ULTIMATE SMARTHOME: Samsung Z Fold 7 + SmartThings (YouTube Video)
langsung kebuka, cuy, kulkasnya. Dan seperti yang kalian bisa lihat ya, sekarang AC-nya tuh kayak posisinya tertutup padahal dia itu tetap ngedinginin ruangan. Yo, what's up, guys? And welcome back to Best IndTube channel sama gua Malvin. Dan di video kali ini gua pengen share ke kalian nih ya sebuah segmen baru yaitu bit Ultimate Smart Home. Nah, di sini gua bakal share ke kalian ya jernih-jernih gua ngisi rumah pakai gadget-gadget smart home pastinya yang bikin rumah jadi lebih pintar, membantu aktivitas sehari-hari dan pastinya bikin lebih nyaman. Nah, video hari ini gua pengen bahas dari lantai satu di rumah gua ini yang udah renovasi kemarin ya. Jadi anggapannya ini mini home tour yang udah gua isi sekarang dengan brand yang gua percaya, yang kualitasnya jelas dan udah dipakai sekian lama, yaitu dari brand Samsung dengan ekosistem Smart Things-nya. Nah, akan ada lima device yang kita bahas. So, siapin cemilan dan siapin minuman. Kita langsung aja mulai videonya. Let's go. Oke, sedikit gua rangkum di awal produk-produk yang bakal kita bahas itu akan ada TV, ada soundbar yang dipakai bareng TV-nya ya, ada AC dan juga kulkas yang super futuristik. Nah, keempat smart appliances tadi pastinya udah bisa dikontrol lewat aplikasi Smart Things. Jadi bisa jalan secara otomatis, enggak perlu repot-repot lagi setting sana sini atau gonta-ganti aplikasi. Cukup dari aplikasi Smarts aja karena udah kompatibel sama smartphone brand lain juga yang mana nanti kita bisa buat routins untuk ngeintegrasiin fiturnya. [Musik] Yes, baru empat karena satu lagi ada di kantong gua yaitu ini dia device yang dipakai buat ngontrol semua elektronik tadi yaitu si Samsung Galaxy Z Fold 7. Ya memang sih sebenarnya gak harus pakai HP lipat Samsung ini. HP Samsung lainnya juga bakalan bisa dipakai buat control panel ngatur si Smart Things tadi. Tapi kalau kalian pakai ZFT 7 ya dapat banyak benefit pastinya dengan layar yang lebih luas ya untuk jadi dashboard-nya si Smart Things. Terus ketipisannya nih juga ini juga menarik banget ya 4,2 mm pas terbuka ya. Lebih tipis dibanding iPhone tertipis gitu. Dan ya intinya as the whole package ini ya ultimate smartphone-nya Samsung gitu kan. Sesuai juga sama tema segmen kita yang ultimate smarthome. Nah, gua udah pakai HP ini kurang lebih 2 bulanan dan so far gua bisa bilang kalau ini HP terbaiknya Samsung lah. Beberapa poin plus yang gua rasain mulai dari cover screen-nya sekarang lebih lebar bikin usability layar jadi lebih optimal ya. Ngetik-ngetik enggak typo lagi. Layar dalam juga gede yang bikin multitasking. Misalnya buka YouTube sambil cekin Smart Things tadi juga jadi lebih gampang. Kamera juga dapat improvement yang signifikan. terutama di kamera utama yang udah pakai sensor sama kayak S25 Ultra 200 megapel Samsung ISO Cell yang bisa kalian lihat jepetan-jpretannya memuaskan banget. Paling baterainya nih yang menurut gua rada ngepas buat seharian. Jadi gua harap Samsung Next bisa improve lagi untuk baterainya. Selain itu juga untuk integrasi fitur-fitur AI ya, mulai dari Galaxy AI hingga yang ternyata sekarang tiap hari gua pakai ya mulai dari buat kontrol smart home terus kepakai banget juga sekarang buat kayak summarize video