TOYOTA CRESSIDA | Underrated Tapi Nyaman | Motomobi Retro (YouTube Video)
Toyota memang senang sekali mengisi celah segmen pasar otomotif. Sebagai contoh di segmen sedan kelas menengah dan atas diselipin [musik] Toyota Cresida. Sedan empat pintu ini berada di atas Corona, namun di bawah crown. Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah segmen Motomobi retro. Melalui segmen ini kami akan mengulas mobil-mobil keren yang pernah ngetop di masa lalu dan masih mengundang banyak perhatian di masa kini. [musik] Pada pertengahan era 1980-an, Toyota Cresida dengan kode body GX71 ini hadir di Indonesia [musik] hanya dalam satu varian saja, yaitu GLXi atau kalau dibaca cepat jadi Galaxy. Mesinnya juga tersedia dalam satu tipe saja. 1GE 2000 cc tapi sudah electronic fuel injection. Bisa dikatakan inilah Toyota bermesin fuel injection pertama yang dipasarkan secara resmi di tanah air. Wah, sida ternyata yang pertama. Untuk lebih jelasnya, review ini akan dilanjutkan oleh paman-paman itu, Paman Didot. Silakan, Paman. Untuk pertama kalinya di Motomobi Retro, kita menampilkan mobil yang tidak mulus. Tapi meskipun enggak mulus-mulus banget, tetap ada spesialnya. Bayangkan Anda di pertengahan tahun 0-an, karir Anda bagus, posisi Anda mungkin sebagai manajer atau general manager atau mungkin staf ahli, Anda merlukan mobil kantor atau company car, tapi Anda tetap pengin nyetir sendiri yang merepresentasikan karir Anda, pilihannya salah satunya adalah ini. Toyota Cresida GLXi GX71. Toyota Cresida GLXi pertama kali dijual di Indonesia itu tahun 1985 dan berakhir di 1989. Meskipun yang tahun '89 itu sebenarnya 1988 tapi sisa produk jadi [musik] masih ada jadi dijualnya tahun '89. Oke, sedikit sejarah tentang Toyota Cresida. Jadi sebenarnya nama Toyota Cresida itu adalah versi eksort dari Toyota Martu. Nyinggung martu berarti mundur lagi nih. Ada Toyota Corona Martu pertama kali dikeluarkan di tahun 1968 itu sebagai pembeda dari Toyota Corona yang sudah ada. Jadi Toyota Corona Mcto merupakan versi yang lebih mewah lah ceritanya daripada Toyota Corona. Jadi CC-nya lebih besar, penampilannya lebih keren, fitur-fiturnya juga lebih mewah. Berjalannya waktu sampai awal tahun-an, nama Toyota Corona Martu langsung dilebur aja jadi Toyota Martu. Makanya pas era mobil ini X70 series itu jadi Toyota Martu aja. Kemudian kembarannya ada tiga. Jadi Toyota Cresida, Toyota Chaser, dan Toyota Cresta. Karena ini di pasaran di luar Jepang berarti namanya Toyota Cresida seperti di Amerika juga namanya Toyota Cresida untuk tipe X70 series ini hadir Indonesia hanya ada satu varian tipe GLXi dengan mesin 2000 cc 6 silinder. Oke, ada beberapa perbedaan fisik dari yang tahun-tahun awal Toyota Rida ini tahun '85 86 itu agak beda dengan yang tahun '87 sampai 9. Paling utama kelihatan di depan adalah grillnya. Kalau yang awal 8586 itu grillnya garis-garis enggak kotak-kotak ini kotak-kotak ini mulai tahun '87 sampai 9. Se depannya juga beda. Kalau yang tahun awal itu sederhana banget, polos. Yang 87 sampai 89 nih ada kayak kupingnya gitu. Plus ini ada ciri khas mobil JDM banget. Ini vender marking. Orang kadang bilangnya kuku macan. Mikanya udah enggak ada nih. Yang sebelah sana masih ada. Jadi ini sebenarnya bukan lampu tapi cuma penanda bahwa ini ujungnya mobil. Dia enggak pakai sistem kelistrikan sama sekali. Cuma ngalirin mirroring lampu kecil. Jadi cahaya lampu kecil ini dimirroring pakai fiber optik. Jadi ini kelihatannya nyala padahal tuh cuma ngalirin cahaya doang. Oke ini semua tahun ada. Nah perbedaan lain dari yang tahun-tahun awal dengan yang mulai stand tahun '87 itu lis body. Kalau yang