UI Bersih, Fitur Berlimpah, Performa Kencang, Kamera Keren: Review Motorola Edge 60 Pro (YouTube Video)
Ini adalah smartphone terbaik Motorola saat ini ya di pertengahan tahun 2025. Motorola H60 Pro. Ini adalah contoh smartphone dengan UI yang sangat menarik menurut kami. Tidak ada iklannya dari luar tampak seperti Android Polos. Tanya begitu dibedah ternyata fiturnya luar biasa. Terutama fitur produktivitasnya ini belum ada lawannya ya untuk kelasnya ya. Sos-nya pakai Dimens City 8350. Performanya jadi kencang nih. Bodinya juga tipis dan ringan. Baterainya awet di 6000 mAh. Bodinya juga udah pakai IP68 dan IP69. Chargernya wah 90 watt di sini. Layarnya AMOLED dengan desain yang curve. Untuk kas harganya ternyata kemampuannya melampaui harapan kami, terutama kalau dipakai untuk jadi alat kerja. Penasaran? Simak review kita kali ini. Oke, Motorola H60 Pro yang satu ini adalah smartphone kelas flagship dari Motorola. Setidaknya untuk Indonesia ini adalah opsi terbaik yang mesti didapatkan saat video ini dibuat. Memang motor punya varian Edge Ultra, tapi untuk H60 ini belum ada kepastian apakah itu masuk resmi ke Indonesia atau tidak. Jadi daripada berharap sama yang enggak pasti, mending kita bahas yang pasti-pasti dulu aja. Kita mulai dari paket penjualannya. Tentunya di sini ada unit smartphone-nya, lalu ada case, ada kabel USBC, dan ada chargernya. Ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 90 watt. Kemudian ada sim ejector, ada paket dokumen, dan ada kartu perdana dari Excel. Paketnya cukup lengkap ya, tapi sedikit berharap bahwa motor juga menyertakan screen protektor bawaan nih ya. Jadi kalau kalian butuh banget screen protektor itu sekarang harus cari sendiri dulu. Nah, untuk desain ini adalah smartphone yang menurut kami lumayan anti mainstream. Back cover-nya vigen leather yang membuatnya terasa nyaman saat digenggam dan gripnya juga terasa lebih mantap ya. Nah, untuk opsi warna ini berani banget nih ya. Ada tiga warna, ada Panton dazling blue, ada Panton Shadow, dan ada Panton Sparkling Grape yang menjadi hero color Motorola kali ini. Ya, unik-unik ya opsi warnanya ya. Kami termasuk yang bisa mengapresiasi karena jadi terasa beda aja begitu lagi di tongkrongan ya. Apalagi yang di tangan saya ini ya. Ee kata orang Indonesia sih katanya warna janda ya. Tapi harusnya ini mungkin artinya warna yang menggoda. Oke. Adanya nama panton juga bukan sembarang nama aja di sini ya. Motorolla memang ada kerja sama khusus dengan panton dan opsi warnanya sudah divalidasi oleh panton juga. Selain keren, bodinya juga terasa tipis dan ringan nih. Dimensinya 160,7 * 73,1 * 8,2 mm dengan bab sekitar 186 gr. Ini cukup impresif ya. Padahal di dalamnya tuh ada baterai besar 6000 mAh. Bodinya sendiri udah disertifikasi IP rating IP68 dan IP69. Jadi tahan debu dan juga tahan kalau misalnya enggak sengaja diceburin ke dalam air ya. Bahkan kalau kena semprotan jet dengan suhu ekstrem yang sekitar 80 derajat Celcius itu masih aman. Tapi walaupun demikian itu cuma buat jaga-jaga aja, bukan untuk sengaja ditenggelamkan apalagi dibawa berenang. Jangan ya. Atau mungkin mau diajak cuci steam, jangan. Jangan iseng. Walaupun mungkin kalau enggak sengaja kena jetnya masih aman, tapi ya jangan diisengin. Jangan sok pamer-pamer gitu. Oke. Nah, tidak cuma IP rating, bodinya ini juga sudah disertifikasi military grade, military standar 810H. Nah, perlu diingat walaupun dia sudah lolos uji ketangguhan tapi lagi-lagi bukan berarti kalian harus banting-banting kalau lagi di tongkrongan. Enggak perlu. Lagian juga ya kalau tongkrongan bilang, "Eh, lihat nih HP gua nih jeder." gitu dibanting. Jangan gitu ya. Oke, sekarang kita lihat di sisi kanan ada tombol power, tombol volume up and down ada satu lubang yang tadinya kami kira mikrofon, tapi saat dites untuk merekam suara ini tidak berfungsi seperti mikrofon seperti biasanya. Kami sudah nanya ke pihak Motorola dan kata mereka ini adalah mikrofon tambahan spesial untuk noise cancellation saat lagi telepon dan untuk media playback juga. Oke, beralih ke sisi atas ini ada mikrofon. Kemudian di s kiri ada sebuah tombol yang disebut sebagai AI key. Ini untuk manggil AI assistant-nya moto. Tekan dan tahan untuk manggil AI-nya ya. Tekan dua kali untuk menjalankan fitur catch me up atau pay attention. Fitur apa sih nih? Nah, singkatnya catch me up ini untuk merangkum isi notifikasi. Sedangkan pay attention itu