TOYOTA CENTURY Generasi Ke-2 Rajanya JDM | Motomobi Used Car Exclusive (YouTube Video)
merupakan generasi kedua dan mobil paling legendary dari Toyota. Dikenal untuk jadi mobil orang super kaya di Jepang, termasuk juga para yakuza Jepang. Jadi, ini adalah mobil yang paling ditakuti di Jepang. Ini adalah Toyota Senturi generasi kedua. Hello YouTube, selamat datang di channel Motomoto. Ini merupakan used car review termewah kami dan mobilnya sama sekali tidak bisa Anda beli. Jadi, ya car review spesial ini Om Mobi yang review. Yes, kami pernah mer-review generasi terakhirnya yang terbaru ada di channel Motomobi tahun 2021 lalu. Kami merasa sangat beruntung bisa mer-review sekaligus nyetir mobil yang dipakai kekaisaran itu. Kami sangat berterima kasih kepada yang punya yang mempercayakan kepada kami. Dan ternyata orang yang sama juga membeli Toyota Senturi generasi kedua. Wah, ini merupakan Senturi yang paling kami suka dari semua generasi. Toyota Senturi merupakan Toyota yang benar-benar mereka buat pakai hati. Rakitan manusia, bukan mesin seperti Rollsroyce atau sejenisnya. Research and development dilakukan untuk memaksimalkan kemewahan, kenyamanan, kekedapan, semuanya dimaksimalkan. Tidak seperti Toyota-Toyota pada umumnya yang dibuat pakai kalkulator untuk keuntungan. Kalau Senturi ini berbeda. Sebenarnya kami sudah ceritakan sedikit sejarah tentang Toyota Senturi pada video yang lalu itu. Tapi worth it sekali rasanya kuota handphone Anda untuk mendengarkan sedikit sejarahnya lagi dari pandangan kami. Generasi pertama lahir di bumi tahun 1967 dengan kode body G20, G30, dan G40 karena banyak facelift. Tahun 1967 merupakan tahun yang sama Toyota memperingati 100 tahun kelahiran pendiri Toyota Industries yaitu Sakichi Toyota. Yes, 100 tahun berarti satu abad. Bahasa Inggrisnya adalah Senturi. Jadilah namanya Toyota Century. Ha, menjadi suatu nama yang keren. Zaman itu belum ada merek Lexus. Jadi ya memang ini jadi Toyota yang termewah. Hmm. Ya, sampai sekarang sih itu jadi yang termewah Toyotanya. Generasi pertama ini bentuknya sangat mewah dan timeless di masanya. Walaupun mirip dengan crown besar, tapi inilah dasar bahasa desain yang dipakai untuk generasi-generasi Senturi selanjutnya. Generasi kedua lahir tahun 1997 dengan kode body G50. Yes. 20 tahun kemudian, lama sekali merupakan mobil yang kami review pada video ini. Spionnya itu ada yang model tanduk seperti mobil dulu, ada juga yang model biasa di pilar A. Yang paling spesial pada mobil ini adalah mesinnya V12 yang didevelop khusus hanya untuk mobil ini dan merupakan mesin Toyota yang terhalus. Kemudian generasi ketiga lahir tahun 2018. Yes. 21 tahun setelah generasi kedua lahir dengan kode body G60 memakai platform yang sama yang dipakai Lexus. Lexus juga sayang sekali sudah tidak makai mesin V12 jadi pakai mesin V8 hybrid seperti yang dipakai pada Lexus LS600 hybrid. Kalau mau lihat detailnya mengenai mobil ini, silakan buka review kami yang itu. Nah, sekarang saatnya Senturi yang paling kami suka. Akhirnya kita bisa mer-review Senturi generasi kedua. Aduh. Dan diapit oleh dua Senturi generasi terakhir, yaitu generasi ketiga. Ada yang warna biru. Ini sudah pernah kita review di channel Motomobi juga. Itu warna silver. Bedanya kalau ini kulit dalamnya, kalau ini fabrik ya. Tapi ini spesial. Kalau itu karena masih ada barunya mungkin masih bisa