UNBOXING HP GAMING 21 JUTA!!! Asus RoG Phone 9 Pro Edition! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kita bakal cobain HP gaming Asus ROG Phone 9. Yep, masih ada lho. Masuk resmi, dengan harga Rp21 juta coy. Mahal ya. Duit segitu, udah bisa dapetin Vivo X200 Pro, Xiaomi 15 Ultra, atau Samsung S25 Ultra. HP HP yang speknya sudah monster semua. Main game di 3 HP ini tidak perlu mikir lagi. Kamera juga serem serem. Kok di hadapan 3 HP monster ini, Asus masih pede jualan HP gaming di 2025? Yang kayaknya modal kenceng doang. Spesialnya dimana sih? Dapetnya apa aja sih? Let's go kita cobain bareng. Di sini kita cobain Asus ROG Phone 9 Pro Edition ya. Harus saya sebutin lengkap, Pro Edition, karena ada varian Pro doang. Dia harganya Rp5 juta lebih murah, tetap mahal Rp17 juta, dan dia ada minus minus aksesoris sama beberapa spek yang nggak terlalu berasa lah. Nanti saya jelasin, yang ini yang paling maksimal, Rp21 juta. Dari desain boxnya aja udah kelihatan wah ya, gede, berasa kotak hadiah, berasa kita dapetin sesuatu yang spesial. Dari depannya juga, logonya, logo ROG, kebuat dari titik-titik. Ini titik LED yang ada di HPnya juga. Nanti kita lihat di sini ada ROG Phone, dari titik-titik juga, berasa vibes vibes nothing phone gitu ya, ada titik-titiknya, dan ada tulisan 09, terus di pojokan sini ada Republic of Gamers, dan di kanan atas ada kecil ini, apa ini? For Those Who Dare. Buat kamu yang berani, bayar sekali lagi. Karena harganya lumayan ya. Di sebelah kanan ada ROG Phone 9, di sebelah kiri ada ROG Phone 9, dan di depannya ada aksen-aksen merah, ada ini, tanda panah. Ayo, masuk ke sini! Gamer pasti tau kalau ada ginian, ya arah selanjutnya kemana, orang normal juga kayak gitu sih kalau ada panahnya. Kita buka, ada HPnya. Republic of Gamers. Di sini ada koordinat-koordinatnya, dulu kita pernah coba cari juga koordinat ini di video ZenBook apa, kalau nggak salah ada lintang utara dan bujur timur, dan itu kalau nggak salah hasilnya ke kantornya Asus di Taiwan. Kita taruh HPnya di pinggir dulu, kita coba lihat kelengkapan paket penjualan yang paling mahal ini. Kita akan mendapatkan apa ini? Ada ROG-nya, ada tanda panah, oke buka di sini. Di sini ada SIM Ejector khas ROG Phone, dari dulu kayak gini berasa pedang atau sesuatu yang tegas, dan kita akan mendapatkan 2 casing saudara-saudara. Bukan 1 casing tapi 2. Saya mau joke Samsung lagi tapi udah capek, atau Apple, atau siapapun yang nggak ngasih casing, sementara ROG kasih 2 ya. Ya ada harganya sih. Yang pertama ada casing yang berasa smoke-smoke gitu, agak transparan, tangan masih bisa kelihatan di baliknya. Terus satu lagi ada casing yang lebih bolong-bolong gitu ya, ini kayak lebih klasik ROG, karena bodi HPnya bisa kita pamerin ada animasi-animasinya, kalau yang tadi mungkin lebih ketutup. Di sini ada tulisan 09, ada ROG, jadi kita bisa pilih mau pake casing yang mana. Lanjut, di dalamnya sudah kosong, kita lihat di sisi satunya lagi ada ini 60, kebalik kayaknya. Oh iya kebalik, ini 09 tempat HPnya, terus di dalamnya kita akan mendapatkan charger 65 Watt. Oke, terus di sini ada kabel braided yang tebel ya, USB-C to USB-C. Karena ini, oh iya ini USB-C, terus kita dapetin pouch, ini pouch yang ada udaranya aja, ada anginnya aja, ada ruang buat naruh si Aeroactive Cooler Pro. Ini juga salah satu yang spesial. Aeroactive Cooler X Pro. Dulu namanya Aeroactive Cooler doang, yang generasi-generasi sebelumnya sekarang udah ada X dan udah ada Pro-nya. Jadi