TWS Bisa Jaga Kesehatan Telinga?! - Review Anker Soundcore P42i (YouTube Video)
Ini TWS yang melindungi telinga kita. Ini adalah angker sound core P42i. Dia punya min 55 dbel adaptif ANC disebut bisa meredam berbagai kebisingan sehari-hari sekelas TWS premium. Dia punya hearing Health diklaim satu-satunya yang punya fitur ini di dunia. Bahkan ditambah dengan natural ANC-nya. Ini disebut bisa jadi penyelamat telinga kita di dalam sebuah konser. Daya tahan baterai juga mantap banget. Ditambah ada fast charging pula di sini. Lalu ada dukungan Bluetooth 6.1 satu dan kodex LDAC. TWS ini juga hadir dalam empat opsi warna, bukan cuma satu aja. Oke, langsung aja kita bahas TWS yang menarik. Ini anchor Soundcore P42i kalau dari namanya ini terasa seperti penerus dari P41i yang pernah kita uji dulu ya. Tapi saat kita perhatikan detail keduanya tersebut, ternyata P42 ini tidak meneruskan apa yang ditawarkan di P41i. Kalau P41i hadir dengan case yang punya baterai ekstra besar, itu tidak hadir di P42i. Kali ini angker sepertinya lebih fokus mengembangkan sisi ANC dengan fokus ke hearing health. Kita akan coba kemampuan TWS ini dari kualitas suara, fitur ANC, dan hearing health-nya serta daya tahan baterai dan lain sebagainya. Tapi sebelum itu, mari kita kenalan dulu dengan si Anker Soundcore P42i ini. Kita mulai dari paket penjualannya. Isinya tentu saja ada sepasang earbud lengkap dengan charging case-nya. Ada lima pasang earp di sini. Etip M terpasang di earbud. Sementara yang XXS, XS, S dan L ada dalam bok. Lalu ada juga kabel USB A2C dan ada paket dokumen. Nah, earbud CWS ini pakai earp dan tangkai. Ada logo sound core di bagian luar tangkai. Area dengan logo ini juga jadi tempat untuk input gesture sentuhan. Di ujung bawah tangkai ada dua konektor untuk penghubung ke case dan satu lubang mikrofon. Di bagian dalam tangkai ada penanda L dan R. Lalu ada metalic ring di area pertemuan body dan tangkai earbat. Ada satu mic lagi di dekat metalic ring ini. Beralih ke body earbud. Di ujungnya terlihat ada nozle dengan diameter 4,4 mm. Di dalam body earbud ini ada driver 11 mm dan 1 feedback mic yang tujuannya untuk memantau suara di dalam lubang telinga kita. Total TWS ini punya 6 mikrofon. Janjinya ini akan bisa menangkap suara kita dengan baik saat voice call sembari meredam noise dari sekitar kita. Nanti kita tes ya. Nah, dia punya rating IP 55. Nah, kedua airb juga masih aman kalau kena hujan dan keringat. Tapi ingat ya, case-nya tidak punya rating tersebut. Jadi, case-nya jangan dibasahin. Nah, untuk case ini pakai desain yang flip. Ada logo sound core dan satu lampu indikator di bagian depan. Port USBC dan tombol reset ada di dasar case. Lalu, ada juga lubang untuk memasang strap di sebelah kanan. Anker menjanjikan daya tahan baterai 12 jam tanpa ANC dan total 56 jam dengan case-nya. Jadi, case-nya seharusnya bisa mengisi kedua earb sekitar 4 sampai 5 kali. Kalau pakai ANC hasilnya tentunya di bawah itu ya. Nah, bobot earb ini juga ringan ya untuk mendukung kenyamanan pakai jangka panjang. Sepasang earbud TWS dengan ear L itu bobotnya sekitar 8,8 gr atau 4,4 gr per earbud sesuai janji sound core. Charging case-nya ini bobotnya 42,8 gr. Jadi total bobot TWS ini kalau di bawah-bawah adalah 51,6 gr saja. Nah, untuk opsi warna ada black, white, blue, dan purple seperti yang kami pakai