Toyota VELOZ Hybrid : Kapan lagi pakai Veloz tapi gak ada suaranya (YouTube Video)
Dulu-dulu ya kalau kita beli mobil Toyota hybrid itu biasanya cuma kita bisa ketemuin di mobil itu. Tapi sekarang juga sudah ada di mobil ini. Toyota Velos Hybrid. Dan kali ini kita sudah ada di ESDC Serpong. Kita akan nyobain langsung si Toyota Velos Hybrid. First drive mobil hybrid paling terjangkau dari Toyota saat ini. Gimana rasanya? Langsung aja kita cobain. Hai guys, welcome back to Autonet Max. Satria Katana di sini dan kali ini siang hari ini atau pagi sih ini masih jam berapa nih? Masih jam 8.00 pagi nih. Tapi memang udah panas banget ya. Kita dapat kesempatan spesial dari Toyota Astra Motor buat nyobain langsung jagoan terbaru mereka. Ini adalah Toyota Velos Hybrid. Yes. Kalau dulu-dulu hybrid itu ya di levelnya Alpard Camry lalu turun ke Innova, ke Zenix lalu turun lagi ke Yaris Cross. Sekarang sudah sampai di levelnya Velos. Mobil yang bisa dikatakan mobil sejuta umat ya. Avanza, Velos itu mobil-mobil yang laku banget di Indonesia dan diciptakan memang buat orang-orang Indonesia, orang-orang Asia Tenggara. Nah, sekarang ya Toyota punya slogan hybrid EV untuk semua. Ya wajar aja karena Velos adalah mobil yang gampang dijangkau, mobil yang digunakan oleh banyak orang. Nah, sekarang dengan teknologi hybrid, apakah rasanya sebeda itu? Apakah ee akan ada pembiasaan lagi yang harus kita lakukan untuk ee bawa mobil ini? seberapa beda dibandingkan dengan mobil gasoline. Kali ini kita akan nyobain langsung. Dan sebelum itu kita remind dikit ya secara desain ya. Sebenarnya secara desain ubahan enggak ada yang gimana-gimana banget. Masih e Velos yang kita kenal, masih Velos yang sama yang launching di 2021 akhir. Tapi unit yang kita bahas kali ini, ini adalah unit yang eh flagship-nya lah ya, top level-nya lah ya. di mana ini adalah tipe Q dengan Toyota Safety Sense plus sepaket modelista. Jadi dia tutone, dia ada clading-kadingannya di sini. Bagian bawahnya ada side body molding warna hitam seperti ini. Velegnya dikasih warna hitam, spionnya kasih warna hitam, handelnya kasih warna hitam, dan di dalam interiornya juga serba hitam. Jadi kesannya sporty. Nah, sekarang kita akan langsung cobain gimana rasanya si Velos hybrid ini. Oke, jadi kita dapat kesempatan buat nyobain langsung si Toyota e Velos Hybrid ya. Ini adalah hybrid paling terjangkau dari Toyota saat ini. Bahkan mungkin salah satu-satunya low MPV 7 seater hybrid di Indonesia. Nah, kita akan menghadin beberapa obstacle nih. Pertama kita akan selalum tapi kecepatan pelan ya. 20 km/h. Jadi, ini kayak simulasi lagi jalan di jalanan umum aja, kayak belok-belok gitu. Terus kita akan jalan santai. Kita juga akan cobain akselerasi ya, akselerasinya seperti apa. Setelah itu kita akan cobain adaptive cruise control karena ini adalah tipe eh fitur paling baru dari eh Velos hybrid gitu ya. Yang di Velos gasolin enggak ada. Lalu kita akan selalum agak sedikit lebih kencang 40 km/h maksimal. Lalu ya kita akan cobain jalan biasanya seperti kita akan lihat gimana noise vibration hardsness-nya e peningkatannya gimana rasa Velos kalau pakai hybrid itu gimana ya dan nanti kita akan compare dengan yang Velos Gasoline karena mereka juga sediain unit yang Velos biasanya. Oke, saya ditemenin sama Pak Rian dari Kaifu untuk safety-nya ya. Mungkin enggak masuk di video, Pak. Tapi kita berdua di sini kita akan siap jalan. Ini posisi mesin mati nih. Ini posisi mesin mati. AC kita normalin aja dan y mobilnya jadinya senyap. Kapan lagi kalian pakai Velos