Jungkat

TWS Paling Terjangkau Samsung Ini Awet Banget Baterainya! REVIEW Galaxy Buds Core (YouTube Video)

  • 11/09/2025

Ini TWS paling terjangkau dari Samsung. Galaxy Buddore. AC ada, ambient sound ada. Dia punya en mikrofon untuk teleponan dan atasi noise tahan air IP54. Ada dukungan Galaxy AI untuk real time interpreter juga. Baterainya irit banget. Harga resminya di Rp799.000. Fiturnya banyak, tapi bagaimana kualitas suaranya? Bagaimana kenyamanan pakainya? Mari kita bedah. Oh ya, kali ini saya akan ditemani juga dengan seorang reviewer spesialis audio ya, Fernanda Gunsan. Ya, TWS ini sepertinya disiapkan Samsung untuk menggantikan posisi Galaxy Buds F sebagai TWS paling terjangkau mereka ya. Kalau BS FE kan yang diilis tahun 2023 itu masih dar R1 jutaan ya. Pelan-pelan di market itu dia bisa turun di harga R00.000-an atau bahkan bisa di bawah itu wah kalau diskon ya. Tapi mungkin yang satu itu mau diganti sama yang lain ya kan. Nah sekarang Samsung meletakkan satu TWS spesial di posisi R00.000-an Ribuan yaitu sih BD Score. Luar biasa. Jadi mungkin nanti e FE ada di atasnya BD score tapi mungkin FE berikutnya ya. Pertanyaannya sehebat apa sih yang satu ini? Apa aja yang dikurangin dan apa aja yang masih dipertahankan? Mari kita lihat. Kita mulai dari isi paket penjualannya dulu. Di dalam tentunya ada sepasang earbud si Budd score ini. Lalu ada case-nya ya, baterai case-nya. Ada tiga set earp ukurannya S, M, dan L. Yang terpasang secara standar itu ears yang ukurannya M ya. Nah, lalu ada dua set wing tip, ada ukuran SM dan ML. Untuk wing yang secara standar terpasang adalah yang ML. Lalu ada juga paket dokumen. Oke, BD Score ini menggunakan desain earbud tanpa tangkai. Bentuknya sih mirip banget dengan Bud Fe. Tipis sekali perbedaannya. Seperti ini ya bentuknya ya. Opsi warnanya ada yang black seperti yang K pakai di pengujian ini dan ada yang white yang disebut Samsung sebagai warna klasik. Mungkin yang bereda di sini adalah kalau di BS FE kalau dia hitam atau putih itu kelihatannya kalau sudah dibuka. Sementara kalau di sini kalau dia hitam ya boksnya hitam. Kalau dia putih ya boksnya putih gitu. Di seluar earbud itu ada area flat. Ini merupakan touch area untuk input gesture sentuhan. Area di sekeliling touch area ini menggunakan aksen glossy. Ada dua buah mikrofon di area tersebut. Satu di atas dan satu di bagian bawah. Beralih ke bagian dalam. Di permukaan earbud sisi dalam ini ada dua titik kontak untuk koneksi ke Pogo PIN di dalam charging case-nya. Lalu ada satu titik yang disebut sebagai touch sensitive sensor. Ada juga half sensor dan proximity sensor di unit earbud ini. Ini proximity sensor harusnya digunakan untuk memastikan apakah earbud tengah terpasang ke telinga kita atau tidak. Lalu tentunya ada nozle untuk speaker TWS. Ini diameternya sekitar 5,5 mm. Untuk driver sayangnya ini enggak disebutin ya ukurannya berapa ya. Nah, di dalam nozle ini ada juga satu mikrofon yang disebut sebagai inner mikrofon. Jadi ada tiga mikrofon di masing-masing earbud yang membuat TWS ini punya total en buah mikrofon. Nah, di sekeliling earbud ini ada lapisan silikon dengan wing tip di bagian atas. Wing ini memastikan earbud kita terpasang dengan baik di telinga, ya. Samsung menyebutkan bahwa wing ini bahkan bisa menjaga posisi earbud saat kita menggunakannya berolahraga