Jungkat

TOYOTA GR WARS: PERTARUNGAN SENGIT DI MANDALIKA EPS.1/3 (YouTube Video)

  • 19/12/2025

[musik] GR Wars. Alhamdulillah akhirnya kami bisa mengumkan tiga GR Yaris kami di sirkuit Mandalika. Dari awal loh. Dari awal kita ngambil JRYaris itu belum pernah nih ketemu bertiga di sirkuit. Belum. Belum. Dan dari semuanya yang Jiary Yararisnya masih dari awal pertama gua doang. Enggak. Bukan suatu kebanggaan juga gitu. Harus dive terus dong. Kita ganti dengan yang lebih baik. Nah, di video kali ini yang akan dilanjutkan di video mereka berdua di channel Om Mobi dan channel Ritwan Hanif, kami bertiga di sirkuit Mandalika akan melakukan sebuah challenge yang kami namai dengan GR Wars. Jadi, kita adu nih jari-aris kita masing-masing ya. Ada punya Ridwan yang awal masuk pertama kali yang dibilangnya tadinya special order tahu-tahu cuma wapingan eta eh bukan Jemen bukan. Oh bukan [tertawa] bukan eh bukan J udah udah tahu juga eh dasar. Iya kemudian ada Jararis facelift yang automatic transmission. Iya yang rata-rata kita biasanya kalau Jararis itu manual ya Wan ya manual engak ini GR itu men-develop e transmisi utomatic khusus buat ini. Jadi kencang opernya iya karena dia enggak mau kalah. Ini lebih kencang dibanding yang manual. Iya. Dan dia lebih enggak capek orang tua lah maksudnya. Biasa lebih kencang lebih cepat ngopernya bukan karena enggak mau ngopling. Dan satu lagi ada GRMN Yaris. E M German MN itu apa? Me of Nurburgring. Mister Me Mister Bapak-Bapak Nurburgring. Me of Nurburgring. Master of NB. Kenapa dinamain itu? Karena mobil ini didevelop di Nurburgring kata Aky Toyota. Akyoto Toyota sendiri yang ngerti. Koda mana dia tanda tangannya di sini nih. Tuh. Oh dia tanda tangan sendiri ni. Dia tanda tangan dia. Dia sendiri tuh semuanya itu ya. Masa orang lain palsuin tandangan dicetak pagi Omi. Apa kabar Om? Apa kabar? Apa kabar? Ibutri itu tadi dari sana saya jalan ribut aja. Pertama-tama makasih Om sudah dikasih kesempatan kita e coba Mandalika ini udah mau challenge mereka enggak terima katanya mobil. Oh mereka dia doang. Kenapa? Kenapa Mobi? Eh, pengalaman balap dengan mobil yang jauh lebih kencang daripada kita ya kan. Ridwan Hanif juga pengalaman balap. Mobilnya manual lagi. Heeh. Ini otomatic otomatik lebih kencang ya. Iya. Ini enggak adil. Enggak adil. Enggak. Saya ini ada solusi. Gimana? Ada solusi buat kan ini bertiga nih supaya kalau nanti balap masuk ke mau masuk ke trek kan. Iya dong. Iya. Kan kalau ketiga enggak adil. Saya ada satu solusi supaya kalian berempat bisa menjadi tim. Yang satu lagi sudah enggak ada diarisnya. Ada. Saya sudah siapkan di sana. Tenang aja. Nah, ini solusinya. Kita lihat tuh ada di Oh, wow. Lebar moncongnya begini terbuka. Wow, ada scutnya. Wah, kemarin juara ini. Ini mobil rally. Keren enggak? Keren enggak? Ah, wah. Udah, Om. Enggak usah gitu. Nah, ini teman yang nih Arif enggak mungkin bisa nyetir ginian. Iya. Jadi bukan ancaman dong. Tapi gini gini nih kalau tambah satu lagi kayak gini mendingan kita nyerah aja deh. Kita balik ke Jakarta aja udah pasti kalah kita sama ginian. Tenang, tenang, tenang. Om Rian tuh bisa keluar dulu, Om. Nih. Eh, siapa? Eh, Rian. Oh, langsung drivernya Om Ranwan. Rian, apa kabar? Wah, halo luar biasa gue nih. Nah, ini [tertawa] big fans. Big fans. Big fans bisa aja. Kalau big fans tahu enggak prestasinya tahun ini apa? Ada tahu apa? Menang naik ini apa? Menang apa? Ada menang rally juara. [tertawa] Juara nasional sprint rally 2025 juara nasional rally 2025. Itu kan makanya apa? Mesin 3 silinder 4 silinder. Iya, benar juga. Heeh. 600. Tapi ya gimana kami mau menang dengan yang seperti ini? Tenang, tenang. Saya sudah ada solusinya. Supaya adil kalian berkelompok ya. Oh sini saya saya yang menentukan kelompoknya. Bukan kalian enggak usah tos-tosan. Saya kenal Rian udah lebih lama daripada mereka. Ya kan lebih tua Om. Ngefans. Ngfans. Rumahnya di mana? Rumahnya di mana? Jakarta. Eh salah. Om Fitra dengan Om Motomobi. Eh, kenapa gitu? Enggak, kenapa gitu? Kenapa Ritwan yang dikasih ini juga jumlah umurnya paling pelan loh. Enggak kan supaya adil aja kan Om Fitra dengan Om Mobi memang sudah biasa di touring. Jadi Om Ridwan dengan Om Lian yang sudah biasa di rally supaya menggabungkan. Jadi supaya lebih klop aja. Kalau saya kenapa enggak gini aja? Apa lagi nih? Umur yang paling tua sama