Udah paling bener, ASUS Aja! - Review ASUS Vivobook S14 (S3407CA) (YouTube Video)
[Musik] Halo, S. Kembali lagi dengan Irwan di sini dan lagi-lagi saya akan ngebahas sebuah laptop dari Asus. Karena kita semua tahu ya, bagaimana kalau Asus itu ngeluarin laptop. Biasanya dalam satu waktu peluncuran laptop yang diperkenalkan itu lebih dari satu, bisa dua, bisa tiga. Dan laptop yang kita bahas ini juga sebenarnya keluar di waktu yang bersamaan dengan varian yang lain. Karena memang salah satu hal yang paling sulit untuk dihafalkan di dunia ini adalah seri-seri laptop Asus karena banyak banget. Buset. By the way, sekarang kita akan membahas soal Asus Vivobook S14 S347CA. Pertama tentu kita akan bahas soal desainnya, soal build quality. Enggak usah diraguin lagi. Asus pintar banget soal ini atau tahu bagaimana caranya membuat sebuah laptop berkualitas. Bode laptop ini terbuat dari metal. Kelihatan mewah dan kuat. Pilihan warnanya itu ada cool silver sama made gry ya. Desainnya simpel tapi kayak cakep aja gitu. Ada logo Asus di layarnya. Terus pakai kayak ukiran CNC gitu. Laptop ini lumayan tipis eh enteng banget dan pokoknya enak dibawa ke mana-mana lah menurut saya. Soal desain sebenarnya garis desain Asus itu mirip untuk semua seri laptop mereka. baik itu seri Vivobook atau seri Zenbook ya. Karena memang sekali lagi Asus punya gaya bahasa desainnya sendiri gitu. Itu yang membedakan laptop laptop mereka dengan laptop-laptop brand lain. Untuk build quality tentu saja tidak perlu diragukan karena memang sekali lagi ASUS jago lah kalau bikin laptop berkualitas. Terus laptop ini juga sudah punya standar militer mil std 810HA yang kayaknya memang ada di semua laptopnya Asus ya. Artinya secara durability dia sangat kuat karena sudah melewati banyak banget tes pengujian. Mai dibanting, diinjak, ditaruh di su yang lembab, terus di su yang panas. Mungkin yang belum dites sama Irwan ya. Pokoknya banyaklah. Intinya untuk durability jangan pernah sekalipun meragukan laptop-laptop buatan Asus. Laptop ini tipis, tebalnya cuma 1,59 cm dan dan beratnya cuma 1,4 kg. Enggak enteng-enteng amat, tapi sudah termasuk enteng menurut saya. Dan pers segitu itu enggak akan bikin pengunggalian sakit kalau bawa si laptop mana-mana. Lanjut ke bagian layar. Laptop ini punya layar berukuran 14 inch dengan resolusi Wuxga atau 1920 * 1200 pikel dan rasio 16 b. Nah, rasio ini bikin workspace jadi lebih luas ya. Panelnya berjenis IPS, refresh rate-nya standar di 60 Hz dan brightness-nya ada di sekitar 300its. Dipakai di dalam ruangan masih aman ya, dipakai di luar juga masih aman asal enggak ditabrakin langsung ke sinar matahari. Ada lapisan anti gelare di layarnya jadi enggak silau pas dipakai di bawah lampu terang atau cahaya mata langsung. Plus udah punya sertifikasi TUV Rinel buat ngurangin cahaya biru. Jadi mata gak cepat capek kalau dipakai lama-lama. E rasio screen to bodynya itu sekitar 86 sampai 87% ya. Jadi bezelnya itu kelihatan tipis dan tampilan layar tu jadi kelihatan luas gitu. Pokoknya enak dilihatlah buat nonton, buat kerja. Menurut saya sih nyaman ya. Waktu laptop dibuka kita akan nemuin sebuah keyboard berjenis chicklet. Dia punya jarak kantombol sekitar 1,7 mm. E feel waktu dipakai untuk ngetik juga menurut saya enak. kit travel desens-nya juga gak terlalu dalam juga gak terlalu pendek yang kadang bikin kita cepat pegal waktu dipakai buat ngetik lama-lama gitu. Terus ada juga tombol khusus buat copilot yaitu asisten pribadi atau asisten AI buatan Microsoft. Pokoknya saya enggak punya keluhan apapun soal keyboard-nya. Overl sejauh ini oke enggak masalah. Di bawah keyboard ada smart gester touchpad. Di spesifikasi sih begitu tulisannya ya. Menurut saya lumayan oke, ukurannya pas dan responsif juga. Pokoknya buat touchpad-nya menurut saya oke. Walaupun sekali lagi saya punya standar sendiri untuk sebuah touchpad ya karena memang sehari-hari saya menggunakan touchpad atau trackpad dari MacBook gitu. Jadi menurut saya sejauh ini dari semua