Jungkat

Udah Beli POCO F7 Tapi iPhone 13 Bekas Menggoda? (YouTube Video)

  • 23/07/2025

Baru beli Poco F7, tapi harga iPhone 13 second udah turun ke 6 sampai R jutaan. Kira-kira apakah kalian salah pilih plus minusnya apa di antara kedua HP ini dari sisi desain feel, layar, performance, kamera, software, AI, dan lainnya. Terus apa aja sih yang masih diperhatiin kalau beli iPhone bekas? Yuk, kita bahas. Kalau ngomongin desain, ini sih balik lagi ke selera ya. Tapi buat gua Poco F7 terlihat lebih fresh dan minimalis untuk kamera modulnya. dengan back dan frame yang berfinishing mat. Sedangkan iPhone 13, aura jadulnya cukup berasa ya, karena masih pakai kamera modul kotak dengan lensa diagonal gitu. Walaupun enggak bisa dipungkiri daya tarik logo Apple-nya cukup kuat dan banyak jadi alasan orang buat pakai HP ini. HP orang kayak cuma back grossynya cukup magnet sidik jari sih dibanding Poco F7 yang sama-sama bermaterial kaca dengan frame metal. Terus perbedaan paling kelihatan di sini dari sisi ukuran yang mana iPhone 13 cukup kompact yang lebih nyaman kalau dipakai satu tangan. Buat nonton juga masih oke, bukan yang kekecilan kayak seri 13 mini di 5,4 inch. Cuma ya kalau dibandingin sama Poco lebih puas nonton di sini ya. Selisih cukup jauh di 6,83 inch. Hmm, udah sih itu aja. Overall secara desain gua sendiri lebih suka di Poco F7. Ada yang enggak setuju? Coba share di komen ya. Sekarang kita lanjut ke layar. yang mana secara beasel iPhone 13 lebih tebal, tapi nilai plusnya dia itu simetris di keempat sisi. Sedangkan Poco F7 punya bezel yang tipis hampir terlihat simetris. Paling bagian dagunya sedikit lebih tebal tapi dikit aja. Terus iPhone 13 juga ada notch yang cukup ganggu buat nonton ya. Sedangkan Poco cuman ada setitik bulatan yang lama-lama bisa terabaikan. Tapi ada yang lebih penting dari beel, yaitu refresh rate iPhone yang masih 60 Hz. Scroll ataupun buka tutup app berasa patahnya. Teman-teman bisa lihat bedanya saat gua slowo gini. Tapi kalau mau fair ini enggak bakal berasa kalau di saat bersamaan enggak punya gadget lain dengan refresh rate tinggi ya. Jadi enggak ada perbandingan langsung. Kalau buat gua yang sering pakai refresh rate tinggi, khususnya di 120 Hz bakal ke notice. Terus buat tasling, Poco punya angka yang terlangsung tinggi di 480 berbanding iPhone yang jujur gua enggak dapat info sih berapa. Habis sebuah tingkat kecerahan secara angka terpaut dua kali lipat untuk HBM-nya. Dan di outdoor gini pun terlihat emang layar Poco lebih terang ya dibanding iPhone dengan settingan brightness full. Terakhir untuk always on display. Buat netizen yang suka hujat Poco karena gak bisa benar-benar always patut bersyukur karena iPhone 13 gak bisa sama sekali. 10 detik di Poco terlihat masih mending atau bisa juga ke Smart yang mana bakal aktif kalau kita lihatin layarnya. Next, gimana dengan performance kedua HP ini? Di sini gua udah lakuin beberapa tes mulai dari benchmark sampai aktivitas keseharian kayak nonton YouTube recording, dan rendering. Pertama, gua pasin kedua HP ini sama-sama di 100% dengan settingan yang sama ya. Terus update software udah terbaru dengan refresh rate maksimal di Po7. Kita mulai dari Unut2 yang sebenarnya kita enggak bisa bandingin hasilnya langsung antara Android sama iOS karena di website-nya