Tv 100 inch mahal ?! Pakai Kain 1 jutaan ini aja !! (YouTube Video)
Hai Andika, Guys. Di sini kemarin kita udah ngebahas kain anti light rejecting untuk bikin bioskop di rumah yang harganya Rp100.000-an. Cuman kekurangannya kemarin itu kainnya ngelipat-ngelipat ya, jadi kayak enggak enak ditonton gitu. Nah, akhirnya kemarin saya ngasih kayak semacam rekomendasi kalau misalkan kalian bisa bikin kainnya biar enggak terlipat, pakai triplek itu bakal lebih oke. Nah, saya udah beli yang jadinya ya, karena saya malas kalau mau bikin-bikin DIwa. Karena apapun yang saya diwai pasti enggak jadi. [Musik] Ini harganya sekitar R1,4 juta. 4 kali 14 kali lipat dibandingkan dengan yang kemarin. Apakah kainnya ini sama? Coba kita cek ya. Nanti kita bandingin juga dengan kain yang kemarin. Kita coba lihat yang udah jadi ini kayak gimana. Cuman datangnya itu dia kayak panjang banget ya. Semoga aja kayaknya enggak terlipat-lipat dan langsung aja kita unboxing. Ini gede banget. Dan ini dikirim dari Medan. Kalau dari situnya ya, cuman sekarang sejak adanya SPX, bukannya saya di-endorse sama SPX, tapi ongkir itu jadi lebih terjangkau gitu walaupun ini belinya dari luar Jawa. Oh, dia dilindungi ya. Bagus ya. Jadi dilindungi sama eh tulisan fragile. Di sini juga ada Fragile. Aman kalau secara ekspedisi. Uh, berat banget tapi. Oke, kita ya. Oke, ini dan ini untuk si Nah, jadi ini untuk kainnya. Coba saya penasaran kainnya dulu apakah dia punya bahan yang sama dengan yang Rp100.000-an kemarin ini kalau misalkan biar kalian ingat kalau pakai kain yang kemarin hasilnya itu kayak gini. Tada tuh. Jadi warna hitamnya lebih dapat walaupun di kondisi cahaya siang hari sama ada ruang tamu ini nanti ya kita coba pasang dulu ya. Tapi yang jelas kalau dari kain beda sih ya. Ini lebih tebal, lebih rapi juga jahitannya. Cuman cara pasangnya gimana coba? Saya pelajari dulu ya biar Tom aja yang mempelajari ya. Ayo Tom. Oke. Gimana? Kita coba rakit dulu ini. Ini kayak sem ini aluminium bahannya nih. Eh, bukan ding plastik. Untuk harga Rp1 juta bahannya untuk penyangganya ini dia pakai plastik ya. Tuh ini bernya nih. Next cami. Oke. Oh, Roni paham ya. Karena dulu Roni itu kerja di tukang jahit. Jadi dia pahamlah. Karena Roni lebih paham, saya sekarang gantian kamera Tomo sama Roni yang pasang. Oke, sementara di background kita tetap nyalain ya. Jadi kira-kira fix tolong ambil ya. Kira-kira kalau misalkan pakai layar yang putih itu seperti ini tuh seperti ini hasilnya. Dengan kondisi yang terang sama sekali enggak kelihatan walaupun kita udah pakai BandQ ya. Ini harganya cek link deskripsi kalau enggak salah Rp0 jutaan harganya. Nah, jadi walaupun proyektornya R jutaan, tapi kalau di kondisi terang kayak gini tetap enggak bisa detail ya, harus gelap. Nah, dengan adanya anti light rejecting ini ALR katanya sih bisa lebih. Oke, coba kita tes. Oke, jadi setelah dirakit kira-kira seperti ini. ngerakitnya gampang kok, karena saya enggak ikut ngerakit yang ngerakit anak-anaknya. Tutorialnya ada di sellernya ini Nextcam CCTV YouTube channel lah. Intinya tinggal dipasang aja. Logikanya kayak masang frame-nya foto lah. Jadi kita pasang dulu frame-nya baru frame-nya itu kalau figura foto kan dikasih fotonya. Nah, ini dikasih ini dikasih si kain Alg atau anti light rejecting-nya. Nah, beda dengan yang versi R00.000-an kemarin ini kelihatan lebih Dolby Vision gitu, lebih biru, lebih cinematik, lebih terlihat bioskop-bioskopnya dan kayunya sih emang beda sih ya cuman ya jadi enggak portable ini harus dipasang terus kayak gini. Nah, sellernya itu ada versi lain yang dia itu bisa ditarik langsung