dimasukin lagi sama importir umum. Kalau ini, ini sudah. Hah. Bagaimana menurut Anda? Ganteng mana generasi yang ini atau yang ini generasi ketiga? Silakan komentar agar spam-spam judul pada tenggelam komentarnya. Dari sejak tahun 97 sampai dengan 2017 ini diproduksi. Kalau ini masih baru dari sejak 2018. Duh, pertama kali kami ngelihat suatu Senturi itu adalah ini di ee di Tokyo waktu dulu sekali dan ini klasik Senturi ya. Tampangnya itu enggak terlalu banyak berubah sebenarnya. Dia ciri khasnya masih bertahan di sini dibanding sama ee generasi sebelumnya. Tetap ada gambar ayam emasnya. Bukan ayam sih, ini phonix ya. Dan ini C Senturi. Grillnya aduh bagus, lampunya bagus. Tapi teknologi LED boro-boro LED ini. Xenon aja belum ya. Ini masih bolam halogen biasa. Semuanya masih bolam-bolam biasa karena belum waktunya masuk ke dalam teknologi itu waktu zaman mobil ini keluar. Tapi di tengah-tengah ee generasi kedua ini ada facelift baru ada xenonnya. Lampu xenon. Lampu depannya memang masih halogen, tapi ternyata lampu belakangnya ada sentuhan LED juga. Dan ini ada lampu kecil. Ini khas tahun sedan mewah di tahun 90-an itu wajib ada ini. Enggak tahu fungsinya apa. Mungkin fungsinya untuk kira-kira ujungnya se mana. Mobilnya biar enggak nabrak. Kan ada seinnya lagi di pinggir. E sama kayak generasi terakhirnya semuanya ini bawahnya tuh chrome chrome gitu. Mewah sekali dan ini velegnya veleg kecil ya enggak kayak zaman sekarang. Zaman sekarang ini veleg besar tapi walaupun masih masih ini 18 inch ya sih kalau enggak salah kan. Iya 18 inch. Kalau ini 16 inch. Bannya 225 tebal 60. Ada gambar ayamnya. Eh ayam phonix pengen ngukur panjangnya deh ni. 5.270 mm. Masih panjangan ini. Ini 53-an kalau enggak salah. WH base-nya. Wah, panjang nih. 3.25 mm. Panjang wheel base-nya. Dan belakang masih ada overhang belakang panjang buat bagasi. Depan juga masih ada overhang. Nah, untuk Senturi yang baru ini ke mobil biasanya juga lebih panjang karena mereka kabinnya itu belakangnya lebih lega sebenarnya yang baru. Kalau yang belakang enggak selega yang baru. Tapi nanti nonton videonya sampai habis. Ada kebanggaan V12-nya di sini karena ini masih pakai mesin V12. Belakangnya dong klasik sekali. Senturi. Hah. Lampu-lampunya juga nih, lampu khasnya masih dipakai sampai generasi yang terbaru. Dan bukanya kalau enggak salah masih dari dalam tuh elektrik. Wah, gede bagasinya. Cuma enggak sampai dalam ini karena ada komponen AC atau kulkas di dalamnya jadi lega. Enggak terlalu dalam dan enggak terlalu dalam ke sana juga. Banser full size lah zaman itulah ya. Iya, banser full size masih komplit. Ini sebelah sininya ada tempat tool kit tuh. Ini tool kit-nya. Apakah masih komplit? Kita lihat komplit tuh. Masih diplastikin malah segitu doang sih tokitnya. Lutupnya dia enggak power tailgate zaman ini. Belum power tailgate. Belum zamannya juga nyedot. Sekarang mesinnya gampang nyarinya tuh di sini. Wah, V12. Mesin ini dibuat Toyota hanya untuk Toyota Senturi, enggak untuk mobil lain. V12 5000 cc, 276 horsepower, 460 Nm. Nyalurkan tenaganya ke roda belakang. Rear wheel drive. Ini mesinnya naturally. Remnya masih pakai vacuum booster. penuh gitu ya. Senang ngelihat mesin penuhnya. Sesungguhnya kami lebih suka ngelihat Senturi yang ini dibanding yang ini ya. Keren sih itu cuma lebih modern dan ini tuh Toyota seperti berusaha membuat