tapi mobilnya enggak ada suaranya. [tertawa] Oke, kita akan starting dari sini. Kita akan tunggu Marshall kasih aba-aba. Oke. Oke. Oke. Aman. Kita jalan. Kita kecepatan yang standar aja seperti kita nyetir biasa di sini. Dan kalian bisa dengar ya. Nah, ini mesin mulai engage nih masuk nih. Berarti artinya si baterainya dia mungkin sudah mulai berkurang. Mesinnya masuk. Dan ini so far lebih hening dibandingkan Yaris Cross. Ya, suara mesin tetap masuk ya, tetap aja. Balik lagi di segmennya di low MPV memang e segmentasi ini [musik] membuat eh mungkin NVH enggak dipol-polin. Tapi kalau kita perhatiin ini termasuk lebih mending suara mesin yang masuk. Nanti kita akan coba waktu e akselerasi apakah dia akan ngeraung atau enggak. Ya, ini NVS-nya terlihat terasa lebih eh better dibandingkan dengan eh garis cross sekalipun. Nah, dia mati lagi mesinnya. Artinya baterainya udah cukup. Kita akan belok di sini. Kita akan jalan agak sedikit lebih kencang aja seperti mobil pada umumnya kalau kita di jalan. Ya, suara mesin masuk lagi. Tapi tetap ini suara mesinnya tetap lebih kalem dibandingkan dengan eh Yaris cross sekalipun yang posisi harganya jauh lebih tinggi ya. Nah, sekarang kita sampai di area untuk akselerasi. Kita akan coba nih apakah akan ngeraung banget atau enggak. Kita akan lihat ya. Kita akan coba berhenti dulu di sini. Bendera merahnya yang mana, Pak? Ya. Oh, itu ya. Sebelah kiri ya, Pak ya? Iya, sebelah kiri. Betul. Oke, kita akan coba akselerasi ya, kondisi posisi mobil berhenti dan kita akan coba gaspol. Es, kita mau masih power mode dulu deh. Oke, power mode udah nyala, udah warnanya merah. Sekarang kita akan coba akselerasi hampir 100 tembus 100 ya. Yes, tembus 100 tadi. Tapi emang tadi vs-nya lumayan intervensi ya di situ dia ee bikin kita jadi agak ngerem-ngerem ya. Nah, sekarang berikutnya kita akan cobain e adaptive cross control. Di depan ada Dummy car, ada Venturer di situ. Dan kita akan coba nyalain si adaptif cruise control-nya, ya. Kita akan coba akselerasinya. Dan ini acc-nya dan dia langsung ngikutin ya mobil di depan. Maaf tambahkan ke lepas aja gas sama remnya. Kita lepas aja di sini posisinya dan dia akan ngikutin di kecepatan 50 km/h. Nah, dia waktu dia ngebaca dia akan mengurangi kecepatan. Nah, dia akan mengurangi kecepatan sendiri sampai dia posisi seperti ini sampai berhenti. Jadi bisa dikatakan dia semacam low speed follow ya. Di sini tinggal kita tambah lagi, dia akan ngikutin lagi ke depannya seperti itu. Karena dia udah enggak baca mobilnya, mobilnya posisi belok jadinya kita nonaktif lagi. Nah, begitu kita sudah lihat ada mobil lagi di depan. Oke, kaks lagi. Oke, ini adaptif kontrolnya nyala. Kita tinggal ngikutin aja depan dan depan ini agak ngerem. Dia akan kurangi kecepatan lagi. Kita bisa set juga ya jaraknya berapa. Dan begitu depan berjalan lagi, dia akan nambah kecepatan lagi. Yes. Jadi ini simulasi macetnya ya. Betul. Velos udah ada low speed follow karena dia udah ada electronic parking brak juga sih. Jadi benar-benar bisa ngikutin depannya. Kalau kalian lagi macet-macetan, tinggal set aja speed-nya mau mentok di berapa, set jaraknya mau seberapa jauh. Udah, kaki kalian nganggur. Enggak perlu e pusing-pusing mikirin seberapa jauh, seberapa dekat akselerasi, deselerasinya udah enggak usah dipikirin lagi. Tinggal pakai aja. Yah, inilah yang namanya teknologi ya, Guys, ya. Bahkan sampai full break seperti ini dia akan berhenti kecepatan sampai nol ya. Begitu seperti itu. Oke, berikutnya kita akan ke obstacle ee dua terakhir ya. Kita