TURUN HARGA JADI 4 Jutaan!! Samsung Galaxy A36 (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Handphone yang satu ini Samsung Galaxy A36. Sekarang harganya udah turun R jutaan. Dari 5,7 kurang 1000 sekarang jadi 4,67. Eh, 4,7 4,6 juta. Worthed enggak? Yuk kita coba review berangkat Nobotech review. Ini dia Samsung Galaxy A36 yang sudah rilis lumayan beberapa saat, hampir 2 3 bulan ya, di saat video ini dibikin. Dan enggak salah dengar tadi, harganya sudah turun R1,2 jutaan, bahkan menyentuh 4,4 kalau misalnya punya voucher di marketplace tertentu, gimana orang jadi enggak tertarik coba pengen nyoba handphone yang satu ini. Experience-nya sih sebenarnya bisa dibilang menyenangkan ya. selama 2 bulan 3 bulan terakhir bermain-main dengan Samsung Galaxy A36, satu hal yang perlu dihight memang itu adalah bagian feel atau rasa di tangan. Saya sih suka karena konsepnya handphone yang satu ini ada peningkatan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Entah gimana ceritanya, perubahannya di bagian mana, tapi rasa di tangannya itu nyaman. Bahkan dare to say lebih suka rasa di tangan ini dibandingkan dengan Samsung Galaxy A56 yang terasa sedikit lebih berat dan juga untuk bagian frame-nya itu menggunakan aluminium. Yang A36 ini memang menggunakan frame-nya itu polikarbonat tapi tetap masih terasa nyaman entah gimana ceritanya. Dan bagian body depan serta belakangnya pun juga sudah terlindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus Plus. Jadi tenang aja di bagian itu F premiumnya masih tetap sama. enggak ketinggalan dari desain kamera bump-nya. Samsung Galaxy A36 ini juga hadir dengan housing. Jadi persis seperti A series pada umumnya di tahun 2025. Berbeda dengan seri S tapi tetap masih hadir kesan mewahnya. Di bagian depan Samsung Galaxy A36 ini menggunakan punch hole untuk kamera depannya tapi memang secara basel ya. Kita bisa ngelihat kiri kanan dan atas terkesan simetris. Untuk bagian bawahnya memang terlihat sedikit lebih tebal. Tapi untuk kualitas layarnya mengingat ini Samsung dengan panel Super AMOLED ukuran 6,7 inci dan refresh rate 120 Hz. Untuk dipakai nonton sih masih oke. Suara speaker juga oke, enggak ketinggalan kalau dipakai di luar. Karena tingkat kecerahannya ini sudah 1200 nits, jadi masih bisa ngelawan. Dengan vision boosternya pula handphone ini jadi masih enak untuk dipakai dalam kondisi ya tersorot cahaya atau matahari yang agak cerah. Untuk experience fingerprint sensornya sendiri dia cukup cepat. Untuk penggunaan main game sendiri dari sisi touch screen tidak terasa adanya delay ataupun juga ghost touch. Performa gamingnya untuk MLBB dia bisa mentok di 90 fps dan CODM bisa mentok di 60 fps. Tapi satu hal yang harus saya ceritakan di sini ya karena saya tidak bisa mengukur frame by frame saat ini. Kalau kita melihat dari indikator yang saya taruh di pojok kiri atas bisa dibilang ini cukup stabil baik itu di MLBB ataupun juga di CODM. Dan ini berjalan sama dengan benchmark yang saya lakukan ya. Jadi saat saya melakukan proses benchmarking Samsung Galaxy A36 ini terutama di 3D Mark terlihat bahwa tingkat stabilitasnya itu memang hadir di angka 99,5%. Jadi ini sejalan. Ngomongin soal benchmarking benchmarking lain ini data yang saya punya. Untuk AnTutunya varian 8128 ada di angka R83.000-an. Sementara untuk yang varian 8256 saya bisa mendapatkan skor Antutu ada di angka 624.000-an. Untuk geekbench-nya single core di angka 102 dan multiore score 2.900-an. Open CL-nya di angka 2.200-an dan vulcan-nya di angka 3.500-an. Secara spesifikasinya sendiri, internally dia menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 3 berpadu dengan RAM 8 atau 12 GB dan storage 128 atau 256 GB. Untuk SIM card slot-nya sendiri itu dedicated, tidak ada micr SD card. Jadi pastikan untuk besaran storage yang dipilih itu sudah yang disukai, yaitu yang paling gede kali ya, 256. Untuk experience penggunaan sehari-hari, handphone yang satu ini kalau sekedar sosial media tentu aman. Untuk messaging juga aman. Catatannya adalah untuk kita pakai ngetik