makin lama makin ditambahin biar kerasa beda ya, nanti ada Pro Ultra, Megasonic, atau apa nggak tau juga. Dan isinya adalah kipas tambahan yang bisa kita pasang ke ROG Phone-nya, plus di dalam sini ada subwoofer tambahan, biar suaranya makin menggelegar. Waktu itu kita udah pernah coba di Aeroactive yang ini, hasilnya mantap, nanti kita cobain lagi di sini bedanya seberapa jauh. Cuma bisa nggak ya pake yang kemarin ya? Ini sih bodinya jelas kelihatan beda ya, saya lagi, saya kayak lagi nunjukin 2 armor Power Rangers yang berbeda, atau armor-armor apa gitu. Mungkin inspirasinya dari sana. Ini kepala, ini tangan. Nggak, tombolnya juga agak hilang ya. Kalau yang dulu tombolnya ada 4 triggernya, sementara yang X Pro yang kayaknya lebih canggih, tinggal 2. Kalau dari kipasnya beda, kalau dari... Wuh! Ini, ini lebih sempit, tapi ini lebih pendek. Yang lama entah bisa dipasang di yang baru nggak ya? Nanti kita juga cobain, semoga bisa. Karena ya kalau aksesoris bisa dipake di banyak generasi kan enak juga. Ini sisanya udah kosong. Oke. Oh iya, ada 1 info penting ya. Aeroactive cooler ini cuma bisa kita dapetin di paket penjualan ROG Phone, kalau kita ambil yang Pro Edition-nya, yang paling mahal, yang Rp21 juta. Kalau kita cuma ambil yang Rp17 juta, kita nggak bakal dapetin aeroactive-nya. Jadi aksesorisnya tidak ada. Itu bagian yang dihemat, sama ada 2 bagian lain. Kalau yang Pro Edition ini, yang paling mahal Rp21 juta ini, dia punya internal 1TB, RAM 24GB. Kalau misalnya yang Pro doang, yang hemat 5 juta, kita nggak dapet aksesoris, dia 512GB, RAM-nya 16GB. Tetep gede sih. Kayaknya yang terasa aksesorisnya aja sih. Sekarang kita buka saja HP-nya, yang dibungkus oleh kertas yang lumayan ngasih feel mahal ya, bukan plastik-plastik saja. Jeng-jeng, disini adalah ROG Phone 9 Pro! HP-nya sama kayak yang Pro, mau Pro Edition, yang Pro ini sama. Jadi bedanya di internal sama RAM-nya aja. Disini dia bertekstur hitam matte, yang halus banget. Halus banget, wow! Agak licin-licin juga sih, tapi karena ada caset-nya disini, mungkin ada istilahnya apa bah? Kalau meja kita taruhin karetnya gitu, biar nggak licin. Anti slip! Nah iya bener! Ini perannya mungkin berasa sekalian anti slip ya, karena ini teksturnya glossy, jadi ini licin, agak ketahan dikit, baru licin lagi. Ini entah dia sengaja atau kebetulan aja, karena pengen ada garis, teksturnya beda, ada efek kayak gitu. Suka sih! Karena kalau ini matte semua licin banget, halus banget. Seperti biasa di pojok-pojokan HP-nya ada detail-detail kecil, seperti 206 ini tahun 2006, di mana ROG pertama kali dibentuk, ini ada juga "Est. 2006", terus disini ada 09, seri ROG Phone-nya, ada garisnya, sekarang ASUS senang kasih garis-garis gini, mau di ROG, mau di ZenBook, ada garis ngiringnya. Dan buat kameranya, dia pake sistem triple camera, kamera utama 50MP, terus ada telephoto 32MP, yang optical zoom 3x, dan ultrawide 13MP. Kalau dari desain modul kameranya sendiri, ini mirip kayak Zenfone 11 Ultra, dan ASUS ROG Phone 8. Sangat mirip. Yup. Oh iya, ini... Ya ini ada garis-garis ini hasil karya si Kevin sih, dia senang pake ROG Phone buat main game, walaupun ada HP-HP lain yang bagus juga, tapi katanya senang aja main game di ROG Phone, beda aja rasanya. Kayak lebih gaming, lebih komit gitu. Cuma saking komitmennya jatuh, dan ada motif es gini ya, atau motif kaca yang pecah. Dan itu ya bukti kalau bahannya premium sama, kayak yang dipake di ROG Phone 9 juga, dia bahannya dari kaca, jadi