Jungkat

TUF Gaming RTX 50 Series Terbaru! Sekenceng apa? Review ASUS TUF Gaming F16 2025 (FX608JMR) (YouTube Video)

  • 11/08/2025

Ini adalah laptop gaming terbaru dari Asus Stuff Series. GPU-nya udah pakai Nvidia GeForce RTX 50 series yang paling baru. Arsitekturnya baru dan sudah support teknologi multifame generation. TGP-nya juga sampai 115 watt. Jadi jelas kencang. Prosesor pakai Intel Core i7 generasi ke-14 H series yang punya 16 core. RAM-nya 16 GB DDR5 dan stor 1 TB. Layarnya 165 Hz dan sudah 100% SRGB jadi cocok buat gaming maupun content creation. Kameranya udah dilengkapi dengan infrared. Konektor juga lengkap, bahkan sudah punya Thunderbolt 4. Ya, ini adalah Asus TAF Gaming F16 2025. Nah, sebelum kita bahas laptop terbaru dari TAF gaming lebih dalam, kita mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk pressor dia pakai Intel Core i7 processor 14650 HX. Code name-nya Raptor Lake. Litografinya Intel 7 base power 55 watimum turbo frekuensi di 5,2 GHz. Dia punya 16 core 24 red yang terdiri dari 8 performance core, 8 efficient core. Untuk Intel smart case-nya itu ada 30 MB lumayan besar. Tentunya laptop ini juga punya integrated graphics ya. Kapasitas RAMnya 16 GB DDR5 5600 MHz. Ini konfigurasinya single channel belum dual channel. Tapi tenang, dia punya dua slot SODIM jadi bisa di-upgrade ke dual channel sampai 64 GB. Untuk storage-nya 1 TB SSD M.2 NVM PCI Gen 4. Masih ada lagi satu slot SSD M.2 tambahan. Jadi kalau dirasa kurang bisa di-upgrade tanpa perlu ganti SSD yang sudah terpasang. Untuk diskret grafis dia pakai Nvida Geforce RTS 5060 laptop GPU. Ini sudah pakai arsitektur blackwell yang terbaru. Performa EI-nya up to 572 tops. Total dia punya 3.328 kuda Corse. Untuk VAM-nya 8 GB GDDR 7 maximum TGP up to 115 wat. ini sudah dilengkapi dengan ray tracing course generasi keempat dan tensor course generasi kelima dan tentunya sudah mendukung resizable bar. Nah, untuk kektivitas wirelessnya dia pakai real tech ya. Lalu dia sudah mendukung WiFi 6i dan Bluetooth versi 5.3. Kapasitas baterainya lumayan besar di 90 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Oke, untuk front factor ini clim sell atau laptop classic. Materialnya ini adalah kombinasi aluminium dan polikarbonat. Untuk desain t gaming F16 membawa filosofi laptop gaming dengan desain yang menggabungkan kekuatan dan portabilitas. Secara keseluruhan desain laptopnya masih kental dengan DNA tough yang polos dan minim corak gaming. Jadi terasa simpel dan minimalis. Dipadukan dengan warna gelap pada body laptop ini membuatnya terasa sangat profesional untuk sebuah laptop gaming. Tentunya laptop yang satu ini juga sudah diklaim memenuhi standar ketahanan militer yaitu military standar 810H. Untuk warna ini namanya adalah Jaer Grey. Dimensinya panjang 35,4 cm, lebar 26,9 cm, dan ketebalannya untuk sisi paling tipis di 1,79 cm, sisi paling tebal mencapai 2,73 cm. Bobotnya untuk laptop aja di 2,27 kg, charger di 618 gr. Total bobotnya kalau dibawa bersama dengan chargernya adalah 2,88 kg. Oke, untuk display dia menggunakan layar dengan IPS level panel ukuran 16 inci resolusinya full HD plus atau 1920 * 1200 pikel. Jadi aspek rasionya adalah 16 b. Ref rate-nya 165 Hz dengan response time di 3 m dan ini sudah support Nvidia Ging. Jadi buat nge-game udah nyaman banget. Menurut Asus carar gambutnya ada di 100% SRGB. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecerahan maksimumnya ada di 315 nits. Lalu untuk gambut coverage di 97,8% sRGB dan gambut volume di 107,2% sRGB. Jadi bukan hanya cocok dipakai untuk main game, tapi juga cocok dipakai untuk kegiatan content creation seperti laptop yang pada umumnya permukaan layarnya menggunakan lapisan antigare atau matte. Jadi minim pantulan bayangan dan cahaya. Layarnya juga bisa dibuka sampai 180 derajat. Jadi udah miriplah seperti laptop bisnis. Layar seperti ini memudahkan kita untuk menampilkan isi layar ke lawan bicara kita. dan meminimalkan kerusakan layar kalau misalnya enggak sengaja terdorong. Untuk bingkai kanan kiri terdorong tipis ya dan bingkai atasnya sedikit tebal karena seperti biasa ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kamera mikrofonnya laptop yang satu ini menggunakan kamera dengan resolusi 1080p 30 fps. Sayangnya kamera ini belum mendukung fitur Windows Studio Effect karena memang prosesornya belum punya NPU. Nah, untuk mikrofonnya ini terletak di sisi kanan dan kiri webcam dan sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Untuk kuates kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita tes kamera dari laptop Asus Staff Gaming F16. Untuk kualitas kameranya sendiri ini bisa dibilang cukup bagus ya untuk sebuah laptop gaming dan dia punya resolusi 1080p. Kalau kalian emang mau gambarnya bagus, pastikan kalian gunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup. Sekarang kita uji mikrofone dan noise canceling dari laptop Asus Staff Gaming F16 yang satu ini. Untuk suaranya yang satu ini direkam menggunakan smartphone yang biasa kita gunakan di pinggir jalan. Dan untuk suara yang ini direkam menggunakan mikrofon dari laptop Asus Staff Gaming yang satu ini. Jadi kalian bisa dengar sendiri ya, ini kipasnya berputar 100%. Jadi emang eh noise-nya lumayan kencang. Tapi noise tadi bisa difilter dengan rapi di laptop yang satu ini. Untuk sistem audio, laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker yang terletak di kanan kiri laptop ini mengarah ke alas ya. Lalu terdapat software Dolby Access untuk mengatur profil audio dan equalizer. Untuk speakernya ini suaranya terdengar asik ya. kualitasnya mumpuni, separasinya rapi, bass terdengar, mid rapi, sisi high tidak melengking, ya cukup lantang tapi ini bukan yang paling lantang di kelas harganya. Oh ya, by default suara akan terdengar melebar seakan ada dua speaker di sisi luar kanan dan kiri laptop. Ini yang membuatnya asik mirip seperti sistem audio pada kelas ROG. Oke, untuk konektor-konektornya di sebelah kiri ada satu DC in, ada satu Etthernet Port, 1 HDMI 2.1 dan ada satu Thunderbolt, kemudian ada satu USB 3.2 Gen 2 Type C yang sudah mendukung display port 2.1 dengan Gsyc lalu power delivery 3.0 atau 100 wat lalu kemudian ada 1 USB 3.2 Gen 2 type A, satu audio combo jack 3,5 mm. Sementara di sisi kanan ada dua USB 3.2 Gen 2 yang type A yang besar. Nah, untuk keyboard, tombol keyboard ini memiliki layout yang full size. Jadi, di sebelah kanan ada tombol 6 pad-nya. Untuk travel distance ada di 1,7 mm dan sudah menggunakan teknologi overstoke yang diklaim lebih responsif. Selain itu, tambahan ini juga diklaim mampu tahan hingga 20 juta tekanan ya. Nah, di bagian atas terdapat empat tombol shortcut untuk akses cepat ke volume up, volume down, mute microphone, dan software armory grade. Untuk tombol WASD-nya ini terlihat semi transparan untuk menandakan bahwa ini adalah tombol yang sering digunakan untuk main game. Tombol anak panahnya punya ukuran besar seperti tombol lainnya, jadi ini nyaman untuk digunakan. Untuk tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end ini menyatu dengan tombol padet ya. Nah, keyboard tff yang satu ini juga sudah dilap dengan backlit RGB satu zona warna dengan tiga tingkat kecerahan. Untuk pengaturan tingkat kecerahan dan warnanya ini dapat dilakukan di software Armory Crate. Oke, untuk touchpad ini ukurannya tergolong memuaskan di 13 * 8,5 cm. Seperti biasa, touchpad ini sudah memiliki lapisan kaca. Jadi, ini terasa smooth banget waktu dipakai. Tentunya dia juga sudah mendukung berbagai gesture dari precision touchpad. Untuk sistem keamanan, laptop game ini sudah dilengkapi dengan sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera dan sudah mendukung Windows Hello tentunya. Nah, kita beralih ke sistem pendinginnya. Laptop gaming ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua kipas. Kipasnya menggunakan second gen Arc Flow Fence yang memiliki dual impeller desain. Kipas utamanya memiliki 84 bilah dan kipas kecilnya ini memiliki 42 bilah. Desain ini diklaim mampu meningkatkan aliran udara hingga 11% dengan konsumsi daya 16% lebih rendah dibandingkan desain sebelumnya. Untuk heatsingnya juga membentang cukup panjang di area belakang laptop ya. Nah, intake udara itu dari bawah dan ekhaya ke arah belakang. Oke, sekarang