seperti saat jalan kaki atau saat jogging gitu misalnya. Jadi secara umum ini mirip sekali dengan earbud dari Buds F. TW ini punya rating di IP54. Jadi ini aman kalau dipakai saat kehujanan atau pada saat kita berkeringat saat olahraga. Nah, sekarang kita lihat charging case-nya. Warnanya sesuai dengan warna TWS dengan bagian luar menggunakan aksen glossy. Sayangnya ini jadi membuat case jadi mudah terlihat kotor karena bekas minyak di sidik jari kita. C ini punya penutup di bagian atas yang bisa dibuka seperti ini ya. Ini juga mirip dengan case BS Fe. Bedanya kalau penutup di sini tuh kopong. Kalau di Bass F itu kayak ada isinya penutupnya gitu ya. Nah, kalau dibuka di dalamnya itu ada dua unit earbud TWS ini. Di sisi depan case ini ada satu lampu indikator lalu di sisi belakang di sini ada satu port USBC. Ini bisa digunakan untuk charging batery case. Terkait dimensi case-nya, dimensinya kurang lebih di 5 * 5 * 2,77 cm. Ini ringkas ya, ringkas banget. Sementara bobotnya cuma sekitar 32 gr. Untuk bobot earbud-nya masing-masing sekitar 5,3 gr. Jadi total bobot TWS ini kalau di bawah-bawah ada sekitar 43 gr saja. Nah, untuk daya tahan baterainya, Samsung menjanjikan TWS ini bisa bertahan 35 jam tanpa ANC atau sekitar 20 jam dengan ANC. Ini bukan untuk unit earbud-nya doang ya, tapi maksudnya adalah total penggunaannya. Nah, jadi kalau sudah habis pakai sekali dicharge lagi dengan charging case-nya, pakai lagi, charge lagi. Nah, sampai charging case-nya habis dan TWS-nya juga habis baterainya itu 20 jam dengan ANC gitu janjinya. Nah, seperti biasa kalau mau dipakai ya kita harus pairing dulu ke perangkat yang akan kita gunakan. Untuk masuk ke mode pairing pertama kali tuh cukup buka case TWS dan akan otomatis masuk ke mode pairing nanti. Sementara kalau TWS sudah pernah digunakan sebelumnya, kita bisa masuk ke pairing mode dengan membuka case lalu menahan jari kita di tou area kedua earbud. Ya, nanti dia masuk ke mode pairing. Tahunya masuk mode pairing itu lampu indikator di akan berkedip cepat. Ini menandakan sudah masuk pairing mode ya. Nah, TO ini akan otomatis terdeteksi dari perangkat-perangkat yang mendukung quick pairing dan kita bisa jalankan proses pairing. Nah, kalau kita hubungkan TWS ini ke perangkat Android akan muncul rekomendasi untuk download aplikasi Galaxy Warable. Tentunya kalau kita pakai smartphone atau tablet dari Samsung, aplikasinya udah ada yaitu aplikasi bawaan soalnya. Tapi untuk perangkat dari merek lain, kita bisa mendapatkan aplikasi tersebut dari Google Play Store. Nah, kita bisa daftarkan BD Score ke aplikasi. Lalu, aplikasi akan otomatis men-download modul pengaturan untuk si TWS ini. Nah, sebelum mulai menggunakan TWS ini sangat disarankan untuk mencoba earp yang disertakan dalam paket penjualan untuk mencari mana yang paling pas dengan telinga kita. Untuk membantu mencari earp yang paling pas, ada fitur earbud fit test di dalam Galaxy Wearable. Etip yang pas akan bantu kita mendapatkan kualitas suara yang optimal dan kekedapan terbaik untuk membantu si ANC-nya. Tailos ini mendukung Bluetooth Codex SBC, AAC, dan tentunya SSC yang dari Samsung sendiri. Jadi tentunya yang satu ini hanya bisa dipakai kalau kita menggunakan perangkat dari Samsung. Sementara kalau pakai perangkat brand lain, sayangnya hanya tersisa SBC dan AAC saja. Enggak