untuk memanggil aplikasi recorder suara bawaan. Dengan recorder bawaan ini kita bisa merekam suara, mentranskripsi, dan merangkum percakapan. Beralih ke bawah ada SIM tray dual SIM tanpa slot micro SD. Lalu di sebelahnya ada mikrofon dan di sebelahnya lagi ada port USB 2.0 serta ada grill speaker. Speaker ini stereo ya dengan pasangan yang ada di bagian earpiece. Nah, untuk pembagian suara speaker masih dominan untuk speaker bagian bawah. Memang di telinga kami porsinya berasa 70% di speaker bawah dan untuk earp-nya sekitar 30%. Suaranya cukup jernih dan rapi. Dipetai nonton atau gaming asyik-asyik aja menurut kami enggak ada masalah di sini. Oke, beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,7 inci. Panelnya Violet ya. Resolusinya 2712 * 1220 pikel. Layarnya dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 7i. Refresh rate-nya up to 120 Hz dengan kemampuan adaptif dari 60 sampai 120 Hz. Untuk touchpling rate-nya diclaim up to 300 Hz. dipakai untuk tap-tap atau swipe-swipe tidak terasa ada delay mengganggu. Layarnya tergolong responsif sih. Untuk brightness diklaim bisa mencapai kisaran 4500 nit untuk peak brightness. Nah, saat kami uji brightness maksimum untuk indoor itu ada kisaran 500 nit dan ketika kita melakukan simulasi outdoor beratnya bisa naik di atas 1400 nit. Ini udah sangat tinggi untuk full screen brightness dipakai outdoor siang ya terik di bawah matahari itu aman enggak ada masalah. Nah, terkait warna layar, ada beberapa mode warna yang disediakan di sini. Ada vivit, natural, dan ada radian. Untuk vivit, gamut coverage-nya ada di 98,8% di IP3 dengan gamut volume di 114,9% DCI IP3. Untuk natural, gamut coverage-nya ada di 98,7% sRGB dan gambut volum-nya di 104,6% sRGB. Untuk radian, gambut coverage-nya di 99,3% DCI IP3 dan gambut volume di 107% DC IP3. Radian ini seperti opsi yang ada di tengah-tengah lah ya. Nah, kalau lihat secara langsung memang paling gonjleng tuh yang vivit ini buat nonton dan gaming. Asik nih. Tapi kalau diasakan terlalu menyala warnanya ya kita bisa pakai opsi radian. Nah, kalau untuk natural akan lebih cocok untuk editing content tentunya. Oh ya, walaupun dia pakai layar OLED, tapi entah kenapa di sini belum ada fitur always on display. Kalau dilihat dari pernyataan resmi Motorola, fitur AOD ini hanya tersedia untuk unit yang ada di India. sayangnya yang Indonesia belum kebagian, tapi paling enggak sudah ada fitur in display fingerprint scanner dan untuk fingerprint-nya sendiri cukup cepat dan akurat. Lanjut kita ke atas layarnya. Di sini ada earpiece untuk nelepon dan ada kamera selfie 50 megap. Sensornya pakai ISOCEL GNS, bukaannya F2.0. Dan ini adalah kamera Fixed Focus. Perekaman video up to 4K 30 fps dan 1080p 60 fps juga bisa. Beralih ke sisi belakang ada modu kamera plus 1 LED flash. Untuk kameranya ada tiga ya, terdiri dari kamera utama 50 megapel. Ini pakai Sony Lia yang 700C, lalu bukannya F1.8 dan dilengkapi dengan optical image stabilizer. Autofokus tentunya ya. Perekaman video up to 4K 30 FPS dan 1080p 60 fps juga bisa. Untuk slow motion dia bisa up to 1080p 120 fps. Kemudian ada kamera ultrawide 50 megapel sensornya ISOCEL GNS lagi. Bukanya F2.0 dan autofokus. Dan kamera ini bisa digunakan sebagai kamera makro. Wah, mantap nih ya. Nah, kemudian untuk perekaman videonya itu up to 4K 30 fps dan 1080p 60 fps juga tersedia di sini. Lalu ada kamera telefoto 10 megapel ini tiga kali optical zoom ya, sensornya ISO lagi. Bukannya f2.0 dan autofokus juga. 1080p 60 fps juga bisa. Oh ya, tele ini pakai optical image stabilizer ya. Nah, perekaman video 4K 30 dan 1080 p 60 fps yang merata di semua kamera ini adalah hal yang langka di kelas harga smartphone yang satu ini. Biasanya ada lah salah satu kameranya yang jomplang. Kalau ini enggak. Merak semua. Depan belakang tele, ultrawide sama semua. Tapi apakah kemampuan kameranya memang sehebat itu? Nanti kita lihat di pengujian kamera ya. Nah, untuk fitur ekstranya sendiri ada banyak yang bisa dilihat di menu kameranya berikut ini ya. Nah, kalau ditanya apa yang unik menurut kami yaitu adanya promote untuk kamera selfie. Nah, ini fitur yang jarang ada meskipun untuk saat ini baru bisa untuk foto aja. Semoga ke depannya motor bisa mempertimbangkan fitur ini supaya ada di video juga ya. Penting nih buat yang ngonten nih ya. Nah, lanjut untuk spesifikasi internal. SOC-nya pakai Dem City 8350. RAM-nya 12 GB LPDDR 5X dengan fitur