akan selalum dengan kecepatan yang lebih tinggi 40 km/h. Kita akan coba ya gimana body rollnya mobil ini ya. By the way kita berisi mobilnya isinya bertiga ya sama kameraman di belakang. Uh, agak over dikit nih XP-nya [tertawa] tapi it's ok. Masih mobilnya masih predictable banget. Wow. Sebenarnya kalau diceritain ya, mobil ini kerasa lebih e stabil, kerasa lebih eh napak juga balik lagi karena dia ketamuhan baterai sih. Dengan baterai yang ada di bagian posisi bawah, center of gravity-nya lebih bagus, tentunya dia juga akan berperan terhadap ee bobot dari mobil dan juga memberikan ee sumbangsih ya untuk ee stabilitas dari mobil ini sendiri. Nice, nice. Ini sebuah pengalaman yang menarik dan kita lagi jalan dengan kondisi mesin nyala juga tadi. Sekarang mesinnya udah mati. EV only. Senyap banget. Bahkan kalau mesinnya nyala suaranya tuh masih lebih mending daripada Yaris Cross. Ya, mungkin Yaris Cross versi nanti improvement suaranya bisa sebaik ini. Nah, seperti biasa Toyota kalau punya mobil baru dan kita nyobain di arena tertutup kayak gini, selalu nyediain mobil versi sebelumnya. Dan ini adalah Velos yang versi sebelumnya yang Q ya. Ini kita akan cobain gimana bedanya. Kita akan start di eh TRK yang sama ya. Ya, karena ini bensin tentunya enggak sehening yang versi hybrid-nya tadi ya. Kita kan simulasi lagi ya. Walaupun mungkin kita udah sering naik mobil ini [tertawa] di jalan Indonesia banyak banget mobilos. Jadi kita bisa ngerasain. Well, kalau buat crawing di kecepatan rendah seperti ini ya, jalan pelan kayak gini, zigzak pelan seperti ini, jelas lebih enak yang hybrid karena dia lebih hening. Dia mesinnya biasanya ee lebih enggak intervensi jatuhnya. Memang e lebih hening untuk versi hybridnya. Udah pastilah karena mesinnya mati. Tapi di sini juga memang suara mesin terasa lebih masuk dibandingkan dengan yang versi e hybrid-nya tadi. Walaupun waktu yang hybridnya itu mesinnya juga nyala ya. Dia ee buat support ke baterainya. Oke, kita akan geser lagi. Kita akan tambah sedikit kecepatan ya. di atas 2000 rpm tuh berasa suara mesinnya lebih masuk ini. Nah, setelah itu kita akan coba untuk akselerasinya sama kita nanti akan masukin di power mode ya. Kita akan coba tadi tadi waktu yang hybrid itu VSC-nya lumayan intervensi ya walaupun sebenarnya berasa cukup kencang untuk sebuah MPV seater, tapi kita akan coba kalau kita compare dengan si versi bensin biasanya ini ya. Kita udah full stop di sini. Kita akan tunggu dulu. Oke, udah aman. Jadi, kita akan coba akselerasi dengan Velos bensin ya. Vel CVT 1500 cc. Kerasa shifting-nya ya. Kita ngerem di lokasi yang hampir-hampir sama dan speed-nya beda sih. Tadi di lokasi hampir sama kita udah sampai 102 kalau enggak salah. Tadi saya lihat terakhir lihat tadi masih di angka 90-an km/h. Jadi tentunya berasa banget ya untuk perbedaannya. Jauh sih. Ada motor enggak? motor sih, suara enginnya juga beda sih. Ini lebih masuk sih suara enginnya ya. Ini bukan adapter FR control ya, Guys. Ini kaki sendiri nih. Oke dan sama berikutnya kita akan selalam dengan kecepatan lebih tinggi ya sekitar 40 km/h dengan Velos gasolin ini. Yes. Berasa banget yang hybrid tadi. Dia lebih napak kayak berasa dia lebih agile yang versi hybrid-nya. Balik lagi ya mungkin karena bobot karena center of gravity beda. Jadinya memang kerasa sih bedanya. Kita juga sama yang tadi kita yang geselin dan yang hybrid tadi diisi tiga orang dewasa. Yap, kalau udah kayak gini sih jelas ya. dengan selisih harga yang sebenarnya logiknya enggak terlalu banyak bahkan yang