Jungkat

Unboxing Mystery Box !! Kali Ini Gak Zonk ! (YouTube Video)

  • 22/01/2026

Hai adika, guys. Di sini udah lama ya kita gak bikin konten unboxing mystery box karena menurut saya udah enggak wored ya. Karena saya beberapa episode terakhir pas konten unboxing mystery box itu dapatnya zong mulu. Jadi saya [musik] udah malas bikinnya ya karena udah menurut saya enggak menarik. Nah, kemarin saya tuh story kalau misalkan gimana sih enaknya ini kok adapter hilang, kabel hilang di-replly tuh sama salah satu brand namanya Fansion. Mas Jika mau kita kirimin enggak buat gantiin yang hilang-hilang? Tapi dikiriminya lihat nih boksnya gede banget. Jadi, ya sekalian aja kita bikin konten [musik] unboxing mystery box karena saya gak tahu di dalamnya ini isinya bakal apa aja. Oke, jadi langsung aja nanti editor tolong ini disensor ya alamat saya ya bahaya karena kalau misalnya enggak disensor nanti banyak yang ke sini lagi. Dan langsung aja kita buka ini. Kalau dari boksnya sih berat ya cuman ya jadinya satu box aja biasanya kalau misalkan saya konten mistery box kan banyak tuh boknya ya. Mungkin kalau kalian punya kenalan seller atau apa gitu, mystery box yang menarik, tulis aja di kolom komentar beserta link pembeliannya ya bakalan kita beli. Karena saya juga kangen sih konten-konten mystery box itu lucu. Walaupun saya selalu rugi dan saya enggak pernah merekomendasikan konten mystery box karena selalu gaca dan selalu rugi. Tapi seru aja gitu bikinnya. Dan sekarang kita dapat mystery box dari brandion. Wah, isinya satu box full ya. Makanya kok dia berat banget ya. Ada banyak sih ya. Coba kita lihat dulu di sini ada 100 watt desktop gun charger. Gun itu di sini bukannya dia [musik] yang punya kaskus bukan. Karena dulu kan zamannya kaskus itu agan-agan gitu ya. Kios komputer masih sering tuh gan orang lawas gitu ya. Orang tua. Nah, terus ada apa lagi? Wah, banyak adapter juga ya. Mentang-mentang adapter saya banyak yang hilang ya. 100 watt gun charger. Ini sama juga lah. Kok barangnya sama? Bentar. Tiga. Terus apa? Di giveiveawayin. Menarik ya? Ya menarik deh. Satu aja. Kata Azura. Azura gini-gini, Guys. Emang kamu butuh? Butuh, Mas. Butuhnya buat apa? Banyak. Kilaan banyak. Satu. Satu juga boleh. Iya, Guys. Saya maunya sebenarnya giveaway ya, tapi kata Azura, "Jangan, Mas, anak-anak butuh." Ya udahlah, ya. Terus ada 8 in one hub. [musik] Ini pakai USB 3.0. Nanti kita jelasin lah ya fitur-fiturnya. Cuman saya penasaran ada banyak. Ternyata ada lebih dari, bentar, apa lagi [musik] ini? N in one. Yang ini 8 in one. Terus ada enclosure juga. Uh, banyak banget ya ini. Saya suruh buka toko nih sama fansion nih. Banyak banget. Ada kabel juga. Bentar. Jadi nanti kita sendiriin kita bahas fiturnya ya. Wah, banyak banget. Terus ada oh ini. Jadi kalau kalian punya hardisk yang enggak eksternal, yang SATA itu ya, itu kan butuh enclosure buat jadi eksternal ya. Nah, ini butuh juga. Terus ini apa? XJMI video capture card. W ini butuh buat live. Oh, buat anak benchmark kata Azura. Oh, live udah ada ya? Sudah oke ya udah ada kabel lagi. Terus uh nine inone one doking banyak banget gila. Bentar ya gini aja deh terlalu