RAM boost yang bisa nambahin 12 GB lagi. Untuk storage 256 GB UFS 4.0. Untuk versi Indonesia hanya ada opsi satu itu aja ya. Untuk opsi storage lebih besar belum direncanakan akan masuk resmi di Indonesia. Semoga nanti ditambahin lagi ya. Siapa tahu ada yang 512 lebih asyik lagi mungkin ya. Lalu untuk baterai 6000 mAh lagi-lagi ini impresif mengingat bodinya yang tipis dan ringan. DX Mark bahkan menyatakan bahwa smartphone ini punya skor baterai terbaik saat ini. Nah untuk wire charging-nya dia mencapai 90 watt dan support reverse wire charging 5 wat ya. Untuk wireless charging-nya juga bisa. Ada di sini 15 watt. Reverse charging ini belum bisa saat kami coba untuk nge-charge TWS ya, tidak jalan dan di menu juga enggak ada opsinya entah kenapa. Nah, untuk bypass charging sayangnya di sini belum bisa. Untuk sensor tentunya ee aman ya. Semua sensor esensial tersedia. Giro juga udah hardware di sini. Nah, untuk konektivitas tentunya dia langsung 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Wii-nya 6e. Untuk Wii sharing tersedia di sini. Lalu Bluetooth-nya versi 5.4. Knya ada banyak dan bisa dilihat di menunya berikut ini. Untuk USB OTG ya udahlah udah pasti bis di sini NFC pun ada. Sayangnya untuk display output memang belum bisa. Nah, oke untuk OS dia menggunakan Hello UI dengan basis Android 15. Motor menjanjikan tiga kali Android update dan 4 tahun security update. Komitmen yang sudah cukup menurut kami ya. Dari segi tampilan sekilas seperti Android polos atau banyak yang bilang stok Android atau yang bilang ee vanila gitu ya, vanila Android ya. Tapi saat kami telusuri fitur-fiturnya, buset. ini ternyata sangat-sangat melimpah dan hampir semua yang kami temukan itu berguna banget. Bukan asal nempel fitur aja misalnya fitur keamanan tidak cuma pakai in display fingerprint scanner ada face unlock juga tapi ada juga yang namanya Moto Secure 5.0. Di dalam moto secure ada fitur app lock di mana kita bisa mengunci setiap aplikasi. Jadi jika mau dibuka akan minta password atau biometrik terlebih dahulu. Misalnya enggak mau sosial media kita dibuka orang sembarangan bisa nih pakai fitur yang satu ini. Ayo mau dipakai buat apa? Yuk. Oke, ada si catatan ya. Ee saat ini entah kenapa pilihan app yang bisa dikunci itu terbatas. Galeri seperti Google Photos itu belum bisa dikunci. Nah, kemudian fitur security lain adalah Secure Folder. Ini sebuah ruang penyimpanan terpisah untuk aplikasi dan file yang ingin kita sembunyikan. Jadi, aplikasi dan file yang kita masukkan ke dalam sini akan butuh password khusus supaya bisa dibuka. Ini tentunya akan membuat si HP ini akan lebih aman. Apalagi kalau mungkin dicolong orang gitu ya, aman banget jadinya ya. Ada juga fitur family space untuk menciptakan ruang beraktivitas khusus untuk orang tertentu, misalnya untuk anak kita. Ya, di dalam family space ini kita bisa mengatur aplikasi apa saja yang boleh dibuka dan durasi screen time anak kita juga bisa di-setting dari sini. Dan si anak itu tidak bisa mengakses aplikasi di luar family space karena butuh utentifikasi dari kita sebagai orang tuanya. Nah, dari segi produktivitas ada fitur Smart Connect. Ini merupakan fitur ekosistem Android dengan Windows yang dikembangkan oleh Motorola dan Lenovo. Intinya dengan smart Connect kita bisa membuat smartphone ini bekerja sama dengan laptop Windows kita. Misalnya mau jadi webcam bisa ada fitur copy paste antar device juga. Misalnya kita copy teks dari laptop, kita paste di smartphone ini juga bisa. Atau mungkin mau mengandalkan isi smartphone dari laptop bisa juga di sini. Bahkan ada desktop mode juga. Jadi tampilan layar smartphone yang ada di laptop Windows kita bisa diubah seperti desktop dan kita bisa membuka beberapa Windows secara bersamaan. Oh ya, ini semua dilakukan secara wireless ya tanpa perlu terhubung pakai kabel. Syaratnya hanya butuh login ke akun smart connect yang sama dan terhubung ke jaringan Wii yang sama. Kemudian untuk dari si laptop, kita perlu instal dulu smart connect via Microsoft Store. Tenang, laptop atau PC Windows apapun bisa, enggak mesti harus pakai laptop Lenovo. Nah, Smart Connect ini fitur killer ya menurut kami, terutama untuk mendukung pekerjaan kalian yang mungkin butuh sering bolak-balik smartphone dan laptop Windows. Nah, di awal kita ada mention soal tombol AI ke Qy, sebuah tombol khusus untuk memanggil moto AI. Selain fitur yang bisa diakses lewat tombol