ini. Oke, untuk per yang pertama cukup keluarkan kedua earbud dari case. Lepas pasti pelindung lalu masuk keluarkan kedua earbud dari case. TWS ini akan otomatis masuk ke mode pairing. Sementara untuk pairing berikutnya kita bisa masukkan kedua earbet ke case tutup lalu buka lagi penutup case lalu tekan tombol di dasar case selama beberapa detik. TWS akan masuk ke mode pairing. Selanjutnya sebagai kita coba dulu kelima earp yang disertakan. Seperti biasa, earp yang pas di telinga akan membantu mendapatkan kualitas suara optimal dan kekedapan yang terbaik. Nah, untuk penggunaan sehari-hari ada jaser pengendalian yang secara standar bisa diatur seperti ini ya. Tap dua kali di irbat kiri untuk next track, tap dua kali dibat kanan untuk play atau pause, tap dan tahan di irbat kiri atau kanan untuk mengganti mode ambient sound dan noise control. Nah, kalau kita mau menyesuaikan fungsi gesture, kita bisa lakukan dari aplikasi Anchor Sound Core. Di sini kita bisa atur salah satu gester untuk previous track, volume up, volume down, dan untuk memanggil voice assistant. TWS ini mendukung pengaturan terpisah untuk gester di earbud kiri dan kanan. Gester yang didukung tap satu kali sampai tap tiga kali serta tap dan tahan. Lalu untuk pengendalian saat lagi melakukan panggilan ya lagi nelepon ya itu ada tap dua kali di irbat kiri atau kanan untuk menerima panggilan. Lalu ada tap dan tahan di irbat kiri atau kanan untuk menutup panggilan atau menolak panggilan masuk. Kedua gester ini tidak bisa diubah ya. Lalu ada apa lagi di aplikasi ini? Pemantauan sahabat baterai dari kedua IRBAT dan cas tentunya tersedia. Ini ditampilkan per 10% bukan angka aktual per 1% ya. Lalu untuk ambient sound ada opsi noise cancellation dengan pengaturan ekstra untuk mode yang digunakan serta opsi win noise reduction. Nah, untuk mode noise cancellation ada ultra ANC atau ANC dengan tingkat peredaman tertinggi. Lalu ada natural ANC dengan pengaturan lima tingkat. Terakhir ada mode transportation ANC atau ANC. Mode ini disebut lebih efektif untuk suara yang umum dijumpai saat berkendara. Berikutnya untuk ambient sound, ada juga mode adaptif di mana ANC akan otomatis disesuaikan. ada normal dan ada juga transparany. Nah, untuk transparansi ada opsiar guard di mana akan otomatis memberikan peringatan saat ada suara dengan volume terlalu tinggi di sekitar kita. Lanjut lagi ada menu ID. Nah, ini biasanya sebutan untuk fitur yang memungkinkan kita mendapatkan setting equalizer sesuai selera kita. Ternyata saat dibuka menu ini sekarang berisi sound effect alias equalizer. Biasanya angker menyedakan banyak preset equalizer. Tapi di P42i ini preset yang tersedia hanya sedikit ya. anchor signature, clear vocals, powerful bus, serta calm and soothing. Mereka sepertinya lebih merekomendasikan kita menggunakan here ID. Saat kami coba ini memang bisa membantu mendapatkan setting yang sesuai dengan preferensi kita. Tapi ini tentunya masih bisa hit and miss ya, belum tentu akan langsung terasa pas. kami butuh mencoba beberapa kali ID ini sebelum mendapatkan hasil yang cukup pas untuk kami. Selain itu, sayangnya kita tidak bisa melakukan fine tuning manual untuk hasil dari Hir ID tadi. Kemudian ada juga custom equalizer dengan selender pengaturan 8 band seperti biasanya. Secara keseluruhan equalizernya terasa agak menurun