yang paling muda. Yah, maritan juga [tertawa] siapa? Sama Rian lah. Sama Rian. Kenapa kita enggak gambreng aja? Jadi yang menang lawan Rian kan sudah saya ada solusinya. Jadi solusinya jadi saya yang menentukan. Udah nurut aja aja. Gambreng aja nurut aja. Udah udah udah udah udah dah gambreng enggak apa-apa yuk. Kayak gini namanya menang hoki nih. Menang hoki Ridwan nih. Iya udah hoki dapat kayak gitu. Nah, udah ini udah pas nih timate-nya udah diun kan, Om. Nah, topi kita sudah sama. Oke. Tapi kalau kalau kita berkelompok gimana cara nentuin pemenangnya? Nah, pemenangnya nanti dijumlah apanya? Dari hasil e timing kalian kita menang. Kita menang jumlah umur bisa lucu juga. Sahabat enggak sih? K jumlah apanya? Waktunya. [tertawa] Waktunya. Oh, oke oke. Jadi kita live time. Aduh, Iya. Eh, total waktu gua pasti kalah Om sama Rian Om. Enggak juga mesti menang lawan Ritwan, Om. Eh, lu tuh adalah pembalap yang paling sering di Mandalika, Om. Kalau total lab lu di jumlah tuh ya. Iya, lebih banyak Om Deni. Oh, iya sih benar juga. Udah, udah, udah. Sebelum ee kalian apa nih Omni balapan ini saya ada satu solusi. Jadi ee tidak langsung Yaris dulu tapi saya ada challenge dulu pakai mobil apa. Tunggu ya di sini. Oh, jadi parkir dulu di sini. Tunggu di sini saya ambil mobilnya. Oke. Enggak jadi advantage lawan dia, Om. Yang penting, Om. Hah. Udah ganteng begini. Gimana kalau sambil nunggu Om Deni nyiapin mobil? Kita review satu-satu. Ayo. Kita mulai dari yang ini dulu. Terus ini adalah Jaris generasi 1 dan yang harganya masih luar biasa waktu itu Rp850 juta. Iya. Dan hanya sedikit yang dapat. Iya. Lewat mekanisme undian. Enggak tahu gimana caranya dia bisa lolosnya juga. I bisa dong. Ee terus habis itu dia menggunakan mesin 1600 cc 3 silinder turbo dengan tenaga 261 HP. Dan mobil ini pada saat keluar adalah 3 silinder terkuat di dunia. Dan ketika itu hanya 125 unit yang masuk ke Indonesia. Indonesia dan ini langsung jadi sudden icon langsung icon yang benar-benar hits yes. Secara mendadak. Nah, kemudian setelah GR Yaris Gen 1 ini loh udah enggak dibahas dulu modifikasinya. Oh, iya ya udah. Modifikasinya apa Wan? Apa coba? Ya udah. Knalpot. Knalpot. Remap. Remap enggak standar. Oke, standar. Ee ban ganti. ban ganti. Tapi satu step di bawahnya lu berdua meskipun sama-sama semick, tapi ini yang lebih mirip ke jalan raya. Rapping. Oke. Terus rapping. Heeh. Raping. Oh, rapping ya. Rap dari awal ya keluar showroom ya enggak enggak sempat ganti. Mobil ini belum pernah pakai warna asli. Keluar showroom [tertawa] dia pakai rapping hitem dengan bilang tarmac black. Kesannya dia dapat spesial gitu war. Tapi alhamdulillah Om kemarin lecet Om chatnya enggak apa-apa ya orang rappingan rapingan. Tapi gua dengar kalau diaping nambah 30 HP katanya ya. Iya lebih kencang 60 [tertawa] 60 I. Oke kita masuk ke Jariaris. Jariaris facelift. Jadi eh ini banyak improvement, Om? Ini adalah Jaris yang lebih mahal daripada jaris-nya Ritwan. Jauh. Harganya 1 koma berapa, Om? Ah, enggak inget. Aduh, siapa yang bayarin? Enggak pasti dia. Oh, peti ini pasti. Apaan sih? Enggak inget. Enggak inget. Oke. Dia tersedia airnya dalam varian manual dan otomatis. Omobi pilih yang otomatis karena usianya dan bukan karena usianya. Ini mau dipakai daily. Kan enakan matic kalau di Jakarta. Tenaga mesinnya sama 1600 cc 3 silinder turbo. Tapi dari 261 HP sekarang menjadi 300. Enggak apa-apa, Om. Kita satu tim Om. Makin HP lu makin senang gua. Nanti lu sebutin horsepower lu berapa, Karena automatic transmission ngopovernya bisa lebih cepat daripada e kokpitnya juga berubah total jadi lebih fungsional. Dia lebih pendek juga. Lebih pendek. Joknya juga lebih pendek. Iya. Jadi ini memang GARIS yang sangat cocok untuk Omobi lah dengan transmisi lebih lagi depannya. Jadi coolingnya tuh lebih banyak masuknya. Oh iya dia dan dia udah ada IC spray juga ya. Intercooler spray. Iya intercooler spray sudah ada. Iya oke keluar air. Jadi kalau misalkan lagi TRK D ya. Iya keluar air. Automatik enggak sih? Automatic. Iya sebenarnya ada ada yang manual buat yang lebih berjiwa muda tuh ada yang manual gitu. Ini bawaan bawaan pabrik. Bawaan pabrik. Iya bawaan pabrik. Ada yang matrik ada yang manual. Dua-duanya bawaan pabrik. Enggak ini pokoknya ini bawan pabrik. Tapi yang gua suka dari facelift ini ya, dia tuh enggak cuma sekedar