ini, sebetulnya ada fitur AI lain juga nih. Nah, kalau kita buka app Moto AI di dalamnya tuh ada menu Image Studio. Ini bisa untuk generate gambar pakai AI. Cara bikin gambarnya bisa macam-macam. Bisa pakai prom, bisa juga upload foto kita, lalu nanti kita jadikan Avatar AI. Bisa juga untuk membuat stiker, generate wallpaper. Dan yang paling menarik menurut kami adalah Sketch to image. Ada juga di sini. Dengan sketch to image, kita cukup gambar versi asal-asalan aja. Misalnya kita mau gambar bintang, nanti AI-nya akan generate gambar bintang yang lebih keren. Asiknya lagi kita akan diberikan beberapa opsi. Jadi bukan cuma satu hasil generate saja. Moto AI juga bisa kita gunakan untuk mengenali konten yang lagi ada di layar. Dan AI-nya bisa merekomendasikan beberapa kegiatan berikutnya. Moto menyebutnya sebagai moto AI next Move. Contohnya nih, kita lagi chat WA sama teman mau ngobrolin soal mau makan pizza gitu misalnya ya. Panggil moto AI dan akan muncul beberapa suggestion seperti create pizza sticker. Nanti AI-nya akan generate beberapa gambar pizza untuk jadi stiker di WA. Ada juga fitur lintas perangkat menggunakan Smart Connect dan Moto AI. Buka moto AI dari HP. Berikan perintah suara open Instagram on PC misalnya. Nah, nanti tampilan Instagram akan muncul di layar PC kita. Terlalu banyak fitur luar biasa di smartphone ini. Rasanya setengah jam juga akan kurang kalau kita mau bahas dari awal sampai habis untuk semua menu-menunya ini ya. Nah, yang jelas ini adalah salah satu UI Android yang berhasil membuat kami terkesan. Polos di luar, tapi canggih di dalam. Mungkin banyak yang penasaran juga di UI Motorol ini ada iklannya enggak sih? Bersih, enggak ada iklannya, Bos. Aman. Untuk blotware tuh ada dikit lah ya. Tapi itu enggak ganggu sih sebenarnya. Notifikasi tidak aktif secara default. Lalu kalau mau dihilangkan memang tidak bisa diuninstal, tapi paling tidak bisa kita disable. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian performanya. Kita mulai dari benchmark dulu ya. Di sini tidak ada opsi mode performa pada menu settings. Jadi, benchmark kita uji apa adanya aja. UnTutu 10 dulu kita dapat 1,3 jutaan. Udah lumayan nih ya. Geekbench 6 single core 1401 dan multiore di 4.57. JFX Bench Carse offsreen 1080p 104 fps. 3x sling shot Extreme Unlimited graphic scor-nya di 19.746. Trmax solar Bay ya yang rate racing itu dia dapat 18 fps. Sekarang kita coba lihat stress testnya dengan 3D wildlife stress test. Bas scor-nya ada di 11.000. 1184 dengan low score di 4.670, stabilitynya jadi 41,8%. Ini hal yang wajar mengingat bodinya tipis dan memang perlu ada rem ketika smartphone-nya mulai memanas. Setidaknya tidak muncul notif overheat sama sekali, aman. Nah, kalau kalian mau stability yang ekstra ya tinggal pasangin kipas aja. Dia bisa naik ke 96,5%. Responsif banget ya. Overall skore benchmarknya terhitung sangat kencang di sini. Level performanya masih sangat pantas untuk harga yang ditawarkan. Oke, sekarang kita uji untuk gaming ya. Di sini kita bisa mengatur mode performa saat masuk dalam game. Tinggal buka overlay game tool kit. Lalu di sini ada opsi performanya. Pilih turbo untuk performa yang maksimal. Dan yang unik, motornya juga punya FPS counter bawaan. Kita bisa melihat frame rate, CPU load, RAM, dan juga suhu core CPU. Kita mulai dulu dari Mobile Legends. Setting grafisnya terbuka itu sampai ultra dengan frame rate di super yang artinya mentok di 90 fps. Saat dimainkan game itu jalan dengan sangat lancar di 90 fps. Seenggaknya kita coba 3 match dan dia masih lancar di kisaran 90 fps. Terus lanjut untuk Real Racing 3. Game ini bisa berjalan di 120 fps dengan lancar. Ada sedikit tips ya diis ini ya. Kalau game ini ternyata tidak berjalan di atas 60 fps, padahal seharusnya bisa. Solusinya adalah atur refresh rate layar lewat overlay game tool kit yang tadi. Di sini ada opsi untuk set refresh rate layar untuk setiap game. Tinggal style aja jadi 120 fps. Beres. Niat banget ini tools-nya, ya. Lanjut ke subway server. Sama di sini juga ya, kita bisa dapat 120 fps mulus dan lancar. Lanjut untuk PUBG Mobile. Untuk setting maksimum yang kita dapatkan adalah grafisnya smooth dengan frame rate di ekstrem. Artinya dia mentok di 60 fps. Sayangnya developernya belum buka setting yang lebih tinggi di sini ya. Padahal ini bukan karena SOC-nya enggak kuat, ini lebih ke arah kurang kerja sama aja antara Motorola dengan developernya