Jungkat

Unboxing Midrange jagoan Xiaomi - Redmi Note 17 4G & 5G! (YouTube Video)

  • 15/09/2026

Halo guys, David di sini, dan kita kedatangan seri jagoan dari Xiaomi, Redmi Note. Sekarang udah seri 17 ya. Saya jadi keinget sama The Legend Redmi Note 7. Salah satu HP paling bersejarah di channel ini. Era puncak kejayaan hashtag mending Xiaomi. Sekarang, apakah Redmi Note 17 punya aura sang moyang, tetep bisa bersinar di masa kegelapan harga memori? Kita cobain bareng ya. Langsung jebret, 2 tipe sekaligus ya. Ada Redmi Note 17 4G, dan Redmi Note 17 yang 5G. Di sini ada label kecilnya. Pas saya baca spek keduanya, cuma beda di chipset aja. Sisanya mirip, jadi sekaligus sekalian aja satu video. Kalau ternyata ada perbedaan lain yang nggak ketulis di spek, kayak desainnya, bonus aksesorisnya, kualitas kamera, dan lain-lain, kita bisa langsung buktiin di sini. Langsung compare! Oh iya, buat harganya sendiri, saya belum dapetin angka pasti ya, karena pas syuting video ini, HPnya belum di launching resmi. Kalau liat di IG Xiaomi Indonesia, bentar lagi, tanggal 16 September, jam 18.30 malam. Saya sengaja upload video ini lebih cepet, buat panas-panasin dulu. Tuh, Xiaomi Indonesia, liat saudaramu, Xiaomi Malaysia. Dia hebat lho. Redmi Note 17 5G, harganya Rp 9.999. Itu 4.3 juta rupiah. RAMnya 6GB, storage 128GB. Jangan kayak tetanggamu Xiaomi Thailand, masa RAM 6GB, storage 256 sampai 12 ribu, but 6.3 juta. Bikin kami kecewa. Varian 4G Thailand malah lebih gila lagi. RAM 6GB, internal 128GB, 4.5 juta. Itu lebih mahal daripada varian 5G di Malaysia. Apa Xiaomi Singapura? Kalian lebih murah dari Xiaomi Thailand? Iya nih. Jadi Xiaomi Indonesia, yuk bisa yuk. Jadi yang harganya the best di Asia Tenggara. Minimal buat varian 4G, jangan lebih dari 4 juta lah. Dan varian 5G, jangan lebih dari 5 juta. Kita tunggu ya, revisi presentasinya kalau misalnya kemahal. Sekarang kita cobain HPnya yuk. Kita liat dari desain kotaknya dulu, yang terlihat sangat-sangat-sangat mirip ya, dari desain stiker warna HPnya pun ini persis. Terus dari speknya 7700, 6.99 inci, AMOLED. Oh kalau RAMnya buat varian 4G dia up to 6GB, buat hardwarenya bukan 12GB ya. Ini cuma tambahan-tambahan nggak penting plus 6GB ini. Dia up to 6GB, kalau yang 5G dia up to 8GB. Jadi harusnya ada varian yang di bawahnya. Dan buat memori internal, dia maksimal di 256GB. Dan ini juga sama-sama maksimal di 256GB. Jadi yang kita unboxing ini varian paling tinggi, yang up to 6/256GB, dan 8/256GB. Di bawahnya harusnya ada. Sisanya dari desain dia terlihat sangat sama, persis sekali. Palingan ini agak ungu backgroundnya, ini dibiruin. Terus ada NFC, dan sisanya perbedaan paling penting adalah di label ini. Ada 5G, dan polos ini 4G. Di sebelah kanan sama, namanya ada 5G dan polos. Terus polos, putih, di kiri dia Hyper OS, dan di belakang ada spek kuncinya. Yang kelihatan sama juga sih, cuma cetakannya agak beda ya, fontnya ya. Kok bisa gitu? Dua-duanya sama-sama punya garansi 15 bulan, mantap, dibuat di Indonesia. Kalau Redmi Note 17 4G, dia tulisannya kayak lebih gede gitu dibanding yang 5G, entah kenapa ikonnya lebih kecil gitu, dan fontnya juga lebih kecil gitu. Kalau isinya sama sih, ngandelin baterai 7700 mAh, dengan charging 45W, ukuran layarnya 6.99 inci Full HD, AMOLED, kacanya pake Corning Gorilla Glass 7i, bagus, dan prosesornya. Cuma beda di prosesor. Kalau yang 4G, dia pake Snapdragon 6s 4G Gen 2. Nah, sangat panjang sekali ya, ribet banget, 6s 4G Gen 2. Seolah pengen bikin kita bingung, dan kalau saya baca-baca asal-usulnya, emang ini sebenarnya