Jungkat

UDAH BELI AJA! SUZUKI FRONX MESIN OKE, NANJAK AMAN, PUNYA ADAS DAN IRIT KAYA LCGC (YouTube Video)

  • 03/07/2025

Halo, selamat datang di oto.com dan saat ini saya sedang berada di dealer Suzuki NJS Gede Bage Kota Bandung. Seperti kalian bisa lihat di belakang saya sudah banyak mobil Suzuki Keong dan saya bersama rekan-rekan media akan melakukan uji atau media test drive. Kita akan berkeliling kota Bandung selama 2 hari. Tentu saja ini menjadi kesempatan yang luar biasa ee jarang ya dan kita akan mencoba sejumlah fitur canggih dan modern dari Suzuki Frog. Kemudian juga ada aktivitas yang ee khusus untuk melakukan uji efisiensi dari Suzuki FRG ini karena dia menggunakan mesin hybrid yang katanya sih sangat irit. Kita akan lihat hasilnya. Ikuti terus aktivitas seru kita dengan Sojong di Kota Bargroup. Let's go. [Musik] Oke, sebelum kita mulai berkendara, kita akan ee bahas sedikit ya tentang Suzuki Frog ini. Sebetulnya dia itu kalau kalian perhatikan dari segi desainnya aja memang sudah sangat mirip dengan baleno hatchback ya. Jadi kalau saya beranggapan mobil ini tuh ibarat meminjam istilah dari beberapa merek lain itu kita sebut saja sebagai baleno cross. Jadi enggak cuma dari desain luarnya. Kalau kita masuk ke dalam kabin ini kalian lihat susunan dashboard-nya kemudian kemudinya dan layout-layout-nya lah ya. termasuk kursi penumpang dan baris kedua seperti ini. Itu memang aura dari Baleno hatchback-nya sangat kerasa. Untuk detail sebetulnya kita sudah pernah bikin videonya waktu itu di Proofing Ground Briston dan kalian bisa cek detail di video link berikut ini. Dan di situ ada perbandingan spesifikasi, kemudian detail dimensi, fitur, bahkan ada perbandingan varian atas dan varian bawah. Tapi ada sedikit yang mau saya garis bawahi adalah ketika saya masuk dalam kabin khususnya baris belakang ini, pertama impresi pertama itu kayak kok sandarannya agak terlalu tegak ya, tapi ternyata ee tidak. Jadi dia masih nyaman ketika digunakan dan headr-nya ini bisa disetel jadi masih mendukung postur tinggi saya yang punya tinggi badan 180 dan kaki saya yang tergolong panjang itu tertolong kenyamanannya berkat leg room yang sangat lega. Jadi bagian leg room baris kedua ini untuk tinggi orang dewasa yang seperti saya punya tinggi di angka 180 cm itu masih sangat oke sekali. Jadi untuk perjalanan jauh luar kota pun ee penumpang di baris belakang masih terasa nyaman. Oke, lagi kalau kalian mau cek detail kelengkapan maupun fitur, kalian bisa akses dari link video yang sudah saya sematkan dan kita akan langsung aja cobain dari mobil Suzuki FRG ini di Bumi Pasundan, Bandung. Let's go. S 2 T. Oke, tadi kita sudah melakukan perjalanan dari arah Gede Bage ya. Dan ini sudah nyampai di lokasi tujuan pertama yaitu Ciwidei. Dan tadi kita jalurnya itu melewati jalan tol. Dan kalau kalian pernah ke Bandung, ke daerah Ciwide, itu kita nanjak ke atas dengan ketinggian sekitar 1.000 ee 500 apa 700 mdpl ya. Jadi tanjakan dan kelokannya cukup oke. Nah, saya akan langsung ee memberikan impresi dari penggunaan Suzuki FR tipe SGX. ini tipe paling tinggi ketika digunakan di jalan tol dan jalanan menanjak seperti tadi. Ketika di jalan tol kita fokus pada ee kenikmatan ya. Maksudnya mobil ini nyaman, kemudian kemudinya itu enteng ya, ringan. Dia gampang banget diajak kerja sama. Pokoknya ketika kita langsung berada di balik kemudi akrabet gitu. Pokoknya ini enak deh pokoknya. Dan tentu saja kalau kalian pernah menyetir dari Balano hatchback, mobil ini sebetulnya mirip ya dari susunan kabin maupun dari rasa berkendara. Cuma memang dibikin yang karakternya lebih SUV atau lebih tinggi. Dan tadi juga di jalan tol itu kita nyoba akselerasi, kalau kita bejek langsung kick down pedal sampai habis memang kerasa pas di beberapa titik tuh kayak kok agak kurang ya. Tapi ternyata ketika dipakai di jalanan menanjak itu justru potensinya baru terlihat. Dan itu salah satu alasannya adalah dengan penggunaan e transmisi otomatis yang e dipasangkan oleh Suzuki pada front