Turun 1 Juta !! Rekor Tercepat HP Samsung Tobat !! (YouTube Video)
Saya paham kenapa kalian hujan dan benci banget HP ini waktu rilis. Chipsetnya lama, harga baru, beaselnya kayak beel tahun 2022. Wajar kalau banyak yang geleng-geleng kepala. Ibaratnya kayak beli Ducati tapi dapatnya malah duka-dukanya. Tapi setelah saya pakai HP ini sekitar 1 minggu, ternyata enggak seburuk itu kok. Jadi jangan diskip videonya karena ternyata ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas. Ini adalah HP Samsung yang tobatnya paling cepat ya karena rilisnya ini baru beberapa bulan lalu di,5 juta untuk yang varian 8128 dan 7299 untuk yang varian 8256. Nah, tadi saya cek di Shopee sekarang udah turun. Harga 5,6 untuk yang 8128 dan 5,9 untuk yang varian 8256. Nah, di harga segini sebenarnya kalian juga udah bisa lirik si Poco X8 Pro atau Pro Max, terus juga IQ15R yang pakai Snapdragon 8. Karena si Samsung Galaxy A37 ini masih pakai Exyos 1480 chipset 2 tahun lalu yang dipakai sama Samsung Galaxy A55. Nah, pertanyaannya dengan turun harga ini apakah lebih worthed dibeli atau masih belum worth? Nah, di video kali ini saya akan kasih dua skenario sih. Skenario pertama kenapa kalian harus beli dan skenario kedua jelas kenapa kalian skip aja HP ini. Tapi kita mulai dari yang tampak-tampak dulu ya. Kita mulai dari sisi desain. Body dari Samsung A37 ini tipis cuma 7,4 mili. dipegang di tangan itu ringan untuk ukuran layar yang 6,7 inch. Bobotnya 196 gr. Tapi buat saya yang terbiasa pakai HP daily frame-nya metal terus pegang Samsung Galaxy A37 ini kerasa banget feel kurang premiumnya. Karena dari metal ke plastik ya kalian bisa rasain sendiri sih kalau misalkan kalian itu HP lawasnya non metal atau plastik kalian pegang ini ya enggak bakal kerasa sih perbedaannya. Kedua, soal basel layarnya. Nah, kalau kalian tipikal orang yang OCD dan OCD ringan tentang simetrisnya beel layar gitu ya, ya agak kurang menarik sih dilihatnya ya. Dan di tahun 2026 bezel-nya masih lumayan tebal. Sekarang HP Rp3 jutaan aja banyak yang basel-nya lebih tipis dari Samsung Galaxy A37 ini. Tapi okelah dia udah mau kasih kita IP rating 68 di harga segini. bukan yang wow banget sebenarnya karena banyak HP yang di harga segini juga udah nawarin triple ap rating tapi dibandingin beberapa HP kayak contohnya Infixic GT50 Pro itu R jutaan dia masih pakai IP54 jadi ya udah patut diapresiasi layar sih enggak ada komplain ya layarnya khas Samsung banget yang beda kelas emang warnanya vibrant panci kontrasnya dalam hitamnya itu beneran pekat pas kita tes color akurasinya bukan yang kayak seri S tapi udah okelah dengan hasil tes sRGB-nya hampir tembus 100% di mode Vivit. Tapi sayangnya dites 100% brightness-nya tipikalnya dia cuma dapat sekitar 460 nit. Di kelas harga segini biasanya udah dapat 600 sampai 700 nit. Walaupun Samsung ini ada fitur yang namanya Vision Booster, tapi kalau misalkan dipakai di outdoor dengan cuacanya yang lagi trik banget, ya butuh usaha ekstra untuk lihat layarnya. Nah, ini satu hal yang saya lihat jarang disebut sama reviewer lain micr SD ya. Untuk micro SD-nya A37 ini dia enggak support. Jadi kalau misalkan kalian beli 128 ya udah selamanya 128. Jadi saran saya mending ambil yang 256 aja karena sekarang selisihnya cuman Rp400.000. Buat