TUTORIAL BIKIN KENCENG AEROX‼️ (YouTube Video)
Aerox turbo standar mana main. Bor up lah. [Musik] Yes, Aerox turbonya sudah bor up. Naik spek. Speknya apa gua gak tahu tahu karena gua cuma pesannya WH dib up WH. Jadi speknya apa, Will kemarin Will? Jadi ini kemarin karena agak mepet juga jadi gak per terlalu banyak yang dirubah ini kita bikin ke 63 klep gede. 63. 63. Oke berarti ee sehernya 63. Iya. Bornya pistonnya kita lebarin ke 63 mili dari bawahan tuh sekitar 58 pas. Oke. Stroke. Stroknya tetap standar. Oke. Ee cuma klepnya yang tadinya standarnya 20,5 buat in-nya. Yang X-nya 17 ini kita gedein ke 2219 ukuran klepnya sekarang. Berarti klepnya juga lebih gede. Terus habis itu apa lagi? Ee per kpap kita ganti karena buat biar tenaga atasnya enggak floating apa ee perir kpap standarnya. Terus nockeras juga kita custom ulang sama injektor kita ganti. Injekor ganti pakai punya eh 150 cc 10. 150 cc? Iya 90 cc. Oh oke. Terus seharnya sendiri pakai apa? Seharnya kita kebetulan pakai UMA di sini pakai punyanya ee Uma ee Universal. Universal, Om. Oke. Sebenarnya kemarin sekalian kita pengin ganti radiatornya Uma. Heeh. Cuman enggak pas dudukannya. Iya. Karena dudukannya enggak pas. Itu tiga baut ya. Eh empat baut. Iya. Eh, yang dikasih sama emahnya empat baut kan kayaknya itu buat NMAX deh. E iya itu buat emang buat NMAX atau Aerox New. Oh sedangkan kalau AX Turbo baut radiatornya cuma tiga. Oke. Jadi emang bedukannya enggak pas gua enggak tahu deh sekarang udah ada atau belum tuh merek aftermarket. Ee nyari sih belum ada sih buat sekarang. Iya. Jadi emang kesusahannya kalau motor baru ini ini baru baru iya baru tempatnya udah hilang baru berapa bulan itu emang partnya biasanya masih susah sih. Terus ini juga emang udah kita ee apa? Down draft kan? Download draft. Sebelumnya draft pakai TB. TB-nya NMAX Old 32 merek KTC. Terus intak-nya pakai E15. Oke, jadi makanya kalau kalau kalian mendekat ke sini, Guys. Tada, tuh sudah besar. Basically udah enggak bisa buat bagasi. Bisa sih kalau dikasih akrilik. Jadi memang ini motor sudah lumayan harusnya sudah lumayan kencang ya. Udah dipakai Ryan? Udah, udah selesaiin Ryan, Om. Ke ke Bandung. Jadi, Willy ini bukan cuman tukang bor up, bukan cuman mekanik bor up, tapi juga mekanik ren. Gua mungkin terima jadi aja semuanya ke Bandung. Problem enggak? Eh, alhamdulillah sih kita enggak ada problem sama sekali. Suhu mesinnya juga stabil banget. Kalau kemarin kayak di Mio itu kan harus bukan harus sih, sebaiknya sampai ganti ECUA kan karena biar bisa diutak-atik. Iya. Ini kemarin ini sama sekali belum kita ganti ECU-nya ya. ECUnya masih standar tingting. Remnya pun belum. Gimana so far? E so far sih karena injektornya kita ganti alhamdulillahnya juga ngepas ya injektornya. Jadi enggak ada rasa berebet atau pas ditarik gas juga enggak ada berebet atau gimana. Masih enak-enak aja sih Om. Masih cukuplah. Ya mungkin kalau mau lebih He paling cuma terkendalanya mungkin kalau buat dipakai speeding atau ngebut gitu mungkin bisa ketemu limit karena limitnya kan masih standar. Oh ini masih ada limiter ya? Iya limiternya masih lumayan rendah cuma berapa? R.000 kalau enggak