lama. Hm. Ini ada box yang beda sendiri warnanya hitam. Uh power bank 10.000 watt wireless powerbank. Tapi apakah dia udah triple C? Karena sekarang itu aturan baru ya. Wah belum sayangnya ya. Nih kalau kalian lihat kan dia enggak ada sertifikasinya triple C ya. Sekarang di Cina, setahu saya Cina sama negara dan beberapa juga udah mulai menerapkan gak boleh power bank kalau enggak ada CCC triple [musik] C-nya. Jadi ini kalau buat domestik sih oke ya. Terus apa lagi? Oh ini ada ini apa Zur? Cut reader. Oh butuh cut reader. [musik] Oke. Terus ada pengikat kabel ya. Bukan pengikat jodoh. Pengikat kabel. Okelah karena barangnya ada satu seri tapi quantity-nya banyak. Jadi coba kita lihat dulu. Kita mulai dari [musik] yang mungkin yang mana, Zurus Zur? Ini ya 100 watt desktop gun charger. Oke, kita buka kualitasnya kayak apa. Harganya berapa ini, Sur? Rp700. Rp709.000. Lumayan ya untuk sebuah adapter karena memang dia 100 watt dan pakai teknologi GAN. Apa itu Gun? Galium nitrate. Aduh, saya lupa lagi. Gali apa sih? Gallium nitrit ya. Itu adalah teknologi di mana secara bentuk dia bisa kecil tapi watt-nya bisa gede. Makanya kalau kalian lihat gun charger yang ada di HPHP itu kebanyakan kecil tapi 120 watt, 100 watt. Nah, saya berharap sih ke depan laptop juga menerapkan hal itu ya. Kenapa? Karena laptop kan laptop yang seri U itu kan juga masih 65 watt ya. Semoga aja ke depan chargernya pakai teknologi kan biar [musik] kecil gitu. Nah, di dalam paket pembeliannya kabelnya wuh dapat dua si jadi ada kabel yang type C to type C, ada kabel bukan ini [musik] kabel colokan biasa ya standar I dan 100 watt cuman segini nih. Kecil banget kan ya? Nah ini charger laptop. Coba kalian lihat ini 65 watt dan ini 100 watt. Lebih gede yang mana nih? Lebih gede yang laptop jelas ya yang pakai teknologi GAN memang secara big quality atau secara berat ya dia lebih berat gitu. Ini masih ada kopong-kopongnya. Jadi lebih berat ini karena memang dia 100 watt. Jadi kenapa ini kita butuh kata Azura? Kenapa enggak boleh diguin? [musik] Karena benchmark itu biasanya kan adapter hilang tuh. Jadi misalkan ada 5 HP datang sekaligus ya mereka buka terus adapternya dicolokin satu satu. Nah waktunya dikembaliin biasanya chargernya hilang kayak gitu ya. Cuman kalau kayak gini kita butuh protokol yang sama loh ya. Karena biasanya gini Vivo contoh ya dia superf kalau enggak salah. Vivo superf engak sih? Kalau Huawei, Huawei Superchge [musik] ya kan dia mereka punya protokol masing-masing gitu. Cuman kalau dari boknya ini coba kita lihat mana tadi boksnya. Nah, kalau di boknya ini dia udah support power delivery ya. Nah, power delivery ini pintar. Jadi contoh misalkan kalian ngecas iPhone atau Samsung lah yang 25 watt, dia enggak bakalan langsung ngeluarin 100 watt. Jadi dia bakalan negosiasi, bukan negosiasi sih malah kayak cuman ngasih aja. Jadi dia bakalan bilang ke HP-nya, "Lu butuh berapa watt?" "25 watt aja." ya udah dia kasih 25 [musik] watt padahal dia masih punya daya 100 watt jadi enggak langsung dikasih 100 watt. Jadi kalau kalian beranggapan 100 watt dikasih 25 watt meledak dak ya karena sekarang teknologi udah makin pintar. Jadi