dari feelnya ini harus agak hati-hati nih, agak licin-licin, untung ada anti-slipnya juga nih, harus pake casing juga nih. Ya Kevin ya? Ya. Buat framenya sendiri, dia udah pake aluminium, sudah pasti ada garis antenanya, ada air trigger, disini ada mikrofon, muantap! Ini cuma gaming phone nih yang kayak gini nih. Ada tombol power, ada tombol volume, ada air trigger lagi, terus di atasnya ada lubang mikrofon ini harusnya, ada garis antena, garis antenanya banyak banget ya, terus ada port USB-C lagi buat hubungin aksesoris, atau buat ngecas pas kita main game. Terus di bawahnya ada port Type-C lagi, ada SIM tray, ada speaker, dan ada headphone jack. Tentu saja! Dulu pas ROG Phone ilangin headphone jack, udah tuh digeprek satu dunia tuh. HP gaming nggak ada headphone jack, buang aja. Karena gamer yang sejati yang pake ROG Phone ya, pengen maksimal banget. Nggak ada headphone jack aneh sih dulu, untung ada. Sekarang mari kita hidupkan saja! ROG Phone 9 Pro Edition, panjang juga. Snapdragon Elite Gaming ROG, Republic of Gamer. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari ROG Phone 9 Pro. Dan kalau kita lihat depannya doang, nggak berasa ada yang beda ya dari wallpaper, dia mirip-mirip aja, ini khas ROG banget. Terus karena bagian depannya atau wallpapernya gelap, jadi kita nggak bisa ngeliat bezel, kalau kita swipe, kita matiin dark mode, pake yang light mode, bakal putih dan kelihatan kalau... layar dari ROG Phone ini udah nggak pake bezel atas bawah, yang tebel lagi tempat speakernya biasanya ditaruh. Kalau misalnya speakernya di bagian atas bawah sini kan, dia langsung nembakin suara ke muka kita, langsung tembakin ke telinga kita, dan itu adalah posisi speaker yang paling bagus. Kalau misalnya posisi speakernya klasik kayak HP pada umumnya, bawah ya dia pas kita pegang gini, dia bakal ngadep ke bawah, pas kita gaming dia juga ngadepnya ke kanan kiri. Cuma, ROG sudah pikirin solusinya! Nah, sebagai gaming phone mereka pengen maksimal dengan cara memodif casingnya. Jadi di bagian bawah sini, mereka udah rancang, mungkin nggak terlalu kelihatan bedanya ya, cuma di sini kayak ada garisnya atau apanya gitu, mereka udah ngerancang biar suaranya ditembakin ke casingnya, terus dipantulin ke atas, jadi dipantulin ke muka kita otomatis. Jadi coba kita pasang di sini ada speakernya, ini ada lampu, ya lumayan bikin salfok-salfok, ini juga fitur yang lucu, tapi nanti kita bahas, saya pengen cobain fitur yang lumayan ngakalin, tapi ide bagus buat HP-HP lain yang bisa dicontoh juga casingnya ini. Jadi speakernya ada di sini, dan kalau kita pasangin casing, dia kelihatan kayak ngeblok speakernya ya, kelihatan salah desain gitu, kelihatan lupa dipotong gitu, padahal itu sengaja. Sekarang saya pengen cobain seberapa jauh bedanya. Ini berasa baru ya, simple tapi nggak ada yang coba. Kita sekalian tes speakernya. Ini yang biasa dulu. Yang kita memang sengaja tembakin gini dulu. Kalau pegang kan gini, ke bawah. Jadi kalau gini lebih maksimal. Udah berasa sih kayaknya. Wuhh... Wuuhh... Menggelegar sih, saya suka banget. Dum, dum, dum... Volumenya juga kerasa pas, cuma rasanya kurang kenceng aja. Dulu saya pernah cobain Legion Phone, itu sampai sekarang masih the best sih. Itu yang 10 per 10. Kalau ini mungkin 9 per 10 lah ya. Udah jauh di atas HP-HP standar, tapi masih kurang kenceng aja. Solusinya coba kita pakein aksesoris nih. Eh, coba kita ini dulu, casing dulu. Banyak banget yang bisa dicobain dari si ROG Phone