dibandingkan apa yang biasa ditawarkan angker. Terakhir di menu ID ini ada juga switch untuk spesial audio. Kembali lagi ke menu utama, ada switch untuk gaming mode. Ini fitur untuk menghilangkan atau mengurangi delay yang bisa terasa saat menggunakan perangkat audio Bluetooth untuk nonton video atau main game. Ini memang terasa bisa mengurangi delay ya, tapi kalau ini aktif, Hear ID alias sound effect akan dinonaktifkan. Lanjut lagi ada hearing health. Ini fitur yang disebut angker akan membantu menjaga kesehatan pendengaran kita. ini berisikan real time monitoring yang mendeteksi volume suara di lingkungan sekitar kita dan di dalam telinga kita. Hasilnya akan langsung ditampilkan sebagai hearing health score disertai saran untuk menjaga kesehatan pendengaran. Sayangnya kami meriksa ini masih butuh disempurnakan lagi. Kami pernah mendapatkan hasil danger karena hearing health mendeteksi resiko yang disebabkan volume di atas 80 dBEL. Sementara real time monitoring selalu menunjukkan save dengan volume di kisaran 60 sampai 70 dB. Setelah itu sering muncul peringatan listening volume too high. Padahal volume sudah kami turunkan mendekati 20%. Oh ya, di dalam hearing health ini juga ada hearing test. Ini bisa digunakan untuk mengetahui seperti apa kemampuan pendengaran kita lewat tes yang sederhana. Sekarang kita masuk ke menu setting lain yang diakses lewat icon gear di kanan atas. Nah, ada switch wearing detection. Kalau aktif saat earbet dilepas dari telinga, media yang tengah diputar otomatis dipause. Lalu ada pengaturan multiice connection, auto power off, serta prompt tone. Nah, ada juga sound mode ini untuk memilih apakah kodex lduc aktif atau tidak. Beberapa opsi lain seperti fit test untuk mencari earp yang pas, find device, serta update firmware juga tersedia. Lalu tentunya di aplikasi ini ada juga soundspace, sound library yang berisikan konten seperti slip stories serta berbagai pilihan white noise. Terakhir ada juga angka asisten AI yang bisa membantu kita mengatur beberapa pengaturan di TWS yang kita gunakan. Angka ini juga mendukung fitur real time translation serta face to face translation. Sekarang mari kita coba kualitas suara yang ditawarkan TWS ini. Kita coba pakai kodex AAC dengan equalizer di anchor signature. Untuk bass secara umum bass sedikit terasa lebih menonjol. Bisa jadi terasa agak dominan untuk beberapa lagu tertentu. Tapi untuk bass head yang merasa ini belum cukup, ada preset powerful BS yang bisa dipakai. Bass juga terbilang cukup rapi, belum yang benar-benar bulat dan bersih, tapi ini sama sekali tidak kasar. Sudah cukup untuk menghasilkan suara dentuman yang menggelegar. Nah, untuk mid terkadang merasa bahwa mid-nya masih bisa tertutupi oleh bass tadi ya. Kalau mau mid terasa lebih jelas, kita bisa coba sedikit turunkan bassnya. Detailnya sudah lumayan oke dan setidaknya kerapihannya cukup terjaga. Sementara untuk trael ini relatif tipis tapi masih cukup terasa ya. ini masih bisa dibuat lebih terasa dengan meningkatkan CC travel di custom equalizer. Ini memang belum yang terdengar super premium, tapi masih terbilang rapi dan tidak terasa menusuk telinga. Jadi kalau sudah mendapatkan konfigurasi yang pas, kami merasa kualitas suara yang tawarkan TWS ini terbilang baik. Untungnya respon TWS-nya terhadap perubahan equalizer terbilang oke banget nih