touchpad atau trackpad yang saya coba belum ada yang bisa menyamai trackpad MacBook dalam hal fungsional ataupun kenyamanan menurut saya. Untuk port-portnya juga laptop ini cukup lengkap. Dia punya dua biji USB type C 3.2 gen1 yang tentu sudah support display port dan power delivery. Terus ada dua buah USB type A 3.2 gen1, satu buah port HDMI 1.4, dan sebuah jack audio combo 3,5 mm. Sayangnya HDMI-nya masih versi 1.4, bukan versi 2.1. Tapi untuk penggunaan casual yang cuman dikoneksikan ke TV atau beberapa device yang umum, ini enggak jadi masalah. Hanya saja memang versi 1.4 ini enggak mendukung refresh rate yang tinggi ya. Jadi kayaknya mentok di 30 Hz aja gitu. Untuk aktivitas juga lumayan lengkap. Ada WiFi 6 yang sudah dual band terus terus ada Bluetooth 5.3. Lanjut ngomongin soal performa, laptop ini pakai Intel Core Ultra 5 225H yang core-nya ada banyak sekitar 14 core dengan konfigurasi 4 core atau performance core. Terus ada 8 ekore atau efisiency core dan 2 ekore tambahan yang didesain lebih hemat daya. Clock speed-nya ada di 1,7 GHz yang bisa kita boost sampai 4,9 GHz. Case-nya juga gede, ada sekitar 18 MB. Jadi lumayan enak buat multitasking. Satu kelebihan dari seri ultranya Intel adalah adanya NPU atau Newal processing unit atau otak khusus buat ngerjain tugas-tugas AI. Intel sih nyebutnya sebagai Intel AI boost ya dan kemampuannya itu bisa sampai 13 tops atau ter operation per second. Dia bisa mengerjakan pemrosesan AI yang mana dengan adanya NPU ini beban kinerjanya enggak dibebankan ke CPU atau GPU. Soal A sendiri di keyboard-nya ada tombol khusus buat copilot seperti yang saya bilang tadi. Jadi buat yang belum tahu, Microsoft Copilot itu Assistant AI yang bisa melakukan banyak hal. Kalau Google itu punya Gemini dan kalau Microsoft punya Copilot. Lanjut ke bagian GPU. Dia pakai Intel Graphics. GPU-nya lumayan menurut saya karena saya coba main beberapa game di Steam dia masih playable. Terus main Gin Impact di settingan rendah juga lumayan oke, tetap playable lah. Dan FPS-nya juga stabil menurut saya. Tapi yang namanya GPU on board enggak bisa berekspektasi banyak apalagi coba-coba buat ngejalanin game-game berat karena bisa dipastikan laptop ini enggak akan sanggup menurut saya. Untuk RAM berukuran 16 GB dan bisa kita upgrade kalau kalian merasa kurang besar. Untuk storage berukuran 1 TB M2 NVME PCI 4.0 SSD. Kecepatan storage-nya ada di 6331 MB/s untuk kecepatan bacanya dan 5185 MB/s untuk kecepatan tulisnya. In real life usage, laptop ini menurut saya cukup oke, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang ya gak terlalu berat lah. Misalnya ngerjain desain pakai aplikasi Kanva, terus kita juga bisa ngedit video dengan aplikasi CapCut yang mana cukup lancar di laptop ini ya. Pokoknya pekerjaan-pekerjaan yang enggak butuh processing yang terlalu berat dan menurut saya laptop ini udah lebih dari cukup. Untuk pengujian benchmark angka-angka yang didapatkan sebagai berikut. Speaker di laptop ini punya embel-embel Dolby Atmos dan microfonnya juga punya embel-embel AI noise cancellation. Seperti yang saya bilang tadi, untuk kualitas suaranya sendiri saya enggak begitu suka karena dalam posisi volume mental talk suaranya agak gimana ya, agak kurang aja gitu. Label Dolby Atmos juga enggak terlalu ngebantu. Saya ngerasa suaranya masih kerasa kurang kencang aja kayak kurang tebal dan kerasa enggak begitu enak buat dengarin musik atau dipakai buat nonton film gitu. Jadi saran saya untuk melakukan dua hal tersebut ya memang mau enggak mau harus pakai headphone atau TWS atau speaker eksternal mungkin. Intinya speaker bawaannya enggak begitu bagus menurut saya. Untuk keamanan, laptop ini punya webcam yang dilengkapi dengan sensor inframer yang bisa kita pakai untuk unlock laptop menggunakan Windows Halo. Ada juga slider fisik di webcam-nya kalau kita merasa insecure sama webcam laptop kita. Lanjut ke baterai. Laptop ini punya baterai berukuran 70 watt hour yang menurut saya sudah lumayan oke untuk sebuah laptop