ini. Bedanya, kita lagi cobain beda ROG Phone sama HP biasa. Ini tanpa casing, tetep bagus. Udah bagus, bagus ya. Nggak kentara sih bedanya. Kalau kalian jelas? Oh... Wah... Ya, ya, ya... Testimonynya adalah saya sebagai user, ada kenaikan kayak 10 persen lah. Nggak langsung, wah beda ya. Kalau diperhatiin ada, lebih kenceng, lebih direct ke telinga, malah lebih berasa orang yang di belakang HP ini. Katanya jauh banget bedanya. Kalau kita pake casing, lebih mendem, lebih jelek, dibanding kalau nggak pake casing. Jadi memang lebih bagus pake casing sih berarti. Ini ide yang bagus sih ya, casing yang ditutupin gini, cuma entah ada teknologi tertentu atau nggak, yang bikin casing HP lain nggak niru hal yang sama, atau mereka nggak kepikiran doang. Setelah ada ROG, baru mereka berani tes, nggak tau juga. Semoga bakal nemu yang beginian buat ke depannya. Nah, sekarang masih soal speaker, kita cobain cooler sekaligus subwoofer. Merangkap dia. Sekarang kita pasang di sini, USB-C di bagian bawah, terus kita tekan ke bawah, oke. Jepit, udah mantep, oke, tidak jatuh, sip. Dan ada notifnya, kalau AeroActive Cooler X Pro sudah terkoneksi, sudah terpasang. Kipasnya juga sejuk-sejuk. Cuma harus diingat, ini makan baterai HP ya. Jadi pemakaian baterai HP pasti lebih boros, kalau dibanding nggak pake aksesoris. Gemuruhnya ya. Kalau dari volumenya sih, tetap nggak sekencang itu. Tapi karena ini fungsinya subwoofer doang, jadi ya bassnya tambah dalam, tambah luas lagi. Detailnya lebih dapet. Gitu ya. Mantul. Coba editor, balik ke yang tadi, before-nya. Rasakan seberapa bedanya. Speaker HP aja pasti kerasa bedanya. Cuma 5 juta tampaknya. Kalau aksesorisnya doang mungkin ada yang jual 2 juta kali ya. Oh iya, ada 1 hutang pertanyaan, kita coba pasang di AeroActive Cooler yang lama ya. No! Ya... Nggak bisa guys. Clipnya doang lho. Oh, ini keganjel kameranya juga. Ini buat ROG Phone 7 ya, dan dia keganjel kameranya lho. Kita nggak bisa geser karena udah kepasang Type-C di sini. Nah kita paksa nih, kita lem gitu. Nggak ada notif. Sekarang waktunya cobain mainan kedua. Ini ada 648 LED, ada 648 titik lampu. Apa sih? Ada 648 titik di bodi ROG Phone ini. Yang namanya adalah Anime Vision. Nggak bisa dibalik ya, dia nggak bisa auto orientasi ya. Dia bisa nampilin jam, terus dia bisa nampilin sisa baterai, terus dia bisa nampilin apa lagi nih? Kita tungguin. Animasi, ini bisa kita custom pastinya ya. Ini lagi nampilin banyak hal. Kita bisa kustomisasi Anime Vision-nya. Waduh, lewat aplikasi Armory Crate. Dum-dum-dum-dum-dum. Di sini ada game library, kita ke bagian tengah, bagian console, dan di sini ada fitur Anime Vision. Ini ada settingnya, kita bisa aktifin. Lampunya bakal hidup di kondisi apa? Apakah kalau musik kita mau tampilin? Oke, ada telepon kita mau lihat. Siapa yang telepon, keren. Ini ada notifnya, ada berapa banyak yang masuk. Charging, screen on, screen off, ada taking picture. Banyak ya! Ada timer countdown, coba ya. Recording, playing game. Oh, sampai situ saja. Saya kirain bisa lebih banyak lagi. Coba ya kalau kita countdown, lucu banget loh. Kalau ada 3, 2, 1-nya, biasanya kan cuma LED Flash-nya. Baru jepret. Kalau ini ada angkanya. Waduh! Ini jadi hidup juga, ini kebalik lagi. Sering banget kebalik. 