kenyamanan ya dari teknologi yang masih pas-pasan zaman dulu. Kalau ini dua mobil kenyamanannya dipakai benar-benar pakai teknologi ini enggak nih masih row kenyamanan yang benar-benar mereka berusaha keras untuk mencari. Kita ke depan dulu sebelum belakang. Nah, ini pintu depannya dia tidak soft closing. Biasa nutupnya dan mantap banget suaranya. Uh, blep. Kalau yang belakang dia soft closing. Vakum kata kalau kata orang lama bilang. Nah, ini pintunya, door trim-nya juga. Aduh, ini bentangan kulitnya semuanya kulit-kulit dan ini klasik sekali ya zaman dulu sekali nih. Dia ada seperti lapisan besinya metalnya untuk ini. Nah, ini fungsinya macam-macam berbahasa Jepang. Tapi pas ini kaca. Kaca depan ada auto up down. Cek kiri ada auto juga tapi enggak auto up loh. [Musik] Hei gak auto up down yang belakangnya. Yang kiri depan cuma auto down. Kalau yang driver side auto up down. Dan yang driver side sini ini tuh dia nongol sendiri biar nyarinya gampang kali kalau di tol. Nah ini untuk naik turunin seat belt. Ini untuk pemanas jok. kanan dan kiri. Ini enak nih ngerjain orang sebelah kiri. Tapi kok ada dua ya? Seit heater, rever seat sama rear seat. Kok belakang sih? Belakang diatur di sini berarti. Nah, ini untuk lock unlock kaca. Ini untuk ee ngunci jendela. Untuk bukanya nih. Lihat tuh. Mewah sekali kayunya. Ini kayu beneran bukan diilaminate. Ini ada asbaknya tuh lihat tuh. Dan bukan hanya asbak, cuma dari dekat. Dia punya personal light tersendiri. Coba udah ada yang makai belum? Sudah. Kurang ajar. Kesel banget tempat naruh-naruh. Di sebelah sini nih ada diming lampu kabinnya ngelipat spion, ngatur spion standar aja. Ini buat ngangkat telepon. Ini buat voice comand. Wah, ada voice comand. Dan ini standar ini kayak kayak di Herrier ya, kayak di mobil-mobil masa 2000-an aja nih. Buka tangki, buka bagasi. Ini buat ngunci bagasi. Terus kalau kita lihat ini, ini kan kayak Toyota di masanya nih. Persis begini way ada lumbar support. Entar entar kita dengerin dulu suara mesinnya. Aduh suara starter V12 Kangen seri 7 kami. Suara starternya mirip kayak gitu, Cret. Terus rata sekali lihatnya. Enggak ada getaran sedikit pun. Mesinnya rata. Kemewahan interior khas Toyota pada masanya mungkin kalau melihat sekarang seperti teknologi kuno, tapi ya inilah yang maksimal teknologinya pada saat itu Toyota miliki. Meja dashboard biasa nih bukan lapis kulit ya, biasa. Nah, ini kayu kayu asli. Ini juga bukan lapis kulit, bukan lapis kulit semuanya ni dashboard. Dashboardnya bukan lapis kulit. Belum zamannya kemewahan itu lapis kulit di dashboard. Tapi door trim-nya sudah lapis kulit. Apa ini kulit? Enggak kan bukan kulit ini. Nah, joknya ini tidak seperti ee sentur yang sana yang biru. Ini joknya jok kulit. Jadi ada dua pilihan yang mau jok pabrik atau jok kulit begini. Yang lebih mewah sebenarnya yang fabrik. Kenapa? Ini kalau kita duduk sini kita pakai jeans gitu, kalau duduk itu kan suka ada suara. Nah, mereka mikirin sampai itu. Jangan sampai ada suaranya ketika didudukin. Makanya lebih mewah yang pabrik. Ada layar tengah. Ini merupakan suatu kemewahan pada zaman dulu. Dan ini ada navigasinya. Kita berada di laut. Lubang asinnya. Lu AC enggak bisa auto nengok-nengok gitu. Ini buka tutup. Ini hazard. Ini apa ini? Oh, indikator seat belt. Dari atas. Current location ke tengah. Destination setting, menu information image