awal-awal lis bodnya chrome-nya di bagian atas. Oh, ini kan udah di tengah-tengah gini. Nah, itu pembedanya. Velegnya bukan kayak gini. Nah, ini velegnya pakai punya yang versi build up MX73. Jadi, kalau di Amerika veleknya kayak gini. Di Australia juga ada veleknya aloy. Nah, kalau yang buat pasar Indonesia itu veleknya velek besi. Velek kaleng pakai dop. Dopnya garis-garis gitu. Tapi perbedaannya juga ada per pre facelift dengan yang facelift. Yang pre facelift yang tahun awal itu bagian tengahnya warna emas. Kalau yang muda yang 8789 itu tengahnya hitam. sisanya sama body sisanya sama cuma samping ini ya list body aja tadi. Ciri khas mobil yang premium saat itu selain bentuknya karakter mobilnya kotak-kotak garis tegas segala macam penampilannya didongkrak dengan sejumlah aksen chrome. Frame jendela, frame kaca depan, lis plang bawah, handle pintu. Jadi kelihatan ada aura premiumnya. Ini juga nih kaca yang terakhir nih frame-nya chrome-chrome semua. Nah, ini juga nih. Kenapa hilang? Karena sering banget kan buka tutup. Buka tutup kadang nyangkut jadi lepas. Solusinya ya beli baru enggak ada nyari second aja. Malas beli. Kalau siapa tahu punya serapan list body yang lain-lain nih potong aja tempel sini. Paling enggak serupa lah. Kita lihat belakangnya. Oke, bagian belakangnya ya serupa tuh garis-garis semua. Pokoknya semuanya aksen tegas lurus saja varian cuma satu aja di Indonesia. GLX. Nah, baik Marku, Cresida, Kresta atau Chaser itu juga ciri khas pembedanya enggak cuma lampu depan, tapi juga lampu belakang. Ini versi yang build up, versi luar itu ada yang lampu mundurnya di atas, Nya juga di atas. Kebalikan ini ya, ada juga yang bentuknya agak miring tuh macam-macam. Jadi kalau yang Indonesia bentuknya gini aja. Tahun awal sampai terakhir sama aja. Bumper kalau yang versi Amerika jelas lebih panjang karena buat regulasi keselamatan berkendara di Amerika. Kita lihat bagasinya diumpetin lubang kuncinya bisa buka dari dalam juga sih. Bagasinya cukupan, enggak gede-gede banget. Dan ini terlihat ownernya suka ngoprek-ngoprek mobil sendiri karena banyak parts. Ada kursi lipat berarti gampang buat meet up nih. Tinggal buka tempat duduk langsung bisa nongkrong. Ban serpnya disimpan di sini. Kemudian ini karpetnya full bawah samping sampai sini. Tapi atas enggak ada sih. Sini aja. Nah, ini juga salah satu kalau dibilang kekurangan ya, bukan kekurangan tapi tantangannya punya Toyota tahun -an itu keroposnya luar biasa. Apalagi kalau sering kena hujan, nyucinya enggak benar. Spot kroposnya Kresida itu bagasi nomor satu nih. Terus ada di ban serep tuh udah mulai-mulai tuh. I kan nih pintu juga selip-selipan kaca jendela depan belakang itu juga tempat banserep kan kelihatan nih di sini tuh ya kan ini udah ditambel-tambel nih pintu benar kan tadi saya bilang pintu tuh pintu udah pada bangun nih sparbard juga ya kalau bisa kalau punya Toyota Crisida cari yang bodinya masih bagus meskipun sulit kalau ini dikerok pun dapat yang body bagus dikerok pasti ada deh hadiah buat tukang apa mekanik bodya. Waduh ini keropos ini karat itu pasti ada. Oke meskipun luarnya kayak gini enggak mulus-mulus amat Anda mesti lihat interiornya. Oke kita duduk di dalam. Wah mewah banget joknya tuh. Bahannya halus banget. Bludru gini mana ada aksen kancing-kancing gini. Ini udah kayak sofa di rumah nenek atau rekan kamius bilangnya interiornya Toyota Crisit itu kayak jok lagi resepsi penganten. Bentuknya karena ada kancing-kancing kayak gini halus duduk juga. Wih, asik banget. Empuk asli ini empuk loh. Luar biasa kayak mobil Eropa gitu. Ruang kakinya ya pas-pasan aja. Headro pas juga ada seat belt