salah. Kalau ganti CDI Sogun Kebot bisa hilang enggak? Bisa, Om. Motornya juga enggak nyala habis itu cuman habis itu pusing tuh kabelnya. Karena jujur biasanya orang-orang kalau mau ganti enggak ada limitnya pakai CD Segun Kebun zaman dulu dulu banget dulu banget. Ada juga beberapa parts yang sudah kita ganti, Guys. Jadi kalau kalian mau dekat di sini ya, ini gua pakai KYTA apa spontan sama kill switch. Kill switch. Nah, ini kalau kalian mau ganti kayak gini yang dikorbankan kalau dari saklar standarnya Aerox itu kan ada buat ee apa? Hazard. Hazar sama I stop itu kita korbanin karena saklarnya cuman cuman starter sama on off di sini doang jadinya karena ini ny buat dipakai kill switch jadi dua fungsi tadi kita nonaktifin kecuali kalian mau enggak pakai kill maksudnya ini bukan kill switch kalau pengin misalkan jadi idling stop-nya aja bisa atau hazardnya bisa cuman karena gua penginnya emang kill switch jadi ya fungsinya cuma jadi itu doang nah suaranya juga jadi kencang ya sekencang itu ya. Iya. Ini karena enggak didudukin. Beh, gu switch si kan. Jadi ini sebenarnya knalpot masih standar bukan standar maksudnya dari terakhir enggak ada perubahan kan? Enggak ada perubahan sama sekali cuma jadi lebih kencang suaranya berubah karena karena dari kompresi mesinnya terus kubik Scnya kan juga lain sama kan noken juga kita custom itu bikin jadi berpengaruh ke suaranya juga. Kompresi sekarang 14,2 banding 1 14. 14 itu udah enggak bisa bertalet itu. Iya enggak bisa Ron minimal 95 pakainya udah harus turbo itu 14 sih. Gede sih ituu kompresi gede padahal pistonnya padahal flat, Om. Cuman dapatnya segitu karena emang kubah si headnya juga sempit. Wow. Jadi habis ini akan kita cobain. Coba kalau motor udah bor up gini enaknya cobainnya di mana ya? Wil ke Mandalika. Asik kali Om ya. Ada gilanya nyobain ke Mandalika. Meanwhile, I told you, but you took it to heart. Wish I could take it back to get a new start. I apologize at least a hundred times. You never heard my perspective or took my advice. But I put all the problems in the pot and I stirred. I said what I said, what I did was a blur. And it's just a bad habit. [Tepuk tangan] tiba-tiba ada di sirkuit Pertamina Mandalika aja. Doanya Willy terkabul. Jadi sekarang waktunya kita nyobain motor kita yang sudah bor up ini. Lu kenapa jauh banget dari gua ya? Oh, lesanya jauh. Coba lesanya coba. Itu bisa nge-zoom enggak? Bisa cobacoba ngezoomnya seberapa coba? Zoom. Ini jerawat gua doang kernya, Arif. Ya, Aerox turbo. Aerox Alpha Turbo kita yang sudah dibard up 63. Cuman Willy ngasih tahu ke gua, "Bang, kayaknya ada satu hal yang mesti diotak-atik lagi walaupun udah bor up. Apakah itu? Coba nanti kita cari tahu." Kita lagi ada di acara Yamaha Sanderis di sukit Pertamina Mandalika. Dan di sini bareng-bareng. Jadi banyak juga teman-teman media di sini nyobain Aerox Alpha, Aerox Turbo R25, MT25, R15, MT15. Jadi ini ramai-ramai seru banget. Sebelah sana yang para pembelap benarannya ini teman-teman media kita juga pada di sini teman-teman. Gua di sini itu beneran ramai-ramai nih ada Dandi Malik dari Bandung yang sudah siap dengan Aerox dia sendiri. Jadi selain gua dia