agak rebranding, sedikit overclocking dari prosesor yang udah jadul ya, Snapdragon 680, 685. Jadi Redmi Note 17 4G, prosesornya bisa dibilang pake teknologi yang udah lama. Sementara kalau varian 5G, dia pake Snapdragon 4 Gen 4, yang juga nggak jauh beda dari Snapdragon 7s Gen 2, atau berapa gitu. Snapdragon agak susah sih sekarang, urutannya agak loncat sana loncat sini. Kalau tanya Gemini, dia mirip dengan Snapdragon 4 Gen 2, jadi pendahulunya, terus Exynos 1330 udah lumayan lama, Samsung Galaxy A14 4G, dan Dimensity 6300. Jadi, 4 Gen 4 adalah prosesor yang 5G, tapi entry level. Sekarang nama prosesor, emang nggak bisa liat angkanya doang sih, kayak Helio G91 ternyata lebih rendah dari 888, itu pun udah agak mind blowing sih buat saya, jadi memang sengaja dibikin membingungkan. Sekarang kita lihat isi kotaknya, dari 4G dulu, kita di welcome oleh tulisan Redmi yang besar. Ada kartu ucapan selamat bergabung jadi keluarga besar, ada kartar Xiaomi, ada buku petunjuk atau kertas petunjuk, terus kita mendapatkan casing dengan tulisan Redmi, dan ada garis-garisnya, ini standar Redmi sih. Jadi dari kemarin-kemarin udah kayak gini. Di sini ada SIM Ejector juga, dan ada HPnya yang nanti kita bandingin sama 5G nya, kalau udah liat aksesorisnya ada bedanya nggak ya? Di sini ada kabel type A to type C, ada charger 45W port type E, standar aja, udah lengkap dan tidak ada yang dipotong. Terus kalau yang 5G, apakah sama harusnya? Iya, ini ada Redmi, terus ada buku kertas petunjuk, kartu ucapan, ada SIM Ejector, ada HPnya, terus ada charger 45W, dan ada kabel. Dari aksesoris sama persis, charger, casing, terus kabelnya, SIM Ejectornya sama semua. Kalau dari HPnya sendiri, yang biru ini 4G, yang hitam ini varian 5G. Masih ada stiker, kita lepasin dulu. Nah, ini udah bersih, kalau warna biru dia 4G, kalau warna hitam dia varian 5G. Harus saya tekankan sekali lagi, karena keduanya terlihat persis ya, dari modul kameranya, ini sama persis dari level 50MP-nya juga sama, LED Flash, kameranya sama dari yang kamera utama, sampai kamera pelengkap yang cuma seukuran jarum ini juga sama. Jadi, benar-benar terlihat kayak HP yang beda warna doang sih. Kalau dari bobotnya, coba kita timbang, apakah yang 5G dia lebih berat dari yang 4G? Karena baterainya juga sama, 7700 mAh. Sekali lagi, cuma beda chipset. Kalau yang 5G, dia 225.7, bener ya, bedanya 0.3... 0.4 gram. Oh, 3. 225.4. 0.3 bedanya di mana ya? RAMnya 6 versus 8 sih, tapi RAM itu nggak ada beban beratnya tambahan atau apa ya. Jadi, mungkin ada plastik atau apanya. Keduanya sama-sama pake material plastik pastinya buat frame. Yang di sebelah kanan ada tombol power, volume, di atas ada IR blaster, terus di kiri dia polos, dan di bawah ada speaker, port type C, mikrofon, dan slot SIM card. Wih, slot SIM cardnya mengikuti warna bodinya ya. Jadi, ini yang warna biru, putih, ini yang warna hitam. Sama-sama support 2 kartu nano SIM, tidak bisa ditambah pake microSD lagi. Keduanya sama-sama punya rating IP65, artinya tahan hujan, sama-sama punya NFC, dan gyro hardware harusnya sama-sama punya. Nanti kita lihat. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Redmi Note 17 4G dan 5G. Kayaknya kalau warna wallpaper modelnya tergantung varian warna yang kita ambil ya, kalau warna biru dia wallpapernya bakal biru, kalau yang hitam dia bakal lebih gelap. Di sini, bezel varian 5G yang warna hitam kelihatan lebih tebel ya. Itu sebenarnya ilusi kombinasi warna aja sih, karena ini hasil dari yang hitam di sini, plus frame warna hitam. Jadi ngedouble. Sementara kalau varian warna biru, dia ada bezel hitam, dan framenya warna biru. Jadi yang hitamnya nggak kelihatan setebal itu. Padahal totalnya sama aja. Cuma kalau dilihat emang lebih enak biru sih. Hitamnya itu rasanya lebih tipis lah ya dibanding yang si 5G. Rasanya totalnya tebel banget. Ya dia juga ngasih ilusi kalau dagu si 5G kayak lebih tebel gitu. Ya ternyata pemilihan matching-matchingan warna penting juga sih. Ya soal desain layar di Redmi Note 17 4G sama 5G ini, itu jadi salah satu downgrade dibanding varian tahun lalu ya. Karena kalau Redmi Note 15 4G 5G tahun lalu, dia bezelnya tipis, terus lengkung, kelihatannya cantik banget dibanding varian tahun ini yang bezelnya lebih menebal lagi. Itu salah satu yang dilakuin Xiaomi biar lebih hemat harga komponen kali ya. Jadi harganya semoga bisa diteken dibanding harus pake model layar yang sama. Untung kalau dari spek layarnya dia udah bagus. Kayak dari brightnessnya pas saya tes di outdoor, ini jam 10 siang lumayan terik Jakarta akhir-akhir ini. Masih kelihatan jelas karena HBMnya dia bisa sampe 1300 nits atau 1200 nits. Terus panelnya juga udah pake AMOLED dan resolusinya Full HD 120Hz. Warnanya enak dan scrollnya juga mulus. Jadi dari layar dia ada downgrade, cuma untungnya nggak parah-parah banget ada di bagian dagu sini aja. Dan mungkin bakal ada yang lebih happy sama model layar yang rapa gini ya, daripada yang melengkung karena mungkin screen protector dan lain-lain. Dan asiknya karena dia AMOLED, Xiaomi udah berani ngasih in-display fingerprint sih. Itu nggak semua HP mid-range yang pake AMOLED udah mau ngasih fitur ginian. Biasa masih di tombol power. Kalau kita tes speednya, ya bagus sih. Nggak lambet cuma nggak instant banget kayak HP flagship. Cek! Yup! Cuma masin geternya dipotong juga ya, jadi dia nggak mantep. Tek, tek, tek, ini masih murah geteran yang geli-geli gitu. Misalnya pas lagi ngetik gini, feelnya geli-geli aja sih geteran. Nggak ada gyro hardware sih. Ini video 360, saya goyang-goyangin, dia tidak merubah posisi sama sekali ya. Nggak di-tech sama sekali, jadi tidak ada gyro hardware. Di sensor box juga kalau kita klik gyro, scoop sensor, dia keluar. Sorry, hardware kamu tidak support sensornya. Jadi ya agak sayang sih bagian itu yang dipotong dari sebuah Redmi Note, yang biasanya performanya tinggi. Tapi itu dia, PR dari Redmi Note 17 kali ini. Kita masuk ke performa, kita coba lihat angka benchmarknya. Ini varian 4G, ini varian 5G. Kalau 4G, dia cuma 524 ribu saja. 520 ribuan bukan angka yang tinggi-tinggi banget ya, itu masih sedikit di bawah Helio G99, dan kalau mengingat si Snapdragon 6s 4G Gen... Panjang sekali, sampai lupa. Ya, Snapdragon 6s 4G Gen 2 itu cuma overclock-overclock sedikit dari prosesor lama, nggak bisa ngarep banyak sih sama performanya buat main game atau buat yang berat-berat. Kalau mau yang lebih kenceng ada di varian 5G sih, karena selain dia udah support jaringan 5G, dia juga punya skor benchmark yang lebih kenceng, sekitar 20% lebih kenceng dari yang varian 4G. Jadi kita langsung tes aja performanya seperti apa. Tahun ini tema HP-HP mid-range atau kebawah emang downgrade chipset sih. Kalau kita bandingin sama Redmi Note 15 4G, ini sedikit di bawahnya. Soalnya yang tahun lalu dia pake Helio G100 atau G99, ini pake yang lebih pelan. Settingan gamenya pun nggak tinggi ya, dia maksimal di high HD aja, jadi maksimal 60 fps. Bukan performa yang tinggi sih, ini kayak settingan HP entry level sih, sama ini entah kenapa... Rasanya kok agak sedikit berat ya? Wih, agak ngedrop baru kan. Wah! Wah! Kabur, kabur! Musuhnya