performa yah. Dia pakai Exyos 1480 chipset 2 tahun lalu yang dipakai sama Samsung Galaxy A55. Antutunya dapat R1 jutaan dan buat konteks Poco X8 Pro deh jangan yang Pro Max. Dia dapat di sekitar R juta lebih. Jadi kalau bandingan kalian itu adalah AnTu hasil mentahnya ya si A37 ini kalah jauh memang. Tapi kalau AnTu itu bukan agama kalian dan kalian lebih suka angka itu konsisten dipertahankan dari Tes 3D Max Welife stress test dia bisa stabil di angka 99,7%. Biasanya HP-HP di kelas harga segini paling 70 sampai 80%. Jadi ada hikmahnya juga ya prosesor atau chipset yang gak kenceng ini. Nah, kalau untuk tes game-nya Gensin dan Wooding Wave di HP ini bukan pengalaman yang cukup menyenangkan ya. Karena rata-rata FPS-nya cuma di 44 untuk gensin di setting terendah. Artinya ya game-nya enggak kelihatan buruk tapi ya enggak bolos juga. Wering wave lebih parah. Nilai 5% low-nya 3,6 FPS. Artinya ada momen-momen singkat di sim action di mana game terasa seperti slide show dan agak patah-patah. Tapi kalau kalian main gameennya kayak PUBG atau Mobile Legends aja dilibas sih sama Exyos 1480 ini. Nah, hikmah kedua untuk chipset yang enggak terlalu kencang ini jatuhnya di baterai. Secara kapasitas si Samsung Galaxy A37 ini bukan wow kayak Poco X8 Pro Max yang 8.500. Tapi menariknya pas kita tes di PCMA dia dapat di 14 jam 55 menit. Hampir 15 jam. Itu bukan cuma awet ya. Untuk kapasitas baterai yang cuma segini itu wah awet banget. Dan suhu gaming-nya pas kita tes juga di angka 41an derajat celcius. Jadi masih nyaman dipegang meskipun main ya wotering wave sama Gensin tadi setengah jam. Jadi kalau kalian beli HP ini bukan untuk gaming berat, tapi untuk produktivitas harian. Kalau kita lihat data-datanya tadi ya HP ini masih lumayan masuk akal. Dan seperti biasa, buan kalian soal software dari Samsung. Pasti kalian bilangnya Samsung cuma jualan software. Tapi dengan itu menurut saya itu termasuk komplimen ya. Karena bisa dibilang software-nya Samsung memang yang paling matang untuk Android. Apalagi sekarang A37 ini out of the box-nya udah pakai One UI 8.5 dengan Android 16. Animasinya smooth, enggak ada iklan yang tersembunyi, enggak ada aplikasi bawaan yang terlihat banyak. Dan seperti biasa, Samsung ngasih software update dan juga security update yang lumayan lama, 6 tahun. Dan kalau saya research, rata-rata orang pakai HP itu 3 sampai 4 tahun. Jadi kalian masih punya spare 2 tahun kalau kalian adalah orang yang anomali, orang yang pakai HP itu sampai 6 tahun. Terus dengan OneUI 8.5-nya ini fitur-fitur AI yang biasanya ada di seri S atau seri A5 series juga turun ke A37 ini walaupun enggak semua ya. Kayak contohnya Circle to search, terus object Eraser, ada edit suggestion untuk foto auto trim untuk video pendek. Ya, ini bukan fitur yang mungkin bakalan kepakai tiap hari, tapi kalau misalkan kalian butuh fitur ini bakalan menyenangkan buat dipakai. Kamera. Nah, untuk kameranya kamera utamanya nih 50 megapel dan ada O. Hasilnya ya kayak khasnya Samsung sih, tajam, warnanya vivit. Langit birunya agak lebai dikit tapi enak dilihat langsung. Foto siang hari langsung posting ke IG tanpa edit. Ya, ini contoh HP yang proper sih kalau untuk sosem. Terus fitur naikografinya di sini juga cukup membantu untuk foto malam. Enggak sekelas