Jungkat

TV Ekstra Besar, Mini LED, Bisa 120 Hz, Harga Gak Mahal! Review AQUA 85M80 (YouTube Video)

  • 09/08/2025

Ini Aqua TV 85 M80 Smart TV Premium dengan layar 85 inci yang besar tapi harganya masih di R jutaan ya. Resolusinya sih udah pasti 4K ya. Teknologinya TV ini udah pakai mini LED. Ada juga duukan untuk HDR10 dan Dolby Vision. Audio juga harusnya mantap dengan speaker 2.1 channel sound by KF. Ada juga dukungan Dolby Audio dan DBX TV. Faturnya juga banyak mulai dari fitur gaming seperti dan VRR, konektivitas full HDMI 2.1, MEMC, Chromecast Buildin, hands free voice control, dan masih banyak lagi. Menariknya yang satu ini dilengkapi dengan solar charging remote. Baterai remote ini bisa diisi ulang, jadi kita enggak pakai baterai yang sekali pakai, ya. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan Smart TV yang satu ini. Aqua ya, akhirnya kami berkesempatan mencoba TV dari merek yang satu ini. Buat yang belum tahu, Aqua ini adalah brand dari Jepang yang masuk dalam Higher Group, salah satu brand elektronik ternama dunia. Aqua sebenarnya sudah lama menawarkan produk elektronik mereka di Indonesia, ya. Mereka punya beberapa produk seperti AC, kulkas, freezer, water heater, TV, dan masih banyak lagi. Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah salah satu smart TV terbaru Aqua dari kelas premium. Tapi harganya jelas enggak mahal untuk sebuah TV 85 inci. Langsung aja kita mulai pembahasan TV lini M80 ini dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smart TV-nya, lalu ada dua buah stand lengkap dengan set bautnya. Lalu ada bridge untuk menyatukan stand di bagian depan. Ada kabel power, ada remote bluetooth dengan solar panel ya. dan ada paket dokumen. Nah, untuk desainnya Aqua TV ini hadir dengan desain modern dengan basel yang terbilang tipis untuk layar ukuran 85 inci. Tebal baselnya sekitar 1 cm sisi kiri dan kanan serta 1,1 cm untuk sisi atas. Untuk basel layar bawah itu tentunya sedikit lebih tebal. Ini wajar ya untuk TV masa kini ya. Nah, di area tengah bezel bawah layar ini di bagian bawah terlihat ada dua buah mikrofon dan lampu indikator. Ini untuk mendukung fitur handsfree voice control atau bisa dikenal sebagai Farfield voice. Ada switch untuk menonaktifkan build-in microfon ini yang terletak di dasar area tersebut. Di dekat switch tersebut ada juga satu tombol power. Nah, di bagian dasar TV ini ada juga dua buah speaker. Satu di area kiri dan satu di area kanan. Oke, sekarang kita beralih ke stannya. ini punya dasar yang flat dan dipasang dengan baut ke bagian belakang TV. Secara umum, stan ini terasa bisa menopang TV dengan kokoh. Nah, di sini ada bridge yang bisa dipasang ke bagian depan stand ini membuat stand terlihat menyatu di bagian depan. Stan ini mengangkat TV sekitar 4,3 cm saja dari permukaan meja. Sementara jarak antara stan ada di kisaran 80 cm. Jadi kalau pakai soundbar kita tidak bisa tempatkan di bawah TV ya ini ya. Nah, untuk dimensinya tanpa stand adalah 198, 109,1 * 10 cm. Kalau pakai stand jadi 198, 113,4 * 36,7 cm. Nah, sekarang kita lihat sisi bagian belakang dari TV ini. Di permukaan sisi belakang ini terlihat ada lubang mounting 600 * 300 mm. Ini bisa digunakan untuk masang TV ini ke bracket atau ke dinding. Nah, ada juga satu speaker di permukaan si belakang ini. Ini adalah subwover dari sistem audio 2.1 channel TV. Ini kolektor power ada sisi kiri area yang menonjol di sisi belakang ini menghadap ke samping. Sementara untuk konektor IO ditempatkan di dua area terpisah di bagian kanan sisi belakang. Jadi ada konektor yang menghadap ke samping dan ada juga yang menghadap ke bawah. Oke untuk spesifikasinya ya layarnya tentunya ukurannya 85 inci. Resolusinya adalah 4K 3840 * 2160 piksel. refer-nya 60 Hz di resolusi 4K dan ada juga DLG untuk 120 Hz mode. Tapi ini