TOYOTA VELOZ HYBRID | MPV 7 Seater Hybrid Gak Punya Saingan (YouTube Video)
Yaris Cross itu harusnya laku. Kenapa gak laku? Karena kurang banyak ya di Indonesia itu lebih cocok yang Seven Sater. Makanya hadir yang namanya Velos HV hybrid. Akhirnya hadir juga yang ditunggu-tunggu. Jadi ini sebagai pembunuh mobil-mobil Cina bisa jadi. Terus dari dulu ya udah ada gemor-gemor nih. Huh, hybrid untuk semua. Velos. Yes, Velos itu udah terkenal dengan namanya seven seater by Toyota yang low MPV-nya. Nah, makanya dia hadir hybridnya. Mesinnya dia pakai Yaris Cross. Yaris Cross itu harus tahu irit sekali 125 sampai di atas 125-an. Makanya hadir yang seven seater itu. Mungkin seven seaternya enggak akan sampai seirit itu ya karena dia lebih berat dan segala macam. Cuman udah lebih dari cukup untuk di dalam kotak. Seven seater pula. Hi. Terus ya yang namanya Velos yang hybrid itu ada empat varian. Ada varian yang V, ada yang Q biasa, ada yang QSS, ada yang Q modelista. Dan ada satu lagi varian yang keren. Itu sebetulnya bukan varian tapi adalah TCO atau kalau enggak option dibilangnya. Apa aja, Mang? Bedanya? Nanti Mamang jelasin satu-satu. Nah, kalau yang di depan Mamang ini adalah panjang lagi nih namanya kayak Toyota Kijang Innova Hybrid. Benar. Ini jadi Velos HV TSSQ modelista. Modelista itu apaan sih, Mang? Sebetulnya cuman aksesoris. kayak semacam inilah, side skirt lah, terus ada tambahan danging di sebelah pinggir, terus namanya Velos hybrid gitu ya. Ini udah ada hitam-hitan kayak gini nih. Jadi lebih dark gitu ya, lebih gagah. Ada ornamen-ornamen kayak gini nih, dark chrome di sebelah sini itu yangista. Kalau yang enggak pakai moderista atau polosan itu menjadi kayak Velos yang biasa atau Velos yang bukan hybrid. Non hybrid nih ya. Udah pakai LED bawahnya. Iya. Halogen. Sayang sekali. Ih, ini harusnya di LED-in gitu. Nanggung banget. Secara look gitu ya, itu kayak enggak ada bedanya dengan eh Velos yang biasa. Tapi ada bedanya nih. Salah satunya ini kan tambah daging mama bilang tuh. Nih yang modelista. Terus velegnya jadi berwarna hitam pakai banturan dengan profil ban. Berapakah ini? 20550 ring 17. Depan cakram belakang cakram. Yes. Panjangnya juga 4,5 maneran dengan wheel base 2750. Jadi enggak ada bedanya dengan Velos yang biasa. Cuman dengan ornamen seperti ini nih, tambing terus ton. Terus kalau yang modelista senang ya bangganya ada tulisan modelista di bagian pinggir sebelah sini. Ground clearance-nya juga karena dia udah pakai ini ya, ada sedikit beda ground clearance. Kalau yang standarnya 205 mm ground clearance-nya. Kalau yang model sedikit lebih rendah. Terus yang pakai TCO atau option dia pakai ini cover carbon ini option atau dibilang ya kalau Toyota itu TC O itu bedanya. Terus mana lagi emang bedanya? Sini di bagian belakang juga enggak ada bedanya di sini. Tuton ada topi belakangnya ada turb lamp rear devogar udah lengkap LED memanjang sebelah sini. Terus pembedaannya lagi ada tulisannya velosnya warna hitam sama HVQ. Ini ini yang jadi beda ya emblemnya. Terus karena ini ada TCO atau option-nya, spare tire-nya mana ya? Nih ada cover-covernya kayak gitulah. Enggak ngerti memang juga. Terus ada tulisan modelista. Dah nih lihat nih bagasinya. TCO juga ada cargonet. Hihi. Nih kalau yang enggak pakai TCO atau option itu enggak dapat cargonet seperti ini gitu ya. Terus bagasi-bagasinya juga sama aja. kapasitasnya enggak ada yang berbeda dengan Velos yang biasa. Jadi, sebetulnya intinya mobil ini dihadirkan itu karena keiritan mesinnya. Coba kita lihat di row kedua ada yang beda enggak? Nah, interiornya ya ada yang beda enggak? Oh, sama