belakang, ada head rest belakang. Jadi, oh duduk belakang. Hmm. Hmm. Oke. Nah, ini interiornya warna merah marun. Jadi, Toyota Crisida di Indonesia itu ada tiga warna interior. Yang awal warna coklat, kemudian ada warna abu-abu, dan yang terakhir adalah warna merah marun. Itu juga penanda. Kalau yang tahun-tahun awal rata-rata coklat. Kemudian ada versi abu-abu itu mulai tahun '6-an kemudian disusul tahun '87 ke atas tuh warna merah. Sebenarnya ada warna biru, tapi enggak masuk Indonesia, kecuali Kersida yang build up. Oke, kita pindah ke depan. Oke, kita berada di posisi pengemudi. Oke, tetap sama nuansanya juga asik banget kayak di sofa, kayak duduk di sofa kayak kursi manten. Kemudian visibilitas bagus karena pilarnya tipis. Kemudian bidang kacanya benar-benar sampai habis nih. Semuanya kelihatan semua nih ujung-ujung semua tipikal mobil tahun '0-an dashboard-nya topi ada pakai topi gitu. Ini juga menonjol ke depan. Ini jam. Ini hazard electric mirror. Ini dimmer dashboard. Ini defolger. Nah, ini AC-nya juga asik juga karena pencet-pencet buat ngatur arah. Ini pakai vakum. Terus ini ya buat suhu. Ini buat blowernya. Tap-nya masih asli. Alpine green button. Nah, khusus yang ini. Mobil ini transmisinya otomatic. Nah, yang utomatic itu mestinya pertama kali keluar di Indonesia di pasarinnya itu tahun '65 tuh yang awal-awal masih manual semua. Kayaknya seperti itu. Kalau ada yang tahu lebih lanjut tolong dikomen aja. Simpel banget. Konsole juga cukupan. Ini buat nyimpan-nyimpan ini naruh-naruh dompet mungkin kaset glove box ukurannya cukup. Ada BPKB. mau langsung beli bukan deng bukan BBKB mobil ini. Ah, ini bisa ditutup bisa dibuka. Yang asik ialah kalau yang transmisi matic dashboardnya digital. Duh, asik kan? Digital angka speedometer. Ini RPM ini, temperatur, ini bensin. Itu penunjuk posisi tuas transmisi. Oke. Kan ini setir bisa diatur tapi enggak ada belum ada teleskopik ya, cuma tilt aja. Ini se ini wiper ya. Simpel lah semua. Wah, asik. Idle up masih main. Stasionernya anteng banget. Penasaran lihat mesinnya ya. Ini mesinnya halus banget loh. Nah, tipe mesinnya adalah 1GE 1988 cc. Berarti 2000 cc ya. SOHC dengan sistem injeksi bahan bakar elektronis. Canggih banget saat itu. Jadi bisa dikatakan pas pertengahan tahun-an, tahun '85 itu mobil Toyota yang dipasarkan secara resmi dengan mesin injection elektronis pertama ialah Toyota Cresida. Oke, mesinnya 6 silinder. Karena 6 silinder itu halus banget. Kalau Anda cari di literatur zaman dulu iklannya ya, itu mesin 1GE ini di Toyota Cresida itu mesinnya hidup. Ditaruh gelas di sini airnya itu enggak gaju keluar jadi tenang banget memang memang mesinnya tenang banget. 6 silinder CC-nya kecil jadi halus banget. Sebenarnya mesinnya simpel banget enggak ada yang neko-neko kecuali sistem electronic fuel injection aja. Power steering ada di sini mau ganti busi kelihatan semua. Enggak ada yang kompleks sebenarnya, cuman karena dulu di tahun -an belum banyak mekanik yang ngerti mesin IFI, kecuali di bengkel resmi ya, itu kalau salah-salah ngutak-ngutik inilah ini atau majak jalur-jalur vakum ya itu jadi kacau. Nah, itu yang juga membuat kadang orang takut punya Toyota Cresida pas beli second ya. Kalau beli baru kan semua masih sehat. Nah, Toyota X70 series ini, platformnya X70 series ini itu mesinnya macam-macam. Ada yang mesin Y, ada yang mesin S, ada yang mesin G, ada yang mesin M. Nah, yang di Indonesia ya itu cuma mesin 1 GE aja. Di luar negeri banyak mesinnya. Dari yang 1800, 2.000 sampai 2.800 ada semua. Yang mesin turbo aja ada. Keren ya. Karena platformnya juga mirip-mirip dengan Toyota Celica Supra. Oke, c