Unboxing Redmi seri "murah"... Redmi 17! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kita bakal cobain Redmi 17. Redmi angka nih. Seri HP yang biasanya selalu jadi pilihan aman buat kelas entry level. Speknya itu dikenal serba nyaman lah, buat standar harga 2 juta kecil. Itu biasanya! Tahun lalu, dan kebelakangnya. Tahun ini, saat negara api menyerang, harga komponen naik semua, justru HP kelas entry level ini yang paling kena getahnya. Dulu cu, waktu jamannya kakek, Redmi 15 RAM 8/128, 2.1 juta! Sekarang RAM 4GB, harganya 2.9 juta! 6/256, 3.85 juta! Nggak ada yang 8GB lah. Haah, realita! Let's go lah, kita cobain HP entry level di semester 2, tahun 2026. Apa bagian yang paling kena, dan gimana cara brand ngakalin HPnya, biar tetep menarik buat dibeli. Kita lihat kotaknya dulu. Di sini saya nggak bisa bilang mahal atau nggak ya, karena mungkin setengah tahun lagi, awal 2027, kita bilang HP ini 3 juta murah banget. Semoga nggak ya. Desain kotaknya ini Redmi sekali ya, ada kotak merah aja, dan tulisan Redmi 17. Tidak ada huruf apapun, kayak C atau A. Polesan aja angkanya, di sebelah kiri atas ada stiker NFC, yang ditempel setelah kotaknya jadi ya, jadi bukan cetakan langsung. Ada logo Xiaomi juga, dan di bawahnya ini ada stiker lagi, jadi tambahan ornament-ornament dedaunan gitu, buat nunjukin desain HP yang kita unbox. Ini desainnya lumayan unik buat HP Redmi, biasanya HP Redmi itu polosan aja, atau ada gradasi-gradasi dikit aja, sekarang Xiaomi ngasih kayak ada motif-motifnya, dan ini ada tulisan baru. Apa itu? Nanti kita lihat. RAM hingga 12GB! Yang tentu saja itu software saja, karena nggak mungkin RAM 12GB HP 3 juta jaman sekarang itu mustahil. Ini adalah 6GB hardware plus 6GB bohong-bohongan software, terus internalnya adalah 256GB. Jadi ini adalah varian yang paling tinggi, 6/256 yang harganya 3.85 juta. Nanti kita lihat semaksimal apa performanya, kalau yang 6GB aja kurang, apalagi yang 4 kan. Baterainya besar! 7500 mAh, chargingnya 45W, layarnya besar 6.9 inci, refresh ratenya juga 120Hz. Di sebelah kiri ada Xiaomi Hyper OS, ada kamera 50MP ganda, ada layar imersif 6.9 inci, di kanan Redmi 17, ada Corning Gorilla Glass 7i, dan Helio G91 Ultra prosesornya. Di atas ada Redmi 17, baterai besar lagi, di bawah dia polosan, dan di belakangnya ada tanda seru, ini tanda khas unit yang resmi dijual di Indonesia, karena ada peringatan soal perintilan-perintilan lepas pasangnya, ada dibuat di Indonesia juga, mantap! Garansinya 15 bulan, oh iya, ngomong-ngomong soal garansi 15 bulan, selama masa PO, Xiaomi kayak berusaha ngasih nilai tambah lah, biar orang itu lebih minat buat beli Redmi 17. Itu yang nggak kepengaruh harga komponen. Promo garansi! Ada gratis 1x penggantian lensa atau cover belakang selama 2 tahun, terus ada 1x penggantian layar itu 2 tahun, ada 1x penggantian baterai selama 3 tahun. Keren juga ya? Plus ada 1 bulan free membership Spotify Premium Standar. Itu berapa ya? Lumayan ya? Spotify Premium Standar 50 ribu atau 60 ribu? 90? Nggak ah, masa? Kita pake yang 60 lah ya? Lupa, boleh tulis ini kali. Lanjut, di belakangnya ada spek kunci lagi, baterai 7500, ini charging tadi, prosesor