yang bawa A sendiri juga dan dia satu-satunya motor yang masuk sirkuit Pertamina Madelika pakai plat nomor. Takut ada itilang di dalam. Takut. Takutnya ada. Benar. Benar ke kita harus berhati-hati ya. Harus sedia payung sebelum. Benar. Oke enggak apa-apa. Enggak ada spion enggak masalah yang penting ada patepat. Silakan silakan. Loh Anda enggak turun ini ini nungguin yang lain. Oh iya nungguin yang lain dulu. Oke oke oke oke oke oke. Dan saya juga bersama salah satu orang paling keren soreang ya. Kumaha Kang? Damang. Am Kang. Jadi di sini bersama kehormatan ya mas ngawur bersama eating meledak euy eating meletus. Jujur gua tuh penasaran kenapa sih meledak? Gara-gara dulu lu sering ngomong meledak. Iya karena helm bogo. Helm bogo. Hubungannya apa meledak? Jadi gara-gara memang helmku memang bogo, tapi motorku bikin kamu meledak gitu. Oh. Oh iya. Konten-konten itu tuh el dulu ya. Ken banyak itu Jej guys ya. Itu e jedak-jedug. Jedakjeduk itu di luar nalar bisa sebesar itu. Itu teh dulu tahun berapa tuh? 2022 kayak enggak tahu 2023 berarti udah 3 tahun lah ya. Heeh. Lumayanlah. Lebih susah mana mencapai Rp100.000 pertama atau sekarang sudah mencapai R1 juta? Rp100.000 pertama karena sisanya tinggal kita ngolah aja. Wih, ngeri. Jadi di sini Anda bawa motor apa? Saya di sini ee di apa? Dipercaya membawai motor Aerok Alp. Oh, Aerok Alp. Anda sudah punya motornya? Tidak. Belum. Belum. Ya, tolong ya, Ma. Kiri motor saya ya. Langsung ya. Langsung. Langsung request di sini ya. Iya. Udah kemarin lia udah berapa kali berarti lu? Berarti total tuh, Kang dua kali. Yang pertama sama TDR ya? Pakai Xmax. XMAX gitu. XMAX dan juga SBR sekarang pakai ini. Tapi memang si FEL-nya mungkin karena kemarin pakai XMAX mungkin ya ini kayak ngerasa pelan banget. Wih, situ kan pembalap banget kan. Enggak sih, tapi berani aja karena yakin adalah kunci, Bos. Karena ini adalah pencetus Los Santos ya. Los Santos. Kapan-kapan kita main lah ya ke garasinya. Siap. Aman. Nanti langsung kita ajak jalan-jalan di Bandung, Los Santosan St. Nah, Losantosan sih bisa tuh gua willy-willy ya. Enggak apa-apa yang penting is yang penting is siap. Saya muter-muter lagi ya, Kang ya. Nuhun. Nuhun. Ini teman-teman lagi pada siap-siap pada mau turun semua ya kan. Gua sangat excited karena setelah alhamdulillah beberapa kali turun ke Mandalika itu selalu pakai moge. E 250 up lah motor sport ini pertama kalinya pakai matic pakai motor sendiri lagi. Itu yang bikin gua sangat-sangat kayak gimana sih rasanya turun sirkuit pakai motor matic ya kan bukan motor sport kayak gimana rasanya ya kan. Enggak jauh-jauh juga udah jauh-jauh sampai sini ketemunya sama Imam Mantasari. Ini dia yang biasa ngebangunin anaknya nih kalau tidur. Jujur iya baru emang setiap kali jam 3.00 pagi, jam 2. pagi itu gua selalu mendengar teman-temannya dia itu di antas lantai du. Wah, bukan teman gua semua itu, Bang. Oh, bukan lu semua, ya. Tapi lu seberapa sering sih ke atas tuh? Seberapa sering sih? Sehari dua kali lah. Gua aja yang tinggal dicepetnya aja tuh enggak sesering itu. I, lu ke sini bawa Xmax? Enggak, enggak. Oke. Biasa gua ada jet pribadi sih tadi gua pakai sembari