berlaku untuk resolusi 1080p. Untuk backlight dia pakai mini LED dan tentunya mendukung local diming. Untuk HDR ada Dolby Vision dan HDR1. Untuk audio dia pakai speaker 2.1 channel dari KF. Di sini ada fitur Dolby Audio dan DBS TV secara standar Dolby Audio yang diaktifkan di TV ini. Dukungan untuk Dolby Atmos juga tersedia di sini. Untuk OS dia pakai Google TV, RAM-nya 2 GB, storage-nya 32 GB. Google Assistant dan Chromec Buildin pastinya tersedia ya di sini ya. Untuk kreativitas Wii-nya Wii 5, Bluetooth versi 5, Ethernet tentunya ada juga. Untuk TV-nya tentunya sudah support DVBT2 yang digunakan untuk TV digital di Indonesia. Jadi enggak perlu pakai STB tambahan lagi. Kita sudah bisa langsung nonton siaran TV lokal. Nah, banyakan nih lihat nih channel-channel TV digital lokal sudah ada semua di sini. Tinggal pilih aja mau nonton yang mana. Nah, untuk konektornya yang menghadap ke kanan dari si atas ke bawah kita lihat ada analog audio out 3,5 mm. Lalu ada dua USB 2.0, ada antena in. Ada HDMI 2.1. Ini mendukung HDMI arc atau IR kalau kita mau pakai soundbar misalnya ya. Sementara untuk konektor yang menghadap ke bawah dari kiri kanan kita lihat ada Ethernet, ada digital audio out, ada tiga konektor IV in, ada 3 HDMI 2.1. Oke, karena pakai OS Google TV, saat setup awal kita akan diminta menghubungkan TV ini ke internet dan masuk ke akun Google kita. Setelah itu, TV langsung bisa digunakan untuk nonton konten. Nah, kalau pakai aplikasi streaming di Google TV secara standar sudah tersedia YouTube dan Netflix. Beberapa aplikasi lain juga sudah tersedia shortcut-nya di halaman awal Google TV. Tapi untuk beberapa aplikasi ini kalau kita buka ternyata harus download dulu ya lewat Google Play Store ya. Nah, kalau butuh aplikasi-aplikasi lain bagaimana? Ya tinggal cari dan download aja dari Google Play-nya. tadi ada 10.000 lebih aplikasi di sini ya. Nah, kalau butuh menghubungkan perangkat dari konsol game, laptop, PC, desktop, dan yang lain-lain ke TV ini, kita bisa memanfaatkan empat port HDMI 2.1 yang tersedia di sini. Sayangnya hanya ada satu port HDMI yang ditempatkan mengarah ke samping. Tiga port HDMI lainnya menghadap ke bawah dan ini terasa agak sedikit sulit dijangkau dari samping TV. Saran kami kalau memang berencana pakai banyak perangkat yang dihubungkan ke TV lewat HDMI, dari awal pasang dulu kabel ketiga port tersebut lalu sembunyikan di belakang TV kalau memang belum digunakan. Nah, saat kami coba hubungkan ke laptop, kami langsung bisa mendapatkan resolusi 4K dengan refresh rate 60 Hz tanpa masalah, baik di mode SDR maupun HDR di semua port HDMI-nya ya. Nah, kalau pakai refresh sampai 120 Hz, ada opsi yang harus diaktifkan terlebih dahulu. gaming 120 Hz di menu advance setting untuk preset tampilan layar. Setelah aktif, kita bisa pilih refreshnya 120 Hz. Tapi resolusi layar akan turun ke 1080p. Nah, selain HDMI, ada juga konektor AV in yang kita bisa pakai untuk input tampilan TV ini. Ini bisa untuk konsol game generasi lama dan berbagai perangkat lain. Kalau butuh casting content ada Chromecast build-in, High Cast, dan IBT sound cast. Jadi terbilang banyak juga ya fitur casting di TV ini. Ada juga port USB di TV ini dan ini bisa dimanfaatkan untuk memutar konten langsung dari storage yang terpasang atau kita juga bisa pakai USB ini untuk masang keyboard. Ini akan bantu kita kalau mau nginput teks ke TV misalnya buat cari judul film tertentu atau login ke aplikasi streaming misalnya. Tentunya kalau mau pakai keyboard Bluetooth bisa juga di sini. Nah, sekarang kita bahas remote bawaan dari TV ini. Remote ini pakai gaya modern dengan tombol-tombol penting aja yang ada di sini. Di remote ini juga terlihat ada solar panel yang bisa digunakan untuk mengisi ulang daya baterai remote. Tapi itu bukan berarti dia harus dijemur