ada dukungan kodex high definition yang lain seperti LDAC atau ya. Jadi pilihannya cuman SSC doang kalau mau high definition. Tapi secara umum AHAC harusnya udah mencukupilah untuk kebanyakan orang ya. Dan untuk harganya sih masih wajar-wajar aja. Nah, kalau butuh pakai gester pengendalian, fitur tersebut secara standar udah aktif. Kita bisa pilih fungsi pengendalian apa saja yang ingin diaktifkan. Di sini gesternya ya. Contohnya adalah tap satu kali untuk play atau pause, tap dua kali untuk next track, tap tiga kali untuk previous track. Sayangnya tiga gester ini enggak bisa diubah fungsinya. Kita hanya bisa mengubah fungsi gester touch and hold saja. Jadi yang sentuh terus ditahan itu bisa diganti-ganti. Optinya bisa untuk pengaturan ANC atau ambient sound, mengaktifkan Bixby, interpreter, serta fitur mindfulness. Ini bisa diberikan fungsinya antara earbud kiri dan earbud kanan. Nah, kalau kita butuh pengaturan volume, touch and hold di earbud kiri juga bisa diatur ke volume down dan untuk earbud kanan itu jadi volume up. Sementara untuk just terkait call control ya untuk peneleponan itu hanya ada tab dua kali untuk nerima atau mengakhiri panggilan lalu touch and hold untuk menolak panggilan masuk. Nah, di aplikasi kita bisa memilih untuk menggunakan active noise cancelling atau ambient mode atau bisa juga kita tidak menggunakan keduanya dengan mengatur pilihan ke off. Tidak ada pengaturan lebih lanjut untuk ANC dan ambient mode di TWS ini. Selain pengaturan ANC dan JS jar di tampilan utama menu pengaturan BD score ini juga terlihat ada find my earbuds. Kemudian informasi sisa baterai di kedua earbuds dan di case juga ditampilkan di sini ya. Nah, di sini Samsung menyatukan tampilan sisa baterai untuk earbuds kiri dan earbuds kanan. Tapi ini tampil sebagai persentasi penuh ya, bukan cuma sekedar indikator atau per 10% aja baik untuk earbud maupun case-nya. Nah, apakah cuma itu aja fungsi yang tersedia di aplikasi ini? Nah, sebetulnya masih ada beberapa fungsi lain yang bisa diakses dari earbud settings. Ada earbud fit yang tadi kita bahas ya. Lalu ada juga equalizer dengan beberapa preset seperti dynamic, smooth, clear, balance, bost, dan trble boost. Sayangnya di sini enggak ada pengaturan manual untuk equalizer. Kalau smartphone kita tidak menjadikan pengaturan equalizer manual, kita mau enggak mau harus mengandalkan presetnya saja. Untungnya kalau dipadukan dengan smartphone Samsung, kita bisa pakai equalizer bawaan di menu setting smartphone. Nah, di situ ada custom-nya juga ya. Ada juga pengaturan untuk fitur read notification allowed. Ini membuat notifikasi dari beberapa aplikasi yang mendukung itu akan otomatis dibisikkan ke dalam telinga kita saat kita sedang menggunakan TWS. Lalu ada lagi opsi untuk mengaktifkan ambient sound secara otomatis saat ada panggilan masuk serta in ear detection untuk panggilan masuk. Ini akan membuat suara dari panggilan otomatis dikeluarkan dari TWS saat earbud terpasang ke telinga kita dan otomatis dikeluarkan dari earpiece atau speaker saat TWS tidak terpasang ke telinga kita. Nah, untuk fitur lainnya ada seamless connection. Ini memungkinkan TWS mengalihkan koneksi secara otomatis ke perangkat-perangkat yang terhubung ke Samsung account yang sama. Ada nih di sini nih ya. Jadi kalau kita punya dua HP Samsung yang sudah terkoneksi, kalau