ya biar menghemat waktu sampai ke Gemini Live untuk ngobrol diskusi berbagai topik ya mulai dari kayak teknologi karena gua sebagai tag content creator hobi gua yang nonton bola juga bisa langsung masukin ke kalender sampai ke urusan rumah kayak misalnya cara bikin kopi yang enak gimana menu makanan yang cocok satu sama lain apa dan day to stuff lainnya ya. Ini kepakai banget sih. Makanya buat kalian yang enggak pakai setiap hari sih sayang banget harus dimaksimalin. Oke, sekarang kita masuk ke Smart Things ekosystemnya di mana kita mulai dari pusat perhatian di rumah ini ya. Ini dia si Samsung The Frame TV. Gua sendiri fans berat dari TV The Frame Samsung karena desainnya yang iconic dan memang tampilannya yang flush sama dinding itu tuh keren banget. Sebelumnya gua udah pakai satu memang di studio BIN. yang ukuran 42 inci itu udah kurang lebih 3 atau 4 tahun ya itu oke banget. Kemarin ada yang notice juga kita pakai itu jadi monitor CCTV di studio bassing.tech. Nah, untuk yang di rumah ini gua pakai versi 2025 kodenya LS03F. Itu ukurannya 75 inci resolusi 4K. Itu bisa buat gaming juga 144 Hz kalau enggak salah ya. Jadi sesuai namanya yang the frame ini, frame-nya juga bisa diganti-ganti untuk disesuaikan sama interior rumah. Dan yang gua pakai ini adalah yang warna tik teak atau kayak krem-krem kayak gitu. Nah, yang gua suka dari TV ini adalah panelnya yang matte kalau kalian lihat ya. Jadi kayak ngeredam pantulan banget. Terutama di living room yang kalau gua tuh pagi sampai siang tuh lumayan terang gitu karena banyak sinar matahari. Nah, mat display ini juga ngasih efek kayak lukisan gitu ya pas nampilin art mode kayak gini, Guys. Jadi kalian bisa pilih banyak banget karya seni ya yang bisa kayak jadi bikin TV-nya kayak semacam ya lukisan gitu dan kalian juga bisa langganan kalau kalian punya selera tertentu buat karya seni dan pilihannya banyak banget. Nah, TV ini sendiri secara spesifikasi memang pakai panel QLED yang jujur kualitas warna overall-nya ternyata tuh bagus loh di atas ekspektasi gua yang matanya cerewet karena kan kita sehari-hari pakai panel AMOLED, TV OLED gitu-gitu kan. Nah, setting rekomendasi yang gua pilih sih yang filmmaker mode di mana memang warnanya yang ditampilin jadi lebih sesuai sama warna aslinya. Nah, untuk urusan smartphone sendiri ini yang penting banget dari TV ini adalah peran dia tuh sebagai Smart Things IoT Hub ya. Apa sih itu? Jadi TV ini tuh kayak bisa jadi jembatan koneksi antar device-device smart home brand lain. Jadi bisa multi brand jadi compatible sama smart things. Misalnya kalau kalian yang pakai device bar di smart home itu bisa tuya smart life itu juga bisa dan beberapa masih banyak lagi lah pokoknya brandnya banyak banget yang bisa jadi dikontrol di Smart Things app. Selain itu juga sekarang tuh trader devices yang jadi standar baru di dunia smart home kayak gua kemarin pakai switchbard tilt line itu, itu bisa diatur juga dari smarting sekarang karena udah compatible sama thread and matter tadi. Jadi semua kontrolnya terpusat di satu aplikasi yaitu Smart Things ini supaya kita bisa bikin automation atau bahasa Samsung-nya itu adalah routines. Jadi misalnya tiap pagi gua bisa bikin good morning routines yang mana tiap gua bangun itu jendela e bisa kebuka