yang ditulis di kanan kiri dan depan, dan varian OAK Green 6GB 256GB. Dibikin di Sat Nusa Persada. Sip, sekarang kita lihat saja isinya HP 7500mAh, dan di sini ada tulisan speknya lagi, terus di dalamnya ada Redmi. Nggak ada petunjuk lagi kah? Eh, petunjuk nggak ada welcome-welcome lagi ya? Oh, ada nih di dalamnya. Di kertasnya ada SIM Ejector, terus ada panduan memulai, ada terima kasih masih beli HP di masa yang susah ini, terus ada casing silicon, yang bisa ditekuk-tekuk, yang lembut, tapi mungkin bakal menguning setelah 2-3 tahun. Nggak masalah, yang penting ada aksesorisnya. Lanjut, di dalamnya ada kabel Type A to Type C, dan charger 45W. Ini charger yang lumayan kenceng buat HP entry level, dan habis itu sudah, tidak ada apa-apa lagi. Coba kita lihat HPnya. Saya udah dapetin vibes cara Xiaomi buat bikin HP ini menarik ya. Pertama garansi tadi, kedua soal baterai, 7500 mAh itu rekor buat sebuah HP Redmi, baterai kan nggak kepengaruh harga komponen. Dan di belakangnya ini ada desain yang lumayan... Hmm... Ini desain yang lumayan eksotis ya, daun-daun kayak warung makan di Indonesia gitu, Resto-Resto Indonesia. Rasanya agak tradisional, alami, dan bagus sih. Ini teksturnya juga berasa lembut, licin, berasa kayak finishing-finishing HP mid-range. Rasanya lumayan berani sih, sampai ada detail kecil juga di bagian apa ini? Ini bagian, oh ini kan LED Flash, ini bagian LED notifnya. Entah kenapa ada gambar daun dan biji kenari satu di sini. Entah maksudnya apa harus kenari ya. Mungkin biar lebih nature ya, lebih alami, lebih oak green. Oh iya nih, ini ternyata biji pohon oak, pohon oak bentuknya kayak gini. Ini jadi, ini bukan gambar random kenapa pakai biji-bijian begini ya, karena memang nama varian warnanya adalah Oak Green. Jadi temanya udah sesuai, keren. HP-nya sendiri lumayan berat sih, dia karena agak tebel, baterainya juga 7500, dia beratnya sampai 230 gram, 232. Itu udah seberat HP Fold, seberat HP-HP yang kayak iPhone Pro Max, jadi dari ukurannya, ini harus dipikirin juga apakah bakal nyaman... buat dipegang lama-lama. Itu kompensasi baterai yang gede ya, cuma nggak super tebel juga kayak baterai-baterai HP zaman dulu. Frame kameranya sendiri kelihatan lumayan mewah, kelihatan dari metal, ada list-list yang mengkilat, di sini finishingnya matte, dan ada kamera 50MP, satu aja, ada kamera hiasan. Walaupun tadi dibilang dual camera, tapi yang bisa dipakai satu aja. tombol power dan volume, di atas ada speaker, ada headphone jack, terus di kiri polos, dan di bawah ada port type C, speaker, terus ada... Ini speakernya stereo ya? Bukan mono ya? Nanti coba deh. Atau ini hiasan aja, setau saya mono. SIM traynya sendiri, 2 nano SIM bisa masuk, atau 1 nano SIM dan 1 microSD. Dia tipenya hybrid. Sep! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Redmi 17. Layarnya besar ya, 6.9 inci, dengan dagu yang tebal, dan bagian atas yang agak nyaru, karena wallpapernya hitam di bagian atas. Nah, kalau ini lumayan oke lah, kecuali bagian bawahnya ini emang tipe entry level banget. Kalau dari brightnessnya sendiri, ini harus diperhatikan, jadi catetan, karena kalau di outdoor yang mataharinya nggak terik, dia masih kelihatan jelas, masih aman, bagus, tapi kalau udah ditembak matahari langsung, mata agak capek sih liatnya. Soalnya peak brightnessnya, HBM-nya cuma 850an nits aja. Kalau di dalam studio, dia sangat aman, walaupun hampir harus dimentokin, ini udah 75%, biasanya kalau HP-HP standar mid-range itu setengah udah cukup, kalau di Redmi 17, dia harus agak berusaha ya. Dari warnanya sendiri, udah lumayan bagus, cerah nggak berasa kusam kayak HP entry level yang super murah, dia NTSC-nya 80%an, dan yang hebatnya dia berani pakai Corning Gorilla Glass 7i ya, 7i yang biasanya dipakai di HP-HP mid-range. Jadi itu nilai tambah lagi dari Xiaomi, cuma saya nggak tahu apakah nilai tambahnya cukup buat kompensasiin speknya yang... Nggak bisa dipuji sih. Misalnya dari storage-nya, dia pakai eMMC, yep, eMMC is back di HP 2 jutaan, bahkan 3 juta. Sekarang juga solusi biar murah pakai eMMC, tipe storage yang lambat, dan ya levelnya di bawah UFS lah. Prosesornya juga Helio G91 saja, yang AnTuTu-nya itu dapet di 300 ribuan saja. Bukan yang paling rendah 200 ribuan, tapi ini mungkin ranking 30-an dari 40 murid gitu ya, kalau ibaratnya. Tapi ya ini HP entry level sekali lagi, jadi tidak heran lah. Dia juga punya NFC, jadi itu penting buat yang sering pakai NFC, tapi dia nggak punya gyro, itu salah satu yang di-cut juga. Heeeeh, kalau kita coba ya, tes video 360 di Youtube gitu. Ya ini nggak gerak sih. Oh ya, viewing angle juga nggak terlalu bagus ya, dia kalau dibalik-balikin agak ekstrim gini, dia udah mulai menggelap. Kalau video 360 harusnya diputer-puter, dia ikut muter. Kalau dia punya gyro fisik. Ya kayak gini sih, kalau yang benernya itu, kalau ini kan dia nggak gerak, nah kalau ini dia ikut gerak-gerak gerak-gerak, ini nggak. Ini live test juga, performanya kayak gimana buat scroll-scroll, terus kita coba car... Ih! Eeeeh, tadi apa? Eeeeh, bukan! Di live video buat musik yang sering kita dengar di sini. Di ini. Nah kayak gitu, live performance dari Redmi 7 Plus. Uh, stereo lho, wih! Mayan, atas-bawah bisa. Ya, biasa HP entry level itu masih mono, jadi agak terkejut. Masih ada dentumannya lho, lumayan, oke. Live, emang nggak bening-bening banget. Tapi ini buat sebuah entry level, saya kasih nilai 8 lah. Lumayan, lumayan. Sebuah entry level lho. Kenceng juga, lumayan rame. Soal beningnya aja ya, claritynya aja yang kurang. Wih, bagus coy! Woh, lama. Eeeh, oke. Ya, eMMC sih, jadi jangan terlalu berharap tinggi ya. Buat frame ratenya di high aja, jadi maksimal 60, dan resolusinya juga di HD saja. Settingan yang sangat basic. Kalau dari responnya... Nggak se... Oh, lumayan. Nggak berat-berat banget. Waaah, eh, eh! Loh? Waaah! Tadi kayaknya udah ke... Nggak tau ini. Nah, lumayan lah, oke. Hasil frame ratenya sendiri nggak mulus 60 fps ya, walaupun settingnya udah sangat minimalis. Lagi-lagi itu bukti kalau HP ini performanya sangat terbatas. Oh iya, kalau penasaran deh, game-game berat banget kayak Genshin ya silahkan sih, ini belasan fps doang. Ya, RAM udah 6GB, apalagi yang 4GB, jadi jangan sih. Oh iya, Redmi 17 ini punya satu fitur yang lumayan unik ya, unik buat standar Redmi entry level, kalau buat standar HP-HP lain