sebenarnya makin gede charger kalian kalau selama dia punya power delivery sih aman-aman aja. Terus dia juga bisa ngecas empat secara bersamaan ya. Tuh ada single port two port three port. Nah dan untuk output-nya kalian bisa baca di sini aja kalian post videonya karena kalau saya jelasin kayaknya bakalan panjang. Dan kita juga dapat ini. Ternyata fungsinya saya kira bakalan kayak type C langsung ke type C gitu ya. Ternyata enggak. Karena mungkin karena dayanya gede ya 100 watt. Jadi dia butuh colokan tambahan nih. Jadi kita masukin colokannya kayak colokannya monitor kayak gini. Search. Terus ini masukin ke listrik dan ini langsung USB type C-nya. Dan kalau ngomongin kabel, kabel itu juga berperan penting untuk delivery-nya. Cuma di sini enggak ada tulisannya ya kabelnya versi berapa. Oh, ada nih USB 3.1 yang artinya berarti dia lebih kencang [musik] ngecasnya. Terus kalau misalkan kalian mau pakai kabel ini buat transfer data juga lebih kencang. Oke, sekarang lanjut ke hub ya. Ini hub enggak usah dikasih P depannya ya. [musik] Jadi hub hub itu adalah komunitas kumpulan, gitu. Makanya kalau kalian beli hub pasti portnya banyak. Nah, contohnya kayak MacBook M1 bekas yang kita review kemarin yang harga R jutaan yang sekarang setelah videonya tayang seller-seller naikin jadi Rp jutaan. Saya malasnya ng-review laptop itu bekas kayak gitu loh [musik] ya. Kita nge-review enggak dibayar, mereka cuanya yang banyak. Mereka habis kita review eh dinaikin harganya. Kalau misalkan ada seller yang mau komitmen sama saya misalkan ee Bang tolong reviewin laptop saya ini dong. Saya enggak usah dikasih dipinjamin aja enggak masalah. Tapi harus komitmen. Misalkan komitmennya pokoknya harganya enggak boleh dinaikin dan barangnya memang dipastiin bagus, garansinya jelas, saya mau bantu kok. Kadang-kadang kalau saya random beli terus setelah di-review harganya naik gitu, itu kan namanya anjing. Nah, gunanya hub ini, ini fungsinya untuk laptop-laptop tipis kayak [musik] MacBook M1 kemarin yang cuman punya tiga connectivity, tiga USBC aja. [musik] Nah, ini fungsinya yang 9 in1 ini ya. Nah, kayak gini hubnya. Ini pakai material metal ya. Tapi kalau yang bagian atas ini dikasih kayak semacam glass kaca biar kelihatan elegan dan ada logo Fansion di sini. Dan dia portnya ada apa aja? Ada RJ45, XDMI, USB type C, terus type E-nya ada tiga, terus ada type C lagi katanya 9. Oh, ini ya. Jadi ada slot micr SD card lagi. Oh, untuk type A-nya itu ada di USB 3.0, 2.0, RJ45, terus type C-nya [musik] Gen One. XJMI-nya enggak kasih keterangan ya. XJMI 2.1 kah, 1.4 kah? Hmm. H. Tapi kalau untuk USBC-nya 3 G one oke sih. Terus baterialnya dia pakai aluminium alloy dan oh ternyata bukan bukan kaca guys. Di atas ini dia pakai akrilik ya. Terus dia juga support sama power supply 100 watt. Nah ini bakalan cocok buat laptop-laptop tipis kayak MacBook kemarin. Tinggal colekin aja type C-nya. Dan type C-nya ini pakai USB 3.1 kabelnya yang ini ya. Terus kenapa 3.1? Karena transfer datanya bakal lebih kencang. Karena kalau pakai 2.0 jelas button neck ya. Donggle itu 2.0 [musik] ya. Terus kalau dicolokan, contoh ini ada laptop di sini. Mumpung