quality buat settings, TV set. Orang Jepang tuh senang nonton TV di mobil nih. Kalau kita pencet TV, pencet ini TV nih. Nah, ini TV. Zaman dulu tuh banyak mobil-mobil JDM masuk ya. Eh, tapi belum ada Google Translate yang pakai kamera. Jadi membingungkan sekali. Oke, ini ada Ctrl AC. Dia ada kebagi dua bagian nih. Atas ctrl AC, bawah untuk audio. Untuk ctrl AC dia dual zone enggak sih? Iya, dual zone. Ini suhu sebelah kiri, ini suhu sebelah kanan. Rear seat, air conditioning or air purifier. Oh, ada air purifier nih. Buat nyalain AC belakang. Yang kiri automatic. Yang ini enggak kebaca nih. Lambik apaan lagi? Buat nyala-nyalai belakang lah pokoknya. Terus ini buat sirkulasi AC. Eh, enggak deng, ini buat mode arah-arah. Nah, kemudian audionya. Nah, audionya nih dia enggak bisa dibilang satu DIN karena ukurannya beda sekali sama 1 DIN. Lebih lebar dan lebih tinggi ya. Enggak bisa diganti-ganti nih. Head unit masih ada SW. Ini TV nih audio lagi ke TV tadi bisa ngencet TV soalnya kita balikin ke FM. AM FM frekuensinya hanya sampai 90. Nah, kemudian bawah sini shifternya. Nah, shifternya model gate dan ada eh sequensialnya, sport mode dan sequenal drive, sport dan manual mode. Ada manualnya Senturi. Ini ada beberapa tombol-tombol nih. Ada shift loock ini buat kalau mau netralin pas parkir. Traction control off. Udah ada traction control-nya. Power EC TTS. Ini untuk ngatur gearbox-nya. Model power RPM tinggi ngopernya apa enggak. Nah, ini untuk maju mundurin jok depan buat bosnya nyuruh sopirnya. Eh, majuin sebelah kiri di sini. Negative ion. Oh, ini buat ion. Ini buat ion nih. Buat mendingin jok setirnya. Nah, setirnya juga nih khas ke Toyotaan zaman dulu, tapi ini Senturi. Logonya Senturi. Oh, ya. Di mobil ini tidak ada sama sekali logo Toyota ya. Kecuali mungkin di dalam mesin kecil-kecil Toyota-Toyota tuh mungkin ada. Tapi di sini bukan logo Toyota yang pasti. Nah, ini ada tombol lagi nih. Sini nih. Ini sebelah kiri ini buat tirai belakang. Bisa jalan enggak? Ih, bisa. Masih, masih bisa. K tutup tira belakang. Gorden. Gordennya elektrik. Dan yang ini untuk naikin mobil karena ini suspensinya tuh airsus atau hidrolik ya. Intinya buat buat mobil dina naikin dulu dikit buat ngelewatin medan-medan yang bebatuan ini dikit naikin dulu balikin lagi. Kalau udah ketemu aspal lagi baru dibalikin lagi. Nah, ini ada tarikan untuk rem tangan. Rilis ditarik kayak di crown ngremnya diinjak. Zaman ini belum ada rem tangan jari. Jadi belum ada electronic parking brak. Masih model begini. Halus banget nariknya. Satisfying gitu suaranya. Setir enggak ada tombol apa-apa sama sekali. Tapi sebelah sini ada bendulan untuk cruise control. Jangan harap ada adaptif cruise control ya. Enggak ada nih. Toyota tahun 2000-an persis pakai ini barang yang sama. Cruise control on, cruise control off, set, resume, cancel. Ini juga model Toyota pada umumnya. Ini lampunya switch-nya. Dan ada autonya dong tuh. Auto headlamp nih. Lampu sand fog lamp. Kemudian sebelah kiri untuk wiper tidak ada auto wiper, belum ada teknologi auto wiper untuk zaman ini. Cuma intermittent-nya bisa diatur di sini. Instrumen cluster very, very, very simple. Ini instrumen clusternya sangat-sangat simpel sekali. Tengah speedometernya secara digital, kanan temperatur eh air radiator, kiri adalah bensin. Ini odometer yang kita bisa ganti, motrip meter apa odometer. Tengah