keetrigger dengan automation atau routins di aplikasi Samsung Smart Things ini. Oke, sedikit tambahan soal TV-nya. Kenapa TV ini bisa flush ya, bisa rata dan enggak ada kabel kelihatannya. Sebenarnya kalau kita ngintip lebih dekat, nah kalian bisa ada satu buah kabel di belakang sini ya. Jadi ini kabel dari TV-nya yang masuk ke bawah ya. Ada di belakang sana tuh ada tempat taruh kabelnya terus gua tutup juga. pakai kabel cover gini dan dia masuk ke bawah sini di mana di sini nah ada si kotak hitam ini yang merupakan one connect box jadi box inilah yang menghandle segala processing segala input ya HDMI ee mau kabelan e speaker segala macam tuh semua masuknya ke sini jadi ya ini di bisa kalian taruh di mana aja tersembunyi. Dan kabelnya sendiri cukup panjang ya kabel optikalnya gitu yang nyambung dari TV-nya. Jadi essentially TV ini tuh kayak cuma monitor doang, tapi sejujurnya monitor pun ini berat banget loh. Padahal layar doang isinya enggak ada. Komputer-komputer ya, komputernya semua ada di box itu si One connect box-nya. Nah, ini dia untuk si One connect box-nya. Gila, ini berat banget. Dan powerport-nya kalian bisa lihat ya, ada dua USB di sini. nih. Terus kalau kita cek ke bagian belakang, nah di sini nih ada port lengkapnya, ada 4 HDMI, ada LAN, ada optical untuk digital audio, ada antena sama servis, dan di atasnya untuk kabel power-nya. Terus yang paling ujung kanan nih si One connect-nya di mana ini yang menghubungkan si W box ini ke TV the frame-nya. Dan kabelnya juga lumayan panjang dapatnya. Dan kabelnya tipis banget juga cuma kabel kayak kabel fiber gitu ya kurang lebih ya. So, ya plastiknya enggak gua lepas karena sayang. Dan ya, ini dia tadi si One connect box-nya. Next, kita lanjut ke bagian bawah TV-nya yaitu si soundbar dari Samsung juga. Ini kodenya Q990D. Ini menurut gua soundbar terbaik di kelas harganya ya. Secara kualitas suara oke banget dan fiturnya juga super duper lengkap. Konfigurasinya ini 11.1.4 4 channel, 11 driver di soundbar-nya, satu buat subwover, dan empatnya itu dari rear speaker yang mana ada side driver dua, yang mana itu dua untuk upfiring dan dua untuk ke side ke samping ya totalnya ada empat dan format-format ala bioskop juga semua kompatible. Dolby Atmos di TSX itu bisa dan pas gua tes untuk nonton movie emang ini gila mantap banget. Terutama efek Dolby Atmos yang kayak bikin suara keluar dari atas, samping kiri, kanan itu imersif banget berasanya. Cuma memang untuk dengerin musik menurut gua soundbar ya tetap ada kekurangan dibandingin speaker yang proper bookshelf gitu. Nah, karena pakai TV Samsung barengan, dia ada fitur Q Symfony 3.0 yang mana soundbar ini tuh bisa sinkron suaranya dengan speaker TV dan bisa ditambahin speaker Samsung lain kayak misalnya tadi Samsung Music frame. Nah, fitur untuk maksimalin suara juga lengkap banget. Ada kalibrasi ruangan namanya Space Fit Sound Pro. Ada active voice amplifier buat mengamplify untuk vokal ya atau untuk dialog. Pengaturan audio juga super duper lengkap di Smart Things app-nya. Ini gila jauh banget sih dibandingin soundbar sebelumnya yang gua pakai kan. Nah, fitur-fitur standar kayak Bluetooth juga ada. Terus connect Wii via Spotify connect, AirPlay 2 juga bisa via Wii dan tap sound yang mana kita tinggal tap aja ya HP