dikirim besok juga gitu ya. Jadi masih akan ada fase-fase untuk segera diproduksi. Tapi kalau kalian mau beli, mobilnya sudah dijual dengan harga Rp799 jutaan. Apa aja yang baru? Pertama nih, layar Jodi gede 14 inci ya. Dan ini ada apa? Kayak tombol-tombol fisik gini yang masih bagus gitu loh. Saya enggak bisa enggak nyala ya ini. Tapi ttile-nya oke. Balik lagi mobilnya memang awalnya kan memang harganya juga lumayan tinggi ya. Dan sekarang chargernya jadi dua. Kalian bisa taruh handphone di sini. Dan ukurannya juga cukup gede ya. Ini pakai S24 Ultra. Ukurannya lumayan gede juga masih bisa masuk di sini. Dan e untuk transmisinya masih tetap ada di bagian tengah seperti ini. Ada ada cup holder dan juga masih ada konsol tengah seperti ini. Bisa buat taruh-taruh barang. Yang baru lagi dia ada pedle shift nih di sini buat e deselerator atau regenative breaking-nya lah ya. Panoramic roof-nya udah tanpa pilar jadi kelihatan lega. Bagus juga. Plus e ini turunan juga ya dari Prius. dia posisi panel semanya bagian depan seperti itu. Jadi kayak ditarik ke depan bagus ya kayak kop kayak kokpitnya pesawat tempur gitu tapi emang kayak ngebanting itu ya ee casing-nya tuh gede tapi layarnya kecil dan di bagian atas ini tuh harusnya kayaknya ini ada driver monitoring system tapi kita enggak dapat aja seperti yang saya sebutin juga TSS3-nya dikasih tapi enggak lengkap adaptive cruise control enggak ada, land departure warning enggak ada jadi ya balik lagi sebenarnya enggak bisa nyetir secara semi-semi otonom gitu enggak bisa ya tapi at least advance parking-nya dia dikasih kasih airbag-nya juga sudah aman karena dia udah kasih delan. So far itu ya posisi djungnya juga enak. Tetap aja ini mobil Jepang ya. Ergonominya juga gampang diraih-raih seperti ini ya. Daripada kalian beli Ionic udah bosan ya. Beli ini aja kali. Oke, itu Toyota BZ 4X rakitan lokal. harganya Rp799 jutaan. Tapi kalau kalian merasa budgetnya harus turun dikit ya ini. Ini Toyota Urban Cruiser EV. Tapi by the way kita udah pernah bahas ya dan ini kan mobil rakitan India ya. Jadi karena ini mobil rakitan India kita akan serahkan ke yang biasa bahas mobil motor India ya. Oke terima kasih Bapak Satria Katana. Jadi, yap udah pernah kita bahas sebelumnya si Toyota Urban Cruiser BV ini. Dan seperti yang dibilang sama Satria ya, dia buatan India, buatan good people, good jar puple [tertawa] ya. Jadi ini basisnya adalah Suzuki Iitara dengan platform Hardtech i dan tentu karena ini sudah dijual di Indonesia, jadi spesifikasinya sudah resmi untuk pasar Indonesia. Frontwheel drive dengan baterai sebesar 61 kWh dan dia mengeluarkan tenaga sebesar 170 power dengan torsi hingga 195 Nm. Jadi sekarang karena udah dibahas di bagian eksteriornya perlampuan depan, perlampuan belakang yang mirip Vitaranya. Jadi sekarang kita mulai masuk ke bagian interiornya langsung yuk. [musik] Oke, sekarang kita masuk ke dalam interior Toyota Urban Cruiser untuk pasar Indonesia ini. Dan Suzuki Evitara banget plek ketiplek. Cuma paling permainan warnanya aja dari speedometer yang kelihatan nyambung ini ya sama head unitnya. Terus setir sampai ke panel bagian tengahnya yang beda paling cuma tuas transmisi yang nanti kita bahas. Sekarang kita bahas soal bagian setirnya dulu ya. Dia ada tombol cruise control sama adaptive cruise control juga ya. Jadi ada lan keepeping assisnya juga dan di