mesinnya enggak pakai cagak-cagak, dia pakai shock breaker. Jadi, keren banget di saat itu. Penasaran kan dengan rasa berkendaranya, saya udah lama banget enggak nyetir Cresida D matic. Udah mungkin lebih dari 10 tahun. Dulu ada teman saya juga punya, tapi udah lama banget itu. Jadi kita cobain bareng sama ownernya sambil ngobrol-ngobrol pengalaman dia punya Toyota Krisida ini. Oke, bersama saya udah ada Om Willy ini yang punya Toyota Cresida ini yang kita review di Motomobil Retro kali ini, Om. Thank you ya. kita udah boleh pinjam mobilnya. Siap. Sama-sama. Om, mobil ini udah pakai Crazy D ini udah berapa lama, Om? Ini co kurang lebih dari 2018 ya? Berarti 7 tahunan. Udah 7 tahunan dari tahun 2018. Terus ee kok milih Toy Crisida sih, Om? Apa emang dari dulu udah pengin apa emang ngincer-ngincer apa sebenarnya kalau untuk resida dari dulu jatuhnya cebur ya? Cebur awalnya. Iya. Iya, karena mobilnya juga underated ternyata kan. Iya. Iya. Ada masanya si Kresida ini benar-benar orang tuh menghindari banget. Enggak tahu kenapa gitu. Emang biasanya kenapa sih, Om? Orang kok dulu banyak yang ah gua enggak mau ah punya Kisa, gua takut apa malas atau gimana gitu. Biasanya rata-rata apa sih, Om? Kalau biasanya orang-orang ngindarin sih sejauh ini yang saya tahu mungkin konsumsi bensin ya. Oh, karena 6 silinder. Padahal kan sebenarnya CC-nya enggak gede-gede banget 2000 doang gitu kan. Karena teknologi injeksinya mungkin juga masih awal-awal. Oh iya. Jadi gitu belum efisien kan. Sebenarnya sih injection-nya enggak sistem injection-nya enggak ribet-ribet banget kan. Betul. Betul. Masih airfow terus EU-nya juga enggak kompleks. Iya cuman mungkin ya mungkin orang ya orang Indonesia kan CC-nya gede nih gitu. Belum biasa aja ya. Betul. Sama part mungkin body parts-nya lumayan susah ya. Oh iya. Mungkin juga orang ngindariin printil selama ini. Harus sabarlah. Heeh. Selama ini Om Billy pakai keris dia ini pernah kesulitan enggak? Ee nyari body parts. Kalau mesin okelah bisa sampai sembari jalan. Tapi kalau body parts kan kalau ada yang hilang tuh sebel banget ya. Iya ada beberapa sih cuman ada juga yang dapatnya masih bagus malah gitu. Tantangan terbesarnya apa sih Om? Kalau punya Krisida kan Om sudah tahun sudah 7 tahun nih 2018. Ini yang satu-satunya atau ada lagi atau gimana Omya Kisida? Ada lagi sebenarnya main ke KIS dari 2013. Oh oh tapi unit ini baru belinya 2018. Oke. Tantangannya sih terberat sih body ya. Heeh. Bodinya keroposan gitu lah. Banyak yang gampang keropos gitu. Oke. Seperti yang kita lihat tadi ya, banyak spot-spot keroposnya. Jadi ee kita kali ini ngelihatin unit mobilnya itu yang benar-benar dipakai daily. Ini pemili kan tergolong pakai daily ya mobilnya kan. Jadi Trisida itu yang dipakai daily biasanya spot-spot keroposnya udah ketahuan tuh di mana-mana aja. Sparbard bagasi. selip-selipan jendela kaca gitu ya. Itu pasti di situ. Karena memang mungkin Toyota tahun -an lahir yang lahir tahun -an ya titik proposnya mirip-mirip ya. Mir betul betul mirip-mirip sama biasanya kalau keresinnya di bagasi. Bagasi bagasi bagian ban serap tuh karena Oh nyimpan ya ngantong ya. Nyimpan gantong itu awalnya gimana sih Om? Apa karet bagasi apa enggak biasanya mungkin debu ya? Debu dia nutupin buangan buangan airnya orang aslinya ada. Aslinya ada bolongannya. Heeh. Cuman memang kurang gede lah. Hm. Nah, kalau mesin Om kan mesin ini sebenarnya enggak cengeng-cengeng amat. Tapi enggak ada temannya. Iya kan? Enggak ada enggak ada Toyota lain pakai mesin 1GE. Ini kalau Crown kan 1G FE. 1GFE. Heeh. Dia enggak ada temannya. Itu parts-nya gimana, Om? Kalau parts mesin sih kebetulan