Jungkat

UNIK tapi ASIK | Review TWS Huawei Freebuds 6 (YouTube Video)

  • 18/06/2025

Oke, Guys. Ini dia untuk kualitas mikrofon dari Huawei Free Bud ya di kondisi yang kita muter lagu konser di belakang. Dan jujur ekspektasi gua cukup tinggi buat Huawei FreeBD 6 ini. Dan harus gua bilang gua akhirnya kesampean juga nyobain TWS yang bentuknya unik dari Huawei ini, tapi ini versi barunya yang namanya adalah Huawei Free Buds 6. Dan as always Huawei selalu datang dengan produk yang menarik ya, fiturnya lengkap dan bisa dibilang pengen jadi yang terbaik di kelasnya gitu kan. Dan gua udah pakai ini beberapa hari terakhir dan di video ini gua pengen share aja pengalaman gua pakai mulai dari desainnya, kenyamanannya, kualitas suaranya sampai pastinya fitur-fiturnya. Somehow gua bisa bilang kalau ini adalah AirPods for Killer. [Musik] Ya, setelah kemarin mengguncang dunia open earbuds dengan Huawei Free Arc yang gua juga udah review ya, kali ini mereka nge-update lini TWS free buds ya, yang mana jujur versi kemarin gua itu belum pernah nyobain. Jadi, ini pertama kali gua nyobain si Free Budge yang udah pakai desain unik ini. Jujur ekspektasi gua cukup tinggi buat Huawei FreeBD 6 ini. Dan harus gua bilang gua enggak dikecewain. Oke, pertama dari segi desainnya sendiri ya. Kita ngomongin case-nya ini unik banget ya. Bentuknya bulat kayak telur tapi ini agak ceper jadi dipegangnya enak dan finishingnya mat ya. Jadi nyaman banget buat dipegang tangan dan buka tutupnya juga super smooth. Dan satu yang ngebedain adalah di bagian belakang nih di mana versi sebelumnya dia enggak ada logo ini ya. Yaitu ini adalah logo Huawei Sound yang artinya dia udah kompatible sama fitur yang bisa bitrate tinggi ya. Huawei sound itu lostless audionya. Earbud-nya sendiri juga gak kalah unik ya. Kalau kita lihat di sini, Huawei yang nyebutnya ini adalah sebagai desain droplet atau tetesan air yang mana tipenya itu on ear. Jadi dia enggak ada silikonnya gitu ya. Tapi kalau kalian memang suka pakai ear tips yang ada silikon, dia ada semacam silikon cover-nya yang mana bisa bikin di kuping kalian lebih nge-grip. Mungkin tergantung di ukuran kuping kalian dan itu juga bisa dilepas pasang. Nah, dari segi look sendiri memang pas dipakai jujur menurut gua ini unik ya, kelihatan futuristik kayak gitu. Tapi ada juga yang bilang ini kayak mirip pakai anting gitu. Nah, kalau menurut kalian sendiri kayak gimana? Coba dikomenin di bawah, Guys. Nah, secara kenyamanan sendiri menurut gua ini oke ya. Karena pertama dia bobotnya ringan, terus ya desainnya ini enggak ada silikon jadi enggak bikin pengangnya. Dan buat kuping gua sendiri kalau gua pakai jangka panjang itu memang enggak terlalu pegal sih ya rasanya gitu. Gua tes pakai 34 jam itu masih aman. Cuma memang karena ini on ear atau Huawei nyebutnya tuh desain sebagai open fit ya. Isolasi suara bawaannya memang masih agak open. Jadi, masih agak kedengaran dan enggak sekedap model in ear yang ada silikonnya. Tapi tenang aja karena ada fitur active noise cancelling yang bakal kita bahas setelah kita cekin si sound quality-nya karena sound quality-nya menarik banget. Nah, dari segi kualitas suara sendiri ini yang menarik karena Huawei pakai sistem dual driver ya. Jadi ada dynamic driver sama ada planner di frame yang mana claimnya Huawei ini pertama kali dipakai di TWS model on ear kayak gini. Nah, Dynamic Driver sendiri memang fungsinya itu dia fokusnya biasa ke bass sama ke mid frequency. Sedangkan planner itu lebih ke trable yang kalau ada keduanya itu bakalan bikin output suara memang jadi lebih balance ya tonelnya ya dan sound-nya juga luas. Dan hasilnya menurut kuping gua sih ini tuh mantap. Punchy powerful ya. Untuk volumenya juga kencang. Bassnya itu surprisingly berisi bulat untuk ukuran open fit gini. Jadi, gua yang biasanya kan testing lagu itu Bruno Mars. That's what I like. Itu enak ya di sini. Dan ketika dia next masuk ke lagu 24K magicnya Bruno Mars ya, di situ ada elemen synthesizer yang biasanya tuh gua enggak notice di earphone-arphone lain. Nah, di sini berasa banget perputaran synthesizernya dari earbuds kiri ke kanan. Jadi stereo sound stage-nya tuh luas ya karena dia bisa kayak ngasih dimensi di setiap frekuensi dengan si dual drivernya ini. Oke, mikrofon. TWSTWS Huawei. So far selama gua testing sih bisa dibilang one of the best urusan mic ya. Dan freebat 6 ini juga tanpa terkecuali karena kombinasinya dia 4 mikrofon plus ada bone conduction sensor yang mana paling oke itu ya adalah algoritma AI noise cancelling-nya Huawei bikin suara kita kedengaran jelas banget walau kondisinya ekstrem. Huawei berani ngeklaim katanya kalau kita lagi konser ataupun lagi di ruang karaoke yang berisik banget pun ini bisa tetap kedengaran jelas. Yuk, kita testing. mikrofon dari Huawei Free Bub ya. Di kondisi yang