kosmetiknya, tapi secara engineering segala macamnya itu dirubah semua. Ada ee lebih dari 100 komponen yang berbeda. Kayak misalkan ini ada oil cooler kiri kanan. Heeh. Itu buat transmisi sama buat mesinnya. Jadi sama satu lagi posisi duduknya Wan. Jadi lebih rendah. Lebih rendah. Makanya sama penempatan spionnya juga lebih bagus sekarang. Spion apa? Lebih. Jadi view-nya lebih gede. Iya. Ya. Jadi diaris yang ini disiksa habis-habisan, dilihat mana aja yang rusak, diimprove. Jadilah mobil ini. Iya. I dan dicari apa yang bisa bikin laptopnya lebih kencang. Iya makanya sama knalpot. Oh knalpot ganti. Knalpot ganti ya. Knalpot. Ban Standar. Ban veleg. Ban veleg ya. Ini kita pakai ban yang sedikit lebih lebar daripada standarnya 225. Ini 245. Oh. Heeh. Dan veleg. Velegnya lebar berapa? 9. Oke, makanya lebih keluar ya. Yang penting abu-abu merah. Abu-abu ah laknut sama kaliper merah. Kenapa enggak sekarang pelegnya yang merah? Enggak ada yang jual. [tertawa] Cat aja kali ya. Nah, satu lagi ini mobil saya GRMN Yaris. Yaris yang memang dibuat untuk TRK. Jadi dia perbedaannya sebenarnya mesinnya sama cuman beda 11 HP dia 272 HP. Tapi banyak perbedaannya itu di sasis. Dia udah menggunakan reinforce 545 titik lebih banyak. Kemudian menggunakan suspensi build stain adjustable. Gearbox-nya lebih close ratio dan menggunakan kopling dan diferensial yang mekanikal. kopling. Koplingnya kopling balap diferensialnya mekanikal. LSD meal ini. Ini juga ada kan? Ada. Ada tapi electrical. Jadi ini kalau belok klek klek klek klek kayak gitu dia bedanya berapa detik Om waktu dicoba di Mandalika sama yang standar? Di hari-hari standar seperti punya Ritwan pada saat di Mandalika tuh 1 menit 58 ini dalam kondisi standar itu 1 menit 54. hanya dari jauh banget lagi 4 detik. Jadi ini adalah yang GRMN ee dia ada carbon fiber. Carbon fiber lebih enteng 20 kg. I apa aja tuh kan satu tim [tertawa] apa aja modifikasinya. Ada modifikasin oke knalpot. Kpot udah ganti, veleg sama ban udah ganti, sama yah map dikit. Oh itu 154 itu ee pakai limiter. Limiter di 180 ada limit akhir waktu best time-nya berapa, Mas? 154. Eh 154 dengan limiter. Oh belum dicoba lagi katanya. 149 terakhir. Nah itu dia sebenarnya mobilnya sekarang. [tertawa] Enggak. Tapi itu gini gini gini 149 tuh butuh cuacanya tuh dingin. Mood kita bagus. pakai mood tuh. Kalau gitu kita ganggu mood-nya aja. Dan itu kondisi di remap pas 149 tuh di remap. Iya remap lu teman gue entar [tertawa] entar e air filter. Air filter normal lebih kencang hampir 10 detik dibanding mobil gua apa air filternya enggak ya? itu Om Tako yang tahu. [tertawa] Nah, tapi kita lihat yang the best dari kita berempat adalah yang ini. Aduh, ini bisa ada di depan kita nih. Ini satu beginian bisa dapat berapa Jaris? Empat atau 5 Jararis ini. Emang berapa habis ya? [tertawa] Ini kalau rally itu memang di FIA itu punya standar harga. Jadi dia enggak boleh lebih gitu. Jadi semua rally itu standar harganya maksimum di R00.000. R000 untuk mobil dan modifikasinya. Euro. Berapa tuh rupiahnya? Bentar. Rp300.000 di* R.000 Rp300.000 * R300 * 20 3 juta dikali 20 bentar bentar no 6 M. 6 miliar 6 M. Tapi itu memang standar dari FAE ya. Standar FA. Jadi mobil ini mobil GR standar yang dimodifikasi atau dari awal dari rangka udah langsung dibangun jadi rally itu. Nah, ini mobil memang dari awal standar awalnya bahkan standar kayak punya kereta gitu standar left hand drive enggak justru mobil ini standarnya dari Jepang right hand drive loh. Oh iya yes. Jadi, kebetulan kemarin gue ke Finland ee datangin TJRWRT. Di sana gue datangin pabriknya ngelihat mereka pembuatannya apa segala macam. Ditunjukinlah bare sasisnya. Gua juga kaget. Gua pikir left hand drive ternyata ada tulisan Jepang. Gua nanya loh ini tulisan Jepang. Iya, dari Jepang emang dipilihin. Jadi mobil-mobil ini sasisnya dipilihin yang paling balance, yang paling ringan dari semua koleksi Jar di sana. Mereka pilihin diambil satu, dipilihlah beberapa itu yang dikirim ke Finland untuk dijadikan mobil rally. Terus dipindah setirnya dari kanan ke kiri karena apa? Karena regulasi atau karena regulasi FA emang setir kiri omegasinya memang setir kiri. Oh, gitu. Nah, terus ini mesin setahu gue masih sama 1600 cc 3 silinder turbo. Dan itu kan turbonya dikasih restriktor dibatasin kan. dengan kondisi restriktor seperti