mereka sendiri ada bilang nih, tes ini lebih ke info aja skor tiap-tiap HP. Sekarang kita lihat suhunya gimana dan hasilnya iPhone bisa kelar duluan ya untuk suhu aman di 36 derajat. Sedangkan Poco walaupun lebih tinggi di 41,8 tapi dibarengi dengan skornya juga yang tinggi di R1,8 juta. Buat konsumsi daya sama-sama berkurang 2%. Dan anehnya setelah gua ademin kedua HP ini dan siap gua tes Geekband terlihat iPhone 13 drop dari 98 ke 94%. Kayaknya ini salah satu PR ya buat yang cari HP second. Kadang baterai health masih tinggi tapi real usage-nya udah nge-drop. Next buat Geekb, ternyata single core A15 Bionic masih lebih unggul dibanding Snapdragon 8s Jen4 terpaut 300 poin. Tapi secara multiore cukup berasa Poco F7 lebih baik 800-an poin. Habis itu kita keetes yang lebih manusiawi yaitu nonton YouTube selama 30 menit yang mana konsumsi dayanya beda tipis aja berkurang 3% di Poco dan 2% iPhone. Terus lanjut dengan record video 4K 30 selama 30 menit juga dan hasilnya iPhone berkurang paling banyak di 10% berbanding Poco 7%. Dan gimana dengan tes download? Jadi, gua punya file 1 gigaan di Google Drive dan download pertama Poco itu bisa kelar duluan ya. Habis itu biar lebih valid gua tes sekali lagi. Tapi kali ini iPhone jalan duluan. Setelah 3 detik kemudian baru Poco dan hasilnya Poco bisa kelar duluan lagi. Dan karena masih penasaran, gua coba lagi. Tapi sebelumnya nyalamatin Wi-Fi-nya dulu dan sama iPhone jalan dulu baru disusul Poco. Tapi ternyata kali ini kedua HP ini cukup lambat ya. sampai akhirnya beberapa menit kemudian Poco bisa kelar duluan. Habis itu dari file tadi gua pakai buat rendering Kin Master yang editannya gua kasih zoom dan satu filter dengan file output 4K30 yang bit rate-nya gua mentokin di iPhone yaitu 64 Mbps. Hasilnya iPhone bisa kelar duluan tapi terpaut sekitar 3 detik aja dari Poco F7. Terakhir kita lakuin benchmark sekali lagi yaitu 3DMX stress test. yang sama kayak beberapa tes sebelumnya. Poco F7 kena warning overheat. Dan gua ingetin sekali lagi kalau ini cuma terjadi test benchmark aja. Ya, untuk pengalaman real-nya enggak kejadian sih. Yang buat detailnya kalian bisa cek video gua di sini nih. Gua pakai Poco F7-nya dari pagi sampai malam buat tahu ketahanan baterainya. Sedangkan iPhone punya suhu yang aman di 40,1 derajat dengan skor yang kalau gua bandingin sama tes Poco F7 sebelumnya terpot cukup jauh dengan stabilisasi yang sama di 76%-an. Terus gimana kemampuannya game di kedua HP ini? Untuk Poco F7 enggak usah diraguin lagi. Dapat FPS hampir sempurna di 59,6 dibarengi dengan suhu tinggi di 45,7 derajat. Sedangkan iPhone 13 punya FPS yang termakuk tinggi juga loh di 54,7. dengan suhu yang lebih rendah di 43,7. Dari sisi baterai, Poco berkurang 9% ya. Sedangkan iPhone 12% selama 20 menit main dengan settingan highest 60 fps. Overall secara performance Poco F7 lebih unggul nih. Tapi kalau mau fair, iPhone 13 juga performance yang di atas rata-rata. Apalagi terlihat saat nge-game tadi bisa dapat FS di atas 50. Paling emang secara baterai enggak seawet Poco F7 yang punya kapasitas di 65.500 00 mAh berbanding 3.200-an. Tapi yang perlu diacungi jempol, efisiensi di iPhone 13 sangat baik ya. Terlihat dari total konsumsi daya dalam MAAH di table ini. Terus secara charging iPhone 13 lebih lambat dengan 20 wat