Turun Harga !! Laptop Thinkpad dulu 10 Juta, Sekarang Cuma 3 Jutaan Aja (YouTube Video)
Laptop ini harga barunya enggak masuk akal. Tapi kalau kalian pakai 1 tahun, harganya langsung terjungkal. Dan laptop ini salah satu laptop favorit untuk kaum mendang-mending. Gimana enggak, harga barunya di sekitar R10 juta pada saat launchingnya dan sekarang cuman Rp3 jutaan. Dan ini dia Lenovo Tingpad L13 Gen 2. Dan laptop ini sekarang kita bahas di segmen retas review bekas berkualitas. [Musik] Jadi untuk ting L13 Gen2 ini punya beberapa spesifikasi mulai Intel Celeron sampai Intel Core i7 dan yang kita review kali ini menggunakan Intel Core i3 115G4 dan itu masuk di kategori Tiger Lake dengan memori 8 gig dan SSD 256 gig. Tapi kita coba sentuh SSD-nya dulu deh. Kalau kita ngomong tahun 2020 keluaran Intel Gen 11, rata-rata untuk SSD-nya pakai yang SATA yang speed-nya di 500-an. Tapi beruntung laptop ini punya SSD, NVME, Genry pastinya dengan speed di 2.200-an untuknya dan hampir 1000-an untuk pride-nya. Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai performance-nya, kita lihat dulu deh laptop second ini secara fisik bagaimana. Sama seperti laptop tingpad yang lainnya, kalau kalian perhatikan logo tingpad bagian pojok kanan atas dan ada lampu di atas huruf I-nya. Ini menedakan kalau ini laptop tingpad dan itu tidak akan ada di brand manapun. Untuk bodinya sendiri dia menggunakan 13,3 inch dengan bahan kalau kalian perhatikan ini dari metal ini solid banget. Tapi untuk bagian bawah kayaknya ini polikarbonat ya. Tapi untuk bagian atasnya aja ini yang pakai bahan metal. Kalau secara fisiknya ya ini laptop second sih ya teman-teman ya. Ada beberapa minus garis-garis seperti ini ya. Minus-minus pemakaian lah. Cuman ini bisa dikatakan cukup mulus sih sebenarnya. Dan yang paling menarik dari laptop tingpad dibandingkan dengan laptop 3 jutaan yang lain ya ini harganya Rp3 jutaan teman-teman itu di military grade dia pasti punya standar military grade 810 yang artinya dia bisa cukup tahan di kondisi yang ekstrem entah dingin atau panas atau bahkan dia bisa dijatuhkan. Untuk dimensinya sendiri dia menggunakan form ve 13,3 inch yang seperti saya omong tadi dengan dimensi di 31 * 21 cm dan ketebalannya pasti enggak akan tebal banget karena memang ini rata-rata laptop bisnis. Enggak akan mau orang pakai laptop yang tebal di 1,7 cm dan bobotnya ini cukup ringan sih, Teman-teman, di 1,3 kg. Yang agak disayangkan memang untuk sebuah laptop bisnis pada zamannya, pada saat itu di harga kurang lebih sekitar R jutaan, bahan yang dipakai bagus, cuman untuk finishingnya dia masih bisa nempel sidik jari kayak gini. Jadi enggak clean-clean banget. Walaupun dia pakai warna yang hitam dove. Tapi ada satu warna lagi kalau kita lihat dari seri L13 ini yaitu warna silver. Tapi kalau dia omong cakep, lebih cakep yang warna hitam ini sih. Kalau kalian sadar ini desainnya mirip banget. Bahkan kalau kalian tanya ke orang tua kalian, mungkin akan diomong ini laptop IBM. Ya, dari dulu Lenovo sejak mengadopsi IBM dan dibebranding menjadi Thingpad, dia tidak meninggalkan kesan IBM-nya sama sekali sehingga dia timeless mau dipakai ee sekarang di laptop-laptop 3 4 5 tahun diingad ya pastinya ya itu masih kelihatan cakep banget seperti ini. Dan enggak ada laptop 3 sampai R5 juta atau mungkin lebih mungkin ya yang pakai form ve vor, inch ya. Kalian hanya bisa dapat di laptop-laptop second seperti ini. Pantas laptop