manasin. Bagus bagus sombongnya udah mulai kiatan ya. Bagus bagus. Tapi kalau sekarang time lo berapa? Time gua sih kalau 400 m ya itu di 135. Kencang dong. Lumayanlah. Kencang tu. Kencang 135. El sendiri yangjokiin kagak? Dijokiin lah. Kalau gua joki masih 14 soalnya keberatan kan sering banget turun di atas. Tapi beda kalau joki itu lebih enteng gitu. Kalau gua kebanyakan dosa mungkin jadi lebih berat aja gitu. Dia sendiri yang ngomong, bukan gue yang ngomong. Jadi ini lu pertama kali turun Mandalika? Pertama kali. Tapi kalau Sentul kan lu sering ya? Ya sering lumayanlah. Sentul kecil, Sentul gede. Sentul gede. BCnya juga main di Seranya doang, di dragnya doang. Oh tapi lu kalau lu lebih suka mana? Turun sirkuit atau ng-edrug aja? Sebenarnya sih kalau buat feel sih gua lebih suka sirkuit ya. Karena bisa meng w meng gitu enggak bosan. Kalau drag ya cuman ngeng ngeng ngeng kelar gitu. Hm. Cuman karena pasarnya ramai drag, ya udah gua drag aja. Oh, jadi demi konten semuanya ya. Iya, itu terpaksa. Saya setuju kok semua demi konten. Kita menghormati yang membayar ya. Iya. Dan saya sebagai pemertaruh nyawa nih buat kontennya. Anjay itu dia cuk. Minimal subrek ya. Ngaprim anjing. Subscribe, subscribe, subscribe ya. Kalau biasanya di sini kita pas lagi MotoGP gitu kan, ini pas strike day gini enggak kalah seru loh, Guys. Bahkan buat gua pribadi kadang-kadang bawa motor 2,5 gitu ya itu lebih seru di sirkuit dibandingin yang 600 atau bak 1000. Karena gua udah 1000 gua udah enggak bisa kontrol. 600 gua masih. Oke, T 2,5 itu seru banget. Nah, kali ini pertama nih Aerox Turbo bor up kita bawa ke sirkuit Pertamina Mandalika. Nah, ini teman-teman di kawal. Jadi mereka emang enggak bisa gaspol karena ini baru warm up lah ya. Jadi, emang belum bisa gaspol. Anjay. Anjay anjir. Terus serusnya satu tangan dia basah banyak juga ya. Ini tegak lah. Kayaknya dia baru pulang deh minimarket itu Angela anjir. Itu Angela Lorenzo. Dia gak belakang tegak lagi. Ah nunduk dikit kekel. Tadi teh pas belok kanan gua kayak, "Loh, kok ada yang gesrot?" Padahal kan footstep itu eh footstep apa standar tuh sebelah kiri kan. Kayak loh apa? Ternyata cover radiator ini lumayan keluar, Guys. Jadi ini mau coba kita lepas pakai kunci del. Tada tuh. Ini yang gesot-gesot di sirkuit. Ternyata kalau emang pengin ngerebah ini harus dilepas atau covernya diganti yang ee lebih datar. Jadi ini bautnya kita lepas aja biar makin racing. Spotnya hilang satu. Mana botnya? Oh dia. Maaf ya. DCS carbon dilepas dulu sebentar. Gila seru banget. Aerox Alpha Turbo buat dipakai di Mandalika kalau udah bor up itu seru banget. Top speed kita tadi dapat 124 125 ya kan. Cuman emang naiknya jadi lebih cepat. sayangnya masih kena limiter. Jadi mungkin harus kita remap buat nghapus limiternya. Tapi overall gua senang banget hari ini. Thank you banget Yamaha sudah ngajakin untuk seru-seruan barang Aeros Alpha Turbonya di sirkuit Pertamina Mandalika. Next-nya gua pengen coba serius bangunin ini ya kan. Terus nanti kita pakai di Sentul kecil kali ya. Gimana menurut kalian? Coba saran next-nya kita apain. Jangan lupa dilike, jangan lupa subscribe. Saya jalan next video, guys.