kita hidupkan layar si HP yang A langsung pindah ke A. Kita hidupin layar HP yang B langsung pindah ke yang B. Tapi perhatikan ya bahwa Samsung sudah memperingatkan kalau ini bisa juga malah mengganggu kita karena koneksi bisa saja tiba-tiba pindah ke perangkat lain saat tidak kita inginkan. Nah, akses ke labs ini juga ada di sini. Di sini biasanya untuk fitur-fitur yang masih dalam tahap pengembangan. Salah satunya di sini adalah gaming mode untuk latensi yang lebih rendah saat kita menggunakan TWS untuk main game. Enggak ketinggalan, ada juga pengaturan aksesibilitas kalau dibutuhkan, fitur software update untuk frameware TWS, serta riset ke kondisi standar pabrik. Seperti itu ya kira-kira isi dari aplikasi pendukung penggunaan Bud Score ini. Sekarang mari kita langsung coba pakai si TWS ini. Nah, sekarang mari kita bahas kualitas suaranya dulu. Untuk si bass ini besar dan lantang. Besar banget bassnya. Tapi karakternya bukannya menghentak-hentak banget di sini ya, jadi besar aja gitu ya. Lalu untuk mid ini sudah oke banget mid-nya. Untuk kas harganya ini udah rapi lah mid-nya nih ya untuk sisi high. Nah, di unit kami ini sisi nada tingginya masih oke kalau volumenya tidak bisa terlalu tinggi. Tapi kalau udah ke 80% ke atas lah gitu ya, sisi high ini bisa terasa ketinggian ya. Nah, secara keseluruhan kalau volumenya tidak dinaikkan tinggi kami bisa merasa bahwa preset EQ mana pun itu masih oke untuk dipakai kecuali untuk yang trble boost. Secara pribadi sih saya suka pakai opsi yang dnamic. Tapi suaranya jangan dikencengin. Nah, supaya enggak perlu ningatin volumenya, ya hidupin aja ANC-nya. Oke, kalau untuk ANC-nya ini udah lumayan oke ya. Di sini tidak terasa ada pressure di telinga. Kegedapannya sebetulnya enggak yang luar biasa hebat banget kayak yang kelas juta-jutaan itu. Tapi kalau fitting earp-nya udah pas dan kita pakai wing tip-nya juga ya, nah TWS ini bisa menghasilkan kekedapan overall yang bagus banget. Lalu untuk fitur transparency atau ambient sound ini masih tipikal untuk TWS kelas di bawah Rp1 juta. Kita tidak bisa merasa seakan dunia terdengar semuanya ya. bedakan dengan Bud 3 Pro itu beda banget. Tapi senggaknya kita masih bisa mendengarlah suara-suara dari luar ya. Masih bisa masih bisa banget. Nah, untuk mikrofon hasil perekamannya kurang lebih seperti ini ya. Seperti yang teman-teman lihat sekarang saya sedang berada di pinggir jalan untuk menguji kualitas mikrofon dari Samsung Galaxy Budge Score. Dan bisa teman-teman lihat juga di belakang saya lagi ramai kendaraan dan suara saya masih dapat ditangkap dengan jelas di sini. Secara umum TWC tergolong baik untuk kelas harganya ya. Selama volumenya tidak ditingkatkan tinggi, suaranya mantap. bahkan udah bisa bersaing dengan yang harganya R1 jutaan sebetulnya. Tapi kuping kan bisa beda-beda ya. Oke, sekarang mari kita dengarkan pendapat dari Fernanda Gunsan. Oke, sekarang gua akan bahas dari sisi suaranya. Si Samsung Galaxy Bud Score ini sebenarnya punya driver yang bagus. Apa itu driver yang bagus? Sebenarnya dia kayak sensor kameranya nih jernih ataupun kayak monitor LED panelnya tuh bagus. Cuma dia e tuningannya tuh agak apa ya? Agak terlalu banyak mid base to sub base-nya. Agak madi dan upper mid-nya di regin vokalnya itu agak turun sedikit. Tapi nanti naik lagi di 10 kWz agak ada brittle seasel