PUBG. Kalau cuma segini sih keentengan ya. Semoga di update mendatang bisa lebih dari yang satu ini. Untuk Jero bagaimana? Aman, mulus, lancar, enggak ada masalah kan hardware ya. Lanjut untuk Gensin Impact setting-nya langsung HS 60. Kita coba main-main traveling eh seperti biasa ya selama setengah jam. Frame rate itu bisa bertahan di kisaran 55 sampai 60 fps untuk 4 menit pertama. Setelah itu frame rate turun dan ditahan di kisaran 50 fps sampai menit ke-12. Setelah itu turun lagi ke 40-an FPS sampai pengujian selesai. Hal yang kami suka walaupun frame rate-nya turun adalah penurunannya itu rapi dan stabil di sini. Jadi saat kita mainkan tidak terasa patah-patah yang mengganggu karena dia tidak naik turun naik turun naik turun gitu ya. Oke, sekarang kita cek suhunya. Di layar itu terpanas di 43 derajat Celcius. Di body belakang terpanas di 45 derajat Celcius. Penyebaran di back cover tergolong belum terasa baik di sini ya. Suhu dominan di area samping kamera tempat SOC berada. Kabar baiknya penggunaan kipas ini ada efeknya di sini. Nah, kalau kita pakai kipas frame rate-nya tuh tidak turun dan bisa dipertahankan di kesaran 55 sampai 60 fps. Terus masih ada sedikit frame drop di beberapa bagian, tapi overall pengalamannya jadi jauh lebih baik. Nah, untuk ranking tanpa kipas kita bisa kasih A+. Kalau pakai kipas langsung S ya. Untuk smartphone yang bukan tujukan untuk gaming ini adalah hasil yang impresif. Oke, lanjut ke watering waves. Kita coba setting mentok kanan dan hasilnya frame rate masih fluktuatif di kisaran 30 sampai 50 fps. Ini cukup lancar dimainkan. Tapi ketika sudah panas, frame rate-nya akan lebih ditahan di kisaran 30 fps atau ya kalau mau mantap pakai kipas karena game ini memang termasuk game yang berat. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Seperti biasa bareng sama Kris ya. Di tangan saya kali ini sudah ada Motorola H60 Pro. Jadi langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Yang lagi kalian lihat sekarang adalah kamera selfie-nya di 4K 30 fps saya rekamnya. Dan seperti biasa, yang kita mau cek pertama kali adalah kemampuan mikrofonnya. Yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smaponya. Saya enggak pakai mikrofon nasional di sini. Kalau untuk video sehari-hari atau vlogging kayak beginilah kurang lebih. Gimana menurut kalian suaranya? Udah cukup bagus atau belum? Kalau menurut saya pribadi kualitas mikrofonnya bagus banget ya. Untuk vokal saya terdengar sangat jernih, sangat jelas dan juga untuk noise di sekitar enggak terlalu masuk juga sih. Di posisi saya sekarang ini tuh lagi di roof toop. Jadi lumayan ada angin di sekitar dan di dekat saya juga ada suara mesin pompa air sih. Nah, kalian bisa dengar enggak ada suara mesin pompa air di dekat saya ini? Kalau kalian enggak terlalu dengar, sepertinya mikrofonnya memang punya algoritma noise reduction gitu ya. Jadi lumayanlah suara vokal kita yang jelas di sini. Sekarang kita lanjut bahas kamera selfie-nya. Untuk video selfie-nya gambar sudah terbilang sangat bagus. Untuk kelasnya detailnya pas dan ketajamannya juga pas. Saya suka dengan skin tone yang dihasilkan. Soal dynamic range, sekedar oke aja, belum yang luar biasa. Di kondisi cahaya yang sulit, wajah masih bisa terekspos dengan cukup baik. Tapi area terangnya terlihat masih over expose. Tapi ini di lighting yang sulit ya. Kalau di kondisi cahaya ideal hasilnya bagus-bagus aja. Saat kita coba di 1080p 60 fps. Micrange-nya juga mirip-mirip aja. Tetap konsisten mau di 30 fps atau 60 fps mirip-mirip aja. Oke, berikutnya kita cek stabilizernya. Kita coba di 4K 30 fps hasilnya bisa stabil ya. Dan stabilizernya ini termasuk yang rapi. Di bawah lari pun stabilizernya tetap bekerja dengan baik. Di mode 1080 p 60 fps juga sama. Dari segi stabilizernya sudah terhitung bagus. Lanjut ke kamera utamanya. Videonya udah oke banget nih. Detail tergolong mantap. Ketajamannya juga pas. Untuk saturasinya cenderung lebih tinggi, cuman belum sampai level yang berlebihan kok menurut saya. Saat kita coba di 1080p 60 fps, entah kenapa seperti ada sedikit pergeseran warna ya ketimbang di 30 fps-nya. Warnanya seperti tidak sepekat saat mode 30 fps. Soal dari mid range ini udah cukup baik. Sisi gelap terangnya cukup bisa terlihat dengan baik. Di 1080p p 60 fps juga mirip-mirip aja dari micrange-nya. Overall udah lumayan oke lah. Soal stabilisasi video asyiknya ini bisa stabil ya. Saya tes di 