hebat banget! Ya, ini emang nggak ngeheng, nggak nge-lag patah-patah, tapi speednya menurun ya, mungkin dari 60 fps jadi 30an fps, terus kalau sepi lagi dia naik lagi. Iya tuh, pas ngedeket ke musuh kok rasanya jadi... Ngedrop gitu framenya. Jadi... Jadi tidak pede gitu buat maju. Berasa, berasa banget, berasa banget. Yup, yup! Kalau kita lihat grafik fpsnya emang banyak ngedropnya sih, padahal ini MLBB aja dan di HD aja, 60 fps aja dia tidak sanggup buat penuhin. Jadi Redmi Note 17 4G jangan banyak berharap dengan performanya ya, ngarep ke daya tahan baterai aja, karena dia jualan baterai 7700 mAh. Nggak bisa ngedeket sih. Kita langsung lanjut di varian 5G, pake karakter yang sama di game yang sama. Jadi tadi sebenarnya AFK, bentar ya... Semoga belum kalah, tadi dibantai banget soalnya. Ayo, ini udah HP baru nih. Ini settingannya, oh super nih! Jadi bisa di 90 fps dan... Iya, jauh lebih mulus daripada si 4G tadi. Wih, nggak penuh. Wih... Dari grafiknya emang varian 5G lebih kenceng sih. Sekali lagi, chipset 5G tidak hanya support jaringan 5G, tapi speednya juga lebih kenceng. Ini buat Genshin setting lowest. Aha, bring it. Oh, salah. Oke, kita ke sini, kasih ulti. Nggak sih, kombonya belum dapet. Dadadadadadada... Masih bisa playable, walaupun frame ratenya nggak tinggi-tinggi banget, tapi masih bisa diikutin gameplaynya. Bisa ngefarming, bisa jalani misi, lumayan sekali. Cuma apakah mulus banget? Nggak, kalau kita lihat grafiknya rata-rata juga cuma dapat di 30 fps aja ya. Ini jauh lebih menting daripada varian 4G yang 23 fps rata-ratanya. Sudah tidak nyaman buat dimainkan. Sekarang kita cobain speakernya. Ini di berapa nih? 100% Kek kecil banget. Mono ya, kecil banget suaranya 100%, oh ini mode 200%, tetep kecil rasanya, kayak nggak bertenaga sama sekali. Tidak semangat sama sekali rasanya banderin speaker. Nggak sih, speakernya kurang. Ini mungkin jarang-jarang saya kasih nilai, tapi paling nilainya 6, 5, 5.5 gitu, kisaran kayak gitu sih, tidak memuaskan, tidak kenceng, bassnya nggak berasa, vokalnya juga malah nusuk-nusuk aja, iya, treblenya tinggi sih banget. Kurang memuaskan lah, apakah 5G-nya sama ya? Karena speakernya kan, apakah beda 0,3 gramnya tadi berasa di speaker? Kenceng sih, lebih kenceng sih. Ya, ternyata speakernya beda, tapi nggak bening juga, lebih besar aja suaranya. Ya, bassnya juga lebih berasa jadinya, ini 6,5 jadinya, kok beda ya? Itu, 0,3 gram tadi ternyata lumayan berasa di bagian ini. Saya nggak bisa bilang ini merdu, enak didengar, tapi minimal lebih mending, lebih berisi, lebih bersemangat daripada 4G-nya. Iya sih, ini lebih kenceng sih, tapi sama-sama mono juga. Nggak, karena stereo dia lebih kenceng, jadi ya 5G lebih oke, walaupun tidak bisa dibilang bagus. Bagian yang paling diandelin oleh Redmi Note 17 4G dan 5G, tentu saja ada di baterainya ya. Ini tulisannya paling besar, 7700 mAh, dan nomor 2 paling gede, 6,99 inci. Jadi, dari tadi sih layarnya emang berasa gede sih, dan berat juga kan, 220an gram, dan baterainya juga tebel. Saya bakal tulisin di sini, daya tahan baterainya setelah di tes Maps, gaming, sama streaming YouTube, kira-kira seawet apa? Harusnya lumayan awet sih, 7700, dan mesin yang tidak terlalu kenceng, harusnya lebih hemat daya. Sekarang kita cobain kameranya, yang masing-masing 50MP, satu aja kamera utama, itu jelas downgrade kalau dari angka speknya ya, sensornya, karena tahun lalu, varian 4G dapetin sensor 108MP, kalau yang 5G, dia dapet 108MP, plus ultrawide 8MP, kali ini cuma satu aja. Jadi begitu ya, resep HP midrange