Udah lama ga sekagum ini sama gadget 😭 - Unboxing Apple Vision Pro (YouTube Video)
Halo guys, David di sini dan akhirnya datang juga! Apple Vision Pro! Anda pasti tahulah ya barang ini. Udah gatal abis lah pengen nyobain. Kalau Anda nggak tahu barang ini, beh, harus tahu. Soalnya ini inovasi Apple yang mungkin paling futuristik ya dalam beberapa tahun terakhir. Bikin hidup itu berasa lebih dekat ke dunia Iron Man - Iron Man gitulah. Kalau misalnya Anda pengen cobain langsung barangnya, saat ini di Indonesia belum ada. Tapi sayangnya buat Anda yang pingin test drive, pingin cobain langsung ke toko offline-nya reseller resmi Apple di Indonesia belum bisa ya. Anda mau terbang ke Singapura, Hongkong, Thailand, Jepang pun belum ada soalnya barang ini baru dijual di Amerika aja dan harga paling murahnya itu 3.500 dolar buat varian paling rendah. Itu sekitar... 55 juta. Duit segitu udah dapat iPhone 15 Pro Max dua biji yang varian 1 tera, terus bisa beli laptop gaming yang kencang banget, bisa beli... MacBook Pro, bisa beli kamera bagus SLR, bisa beli apapun sih. 55 juta, Anda milih buat beli si Vision Pro ini itu udah hobi banget sih. Kemewahan banget sih. Barang ini sendiri dipinjamin oleh Wah Gadget, ya. Itu toko yang jualan barang-barang Apple kayak iPhone, MacBook, termasuk Vision Pro ini. Mereka bela-belain bawa barangnya langsung dari Amerika ya, jadi thank you Wah Gadget udah minjamin barang ini. Eh... kalau misalnya bagus, mungkin kita bayarin soalnya nggak enak. Dia kan bilangnya kita bebas minjam sampai kapanpun, tapi nggak enak juga kalau minjamnya sampai generasi dua kan. Sekarang kita unboxing saja. Di depannya sangat simpel ya, nggak kelihatan kayak barang-barang yang canggih gimana. Kalau dilihat oleh orang yang nggak tahu, ini mungkin dikira, “Wah itu kacamata buat nyelam ya? Scuba diving ya?” karena mirip banget si kacamata ini. Atau, “Ini penutup mata buat di pesawat gitu, buat tidur-tiduran? Kok kotaknya gede banget?” Di sini ada tulisan si Vision Pro-nya. Di sini ada orange peel, jadi bukan green peel atau peel-peel yang lain, tapi orange peel yang gede banget. Di belakangnya juga sangat simpel, dia putih polosan saja. Di bawah cuma ada variannya yang 256 giga. Ini yang paling bawah, ada yang 512 giga, ada yang 1 tera. Buat apa? Ya, buat nyimpan semua data di Vision Pro ini sih, karena, pada dasarnya ini adalah sebuah komputer yang bentuknya ya, kacamata ya. Sekarang kita orange peel dulu. ini kayaknya peel terbesar yang pernah kita lakuin, ya. Wow... Perfect. Perfect. Wih, perfect dong. Oke, satu lagi. Eh.. yah! Kok nggak perfect sih? Yah... Oh bisa deh. Oke, oke. Terus kita buka saja, isinya... kacamata tapi gede. Wow! Wow, oke. Eh... Feelnya... kesan pertamanya, ini kain banget ya bahan-bahannya. Harusnya kain yang mahal sis, karena dia bakal sering nyangkut di kepala, disangkutin, dipasang terus. lebih mahal dari helm-helm yang mereknya bagus. Apa? Kayak Arai ya? Shoei Shoei. Apa? So.. sho.. Shoei, ya. Shoei itu belasan juta. Mungkin belasan juta ya, sampai belasan juta, nggak? Setahu gua mahal banget itu. Pokoknya ada helm yang mahal banget, nah ini. Ini gak ngelindungin kepala tapi lebih mahal lagi ini. Di dalam kotaknya pun ada penyangga yang sudah di-custom. Uh... ini papannya lumayan nih, berkualitas ini. Oke... terus di sini ada buku petunjuk harusnya. Wuh! Ini ada itu eh... lap buat itu ya, layar ya. Tipis banget sih, ini lebih microfiber dari