ya. Enggak perlu ya. Pakai lampu aja udah bisa dipakai kok ya. Dan apakah cuma itu aja opsi untuk isi ulang daya baterainya? Ternyata tidak. Dia juga menyediakan port USBC yang bisa kita pakai untuk ngisi ulang daya dari baterai remote ini. Nah, terkait navigasi dengan remote ini, kami mengalami sedikit kesulitan karena penempatan tombol di remote ini ya khususnya di area tombol navigasi utama. Ada tombol yang posisinya terlalu dekat dengan navigasi atas dan bawah. Ini membuat tombol tersebut jadi sering e sengaja ketekan. Mungkin ini hanya masalah kebiasaan aja. Setelah lebih terbiasa, bisa jadi hal ini tidak terasa mengganggu. Remote ini tentunya sudah mendukung kontivitas Bluetooth dan support input voice command ke TV seperti ini ya. Open YouTube. Opening YouTube for Android TV. Nah, kalau mau voice comen langsung ke TV tanpa remote itu bisa juga bisa seperti ini. Oke, Google. Show me weather for tomorrow in Celsius. Ya, ini adalah TV dengan layar yang besar sekali 85 inci. Ini besar ya. Jadi nonton dengan TV1 ini pastinya menghadirkan pengalaman yang beda. Lega banget. Tapi kualitas tampilannya bagaimana? Menurut kami kualitas tampilannya sudah terbilang memadai. Saat kami coba ukur, berbagai model tampilan di TV ini menawarkan gamut covers ada di kisaran 99% sRGB dengan gamut volume di kisaran 130% sRGB. Warnanya tampilan TV ini memang menawarkan saturasi yang cukup tinggi. Tapi ini bukan yang super-super rapi sih ya. Mungkin saja beberapa warna akan terasa tampil terlalu tajam dalam tanda kutip gitu ya. Tapi secara umum ini harusnya sudah akan terasa mencukupi untuk kebanyakan pengguna. Nah, satu hal penting terkait pengubahan perisa tampilan. Kalau kita menggeser preset tampilan terlalu cepat, TV ini punya kecenderungan untuk merreset pengaturan preset ke user. Jadi kalau mau ganti preset-nya pelan-pelan aja ya gantinya ya. Nah, beralih ke kedalaman warna gelapnya. Mini LED dengan local diming di TV ini membuatnya bisa menawarkan kedalaman warna yang cukup baik. Tapi tentunya ini hanya dicapai saat lokal dimming diatur ke high. Lokal diming di sini pun terbilang responsif ya. ini juga membuat kontras jadi terbilang lumayan tinggi. Terkait tingkat kecerahan layar di mode SDR, hasil pengujian kami menunjukkan bahwa brightnessnya itu sekitar 500 nits. Ini udah terbilang terang. Mau di ruangan yang banyak jendela siang hari pun TV ini masih bisa menampilkan tampilan yang jelas. Sementara kalau kita pakai mode HDR ini bisa naik sampai 900 nit. Ini lebih terang lagi. HDR terbilang tampil relatif baik di TV ini. Detail tampilan di area terang itu bisa dipertahankan relatif baik. Sementara area gelap masih bisa diangkat juga tanpa mengorbankan detail. Dual Bion juga berfungsi relatif baik di Netflix. Secara umum HDR di TV ini terbilang sangat bisa diandalkan. Nah, untuk viewing angle-nya bagaimana? Ini cukup luas, tapi memang masih ada sedikit pergesaran warna, brightness, dan kontras tampilan saat melihat ke arah layar TV ini dengan sudut pandang yang miring banget dari arah samping. Kalau melihat perubahannya ya, kalau kita lihat warna dan kontras ini sebetulnya enggak terlalu terganggu sih ya. Tapi untuk brightness ini terasa cukup berbeda antara kita melihat dengan posisi 90 derajat terhadap layar dengan kalau kita ambil sudut yang cukup ekstrem di sisi-sisinya. Oke, lanjut. Untuk MC atau fitur yang meningkatkan frame rate konten yang tengah ditampilkan ini tentunya tersedia di TV ini. Tapi seperti biasa, MEMC ini bisa membuat kesan cinematik di film jadi hilang. Dan sayangnya secara standar ini aktif di berbagai preset tampilan. Jadi kalau lebih suka tampilan yang cinematik, fitur ini harus dinonaktifkan secara manual. Nah, sekarang kalau terkait upscaler. Sayangnya menurut kami upscaler di sini masih belum bisa membuat