travel yang dibost agak lancip sedikit. Sehingga sebenarnya sih performa dari teknikalitasnya si Galaxy BD Score ini punya imaging ataupun sound stage ya dan separasi yang sebenarnya enggak jelek untuk di budget Rp1 juta. Jernih, resolusinya bagus ya karena tadi gua bilang drivernya bagus gitu tapi monitornya nih LED panelnya emang bagus, terang, jernih, cakep gitu ya. ee rapat-rapat gitu resolusinya. Cuma tuningannya menurut gua masih agak slightly kurang akurat. Jadi kayak mungkin dark eh apa shadow-nya agak terlalu dark ataupun warna RGB-nya nih red-nya agak slightly orangen gitu. Jadi agak slightly kurang akurat aja enggak enggak seperti tuningan-tuningan yang lagi umum banget sekarang itu namanya JM1. Jadi sebenarnya lekukannya udah bagus cuma agak banyak e uppermage-nya agak dibost terlalu early dari starting dari 800 Hz. Jadi agak hongki sedikit vokalnya. Tapi vocal presence-nya yang seharusnya agak lebih naik sekitar 2 hingga 4 kHz ini justru agak turun. Dan kalau misalnya kita tarik garis dari sub base tertingginya ke upper mids-nya ini tetap lebih tinggi si eh mid base to sub base-nya. Dan ini dibusnya enggak dari 100 Hz ke bawah. Justru ini akan ada madi sedikit di 125 Hz-nya. Regen vokalnya agak tenggelam sedikit. Slightly agak di bawah midase to sub base-nya. Dan di sini dibost lagi di 10 kHz-nya. Sebenarnya ini enggak terlalu bright, cuma karena ininya turun banget jadi vocal presence-nya agak turun. Jadi mungkin kalau lu dengar e klep trble ya itu akan agak bright di sini sedikit. Jadi emphasize suara utamanya itu ada di region bass ini mid base sub base-nya ini agak dibost banyak jadi agak madi vokal agak tenggelam dengan sizil trble yang agak lancip dikit aja di 10 kHz. Jadi drivernya bagus, teknikalitasnya bagus, resolusi eh imaging separation maupun sounds-nya bagus. Cuma tonality-nya kalau bisa dibenerin sedikit mungkin lebih oke. Sial-nya tuh tidak ada custom EQ di Samsung Galaxy B score ini. Cuma bisa di EQ lah kalau misalnya kalian pakai HP-nya Samsung. Kurang lebih EQ-nya tuh sama frekuensi-frekuensinya. Kalau mau di ototak-atik bisa turunin mid basusnya sedikit dan turunin coba turunin eh 10 kHz-nya kalau bisa dan boost 2 hingga 3 kHz-nya kalau misalnya pengin vokal presenya lebih hadir lagi. Performa noise cancelling-nya juga bagus. Sekedap dari sisi ear tips dan wing tip-nya itu ngebantu banget siling passif isolation-nya jadi lebih oke. Ee tapi secara active noise cancelation mungkin performanya enggak terlalu banyak untuk ngeredam karena udah kebantu banget sama passif isolation-nya. Cuma jadinya tetap makin kedap banget. Di budget yang sama itu menurut gua under R1 juta ataupun R700.000-an ini salah satu yang paling kedap. Tapi kalau dari sisi transparensinya sebenarnya cukup natural cuma gak seboosted Samsung Galaxy Buds 3 Pro yang mana itu bocornya tuh bocor banget sama kencang banget gitu volumenya kayak dibost banget suara di luar tuh dibost masuk ke dalam telinga kita. Nah, kalau ini itu enggak dibost terlalu banyak dan bocornya masih fokus di sekitar upper mids to travel. Jadi enggak terlalu banyak bocoran di lower frekuency. Oke, lanjut lagi. Bagaimana dengan daya tahan baterai dari TWS ini? Nah, saat kami coba dengan kodex SSC ya, berarti disambungkan dengan smartphone Samsung. Volume di 50% dan ANC-nya aktif. kita bisa mendapatkan