ya. Kita bisa dengan mudah merasakan efeknya. Untuk separasi kamerasnya sudah cukup baik, sudah cukup membuat suara tidak tercampur-campur. Sementara untuk staging secara standar udah cukup luas nih ya. ini bisa menghasilkan efek suara yang tidak seperti datang dari satu arah saja. Ini juga membuat sensasi setahun di spesial adu cukup terasa saat diaktifkan dan saat memutar konten yang didukungnya. Bagaimana dengan Coldex Eldak? Secara umum perubahan yang terasa bisa dikatakan minim ya, hampir tidak terasa untuk penggunaan harian. Biasanya itu kedengaran cuma detail di high doang ya. Nah, untuk volume suara kami sudah merasakan volume sekitar 50 sampai 60% itu sudah relatif memadai untuk penggunaan harian. Untuk volume sekitar 70% kerapian suara sudah terasa agak berkurang. Bass juga jadi sedikit lebih kasar dan separasi agak turun. Kalau kita coba tingkatkan lagi, travel jadi lebih terdengar tapi juga jadi terasa lebih tajam. Volume yang tinggi ini juga akan membuat hearing health mulai menunjukkan kalau ini termasuk noisy. Jadi secara umum apa yang ditawarkan oleh angker Soundcore P42 ini sudah terbilang sangat sesuai untuk kelas harganya. Lanjut lagi kita coba ANC atau ANC dari TWS ini. Kita coba dengan mode ultra ANC ya atau ultra ANC. Saat digunakan ini terasa belum yang benar-benar kedap sih. Suara berisik sekitar kita masih bisa relatif teredam tapi tidak sepenuhnya hilang. Ya, ANC memang belum bisa secara total menghilangkan suara di latar ya. Ya, beberapa suara dengan pitch yang tinggi itu masih bisa terdengar cukup jelas sekalipun suara datang dari jauh. Hampir tidak terasa beda dengan tanpa pakai ANC ya di suara tingginya doang ya. Tapi kalau kita muutar musik dengan volume rendah saja di kisaran 25% suara-suara yang masuk tadi seharusnya udah cukup tertutupi. Jadi tidak terlalu terasa mengganggu. Ultra ANC ini terasa lebih efektif meredam suara dengan pitch rendah seperti suara mesin kendaraan, suara pesawat gitu ya. Oke, sekarang kita coba natural ANC. Secara umum di tingkat yang tertinggi kekedapan dan peredaman suara yang ditawarkan tuh sedikit lebih rendah dibandingkan yang ultra ANC. Sementara di tingkat terendah, peredaman suara jadi terasa berkurang jauh. Bahkan kami hampir tidak merasakan ada perbedaan volume yang signifikan dari saat kita tidak menggunakan TWS ini. Nah, menurut Soundcore, Natural ANC ini disiapkan untuk menjaga telinga kita saat nonton konser. Oh, gitu. Volume suara di konser yang bisa mencapai di atas 100 dB itu bisa membahayakan kesehatan telinga kita. Natural NC ini didesain agar volume yang terlalu tinggi tersebut bisa diredam tanpa kita merasakan ada pergeseran karakter suara ya. Karena kita enggak sempat nyoba TS ini di konser. Kita mencoba simulasi senario tersebut dengan menggunakan sound system di lab kami. Nah, untuk natural ANC tingkat rendah kami merasa hanya ada sedikit penurunan volume dibandingkan tanpa menggunakan TWS. Dan ini juga terbukti di hearing health. Di tingkat rendah pergeseran karakter suara memang terasa minim sekali atau bahkan tidak ada. Tapi tentunya ada kemungkinan kita kehilangan suasana megah karena staging-nya jadi kerasa agak sempit. Nah, kalau mencoba natural di tingkat yang lebih tinggi, perdaman volume memang terasa lebih baik. Tapi seiring peningkatan tingkat natural ANC, perubahan karakter suara