konten 720p dan 1080p tampil rapi di layar 85 inci ini. Kami merasakan konten tampil agak buram dan efek pixelated itu masih muncul di beberapa bagian konten yang kami tonton. ini terasa agak mengganggu apalagi ketika tampil di layar yang besar seperti ini. Sayangnya saat muar konten 4K TV ini masih terasa belum bisa menjalankan konten dengan lancar-lancar banget. Jadi berdasarkan apa yang kami rasakan saat mencoba TV ini, sweet spot dari TV ini terasa ada di konten yang QHD atau ya solusi lain kalau mau ya pakai STB tambahan gitu ya. Nah, beralih ke audio. Di kondisi standar Dolby Audio ini sudah aktif. Jadi langsung aja kita coba dalam kondisi seperti ini. Menurut kami suara yang dihasilkan terbilang sudah madai dengan bass yang cukup terasa. Ini mendukung untuk nonton film maupun dengerin musik. Tapi untuk suara yang ramai, separasi suaranya ditawarkan ini memang masih belum yang luar biasa hebat lah ya. Jadi suara masih terkadang terasa kurang rapi. Nah, selain Dolby Audio di sini juga ada di BXTV Total Sonic. Nah, kita harus pilih mau pakai Dolby Audio atau DBXTV ini. Keduanya menurut kami membawa peningkatan kualitas audio dibandingkan kalau keduanya itu tidak diaktifkan. Kalau bicara lebih bagus yang mana tinggal sesuaikan ajaalah dengan masing-masing. Nah, bagaimana dengan efek surround? Ini memang masih belum bisa terasa sangat-sangat luas atau benar-benar melingkupi kita. Tapi itu wajar sih sebetulnya karena sistem audionya 2.1 channel ya. Nah, secara umum sistem audio TV ini seharusnya sudah terasa mencukupi untuk banyak orang. Tapi kalau memang merasa butuh sistem audio tambahan, kita punya banyak opsi kan untuk TV ini. Kita bisa pakai digital audio out, analog audio out, HDMI AR atau e-arc atau pakai Bluetooth juga bisa. Nah, untuk navigasi sayangnya kami belum bisa merasakan bahwa navigasi di TV ini terasa mulus. Delay antara penekanan tombol di remote dengan pergerakan kursor di TV kadang cukup terasa terlebih saat kita lagi ada di dalam aplikasi streaming. Nah, untuk menu pengaturan TV ini tidak pakai menu khusus. Jadi semua tetap pakai menu standar Google TV dan ini semua tampil sebagai overlay. Tapi kalau kita membuka menu pengaturan saat nonton konten di aplikasi streaming, konten juga kadang tiba-tiba berhenti dengan sendirinya. Ya, ini bisa agak mengganggu kenyamanan menikmati konten dengan TV berlayar sebesar ini. Oke, selanjutnya kita coba Smart TV ini untuk main game. ALLM tersedia di TV ini. Tapi entah kenapa saat kami coba pasang laptop ke TV ini, kami tidak mendapatkan game mode itu aktif secara otomatis. beberapa post processing yang berpotensi menimbulkan input lag juga ternyata masih aktif. Jadi untuk main game sebaiknya kita atur preset tampilan secara manual ke game. Nah, bagaimana dengan variabel refresh set atau VRR? Ini bisa diaktifkan selama setting gaming 120 Hz dan VRR di advance settings itu aktif. Saat kami coba TV ini terdekasi GSINC compatible dan VRR memang juga aktif saat kita coba di game ya. Jadi kalau kita pakai resolusi 4K kita bisa dapat rentang 49 sampai 60 Hz. Sementara untuk 1080 P kita dapat 49 sampai 120 Hz. Nah, terkait fitur pendukung gaming, Aqua sudah menyertakan game bar yang bisa diakses dengan menekan tombol yang satu ini dalam remote, ya. Kemudian, ada juga akses ke beberapa fitur khas gaming dari game bar ini. Secara umum, gaming dengan layas besar ini terbilang menyenangkan dengan tampilan ekstra besar yang terasa lebih imersif di sini. Tapi perlu diperhatikan, layar ini akan terasa lebih optimal untuk 4K. Jadi perangkat gaming yang kita pakai memang sebaiknya sudah bisa mendukung gaming dengan nyaman di resolusi 4K. Oke, sekarang kita lihat konsumsi dayanya. Saat kami uji di mode SDR, konsumsi daya secara umum ada di kisaran 290 watt sampai 300 watt untuk mode