yang kita punya. Kalau kemarin dia kaku-kaku yang Rp 300.000 itu. Kalau ini lebih lemas kainnya. Ini kain yang udah sering kami pakai, ini lebih kaku. Kalau ini lebih lemas, Kayak... memang kain kacamata banget karena ini kan mirip kacamata. Terus di sini ada tulisan Vision Pro juga, kelihatan nggak? Di dalam sini petunjuk nggak penting, udah sih. Light Seal Cushion. ini... apa itu, seal itu apa? Sekat ya atau segel, sekat gitu biar cahaya nggak bocor ke dalam mata kita pas kita lagi pakai si Vision Pro-nya. Jadi katanya ada dua ukuran, ada yang lebih tebal dan lebih tipis tergantung fitting kepala kita sih. Ini jadi cadangannya. Di sini ini yang gede ada Vision Pro, ada apa ini.. tebal ya. Wuh... dapat galeri, ya. Ini kan iklannya pakai mbak-mbak ini ya? Terus ini, dikasih tahu kita bakal dapat apa aja, baterai, polishing cloth, terus ini... berasa bukunya Apple yang dulu dijual jutaan itu sih. Ini cara pakainya sih. Quick Start Guide-nya dibikin sejelas mungkin, ilustrasinya pakai orang beneran cara pakainya biar orang yang pertama kali pakai – alias semua orang, Vision Pro ini generasi pertama – nggak salah setting. dual Loop Band, eh... Dual Loop Band. Oh, Dual Loop Band ini jenis... apa, ikatan buat yang belakang ini. Kalau misalnya kita pengen variasi ada di bagian atas. Kalau ini kan cuma di bagian belakang kepala doang, kalau ini ikatnya sampai ke atas. Di dalamnya ada lagi, ada power bank! Ini bukan power bank sih, ini baterai buat si Vision Pro karena si Apple nggak masukin baterai apapun ke dalam goggles ini, jadi baterainya ditaruh di luar kita harus colokin. Mungkin mereka belum ketemu solusi gimana cara masukin baterai yang kapasitasnya gede ke dalam kacamata yang sekecil ini dan menghemat beratnya ya karena saya pegang ini aja udah lumayan beratnya. Leher pegal kalau dipakai terus, kalau baterainya dimasukin. Ini ada kabel USB-C to USB-C buat ngecasnya dan ini ada kepala adapternya. selesai. Ternyata nggak terlalu banyak ya, tapi... sistemnya baru-baru semua kita coba lihat si headset-nya! Ini ada... *Tertawa* si Vision pro-nya. Waduh... ini bakal sering dimainin, deh. Kita lepasin dulu ikat-ikatan yang kebuat dari kertas, wis... sip. Terus kita tarik. Widih... langsung lepas. Ini pun... kerasa keras loh. Nggak... kerasa kayak kardus-kardus murahan gitu, nggak bisa diapa-apain kan? Saking bagusnya saya kirain ini mungkin ada fungsi tambahan. Terus ini ada.. tarik, Mulus banget. Waduh... wangi plastik sih Iya sih, ini kayaknya plastik deh. Plastik bukan? Tapi aromanya plastik banget, kayak plastik-plastik baru gitu. Mainan baru, lah. Dingin lah ya, eh.. nggak, nggak sedingin itu. Langsung dilap. Cuma dia feelnya berasa padat ya, solid banget. Wajar, karena satu komputer harus dimasukin ke dalam bentuk yang sekecil ini. Ada sistem exhaustnya juga. Jadi di atasnya kayak ada ventilasi-ventilasinya, di bawah sini ada speaker-nya atau mikrofon? Speaker? Di sini ada banyak kamera, 1.. 2.. 3.. 4.. 