ini warning-warning. Ini pintu lagi kebuka, jam dan suhu luar. Terus ini indikator gigi shifternya seberapa. Ini tombol-tombol untuk ganti jamnya. Cuma jamnya tuh enggak ada di sini ya. Surprisingly di sini dia. Kepraktisan ada apa aja? Ini kantong pintu ya. Bisa naruh botol mungkin botol yang kecil bisa buat naruh-naruh handphone juga mungkin. Kemudian di tengah tuh ada ini buat iman nii. Ini buat naruh-naruh konsol tengah lah intinya. Terus pinggir-pinggir ini emang dibuat untuk ampres. Jadi enggak untuk buka-buka naruh barang bisa deng dibuka. Ini kalau buat buka tengahnya doang. Ini untuk buka keseluruhan. Nah ini ini buat Imaninya Jepang nih. Masukin sini crup lacinya seberapa besar? Soft opening. Kecil banget lacinya. Bukanya sih dikit sih. Yes. CD changer. Buat anak sekarang yang belum pernah lihat ini nih. Lihat nih. Ni suatu hal yang aneh buat anak sekarang. Dia bisa dimasukin CD-CD. Ini masih ada CD-nya. Tengah sini ada W cup holder. Cup holder tapi kecil-kecil gitu dan gampang jatuh gitu. Minuman cup holder zaman dulu. Wih, lumayan nih udah mulai mikirin cup holder. Sekarang posisi nyetirnya electric seat semua kan. Oh, elektrik dan teleskopik. Oh, posi nyetirnya sih sempurna nih. Enaknya ini. Asik banget ya. Sekarang belakang. Uh. Hasnya pengin buka sepatu. Uh. Hah. Terlalu enteng. Kayak enggak perlu vakum gitu loh pintunya. Tutup segitu segitu enteng. Masih divakumin juga. Seperti ini duduk di generasi kedua dari Senturi. Nah, ini kalau di belakang posisi nyetir kami posisinya ya kurang lebih segini. Lega? Yes. Lega. Lega banget enggak? Untuk ukuran mobil mewah sih enggak terlalu lega. Cuma ini ada kemewahan yang luar biasa nih di belakang sini. Tidak ada di Senturi yang baru. Ini bisa kita buka. Kemudian kaki kita masukin sini. Ah iya. Yes. Ah enaknya harusnya mobil sekarang kemewahannya begini aja. Kapa kalau enggak ada orang, enggak ada ajudan di situ kan enak ini. Enaknya coba kalau misalnya kita sambil kita atur. Hm. Udah tahu dong. Jok depan masih bisa kita majuin di sini. Mana? Majuin jok depan. Wah. Ah, udah nih maksimal. Waduh, begini amat ya. Enak banget loh. Ya ampun, ini rasanya jadi yakuza di Jepang. Eh, mikirin mau nguasain wilayah di Tokyo mana lagi nih? Ini rasanya. Door trim-nya. Door trim-nya nih. Ada pemanas dan apaan tuh? Satu lagi ada pijetnya. H enak bagian bawah lagi pas bagian pegal kami. Buat buka kaca. Eh, ada autonya yang depan. Enggak ada auto. Kenapa ini? Ada autonya ini buat pemanas jok belakang. Nah, ini ada asbaknya juga sama tetap ada lighternya di setiap jok. Kita lihat ini buka pintunya sama gini nutupnya. Ini pegangan terus ada ini pegangan buat orang tua juga. Ada ini panjang pegangan. Terus ada ini kaca buat ngaca. Ini akhirnya semua S C tuh ada ginian AC belakang gantungan. Lampu belum ada LED zaman dulu. Ini ada dimingnya nih. Lampunya tuh ada dimingnya tuh. Terus di tengah-tengah sini ini ada kotak gede yang sebenarnya ngalangin tangan spir gitu. Cuma ini fungsinya atas tuh AC dan bawahnya adalah TV. Orang Jepang senang sekali nonton TV. Berikut dengan remote-nya. Ini adalah remote-nya. Nah, tuh remote-nya untuk ngontrol segala macam-macam. Berikut dengan ada cup holder. Langka sekali. Zaman dulu ada cup holdernya. Y cup holder untuk naruh gelas kecil ya. Di bawah ada CD. Bukan DVD kan CD ya compact disk. Terus ini ada colokan untuk RCA tuh