Jungkat

TWS Paling Gak Tau Diri !! Soundcore R60i NC (YouTube Video)

  • 28/08/2026

Beberapa minggu ini saya pakai TWS dari Soncore R60 INC ini. Dan kesimpulan pertama saya, TWS murah sekarang tuh kayak enggak tahu diri ya. Harganya itu masih di range R00 sampai R00.000-an. Tapi isi CV-nya ini panjang banget. ANC-nya adaptif. Ada LDAC, high wireless, 6 mikrofon, multi, spatial audio, AI translator. Baterainya katanya sampai 50 jam. Dan ini bukan TWSTWS ODM brand Cina yang overcle. Ini sound core yang memang terkenal dengan harga terjangkau dan fitur yang memukau. Dan semuanya ini sebenarnya berawal gara-gara Azura. Azura punya Son Core R50i yang dia beli sejak 2023. Sampai sekarang pun masih dia pakai dan masih nyaman. Dulu katanya ya waktu dia masih di Jakarta dan naik KRL, dia pernah kelewatan satu stasiun gara-gara dengerin pakai Soncore ini. Untung dia lagunya habis ya. Kalau enggak mungkin dia udah sampai di Banyuwangi. Tapi dari situ sebenarnya justru saya paham kenapa R15i dulu itu digandrungi banget. Pertama karena harganya terjangkau. Dia itu TWS yang paling plug and play lah, paling praktis. Jadi tinggal buka case, connect, putar lagu, udah selesai. Nah, waktu si Sonore R60 INC ini datang, wah ini kan fiturnya terlalu banyak ya. Apakah kalau kita pakai TWS ini harus ikut workshop dulu karena saking banyak fiturnya? Dan setelah saya pakai beberapa minggu si Soncore R60 INC ini, ternyata ada beberapa fitur yang menurut saya itu melebihi ekspektasi saya. Ada fitur yang cuma keren kalau kita baca di kotaknya aja. Dan ada fitur yang bikin saya jadi kayak, "Lah, kok begini?" Apa aja itu? Langsung aja kita bahas. Hai Andika, Guys. Di sini emang kalau kita baca dari sisi spek dan fiturnya aja si Sonore R16 INC ini terlalu banyaklah fiturnya ya. Jadi saya enggak mau bacain speknya kayak MC Kondangan. Jadi saya pengen ceritain aja gimana experience saya selama sekitar 2 minggu ini pakai si Sound Core R16 INC. Hal pertama yang saya rasain pakai sound ini ya dia praktis ya. Gak perlu ribet setting ini itu dan menurut saya ini upgrade [musik] yang benar gak bikin penggunanya itu lama harus belajar ulang. Dan hal yang dulu enggak ada, ditambahin aja di sini dengan pemakaian yang praktis juga. Kita awali dari sisi sound-nya langsung dulu aja deh. Untuk suaranya dari pertama kali pairing kita udah bisa langsung nikmati suaranya. Sound default-nya aja menurut telinga saya udah enak. ANC-nya itu langsung kerja, bassnya kerasa utuh gitu, mantap, tapi enggak berebet di telinga. Vokalnya juga enggak tenggelam, trible masih aman, enggak kerasa bising di telinga. Enggak kayak sound hork yang harus dituning dulu gitu biar enak [musik] sama Mas Thomas Alpha Edison. Itu pun menurut saya tuningannya juga menurut telinga saya masih [musik] kurang ya kalau hork-horek gitu. Dan sebenarnya kalau kita mau otak-atik custom equalizer-nya juga udah disediain sama sound. Bayangin TWS under Rp500.000 Udah ada custom equalizer-nya dan bukan ODM. Si Soncore R16 INC ini juga udah support high rest wireless dan ada LDAC-nya. Ya, simpelnya dia tuh punya kemampuan mengirim audio Bluetooth dengan data yang lebih banyak. Jadi, detail suara bisa lebih terjaga. Intinya kalau kalian bingung dengan istilah itu, kalau kalian dengerin lagu pop, EDM, ataupun podcast, suara separasinya itu bisa sangat-sangat jelas dan nyaman aja gitu. Sementara brand lain mungkin di kelas harga yang sama ada Huawei Free Budge ya. Di kelas harga yang sama, dia punya karakter suara yang menurut saya lebih sederhana dan freebud SE4 belum support sama high wireless dan juga LD as. Jadi buat pemakaian harian saya, pemakaian normal saya, menurut saya si Soundcore ini bisa ngejaga semangat