5. Ini ada tiga lagi. Entah apaan, di bawah ada lagi. Jadi kamera bawah ini fungsinya buat ngedeteksi gerakan tangan kita ya, soalnya magic-nya di sana. kalau feel-nya ini ya mirip kayak Strap Apple Watch. Strap Apple Watch yang Nike-Nike gitu. Kerasa... nggak generasi pertama sih, ini. Cakep, cakep. Ini bisa ditarik-tarik dan dia solid juga ditarik lebih lagi, jadi kalau udah maksimal dia bakal nyentak gitu. Semuanya kayak udah dipikirin gitu, misalnya ini tinggal dilepas, nggak harus ada cetekan-cetekan yang berasa murah plastik yang suaranya kencang, cetak-cetak. Ini nggak. Tinggal lepas gitu doang! Tapi, tuh. Lepasnya, wis... dengan tenaga yang cukup semuanya bisa dilepas. lensanya, jadi ini versi telanjangnya ya, gak ada tambahan apa-apa. Cuma kita gak bakal bisa pakai kalau cuma gini doang, soalnya nggak bakal pas di mata. Harus ada ininya, yang mirip kayak kacamata pelindung buat tukang atau buat nyelam, ya gitu. Scuba diving gitu. Jadi kita pasang di sini, eh... kebalik. Hap! Eh! Oh gini. Gini, cetek. Terus ini kalau mau seal yang lebih tebal, cetek. Uwis... langsung ngepas! Gak perlu mikir. Langsung kita pasang, eh... kita colok baterainya dulu. Kalau nggak saya gak bisa lihat coloknya di bagian mana. di baterainya ada di sini, kita lepasin, widih. Wis... ini konektornya tipe baru, ya. MagSafe bukan, yang garis kalau USB-C bukan, Micro USB bukan, Lightning bukan. Jadi, lagi-lagi Apple membuat konektor tipe baru ya. Ini MagSafe bukan sih? kalau MagSafe itu yang penting kalau kecabut dia bisa, eh... nggak deh. Ini bukan MagSafe, sih. Soalnya dia bukan sistem magnet yang bisa lepas gitu aja kalau ketarik. Ya bahaya juga sih kalau kita pakai ini di luar terus ketarik, langsung mati soalnya. Ini ada lambangnya terus kita kencengin. Uh ada lampunya. Wadidaw. Okeh. Ini bisa ditarik. Pakai topi juga bisa ya berarti ya. Kalau misalnya pakai kacamata ada eh lensa tambahan yang bisa dipasang di Vision Pro ini. Wuduh, sayangnya buat awal-awal setup-nya belum bisa saya tunjukin ya, soalnya eh saya belum bisa tekan tombol record screennya di sini. Cuma di sini ada tulisan petunjuk aja, tekan tombol yang mana. Misalnya saya disuruh tekan tombol yang ini ada Putar-putarannya ini… oke. Di sini juga… ada speaker, kalian kedengeran nggak? [David]: Ada ya? [Ekbal]: Ada, ya gua dengar. [Ekbal]: Bagus suaranya di speaker gua. Oh iya, suaranya bulat gitu, ala Apple lah yang speakernya mantap, nggak pernah main-main mereka. Uh… Speakernya di mana sih? Di bawah ya? Tapi berasa di sini loh… [Ekbal]: Di atas kuping. [David]: Di atas kuping sini. [Ekbal]: Ada garis… [David]: Oh sini ya? [Ekbal]: nggak nggak, di dekat gogglesnya. [David]: Oh dekat sini? [Ekbal]: Dekat apa sih? Eh iya ubun-ubun iya itu. Dekat ubun-ubun ya, cuma gua ngerasa getaran di telinganya mantap. Wuduh, ada “Hello” melayang dong. Waduh… berasa kayak iPhone cuma ada di ruangan sini. Gua udah bisa lihat kalian sekarang. [Ekbal]: Kita ngapain? Waduh-waduh… Di sini saya baru mau mulai setting langsung ada petunjuk serasa setup iPhone-iPhone atau iPad baru, Mac baru ada otomatisnya. Cepat sekali. Lihat tangan. Eh… oke. Ini hebatnya headset ini. Dia bisa… oke… ngikutin gerakan tangan kita ya. Jadi seminim apapun gerakan tangan dia bisa baca. Misalnya kita cubit, kita geser dia bisa baca. Hebat. Itu, wah… makanya itu mungkin jadi kekurangan juga karena tangan kita bakal selalu dilihat oleh si Vision Pro ini jadi tangan jangan macam- macam kalau lagi pakai ini. Tap your fing- oh… eh, nggak. Oh iya, wow oke. Kayak orang aneh ya. Oke kita langsung skip yang bisa Anda lihat juga deh. Sekarang kita lagi… uh [Vision Pro]: Move your Vision Pro a little bit to your right. Coba lu ke sini, Bal. Uh kelihatan muka gua nih. [Vision Pro]: Slowly tilt your head to the right. Set. Widih… [Vision Pro]: Now, slowly turn your head to the left. Widih, ini lagi bikin avatar gitu ya, jadi ada… eh… nah. [Vision