3, eh? Oh, gini. Eh? Eh? Eh, ini bisa balik ya? Bisa loh! Iya, iya, iya, iya. Tadi kok nggak bisa ya? Tadi kita kebalik mulu soalnya. Widih! Widih! Widih! Wah, canggih ini. ROG Phone 9 Pro. Kalau ROG Phone 9 yang FE, ada satu varian lagi yang harganya 10 jutaan, itu nggak ada. Jadi dibikin mahalnya di sini. Coba ya, lagi-lagi. Ketagihan nih. Ini bisa... Eh, nggak bisa. Oh, bisa. Smile. Lucu ya? Terharu lihatnya. Karena niat. Kayak memang yang desainnya pun main di sini. Video. Kalau video... Oh iya, video ada recording. Waduh! Wow! Eh, 20 menit. Ini agak susahnya. Mungkin bisa bikin orang salfok. Yang lagi direkam malah lihat ke arah sini. Bukan ke arah kameranya ya. Jadi matanya malah agak miss gitu. Cuma sekali lagi, kita bisa matiin. Apa aja yang mau ditampilin di LED ini. Kalau misalnya ganggu ya matiin aja. Kalau musik juga bisa. Apa ini? R... O... G... ROG. Lampunya juga terang ya. Ini padahal lighting studio lumayan... Ya, lumayan jelas. Lumayan terang. Lebih terang dari restoran-restoran. Atau lighting-lighting indoor. Cakep ya. Waktu itu pernah apa? Tekno ya? Atau HP yang ada lampunya kurang terang gitu. Nah, ini ROG nggak kayak gini. Oh, ini barusan ada notif. Ada lho. Saya lagi puter video unboxing... Tuh, TeknoKamon malah... Bisa juga ya? Selain anime vision tadi, ada juga anime play di sini. Adalah fitur lucu lagi, fitur nggak ada kerjaan. Nih, musiknya nih kayak gini. Kayak game-game retro gitu ya. Karena di dalamnya kita bisa main... Ini berasa internet yang lagi mati ya. Dinosaurus loncat-loncat gitu. Speedy Runner. Arrow Invader. Brick Smasher. Kita tinggal mainin pake Air Trigger aja sih. Kalau kiri dia loncat, kalau kanan dia slide. Up, ah! Ya, udah. Simple sekali ya. Ada game lain juga. Ini mungkin project... Ah! Cepet banget! Terlalu sempit ini. Ini makan-makan banyak nih. Ini... Wah! Nggak lah. Asal ada lah. Oke lah. Keren. Oke, oke. Mereka bisa bikin game di layar yang kayak gitu. Buat layarnya sendiri, dia pake panel AMOLED LTPO yang bisa turun dari 1 ke 120 Hz. Tapi sebenarnya panelnya ini bisa kita setting sampai 165 Hz. Di sini, di refresh rate. Kita bisa lihat, dia bisa kita lock di 165. Coba kita buktikan ya. Refresh rate. 165 Hz lho. Kita bisa setting lock, tidak hanya di aplikasi-aplikasi tertentu aja, tapi anda bisa browsing Play Store di 165 frame per detik, bisa lihat foto-foto di galeri dengan 165 refresh per detik yang sangat menghabiskan baterai. Jadi ya ini buat pamer-pameran doang kalau layarnya kenceng. Dan sebenarnya lagi, sekali lagi, layarnya itu maksimalnya bisa sampai 185 Hz. Di game tertentu. Kita harus aktifin di game Jenny-nya, kalau cuma sistemnya doang, dia mentoknya di 165. Tapi dari layarnya sendiri, dia bisa mentok 185. Kayaknya rekor ya. Ukuran layarnya sendiri 6,78 inci, dan dia pake kaca Corning Gorilla Glass Victus 2. Jadi kalau dari layar, dari kacanya dia udah yang... flagship tentu saja. Kalau dari speknya juga, udah pasti dia pake yang flagship, Snapdragon 8 Elite yang skor AnTuTu-nya hampir 3 juta. Kalau misalnya kita pengen niatin banget, cari kondisi di mana dia bisa sampai 3 juta, mungkin bisa aja, cuma skor yang ini udah pake cooler ya. 2,95. Mengalahkan 99% pengguna. Ini semuanya sih. Oh, kalau memory 95. Tetap kencang. 