TWS 300 RIBU Rasa Sejuta | ada ANC, Punya 6 MIC, LDAC & Banyak LAGI ! Baseus Bass BP1 Pro Review (YouTube Video)
TWS mewah yang bisa bikin kita bergairah sekarang udah bisa kita jamah. Secara desain dia emang kelihatan biasa, tapi dia punya potensi yang wah ketimbang TWS TikTok yang kebanyakan sampah. Meskipun harga TWS ini tergolong murah, tapi kualitas suaranya renyah, bassnya megah, dan ada ANC yang bikin suara berisik langsung musta. Ya udah, selamat menonton fans Madrid yang kemarin marah-marah. [Musik] Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah Basius BP1 Pro, TWS baru dari Basius yang siap jadi TWS TikTok killer. Karena kan kalau kita lihat ya kualitas barang-barang di TikTok itu agak wow gitu. Dan harga emang sama-sama terjangkau, tapi TWS dari Bus ini lebih terjamin. Soal kualitas wah udah beda kelas. Mulai dari suaranya, fitur yang biasanya cuma ada di flagship kayak adaptive ANC, LDAC, sampai high rest audio ada di Basius BP1 Pro. Ini kita langsung bahas dari fitur yang sangat menariknya dulu ya. Karena di kelas harga Rp300.000-an dia udah ada ANC-nya. Dia dibekali dengan -50 dBel adaptif ANC yang artinya ini bukan cuma angka doang ya, ini tuh ANC-nya bisa menyesuaikan diri dengan kebisingan sekitar secara real time. F AC-nya ini sebagai ilustrasi aja ya. Jadi editor tolong ini ada suara pesawat, suara berisik. Set. Nah, ketika VWS-nya terpasang ibaratnya itu kayak telinga kita ditutupin sama satu jar langsung uh hilang suaranya. Di harga segini jarang sih ada TWS yang fiturnya apalagi ANC-nya kayak si BP1 Pro ini biasanya malah di atasnya harganya. Dan kalau dibandingkan dengan TWS di kelas harga yang sama, contohnya kayak sound Core R15 NC, kemampuan ANC-nya unggul hampir di semua rentang frekuensi. Tapi kalau dibandingkan dengan Redmi Bud 6, kemampuan ANC-nya kalah di frekuensi bawah. Tapi untuk frekuensi krusial yang ada di 200 sampai 2000 Hz bisa dikatakan Basius BP1 Pro ini unggul dibandingkan Redmi B 6 dengan catatan Redmi 6 ini harganya lebih mahal. Tingkat ANC-nya ini bisa kita adjust dan kita bisa matiin juga. Jadi tinggal tekan-tahan aja touch control yang ada di TWS-nya dan nanti bakalan gonta-ganti tuh mode ANC-nya atau kita juga bisa gonta-ganti mode ANC-nya itu langsung di aplikasinya TWS 300.000 loh ya ada aplikasinya. Nama aplikasinya Basius, kita bisa instal di Android ataupun di iOS. Dan kalau ditanya di aplikasinya ada apa aja walaupun harganya Rp300.000-an. Beh, banyak. Pertama kita bisa lihat kapasitas baterai dari earbudge dan juga casing-nya. Terus ada sound control. Di sound control ini ada spatial akustic. Fitur ini gunanya buat nge-bost kualitas suara dari TWS-nya. Di sini ada tiga mode. Ada normal atau disable, ada musik, terus cinema. Jadi, disesuaiin aja sama kebutuhan kita. Terus ada dynamic sound juga. Dynamicone ini kayak settingan equalizer khusus yang bisa kita combo sama mode equalizer yang ada di TWS ini. Equalizer modenya juga ada beberapa preset yang udah disediain. Plus kita juga bisa custom equalizer juga. Jadi ada tiga layer buat nge-bost kualitas suara yang bisa kita otak-atik di TWS ini. Kalau tiga combo ini diaktifin semua, weh TWS TikTok mah lewat jauh ya sama BP 1 Pro ini. Kalau kita nonaktifin atau ganti salah satu settingannya, perbedaannya juga kerasa. Dan kalau kalian kira cuma sampai di situ aja fiturnya enggak, masih ada lagi. Ada yang namanya Smart Connect. Smart Connect ini isinya tutorial buat dual device yang nandain kalau TWS Basius BP1 Pro ini udah bisa connect dua device secara bersamaan atau istilahnya multi device. Contohnya kalian koneksikan ke