layarnya ini belum menggunakan heptic feedback yang punya kesan mahal seperti Samsung Galaxy A56. Hepic feedback-nya ini adalah ya heptic feedback getar biasa aja. Em untuk beberapa orang tidak berpengaruh tapi silakan ditaruh jadi catatan aja karena banyak juga sih sebenarnya yang ngetik heptic feedback-nya dimatiin. Untuk performa editing ada beberapa file CapCut yang saya taruh di sini yang berjalan paling baik itu adalah yang direkam langsung menggunakan handphone ini ya. Jadi saya bikin e video unboxing Samsung Galaxy Tab S10 FI 1080 direkam menggunakan Galaxy A36. proses editingnya mau itu dizoom, dipelanin, dicepetin, dan segala macam berjalan dengan baik. Sementara untuk file dari kamera mirrorless yang saya taruh 1080 di handphone ini untuk swiping, playback, dan juga zooming in, zooming out masih berjalan lancar. File terberat yang saya jalankan adalah dari satu buah handphone 4K 10 bit 422 lock diwarnain. Nah, ini memang ada sedikit jatiter dan juga frame drop baik di saat swiping ataupun juga di saat playback. Untuk export time-nya memang bukan yang paling cepat. Ini kita ambil contoh untuk render file yang paling berat yaitu 4K 10 with 422 ke 1080. Hasilnya memerlukan waktu sekian lama. Jadi untuk Anda yang ingin menggunakan handphone ini untuk content creation silakan dicatat baik-baik di bagian ini ya. 4K masih bisa tapi sebaiknya adalah 4K yang udah full jadi yang udah ada warnanya bukan yang lock bukan yang 10 bit. Untuk penggunaan paling nikmatnya sendiri hadir di 1080 tentunya dan lebih oke lagi kalau direkam langsung menggunakan handphone ini. Dari sisi baterai, Samsung Galaxy A365G ini ah memiliki tipikal besaran baterai 5000 mAh dengan charging speed sama seperti A56 meningkat yaitu ke 45 wat. Untuk ng-charge dari 0 ke 100% handphone ini hanya memerlukan waktu 1 jam 18 menit. Bukan yang paling cepat tapi juga jadi aman ya karena tidak panas di bagian body belakangnya. Sementara untuk benchmarking baterainya sendiri, nonton YouTube 30 menit, handphone ini berkurang dayanya 7%. TikTokan 30 menit dayanya berkurang 4%. MLBB 15 menit dayanya berkurang 5%. Dan CODM 15 menit dayanya berkurang 4%. Untuk daya tahan baterai hariannya sendiri, data yang saya punya nih, itu Max, Wii, dan juga storage itu bisa hadir di angka screen on time 5 jam 54 menit dengan total screen off time ada di angka 1 hari 2 jam dari sisi kamera. Nah, ini dia nih hardware-nya 50 megap main kamera, 8 megapel ultra wide angle kamera, dan juga 5 megapel makro kamera. Hardware terbarunya di kamera depan, yaitu 12 megap udah HDR. Untuk hasil-hasil foto sih walaupun mungkin bukan yang paling wah ya, tapi processing image-nya udah oke dan juga untuk dynamic range jadi memiliki kesan yang juga luas gitu. Asal kita ngerti nih cara main-mainin lighting sih harusnya bisa nih ngedapetin hasil yang udah cakep pakai Samsung Galaxy A36 ini. Untuk pengambilan video sendiri karena udah hadir mode pro-nya jadi ya tentu bisa mendapatkan hasil yang udah nyaman ya di Samsung Galaxy A36. Tapi memang untuk perekaman videonya sendiri, Samsung Galaxy A36 ini mentok di 4K 30 fps, baik kamera depan ataupun juga kamera belakang. Dan di saat kita menggunakan 4K 30 fps, untuk kamera belakangnya itu hanya bisa di kamera utama aja. Kamera ultra wide angle-nya itu mentok di 1080 30 fps saja. Nah, dengan pertimbangan dari sisi body, kenyamanan OneUI, terus juga hasil-hasil foto dengan juga beberapa keterbatasannya di harganya yang sekarang nih R,6 juta sebenarnya Samsung Galaxy A36 sih masih worth to buy ya menurut gue. Terutama kalau misalkan emang lu tipikalnya orang yang mementingkan kenyamanan dan mementingkan experience. Karena kalau jatuhnya adalah lu pengin R juta dengan SPCs yang tinggi, masih banyak tuh di sebelah-sebelah atau merek-merek lain yang masih bisa lu lihat. Ya, pertanyaannya lo tipikalnya yang mana? Performance atau specs? Tulis di kolom komentar. Yuk, kita diskusi. Untuk sekarang tafur diri kita ketemu di video berikutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