90. Sekarang kita coba main Mobile Legends, buat ngetes fitur spesialnya. Jadi... Asus udah mengakui kalau Mobile Legends adalah game populer yang... punya banyak player yang bisa manfaatin fitur ROG Phone ini. Jadi dia ada... Wow! Nah, oke. Coba ya. Ini udah mau level 3, kelihatan nggak nih? Uh, tadi barusan ada animasi. Kelihatan nggak? Ya, itu barusan naik level 3, dan dia langsung auto update skillnya. Karena kita udah setting presetnya di fitur yang namanya Accents, kita bisa setting kalau level 1 dia upgrade skill berapa, kalau sudah level 2, skill mana yang ditambah 1, ini, 4, kita baru bisa aktifin yang ketiga, dan seterusnya. Jadi kita nggak usah... pusing, nggak pusing juga sih, tangan udah auto teken sih kalau udah ada kuning-kuning. Cuma itu mungkin memudahkan... satu... kerjaan nggak? Ya, penting nggak penting deh. Karena tangan... pemain yang udah sering pasti nggak mikir lagi tekennya ya. Cuma lumayan lah. Ada fitur customan kayak gitu. Woy, gampang. Nah, ini juga ada... Turtle buff has appeared. Ada notif tambahan, ada buff yang... muncul, dia juga kasih tau, jadi... kita nggak usah selalu liatin map, selalu ada notifnya, jadi notif dalam gamenya dia... bisa kasih juga, dia bisa detect juga. Itu menyenangkan sih. Terus apa lagi ya? Fitur dari Mobile Legends ini, kalau kita nge-kill musuh ada animasinya, sisanya ada buff-buff aja. Coba kita kill musuh ya. Kayak gampang banget bilangnya. Nih, tapi ini AI kok, easy AI-nya. Zilongnya kan agak... Nambah sendiri, level 4. Mantap. Nah, kita aktifin. Hab, hab, hab, hab. Ada animasinya. Oh, bukan kita. Dicolong. Harus kita nge-kill orangnya. Ini kalau sound AI gampang. AI-nya easy soalnya. Hayolah, satu-satu. Nah, ada animasinya. Seperti itu. Kayak cering! Hah? Kayak ada AI-nya hidup, Siri gitu. Oke lah, ada satu lagi sih. Ini ada kombo kalau kita mau pakai makronya bisa juga. Kita bisa tinggal download. Ada air trigger juga. Buat battlefield. Ini ya, info-info gitu. Walaupun simple, tapi saya apresiasi sih. Karena buat bikin sistem kayak gitu kan, harus ada codingan khusus lagi. Yang bikin juga harus ngerti sistem main gamenya kayak gimana, playernya, kebiasaannya kayak gimana. Jadi itu nilai tambah. Sekarang Genshin yang mengkompilasi shader. Biasanya ini lama banget sih, tapi ini termasuk cepat di ROG Phone. Di Genshin juga ada ya fitur Accents ini. Jadi kalau kita lagi di game tertentu, di game yang berbeda, fiturnya yang muncul juga bakal berbeda. Misalnya di sini ada auto pick up, jadi kita nggak usah teken tombol lagi buat ngambil barang. Ada auto run, teken satu tombol aja buat lari. Ini juga bisa kencengin, skip-skipin, conversation, percakapan. Ini lumayan. Dan ini ada quick escape. Di sini langsung kita demoin aja. Salah satu bagian yang sangat menyebalkan dari main Genshin, ketika kita beku, dan kita, oh kalau kena damage pecah. Kita harus teken tombol ini, biar kita bisa bebas. Kalau kita nggak teken ya beku aja gitu, nggak bisa gerak. Tuh, beku aja. kita pakai X Sense, kita aktifin quick escape, pas kita beku, ayo bekuin! Nih, set! Waduh, nah gini, dia langsung auto bisa gerak lagi. Berasa dibantu tekan gitu. Auto gerak lagi. Wih! Kalau buat performanya sendiri, what's? Udah lah ya, namanya ROG Phone ya. Kita bisa gas segimanapun, tetap aman-aman saja. Soalnya ROG Phone-ROG Phone kemarin udah mantap. Kita nggak perlu banyak mikir lagi buat nge-game di HP ini. Udah yang paling maksimal. Hop, hop, hop, hop. Nggak perlu pakai cooler juga sih buat main kayak gini. Buat main Genshin udah aman sekali. Udah pasti frame rate yang kita dapat bisa rata di 60 fps ya. Sama suhunya juga masih aman banget. Dia cuma di 40-42 derajat doang. Jadi yaudahlah, itu bukan sesuatu yang mengherankan lah. Snapdragon 8 Elite prosesor mantap. Bahkan di Samsung pun dia bisa tetap adem, di HP-HP lain juga adem. Jadi sampai sekarang Snapdragon 8 Elite selalu 100% tidak panas. Bagian terakhir kita coba kameranya. Jadi