saya. Entah itu saya lagi dengerin musik, podcast, atau pengajian. Dan dari semua fiturnya Soncore R16 INC ini, dari semua yang paling kepakai buat saya itu ada fitur yang namanya multi point. Multipoint ini biasanya di brand lain namanya itu dual device connection yang artinya dia bisa terkoneksi langsung dengan dua device sekaligus dan dia tahu prioritasnya. Contoh kalau saya lagi kerja pakai laptop sambil nonton YouTube atau dengerin musik di laptop terus ada telepon masuk di HP dia langsung ngejawab teleponnya. Enggak harus buka pengaturan dulu, putus koneksi yang di laptop baru sambungin ke HP. Itu kan ribet ya. Apalagi kalau yang telepon itu gebetan. Kalau gak diangkat 2 menit aja, wah udah tuh [musik] biasanya Gen itu langsung minta ke kua untuk pisah Gensi gitu. 2 menit aja enggak diangkat, ribet urusan. Kalau di Huawei Free budas harga yang sama, sayangnya belum ada fitur itu. Yang ada sih mungkin ada dari brand Basius ya. Basi BB1 Pro itu ada. Tapi untuk pairingnya sih menurut saya lebih gampang si Son Core R16 INC ini ya. Apalagi untuk kalian yang sering pakai lebih dari satu device. Dan di kelas harga under Rp500.000 Si Son Core R16 INC ini juga punya adaptive noise cancellation yang diklaim bisa sampai 52 dbel. Gokil gak? Nah, bedanya NC noise cancelling sama active noise cancelling. Kalau NC itu biasanya ya TW itu ada ear tips-nya. Ketika ear tips masuk ke lubang telinga, dia kan kayak menyumbat telinga ya. Jadinya kayak suara luar itu emang enggak bisa masuk karena telinga kita disumbat. Nah, bedanya dengan active noise cancelling. Active noise cancelling itu pakai sistem elektronik yang ada di bagian mic-nya. Jadi, suara dari luar itu ditangkap pakai mikrofonnya ini diproses terus dibuat gelombang tandingan buat nutupin [musik] suara dari luarnya. Makanya angkanya itu bisa sampai -52 dBel karena dia udah ada ear tips-nya dan ada suara mikrofon yang ngebuat tandingan suara luar tadi. Tapi contohnya suara -52 dB itu kayak apa sih? Kayak AC. Ya, ini saya enggak kedengaran PC di belakang saya. Ini juga sebenarnya dia gereng suaranya. Bentar. Nah, ini kalau gini saya dengar. Tapi kalau misalkan saya pakai NC-nya langsung kayak budek seketika. Jadi kalau misalkan kalian lagi di kafe, kafenya lagi rameai, kalian lagi editing atau lagi ya conference call, suara-suara orang sekitar yang ada di cafe itu bakalan keredam dengan sangat bagus. Kalau untuk Huawei Freebuds SE4 ini klaimnya sih 50 minus 50 dB ya. Jadi kalau secara angka sebenarnya minus selisihnya cuman minus 2 dbel lebih oke si sound. Dan yang enggak kalah penting buat TWS itu biasanya TWS itu emang enak dipakai kalau cuman misal 5 sampai 10 menit. Tapi kalau udah 2 jam, 3 jam terutama ketika saya di pesawat gitu ya pakai ANC-nya kadang kayak pusing gitu kalau dipakai terlalu lama. Nah, si Soncore R16 INC ini kemarin udah saya pakai untuk bikin script selama sekitar 2 jam dan menurut saya masih nyaman-nyaman aja, enggak kerasa kayak capek dan juga terlalu nekan gitu di telinga karena ears-nya kayak dibikin super super light dan tangkainya juga super super ringan. Jadi kalau dipakai ya kayak enggak pakai apa-apa cuman kayak pakai cuton budinganya ditutupin cuton b kayak gitu aja sih feeling pakainya. Kalau untuk baterainya, klaimnya sih R16 INC ini bisa dipakai 10 jam dalam sekali cas kalau ANC-nya dimatiin ya. Kalau ditambah daya dan charging case, total waktu pakainya itu klaimnya bisa sampai 50 jam dan ini sih kuat banget ya. Dan ini udah saya pakai sekitar 1 minggu ini. Tapi 1 minggu ini enggak saya pakai 1 minggu full gitu ya. Kayak cuman 1 minggu selesai 2 jam, 3 jam sehari saya pakai. Dan baterainya sampai sekarang juga belum habis. Kalau NC-nya