sebelah kiri itu tombol untuk multimedia mengatur head unitnya. Karena ini enggak bisa kita nyalain. Jadi kita tuh ya bisa ngelihat kalau layarnya kecil sebenarnya layar speedometernya enggak sampai atas ini. Jadi layarnya cuma segini doang nih. Tuh kecil tapi tetap informatif pastinya karena itu layar. Dan speakernya udah dari JBL loh. Wow hebat juga. Hah. Mungkin kalau dipinjamin nanti kita coba ya tes speakernya. Lanjut lagi, ada head unitnya. Dia lumayan besar nih head unitnya. Dan di bawahnya itu ada tombol fisik. Jadi enggak semua pengaturan untuk interiornya ada di layar. Masih ada tombol fisiknya untuk mengatur AC, volume, dan multimedia ya, yang lain sebagainya. Di bawahnya lagi ada wireless charging, dua buah cup holder, lalu tuas transmisi yang persis tuas transmisi ala Toyota. Jadi cara pengoperasiannya kita tekan dulu ke dalam baru dipindah ke kiri atau ke kanan. Lanjut lagi. Di sebelah kanannya ada drive mode dan di sebelah kirinya ada ini one pedal driving nih sama mode snow. Jadi ada mode snow walaupun dia front wheel drive doang bukan yang tipe all wheel drive. Di belakang tuas transmisi ada electronic parking brake dan ada electronic auto hold-nya. Lalu kompartemen penyimpanan kecil. Untuk konsol bagian tengah dia agak dalam sedikit tapi enggak terlalu besar memang dan tidak bisa dimajuurin fix. Tapi untuk menyimpan barang tersedia kompartemen penyimpanan terbuka yang luas di bagian tengah sini. Oke, lanjut lagi. Ini untuk interiornya udah soft opening ya. Tuh jadi bisa ngelambatin dia. Dan itu dia untuk bagian interiornya. Nah, sementara di bagian atas kita disuguhkan. Toyota bilang ini panoramic sunroof tapi enggak sampai belakang. Jadi, sebenarnya cuma sunroof doang dan enggak bisa dibuka. Paten nih. Enggak ada tombolnya sama sekali di atas sini. Jadi, cuma lampu aja tuh yang udah LED tombol-tombolnya sama spion tengah yang udah auto diming. Jadi, udah keren. Ada deskamp juga nih. Jadi, mungkin termasuk ke dalam paket pembeliannya. Dan untuk Toyota urban Cruisser ini sama seperti BZ4X ada Toyota T in touch. Jadi bisa fitur find my car dan fitur geoancing pun sudah tersedia di Toyota Urban Cruiser ini. Dan satu lagi tentunya ada kamera 360. Jadi walaupun mobil kecil tapi tetap visibilitas sejelas ketika kita mau melewati jalanan kecil atau bermanuver di dalam kota. Sebelum kita pindah ke belakang, kita di sini pengin ngestahuin kalau misalkan untuk artikulasi pengaturan kursinya dia udah elektrik untuk pengendara aja. Untuk penumpang depan dia sama sekali belum elektrik, masih manual. Tapi untuk bagian pengendaranya tuh drivernya dia ada lumbar support. Cuma maju mundur aja lumbar supportnya. Tapi artikulasinya juga banyak nih, maju mundur, reclining, naik turun itu bisa semua dan setirnya tilt sama teleskopik tuh ya. Oke, jadi posisi berkendara enak banget. Oke, jadi sekarang kita pindah ke bagian belakang ya. Sekarang kita masuk ke bagian dalamnya si Toyota Urban Cruser ini. Tapi sebelum gua masuk ke bagian dalam ini untuk pembukaan handle pintunya keren di pilar C dan jendelanya udah all semua dari depan sampai ke belakangnya. Jadi keren ya. Oke, sekarang kita berada di bagian belakang kursi penumpang Toyota Urban Cruiser. Dan ini posisi mengemudi gua ya. Dan gua dengan tingginya 164 cm. Headro lumayan oke. Dia enggak lega-lega banget. Jadi yang tingginya 170 cm mungkin mulai agak