aja keras-keras. Cuman di sini lebih banyak nuansa dark-nya. Lebih hitam. Mirip-mirip lah ya. Tuh, cuman ya gini gini gini gini. Oke. Ini lebih hitam. Terus pemilihan material-material joknya juga lebih bagus daripada Velos yang sebelumnya. Ini lebih sedikit meningkat satu level lah, lebih mewah jadinya. Untuk kulit-kulitnya juga lebih bagus. Tingkat keempukan joknya mirip. Terus ini kasih kantong kursi, kantong kursi, kantong kursi. Ada ngecas USBA dua-duanya. Kenapa enggak ada USBC sekalian gitu ya? Ada cavolder sama aja ada tempat nyimpan-nyimpan juga nih. Wah, ini banyak banget tempat nyimpan sampai di trim pintu. Lihat ini ada tekup holder sini buat bottle holder dan barang-barang yang lain. Di atas ini ada yang namanya double blowerber dan RS tuh rear seat entertainment. Ah, kerennya nih putar-putaran AC-nya. Terus juga ada pakai LED lampu kabinnya yang belakang tapi yang tengah ini nih. Ini udah LED udah ada upgrade-an. Sekarang sini di tengah ada cover tambahan untuk sharing tu. Dah kita lihat ke depan. Oke, ini yang berbeda adalah material joknya yang sedikit meningkat upgrade daripada Velos yang sebelumnya. Jadi lebih kelihatan mewahnya. Terus lebih dark lagi, lebih mewah lagi kelihatannya. Enggak banyak aksen-aksen, warna-warna yang aneh-aneh gitu di sini nih. Lihat cuman ada aksen sini silver gitu. Udah selesai. Yang lainnya bagus dilihatnya. Jadi kelihatan lebih upgrade gitu ya. Sama-sama aja. Penempatan tombolnya juga sama. Eh, head unit juga masih sama. Gede-gedenya sama aja. Terus ini rem tangan jari. War charging di bagian tengah sama aja ada power socket 12 volt. Oke, ini ada ini juga ada cup holder yang di depan AC ini. Mamang suka banget fitur ini nih. Yang berbeda adalah kalau enggak salah ada TCO deh. Nah, kan. Jadi option-nya Toyota gitu ya, TCO-nya. Sekarang kalau Velos itu ada wewangian tuh. Nih berbagai macam parfum yang ada di sini. Apa aja tuh? Oceanic Joy, ada Blossom Whisper, ada Sunl Z Amber Heaven. Jadi ini parfum-parfum mobilnya bisa ditempelin ke Velos yang tipe option ini. Enggak tahu memang di sebelah mana lagi ya si parfumnya. Oh, itu rahasia lah. Nanti lihat sendiri. Makanya main ke dealer Toyota. cari tahu sendiri di manakah kita bisa menyimpan si parfum-parfum ini. Itu ya daripada pakai e ya ya yang R25.000-an gitu ya. Mending pakai inilah. Ini parfum kok enak banget. Oh asli Toyota gitu kan. Dah itu adalah TCO atau option-nya dari modelista yang option yang paling gilanya di atas ini ada atuh ganti atuh sama LED. Ih, kenapa sih enggak sekalian cuman ya ok lah, ini udah pakai LED semua tuh ya. Dari setirnya juga sama aja, suumen clusternya juga sama aja. Cuman yang berbeda adalah di sini ada indikator charge, echo, power, gitu aja. Menyesuaikan dengan eh mobil untuk hybrid. Kalau yang biasa kan tu RPM ya. Coba lihat sini nih. Nih charge, echo, power, dan segala macam. Jadi tuh jadi berbeda. Selain itu sih sama aja ya Android Auto, Apple CarPlay udah ready di sini. Dah terus yang berbeda adalah dari sini ada tombol yang namanya EV mode. Itu aja yang berbeda. Terus karena ini TSS, ada pengaturan TSS di tombol-tombol kanan setir sebelah kirinya adalah untuk entertainment. Sini juga adalah kamera-kamera TSS-nya. Dah, sekarang mamang paling penasaran sebetulnya bukan ininya, tapi rasa berkendaranya atau bagaimana rasanya hybridnya si Yaris Cross ini masuk di seven seater MPV. Let's check it out. Ada di luar sana nyobainnya. Yuk, Ih, kelupaan bahas mesinnya. Justru ini yang paling beda. Sini, sini, sini, sini. Nah, mesinnya itu yang dipakai sama dengan kayak Yaris Cross. Tapi secara kertas dia sedikit berbeda