ini jadi favorit kaum mendang-mending. Jadi saat dibawa ke mana-mana itu enggak akan malu-maluin. Sekarang kita akan bahas mengenai portnya yang di mana ada sisi yang laptop consumer enggak akan punya. Kita pindah ke bagian kiri. Kalau kalian perhatikan ada USB 3.2 Gen 2 yang dia juga support untuk power delivery. Lalu di sebelahnya ada Thunderbolt untuk sebuah laptop Rp,5 juta. Intel Core i3. Ini sudah ada Thunderbolt-nya. Dan yang menarik yang ini nih. Ini ada Mini RJ45 port. Ya, dipakai apa? Mungkin dipakai untuk orang-orang yang kerja di lapangan harus segera transfer data cepat. Ini sangat bisa diandalkan untuk sebuah laptop TV seperti ini. Lalu ada 3.2 Gen 2 untuk USB type A dan combo jack audio. Di kanan juga masih ada casing interon lock, HDMI, USB type E 3.2 gen 1, lalu ada micro SD reader dan tombol power. Bentar. Berarti laptop ini bisa empat screen sekaligus. Satu screen native yang ada di laptopnya, tiga external screen. Kalian bisa pakai USB type C-nya yang di paling pojok kiri. Lalu Thunderbolt-nya dan satu buah port HD S HDMI. Gila sih ini. Untuk konektivitas lainnya, dia sudah menggunakan Wii 5 dan Bluetooth 5.1. Ini biasa sih untuk tahun 2025 ya. Tapi untuk tahun 2021 mungkin ya ini masih cukup. Oke. Sekarang kita pindah ke bagian layarnya. Ini yang paling lucu nih untuk sebuah laptop yang pada saat itu launching di harga R10 jutaan. Laptop ini masih pakai layar HD dan penalty N. Bayangin kalian beli di tahun 2025 R10 juta, harapan kalian seenggaknya dapat FHD IPS. Ini enggak dapat TN. Dan benar aja, saya saat saya coba baca di spesifikasinya dia pakai HD benar, TN benar 250 un nit e rasio 16 b 9 dan 45% NTSC. Dan yang paling menarik saat kita cek di kondisi tahun ini gitu ya, entah ini sudah diganti apa enggak, saat pengujian layarnya kita mendapatkan 99,3% sRGB. Gila gak tuh? Dan untuk sebu HR TN yang sudut pandangnya hanya 45 ini aneh sih sebenarnya. Adob RGB-nya juga cukup gede di 85,1% dan P3-nya di 79%. Ini harusnya layar HD yang bisa dikatakan cukup mewah ya sebenarnya ya. Keyboard bagaimana? Ya khasnya tingpad lah ya. Salah satu orang kenapa kok pilih laptop tingpad ya salah satu faktornya kemungkinan besar karena keyboard. Tapi agak disayangkan memang laptop ini tidak memiliki backlit keyboard. Cuman untuk feel-nya kalau kalian bandingkan laptop under R jutaan ini mungkin bisa dikatakan yang masih paling enak sih. Untuk titik merah atau yang mereka sebut track point ini juga masih dipertahankan di L13 ini. Bahkan sampai tingpad yang tahun 2025 pun harusnya masih ada. Mungkin untuk orang yang enggak terlalu terbiasa dengan track po ini enggak akan dipakai atau bahkan diherokan sama sekali. Tapi untuk yang sudah terbiasa atau sudah nyaman di atas keyboard gini ya dan malas untuk tangan kanannya atau tangan kirinya turun ke bagian touchpad eh track po ini akan kepakai. Dia tinggal arahkan telunjuknya geser dan klik kanan klik kirinya ada di bagian atas touchpad-nya. Itu alasan kenapa tingpad meletakkannya di bagian tersebut. Ya, sisanya kalian harus penyesuaian sedikit untuk keyboard-nya sendiri. Karena contoh nih, tombol function diletakkan di bagian pojok kiri bawah yang biasanya di keyboard-keyboard konvensional itu ada di antara tombol Windows dan eh alt key. Dan untuk touchpad-nya sendiri bisa dikatakan bukan touchpad yang gede ya, karena memang ini form vektor 13 inch jadi enggak akan bisa kasih yang terlalu gede. Tapi ini feel-nya enak jadi