audio video. Jadi bisa colok main PS zaman dulu mungkin buat naruh-naruh lagi. Bisa buat naruh handphone zaman sekarang. Yang ini ah ada mejanya di sebelah kiri. Keren. Sebelah kiri ada meja. Jadi untuk kalau kita bawa asisten sebelah kanan bisa buat nyatat-nyatat dia main komputer. Ada mejanya kita bos. Di sebelah kiri sini aman. Asal jangan ini dinaikin terus dekat-dekat gitu. Pencet lagi. Uh, kan. Ih, C. Ini ada kantong lagi. Kantong juga. Nah, yang di tengah ini komplit nih. Macam-macam itu untuk ngatur ini dan ada memorinya. Lumbar support sampai ada lumbar supportnya belakangnya. Ini juga sama nih untuk jok sebelah kanan. Ini untuk naik turunin headr kanan kiri ya. Terus ini untuk nidurin. Oh, ini bisa enggak enggak nih. Tuh. Kelihatan enggak? Wuh, komplit. Nah, ini ada pendingin jok juga. Kita bisa terus speed-nya. Aduh, komplitnya. Ini ada konsol. Nah, ini untuk audio nih. Berbahasa Jepang. Ini apa ya? Ada 12 volt paruh atlet nih. Ini adalah kaset buat recorder kaset buat anak zaman sekarang. Kasetnya tuh pakai pita ya buat nyimpan suaranya ya. Pita magnetic. Ini apa aja nih? Record kan tuh. Enggak deh. Buat nyetel biasa. Nyetel kaset biasa. Ini cuma play aja tuh. Eh, masih nyala. Iya. Audionya Audinya ke situ audinya ke mobil. Oh, ini colokan lagi. Headset ini dapat headset Toyota. Benar enggak? Wah, ada jamnya biar tepat waktu. Dia diatur individual ya, enggak jadi satu sistem sama jam di depan. Ini speaker-spaker nih pasti suara audionya enak. Seang saatnya kita coba jalan boleh enggak ya? Wah, nyetir Toyota Senturi generasi kedua kebanggaan yang sangat mentok rasanya. Tidak terlihat sombong seperti naik superc. Orang-orang yang mengerti saja yang bisa menghargai mobil ini. Pasti kebanyakan nyangka ini adalah seekor crown. Jadi terasa low profile dari tadi nyari RPM di mana ternyata kalau mesinnya hidup tuh kalau enggak ada warning tuh ternyata di bawah sini tuh RPM nih kalau digas tuh enggak tahu tuh per50. Nah, ini Om yang punya tuh ada di belakang nih ya. Semuanya itu punya dia dan dia enggak mau dikasih lihat di kamera. Aduh. Thank you ya, Om. Sama-sama. Saya berterima kasih sekali nih punya kesempatan begini nih. Seumur hidup belum tentu sekali loh, Om. Nih ya. Kalau kita ngelihat pandangan ke depan itu kap mesin gede sekali dan ujung-ujungnya tuh benar-benar kelihatan lampu ujungnya itu. Kurang gelap nih untuk dia nyala. Aduh rasa setirnya tuh rata. Mewah banget rasanya putaran setirnya. Aduh nyetir Senturi. Dan ini Senturi baru 15.000 km umurnya udah belasan tahun. Aduh nikmatnya. Senturi itu karena dia terfokusnya tuh di Jepang. Duh, empuknya kena fidur empuk sekali. Sentur itu ee di Jepang enggak enggak untuk ke pasar luar Jepang. Jadi, ya orang di orang di luar Jepang tuh enggak banyak tahu. Tapi ini adalah mobil super mewahnya Jepang. Ngayunnya sih belakang begitu jatuh ada mainnya ya. Tapi itulah kemewahan zaman dulu tuh keempukannya tuh sampai begitu. Di Jepang enggak ada polisi tidur. Di Jepang enggak ada polisi tidur loh. Ada main kayak kapalnya gitu. Tapi enak banget ini. Aduh, masih ada feedback sedikit dari jalanan ke setirnya. Rasa remnya tuh halus sekali. Duh, kan mainnya mesinnya ini kayak naik mobil listrik mesinnya halus. Iya, V12-nya itu yang bikin halus. Semakin dikit jumlah silinder semakin goyang mesin. Semakin banyak semakin tidak goyang mesinnya. Ini 12. Ampun