itu, berapa tenaganya? Dan itu juga kita dilimit sama FIA gitu. Jadi, e enggak boleh lebih dari 300. Cuman exact number-nya kita enggak tahu karena memang tidak boleh dirilis sama dilimit dengan cara dilimit dengan cara restrictor itu 32. Sekarang masih pakai sekarang masih pakai restrictor masih on wheel itu 300 ya? Enggak, enggak kayaknya on kalau buat ini kan enggak harus sesuai standar FA bisa dicopot dong. [tertawa] Tapi ngelepas restriktor tuh gampang dari intake kan gampang cuman kan masalahnya mobil ini kan kalau kita lepas lagi restriktor harus rem enggak bisa tapi cukuplah standarnya iya harusnya cukup buat ngelawan berdua cukup ok carbon fiber ini body-body ini carbon fiber juga enggak body masih standar karena ada ada bobet minimum yaum berapa du berapa 1230 oke sebagai bayangan ariarisnya ritual itu kondisi standar 1280. GRMN itu 1260. Paling berat yang matic. Matic itu mungkin 1300-an kecil 20 kilo deh. 1300 artinya yang ini 1200 30 enggak jauh beda ya sebenarnya ya. Padahal kelihatannya lebih lebih berat. Lebih berat lebih lebar. Lebar. Gearbox berapa speed? Gearbox cuma lima. Kalah kurang satu dibandingin yang lain. Tapi enggak pernah pakai gigi ennya juga kita di sini enggak bisa di sini gigi sekuensial sequensial sequensial. Jadi enggak perlu nginjak kopling lagi kalau lagi pindah sama buat start doang koplingnya. Ya beda Om kastanya sequensial sama matic itu beda. Kalau itu emang enggak ada gigi kopling sequensial kan adalah ngoper begini kan. Anggap aja naik motor bebek Om. Oke. Jadi ini cuman berdua, udah enggak bisa berempat. Enggak bisa AC enggak ada semuanya benar-benar untuk kompetisi. Rem hand apa? E hand rem lagi apa? Eh rem tangan. Rem tangan juga udah yang kayak mobil selalom drifting itu tinggi di atas. Ini kaliper dua belakang jadi satu. Kaliper satu. Kaliper satu ya. Kaliper satu dia itu rilis enggak? Iya kan kalau Jari standar kan kita tarik rem tangan dia rilis se belakang. Heeh. Ini sama rilis sama tuh Om Deni kayaknya udah siap tuh. Mana mobilnya ya? Wah w ngerang ganteng. Ini kan pernah lihat ya rangga siapa ya? Iya. Hah? Rangga tinggi banget ya. Gantengan ini sih Om. Ganteng ini. Nah, ini rangganya saya bilang Om Rangga Rangga punya saya ini bawa ke sini cuma pengen nyoba. Kenapa dijadiin buat challenge juga Om Deni? Kencang Rangganya nih. Jadi challenge-nya dengan Rangga punya MC. J ini punya mitra. Jadi saya sudah ambil ee solusinya. Jadi ini mobilnya Vitra L ini rangganya matic 300 HP kencang. Jadi yang memakai adalah dari Om Fitra dengan Om Lian. Ini dengan spek e suspensinya suspensi jalan raya harianus sedangkan yang ini adalah milik MGP. manual tapi memang tenaganya tidak sebesar ee langganya Viti. Berapa, Om? Tapi ee di bawah 300 dia. Kalau Om Vit 300 HP 99 lagi ya. [tertawa] Jadi di bawah sih manual. Manual tapi suspensinya sudah suspensi dengan spek untuk di sirkuit. Sirkuit. Rem standar ya. Rem standar. Ini rem apa? Standar apa? Rem-nya AP Racing. I ini saya dan Riban ya. Ini amatir loh. Amatir manual ini. Tapi speknya sirkuit. Sirkuit. Oke. Udah dapat down force-nya juga tuh. Udah spoiler belakang. Spoiler belakang. Spoiler depan. Jadi bentar. Jadi Ritwan sama Omobi bawa ini. dicatat waktunya. Catat waktunya. Saya sama Rian bawa ini dicatat waktunya. Nanti waktunya saya ditambahin sama waktunya Om Obobi. Benar ya? Benar. Enggak kebalik dong. Diam harusnya ngomong ke lu begitu. [tertawa] W salah Mandalika itu semua ngerem di 300 m. Oh iya benar Wan. Heeh. Baru ingat tuh lihat sabotasenya seperti itu. [tertawa] Oke. Gimana? Oke. I. Oke. Jadi e siapin racing gear Om Fitra, Om Mobi, dan helm sarung tangan nih kayak Om sudah siap nih. Dia udah siap banget nih. Nanti saya tunggu di pekat. Oke. Saya tunggu ya. Oke, ini pick up siapa? Ini bentar ni kita lihat dulu nih. Eh, pickup drift. Pickup drift. Iya. Pengen pick up girl. Benar bentar pick up girl ada emang. E ada. Bentar bentar [tertawa] bentar bentar. Taruhnya di belakang nanti diikat diikat belakang ditaruhnya di belakang. Trafficking dong. Ini eh ini manual tanpa ABS. Tradnya juga lumayan. Enggak ada ABS-nya. Enggak ada. Enggak ada ABS. Yang bener aja ngeremnya gimana ya? Mobil balap gitu, Om. Ngeremnya gini. Jadi dia ada tiga pedal tuh yang tengah itu. [tertawa] Oh tengah. Heeh. Kalau inj sekali dua boleh capture enggak di screen capture. Terus terus dia