itu bisa portable. Tapi kalau ini yang enggak portable. Nah, kira-kira coba kalian perhatikan itu kalau misalkan pakai kain putih biasa ya, proyektor biasa. Dan sekarang coba lihat, bandingkan ya. Kalau misalkan pakai kain yang ini tuh coba lihat, Guys. Beda banget kan hasilnya. Padahal ini kondisinya lampunya nyala tapi langsung kayak terjadi bioskop. Lebih detail, lebih vision karena warnanya itu kayak beda gitu. Coba ya. Ini saya angkat di sini deh biar kalian bisa tahu side to side-nya. Tuh, kayak gini. Coba lihat kelihatan enggak perbedaannya. Beda banget kan ya? Ini kondisi cahayanya. Perhatikan di bagian detail warna birunya tuh atau warna kulit aja deh. Udah beda banget kan? Lebih bagus yang pakai si Alg kain ini. Anti light rejecting. Kalau misalkan kita matikan lampunya kira-kira seperti ini. Nah, ini kalau kondisi mati be malah lebih oke lagi, Guys. Ini kondisi mati ya. Nah, jadi perbedaannya kira-kira seperti ini kalau pakai antil light rejecting-nya. Sekarang coba PR-nya sekarang adalah masangnya gimana masangnya ke situ, Ron. Masangnya piye? Jadi nk pojok iki dikii paku terus dicantolno mana? Tak tak ukur sik coba. Coba kita pasang dulu. Jadi yang putih yang murah ini sebenarnya juga R jutaan ya ini ya. Saya beli R jutaan juga kok. Cuman ya hasilnya kayak kurang eh eh eh apot kurang bagus gitu. Awas Ron. Iya. Tak colong ya. Cetak kenapa nih? Enggak habis lah. Nah, ini frame TV-nya. Nah, karena TV-nya saya belum mampu beli, jadi kita ah ah. Kita pakai ini dulu ya. Seharusnya ini pakai frame TV. Bentar. Tuh. Coba kalian lihat itu harusnya ada udah saya siapin Vamon bracket-nya kan ya, cuman karena TV-nya belum ada duit nunggu endorsan aja. Oh guys, jadi pakai ini aja tuh nanti dipaku, di frame-nya sini kan kelihatan kayak TV Ron. Coba, Ron. Nah, ini kalau misalkan tanpa tanpa si putih-putihnya kain tadi malah kayak gini, ya. Nah, jadi kira-kira seperti ini kalau sudah terpasang sama tukang palsu tadi ya. Kenapa saya bilang palsu? Kayaknya enggak lurus nih. Jadi ya tapi di di kamera kayaknya enggak kelihatan. Tinggal dilurusin lagi aja pakai proyektornya. Ini kondisi ruangan yang terang ya. Kalau misalkan kita pakai ruangan yang gelap. Wah, coba ini saya matiin juga. Is. Wuh, bocor ke atas ya. Ada yang bocor. Tapi kira-kira kualitasnya kayak gini. Ini udah ala-ala Dolby Vision lah ya. Tuh cakep. Dan ini kalau misalkan nyala. Oke, jadi kesimpulannya kalau dibandingkan dengan yang Rp00.000-an kemarin beda jauh sih ya. Di satu ini meang di hilang. Intinya nanti editor bisa di tokan gambarnya yang Rp100.000 sama yang Rp1.400 ini. Bedanya yang Rp100.000 itu cuma dapat kain dan kainnya udah beda sama kain yang ini. Kalau kain yang ini dia bisa lurus gitu. Kalau kemarin kan ngelipat-ngelipat aneh gitu ya. Walaupun ini ada lipatannya juga masih kelihatan ya. Coba dizom F. Kelihatan enggak, Fik? Ada lipatan fik. Kelihatan enggak kelihatan. Nah, cuman minim aja enggak kelihatan dan ya jadinya kalau misalkan kena cahaya masih bisa kelihatan dengan detail. Walaupun memang enggak bisa sedetail punyanya TV tapi okelah kalau misalkan digunain untuk kalau kalian pengin punya TV yang 120 inch kayak gini. Tapi 120 inciv itu kan mahal ya, tinggal beli projjecttor aja. Sekarang projjecttor R00.000-an juga banyak. Tinggal cari alas yang kayak gini, yang anti light rejecting kayak gini atau ALR. Oke, jadi menurut kalian gimana? Apakah udah pantes kalau misalkan ini dibilang bioskop mini di rumah? Coba tulis di kolom komentar ya. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi juga. Saya dibudi and see you on the next video. Bye byye. Wah. Yeah.