enggak ada masalah sama sekali sih. Ini hasil kualitas kamera dari webcam Lenovoing pad L13. Dan tidak bisa dikatakan oke sih walaupun pencahayaan di sini sudah sangat maksimal dengan dua buah pencahayaan key seperti ini dan tetap hasilnya enggak bisa dikatakan oke walaupun sebenarnya spesifikasinya standar aja di 720 P 30 dan banyak banget laptop-laptop lain di spesifikasi seperti itu yang punya kualitas gambar jauh lebih bagus. Sekarang kita masuk ke bagian performance-nya. Kita mungkin uji dulu di performance eh produktivitasnya. Ya, memang laptop ini bukan laptop gaming. Dan pada pengujian 4K, surprisingly kita dapat waktu yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Advance Soulmate Plus yang pakai Ryzen 5 3500 U. Dengan pengujian Premier 4K seperti cas eh kita biasanya, kita dapat waktu 11 menit 8 detik di mana Advance Soulmate Plus itu di 16 menit. Nah, untuk FHD jauh lebih cepat lagi pastinya di 8 menit 42 detik. Sedangkan Advance itu ada di angka sekitar 11 menit. Tapi untuk 3D rendering kayaknya jangan deh ya. Ya, karena memang laptop ini enggak dibekali GPU sekali lagi dan hanya mengandalkan integrated aja. Dan pada saat pengujian kita pasti lama banget di 22 menit untuk 3D rendering blender di simulasi BMW. Lanjut. Kalau cuma dipakai untuk eh simulasi pekerjaan kantoran, aman banget. Enggak akan ada kendala sama sekali. Pada pengujian kita, ekspor PPT to PDF 150 seat itu hanya selesai di waktu 9 detik. Sedangkan randomis data Excel yang gede banget itu selesai di 74 detik. Nah, sekarang coba kalian perhatikan grafik ini. Sebenarnya tuningannya sudah oke. Ya, memang untuk i3 1115 G4 ini memang seperti ini secara performance. Ini contoh kalau kalian lihat grafik dari e rendering di Premiere, tdp-nya sudah benar atau CPU package power-nya di 15 watt. Lalu, CPU clock speed-nya juga sudah sampai di 4,5 GHz dan dipertahankan di 3,0 GHz. Ya, intinya i3 ya memang kayak gini untuk Gen 11. Lanjut ke pengujian 3D Mark. Ini kita akan uji GPU-nya dan nothing spesial pastinya karena memang sekali lagi ini IGP. Pada pengujian Firestrike kita dapat skor di 2098 poin, temp spy di 817 poin dan laptop ini tidak lolos uji stres test dengan skor 95,8%. Dan itu juga dibuktikan pada pengujian sintetisnya. Kalau kalian perhatikan di sintetis R15 pada saat e kita cas, pengujian pertama kita dapat di 294 dan itu mulai naik turun. Ada sempat menyentuh 350, turun lagi di 230-an. Dan sesuai dengan stres tesnya tadi, laptop ini diomong stabil banget juga enggak. Untuk single core-nya di angka 168 poin. Untuk bater only kita dapat skor yang jauh lebih rendah. Mungkin hampir setengahnya ya. Saya kurang tahu kenapa. Pada pengujian pertama kita dapat skor di 255 dan selanjutnya di angka sekitar 100-an di bawah 200 poin dan single core-nya di 140 poin saja. Lanjut ke R23 ya. Sama seperti representasi R15, nothing spesial. Kalau kalian cas memang cukup meyakinkan secara performance di 2.224 untuk pengujian pertama lalu turun dan sempat naik lagi di pengujian keempat dengan single core-nya di 1001 poin. Tapi kalau bater only turun cukup signifikan di pengujian pertama di 1500-an lalu naik lalu turun lagi. Ya, memang terbukti sekali lagi konsistensi performance-nya enggak oke-oke banget dengan single core performance di 920 poin. Yuk, kita mulai main dari game yang cukup jadul. Kita nostalgia dulu di Point Blank dan dengan spesifikasi seperti ini dan resolusi FHD eh sori SD kita dapat di