smartphone dan juga laptop. Misalkan di laptop kita pakai buat dengerin musik dan tiba-tiba smartphone-nya itu ada telepon. Nah, koneksinya bakal diutamain ke smartphone-nya. Jadi kalau kita angkat musiknya tadi langsung mati. Terus juga ada low latency mode. Ini juga buat ngurangin delay dari audionya. Fitur ini biasanya dipakai buat main game. Tapi Basius gak ada klaim sih berapa pengurangan latencynya. Dan pas kita coba untuk main real drum ya kalau dibandingkan dengan mode latency-nya off memang delay-nya berkurang. Tapi kalau dibilang delay-nya benar-benar enggak ada, ada sih. Dan masih lumayan juga ya sekitar 0, sekian mills lah. Gesture setting-nya juga bisa kita otak-atik di sini. Enggak cuma bisa buat play and post saja, tapi juga bisa yang lainnya. Terus ada fitur yang gak kalah penting lagi nih, apalagi buat orang yang ceroboh dan juga lupaan kayak saya. Find headphone. Jadi kalau salah satu inbass-nya hilang, kita bisa pakai fitur ini. Tinggal pencet dan dia bakal bunyi sendiri. Jadi aplikasinya ini bukan cuma gimmik ya. Jadi semua fiturnya itu kepakai walaupun harganya Rp300.000. Sekarang saya ceritain gimana kualitasnya si Basius BP1 Pro ini. Untuk kelas harganya udah lumayan enak dan BP1 Pro ini udah ada sertifikasi high audio wireless ya dan udah support sama kodex LDAC juga yang bisa kita aktifin lewat settingan di aplikasinya. LDAC ini penting ya karena buat naikin bit rate jadi lebih tinggi. Jadi hasil suaranya itu bisa lebih jernih, lebih clear, lebih kaya gitu. Untuk detail suaranya, kalau kalian pengin dengerin kualitas yang lebih imersif, saran saya kalian aktifkan fitur ANC, spesial akustik dan dynamic sound-nya. Dan volumenya kalau saran saya sih maksimal di 80% ya. Karena kalau di atas itu wow kalau dibilang cempreng enggak sih, tapi lumayan agak sakit di telinga. Kalau kita enggak aktifin yang saya sebutin tadi sebenarnya udah enak, udah balance. Jadi suara height, mid, dan low-nya itu semua keluar. Enggak ada salah satu yang dominan. Karena biasanya di kelas harga segini tuh wah jualan bas gitu. Jadi untuk nutupin kekurangan mid dan juga low-nya bassnya yang dikencengin. Nah, kalau ini enggak. Tribelnya juga berasa nyelekit tapi enggak yang bikin telinga sakit. Bassnya ada tapi memang agak kurang power ya. Separasinya juga udah pas. Tuningan default-nya kalau misalkan kalian enggak mau setting apa-apa, default-nya aja sebenarnya kalau dibandingkan TWS 300.000-an yang dijual di TikTok, saya sih prefer ini ya. Nah, kalau kita aktifin semua fitur yang saya bilang tadi, beh suaranya sih lebih imersif ya. Crispynya dapat, dentuman bassnya lebih dapat, melengking tribelnya juga dapat. tapi tetap gak sakit di telinganya. Jadi kerasanya lebih enak, lebih legal, lebih kencang, tapi enggak mengganggu di telinga. Selain ANC, dia juga punya ANC atau environment noise canceling. Kalau ANC tadi fungsinya buat nutupin suara sekitar dari telinga. Nah, kalau ENC itu nutupin suara sekitar dari mikrofon atau dari mulut kita. Jadi, pas kita ngomong itu bakalan lebih jelas didengar sama lawan bicara kita. Dan ini juga menjadi salah satu selling point penting dari TOS ini karena dia punya enam mic total. Jadi masing-masing punya tiga mic kanan dan kiri. Dan yang kalian dengarkan ini adalah kualitas mikrofon dari Bus BPR. Kira-kira seperti ini suaranya? Coba kalian tulis di kolom komentar gimana. Tadi sih sempat saya dengerin ya, karena dia punya tiga mic. Jadi ada FF mic, ada FB mic, dan Top mic. Jadi seharusnya sih mikrofonnya untuk kelas harganya ya. Jangan disamain sama kelas yang Rp3 juta. Untuk kelas Rp300.000-an