dinyalakan, katanya sih waktu pakainya itu jadi sekitar 8 jam sekali cas dan total sekitar 40 jam. Kalau dengan case itu pun juga masih awet ya. Sementara kalau Huawei di kelas harga yang sama dia itu ANC-nya kalau nyala sekitar 7 jam dan kalau pakai case sekitar 35 jam. Emang kalau dari sisi case Huawei itu memang lebih kecil ya dibandingkan Sound Core yang case-nya lumayan bulky. Makanya baterainya bisa awet soundcore, tapi ya kalau misalkan disakuin lebih ngeganjel punyanya soundcore ketimbang free budge SE4. Soal fast charging, klaimnya juga lumayan oke ya. Ngecas 10 menit aja dia bisa dipakai sekitar 3,5 jam. Cuman kalau saya sih enggak pernah ngecas 10 menit aja ya. Ngecasnya itu pasti ya sampai full karena sampai full ini seminggu saya pakai belum habis-habis. Nah, kalau dibandingin sama Huawei, Huawei lebih fast charging sih. 10 menit ngecas dia bisa dipakai 4 jam. Kalau Basius BP1 Pro itu 10 menit bisa dipakai 2,5 jam. Lanjut ke bagian mikrofon. Walaupun harganya under [musik] Rp500.000 TWS TWS entry lever sebenarnya, tapi soal mic juga enggak dikompromi loh sama sound core ini. Dia [berdehem] punya enam mikrofon dengan pengurangan noise berbasis AI. Gampangnya bayangin aja dia punya enam telinga buat nangkap suara dari berbagai arah. Terus sama AI-nya ini diproses dan dipilah mana suara kita, mana suara motor lewat, mana suara rakyat kecil. Nah, itu semuanya itu diredu kecuali suara kita dan cuma suara kita yang utuh dikirim. Makanya yang jelas cuma suara kita. Yang lainnya itu keredam bahkan hilang suaranya. Kayak gimana kalauas suara mic-nya biar suaranya itu agak-agak imut? Jangan pakai suara saya lah ya. Pakai suara Azura aja. Ini adalah test mic dari sound call. Ya, kalau untuk telepon biasa atau meeting di dalam ruangan, Soundcore R16 INC ini [musik] udah lebih dari cukuplah. Tapi kalau pas lagi ramai, contohnya kayak suara di konser, demo, susah itu karena sistemnya mulai kerja keras buat ngilangin itu. Nah, si Soncore R16 INC ini juga udah punya fitur kekinian, ya. Karena kan kalau kalian ngikutin tren TWS sekarang bukan cuma buat dengerin musik, dia juga bisa jadi translator. Nah, si R16i ini juga punya AI translator yang mendukung sampai 100 bahasa. Intinya kalau kalian sering traveling ke luar negeri atau harus ngobrol dengan orang yang beda bahasa, fitur ini bisa ngebantu lah ya. Walaupun soal akurasinya ya sekitar 85% lah. Tapi paling enggak kalau misalkan kalian di luar negeri kalian tanya toilet, tanya stasiun atau tanya hal yang basic-basic [musik] aja masih bisa ngebantu. Sekarang lanjut ke bagian desain dan juga kenyamanan pakai Son Core R16 INC. Ini secara desain dia masih pakai model stem yang menurut saya cukup aman dan familiar. [musik] Case-nya sendiri agak bulky tapi sebenarnya kalau dimasukin ke saku masih cukup kompact ya. Agak ngeganjal dikit aja karena lumayan tebal dan dia agak lebih gede kalau dibandingin dengan Huawei Freebud SE4. Dan secara keseluruhan tampilannya memang lebih fungsional ya, bukan yang premium gitu. Untuk harga di bawah harusnya harganya bakal di bawah Rp400.000 sih, bukan under Rp500.000, R99 mungkin. Dan dengan harga ini build quality-nya menurut saya walaupun plastik cukup proper, angle cas-nya juga lumayan. Magnet earbud-nya sampai finishing bodnya gak kerasa yang harga under R00.000-an. Di dalam boknya juga udah dikasih empat ukuran ear tips. Jadi kita bisa pilih yang paling pas dengan bentuk telinganya. Dan menariknya lagi sama kayak TWS flagship, si Soundcore ini juga punya aplikasi Fit Test untuk ngecek apakah ear tips yang kita pakai udah pas atau belum. Dan ini penting ya. Kalau saya sih pakai default-nya yang ukuran M aja. Menurut saya telinga saya udah