daya tahan sekitar 9 jam untuk sekali charge. Sekali charge TWS-nya ya, unit TWS-nya, earbuds-nya doang, bukan sekali charge charging case-nya. Nah, ini awet banget. Biasanya TOS itu bisa bertahan 6 sampai 7 jam untuk satu kali charge. Bahkan kalau bisa dapat 8 jam aja itu udah bagus banget. Ini nyampai ke 9 jam. Sementara untuk isi ulang TWS dari kosong sampai penuh, baterai di case itu terpakai sekitar 30 sampai 33%. Jadi secara umum sekali charging penuh case itu bisa mengisi ulang baterai di kedua earbud dari kosong sampai penuh sebanyak tiga kali. Ini berarti daya tahan baterai yang kami dapatkan ada di atas klaim Samsung yang katanya cuma 20 jam pakai ANC. Ya, kemungkinan klaim Samsung itu adalah hasil pengujian internal mereka dengan volume yang lebih tinggi atau bisa jadi juga kodexnya berbeda dan jelas mungkin musiknya juga beda ya. Oke, untuk harganya kita bahas dari awal bahwa harganya di Rp799.000. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kalau tidak dihubungkan ke smartphone Samsung, Tes ini cuma bisa menawarkan Kodex SBC dan AAC saja. SSC yang lebih high definition itu hanya tersedia saat TWS terhubung ke perangkat Samsung. Lalu di sini tidak ada pengaturan equalizer manual dalam aplikasi pendukung TWS ini. Kemudian aksen glossy membuat case TWS ini mudah kelihatan kotor karena bekas-bekas minyak dari tangan kita. Lalu walaupun kualitas suaranya oke, tapi volumenya enggak boleh dipentokin. Rasanya agak aneh kalau dipentokin gitu ya. Tapi sebetulnya enggak sehat juga sih kalau dengerin TWS dengan volume tinggi-tinggi banget kan. Dari si menariknya, daya tahan baterainya ini sih luar biasa. Ini TW Samsung yang paling irit baterai. Lalu kekedapan suaranya juga mantap. HC-nya dipadukan dengan fitting yang pas dan wing-nya tadi ya dengan wing tip-nya tadi membuat dia jadi salah satu TWS paling kedap di bawah Rp1 juta. Kemudian di sini ada dukungan pengaturan dan pemantauan dari aplikasi Galaxy Wearable sendiri. Lalu rating IP54 ini aman dipakai keujinan tipis-tipis enggak ada masalah nih ya. Lalu ada tiga opsi ear dan dua opsi wing dalam paket penjualan. Ini bisa membantu kita dapetin fit yang pas. Wing tip-nya juga membuat earb ini tidak mudah lepas dari telinga nih ya. Ini nyaman banget nih buat dipakai buat traveling, buat jalan, buat olahraga jadinya ya. Lalu ada integrasi dengan beberapa fitur Samsung seperti Bixp dan AI interpreter tentunya kalau dihubungkan ke perangkat Samsung yang sudah mendukung juga. Kemudian aksesorisnya ini bisa pakai yang sama dengan Budge 2 Pro dan Bud FE. Jadi opsinya banyak di pasaran. Oke, pertanyaannya TW ini buat siapa? Untuk kalian yang sering traveling atau punya kegiatan sering ke luar ruangan gitu ya, TW sini cocok banget daya tahan baterainya panjang banget. Sementara fittingnya mantap karena ada wing-nya tadi enggak mudah jatuh dari telinga. Jadi nyaman meskipun ketiduran di pesawat, kereta, atau di bus gitu ya. Kemudian jelas banget bahwa TWS ini cocok untuk penggunaan smartphone Samsung karena fitur-fiturnya akan jadi kian lengkap. EQ bisa diatur dari smartphone, Codex SS jadi bisa dipakai, dan fitur-fitur ekstra lainnya juga jadi aktif. Pada akhirnya untuk harganya ini adalah TWS yang sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka DB TV. [Musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.