HP di atas R jutaan, enggak sekelas HP naik toografinya series S. Tapi kalau misalkan dibutuhin ya detail ketika malam itu masih bisa dapat. Cuman sayangnya kamera ultrawide-nya ini cuma 8 megap. Di kondisi normal aja udah terlihat kayak minyak ya, kayak kurang detail gitu. Apalagi di kondisi gelap. Foto ultrawide-nya ini menurut saya kayak enggak layak posting karena 8 megapel di tahun 2026 kayaknya menurut saya kurang deh. Tapi ya kompetitornya pun banyak di harga segini yang pakai ultrawide 8 megap ya. Saran dari saya sih pakai kamera utama aja lah untuk segala sesuatunya. Tapi kamera ultrawide ini simpan kalau misalkan kondisi darurat aja dan pas lighting-nya lagi proper. Kalau untuk kamera depan saya enggak ada komplain walaupun cuma resolusinya itu 12 megapel tapi ciri khasnya Samsung 12 megapel-nya masih cakep kok. Oke, jadi ini adalah kualitas dari kameranya Samsung A37 ya. Hampir mirip sama A55 ya, karena chipsetnya sama juga. Jadi dia POV-nya kalau misalkan lebar banget tangan saya. Kira-kira seperti ini. Skin tone-nya juga ciri khasnya Samsung. Masih natural, enggak yang di-enhance biar terlihat saya lebih putih gitu. Nah, ini harusnya kalau kalian pengin tahu kulit reel saya kayak gini nih. Sau-su agak busuk seperti ini. Terus untuk dynamic range uh cakep ya dynamic range-nya ya. Jadi kalau dibandingin sama Poco X8 Pro Max, Infinite GT50 Pro di kelas harga yang sama, kameranya sih lebih oke Samsung ya karena coba lihat warna langit dan juga tembok itu enggak yang over expose kayak di Infinix ataupun Poco. Jadi masih kelihatan walaupun muka saya jadi detailnya agak berkurang ya. Dan kalau untuk digunain untuk jalan kira-kira seperti ini. Cuman karena dia enggak bisa 60 fps. Kalau kalian fast movement kayak gini masih ada starternya ya. Tuh. Terus kalau dibuat lari coba saya lari dikit. Wah, masih ada starternya juga karena 30 fps. Sekarang kita cobain kamera belakangnya. Oke, jadi ini kamera belakangnya UFD 30 fps. Ini saya coba jalan mundur ya, karena 30 fps jadi ada patah-patahnya dikit ya. Tapi kalau kita ngin kualitasnya cakep sih ya. Tuh lihat dynamic inisnya. Titik terang dan juga titik gelapnya cakep. Daun itu ada yang hitam, ada yang terang. Terus kalau misalkan tilting 30 fps-nya Samsung itu emang beda ya. Enggak yang starter gimana gitu. Padahal ini 30 FPS nih. Coba kalau misalkan kita pening nih dari sini ke sini auto fokusnya apakah dapat? Weh, cakep juga sih. Kalau untuk Ois Samsung sih keren ya. Terus dia juga punya two time loess zoom ini kali du ini kali 4-nya. Karena ini digital ya, jadi detailnya memang berkurang. Dan ini 10 kalinya. Wah, 10 kalinya sih untuk video kureng ya. Tapi kalau untuk transisinya ketika pindah lensa digital nih cakep sih. Terus kalau misalkan kita bunain untuk nge-vlog karena enggak ada ultrawide-nya, kalian nge-vlog pakai kamera belakang, kira-kira seperti ini untuk kualitasnya. Untuk dynamic range coba seperti ini kalau dibandingin sama kamera depan tadi. Dan minusnya dia enggak ada kamera teling. Jujur persaingan di kelas harga ini enggak banyak sebenarnya variannya, tapi ada dua anomali yang menurut saya memang mendisrup pasar yang harganya itu lagi enggak masuk akal kayak gini. Contohnya ada Poco X8 Pro Max, terus juga ICO 15. Wah, itu harganya di