standar dan vivit. Sementara di mode energy saving ada di kisaran 190 watt. Oke, kalau HDR bagaimana? Mode standar dan vivit konsumsi dayanya bisa mencapai 320 wat. Kalau pakai ander saving bisa cuma sekitar 210 watt. Konsumsi daya tentunya masih bisa turun kan ya karena ini pakai mini LED dengan local diming bisa sampai sekitar 85 watt. Tapi ini hanya kalau tampilan layar benar-benar mayoritas gelap dalam waktu yang lama. Overall sih konsumsi dayanya tergolong irit ya untuk ukuran layarnya. Oke untuk harga Aqua TV 85 M80 yang pakai layar 85 inci ini dipasarkan dengan harga kisaran Rp28.351.000. Smart TV ini dilindungi garasi hingga 5 tahun dengan e-warranty. Cek aja langsung detailnya di link yang ada di dalam deskripsi video ini. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, upscalernya. Untuk konten 720p dan 1080p rasanya ini masih kurang mantap. Lalu kemudian kita butuh setting manual untuk mengaktifkan mode refresh 120 Hz di TV ini. Lalu navigasi di aplikasi dan di menu masih terasa agak kurang mulus aja. Tampilan di layar juga kadang-kadang bisa freeze saat kita melakukan pengaturan. Apalagi kalau terburu-buru ya. Kemudian tersedia beberapa peris tampilan, tapi rata-rata menawarkan karakter yang sama-sama aja dengan gamut coverage dan gamut volume yang sangat mirip. Lalu MC aktif di berbagai mode tampilan. Ini harus dinonaktifkan secara manual kalau kita mau dapat tampilan yang cinematik untuk konten seperti film layar lebar ya. Kemudian untuk konten 4K60 ini masih belum bisa diputar dengan mulus dan lancar. Ini dari sistem smartnya tentunya ya. Masih terasa ada sedikit penurunan frame rate di sini. Lalu untuk tiga port HDMI ini diposisikan mengarah ke bawah jadi agak sulit dijangkau dari samping TV. Lalu untuk posisi tombol di remote ini rasanya agak bisa mengganggu navigasi terutama di awal-awal pakai ya. Dari segi kelebihannya jelas ini layarnya ukurannya besar banget di 85 inci sudah pakai mini LED dengan lokal diming. Jadi ini mendukung kontras yang tinggi untuk tampilan TV ini. Kualitas tampilannya secara umum juga sudah terbilang mantap yang satu ini ya. Dan dia sudah pakai Google TV dengan banyak fitur dan dukungan aplikasi yang melimpah. Di sini ada dukan untuk HDR1 dan Dolby Vision juga. Sistem audio 2.1 channel dengan subwover ini bisa menghasilkan bass yang mencukupi. Dan ini ada kolaborasi teknis dengan KF, merek audio premium dari Inggris. Lalu dia punya dukan Dolby Audio dan DBXTV. Secara standar Dolby Audio juga langsung diaktifkan ya di sini ya. Lalu dia punya empat port HDMI dan semuanya support input 4K60. Jadi kita bisa masang input ke empat perangkat sekaligus. Kemudian ada support HDMI ARC atau EARC juga ya. dan sudah ada dukungan untuk VRR dan ALLM untuk gaming. Refresh-nya juga bisa sampai 120 Hz walaupun memang di resolusi 1920 * 1080 piksel dengan DG. Lalu kemudian ini penting nih resiko terjadinya burn in di layar ini kecil banget karena ini kan bukan pakai layar OLED. Lalu untuk remote udah solar charging bisa diisi ulang baterainya dengan mudah di sini ya. Lalu ada dukungan handsfree voice command juga. Dan penampilan TV ini juga tbilang modern dengan beel yang tipis. Dan tentunya dia udah siap untuk TV digital Indonesia. Jadi kalau kalian mencari TV berlayar besar yang mau ditaruh di ruangan yang mungkin banyak jendelanya, wah ini sih cocok banget ya karena tampilannya itu yang bisa terang banget. Ini agak beda dengan TV-TV layar OLED yang kebanyakan memang enggak begitu terang ya. Jadi harus di ruangan yang agak gelap memang. Kalau ini enggak ada masalah ya. Jadi secara umum Aqua TV yang satu ini bisa dikatakan sebagai TV yang layak untuk dilirik untuk yang ingin punya TV layar besar dengan fitur modern tapi harganya enggak terlalu tinggi. Saya D Irfan Jaka TV. [Musik]

Lihat di YouTube