tahun ini, emang potong kamera, potong chipset, potong RAM, potong storage, naikin baterai, dan bagusin desain. Dan Redmi Note juga kena. Coba kita tes-tes aja, tes dulu apakah satu kamera... yang sangat bisa diandalkan. Kalau kita bandingin, kita langsung bandingin samping-sampingan aja sih. Kalau yang 4G rasanya agak tata-tata gitu. Nah, buat hasil kamera, Redmi Note 17 4G vs 5G. Buat foto-foto siang, udah lumayan bagus nih. Menyenangkan sih, saya nggak nyangka 50MP udah bisa pamer able, dan saya justru lebih suka varian 4G ya. Warnanya lebih hidup, lebih cerah, lebih enak dilihat. Fotonya juga tajem, detailnya bagus. Sementara buat varian 5G, masih oke juga detailnya. Kalau dibandingin sama 4G, dia kelihatan enak juga, nggak over sharpen, tapi dia agak kusam warnanya di mata saya. Ya, ini lumayan kejutan. Saya kirain kamera versi 4G bakal loyo juga kayak prosesor dan speakernya tadi, tapi ternyata lebih mantep dari 5G. Itu kalau fotonya siang-siang ya, kalau misalnya udah foto pas malam, saya condong ke varian 5G yang sedikit lebih rapi. Noisenya juga lebih dikit, lebih bersih dari 4G. Oke, jadi ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Redmi Note 17 4G dan Redmi Note 17 5G. Kalau dari settingan, keduanya sama-sama aja sih. Maksimal di 1080p dan frame ratenya juga sama-sama di 30 fps. Cuma kalau saya lihat dari preview-nya ini kayaknya yang 5G yang sedang saya lihat sekarang, dia warnanya lebih oke ya, lebih tajem, kontrasnya lebih bagus, lebih stabil juga. Sementara yang 4G dia lebih flat, kayak lebih diterang-terangin dikit. Nggak setajem 5G juga. Jadi walaupun spek kameranya sama, settingannya sama, tapi prosesor lumayan ngasih perbedaannya. Mungkin karena yang 5G ini, dia lebih kenceng jadi lebih berani main-mainin processing. Sementara yang 4G, ya nggak terlalu berani main-main, nggak terlalu processing sana sih. Lebih bagus 5G sih. Kesimpulan, sama kayak HP-HP baru lain di pertengahan 2026, kalau Anda nemu HP versi tahun lalu dan harganya sama atau malah lebih murah dari yang baru, langsung sikat yang lebih lama. Karena feelnya bakal lebih menang banyak ya. Redmi Note 15 juga lebih menang banyak daripada 17. Sementara buat Redmi Note 17 ini, HP versi masa sulit lah ya, masa kegelapan komponen ya. Jadi Xiaomi harus mundur dulu, harus bertahan dulu, potong kapasitas RAM, potong chipset, potong kamera, dagunya ditebelin dikit. Itu masih oke sih kalau standarnya tahun ini ya. Masih aman, selama masih ada yang dibanggakan kayak kecerahan layarnya bagus, saya suka, brightnessnya tinggi buat outdoor, pas ngetes itu enak ya, masih kelihatan jelas ya. Dan storagenya untung tetep pake UFS. Kamera juga tadi buat foto-foto masih bagus. Dan mereka masih bisa naikin baterai juga. Kalau emang stock tahun lalu udah abis, Redmi Note 17 4G dan 5G masih enak sih, tapi dengan catetan speednya lebih lambat. Emang kalau sekarang mau HP yang allrounder, kualitas bagus semua, mesin kenceng, layar cantik, dan lain-lain, itu levelnya sudah 6 jutaan. Kayak mungkin jatahnya Redmi Note 17 Pro dan Pro Max, karena selain ini dua, masih ada saudaranya yang kelasnya lebih tinggi lagi. Tapi saya nggak tau harganya berapa. Kita tungguin aja pas mereka launching. Ayo, Xiaomi Indonesia harganya semoga bagus ya. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Ini nggak mungkin di bawah 3 sih, karena Redmi 17 aja sudah 3. Jadi pasti di atasnya. Semoga nggak lebih dari 4. Desainnya. Oh beda ya? Daun-daun gitu. Cuman kalau lo liat layarnya, oh baterenya udah habis. Layarnya nggak banget sih.

Lihat di YouTube