udah ada beberapa yang punya, yaitu lampu LED notifikasi di biji ek ini. Bukan biji kenari ternyata, ternyata ini namanya biji ek. Ini live performance lagi, kalau kita cari backlight... Seperti tidak ketemu ya, tapi dia harus nunggu sedikit karena... prosesor dan storagenya bukan tipe yang kenceng-kenceng banget. Backlight effect. Kita tinggal on-in, dan ada beberapa setting yang bisa kita pilih, ada hidup kalau ada telepon, kalau game ada notif atau status kamera. Yang paling gampang sih buat ngecas ya harusnya, kalau kita colok. Harusnya ada hidup! Oh iya hidup! Ini nih... Warnanya kuning, jadi nggak terlalu jelas, agak nyaru. Tuh, agak hidup, oke. Coba kita ganti warnanya dulu dari kuning jadi biru. Ini ada telepon, ada notif app, tapi saya nggak nemuin... dimana saya bisa atur lampu buat baterainya. Sini nggak ada, sini incoming aja, ini malah game ada Vita Mahyongnya, sampai bela-belain ditulis including Vita Mahyong. Kalau notif, dia nggak ada soal baterai, ini lagi mati semua, dan ini kamera, tidak ada buat baterai. Ini... kayak kurang lengkap gitu. Kalau kamera sedang merekam, apakah ada lampunya? Nggak ada. Kamera terwijat mengambil waktu. Oh, time or burst video. Timer 5 detik, mari kita lihat. Oh, ada nih warna putih. Lumayan terang. Sip-sip. Buat yang simple-simple gini, dia berguna. Kalau hasil fotonya sendiri, mari kita cobain kamera 50MP pixel dari Redmi 7 Plus. Ini zoomnya. What a wonderful world. Buat fotonya sendiri, ini udah entry level yang bagus ya. Detailnya enak, saya suka dia nggak terlalu sharpening, tapi masih kelihatan tajam. Warnanya aja yang nggak cerah-cerah banget. Agak kusam-kusam dikit, tapi masih oke lah. Kalau kita lihat standarnya di entry level, yang harganya dulu itu 2 juta kecil ya. Buat malam juga masih oke, walaupun udah nggak terlalu rapi lampunya. Warnanya sendiri masih enak dilihat, ya sisanya nggak banyak yang bisa dipuji lagi sih, tapi nggak banyak yang ancur-ancur banget juga. Paling videonya aja, ini belakang sudah goyangnya luar biasa, dan depan nanti juga goyangnya juga luar biasa. Buat hasil perekaman kamera depan, Redmi 7 Plus goyang ya, dia nggak ada sistem stabilisasi, jadi bakal agak pusing kalau jalan pakai tangan kayak gini aja. Kalau di formatnya 1080p 13 fps maksimal, dan dari warna lain-lain, ini standar entry level semua lah. Dynamic range, terus bokeh-bokeh, nggak ada. Standar. Jadi gitu ya, unboxing Redmi 17. HP entry level yang coba cari cara lain lewat desain yang unik, baterai lebih jumbo. Oh iya, soal baterai, 7500, saya bakal coba ngetes dulu, dia seberapa tahan, hasilnya bakal ditunjukin di sini. Harusnya cakep ya 7500, itu salah satu nilai jual utama dari HP ini. Support OSnya juga lumayan lama, dia sampai 4 tahun ke depan, Android update dan security patch sampai 6 tahun ke depan. Walaupun saya nggak tahu apakah kalau yang ini masih enak buat dipakai sampai 4 tahun ke depan, apalagi yang RAMnya 4GB. Kayaknya udah lumayan engap sih kalau RAM 4GB. Ada juga yang layanan ekstra tadi, sama bonus-bonus tambahan kalau pesannya 1 bulan setelah launching. Bagian-bagian yang nggak kepengaruh harga memori lah. Buat HPnya sendiri, secara keseluruhan