ada laptop, kita tinggal colokkan ke sini. Apakah dia ada? Uh, nyala ternyata guys. Jadi kalau misalkan dicolokkan dia enggak perlu driver langsung plug and play bukan plug and pray. Nah, di sini ada type E-nya. Kita bisa langsung gunain. Jadi, kalau misalkan kalian punya laptop tipis, tapi kalian orang yang suka pakai gear kayak keyboard, [musik] mouse, terus kalian juga pakai LAN, terus kalian punya koneksi e sama monitor, itu butuh XDMI. Nah, ke depan saya itu sebenarnya udah malas pakai PC. Bukannya males ya, karena saya udah jarang nge-game. Saya tuh pengin beli laptop workstation satu yang ringan tapi powerful. Nah, nanti ke depannya saya bakalan pakai dongle terus saya koneksikan ke monitor. [musik] Jadi, kalau pas di rumah ketika saya pengin kerja keras pakai monitor, tapi pas di luar tinggal saya tarik aja laptopnya bawa keluar. Jadi enggak perlu [musik] PC lagi. PC-nya biar dipakai editor. Karena sekarang editornya adik Kidi editannya lumayan bagus-bagus ya. Banyak yang membuji juga. Jadi ya PC saya murah-murah aja. Enggak apa-apalah laptop murah-murah aja. Yang penting bagian editing bagus. Terus 8 in one. Oh, ini sih bukan dongle ya. Ini lebih kayak USB power station gitu. Jadi kalau misalkan kalian punya terminal eh terminal bukan terminal Arjosari atau terminal bus ya, gimana jelasnya? Nah, jadi kayak gini. Eh, mana terminalnya lah? Oh, ini dia saya cariin kan. Nah, jadi sekarang kan zamannya semua device itu pakai USBA. Kalau enggak sayangnya masih USBA ya. Mungkin ke depan fansionen bisa bikin yang USBC semua ya. Jadi biar lebih universal. USB itu kan kepanjangannya universal serial BS. Jadi kalau type Type E sih mungkin ke depan Type E bakalan di-band ya sama Eropa mungkin ya. Karena Lightning aja kan di-band kan. By the way kabelnya ini pendek banget jadi coba Sur tolong Sur nutut enggak? Eh kebalik sur. Nah, jadi dia bisa sebagai power station dan ada individual switch-nya ya. Jadi kalau misalkan mau dinyalain tinggal dipencet aja. Kecil banget sih. Jadi meja lebih [musik] ringkes tapi gampang dicolong sih ini ya. Plus dia juga ada kabel USB type B itu USB type A-nya. Ini gunanya buat [musik] upstream port. Jadi kalau misalkan ini kita colokkan ke laptop kita itu butuh transfer rate yang lebih gede. Danah dengan [musik] USB type-nya ini dia bisa 5 Git/s. Jadi kalau misalkan di sini mau dicolok hardisk eksternal, terus flash disk, terus mungkin dongle ini tadi, kecepatan transfernya itu enggak bakalan [musik] battle neck. Dan enaknya tadi itu dia lebih lebih apa ya? Lebih rapat gitu. Kalau ini kan enggak gampang ke ke apa ya namanya? Kegoyang-goyang terus gampang lepas gitu enggak? Ini lebih rapat fungsinya type B dibandingkan type A type C. Harganya berapa, Sur? 300 R9. 