kondisi saat ini kayaknya benar-benar anomali. Jadi memang kenapa dia dibully? Karena pesaingnya bisa ngeluarin harga yang sebegitu murahnya. Tapi kalau kalian bukan gamers dan Anut itu bukan salah satu faktor untuk kalian beli HP, sebenarnya HP ini masih masuk akal kalau dipakai harian karena baterainya bisa tahan 14 jam 55 menit. Update-nya 6 tahun, IP6, One UI-nya bersih dan enak banget. Kamera utamanya masih solid kalau di kelas harganya dibandingkan dengan Poco X8 atau Infinix karena mereka positioning-nya memang di performance. Dan satu hal lagi mungkin yang sulit disaingi sama brand lain itu nama besarnya Samsung ya plus after sales-nya. Walaupun ada pro dan kontra tapi harus diakui after seal-nya Samsung itu banyak banget service centernya udah ada di mana-mana dibandingkan kompetitornya yang saya sebutin tadi. Kesimpulannya apakah HP ini layak untuk dibeli? Ini HP yang bikin galau sih sebenarnya ya. Karena di harga A55 saya lihat tadi ada di harga R,8 juta. Ada juga lebih murah dibandingkan A37 dengan chipset yang sama dengan body yang lebih bagus karena itu tadi seri A. Jadi pilihannya ya sebenarnya kalau misalkan budget kalian tipis banget, saya lebih prefer ke A55 sih dibandingkan A37. Cuman A5 itu kan 2 tahun lalu ya, jadi software update-nya tinggal 4 tahun berarti. Tapi kalau kalian penginnya HP baru yang software update-nya lebih lama, kalian tipikal orang yang beli HP itu dipakai sampai serusaknya 6 tahun lebih ya. A37 dengan turunnya harga sekarang ya, bukan harga launchingnya karena harga launchingnya R7,2 juta menurut saya. Wah, terlalu mahal. Tapi kalau di harga 5,9 jutanya sekarang untuk yang 8256 dia jadi bukan yang worthed tapi jadi lebih masuk akal di kondisi harga HP lagi anomali semuanya kayak gini ya. Kalau saya boleh ngasih skor setelah turun harga ini ya, bukan harga launchingnya di tujuh lah ya dari 10. Dia memang bukan HP yang kencang, bukan yang paling value for money secara angka spek dan bukan untuk kalian yang suka gaming. Tapi HP ini mirip kayak orang yang beli Apple ya. Mereka itu enggak pengen pusing soal specs. Pokoknya dipakai, beli pakai aja. Terus user interface-nya mudah dengan software 6 tahun, IP6. Ya, itu sih mungkin yang bisa saya kasih opini untuk Samsung. Tapi kalau disuruh milih antara A37, kalau misalkan kalian cuman suka Samsung ya, dipilih antara A37 atau A55, saya sih masih lebih prefer A5 ya, karena saya tipikal orang yang beli HP paling 3 tahun lah mentok baru saya ganti HP. Tapi kalau kalian dapatnya harga pas launching R jutaan, wah menurut saya sih lebih banyak alternatif lain yang lebih worthed ya dibanding A37. Tapi kalau menurut kalian gimana deh dengan turunnya harga ini? Apakah dia lebih worthed buat dibeli? Coba tulis di kolom komentar ya.
Video Lainnya
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
POCO X8 Pro Max mendadak jadi perbincangan hangat di pasar gadget setelah dua bulan perilisannya karena fenomena harga yang justru merangkak naik, sebuah anomali...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Membawa ponsel berspesifikasi garang ke dunia nyata selalu memicu rasa penasaran, terutama saat menguji baterai monster 8500 mAh milik POCO X8 Pro Max dalam...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...


