ternyata mulai terasa. Sayangnya menurut kami ini berpotensi mengurangi pengalaman nonton konser kalian. Nah, saat kami coba cari referensi terkait fitur untuk penjagaan kesehatan telinga di konser ini, banyak yang menyebutkan bahwa pergesaran karakter seperti memang sangat wajar dirasakan. Jadi, ini memang lebih cocok untuk kalian yang mau menjaga kesehatan telinga kalian dan mungkin kalau geser-geser dikit suaranya ya enggak ada masalah lah ya. Yang penting enggak rusak telinganya. Nah, bagaimana dengan transparency mode? Saat aktif masih terasa ada noise tipis yang konsisten muncul tapi tipis aja ya. Tipis banget. Menariknya transparan mode ini membuat suara kita sendiri terdengar dengan baik di telinga. Ini membuat saat kita ngobrol dengan orang lain akan terasa sangat nyaman. Ini agak langka sebetulnya ya. Suara juga masih terasa relatif natural, tidak terasa terdistorsi. Saat mencoba memutar musik dengan volume sekitar 20% pun suara di sekitar kita masih bisa terdengar dengan baik. Jadi kayak merasa bahwa transparan mod di TWS ini sudah terbilang. Oke. Sekarang mari kita coba noise canceling di mikrofonnya TWS ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon Danus canceling dari TWS Sound Core P42i yang satu ini. Untuk pengujiannya di sini kita menggunakan tiga skenario ya. Skenario pertama kita akan simulasikan berisiknya suara jalan raya. Nah, suara saat ini direkam menggunakan mikrofon dari kamera. Sementara saat ini direkam menggunakan mikrofon dari TWS yang satu ini. Gimana? Apakah Saya terdengar dengan jelas? Kenar selanjutnya kita akan menggunakan musik yang keras. Suara terdengar saat ini direkam menggunakan mikrofon kamera. Nah, yang ini direkam menggunakan mikrofon TW Soundcore yang satu ini. Bagaimana? Apakah saya terdengar dengan jelas? Skenario ketiga kita akan menggunakan musik dengan vokal ini kamera ini dia akan menggunakan mikrofon TWS cor yang satu ini. Gimana? Apakah suara terdengar dengan jelas? Apakah suara background bisa diredam dengan baik? Ya, background itu enggak benar-benar bisa dihilangkan sepenuhnya ya. Suara orang di background juga masih agak sedikit terdengar tapi secara umum suara kita masih bisa ditangkap dengan baik oleh mikrofon. Kadang terasa sedikit terdistorsi tapi masih bisa terlihat cukup baiklah. Jadi masih ok lah yang satu ini. Kemudian bagaimana dengan keamanan pakai earbud TWS ini? Kami merasa ini cukup nyaman digunakan berlama-lama ya. IB juga ringan tidak terasa seperti ada beban di telinga. Opsi earp yang tersedia juga cukup banyak jadi harusnya bisa mengakomporasi berbagai ukuran telinga penggunanya. Sedikit catatan hanya di area gester yang terbilang mudah sekali tersentuh saat kita memperbaiki posisi earbat. Untungnya ada pengaturan sensitivitas untuk area gesture dan secara standar satu kali tap memang tidak diatur untuk fungsi apapun. Jadi ya kalau kesentu cuma ada promptone aja yang muncul saat kesentu tadi. Kalau dirasakan mengganggu promptone-nya matiin aja. Lanjut lagi kita coba di atan baterainya. Pengujian dengan kodex AAC dan volume sekitar 50%. Ternyata hasil tes kami menunjukkan kalau angker berbohong. Untuk tes tanpa ANC baterai baru habis setelah 12 jam 30 menit. Janj. Sementara dengan ANC baterai habis itu sudah hampir 9 jam. Padahal janjinya cuma 8,5 jam. Ini adalah daya tahan baterai yang