suspensinya udah ceper. Jadi dia udah disiapin buat balap dia. Bugnya juga udah dipotong. Dipotong. Iya. Nih mestinya kan gini. Ini juga bannya ban sport loh nih. SX2. Iya. Bannya dia udah ban ee sirkuit. Jadi mestinya ini tenaganya enggak sekencang ini. Tapi handlingnya akan lebih bagus ini daripada ini. Om. Tapi ini ngremnya feeling dong. Semua juga feeling juga ini. Ini injek habis ABS kan. Oh gitu caranya ABS kan. Iya tapi injak habis bisa juga trail breaking kan enggak perlu injak habis ya kan trail breaking. Iya Om kita satu tim. Oh iya iya ya. [tertawa] Gimana sih? Injak habis aja Om. Salah salah. Bentar bentar bentar. Jadi lu lihat kan sebenarnya siapa yang tadi engak cocok enggak sesuai ya. Pokoknya kalau kita sampai menang Om. H itu karena kekompakan tim kita. Ah, itu. Tapi kalau kita sampai kalah berarti salah mobil. [tertawa] Bukan, bukan kalau kita kalah karena kita baru pertama kali dialikan. Gua juga baru pertama kan. Jadi ada alasan untuk kitaob siapin alasan emang pro gitu ya. Dan Omobi itu udah nyobain ini sebelumnya pas basah dan pelan. Udah ngetime kan? Enggak. Enggak pernah ngetimak pernah ngudah. Siap siap siap. Siap siap siap. Siapa duluan nih? Emang begitu mereka suka enggak mau ngu. Suka enggak mau ngaku ya. Jadi sabar ya. Jadi ini mobil spokless. Oke, masih ada sedikit asap kalau misalnya di e settingan yang paling kencang. Tapi itu cuman di awal, habis itu asapnya hilang. Ah, pertama kali bawa mobil ini ketrek. Ini mobil kencang tapi suspensinya inius. Jadi bukan suspensi yang ideal buat balap. Tapi lumayan kok bisa cukup keras. Enggak kayak tetap lebih bagus daripada standarnya. Kalau buat distrak ngamuk. Uh, gimana nih rasanya? Cukup deg-degan dan mana bisa deg-degan sih, Pak Reli? Enggak. Tapi bagaimanapun juga gua enggak pernah ngebayangin gua balapan selama ini terus tiba-tiba gua balapan di sirkuit pakai pickup. [tertawa] Sama sih. Benar sih. Iya kan? Benar kan? Iya. Dan ternyata gua tanya dia. Gua tanya lu pernah ikut ISO balapan di sirkuit? Belum pernah. Jadi emang pure rally. Pure rally. Tuh ada suaranya tuh. Suara ban-ban ngedecit. He. Jadi it's gna be interesting kayaknya. It's gonna be interesting. Huhu gila banget nih. Tapi tak ambil mobilnya 180 pakai rangga bisa 180. seru juga naik mobil ini dan water temperaturnya juga stabil enggak nyampai 90 bisa sampai hampir 180 tadi larinya Yeah. [musik] 213. Uh, Om. Labu pengaman helm sudah dipakai semua ya. Sudah diklik aman. Silakan, Om. Tunggu hijau langsung jalan. ya. Ini dia pembalap rally merasakan pertama kali di sirkuit Mandalika. Pro itu emang beda ya. Beda banget. Dia langsung pol loh. Dia tadi baru keluar tuh 4 tadi dia udah melintir karena dia coba maksimalnya. Dia pertama kali di Mandalika ya. Pertama kali nyetir pickup di Mandalika. Maksudnya dia sudah membangun karirnya sampai dia bisa pakai rail tu di hari-ari dua-dua hari ini suruh pakai suruh pakai pickup pickup. Tapi di sini membuktikan bahwa pickup itu bisa dimodifikasi seperti itu gitu. Iya benar. Dan tadi saya waktunya 213. He. Eh rekornya yang punya Mandalika tuh 215 atau 216. yang punya Mandelika yang kita pakai berarti nih. Iya kan dibilangin dia adalah pembalap paling sering live type di sini. Ohitra. Iya pribadi. Oh iya itu kan orang sini. Iya. Suaranya heboh. Enggak, enggak sehebo sih. Hebo itu. Enggak, enggak. Ini kerp. Iya, K. Suara K tapi lebih hewan Bang Fitra ngepotnya. Ih, benar di drift itu benar-benar dipol Om. Ini bisa bikin dulu nih, Om. Ini, Om. Kacau. Gua mendapat terbaru pertama kali Huh. Improve luar biasa kayaknya tipis nih. Iya. Harus menang sama Rituan ya? Memang iya ya harus Om tadi sama Om sama sama lu kencangnya tadi pas lewatuh kacau nih ya udah siap-siap sana sih mobil duluan sih tron duluan jangan sampai kalah lah enak triton duluan sih bisa lihat enggak enggak gua aja duluan Strategi ya? Strateginya simpel banget. Begitu trek lurus, begitu hotlab, gaspol. Bikin waktu lebih kencang dari Ritwan. Udah itu aja, Om. Ini enggak nyampai Hentonya, Om. Aduh, ketarik. Enggak nyampaientonya. Gua gak bisa enggak nyampai. Enggak nyampai. Ini gimana aturannya, Om? Siap, ya. Aturannya gimana? Sudah. Dua hotlab, ya. Dua hotlap. Eh, tali e helm sudah. Dua hotlab ya, Pak. Setelah itu cooling down masuk ke dalam. Oke. Lampu hijau silakan jalan. Oke. Bismillahirrahmanirrahim. Mati. Abang