Ribuan. Menurut saya sih udah oke. Untuk baterai di kelas harga Rp300.000, Basi juga berani klaim kalau baterainya ini tahan sampai 55 jam. Tapi 55 jamnya ini bukan cuma IRBAS-nya aja ya. Jadi kalau kita pakai charging case-nya di tootal itu bisa sampai 55 jam. Terus untuk ngecasnya lumayan cepat. Basi sih klaim 10 menit cas bisa buat dipakai 2 jam seteng. Tapi kalau pemakaian kita sih pas kita cas 0 ke 100% itu dia butuh waktu sekitar 59 menit. Masih lumayan kencang juga. Sekarang kita bahas desainnya ya. Kenapa saya bahas terakhir? Karena desainnya menurut saya sih ya sesuai dengan harganya ya Rp300.000. Simpel banget. Cuma ada logo Basius di depan. Kalau untuk desain earbudge-nya sama simpelnya juga cuma ada tulisan basius di tangkainya dan di atasnya ada buletan buat tombol touch controlnya. Dimensinya kalau dibilang kompact ya lumayan kompact sebenarnya tapi karena desainnya klem dan juga kayak perutnya kartun animasi B itu jadi agak-agak ngeganjal kalau misalkan diaku walaupun ngeganjalnya itu kayak cuman sekotak ini aja. Varian warnanya ada dua, ada hitam sama putih. Yang kita bahas ini yang hitam. Yang putih itu finishingnya glossy. Kalau yang hitam itu mid. Tapi untungnya mid-nya ini enggak gampang nempel sama fingerprint. Untuk bil kuatinya udah cukup solid ya. Walaupun dia pakai bahan plastik, tapi plastiknya ini enggak berasa plastik murah. Dan menariknya dia juga udah punya sertifikasi IP rating IP5. Okelah, jadi itu tadi adalah review dari TWS Basius BP1 Pro. TWS terjangkau dengan harga Rp300.000-an yang kayaknya berpotensi untuk mengalahkan TikTok favorit kalian yang murah-murah itu. Nah, dengan harga Rp300.000-annya ini kita bisa dapat TWS yang udah punya fitur mirip-mirip TWS flagship ya kayak 50 debel adaptif ANC. Terus juga udah support highest audio, ada kodex LDAC. Kualitas suaranya juga menurut saya tuningannya pas dan kalau kita aktifkan fitur yang saya bilang tadi, suaranya jadi lebih imersif. Mic-nya clear karena total ada tiga mic, baterainya juga awet, ngecasnya cepat, desainnya minimalis dan yang paling saya suka di harga Rp300.000 Basius juga ada aplikasinya. Untuk kekurangannya ya mungkin di bagian build quality sih ya karena mungkin untuk nekan costnya karena kerasa banget plastiknya ini. Jadi kalau misalkan kita nah tuh suaranya ini suara-suara plastik banget. Terus kalau kita set volumenya di atas 80% kemarin pas saya cobain untuk sepedaan itu juga lumayan agak nyelekit di telinga. Jadi saran saya batasnya itu di 80% aja. Karena kalau kalau enggak galau-galau banget mending di 80% aja ya. Kalau 100% itu levelnya kalau udah galau aja lah. Oh ya, btw si Basius juga ngeluarin powerbank terbarunya juga yang mereka beri nama Bipo 2 Pro dengan harga di 200.000-an. Dari segi desain dia lebih kompact dibandingkan powerbank sebelumnya dari Basius juga enggak makan banyak space kalau kita masukin kertas atau kita sakuin. Terus ada LED display-nya juga udah beliin sama kabel braaded USBC. Karena biasanya powerbank itu kan ya ada kabelnya tapi kabelnya pendek dan biasa aja. Dan kabelnya ini kata Basius udah dites 10.000 kali bending test. Kapasitasnya 10.000 1000 mAh. Port USBC-nya support two way fast charging. Jadi ngecas power bank-nya cepat, ngecas device dari power bank-nya juga cepat. Output-nya itu ada di 22,5 wat. Cocoklah buat Apple ataupun Samsung yang masih 20-an watt sekarang. Dan balik lagi ke TWS-nya yang harganya Rp300.000-an anan ini. Overall kalau kalian carinya Tw yang terjangkau dengan fitur memukau, kalian patut cobain sih si Basius BP1 Pro ini. Saya budi and see you on the next video. Bye bye.