ini. Ketimbang pakai CVT seperti pada merek-merek lain, eh transmisi otomatis itu dinilai oleh Suzuki itu lebih reliable, lebih andal, lebih kuat apalagi dipakai di jalan-jalan menanjak seperti di jalan ciw ini. Kemudian tadi juga di jalan tol kita nyoba adas-nya nih. Nah, ini karena tipe SGX paling tinggi ini salah satu kelebihannya adalah ADAS. Dan tadi kita coba yang paling signifikan itu adalah adaptif cruise control ya. Jadi buat ngaktifinnya juga sangat gampang udah enggak kalah dengan e fitur ADAS yang ada di merek-merek lain atau model-model yang lebih mahal atau lebih tinggi harganya. Jadi untuk mengoperasikannya juga sangat smooth sekali ya. Kita cuma cukup atur jarak atau posisi dan kecepatan, aktifkan tombolnya dan ada ful controlnya itu langsung bisa bekerja. Dia akan ngikutin kecepatan speed mobil depan. Kemudian jaraknya juga kita bisa setelnya eh seberapa jauh atau seberapa dekat. Pokoknya itu penggunaannya smooth banget. Kemudian juga land keepeping assist, kemudian land departure warning dan landour eh yang menjaga mobil tetap di lajurnya itu bekerja juga sangat baik ya. Maksudnya ee di luar ekspektasi ternyata kinerja ADAS dari Suzuki F ini oke banget ya. Dan kalau kita lihat harganya dengan harga yang ditawarkan oleh Suzuki Frong kemudian dia ada Adas yang cukup banyak. Enggak cukup ya, banyak ya. dan eh performa kerjanya itu oke. Wow banget sih. Kita kasih tepuk tangan. Oke, mumpung lagi di daerah Kiwide dengan jalanan berkelok dan nanjak nih. Nah, jalanan berkelok ini juga jadi perhatian ya. Tadi saya bilang kemudinya itu sangat-sangat ramah, enak banget untuk dikemudikan ya, maksudnya presisi kemudian dia ee tidak berat tapi tidak terlalu ringan. Suspensinya pun sangat mendukung dalam artian dia punya keempukan yang nyaman. Jadi tadi saya juga nyoba duduk sebagai penumpang di baris belakang itu ketika ketemu jalan yang enggak rata itu masih terasa nyaman duduk di belakang dan di depan juga lebih nyaman. itu juga didukung dengan jok yang empuk. Nah, bandingan suspensinya ini ee apa ya maksudnya? Dia ada di bagian yang pas antara menawarkan kenyamanan dari keempukannya, tapi juga dia agile atau ee ketika kita pakai untuk bergerak dinamis atau misalnya kita bergerak yang agak kencang gitu ya, misalnya kita tekuk mobilnya. Gejala limbungnya sangat minim. Jadi tentu saja ini akan berpengaruh ke kenikmatan berkendara atau dari supirnya dan penumpangnya pun akan terasa happy. Jadi kesimpulan saya soal rasa berkendara Frongsi ini enak. Baik buat di perkotaan santai, stop and go. Di tol juga oke, dan jalan nanjak perbukitan kelok seperti ini juga mantap. Cuma satu sih tadi ya, kalau dari pelan terus kita bejak habis gas responnya sedikit kurang. Jadi memang perlu bangun kecepatan kalau pakai from sini. Kalau dari speed menengah sih aman ya, tapi. Dan itu juga bukan masalah kok, masih bisa dibantu pakai padle shift. Jadi tinggal mainkan saja pakai jari buat dapat putaran mesin dan speed yang diinginkan. Gimana soal efisiensi? Jadi di media drive kali ini hitungannya itu dilombakan pakai metode full to full. Kemudian tangki dan AC-nya disegel. Jadi peserta enggak bisa curang. Rutenya kombinasi dengan 80-an% jalan tol dan total jarak kira-kira 110 km. Rata-rata yang hybrid atau GX dan SgX itu dapatnya 30-an km/l dan yang GL 24 km/l. Dahsyat ya. Tapi itu jelas disengaja karena lomba jadi pakai cara berkendara yang kadang lebih pelan dari nyetir normal sehari-hari. Kalau dari pantauan kami dengan gaya berkendara normal dan rute kombinasi tadi memang masih irit si Frong ini sempat dapat 25 km/l di layar MID pas nyetir normal di tol. Boleh banget diadu sama LCDC soal iritnya nih. Setelah 2 hari mencoba Suzuki Frong, saya bisa bilang mobil ini sangat layak dipilih. Punya efisiensi yang baik, enak buat disetir, dan kayak akan fitur. Apalagi varian SGX yang punya ADES dari Suzuki Safety Support. Sangat direkomendasikan. Tapi tetap kembali lagi kepada Anda. Silakan sesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

Lihat di YouTube