enggak apa manual? [musik] Lupa jangan kena joget-joget dia. Hak Surprisingly, ternyata ngirangga di sini sefun itu. Enggak nyangka fun. Seru ya bakalan seru. Ternyata seru banget malah. Ya, sekarang kita tinggal lihat Om Mobi nih waktunya berapa. Kita lihat manusia bertopeng lawan Kelan Sceng juga dia suara bannya dia ini masalah harga diri. I bukan masalah hanya untuk tim, ini masalah harga diriobi Omobi ngelawan Ritwan dapat. Oke, sip sip sip sip sip sip. Mantap mantap mantap mantap mantap mantap. bisa bisa jalan sekali takut Oke, tinggalin ini bagian mengerikan ngeremnya. Ya, torsi diesel tuh dari RPM rendah banget ya kan. Aduh ngerem dua kali. Salah salahnya dapat direm. Salah salahin gua Han oke Oke, dari decitan bannya sih cukup komitmen nih dia. Oke, enggak sampai ngeblok tapi agak terlalu cepat kayaknya ngeremnya enggak sampai ada cheat gitu. Oke, W. Good luck, W. Thank you. Good luck. Thank you. Doain gua ya. Ya udah gua doain lu selamat. Iya selamat harus penting selamat. Yang penting selamat dan kencang. Kencang enggak terlalu perlu yang penting selamat. Aneh belt. Bel enggak muat [tertawa] W. Serius Wan. Eh enggak ada kursi lagi ya? Enggak muat. Enggak ada kursi lagi ya? Enggak enggak. Paksa, paksa, paksa masuk. Bisa paksa masuk. Bisa, bisa, bisa. Ayo, ayo. Gua. Nah, gitu. Sakit banget. [tertawa] Aduh. Bentar nih gua keluarnya gimana nanti? Gampang gampang. Udah. Oke, Om. E surga ini tali helm ya. Ini banget Om. Astagfirullah. Binya ya? Oh, rata-rata udah kegendutan. Wuhu. Ini di luar dari laptop gua sangat menikmati mobil ini. sangat menyenangkan kayaknya. Next time gua pengen coba lagi deh naik mobil ini left time yang benar gua enggak tahu. Wih Tapi memang sih kalau kita nyetir sendiri sama piring beda rasanya. Nice. Wow. I love Rangga. Ih, enak banget. Gua nyal kayak gini mobilnya. Oke, gua enggak keren ya. Gua enggak terlalu hafal medarnya dan gimana cara. Nah, ini gua lepasin. Nah, ini kalau kita embut kita Eh, sling wuh asik. Wow. Wow. Bi. Kok masih belum tahu di sini kerennya di mana sih? Ah, enggak bisa masuk. Bagok. Seru banget mobilnya. Keluar enggak ya? Keluar enggak tuh ya? Kayaknya enggak kencang gitu. emang punya yang benar-benar mendukung tuh beda rasanya ya. Padahal gua lab keduanya Om Mobi itu adalah lab yang tercepat dia. Iya tapi beda dikit kok. Ketat juga ya di sini. Heeh. Ridwan nih penasaran ya kayaknya dia dua-duanya coba om kenceng mana sama gue omaginya kalau di situnya kencang luungan menyerangkan sekali gua pengin lagi ya kapan coba lagi. Ini gua enggak lepas di sini buat tanam terus tanam lagi ya. Oke lagi tanam lagi nih yang terakhir nih. Nah ini baru naikit itu lagi. Oh iya benar kencang nih. Tapi ya udah terakhir udah sudah rewat. terakhir kan manfaatkan dulu aja sempit banget. Hah, sempit banget. Astagfirullahalazim. Luar biasa. Iya, gua gak nyangka ternyata malah live ketiga, live keempat gua tuh agak takut nanam gas. Takutnya ini enggak dapat gripnya. Ternyata dapat loh. Gua terlalu underestimate sama mobilnya. Padahal mobilnya luar biasa. Van, F. Gimana nih Om Fitra, Om Mobi, Om Ridwan, Om Lian? Ngeri Om. Enggak seru. Tapi seru seruak tadi sebelumnya protes katanya angganya ini bukan Angga saya inilah. Iya. Ini emang gitu suka memprotes mereka itu. Enggak, tapi kan bukan mobil kita sendiri, Om Fitra tuh mobil dia. Eh, setim setim setim kita setim. Jangan nyerang gue ya. Tapi biasa bisa 170, 180 di sirkuit. Tadi ngeri tadi sempat 170, yang ini 180. pakai Rangga. di sirkuit. Stabil ya di sirkuit ya. Stabil diajak ngedrift juga bisa. Bisa. Oh ya. Heeh. Ini tinggal dikasih LS atau last ingat juga. Rian kan seumur hidupnya di gokart sama di rally. Tiba-tiba begitu ketemu Mandalika pertama kali naik pick up. Naik pick up. [tertawa] Ternyata surprisingly seru gitu. Apa namanya ya? Itu tadi gua bilang selama ini gua selalu cuman balapan rally enggak pernah di tanah ya. Baru kali ini di aspal. Baru kali ini di aspal untuk di sirkuit. Gua pikir gua bakalan nyetir mobil sport atau apa. Tapi ini juga sport dua pintu dua pintu juga. Iya. Ya. Ya. Tapi seru ternyata surprisingly seru. Seru banget seru. Oke pemenangnya sudah ketahuan di saya siapa coba? Kita kan. kita kan susnya kemudian [tertawa] enggak jadiin lu deh yang pemenangnya mendapat dua poin kemudian yang kedua adalah mendapat satu poin jadi kita udah jadi