4K 30 fps aman. Dibilang stabil level gimbal sih belum ya. Kedut-kedut sedikit mah masih ada. Cuman ini overall masih tergolong rapi lah buat saya. Saat dibawa lari juga masih tergolong stabil. Kalau kata Motorola sih stabilizer videonya juga ada peran dari moto AI-nya di mode 1080p 60 fps. Kalau di mata saya sih stabilizernya mirip-mirip aja ya seperti di 30 fps tadi. Sekarang kita lanjut ke kamera ultra wide-nya. Di kondisi terang hasilnya cukup bagus. Detailnya selama enggak dipixel pip masih tergolong oke lah. Soal warna agak beda jika dibandingkan dengan kamera utamanya terutama di skint tone dan warna hijau sih. Kalau di sini saturasinya enggak setinggi di kamera utama kalau menurut saya sih. Asiknya kamera ultrawide-nya juga bisa merekam di 60 fps ya. Enggak cuma di kamera utamanya aja. Untuk dari micrange di sini sudah lumayan oke. Belum sebaik kamera utamanya sih memang kalau menurut saya area gelapnya masih kurang terangkat sedikit sih. Pengujian kami konsepnya point and shoot ya. Kalau memang butuh lebih terang tinggal diatur manual aja exposure-nya. Kita juga coba di 1080 p 60 fps. Dynamic range-nya mirip-mirip aja. Untuk stabilisasi video aman, videonya bisa stabil. Malah menurut kami stabilizer di kamera ultrawide-nya ini malah paling rapi ketimbang kamera lainnya. Di 1080p 60 fps juga bisa stabil dan stabilizernya tetap terhitung rapi di sini. Sekarang kita lanjut ke kamera tele tiga kalinya. Di kondisi terang hasilnya udah oke banget. Soal warna saturasinya lebih mendekati kamera utamanya. Kamera telenya juga bisa merekam di 60 fps. Jadi konsisten ya perekaman videonya untuk semua kameranya. Enggak ada yang belang di sini. Untuk dari micrange di sini terlihat wajah bisa terekspos dengan baik. Tapi area terangnya masih terlihat over expose. Tentunya kalau memang butuh area highlight terlihat bisa pakai slider manual exposure aja. Di 1080p 60 fps hasilnya juga mirip seperti di 30 fps ya. Tidak ada perbedaan yang signifikan. Untuk stabilizer video sebetulnya ini tetap aktif ya. Tapi namanya kamera tele masih wajar kalau belum bisa sesabil kamera utama atau ultrawide-nya. Setidaknya stabilizernya tetap bisa aktif ya meski kita pakai mode 60 fps. Terkait pengalaman multi kameranya, menurut saya Motorola masih perlu upgrade dari segi kemulusannya. Kita tetap bisa pindah kamera langsung saat lagi merekam video. Tapi masih terlihat patah-patah sedikit. Dan ada sedikit SKB juga di mana ini hanya berlaku untuk 30 fps aja. Saat kita pakai 60 fps, fitur pindah-pindah kameranya jadi tidak bisa berfungsi. Kalaupun ada fitur zoom, itu hanya digital zoom aja. Sekarang kita lanjut untuk low light. Kamera selfie-nya masih cukup terang, detail cukup terjaga, tapi gambar terlihat graniny, terutama di area-area yang gelap. Di mode 60 fps gambarnya jadi lebih gelap ya. Tapi ini wajar karena 60 fps butuh cahaya lebih banyak. Kalau butuh terang di kondisi seperti ini baiknya pakai 30 FPS aja. Urusan stabilizer aman ya di sini. Jaternya ada sih, tapi masih di level yang wajar. 60 fps memang lebih rapi sedikit, tapi gambarnya lebih gelap ya. Kalau untuk kamera utamanya ini terbilang mantap. videonya masih bisa terang dan detail masih cukup terjaga. Gambarnya juga bersih, noise-nya minim. Bahkan di 60 fps pun itu aman ya, masih bisa terang gambarnya. Untuk jater stabilizer masih cukup terlihat saat merekam di 30 fps. Saat kita coba rekam di 60 fps bisa lebih rapi stabilizernya. Lanjut ke kamera ultrawide. Memang kualitasnya tidak setara dengan kamera utamanya ya, tapi ini masih masuk dalam kategori ultra wide yang lumayan bagus untuk low light. Detailnya masih lumayan. Noise juga tidak terlalu kentara dibandingkan dengan ultrawide 8 megapel yang ada di pasaran. Ini jelas lebih bagus ya. Saat kita coba rekam di 60 fps, gambar sudah terlalu gelap tapi ini masih normal. Ingat harganya jangan lupa. Flagship juga masih kesulitan kok untuk situasi seperti ini. Urusan stabilizer, videonya bisa stabil dengan jiter yang tergolong normal. Yang saya kaget saat dicoba di 60 fps, gaternya jauh lebih minim ketimbang di 30 fps. Lanjut lagi ke kamera telenya. Gambarnya terasa soft, tapi menariknya gambar masih cukup terang. Yang saya suka semua kameranya masih bisa mempertahankan frame rate di 30 fps, tidak drop ke 24 fps atau di bawahnya, termasuk kamera telennya. Ini kita juga coba di 60 fps, tapi rasanya kurang pas ya untuk situasi seperti ini. Kondisi