Samsung kita untuk kita ngelanjutin lagu yang lagi diputar dari HP ke soundbar ini. Nah, satu lagi yang paling bermanfaat menurut gua tuh ini ada konektivitas HDMI di soundbar-nya. Jadi, kalian bisa nyolokin dua HDMI device tambahan ke sini kalau HDMI slot di TV kalian udah penuh dan bisa HDMI pass through 2.1 ya. Jadi bisa sampai 8K. Jadi misalnya kalian udah penuh atau TV kalian cuma satu HDMI-nya bisa jadiin cabang lah istilahnya si soundbar ini. Dan nanti gua mungkin akan punya soundbar ini satu lagi buat di ruangan projecttor gua. Nanti kita akan bahas lebih lengkap. So stay tune. Oke, satu hal juga yang penting adalah ini dia penempatan si speaker belakang yang mana posisinya kalau bisa sejajar sama kuping ya. Jadi posisi kalian nonton dan ini gua tambahin sedikit stand karena kalau enggak dipakaiin dia kayak ketutupan sama si sofa makanya gua agak tinggiin dikit dan ini juga ada upward firing-nya ya kalau kalian kelihatan tuh dia yang nembak ke atas jadi make sure atasnya juga posisinya bisa buat mantulin suara dan di sini juga ada driver sampingnya nih jadi kalian e dapat experience si Dolby Atmos-nya tadi gitu pas nonton. Oh ya, by the way ini untuk remote dari Samsung Soundbar Q990D ya. Ada tulisannya tuh ya soundbar. Cuma gua sendiri enggak pakai karena gua ngerasa lebih enak kita ganti di aplikasi aja di Smart Things gitu. Dan ini akhirnya gua simpanin aja tuh di e bawah lemari TV barengan sama si One Connect Box-nya. Cuma ya sebenarnya dari segi settingan lengkap sih. Lengkap banget malah ini mah. Oke, next. Sekarang kita bahas satu elektronik yang ada di atas pintu masuk living room, yaitu sebuah AC dari Samsung namanya Samsung Winfree. Nah, tipe yang gua pilih ini yang 2 PK wall. Jadi, memang gua pilih AC ini karena gua itu lumayan sensitif kalau kena angin AC. Dan sekarang AC-nya itu kayak posisinya ngedinginin ruangan. Yes. Karena windfree itu enaknya ya sesuai namanya dia tuh tetap ada angin tapi gak berasa gitu kan karena dia keluar dari ribuan lubang-lubang kecil di body AC-nya tadi. Jadi posisi duduk gua yang di depan AC gini tuh enggak langsung keenter sama AC-nya gitu ya. Kayak bahasanya kan nyenter gitu kan. Nah, ada fitur canggihnya atau automation-nya namanya welcome cooling yang gua sering pakai itu dia yang mana dia pakai sistem geofenscing. Jadi dia kayak ngecek lokasi kalau kalian udah dekat dari rumah dia akan kasih notifikasi untuk ngidupin AC-nya. Jadi, pas nyampai di rumah itu udah bakalan adem. Oke, terakhir yaitu elektronik paling gede dari Samsung yang ada di rumah ini. Kulkas Samsung 641 L BPoke AI Refrigerator SBS Side by Side Family Hub namanya. Puset dah, panjang banget. Tapi memang ini menurut gua spesial karena ini bikin dapur tuh jadi lebih kerasa futuristik ya. Tinggal gini aja langsung kebuka cuy kulkasnya. Dan kalau kalian lihat di bagian sini ada One UI-nya, cuy. Ya, bercanda nih. Ini bukan One UI memang, tapi ya fungsinya e bisa dibilang kayak ya UI-nya untuk di limit to kitchen use lah gitu, ya. Jadi, ada home screen yang bisa diisi nih, ya. Kayak kalian bisa isi jam, isi foto, isi memo dan ya macam-macam lah. Terus ada juga buat setting-setting kulkasnya yang mana kita bisa setting untuk kalau kalian mau pergi ada vacation mode, kalian mau ngatur suhu-suhunya