dia lumayan badak ya untuk ini untuk mesinnya gitu. Kecuali di electrical biasanya penyakitnya. Paling yang bermasalah sih selalu elektrikal perkabelan lah sama airflow ya dia. Kalau sisanya sih masih ya sama kayak Toyota lain lah badan. Kalau airflow biasanya RPM naik turun naik turun apa betul RPM naik turun atau enggak bisa disetel. Oh oke. Susah ya gitu. Iya iya iya. Kalau kayak filter oli, filter bensin sama-sama aja toy sama-sama aja. Persamaannya sama Innova. Innova itu filter oli. Iya, benar. Bensin ya, mungkin mobil Toyota injection di eranya juga sama aja ya. Sama. Kijang juga sama. Oh, gitu. Iya, Kijang juga sama. Eh, sebenarnya sih enggak perlu takut ya. Iya. Sama untuk sensor-sor misalnya temperatur dia sama-sama kayak timor. Oh, iya. Bisa nyebrang-nyebrang merek. Iya, karena kan dia ee dari deno ya. Denso ya. I jadi partnya parsnya universal. Cuman kan kita enggak tahu di mobil mana dia pakainya gitu. Coba ya. Iya. Mesti cari-cari tahu. Terus kan kaki-kaki juga ini tergulung oke, Om. Dia size mobilnya tidak besar kayak crown. He. Tapi terus kaki-kaki independen. Cukup nyaman. Iman. Itu juga kendala enggak, Om? Kayak shock breaker atau ee busing-pusing atau gimana? Kalau pusing-pusing sih sejauh ini masih aman ya. Maksudnya tergolong kuat lah. Pusingnya. He. Paling yang lumayan susah tuh shok shok belakang sama shok depan. Sok depan dia kan aslinya isi oli kayak motor kartridge bukan kartridge dia ee kayak shok motor yang dalamnya ada isi oh diisi. diisi. Jadi ada apa bukan kutri shok ganti-ganti shok itu. Nah karena itu sulit mungkin orang pakai rumahnya aja diganti sama Katrijs. Oh Itu juga masih oke sih. Cuman mungkin enggak senyaman aslinya. Oh Bedanya ya ya. Tapi kok ganti seluruhan pakai merek apa gitu? Merek Z, merek X ada kan? Sebenarnya ada. Oke. Terus kaki-kaki busing udah rem juga soso ya sama ya? Iya. Terus ya itu palingnya benar body party mobil ini. Kalau kalau kalau mechanical kayaknya kalau Toyota aman-aman aja ya. Aman-aman aja sih. Terus nah ini karena mulai banyak yang dikampakin Om Prisidanya makin dikit dong. Makin dikit, makin dikit, makin dikit gitu kan. Ini kayak ini punya e Willy ini. Ini kan plat R berarti dapatnya dari Jawa. Dari Jawa iya. Wow. Tadinya Semarang cuman karena ada teman namanya yang di apa? Purbalingga ya. Kira pakai nama dia. Oh oke. Tapi memang Semarang di Jawa mungkin masih banyak juga ya. Masih banyak di Jawa masih banyak cuman jarang pakai orang. Oh makanya kondisinya lumayan lah gitu ya. Apa terutama interior nih. Ini juga PR nih. Kalau emang ee kita pengin cari resida gitu ya, interiornya kalau bisaandar mungkin, sekomplit mungkin ya kan. Ini kan gasboard, setir, terus ini ee layar digitalnya. I kan panel instrumen digital itu kalau bisa fungsi semua masih standar semua. Betul betul. I ya ya. Berarti ini Kris Om Dro yang pertama kan yang pertama udah tuh dikampakin. Terus ini ini terus ada satu lagi yang buat drifting gua doang sih. Drift pakai. mantap banget. Mesinnya tetap 1GE apa ganti Om? Untuk sementara masih standar mesin 1G. 1GE. Terus diapain do? Portis kah? Apa? Iya, paling porting polis doang sama knalpot sih. Oh, gantiem ya. He. Terus pasti kaki depan ya? Kaki depan super angle. Superangle sama las garden ya. Oh iya, bukan LSD tapi las. Iya, las ya. Nah, kaki belakang juga enak kan karena kaki belakang independen jadi mungkin pas beloknya juga. Iya, betul. Belakang juga bisa diamberin kan, Om? Men ee untuk kalau bawan di enggak bisa. Oh, bisa. Heeh. Paling kita customak bisa. Oh, supaya dapat. Iya, dapat yang ininya. Ya, setelannya Oke. Ya, ya, ya, ya. Terus sama. Oh, iya. Ini sama PR banget