low light seperti ini cocoknya pakai 30 fps aja. Sedikit catatan masalah klasik di kondisi low light seperti ini adalah kamera telenya belum tentu terpakai. Saat kita tekan tombol tiga kali zoom-nya, seringkiali ini adalah digital zoom dari kamera utamanya. Kamera telennya tidak akan dipakai kalau sistemnya menilai areanya kurang cahaya atau jarak fokusnya kurang pas. Nah, untuk autofokusnya gimana? Saya coba tes di kamera utamanya dulu. Ini aman ya, enggak ada masalah. Autofokusnya bisa berjalan dengan baik. Untuk kamera ultrawide-nya ternyata juga aman ya. Autofokusnya cukup lancar meski di low light seperti ini. Dan karena autofokus otomatis ultrawide-nya juga multifungsi bisa untuk shoot makro juga. Nah, sekarang kita lanjut ke fotografinya. Kalau untuk foto sih saya suka sekali ya dengan foto yang dihasilkan dari seluruh kameranya selama prosessing-nya beres. Maksudnya gimana tuh? Nih saya kasih lihat deh prosesnya dari kita jepret foto sampai fotonya terproses di galeri. Normalnya tuh begini. Di preview mungkin terlihat over expose ya, tapi pas masuk galeri jadi beres. Tapi ternyata ada situasi di mana saat fotonya sedang diproses hasil akhirnya bisa jadi kurang pas. Contohnya yang ini. Mestinya area over expos diredam, ini malah jadi dibiarkan over expose. Wajahnya doang yang terproses dengan baik. Lalu dari sisi poltrack mode juga masih butuh peningkatan. Area-area yang sulit seperti telinga dan kacamata itu masih belum rapi blurnya. Udah paling dua hal itu aja sih yang bisa saya protes. Semoga itu bisa di-fix via software update. Tapi sisanya beh ini. Bagi saya sih seru banget ya kalau ada smartphone yang bisa ngasih persaingan dari sisi kameranya. Enggak cuman performa doang. Untuk fitur ekstra ada beberapa, tapi saya cobain sebagian aja ya. Di sini tersedia slow motion 1080p 120 fps. Hasilnya sendiri tergolong bagus. Kalau mau lebih lambat bisa pakai 720p 240 fps. Tapi menurut saya kualitas gambarnya udah kurang oke. Di sini sedikit catatan fitur ini baru bisa untuk kamera utamanya aja ya. Kamera lainnya belum bisa. Lalu ada mode pro juga di sini dan ini bisa kita gunakan untuk foto di kamera utama, kamera ultrawide, tele, bahkan selfie-nya juga. Untuk detail pengaturan ISO dan shutter speed bisa dilihat aja di menu kameranya berikut ini. Sedikit lagi nih moto. Andai promot-nya bisa untuk video juga. Bakal lebih mantap nih kameranya. Yuk bisa yuk manual video ya moto. Oke overall kameranya tetap terhitung bagus ya. Sangat bisa bersaing untuk kelasnya. Tapi ada beberapa hal yang menurut saya kurang atau perlu ditingkatkan lagi oleh moto. Yang pertama processing foto yang masih bisa miss. Semoga ini segera difix. Kedua, kerapian bokehnya pada portrait mode itu perlu ditingkatkan lagi. Lalu, kemampuan dicelinnya entah kenapa kurang oke saat video. Tidak hanya di basic test, saat saya coba bawa jalan-jalan juga mengalami hal yang serupa. Lalu, telefotonya juga berpotensi tidak terpakai saat low light. Semoga Moto bisa kasih opsi on off fitur auto switch lens-nya ini. Kemudian sedikit berharap konsistensi warna antar kameranya bisa ditingkatkan lagi. Dari pengalaman saya yang cukup terasa itu bedanya saat pindah dari kamera utama ke ultrawide. Kalau utama ke tele masih cenderung mirip. Untuk saat ini itu aja yang bisa saya protes. Overall saya puas sama kameranya sih. Kelebihan yang sulit dilawan kompetitornya adalah tersedia kamera tele tiga kali zoom dan dilengkapi dengan Oce. Penting banget nih ada OS di tele. Yang bisa kasih tele ada sih, tapi ada OS-nya enggak. Lalu meskipun kamera telenya secara resolusi cuman 10 megapel, tapi ternyata masih sangat bisa diandalkan untuk berbagai situasi. Lalu saya juga mengapresiasi konsistensi perekaman video kameranya. Semua kamera bisa 4K 30 fps. Semua kamera bisa 1080p 60 fps semuanya loh ya. Ingat semuanya. Lalu hasil foto-fotonya juga bagus secara overall. Warna memang urusan selera sih, tapi saya pribadi suka sama warna yang dihasilkan. Stabilizer video pun tergolong rapi ya di sini termasuk baguslah di kelasnya. Lalu kemampuan low light-nya sangat bisa diandalkan untuk semua kameranya. Guok Motorola saya terkesan sama kameranya ini. Tinggal bebenah di software dikit lagi aja. Kalau sudah sih, beh bakal bikin kamera smartphone ini sulit untuk ditandingi. Sekian pengujian kameranya, kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Nah, sekarang mari kita lihat daya tahan