kecil ya. Asus mengklaim kalau laptop ini bisa bertahan sampai 20 jam pemakaian. Cuma nyatanya saya gak tahu kenapa untuk sampai 8 jam aja loot ini masih susah ya. Apalagi kalau dipakai untuk kerja dengan load yang sedikit lebih berat. Misalnya kayak ngedit video pakai cap yang saya bilang tadi atau dipakai buat main game beberapa jam gitu. Intinya daya tahan baterainya tentatif ya, tergantung dari beban penggunaannya. Untungnya laptop ini mendukung fast charging yang diklaim bisa mengisi baterai dari 0 sampai 60% dalam waktu 49 menit aja. Yang saya suka adalah laptop-laptop Asus sekarang sudah beralih dari kepala charger konvensional menjadi charger dengan input USB type C di charger laptop ini. Output maksimal output maksimalnya ada di 65 watt. Dan sekali lagi enaknya punya laptop yang bisa dicharge pakai USB type C. Pada saat kita mau traveling gitu, kita enggak perlu bawa banyak charger gitu. Jadi cukup bawa satu charger aja dengan port USB type C dan bisa kita pakai untuk ngecas laptop, handphone, tablet, dan lain-lain. Kesimpulannya menurut saya laptop ini asik. punya prosesor yang lumayan ngebut, Intel Core Ultra 5 dan memang kayaknya fokus untuk penggunaan yang cukup balance antara performa sama durability baterai. Prosesing EA ini juga bisa berjalan cukup baik di laptop ini karena memang dia punya NPU khusus yang ditugaskan untuk mengolah semua processing berbasis AI. Tapi ada beberapa catatan yang mau saya sampaikan ke kalian tentang laptop ini karena memang ee enggak ada laptop yang sempurna gitu. Termasuk laptop ini yang pasti punya kekurangan dan punya kelebihan. Untuk kelebihannya sendiri menurut saya pertama desainnya lumayan tipis. Walau enggak tipis-tipis banget ya, tapi udah lumayan. Feel-nya premium juga karena bodinya terbuat dari metal. Dia juga sudah punya durability yang tinggi karena punya sertifikasi email SDD 810H. Terus performanya juga cukup kencang di kelasnya. Terus dia juga punya fitur AI karena punya NPU khusus. Lalu baterainya cukup besar 70 wat hour. Layarnya juga lumayan lega dengan rasio 16 bukuran 14 inch. Layar juga punya sertifikasi TV Rline biar mata kita enggak capek kalau ngelihat layar dalam waktu yang lama. Terus port-portnya juga lengkap, terus mm apalagi ya? Ya pokoknya fitur keamanan juga lumayan oke, tapi ya enggak punya sens jari sih. Tapi kita bisa pakai Windows Hello. Lalu ada juga slider phisik di webcam-nya buat keamanan supaya kita enggak diintip gitu dan masih banyak lagi lah pokoknya. Tapi seperti yang saya bilang tadi, ada kelebihan pasti ada kekurangan juga. Saya juga melihat beberapa poin yang menurut saya bisa jadi pertimbangan sebelum kalian membeli laptop ini. Pertama adalah kualitas speakernya yang menurut saya enggak bagus-bagus amat, bahkan terasa biasa aja gitu. Terus akurasi warna di layarnya juga enggak oke menurut saya karena memang enggak didesain buat penggunaan yang membutuhkan akurasi warna yang tinggi pada layar gitu. Terus HDMI-nya juga masih pakai versi 1.4. Untuk penggunaan standar masih oke, tapi enggak support refreshernya tinggi gitu. Kekurangan terakhir menurut saya ya enggak ada diskret GPU. Jadi GPU-nya cuman ngandelin Intel graphics bawaan prosesor yang walaupun sudah lumayan oke buat dipakai main game ringan, tapi memang GPU ini tidak didesain buat processing grafis yang berat. Lap ini dijual dengan harga mulai Rp jutaan yang mana menurut saya harganya lumayan oke. Buat kalian yang nyari laptop kecil, performa kencang, baterainya tahan lama, dan ada fitur AI-nya dan AI-nya itu bisa diandelin gitu, bisa masukin laptop ini sebagai pilihan. Terakhir soal garansi. Laptop ini punya 3 tahun international warranty yang berlaku di 114 negara dan 140 service center di seluruh Indonesia. Terus dia juga dapat 1 tahun Asus VIP perfect warranty. Artinya Asus akan cover 100% biaya perbaikan dan sparep terhadap kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian. Buset baik banget ini Asus. Jadi kalau ada budgetnya silakan dibeli. Lapus. Yeah.