dia bisa foto 1 kali, bisa 3 kali optical zoom. Harus agak jauh. Bisa fokus. Dan bisa kamera ultrawide juga. Jadi triple camera udah lengkap dan hasilnya sih nggak spektakuler kayak saingan-saingan lain yang harganya kurang lebih 20 jutaan atau malah lebih murah ya. Kalau di ROG Phone 9 ini... Statusnya oke lah. Dia nggak jelek tapi nggak bagus-bagus banget juga. Sampai wow juga. Detailnya ada, warnanya juga nggak kusam, nggak sejelek reputasi gaming phone yang tidak memperdulikan kamera. Ini tetap bagus, cuma kalau kita pakai Xiaomi 15 Ultra dan kawan-kawan, ini jelas beda sih. Stabil juga ya. Oke, 4K 60 fps. Kalau kita zoom... Oh, mantap. Kalau ini di indoor. Lagi proses bikin thumbnail. Kinclong juga ya. Sip-sip. 4K 60. Cek-cek perekaman kamera depan dari ROG Phone 9 Pro. Yang agak lucu. Karena... Resolusinya di Full HD aja ya. Dan frame ratenya di 30 fps. Warnanya bagus. Stabil juga, mantap. Tapi... Settingannya kayak HP 2 jutaan gitu. Padahal prosesornya udah sangat bisa narik semuanya. Tapi kenapa gini ya? Ini bagus nih. Tuh. Langit di belakang terang, tapi pohon-pohonnya masih bagus. Muka saya masih bagus, stabil juga. Kurangnya itu aja... "Itu aja" buat harga kayak gini. Kesimpulan buat ROG 9 Pro. Kalau Anda punya jiwa 100% gamer, lidah Anda mengalir Nutrisari atau Kapal Api, dan di dagin Anda mengandung micinnya Indomie. Itu, kayaknya asupan lokal itu ya? Kalau luar kan Doritos, Mountain Dew gitu. Ya oke lah ya? Di warnet sering makan itu. Ya kalau kayak gitu, intinya Anda adalah gamer sejati, dan cocok buat pertimbangin ROG 9 Pro, atau ROG 9 FE. Ini ada varian yang murah, nanti terakhir saya jelasin. HP ini komit 100% buat support sesi gaming Anda. Buat dari gaya-gayaan lampu biar keren, terus speakernya yang top, keras berisi, biar gaming lebih ramai. Sistem di X Sense yang nggak ada di HP lain, berasa ada asisten tambahan dalam game, ada rasa curang-curangnya juga, layar 185Hz, itu ekstra-ekstra yang kita dapetin, belum lagi kalau bayar yang mahal, dapat yang cooler, terus RAM 24GB, internal 1TB, tapi kalau Anda cuma 90%, atau 80% gamer, ada campuran kameramen dikit, ada user casual dikit yang butuh support UI jangka panjang, HP ini kurang cocok karena software updatenya 2 tahun doang. 2 tahun... Security bisa 5 tahun sih. Cuma OSnya 2 tahun, flagship! Sudah ketinggalan, yang lain bisa 4-5 tahun lebih, dan kameranya juga nggak seluarbiasa itu. Dibanding HP-HP saingannya alternatif yang harganya bisa lebih murah kayak Xiaomi, atau iPhone juga bisa 20 juta dapat, ini ada Vivo, dan Samsung juga. Itu pilihan lain banyak yang lebih balance sih. Gimana kalau versi yang FEnya bang? Ini ada ROG Phone 9 FE juga harganya 10 juta lebih dikit. Cuma dia pakai prosesor tahun lalu yang Snapdragon 8 Gen 3, sementara sekarang sudah ada iQOO atau Oppo atau Xiaomi, yang harganya 10 juta lebih dikit juga, dan pakai flagship yang baru, jadi... Ini lebih ke... Refresh, lebih ke packing ulang, dengan ada lampu-lampuan kayak gini juga, yang sebenarnya pun beda sama yang Pro. Ini lebih mirip ke ROG Phone 8. Yang FE ini. Jadi gitu sih bedanya, HP Gaming ROG 9 Pro, fitur-fiturnya, apa spesialnya dibanding flasghip yang lain. Like kalau Anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Kalau dulu mungkin ROG spesial karena... Performanya belum bisa dilawan ya? Cuma kalau sekarang... Chipset bagus-bagus! Jadi harus ada fitur yang keren juga.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...

