baterainya. Untuk YouTube local video playback 1080p non HDR. Jadi, kita udah download dulu ya videonya dengan YouTube ya. Eh, baterai baru habis setelah 27 jam 21 menit. Oh, ini hasil yang sebetulnya melampaui harapan kami. Kami sudah pernah menguji baterai smartphone dengan SOC yang mirip ya dan baterainya memang sedikit lebih kecil, tapi itu cuma bisa bertahan sekitar 18 jam doang. Jadi, ini hasil yang cukup baik untuk 6000 mAh dan SOC yang digunakan. Sedikit berharap dia bisa mencapai 30 jam, tapi ya kami sudah cukup puas lah dengan kemampuan baterainya ini. Sepertinya memang tuning software-nya juga berperan besar di sini ya. Oke, lanjut. Untuk YouTube streaming selama setengah jam baterai turun 3% dan untuk swipe-swipe TikTok selama 30 menit baterai turun sekitar 4%. Untuk main Gensin Impact 30 menit highest 60 fps baterai turun 13%. Dari semua smartphone yang kami uji, kami belum bisa bilang ini baterai smartphone terbaik sih, tapi paling tidak ini sudah hasil yang bagus. Oke, sekarang kita coba chargingnya dengan charger bawan yang 90 watt ya. Dari 0 sampai 50% butuh waktu 21 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 58 menit. Untuk kapasitas baterya yang 6000 mAh ini udah cukup kencang, masih bisa di bawah 1 jam. Lanjut lagi untuk Netflix sudah L1 support AV1 juga tapi untuk HDR sayangnya belum di-support. Lalu untuk YouTube support playback 4K 60 fps HDR tanpa masalah di sini hatic feedback-nya. Nah, ini karena sudah pakai XAX linear motor. F getarannya saat mengetik itu sudah terhitung empuk, presisi, dan nyaman untuk digunakan. Sudah pantaslah ini disebut sebagai smartphone class flagship ya. Oke, sekarang kita bicara harga ya. Harganya ini cuma di R jutaan aja dan smartphone ini sudah bisa dibeli mulai tanggal 24 Juli 2025. Untuk detailnya yang lebih lanjut untuk info penjualan nanti akan kami update di dalam deskripsi. Jadi cek di deskripsi ya. Kita sekarang masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kameranya ini masih butuh perbaikan di beberapa bagian seperti yang sudah jelaskan di bagian pengujian. Lalu, performa smartphone ini untuk gaming berat udah bisa tapi disarankan sekali untuk pakai kipas kalau mau lancar terus dimainkan berjam-jam terutama kalau game-nya berat ya. Kemudian sayangnya belum dapat screen protektor bawaan. Jadi pengguna harus nyari sendiri screen protektornya. Dan karena ini layar yang melengkung ini agak sulit mungkin ya ketimbang layar yang flat. Opsi yang di pasaran juga ini harusnya masih sedikit nih sini. Lalu untuk case bawaan ini rasanya kurang protektif dan menambah bobotnya cukup signifikan. Kalau mau lebih aman saran kami sih cari case third party ya. Nah lalu untuk opsi storage ini cuma sampai 256 GB. Di persaingan kelas segini ya sudah mulai banyak yang lain yang menawarkan di 512 GB. Pastikan aja bahwa 256 itu udah cukup untuk kalian atau tidak. Dari segi kelebihannya, desain bodinya tipis dan juga ringan. Kemudian opsi warna yang ditawarkan itu sudah anti mainstream bangetlah ya. Performanya juga kencang untuk kas harganya. UI-nya ini bersih dari iklan dan kaya akan fitur produktivitas. Baterainya sudah tergolong awet. Charging-nya juga kencang. Charger masih ada dalam bok dong. Kemudian dia dapat proteksi IP68 dan IP69. Layar udah OLED 120 Hz. Hasil kamera tu kurang keren untuk foto dan juga videonya. Update OS 3+ 4. Di sini speakernya udah stereo, NFC ada, hepticknya juga berkualitas, ada in display fingerprint, konektivitasnya sudah kekinian juga. Nah, pada akhirnya smartphone ini cocoknya buat siapa sih? Nah, untuk kalian mencari pengalaman software Android yang beres, ini bisa jadi contoh yang sangat baik. Kalau kalian mencari smartphone untuk penunjang produktivitas, fitur-fitur software-nya akan sangat cocok banget, ya. Lalu untuk yang nyari baterai awet tapi bodinya harus tipis dan ringan ini akan jadi opsi yang pas juga. Ini juga akan cocok untuk yang mencari smartphone serba bisa atau yang allrounder. Kameranya oke, performa juga oke, speaker oke, layar oke, di kelas harganya. Ini adalah opsi yang sangat mudah untuk direkomendasikan. Kami salut dengan apa yang diberikan Motorola kali ini. Smartphone ini bisa memberikan pengalaman software yang menyenangkan dengan keseimbangan hardware yang tergolong pas menurut kami. Good job, Motorola. Semoga tetap konsisten menghadirkan smartphone canggih seperti ini. Saya Dedi Irfan, Jaka DTV. [Musik]