memang nih kaki depannya. Eh, bukan kayak depan steering angle-nya GX71 itu jelek banget. Betul, betul, betul banget. Tapi ternyata kata Omil ini juga pelajaran baru lagi nih. Itu tiap tahun beda-beda angle ya. Makin lama makin baik ya. Iya. Iya, betul. Terus Om misalnya nih dapat kesida yang tahun muda digital kan. Kalau rusak gimana, Om, ceritanya nih? ini apa ee planet instrumen kan ada yang matilah ada yang ngacau lah gitu ya. Kalau biasanya sih penyakitnya kresiden tuh enggak sampai ada yang rusak total Biasanya dia bocor misalnya yang harusnya bensin kita setengah nih nanti di ujung fullnya ada yang nyala itu bocor kan. Oh tapi sangat jarang sih. Jadi kebanyakan kesida bawaan digitalnya itu normal. Hm. Hampir semua normal. Paling perkabelan aja yang kurang kayak grounding. Makanya sering temperaturnya error. Iya iya. Iya. Kalau panel ininya sih jarang rusak. Sensornya yang bikin ngacau. Jadi informasi di sininya ngacau ya. Betul. Iya betul. Kalau itunya kuat banget digitalnya paling kuatlah dia. K sekarang juga udah ada bengkel spesialis kresida. Oh sekarang udah udah mulai banyak atau memang ada, Om? Memang ada. Kalau banyak sih masih dikit cuman udah ada yang mau pegang ee spesialis untuk gitu. Ee karena ini mesinnya mirip-mirip sama cron juga kadang mau megang crown juga atau gimana Om? Apa? Iya, ke megang juga, cuman lebih ke fokusinnya keida. Oh, bagus dah kalau kayak gitu. Berarti emang fokus jadinya kan. Iya, betul. Enak banget beneran deh. Gila dulu tuh terakhir naik resida yang kurang lebih kondisinya kayak gini. Tahun berapa, Om? Ya, di bawah tahun 2017an lah ya. 2015 gitu. Teman punya kan tapi 86. 86 matic gitu kan. ya. Kayak gini rasanya. Habis itu enggak pernah nyobain lagi. Enggak yang oh rasanya lah kayak dulu ya gitu. Terus zaman saya kecil teman orang tua juga sempat punya sih dulu hitam 88 terus jadi masih ingat-ingat lah dalamnya merah ya mungkin masih baru merahnya masih kerang ya. Iya lebih lebih terang lagi. Lebih terang jadi ya udahlah itu memori itu masih ada terus kok udah enggak ada lagi sih yang rasanya masuk masuk akal gitu ya nih temu yang punya Om Willy. Iya kayak gini rasanya. Benar benar Siap. Oke Om Willy. Thank you banget sudah bisa nyobain mobilnya. Jadi kalau Anda kepengin punya Kresida ya gitu, cari yang kondisinya sebaik mungkin. Bukan harga ya. Nyari kondisi sebaik mungkin. Habis itu tinggal rapi-rapiin. Dijamin enak banget mobilnya. Oke, thank you sudah menonton. Saat ini tantangannya adalah menemukan Toyota Cresida yang masih min condition. Rata-rata bodinya sudah dihinggapi karat dan kropos. Belum lagi ketersediaan body parts baru yang nyaris mustahil ditemukan. Untuk mesin biasanya permasalahannya tidak jauh-jauh dari elektrikal. Sedangkan transmisinya tergolong badak, baik yang manual maupun yang otomatik. Kami suka sekali dengan karakter mesin Toyota Cresida GLXi ini. Rileks tapi tidak underper. Perpindahan gigi pada transmisi otomatisnya pun terasa sopan sekali. [musik] Meskipun bodinya seringki dianggap konservatif atau bahkan terlihat biasa saja. kuno. Namun ternyata Toyota Cresid ini masih bisa menghadirkan kesan orang penting yang mau nyetir sendiri oke, mau pakai sopir juga oke, tidak masalah. Oh ya, jangan kaget apabila Anda melihat Toyota Cresida juga suka dipakai sebagai mobil drift. Semua ini adalah ping pribadi saya dan paman-paman itu. Kami tidak dibiar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Om Mobi, dan Mm Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda. Dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek fotomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton. [musik]