bisa tadi ya fitur auto open door juga ada di sini dan ada speaker juga karena di sini ada Spotify sama ada YouTube yang kualitasnya ya okelah gitu. Oke, halo guys. E, welcome back to Get YouTube channel. Dan ya, video gadget of the M kali ini agak telat karena memang kemarin seperti yang gua share juga di YouTube Community Post kalau kita delay. Paling ya sayangnya dia itu enggak ada App Store. Jadi, ya aplikasi yang kita bisa pakai yang ada di sini aja. Kita enggak bisa download-download aplikasi lagi. Cuma ada kayak browser doang sih kalau kita mau ya kita bisa nih ngeklik. Misalnya kita klik Google, dia akan munculin browsernya gitu. Nah, yang canggih lagi dari kulkas ini adalah dia juga ada fitur namanya AI Vision Inside. Jadi, kita bisa ngecekin nih ya kayak gua ada isi dalamnya apa aja lewat sebuah kamera yang ada di dalam kulkasnya. Nah, kalau gua sendiri lumayan kepakai misalnya kalau gua ngecekin kalau gua taruh telur di atas nih, gua bisa lihat nih, oh masih ada nih telurnya nih. Dan bini gua juga bisa ngecek kalau apakah telurnya udah mau habis atau belum gitu kan. Atau kita juga bisa input di aplikasinya secara manual dengan scan barcode katanya. Walaupun gua coba, lebih baik kita input manual aja karena enggak semua barcode kompatibel kayaknya. Dan kita juga bisa isi tanggal kad luarsanya. Itu kepakai banget karena gua juga kadang suka lupa nih enggak ngecekin tanggal kad luarsa dari makanannya. Nah, kulkas ini sendiri dari segi bentuk menurut gua walaupun ini kayak lebih kecil tapi ternyata format kiri kanan kiri untuk freezer, kanan untuk fridge itu ternyata lebih enak untuk organize barang ya. Dan secara fitur juga kayak dia ada dispenser untuk air sekaligus bisa buat es batu, bisa buat kayak es parut juga. Tinggal kita isi aja ada kontainer air di dalamnya tadi. Jadi benar-benar secara user experience ini wah banget, futuristik banget dan lengkap gitu kan canggih gitu. Nah, kalau untuk kulkasnya sendiri ada beberapa hal lagi yang menurut gua menarik. Nah, untuk home screen-nya ini kalian bisa custom sesuai dengan ya kayak pakai smartphone-nya Samsung lah kayak gitu. bisa dikasih ganti wallpaper, widget, dan lain-lainnya juga. Dan di sini juga ada beberapa page untuk halamannya sendiri. Kalian bisa cekin nih kayak Homecare. Di sini juga ada fitur-fitur AI-nya. Terus energy saving ini gua pakai kurang lebih sebulan menghemat sekitar Rp30.000. Ee lumayan sih ya. Nanti kita coba cek lebih detail di aplikasinya. Dan satu lagi yang gua suka tuh ini yang game changing adalah dia ada dispenser es batu. Tapi bukan cuma es batu biasa. Dia juga ada buat es parut gitu ya. Jadi kita bisa tinggal tekan aja yang paling kanan dan dia ada pemotong esnya gitu. Tuh es yang keluar jadinya esnya kecil-kecil gitu. Oke. Kalau mau ganti air ke situ tinggal tap. So, ya situ aja untuk video hari ini. Semoga bermanfaat dan let me know guys kalau kalian kira-kira ada yang mau ditanyain atau kalau ada Samsung routins yang bermanfaat nih, bisa kalian komen aja langsung di bawah. Nanti kita diskusi bareng. di sana. Oke, boleh dikasih jempol kalau kalian suka videonya. Subscribe juga ke Best YouTube channel. Dan itu aja nama gua Malvin. I'll see you guys on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