enaknya tuh. Aduh. W kan torsinya dari RPM rendah tuh udah terasa banget. Inilah ngatur aspirated. Visibility pada mobil ini ya walaupun mobil ini sangat besar tapi nyetirnya itu tidak terlalu intimidating. Masih bisa terkontrol dengan aman. Namun ya kami agak kangen satu teknologi yang tidak ada pada mobil ini, yaitu kamera mundur. Melihat jendela keluar itu seperti nonton film bisu. Ada gambarnya tapi tidak ada suaranya. Zaman sekarang ini sebenarnya kekedapan macam ini lumayan normal pada mobil-mobil mewah yang baru. Tapi ingat, ini adalah mobil pada masa akhir 90-an. Suspensinya memang tidak senyaman Senturi yang baru. Kalau Senturi yang baru itu masih dipadukan dengan teknologi suspensi terbaru. Kalau yang ini ya empuk, empuk sekali. Sampai melewati polis tidur pun itu mengayun-ngayun. Nah, ini merupakan ayunan-ayunan yang bisa bikin ketiduran kalau jadi penumpangnya. Rasa setirnya ini ya tidak direct dan kurang ada feedback. Tapi setup steering seperti ini merupakan yang paling cocok untuk mobil macam ini. Remnya juga rasanya seperti ngerem mobil tahun 90-an yang ringan. Walaupun sebenarnya ini adalah mobil yang berat. Beratnya lebih dari 2 ton. Rasa gasnya itu kalau dipencet mobil ini melaju effortless. Yes, mobil berat ini sudah pasti effortless power-nya dengan mesin V12 yang sangat sangat sangat halus. Overall mengenai nyetirnya mobil ini bisa langsung membayangkan jadi spir Yakuza. Mungkin jari Anda sudah hilang satu kalau jadi sopirnya. Ya ini jadi mobil pemerintahan Jepang juga sih. Tapi lebih keren kalau dicap sebagai mobil Yakuza. Aduh enaknya tuh. Huh. Aduh rasanya mau nitisin air mata dong. Ngyetir mobil lagi gini. Aduh ini dia di aspal. Aduh. Uh, enak. Velek 16 loh. Iya, veleg 16 itu. Makanya zaman dulu tuh masih mikirin, oh kalau untuk nyaman bannya tuh masih tebal, profil 60. Kalau sekarang kan gayanya dulu tuh veleg di 18. 18 masih enak 20 ya tergantung profilnya, Om. Kalau mobilnya kecil di 18 enak juga. Nah, ini lampu depannya. Lampu depannya belum. Belum. Iya, belum LED, belum xenon. gelap aja gitu kuning. Cuma ini udah lampu lampu lampu apa halogen terterang di masa itu mungkin bisa jadi coba bisa berhenti alus banget gak? Nah, bisa berhentinya gitu enggak ada rasanya. Wah, delivery power-nya tuh smooth, halus, ngisi tapi torsinya. Oh, suara dari luar tuh enggak ada sama sekali ya. Cuma ada paling ada suara ban dikit. Ya udah, halus ya. Iya. Tuh, yang rendah tuh nariknya. Siap. Enggak usah perlu teriak-teriak mesinnya ngisi terus. Ya ampun, mimpi apa biasanya tersenturi? Overall mengenai Toyota Senturi generasi kedua merupakan mobil yang cocok untuk Anda. Orang super kaya yang merindukan nostalgia kenyamanan akhir tahun 90-an dan cocok untuk Anda orang super kaya yang low profile, mau nyaman dan kemewahan tapi tidak mau dipandang bermewah-mewahan untuk kebanyakan orang. Ya, mengingat kelangkaan mobil ini, mobil ini memang sangat amat langka di Indonesia. Mungkin tidak lebih dari jumlah jari pada salah satu tangan Anda. Jadi, untuk Anda yang ingin sudah bisa dibilang hampir tidak mungkin mendapatkannya. Ah, keep on dreaming. Semua ini adalah peni pribadi saya. Kami timobi tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Omobi, dan Mmobi apabila belum berikutan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cekmotomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.