gitu karena tuningan untuk LMPv atau untuk seven seater. Secara sistem dia punya tenaga 111 PS ya, cuma kalau dipisah-pisah gitu ya. Kalau untuk tenaga engine-nya sendiri dia 90 PS. Kalau pakai motor elektriknya dia sampai 80 PS. Tapi kalau secara torsi di engine sendiri 121 Nm yang motor elektriknya 141 Nm. disalurkan ke roda depan dengan transmisi seperti biasa ECVT ya lumayan bertenag lah tapi untuk seven seater hmm ya okelah untuk dalam kota luar kota juga masih oke. Sebetulnya pas sih 1500 cc-nya. Nah, sekarang baru kita test drive. [Musik] Udah ganteng belum? Entar ini ada telescopik sama tilteling. Udah ok lah ya. Nah, engine-nya tadi masuk, tapi pas mamang tadi starter memang benar-benar mesinnya completely mati yang mesin bensinnya. Oke, kita cobain ya yang namanya Velos Hybrid EV. Jadi, kurang kencang yang gua. Nah, raungan mesinnya Yaris banget sih. Yaris cross banget. Jadi kita bawa Serasa Yaris Cross tapi versi seven seater. Nah, pertama-tama kita cobain zigzag cuman kita enggak boleh lebih dari 20 km/h. Tadinya ini adalah buat ee motor elektriknya doang gitu ya. Cuma ini sekarang belok ya. Nih, zigzag. Ih, setirnya enteng. Nah, tuh kan kalau disentak dia motor bensinnya langsung bereaksi. Ini sebetulnya cara nyetirnya juga enggak beda jauh ya dengan yang velos biasa yang bensin. Cuman ini karena mesinnya berubah, transmisi juga berubah, terus kayak ada lebih bobot yang lebih karena dia nyimpan baterai yang enggak terlalu gede juga cuman mempengaruhi center of graffity-nya di bawah. Jadi kerasa lebih namplek gitu. Kita coba aja kecepatan tingginya. Drive mana? Ini mode ya. Oh, di bawah. Drive ke udah power yang merah. Yang merah. Oke. Ini DD aja biasa di aja. Kita cobain ya akselerasinya apakah lebih baik dengan Velos biasa beneran merah mana? Oke, Akselerasinya sebetulnya enggak se enggak sewow itu gitu ya. Padahal ini ada dorongan motor elektriknya. Cuman berarti priority-nya di Velos Hybrid EV ini adalah keiritan bahan bakar. Iya. Oke. Dah. Jadi ini adaptif cruise controlnya aja udah bekerja dari 0 km. Ini keren. Jadi kalau macet-macet bisa ngikutin kendaraan di depan dan jaraknya juga bisa kita setel mau yang paling dekat atau yang paling jauh. Kita lihat. Ih, asik banget. Seberapa smoothkah dia mengikuti kendaraan depan? Oke, masih ada sedikit toleransi yang harus gini karena mamang juga tadi di setettnya yang paling kencang. Terus ininya cuma satu bar di setnya jaraknya juga paling dekat jarak paling dekat. ABS-nya bekerja dengan sempurna. Oh, di sini pelan ya. Jadi kayak ngikutin ini simulasi kalau macet-macetan gitu. Ini macet-macetan smooth ini. Nah, ini baru adaptif. L keeping-nya belum ada. Gimana di belakang? Gimana belakang? Enak. Aduh, enak banget kayaknya di belakang. Ada dikasih ini lagi ada TV. TV tuh ada TV. Bawa baby shark ayah. Kesimpulannya sebetulnya adalah di Velos hybrid EV ini tidak mengubah rasa dari Velos yang sebelumnya. Bahkan lebih baik karena dia ada bobot yang berlebih di baterainya yang buat mobil ini tuh lebih kayak lebih namplek gitu di jalan. Itu aja bedanya. Tapi secara pengendalian, secara look, visibilitas itu tidak ada yang berbeda dengan velos yang sebelumnya. Yang berbeda lagi adalah udah adaptif, cruise control, dan juga bensinnya pasti semakin irit. Oke, tadi kan ada selalom 20 km/h, sekarang jadi 40 km/h. asik. Tuh kan ada rasa-rasa lebih beratnya gitu dibandingkan Velos yang sebelumnya. Itu saja videonya. Jangan lupa untuk tekan tanda jempol ke atas subscribe channel Motomobi dan Moto. Tabah diganti view Om Mobi dah Velos keren. Enggak ada saingan di kelasnya. Dah gitu aja penutup mamang.