charging-nya. Tapi buat pecinta wireless charging doi udah bisa nih. Yang enggak dipunya Poco F7. Btw, Guys, buat kalian yang suka sama video perbandingan kayak gini, jangan lupa kasih tahu gua dengan like video ini, ya. Dan subscribe juga biar usaha gua bikin video ini enggak sia-sia. Thank you. Kalau bisa disimpulin untuk foto gua lebih condong ke hasil Poco F7. Pertama punya lensa ultrawide yang lebih cerah dan detailnya masih oke. Di iPhone noise-nya cukup berasa untuk bagian yang gelap tuh. Walaupun nilai plus di sini secara jarak pandang lebih luas dibanding Poco. Kalau buat lensa utama, Poco punya karakter warna yang cenderung warm dan kelihatan natural. Apalagi pas sore hari gini. Warna langit, gedung, dan suasana keseluruhan lebih dapat feelingnya. Terus dari sisi zoom juga Poco punya detail yang lebih baik untuk sesama lima kali. Bisa dilihat dari tekstur down-nya dan masih bisa dizoom lagi ke 10 kali. Sedangkan iPhone mentok di lima kali aja. Cuma buat selfie gua prefer iPhone sih. Warna kulit lebih natural terus gedung di belakang lebih warm yang kena cahaya matahari sore. Dan saat backlight, iPhone juga enggak segan-segan buat putihin langitnya buat prioritasin objek di depan. Sedangkan Poco mungkin lebih balance. Habis itu buat video secara resolusi sama-sama mentok di 4K60 kamera belakang. Sedangkan selfie-nya 1080p untuk Poco dan 4K60 iPhone. Buat kualitas, walaupun iPhone 13 udah tertinggal beberapa tahun, tapi hasilnya masih bisa diandelin sih. Punya video yang lebih stabil, enggak ada kedutan kayak di Poco. Terus detailnya juga lebih baik, yang mana area gelap di Poco cukup berasa dan secara warna lebih mendekati natural. Bisa dilihat gedung di depan lebih kekuningan kena cahaya matahari sore. Terus buat yang nanya apakah ada video cinematick di iPhone? Jelas ada ya. ada yang namanya cinematick dan di Poco itu kalian jangan sedih ada juga cuman rahasianya kalian mesti pencet di titik yang ini icon yang sebelah kanan dan pilih yang ya dari sini bisa baru atur tingkat ngeblurnya buat selfie videonya pun terasa lebih realistis si iPhone ya warna kulit lebih natural kontrasnya pas dan lebih hidup dibanding Poco yang cenderung flat dan agak pucat ya sekarang pertanyaan gimana kalau iPhone 13 Ini dipakai keseharian. Apakah baterainya bocor? Kalian bisa cek video gua yang ini deh. Bnya detail Hyper OS dan iOS gua enggak bakal bahas lagi ya karena itu topik panjang sendiri. Kalian bisa cek beberapa videonya yang berhubungan sama ini nih. Langsung cus nonton di sana. Paling yang gua mau highlight dari sisi dukungan software di mana Poco F7 4 kali Android dan 6 tahun security. Sedangkan iPhone 13 itu 5 sampai 6 tahun. Tapi karena iPhone 13 ini rilis di 2021, jadi mungkin sisa sekitar 2 sampai 3 tahun lagi. Terus untuk dukungan AI pokok termakuk lengkap nih. Fitur-fitur kayak AI interpreter, translator, subtitle hadir. Terus ada AI writing yang bisa bikin summary, cek grammar, kembangin kata-kata sampai ubah gaya bahasa. Kalau mau circle to search ada juga kok sampai interaksi dengan Gemini. Sayangnya iPhone 13 belum dapat fitur AI tadi ya, karena baru hadir di seri-seri terbaru yang namanya Apple Intelligence di iPhone 15 Pro sama iPhone 16 series. Ini jadi salah satu kekurangan kalau dibanding sama Poco F7 yang udah cukup lengkap dari