versi V itu lebih murah ketimbang e Velos CVT sebelumnya. Jelas ya opsi hybrid itu jadi opsi yang masuk akal banget sih ya. No brainer lah pasti pilih yang hybrid lah kalau dibandingkan dengan Velos Gasoline. Tinggal kalian aja kebutuhannya versi yang tipe V, Q, ee Q modelista atau Q modelista TSS. Oke, jadi kita udah nyobain ya Toyota Velos Hybrid dan kita compare juga tadi dengan yang versi gasoline. Kita sudah nyobain jalan pelan, akselerasi, bahkan sampai kita selalu magak kecepatan 40 km/h dan kita dapat impresinya. Tapi sebelum itu di sebelah saya ini adalah tipe yang berbeda. Ini adalah versi yang udah dikasih TCO atau Toyota customization option di sini. Di mana ada tambahan nih, spionnya dikasih cover karbon, terus di dalam dia ada desam-nya, ada fragrance-nya juga dan juga ada cardonet. Dan juga di bagian bawah dari ee ban cadangannya, karena ini balik lagi nih hybrid ya, ban cadangannya turun di bagian luar di bawah dia sudah dikasih cover. Jadi kalau kalian merasa mungkin kepengin SPK mobil ini tapi ee mungkin konstama ban cadangan, ya beli aja TCO-nya atau mungkin kepengin Cardonet ya udah bisa beli aja. Itu aja sih ya. Balik ke selera kalian aja masing-masing. Nah, kita kesimpulan dulu nih gimana rasanya Toyota Velos Hybrid? Ya, ini baru first impression dan kita enggak jalan di jalanan umum. Kita jalannya di aspal yang mulus. Ya, mungkin banyak yang akan komen, "Ya, Bang, enggak sesuai dengan realita bla bla bla." Yes, setuju. Setuju banget. Kita kepengin nanti nyobain mobilnya di jalanan yang umum, jalanan perkotaan, luar kota. Kita pengin tahu efisiensinya berapa. Nanti kalau di jalanan NVH-nya gimana, kita kepengin banget. Tapi sementara kita dapat satu impresi awal bahwa mobil ini tentu aja dia jauh lebih hening. Karena balik lagi mesin itu kan on off on off ya. Begitu mati ya dia hening banget. Agak aneh rasanya pakai velos hening, tapi itu sebuah pengalaman yang ternyata cukup menyenangkan. Yang kedua, begitu mesinnya nyala dia ternyata tidak sekencang suaranya mesin si Yaris Cross. Berasa banget lebih ee adem suaranya ya, lebih kedap. Dan dengar-dengar sih ngobrol-ngobrol memang sepertinya ada yang sedikit diubah ya. Kita belum tahu detailnya gimana tapi entar kita akan coba cari tahu performance gimana. Ya, jelas kalau dibanding dengan ee Velos yang gaselin dia ada tambahan motor listrik, tentu aja power-nya lebih enak. Bahkan waktu akselerasi berasa banget ya kita sampai di kecepatan 100 km/h itu lebih cepat selisihnya dibandingkan dengan yang gaselin. Berasa banget. Nah, terakhir karena dia ada tambahan baterai dan posisinya di bawah ya. Center of gravity lebih baik, mobilnya lebih napak, lebih nempel di jalanan. Waktu kita agak tekuk-tekuk itu berasa banget mobilnya lebih stabil dibandingkan dengan versi gaselinnya. Jadi kalau harga yang tertera itu ya 299 sampai tadi ada range-nya ya, kita akan cantumin juga tipe-tipe yang lain. Ada Q eh V, ada Q modelista dan juga Q TSS modelista. Sebenarnya kalau dicompare dengan versi harga yang sebelumnya yang gaselin terbilang perbedaannya itu word sih sebenarnya. Tapi balik lagi kebutuhan orang beda-beda. Menurut saya word, menurut kalian belum tentu word. Kalian komen aja di bawah menurut kalian gimana. Oke, kayaknya itu aja dari kali ini. Thank you buat teman-teman sudah nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share teman-teman kalian komen juga di bawah. Subscribe buat yang belum dan juga mampir-mampir ke Instagram, TikTok dan website-nya. Itu aja sampai ketemu di video selanjutnya. Bye.