Redmi 17, saya nggak yakin sih apakah dia ini rekomen lebih bagus kah dari yang lain atau lebih jelek. Soalnya akhir-akhir ini lagi nggak banyak brand yang berani launching HP baru. Karena harganya lagi liar banget, tiap bulan kayak berubah terus. Jadi perbandingannya lagi nggak terlalu jelas. Yang pasti ini performanya kurang buat main game atau buat aktivitas sehari-hari ya sabar-sabar aja. Standar banget buat entry level dia pake eMMC dan prosesornya juga bukan yang kenceng. Layarnya sendiri bagus, dia lumayan terang, warnanya oke dan layarnya lebar, tahan hujan juga. Saya cuma bisa gambarin karakteristiknya aja buat sekarang. Karena nggak banyak patokan buat ngenilai. Kalau aturan milih HP zaman sekarang, saya masih pake yang kemarin-kemarin ya. Kalau bisa dapetin HP tahun lalu, biasanya itu lebih worth it. Misalnya di pantauan saya, Samsung A07 mereka masih jualan. Lumayan ada varian 464 harganya udah 2 juta. UFS, Helio G99, tapi entah sampai kapan stoknya ada. Terus Redmi yang lebih murah ada, A7 Pro. Dia 2 juta kecil pake UFS, dapet 4128. Tapi prosesornya Unisoc aja. Baterai juga nggak segede Redmi 17 ini. Jadi nggak ada yang berasa menang total sih. Dan Redmi 17, vibesnya juga nggak ngasih feeling kalau dia ini luar biasa, beda dari yang lain, super recommended. Nggak ada feeling kayak gitu. Like kalau suka video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @Subbox.id Entry level saja lah. 3 juta sih sekarang.
Video Lainnya
Menikmati hiburan atau bekerja kini makin praktis lewat perangkat layar sentuh ekonomis. Simak ulasan 11 Tablet Mantap Di Bawah Rp 5 Juta! - Rekomendasi di...
Mencari jam tangan pintar berkualitas di kisaran satu hingga dua juta rupiah sering kali membingungkan. Jagat Review membedah berbagai pilihan terbaik guna membantu...
Menemukan Xiaomi Watch S5 46mm di kelas dua jutaan membuka standar baru jam tangan pintar berdaya tahan baterai masif. Layar terang optimal dan navigasi luar ruang...
Menembus batas fungsionalitas harian, perangkat ini membawa pengalaman ala desktop ke dalam genggaman lewat dukungan PC level office dan performa gahar. Penasaran...
Di tengah dinamika harga ponsel yang meroket tahun ini, GadgetIn membedah pilihan terbaik dari berbagai kelas. Simak ulasan lengkapnya sekarang!
Menelusuri performa kelas atas di kisaran harga sembilan jutaan, ponsel ini menawarkan kamera Leica dan lensa periskop yang memikat. Simak ulasan mendalam Sebulan...
Mencari ponsel berperforma tinggi dengan bujet Rp 7 hingga 10 juta kini penuh pertimbangan akibat tren kenaikan harga. Ulasan dari Jagat Review ini membedah...
Peta persaingan wearable terjangkau pertengahan 2026 kian sengit. Tak sekadar pamer baterai awet, integrasi Health Connect kini jadi standar mutlak. Segera klik...
Tampil identik dengan Redmi Pad, Poco Pad C1 memikat lewat layar 2K di kelas dua jutaan. Sayangnya, sisa memori minim dan limitasi teknis memaksa kompromi. Apakah...
Bursa rekomendasi HP flagship terbaik di 2026 kian memanas. Inovasi mutakhir beradu, dari baterai raksasa bodi tipis Oppo Find X9 hingga takhtanya Samsung S26...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...

