379.000. Okelah 379 apalagi kita sudah dapat kabelnya langsung ya. Yang tadi hub-nya ini berapa ya hubnya? Yang main inland total. Rp799.000 untuk USB hub-nya yang ini ya. Tapi ini [musik] memang ya kalau kalian punya laptop tipis mau enggak mau harus beli ini sih ya Rp700.000 untuk dapat 9 port. Okelah, daripada kalian beli laptop [musik] yang lebih gedean kayak laptop gaming, mungkin portnya banyak. Selisihnya enggak mungkin R00.000, bisa berjuta-juta. Two inone cut reader. Coba ya kita lihat dia. Uh, pakai aluminium. Masa sih cut reader? Harganya berapa Sur? Harya harganya Rp115. Rp115.000. Murah ya. Nah, dia simpel aja kayak flash disk gini. Uh, iya. Dia pakai aluminium, Guys. Jadi bukan plastik ya. Kenapa aluminium? Karena kalau misalkan panas, aluminium itu bisa nyereap cepat. Kalau plastik kan panas ya udah di situ aja ya. Nah, fungsinya aluminium nyereap panas kalau misalkan dia dia di dalamnya kan ada chip ya. Kalau misalkan chipnya ini panas, transfer rate-nya itu bakalan battle naik, bakalan turun. Jadi kalau misalkan kita transfer data, kalau dia panas speed-nya bakal menurun. Nah, ini cocok buat di Indonesia di iklim tropis karena kalau misalkan ruangan [musik] kalian enggak ada AC-nya ya, aluminium alloy itu paling oke sih dia. Jadi, dia supportnya di micro SD yang kecil ini sama full SD card. Untuk speed-nya di untuk card ver-nya sih ini katanya UHS 1 versi 3.0. Tapi kalau biru gini biasanya speed-nya udah kencang sih ya. Tapi Rp115.000 ya. Jangan berharap kencang kayak punyanya Snapsis. Snapsis itu kencang banget. Snapsis hilang Sur ya? Kayaknya di aku deh. Snapsis kayaknya di aku. Snapsis itu kencang sih cuman harganya lumayan R1,5 juta. Ini sekarang power bank. Power bank 10.000 mAh. Harganya Sur harganya cukup terjangkau ya. Segini tuh 300 berapa sih? 395 hampir R00.000 lah. Sebenarnya supportnya itu oke banget karena dia support sama heitu wireless charging yang outputnya bisa sampai 15 watt [musik] ya. Tapi sayangnya dia belum triple C. Walaupun di sini ditulis [musik] air Travel friendly, tapi sekarang aturan barunya powerbank itu harus triple C. Terus dia juga ada support power delivery, ada digital display-nya dan bidirectional charging kabel yang artinya bidirectional itu jadi dia bisa ngecas device lain dan [musik] port itu juga bisa buat ngecas dirinya sendiri. Masih ada baterainya enggak? Nah, dan ada digital indikatornya nih kayak gini. Terus ada jagraknya di sini. jagrek at itu ya apa [musik] standarnya lah. Wah, ada posnya juga ternyata Zun. Dan karena dia ada jaggerraknya, jadi kita bisa nonton TikTok, scrolling TikTok kayak gini. Coba ya, saya penasaran kalau misalkan ini saya di sini ngecas, dia ngecas dirinya sendiri enggak? Nah, ini tindakan bodoh ya, jangan ditiru ya. Lanjut barang selanjutnya ada abizur HDMI video capture card di karena kan kita kalau misalkan ng-review laptop itu kan kita butuh gambarnya ya kayak misal Dota 2. Karena kalau misalkan saya bikin chart saya takutnya kalian enggak percaya gitu chart doang chart itu bisa dimanipulasi. Nah makanya saya minta tim benx saya untuk ngrecord gameplay-nya sambil ada MSI after benar di bagian pojoknya. Jadi kalau misalkan wah ini datanya manipulasi gimana caranya kita manipulasi? Kita enggak pernah manipulasi data kok, Guys. Ya, datanya ya itu fix. Cuman biasanya kalau misalkan kita pakai enggak pakai capture card ya, kalau kayak misal [musik] kita pakai screen recording bawaan contoh Bandy Cam gitu ya. Bandy Cam itu dia juga membebani CPU dan juga GPU-nya. Nah, caranya biar dia enggak mbebani, kita harus