sekitar 60 frame pers, drop paling di sekitar 50-an frame pers second dan ini masih cukup playable. Mungkin kita akan coba dua game aja. Yang satunya di poin blank seperti ini masih playable. Dan satu lagi kita coba di Dota 2. Lanjut ke Dota 2. Kita dapat rata-rata di sekitar 40 frame pers dengan resolusi HD atau 366 * 768 dan paling tinggi kita bisa dapat di sekitar 45 sampai 50 frame pers dan paling rendah tadi kita ngerasain sampai di 20-an frame pers. Kalau dibandingkan dengan laptop yang masih dijual, laptop baru ya di tahun 2025 ini yang pakai Celeron N420, jelas Intel Core i3 ini lebih kencang. Tapi kalau dibandingkan dengan N100 ya mungkin agak sedikit lebih kencang di sini. Cuman ada beberapa sisi yang memang ini kalah terutama di efisiensi dayanya tapi dia akan kalah telak mulai di i3 N305 itu sudah kalah mulai dari performance bahkan sampai efisiensi dayanya. Nah, bagaimana dengan baterainya? Untuk sebuah laptop second enggak akan maksimal, enggak akan perfect. Dan pada spesifikasinya, Lenovo menuliskan dia menggunakan 46 watt hours yang artinya kalau dikalkulasi dengan gen 11 itu bisa di 8 sampai 9 jam penggunaan normal atau saat simulasi menggunakan modern office. Tapi pada pengujian modern office-nya kita hanya dapat di 4 jam 41 menit setelah saya cari tahu dan saya coba install untuk Lenovo Vantage-nya. Benar saja, maksimum ada di 46 wat hours. Tapi laptop ini hanya sisa di 29 wat hours aja untuk pengecasan maksimul atau 100%. Pada kondisi 29 wat hour seperti ini, kita coba simulasikan menggunakan video playback YouTube 30 menit dan hasilnya turun 21%. Boros banget, ya. Kesimpulannya adalah memang kita tidak bisa berharap banyak untuk sebuah laptop second. Jadi untuk kalian yang perfeksionis kayaknya kalian harus skip deh. Kalian harus bisa mentoleransi kekurangannya. Kita akan bahas kekurangannya terlebih dahulu. Untuk layarnya dia masih menggunakan layar HD dengan penalty N. Yang ini bisa dikatakan jelek banget untuk sebuah tahun 2025. Lalu baterainya ini enggak maksimal, hanya hampir setengah dari kapasitas normalnya. Jadi kalian enggak akan bisa ee tahan lama kalau hanya menggunakan baterai only. Artinya kalian harus bawa charger ke mana-mana. Kemudian fisik kalian enggak akan bisa banyak komplain. Ini namanya laptop second. Cukup banyak baret atau pemakaian walaupun ini sebenarnya masih dikategorikan pemakaian wajar. Dan yang terakhir garansi. Kecuali toko kalian beli itu mau menggaransi hingga 1 tahun. Tapi saya rasa enggak akan ada deh. Ada minus, ada plus. Plus ya dengan harga Rp3,5 juta kalian dapat performance yang bisa dikatakan cukup mumpuni jika dibandingkan dengan laptop baru. Build quality juga enggak bisa dikatakan kaleng-kaleng untuk laptop tingpad seperti ini. Dan ini bisa dikatakan cukup tipis. Dan enaknya juga dia sudah tersertifikasi military grade. Jadi laptop ini pastinya jauh lebih tahan banting jika dibandingkan dengan laptop baru yang enggak akan ada military grade di harga Rp3,5 juta. Keyboard enak sudah pasti, port juga super lengkap. Kalian bisa dapat port yang konektivitas atau speed-nya kencang banget dan juga dapat harga yang lebih murah pastinya. So, kalau kalian punya budget Rp3,5 juta, kalian lebih pilih mana nih? laptop second dengan segala kekurangannya tapi ada kelebihannya juga atau mending laptop baru tapi performance-nya enggak setinggi ini? Kalian bisa tulis di kolom komentar. Oke, cukup sekian pembahasan kali ini.