kita bicara aspek performa. Nah, di sini terdapat menu pengaturan profil performa pada software Armory Crate. Optinya adalah Windows, Silent, Performance, Turbo, dan manual. Sekarang kita lihat konsistensi performanya kalau kita pakai CineBch R23 stability test. Untuk skor maksimalnya di mode performance didapat 21.564 64 poin. Sedangkan di mode turbo skornya bisa didorong sedikit lebih tinggi ke 22.842 poin. Nah, untuk skor yang bisa dipertahankan di mode performance ada di kisaran 18.000-an poin dan di mode turbo ada di kisaran 21.400 sampai 21.500-an poin. Sekarang kita lihat suhu kerjanya dengan CineBZ R23 stability test. di mode turbo saat awal ransu sempat stabil di kisaran 89 sampai 91 derajat celcius, tapi kemudian berhasil turun dan mampu ditahan di kisaran 75 derajat celcius dengan spike di tiap awal run ke 80 derajat celcius saja. Jadi tergolong aman yang satu ini. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai Blender 4.3 Barber Shop Scene Render yang berat ya. Untuk CPU rendernya selesai dalam waktu 21 menit 38 detik. Sementara kalau kita render pakai kuda selesai dalam waktu 2 menit 51 detik. Untuk suhu kerjanya, suhu CPU ada di kisaran 60 sampai 75 derajat Celcius saja. Sementara GPU juga adem di 60 sampai 70 derajat Celcius. Kemudian untuk Adobe Premiere Pro CC 2025 yang kita pakai video yang 2 menit 7 detik seperti biasanya. Untuk 4K60 video exporting software only 7 menit 25 detik dengan GPU acceleration 1 menit 16 detik saja. Ingat video 4K60 ya. Lalu untuk full HD video exporting dengan software only saya dalam waktu 1 menit 11 detik. Kalau pakai GPU acceleration saya dalam waktu 25 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pesat melakukan 4K video export dengan GPU acceleration. Nah, suhu CPU ada di kisaran 60 sampai 77 derajat celcius saja. Sedangkan suhu GPU ada di kisaran 50 sampai 65 derajat celcius saja. Adem, ya. Kita lanjut ke Davinci Resolve 19.1. Software video editing kelas profesional, tapi ini versi gratisnya. Kita pakai video yang durasinya sama ya, 2 menit 7 detik. Untuk 4K60 video export itu selesai dalam waktu 2 menit 52 detik. Lumayan kencang. Lalu untuk full HD video export selesai dalam waktu hanya 43 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pesat melakukan 4K video exporting. S CPU ada di kisaran 80 sampai 90 derajat celcius dengan sesekali spike mencapai 97 derajat celcius. Sedangkan untuk GPU ada kisaran 60 sampai 75 derajat celcius. Ini masih tergolong aman juga terutama untuk software yang satu ini. Lanjut untuk 3Dx graphic skore. Di 3K spy skornya itu mencapai 12.686 86 poin. Sementara untuk SU kerjanya dengan time spice stress test, SU GPU ada di kisaran 75 sampai 78 derajat Celcius saja. Jadi memang digenjot berat pun dia masih aman-aman aja. Oke, sekarang mari kita lihat performanya untuk gaming. [Musik] Nah, di game yang terakhir ini Assassin's Creed Miras 30 menit kita mainkan. Kita lihat suhu kerjanya. Untuk CPU ada di kisaran 73 sampai 77 derajat Celcius saja. Sedangkan GPU ada kisaran 71 sampai 73 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan. Untuk suur permukaan keyboard terlihat sangat aman. Suyunya ada di bawah 37 derajat Celcius. Area terpanas ada di bagian tengah di kisaran 33 sampai 38 derajat Celcius saja. Sedangkan untuk area kiri dan kanan keyboard suhunya ada di bawah 32 derajat Celcius. Ini adem banget sih ya. Untuk area palm rest ini lebih adem lagi. Dia bisa mencapai di bawah 28 derajat celcius. Tentunya suhu ruangan kita adalah 25 derajat Celcius. Sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal Desmart kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 4.342 MB/ dan kecepatan tulis ada di 3.631 MB/s. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Di sini kita ubah refresh set layar ke 60 Hz, brightness di 150 Hit dan volume di 25%. Mode performa kita ubah ke Windows. Hasilnya saat kita gunakan untuk local video playback resolusi 1080p. Baterai habis setelah 8 jam 20 menit. Ini hasilnya masih cukup bagus sih sebetulnya untuk sebuah laptop gaming dengan performa yang kencang, terutama mengingat prosesornya. Nah, kemudian untuk charging test di 30 menit pertama langsung terisi ke 51%. Sementara untuk mencapai 100% dia butuh waktu 1 jam 45 menit. Ini tergolong kencang ya, apalagi mengingat kapasitas baterainya ada di 90 wat hour. Oke, untuk harganya unit yang kita uji ini harganya ada di Rp25.499.000 dan ini sudah termasuk dapat P39 TAF Gaming M3 Mouse. Lalu ada juga tough Gaming Backpack serta Microsoft Office 2024 yang aktif secara permanen. Enggak usah bayar-bayar lagi ya. Tapi masih dikasih juga nih kalau mau yang langganan-langganan ya dikasih gratis langganan Microsoft 365 selama 1 tahun penuh dan ada juga gratis langganan PC Game Pass selama 3 bulan. Lalu untuk garansinya itu 2 tahun untuk garansi internasional dan ada warranty plus 1 tahun Asus Perfect Warranty. Nah, Asus Perfect Warranty ini dapat digunakan satu kali di tahun pertama pembelian. Oh ya, Asus sekarang juga lagi ngadain Republic of Gamers Day Back to School Promo sampai tanggal 15 Agustus 2025. Setiap pembelian laptop ROG, TAF gaming, dan Asus Gaming akan mendapatkan hadiah berupa OVO kredit senilai hingga Rp750.000. Lalu ada kesempatan lucky draw ROG gears termasuk ROG Lix dan ada bonus aksori ROG khusus pengguna laptop ROG tf dan Asus Gaming. Untuk informasi lengkapnya langsung aja cek link yang ada di dalam deskripsi ya, cek di bawah situ. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, konfigurasi RAM-nya ini masih 16 GBDR 5 single channel ya. Tapi tenang karena kita bisa upgrade sendiri ke dua channel hingga 64 gig karena dia pakai RAM sodium dan ada dua slot di situ. Lalu untuk unit yang kami uji itu resolusi layarnya masih di Full HD ya. Nah, kalau memang butuh resolusi yang QHD yang lebih tinggi lagi, Asus punya varian tough gaming F16 yang menggunakan RTX 5070 dan layarnya QD. Nah, sekarang kita masuk ke dalam sisi menariknya. Terlepas dari poin-poin yang disebutkan tadi, hampir semua aspek di laptop ini terasa menarik sebetulnya. Pertama performanya kombinasi prosesor Intel Core i7 14650 HX dengan GPU RTX 5060 laptop ini terasa sangat pas. Mau buat multitasking udah asik banget karena prosesornya punya 16 score. Buat gaming esport atau gaming triple A, wah ini terbang-terbang gaming-nya ya. Lalu untuk GPU-nya juga udah support teknologi terbaru dari Nvidia seperti multifame generation misalnya dipakai buat editing video sampai 4K atau 3D modeling dan cat itu juga masih aman di sini. Suhu kerjanya ini tergolong aman di mayoritas pengujian kita, bahkan saat kita jalankan di mode turbo sekalipun. Desainnya juga simpel, minimalis, jadi cenderung profesional. Lalu dia punya pengaturan mode performa yang cukup lengkap. Konektornya lengkap dan melimpah juga di sini. Kamera udah 1080p dan punya sistem keamanan biometrik. Lalu sudah support Wii 6i dan Bluetooth versi 5.3. Garansi globalnya bisa diklaim di seluruh dunia selama ada service center resmi dari Asus. Jadi Asus Staff Gaming F16 yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Pertama, buat yang lagi nyari laptop gaming atau laptop high performance dengan desain low profile yang terasa profesional. Yang sat ini bisa dipertimbangkan. Cari laptop untuk hiburan gaming gitu misalnya. Wah, ini cocok banget ya. Mau dipakai untuk content creation seperti editing video, 3D modeling gitu ya atau bahkan cat yang satu ini bisa banget. Mau dipakai buat pekerjaan yang butuh kemampuan AI, artis 5060-nya juga udah kencang. buat programming juga oke, tapi pastikan aja bahwa laptopnya memang sudah sesuai dengan software yang digunakan, baik itu untuk AI maupun untuk programming. Kemudian siapa tahu ada yang mau ngasih laptop ini untuk anaknya yang kuliah ke luar negeri. Nah, ini bakal cocok banget nih karena international warranty-nya berlaku selama 2 tahun. Jadi, laptopnya dibawa ke luar negeri, mau beli di Indonesia pun di luar negeri akan diberesin kalau terjadi masalah. Oke, kalau memang yang dicari adalah sebuah laptop high performance dengan desain low profile yang cocok buat gaming ataupun content creation. Rasanya Asus Staff Gaming F16 yang satu ini mungkin bisa untuk dipertimbangkan. Saya Dedi Irfan Jaka Tib TV. Oh.

Lihat di YouTube