pakai capture card kayak gini. Karena kalau misalkan kita pakai Bandy Cam, FPS-nya itu langsung turun jauh. Jadi, saya enggak mau tuh. Karena kan ya fungsinya bandycam sebenarnya cuma ng-record video. Kenapa harus mengurangi ketika main game? Biar kalian bisa tahu performa asli gameennya itu kayak gimana. Makanya kita butuh HDMI video, capture card kayak gini. Jadi enggak usah pakai bandyam, pakai device ini aja. Kita bisa langsung recam gameplay-nya tanpa harus membebani CPU ataupun GPU-nya. Nah, ini saya juga pakai di foto box ya. Di Photoo Box itu dari kamera. Dari kamera dikoneekin ke layar itu saya juga pakai HDMI video capture card kayak gini. R.000. 200 200 lumayan ya kabel kabel-kabel kabel mau divievelnya coba kita lihat oke jadi uh kabelnya tapi 240 watt ya gila jadi gini semua teknologi itu harus sinkron ya contoh kalau kalian punya router Wii 5 eh sori provider kalian itu masih WiFi 5 tapi kalian beli WiFi 7 mubazir percuma karena bakalan backward compability bakalan jalannya di Wii 5. Terus contoh lagi, Bluetooth. Bluetooth kan sekarang udah sejamannya Bluetooth 6 ya. Kalau kalian beli TWS yang udah support Bluetooth versi 6, tapi HP kalian supportnya di Bluetooth 5.2, percuma bakalan backward compability walaupun TOS-nya udah futur proof ya. Sama kayak kabel ini. Kabel ini kalau misalkan charger kalian itu 100 watt kayak tadi contohnya, terus HP kalian itu 100 watt juga kayak HPH ABC sekarang kan kencang-kencang ya. Tapi kabel kalian bukan kabel yang support 100 watt. Percuma juga karena masuknya gak bakalan 100 watt. Jadi semuanya itu harus sinkron kalau di teknologi cah. Contohnya ini dia support sama 240 watt yang transfer. Kalau misalkan kita pakai kabel ini buat transfer data itu juga lebih kencang. Nih kabelnya udah braided kayak gini. W ini mahal ini kayaknya. Berapa sih kabel doang? Berapa nih? 77 ya. Oke sih ya. Masih lumayan murah ya. Fancing murah banget ya karena biasanya di 100-an lebih dan dia braided dan panjangnya juga 2 [musik] m ya dan harusnya kalau kabelnya braed kayak gini biasanya tuh yang paling rusak tuh di daerah sini nih. [musik] Sini tuh cepat rusak konektor kabel sama ini dan ini nih walaupun kabelnya bagus kadang ini kalau misalnya ketarik si ujungnya ini lepas jadi mungkin bisa ini harusnya sih kuat ya karena saya punya kabel ininya lepas jadi enggak bisa dipakai lagi. Oh ini itu sih. Heeh. Terus ada kabel lagi. Kalau kalian Rp77.000 [musik] dirasa mahal, ini ada yang lebih terjangkau lagi nih. Weh, plastiknya tebal banget ya. Niat nih. Adya kok plastiknya enggak setebel ini. Niat banget si fension ya. Nih. Nah, kabelnya sama-sama braed cuman bedanya dia type A 2C. Nah, ini fungsinya kalau misalkan kalian beli HP-HP Cina ya, HP Cina yang 65 watt, 100 watt biasanya memang dia udah pakai teknologi GAN, tapi saynya adapternya itu masih port type E karena dia support di 6 amp, jadi sekitar 100 [musik] watt juga. Jadi amanah harganya Rp50.000, tapi panjangnya cuman 1 m. Nah, terakhir ada enclosure. Enclosure. Kenapa terakhir? Karena menurut saya enclosure ya seharusnya sih kalau kalian penonton set di ID udah paham lah ya enclosure itu apa. Jadi end itu