juara GR Wars nih belum belum masih banyak masih banyak oh masih ada kesempatan dong ber kita belum nyai mobil kita sendiri ayo udah kita lagi lanjut lanjut lag sor eh Sori. [tertawa] Aduh, nih. Ee kali ini permainannya beda. Saya membawa mobil-mobil jadi mobil-mobil kalian senang-senang dengan mobilnya sendiri akhirnya. Eh, tapi kok enggak di dalam sana? Nah, ini kan trik juga. ini trik juga. Tapi MotoGP enggak pakai yang di sini kan? Enggak. Tapi ini kan juga tempat permainan juga. Kalau drifting selalom ya di sini. Jadi mau drifting nih kita kita mau ke tangkasan. Ketangkasan mengemudi atau yang biasa disebut anak-anak ya selalom. Selalom. Selalom dengan modusnya. Jadi ee saya mau lihat nih. Tadi kan katanya mobil bukan mobilnya sekarang mobil sendiri nih. Harusnya sih jago-jago semua sih. Ini soalnya sudah saya kasih semua saya buat nanti akan di contohkan contohkan pakai mobil ini. Jadi lihat dua kali kemudian langsung start dimulai dari jadi kita enggak pakai cek run nih. Enggak pakai. cek run apa sih? Cekran tuh yang ngecek lain. jadi menghafal soal enggak pakai menghafal soalnya hanya melihat aja. Lihat langsung nanti dikasih contoh dua kali dihafalkan. Jadi ada ada ada apa syaratnya? Kalau nyenggolk kun heeh jatuh atau bergeser sekitar 12 m 5 detik. Kan di selalam kejaran nasional 2 detik. Du. Oke saya kasih 2 detik. Jadi waktunya misalnya 1 menit ketambahan ya 1 menit 2 detik. Oke. Berapa kali run kita? Tepat adalah yang pemenangnya dua kali run. Oke. Dua kali. Satu kali run. Jadi run yang terbaik yang diambil bukan run kedua atau kesatu. Terus ee penentuan pemenangnya? Penemenannya yang tercepat. Enggak. Kalau waktu saya sama Om Mobi ini digabung apa? Sendiri-sendiri. Di tootal. Digabung. Diotalotal tim ya. Kalian tim. Ini yang matic enak berarti ya. Ini yang relu enak nih artinya R itu di mana-mana. Salum di mana-mana manual Om. Enggak ada yang matic. Jadi mereka dua-duanya enak nih. Kita lihat ya contoh soalnya ya. Yang penting kita punya. Oke kita lihat contoh soalnya. Ayo gitu. Start kiri dulu kanan. wih wih. Oh putar dulu. Situ satu. Oke. Kalau salah jalan tuh gimana ya, Om Deni? Kayak gini tanya penduduk detik. Sama sama du detik. He tanya penduduk sekitar kalau salah jalan. Wah, jago dia. Iya. Ini siapa? Mana nih? Oh, di sana. Kencang dia. Nah, di sini sengaja saya pelan supaya tidak terlalu ngegas. Nah, baru ininya. Wah, keren. Weh, dapat di sini rem nih. Rem berhenti dalam kotak apa berhenti dalam kotak apa lanjut? Lanjut aja. Oh, lanjut aja ya. Coba lagi ya. Mestinya Om Mobi enggak terlalu ribet ya, karena satu-satunya yang matic dia. Matic paling kencang lagi. Cakep jatuh dia kelindes itu. Jatuh ah jatuh satu kon detik kok bisa jatuh kena kurang sih powernya. Aduh benar ya gak ada feel ininya. Wah kebanyakan enggak kelihatan konnya habis itu. Iya kena lagi 4 detik. Eh, susah susah. Sekali lagi. Sekali lagi. Jatuh tadi kena kon dua kali sama sekali gak bercit ya. Ah, cakep. Hm. Bagus. Cakep. Oke, lebih cakep nih. Enggak ada, enggak ada kena. Waduh, limiter. A cepat nih daripada yang tadi. oke, oke. Tapi yang penting enggak kena kon enggak nyasar. Ini jauh lebih cepat nih dari tadi. Tiga, dua, sat go. ngebok dia Bus cepat lu cepat dia. Oke cakep dapat. Bagus. Bagus banget. Bagus banget. Mudah-mudahan salah soal. Nice. Gak apa-apa. Sama tadi gua juga gitu loh. Dia bingung. bagus. Bagus dia. Bagus, bagus. bagus, bagus nih. Ran satu nih. Bagus. Huh, bagus. 3 2 sat go kebok lagi tebok lagi ah kebanyakan mulai nih ritu mulai keluaring dua nih gua takut nabrak kontainer itu deh jauh amat lebar amat ya lebar amat aja ya bagus tapi bagus Waduh du du nih Ritwan Anifnya keluar ni Rifnya keluar nih. Ranif. Iya dia jauh-jauh dari kon semua. Bagusar. Bagus ini. Bagus nih. Nih ngawur lu. Cuman menang sedetik dari Ridwan. Artinya gua gak boleh kalah lebih dari sedetik sama dia. Memang iya ngebok juga buang. Okei. Bagus banget. Loh, loh, loh. Itu enggak perlu lewat situ ya? Emang enggak. Lu juga enggak. Ah, enggak. Tadi gua ngambil sana semua. Gua ngambil. Lu benar bener lu bener tadi? Heeh. Widih jauh. Ayo. Lang orientasi. Gak apa-apa. Percobaan pertama. Cakep cakep cakep. Itu benar sekali. Agak kebanyakan tapi cakep. Enggak itu cakep tuh. Cakep. 