budek. Tapi kalau misalkan kalian punya lubang telinga yang beda mungkin lebih besar ya bisa pakai yang L. Fit test ini menurut saya penting dan kalian pastikan pakai ear tips yang sesuai dengan lubang telinga kalian. Kenapa? Karena itu berpengaruh dengan ANC-nya. Semakin kalian dibikin budek semakin pas ANC-nya itu semakin bagus. Jadi suara yang kalian dengar itu bisa lebih menghayati gitu. Selain warna light blue yang saya pakai ini, dia juga ada beberapa vari warna ya. ada yang black, pink, dan juga white. Dan secara bobot dia sedikit lebih berat ya kalau dibandingkan dengan Freib SE4. Huawei itu punya bobot sekitar 4,3 gr dan kalau sama case 44,5 gr. Nah, sementara si R16 INC ini dia di 59 gr. Kalau buat saya pribadi sih bobot enggak terlalu berpengaruh ya. Tapi mungkin ada beberapa orang yang memang pengen twar enak untuk dikantongin. Si R16 INC sini juga udah punya IP5. Kalau Huawei FreeBD SE itu masih IP54. Bedanya tipis ya, tapi soundcore punya perlindungan air sedikit lebih tinggi. Jadi kalau buat olahraga dan kalian adalah tipikal orang yang keringatannya itu banget dan [musik] bau enggak sih? Intinya dia bisa ngejaga dari air tapi enggak bisa ngejaga dari bau. Jadi mungkin sering-sering dikasih pewang lah. Dari semua experience yang saya dapat dari si Son Core R16 INC ini karena dia harganya memang under Rp400.000 ya. Ya untuk harga Rp400.000 overall menurut saya oke banget. Tapi karena keterbatasan harga tadi, jadi ada beberapa fitur yang menurut saya kayaknya terlalu ngelunjak kalau misalkan kita minta ya. Kayak contohnya, "Sayangnya dia enggak ada wireless charging." Terus mic outdoornya kalau kena angin yang cukup kuat masih terdengar mendem [musik] atau agak gembruduk. Dan beberapa catatan buat saya mungkin bisa diperbaiki sama sound core ke depannya. Ya, baterainya sih memang awet, tapi kalau bisa dibikin lebih komact lah ya kayak Huawei plus dikasih wear a detection karena itu penting banget buat menghemat baterai. Jadi kalau misalkan dilepas musiknya ngepuse, kalau masuk ya dia nge-play lagi. Itu kan bisa menghemat baterai ke depan. Karena ini harusnya cuman buy chip aja. Harusnya bisalah Sonce Coree ngasih fitur ini di seri R16 mungkin di R170 nanti ya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Sonore R16 INC ini. Dan kesimpulannya dari TWS yang dipakai Azura sejak 2023 sampai sekarang itu masih nyaman dipakai, sebenarnya ini bukti kalau alasan ya sebenarnya enggak perlu upgrade ke R16 [musik] INC kalau kalian punya R50 INC. Karena si R15i itu juga masih bagus, tapi kalau kalian butuh sesuatu fitur upgrade ya. Karena sekarang kebetulan kita pakai TWS tuh bukan cuma dengerin musik aja. Ya, ya. Kalau kalian butuh AI translator, kalian butuh multiin, kalian bisa upgrade ke R16 INC ini. Jadi kalau kerja pakai dua device bisa kerja di tempat ramai. Ada ANC. Bahkan yang paling oke di antara Tos lain di kelas harga yang sama, mau langsung dengerin musik tanpa setting equalizer itu udah enak banget. Mau ngulik sound lebih jauh kayak Thomas Alpha Edison bisa juga dipakai lamanya nyaman, lupa ngecas, baterainya juga panjang. Jadi kalau buat kelas harganya under R00.000 menurut saya Son Core R16 [musik] ANC ini sampai video ini dibuat ya, saya belum menemu kompetitornya yang menurut saya lebih worth it di kelas harganya. [musik] Cuman sayang di wear detection-nya tadi aja. Kalau ada itu wah udah makin jauh nih kalau kata Yamaha semakin di depan. Mungkin dari kalian ada yang punya pengalaman punya R15 ANC atau R60 AC? Coba tulis pengalaman kalian di kolom komentar ya. Dan harga tepatnya berapa? Nanti aja langsung cek di pojok kiri video atau di deskripsi.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.