habis, close itu tutup, sure itu yakin. Jadi yakin mau tutup gitu ya kalau enclosure ya babak banget ya khususnya. Nah ini enclosure buat SATA atau NVM. Ini NVMI ya? Ya ini NVMI MD2 NVMI. dia pakai aluminium karena SSD itu kalau misalkan dipakai transfer data dia bakalan cepat panas. Nah, fungsinya sama kayak tadi hub tadi. Jadi fungsinya panasnya disebarin [musik] cuman wah dia udah USB 3.1. Tapi ini tricky juga ya. Ini USB 3.1 Gen 2. Memang dia speed-nya bisa tembus [musik] di 10 GB sih. 10 GB itu berapa MB? 10.000 Mbps ya? Benar ya? Benar. Berarti 10.000 Mbps ya. 10 GB/s. Nah, ini laptop kalian harus punya colokan yang USB 3.1 juga. Biasanya tanji itu ada angka 10 atau SS gitu, bukan Thunderbolt ya. Beda. Thunderbolt itu kan yang logo listrik. Nah, kalau yang USB 3.1 biasanya warna biru terus [musik] SS atau angka 10 lah. Nah, kalau ini kabelnya juga mendukung. Kita dapat kabel enggak kabelnya? Ini 3.1 juga ini kabelnya. Nah, ini kabelnya 3.1 juga. Terus ketemu colokan laptop yang 3.1, speed-nya bisa kencang lah. Walaupun saya enggak yakin bisa 10.000 Mbps ya. Tapi nanti kita coba ya di review-nya ya. Tapi kalau misal laptop kalian itu masih portnya USB 2.0 ada button neck di situ berarti speed-nya sekitar berapa? Mentok tuh di 480 [musik] Mbps. Jadi kalau kalian beli ini terus kalau laptop kalian enggak punya USB 3.1 terus kalian kemakan poin di sini 10 GB/ second kalian komplain kalian yang salah ya karena kalian enggak paham teknologinya. Terakhir ini hardisk. Kalau hardisk sih 6 GB/ second ya berarti 60.000 Mbps per seconds. Cuman ya tergantung portnya sebenarnya. Coba kita lihat portnya ya. Sama sih ya portnya dia pakai USB 3.1 Gen 2 cuman karena dia SATA jadi speed-nya enggak sekencang NVMe. Dan btw eh ini cuman enclosur-nya aja ya, casing-nya aja. Jadi SSD-nya kalian harus beli sendiri ya. Jangan salah paham ya. Eh harganya tadi berapa Sur? Lupa deh. Uh. Oke, ini 229. Yang NVMI tadi 3009. Kok murah, Bang? Karena enggak ada SSD-nya. Jadi, SSD-nya harus beli sendiri, [musik] ya. Dan ini pun juga harus beli hardisk 2,5 inch SATA-nya juga sendiri nih. Cuman transfernya sih 6 GB/ seconds enggak, Guys, ya. Mentok paling di 500 Mbps ya. Kalau misalkan pakai SATA apalagi ketemu sama kabelnya. Ini kabelnya sih 3.1. Jadi harus sama tadi. Jadi kalau misalkan kabelnya 3.1, colokannya 3.1, colokannya si hardisk ini juga 3.1, dia baru ketemu tuh pas optimal. Tapi kalau salah satu aja USB 2.0 itu udah battle neck yang artinya speed-nya bisa dipakai tapi speed-nya bakalan turun. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya video mystery box dari fanion kali ini. Wah, saya harus bersih-bersihin ya. Cuman sebenarnya saya kangen sih ya konten mystery box. seller atau kalian penjual atau kalian lihat pas scroll-scroll unboxing mysteries box, tulis aja di kolom komentar ya. Karena sebenarnya saya kangen juga konten-konten mistery box gitu ya. Walaupun selalu zong tapi menyenangkan gitu. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja. Kalau misalkan kalian minat dengan ini tadi, link pembeliannya di depan enggak di bawah ya di deskripsi kita beli and see you on the next video.

Lihat di YouTube