3 2 s lebih pelan dia. Dia tahu. Oh sudah bagus. dia belanjanya ininya enggak kebanyakannya. Enggak kebanyakan. Oh, bagus banget. Bagus banget. Bagus banget. Agak kebanyakan dikit. Iya gak apa-apa. Ah. Ah. Kurang. Ah. Situ kurang. Kurang itu. Ah, banyakan. Awas Almost perfect. Tapi selalu menarik ya. Semakin elasa pengin kencang, hilang semakin jauh semakin hilang. Rapi, rapi. Wah, donatnya keren di sana kuping rapi rapi wah dua frekuensial diaak agak jauh agak jauh agak jauh agak jauh situ langsung jauh gitu kena kena kena kena kena lagi gak kena lagi. Gila keren banget. Ini ini tipis nih. Ini koma-komanya di ya. Jadi kan saya 45 detik, Om eh Om Mobi 48, Rifan 49, saya 45 detik. Jadi tadi perhitungan dia mesti 44 detik untuk sama dia 43 detik. Tapi komanya yang kita enggak tahu. Iya itu dia Komanya yang kita enggak tahu. Jadi panitia lagi ngitung nih sekarang. Senang banget lihat rel itu. Heeh. Keren ya. Keren, keren. [tertawa] Keren, keren. Rasanya rasanya tetap harus menang. Jangan sampai kalah. Om tapi kan dia temenannya sama Rituan. Mobil lu kan matic. Enak gamp. Pas di dalam gimana? Pas di dalam. Jadi waktu pertama itu gua masih coba dulu pelan. Yang kedua agak sedikit ngegas dikit ternyata malah makin jauh. I. Tapi ini pertama kali gua selalu. Enggak. Lu yang pertama kan udah dapat waktu tuh. Kencang tuh. Heeh. Enggak. Tiba-tiba. Iya. 49. Tiba-tiba lu memutuskan untuk lebih ngepol. Ternyata lebih pelan. Heh. Ternyata lebih jauh muternya. Ya sudahlah. pelajaran. Hah? Ee gini, paling enak matic. Matic kan masalnya gini. Matic begitu tet rare pamp-nya udah jatuh ya kan digas lagi. Enggak bisa sambil nginjak kopling nih. Jadi enggak bisa di power slice kuat gitu. Enggak bisa enggak bisa dijaga tinggi RPM-nya enggak kayak manual. Nanti kita coba ya bisa enggak. Cuma alasan mobil aja sempat nabrak kon. Sempat nabrak kon. Yang pertama lebih kita udah senang kita udah senang nabrak kon tuh. Iya yang kedua bagus nabrak [musik] kon tuh 42 dia waktunya harusnya pertama lebih kencang yang kedua turun sedikit turun sedetik karena lebih hati-hati tapi AC-nya rusak apa gimana sih? Iya nih agak kopi aja. [tertawa] Maafkan ya kayaknya kalian rapi-rapi semua gua udah keringetan sendiri. Moga-moga Om kalau kita menang atau kalau kita menang tipis enggak apa-apa. Kalau kalau kita kalah jangan sampai tipis. karena gua sebenarnya tadi hampir perfect tuh runnya tadi tuh. Iya, ini terakhirnya nafsu ya. Nafsu mental emang bukan mental peselalom. Peselalom tuh mentalnya beda tuh. Ekstra beda. Nah, kita lihat aja deh waktunya. Ah, gimana ni? Nah, gimana nih tadi? Nah, tipis kayaknya Om ya. Tipis ya? Bedanya tipis. Jadi tahu ya selalam itu susah ya menghafal. Iya ya. Penghafalannya sih one thing lahfal konsentrasihan nafsu emosi. Makin emosi semakin jauh. Semakin kencang biasanya semakin pelan. Iya. Jadi semakin harus rapi mendekati kunya benar. Semakin kencang dia akan semakin jauh kun semakin tapi semakin kencang semakin menjadi tontonannya sih keren. Menarik tontonannya menarik tapi secara waktu dia pelan. Tapi kita kan bikin tontonan ini ya. Saya sengaja ngelebar tadi terakhir biar tontonan bagus [tertawa] tapi saya sengaja nabrakun. Jadi sudah ada pemenangnya ya. Pemenangnya itu bedanya tipis banget 1 menit sekian-sekian. Dan 1 menit sekian-sekian 0,7 detik total nih total antara kita ditambah ditambah cuma 0,7 0,7 detik. Jadi ya sekedan mata lah tek doang. Jadi pemenangnya adalah Om gimana sih Om? Digendong gua terakhir enggak apa-apa om. Enggak, enggak. Seru tapi kita remen kalah sama rally itu. Iya emang ini nature-nya Rally cuman udah rituan paling pelan kita masih kalah juga. [tertawa] Selamat dah. Thank you. Thank you. Thank you, thank you. Oke, jadi dulu kita menang. Oke, Pak Deni artinya kita seimbang ya. Seimbang nih. Seimbang nih. Cuman beda bukan maksudnya seimbang tuh kita sekali menang, mereka sekali menang. Iya, betul. Nah, jadi enggak ada pemenangnya nih Jarw belum. Jadi kan masih ada ada masih ada lagi pokoknya lombanya. Nah itu akan kita lanjutkan di channel Om Mobi ya. Lanjut ke channel Om Mobi. Video ini udah panjang. Kita kita akan challenge yang lainnya bisa dengan mobil kita, bisa dengan mobil lainnya. Tapi tetap di keseruan GR Wars. Jangan ketinggalan episode berikutnya. Oke, good game. Good game. Thank you. Enggak sih? Enggak, kita harus bikin strategi. Bentar. Jadi kita ngomong di sini enggak boleh kedengaran sama mereka.

Lihat di YouTube