sisi AI. Cuman secara overall user experience buat gua iOS lebih smooth. Oh ya, sama terakhir ekosistem yang menurut gua salah satu keunggulan dari produk-produk Apple karena interaksinya benar-benar mulus sih, tapi Poco juga enggak ketinggalan karena mereka bisa masuk ke ekosistem keluarganya Xiaomi juga tuh. Apalagi mereka enggak cuman support gadget kayak Buds, jam ataupun tablet, tapi integrasi dengan smart home IoT Xiaomi yang menurut gua malah lebih bervariasi. Terakhir kalau ngomongin iklan khusus di Poco F7 ini sih belum ketemu. Paling yang patut dipertanyakan fitur wallpaper Carousel yang mana ternyata diselipin artikel yang bisa diklik gitu dan di sana kita dibawa ke website lain yang ada iklannya. Hal ini sama kejadian juga di Xiaomi 15 yang kemarin sempat gua bikin video sehari bersamanya. Seru banget loh peruangan kemarin tuh wajib nonton kalau belum. Sedangkan iPhone 13 dan device Apple lainnya sejauh ini bersih dari iklan. Lanjut. Untuk spek lainnya, ada beberapa hal yang kalian mesti tahu. Pertama, untuk IP rating sama-sama IP 68. Tapi perlu diingat, kalau iPhone 13 kalian beli second, ada kemungkinan daya tahan IP ratingnya terjadi penurunan seiring berjalannya waktu, tergantung pemakaian sebelumnya. Terus buat yang suka gonta-ganti SIM card fisik, ingat SIM card fisik ya, bakal lebih nyaman pakai Poco karena dia udah support dual SIM. Beda dengan iPhone 13 yang support satu SIM aja. Tapi kalau kalian pengguna eim, iPhone 13 punya nilai plus di sini karena udah support dibanding Poco yang belum ada dukungan isim sama sekali. Habis itu dari sisi unlock ada perbedaan. iPhone pakai Face ID sedangkan Poco fingerprint di dalam layar. Terus buat yang suka jadiin HP kalian remote Poco bisa diandalkan ya karena ada AR blaster. Oh ya, terakhir buat speaker. [Musik] Nah, jadi kesimpulannya Poco F7 dan iPhone 13 ini punya pendekatan yang beda banget. Kalau dilihat dari value for money, Poco F7 emang lebih menonjol. Layar gede, performance ngebut, fitur AI lengkap, baterai gede, dan harga yang wow sih. Rp juta dengan storage 512. Sementara iPhone 13 lebih ke OS yang udah matang dan stabil. Ekosistem Apple yang seamless, performance harian yang masih kencang, kualitas video yang enggak usah diraguin lagi, plus daya tarik logo Apple itu yang buat sebagian orang cukup penting. Emang ada beberapa keterbatasan di masing-masing. Misalnya Poco F7 belum punya ESIM, squareless charging, dan masih ada sisi hyper OS yang bisa ditingkatin. iPhone 13 juga tertinggal di refres rate charging lama, dan fitur EAI-nya. Dari sisi harga pun untuk second-nya kalau gua cek ada di harga 6 sampai R juta dan dapat storage 128 aja. Dan please ya hati-hati banget saat beli iPhone second yaitu pastiin IMEInya aktif dan resmi biar enggak tiba-tiba sinyalnya mati di kemudian hari. Akhir kata kalau teman-teman tipe yang pengen HP-nya gaspol dengan spek mentok, Poco F7 sih susah ditandingi ya di harga segitu. Tapi kalau udah nyemplung ke ekosistem Apple atau lebih butuh HP yang simpel, compact, tapi reliable, iPhone 13 masih bisa jadi pilihan yang solid. Jadi kalian tim yang mana nih? Tim Apple atau Poco? Coba komen di bawah ya. Karena opini kalian juga bisa ngebantu teman-teman lain yang lagi galau nentuin pilihan. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.