Pro]: Adjust your head by tilting it slightly down [David]: Nah ada muka gua tuh. Udah lama saya nggak ngerasa se-excited ini. Beda excited-nya karena ini baru banget. Dia mau apa sih? Oh tutup mata. Hmm… Saya udah pakai sekitar 20 menit dan ini benar-benar pengalaman yang baru sih, baru banget buat saya. Eh saya langsung tunjukin aja kali ya. Sekarang, eh… editor silakan diputar-putar view-nya mau dari kamera saya lagi nggak jelas kayak gini, atau pemandangan saya yang pasti ini keren banget. Saya lagi milih-milih aplikasi sekarang, nggak perlu gerak-gerak saya tinggal gerakin mata doang dan aplikasinya bisa kepilih sendiri. Jadi lihat setting, lihat notes, lihat keynotes, lihat messages, lihat photos… Ini getar-getar karena saya lagi ngomong ya, jadi hidung getar-getar juga. Kalau saya deketin, dia bisa nyesuaiin sama gerakan saya. Terus itu saya tadi udah main-main juga. Di sini saya pasang timer, kalau dilihat di kamera mungkin aneh. Saya lagi nunjukin apaan, tapi di sini ada timer. Saya dari tadi udah pasang. Kalau saya lihat cancel dia tombolnya nyala, pause tombolnya nyala, kalau buat select kalau tekan dia bisa tekan kayak gini jadi interaksi langsung, pause. Kalau kita lihat dan kita cubit juga dia langsung, bisa. Tekan bisa, cubit juga bisa. jadi kita bisa masuk alarm, masuk stopwatch, masuk timer. Luar biasa sih. Di sini saya juga ada pasang si galeri. Ini ada galeri waktu nyoblos kemarin. Ini mau kita gedein… hei. hei… hei! Nah, gede. Oke, set-set. Hei! Belum biasa nih. Ha! Eh… cubit ya? Cubit dia nge-drag. [Ekbal]: Nggak cubit dua tangan? [David]: Cubit dua tangan. Lebih tahu Ekbal. Oh iya, lebih bagus kayak gini. Widih, baru tahu. Gua kirain pakai kayak gini, set-set-set. Kalau kayak gini, widih… Kahff, widih, itu endorse-an. Nggak sih, gua lihat story Tokped. Oke,widih… mau kayak gini juga bisa, kita sentuh, kita sentuh, kita sentuh, kita mau tekan ini juga Bisa, kita tekan ini juga bisa. Mantap sih. Jadi window-nya banyak Banget, dii sini ada, di situ ada, di sini juga ada, di sini ada note. Nah kita bisa lihat Ekbal ya, dia lagi ngerekam kita. Jadi apapun yang ada di depan mata kita bisa kelihatan dengan jelas. Kita lagi lihatin mata Ekbal, kalau di sini ada note kita tinggal tekan. Hap. Wis… Terus kita bisa tekan dan keyboard-nya ada di sini uh… Kita bisa tekan, maju hap. Maju mundurin bisa. Ini kayak orang aneh nggak? Kayak nset-set-set kayak orang Itali gitu ya lagi marah- marah gitu ya. Jadi hebat juga. Window-nya itu bisa berinteraksi sama apa yang ada di dunia nyata ya. Misalnya window yang ini nih. Kita majuin. Eh, yang ini kita tekan, mundurin, kita bisa ngelihat kalau di depan kita ada lampu, Terus kita tarik ke sini. Dia bakal nutupin lampu. Itu luar biasa banget. Itu yang pertama kali saya langsung sadarin. Misalnya kita ambil ini, terus kita ke sini, kelihatan tuh lampunya. Kalau kita ambil di sini, hap, kayak gini, dia nutup. Hebat banget. Itu, eh… yang gak saya nonton di review orang, cuma wah… Ini kalau kita mau tekan kayak “Halo guys” Wih, bisa dong. Kalau tekan dua langsung bisa? Tep-tep-tep, nggak bisa sih, satu-satu aja. Banyak banget yang bisa dilakuin pakai Vision Pro ini di sini saya juga ada tempelin video YouTube yang lagi mutar, sayangnya belum ada aplikasi YouTube ya Spotify, Netflix katanya mereka nggak mau bikin aplikasi buat Vision Pro ini entah karena mereka iri, dengki. Apple keren banget atau belum siap aja. Soalnya