mantap ya untuk sebuah TWS. Mau pakai TWS ini di bis, kereta, atau pesawat, kita bisa pakai ANC sampai sekitar 8 jam atau bahkan lebih ya yang artinya bisa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Jakarta, Jepang misalnya cuma sekitar 67 jam perjalanannya, TWS ini bisa dipakai tanpa harus charge ulang ke baterai nonstop ya. Sementara untuk chargingnya 10 menit saja bisa mengisi baterai kedua earbud sampai 50%. Sementara kalau mau sampai penuh itu butuh 40 sampai 45 menit. Lalu baterai case-nya ini berkurang sekitar 20% untuk sekali isi ulang baterai kedua earbud. Ini cukup sesuai dengan klaim dari angker. harganya. Nah, TWS Anchor Soundcore P42 ini dijual dengan harga resmi kisaran Rp1.299.000, tapi ada potongan yang membuatnya jadi sekitar R jutaan aja di periode soft launch. Menurut kami harganya menarik dan layak untuk apa yang ditawarkan. Kalau tertarik bisa langsung aja cek toko resmi Anger Soundcore Indonesia di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dan TikTok Shop. Link ada di deskripsi video ini ya. Oh ya, untuk garansi Soundcore itu memberikan garansi 18 bulan. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Noise canceling di mikrofon ini masih terasa belum efektif dalam menghilangkan noise. Tapi setidaknya mikrofonnya masih bisa menangkap suara kita dengan baik. Lalu preset equalizer yang tersedia itu minim kalau dibandingkan produk Soundcore biasanya. Kami berharapnya sih sebetulnya ANC-nya bisa lebih kedap lagi sesuai janji mereka yang katanya bisa sekelas TWS premium. Tapi ANC-nya sih sebenarnya sudah mencukupi ya dan memang sudah pas untuk TWS R jutaan. TWSP seris juga bisa jadi terasa agak membingungkan terkait posisinya di lini TWS Sound Core. Seakan Soundcore mau menciptakan TWS spesial di setiap serinya. P41i yang seharusnya jadi pendahulunya punya keunggulan di baterai case yang besar. Sementara P42i diarahkan ke hearing health. Jadi enggak tepat kalau dibilang ini penerusnya P41i ya. Dari sini menariknya kualitas suaranya kurang lebih sudah sesuai dengan yang diharapkan untuk kelas harga segini. Lalu, daya tahan baterai terbilang mantap kalau ditambah dengan baterai dari cash bisa sampai 56 jam sesuai janjinya. Charging herbat-nya juga terbilang kencang. Ada fitur hearing health dan hearing test untuk menjaga agar telinga tidak terpapar suara dengan desibelan tinggi. Bagus nih ya. Lalu udah support Bluetooth 6.1 dan kodex LDAC. Irbud juga terbilang ringan, nyaman digunakan jangka waktu panjang. Respon suara TWS ini terhadap perubahan equalizer juga mantap. Transparency mode juga oke dan dia udah support dual connection. Mau dipakai olahraga hujan-hujan? tenang, ada IP rating IP5 dan dia juga punya AI chatbot ANC serta fitur translation di app Soundcore. Jadi TWS ini cocoknya untuk siapa? Anchor Soundcore P42i ini harusnya cocok untuk siapa saja yang mencari TWS yang memadai di kisaran Rp1 jutaan. Kombinasi kualitas suara yang memadai dan daya tahan baterainya yang panjang juga bisa jadi pertimbangan tersendiri. Ini bisa jadi cocok juga untuk yang sering bepergian jarak menengah dan butuh perangkat audio yang bisa diandalkan. Ada empat pilihan warna juga membuat TWS ini jadi tidak terasa monoton dan mungkin bisa menarik perhatian yang enggak suka warna hitam doang gitu ya. Jadi secara umum TWS ini sangat layak dipertimbangkan.