klustrofobik nih untuk bagian kepalanya. Sementara bagian lututnya lega. Lega ya. Tapi sayang karena dia mobil listrik jadi baterainya ada di bagian platform sehingga lantainya agak naik dan membuat paha enggak kes-upport sama kursinya dengan baik. Namun kalau kakinya kecil sih ya bisa diselipin lah ke bagian bawah kursi penumpang depan atau pengendara depan. Jadi masih enak-enak aja untuk berkendara di dalam kota. Agak pegal nih kalau buat jarak jauh. Oke. Lalu apa aja yang tersedia di belakang sini? Lampu interior LED dia di bagian kiri kanan ya. Terus enggak ada sirkulasi AC sama sekali. Jadi cuma ada colokan USB type C dan type A. Lalu ada kompartemen penyimpanan yang kecil banget di bagian tengah sini. Untuk seat pocket kantong kursinya cuma ada di bagian kursi penumpang depan aja. Sementara bagian kursi pengendara depan itu enggak ada seat pocket sama sekali. Hah. Pengiritan mungkin. [tertawa] Lanjut lagi. Dia head 3-tiganya sudah tersedia ya. Jadi untuk penumpang tengah pun sudah tersedia dan dia bisa jadi armr juga dengan dua buah cup holder untuk penumpang di bagian tengahnya. Seat beltnya juga udah tiga titik dan sudah ISOX. Tapi yang pengen gua highlight di sini kursinya empuk loh. Empuk. Enak buat nyender tuh ya. Hah. Asik juga sih sebenarnya. Oke kok buat dalam kota nih berkendaranya. Nah, sekarang kita mau kasih tahu kalau misalkan untuk pengecasan si Toyota Urban Cruisser ini dia udah pakai colokan CCS2 untuk fast charging-nya. Jadi udah pakai colokan type 2 untuk AC charging-nya. Berapa lama ngecasnya untuk colokan charging? Eh 6,5 jam untuk 0 sampai ke 100%-nya. Sementara kalau pakai dc charging itu bisa sejam kurang. Jadi di 10 sampai 80% itu hanya ditempuh dalam 44 menit aja kalau pakai DC charging yang maksimal pengecasan itu sampai 70 kW. Toyota Urban Cruer sendiri bisa menempuh jarak hingga 426 km. Oke banget. [musik] Oke, jadi itu dia Toyota Urban Cruiser yang resmi dijual di Indonesia dengan spesifikasi tersebut. Gimana menurut Lu, Ustaz? Oke, ini mobil Toyota listrik, ya. Benar Toyota listrik R juta sih masih oke lah ya sebenarnya. Oke loh. Oke. Tapi [tertawa] ini 759 kan 759 yang itu 799 selisihnya cuma R0 juta. Tipis lah ya. NMAX aja enggak dapat kali ya kalau yang turbo ya. Heeh. Jadi ya mungkin kalau kalian lihat mobil Toyota rakitan Indonesia udah biasa. Biasa. Biasa. Rakitan Jepang sudahud banyak. Banyak. Rakitan Thailand juga ada. lebih banyak lagi. Iya. Rakitan India nih. Kalau mau buatan good people, goodjar people. Ini langka nih. Langka. Nah, langka buat yang mau beda aja. Buat yang ingin melawan arus boleh enggak penasaran ya kan. Penasaran ya. Nah, jadi kalau kalian kepengin seperti itu ya 759 lah daripada nungguin yang kembaran si Suzuki kan ini. Tapi kalau kalian rasional ya yang itu udah jelaslah. Cuma selisih R juta [tertawa] asli buatan Indonesia. Lebih gede, range lebih jauh ya kan. Harusnya sih lebih enak. Kita belum nyobain sih ya, tapi moga-moga dipinjamin nanti ya. I moga-moga dipinjamin. Tapi kalau Indonesia mah belinya yang ini kali ya. Lebih [tertawa] rasional ini sih. Hybrid tinggal ini. Ya udahlah. Okeah. Itu aja ya kesimpulan kita dari video ini. Jika kalian suka dengan konten ini, klik like, subscribe dan tekan lonceng untuk mengutah video seru selanjutnya dari Autonet Max. Gua Baga Satrio. Betul. Saya Satri Katana. Sampai ketemu Dadah.

Lihat di YouTube