ini kan masih generasi satu. Generasi satu aplikasinya masih sedikit banget, baru ada, orang juga nggak banyak yang beli, jadi wajar banget. Tapi, wah. Lu, kalian harus pasti mau coba sih. Bukan harus coba, gua gak ngomong aja Tuh, tinggal scroll-scroll aja. Kayak orang aneh. Tapi waduh. Terus ini set waduh. Wah! Waduh, Parah sih. Lu coba lah. Bisa ya? Aduh coba- coba, lu. Masih banyak banget yang bisa dilakuin, misalnya kalau saya tekan tombol ini dia bakal keluar menu, terus kita bisa environment, terus kita bisa tekan environment apa, kita bisa meng-healing dari dalam kamar di dalam ruangan ber-AC yang dingin tapi pemandangannya ala-ala luar negeri, ada danau yang tenang terus kalau kita lihat lagi, kita bisa kecilin juga. Oke, matiin. Aplikasi apalagi? Ada apps, ,ada compatible… eh ada message. Kalau message, saya nggak pakai message Apple sih. Kalau di aplikasinya sendiri bawa-bawa eh bawaan Apple aja sih, Maps, Stocks tapi dia cuma melayang-melayang aja Ini dari tadi saya select-nya pakai mata ya lihatnya ya Jadi, apapun yang ke-select di layar ini itu yang mata saya lagi lihat, jadi eye tracking- nya bagus banget. Suaranya bagus, bulat banget, berasa di telinga kanan kiri sini. Kayak ada headset di sini yang nggak kelihatan, padahal speakernya di kacamata ini kan. [David]: Eh lu ngerti eh, belum ngerti ya? Eh lu… udah ngerti sih, Lu bisa ngajarin gua. [Ekbal]: Wuh! [Ekbal]: Ada semua. [Ekbal]: Ada semua, Eh halo guys. [David]: Wih, akhirnya nyambung [David]: di sini ada video YouTube… [Ekbal]: Videonya pindah ke sini? [David]: Hah? Pindah ke sini? Di sini sih, dari tadi di sini nih. [Ekbal]: Gesernya gimana? [David]: Geser lu tekan yang tengah bawah itu, [David]: terus lu maju mundurin aja. [Ekbal]: Di sini ada timer… [David]: Timer… [Ekbal]: bagus banget [David]: bagus banget loh. Em agak susah sih buat nunjukin banyak fiturnya saya juga belum biasain belum banyak explore. Cuma dari kesan pertama aja, baru pertama kali cobain aja sudah luar biasa sih ini. Kayaknya gitu aja dulu ya buat video kali ini ya. Ini part satu dari kalau ada ide-ide lain nanti bakal coba kita bikin, coba kita cobain. Ya gitu aja sih. Ini luar biasa banget, pengalaman yang baru banget. Semuanya pasti pengen minjam, itu penasaran lihat reaksi-reaksinya. Kayaknya buat sekarang gitu dulu sih, unboxing sekalian nyobain Apple Vision Pro. Kalau ini diexplore jauh banget sih, bakal berjam-jam ya mungkin bakal ada yang menarik, ada yang Anda penasaran, bisa komen di bawah juga pengen cobain fitur apanya, dipakai di mana, buat kasus apa. Ide-ide kayak gitu kalau seru kita pasti langsung lakuin sih. Karena ini jarang ada yang punya, terus kesempatannya juga buat sharingnya. Ya masih banyak yang penasaran. Oke, salfok sih sama mau ngomong, sama apa yang ada di depan itu rasanya pengen main aja. Buat sekarang sih like kalau suka dengan video ini, dislike kalau gak suka dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo. Banyak meme dan banyak apa sih kalau di internet soal kayak ginian… Wah timernya udah mau kelar nih,pas banget Eits, plek, hap, hap, hap eh malah kena ini. Closed Caption by @subbox.id
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Langkah berani Apple menggandeng Gemini demi mendongkrak kecerdasan Siri akhirnya menjawab skeptisisme panjang para pengguna setia. Pembaruan besar ini tidak hanya...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...

