kita muter ragu konser di belakang dan Huawei nge-fam katanya ini kita tetap bisa dengar suara dengan jelas ketika teleponan. Gimana menurut kalian untuk suaranya? Let me know. Komen aja di bawah. Gila, hampir 100 desbel. Oke, cik cek. Nah, kalau sekarang udah kondisi normal ya, di dalam ruangan ada AC di belakang dan suaranya ya hopefully bisa lebih jelas pastinya dibanding yang tadi. Tapi yang tadi pun setelah gua dengerin lagi hasilnya gila loh bisa ngeredam semua suara berisik dan cuma fokus ke suara kita doang walaupun ya memang kerasa agak ada kayak frekuensi yang dipotong ya. Cuma ya intinya kalau kalian pakai di kondisi yang berisik pun kalian tetap bisa telepon dengan ngeblok semua suara yang ada di background cuma fokus ke suara kalian aja. So, it's ya mantap gitu. Nah, ngomongin EQ-nya juga ini menurut gua juga udah cukup enjoyable default-nya ya. Tapi kalau kalian mau tuning-ting, itu ada settingan berbagai jenis preset dari Huawei yang bisa diatur lewat aplikasi Huawei AI Live yang kompatibel buat semua jenis smartphone iOS, Android, dan harmony OS-nya Huawei. Nah, favorit gua adalah settingan HiFi live yang mana dia punchy dan clarity-nya dapat terutama di vokalnya dia lebih crispy gitu ya. Nah, kalau pakai HP Huawei yang support Codex L2HC itu juga bakalan bikin FreeBud 6 ini bisa muter lagu lossless kayak di Apple Music dengan bit rrate up to 2,3 megbit pers. Nah, gua memang sempat cobain juga di HP barunya Huawei Nova 13 Pro yang di-eview Daniel kemarin yang sayangnya ini belum kompatibel. Tapi yang gua notice adalah di HP Huawei itu ada fitur kayak pop up ya, terus dia juga bisa connect langsung dan ada spatial audio juga. Jadi ada fitur 3D audionya. Selain itu, pas gua coba di HP lain pun kualitasnya menurut gua tetap oke di Kodex AAC ataupun LDC karena memang basically ya ini karena dual drivernya tadi ya bikin suaranya bagus mau pakai apapun sisanya kayak mungkin ada perbedaan paling sedikit-sedikit doang kalau pakai bit rrate yang lebih tinggi. Oke, untuk urusan fitur sama aplikasinya sendiri kalau ngomongin Huawei pastinya lengkap ya, mulai dari ANC yang mana active noise canceling-nya selama gua testing. Ini menarik karena ANC-nya tuh bisa dietting-setting. Ada tiga mode. Yang gua pribadi lebih nyaman di mode Cozy karena gua mungkin di kantor ya kadang cuma ada bunyi hujan, bunyi anak-anak kadang ngobrol-ngobrol enggak terlalu berisik ya. Jadi bisa ngeredam tanpa bikin kuping itu kayak terlalu hampa, terlalu pengang gitu ya. Kayak terlalu kedap gitu istilahnya. Cuma memang di sini dia tuh gak ada fitur ambient mode. Jadi pilihannya cuma ANC atau off aja. Karena pas off ya memang literally kan karena ini open fit ya e kita bisa dengar dari luar langsung yang mana ya di satu sisi mungkin bisa bikin pemakaiannya jadi lebih simpel. Nah, kita juga bisa atur gesture yang cukup lengkap ya, kayak double tap untuk playpst, triple tap untuk next rewind, press and hold untuk ANC-nya, dan juga bisa swipe up down untuk volume. Cuma yang gua harapin adalah semoga ke depan kita bisa pilih tuh mode ANC tadi yang mana cozy kayak general atau apapun itu. Jadi, kita enggak harus buka aplikasinya karena saat ini kita mesti ganti-gantinya itu dari aplikasinya aja. Next, ada juga fitur-fitur unik lain kayak head control yang mana kita bisa pakai untuk angka telepon atau reject kayak gitu ya. yang mana pas gua tes itu juga gampang dipakainya. Nah, fitur yang cukup handy memang just in case misalnya kita lagi gak pegang HP atau HP-nya jauh gitu ya, gak di tangan kita. Nah, buat para gamers juga ada low latency mode yang minim delay dan pas gua testing ini aman banget ya dan pastinya enak karena model ear tips-nya ini dipakai jangka panjang enggak bikin cepat pegal. Lanjut ngomongin baterainya sendiri. Nah, ini juga ada peningkatan yang mana klaimnya Huawei ini bisa sampai 36 jam termasuk case-nya. ini terbilang paling awet di kelasnya. Dan gua sih ngelihat ini karena memang desain drop plate mereka yang bikin efektif ya karena bagian bawahnya kan gede ya. Ini bisa dipakai buat naruh baterai yang gede juga. Di mana pemakaian gua sendiri campuran dengerin musik, nonton YouTube dan meeting 3 harian. Ini gua pakai terus-menerus. Baterai masih aman banget. Kalau enggak salah ini 607% terakhir. Enggak tahu nanti pas dias pas diyoting ini berapa ya. Nah, urusan charging juga cepat. 5 menit charging via cable bisa buat muter lagu 2 seteng jam pemakaian. Dan ini juga kompatibel sama wireless charging. Oke, kita masuk ke bagian kesimpulan. Jujur gua impress banget sama si Huawei Freebuds 6 ini. Awalnya gua ngelihat ini mungkin desain doang lah yang unik ya, mungkin jadi selling point utamanya. Tapi ternyata enggak. Airbuds ini enggak cuma desain doang, kualitas suaranya 6ol, mikrofonnya juga one of the best in class. Ya, paling kalau ditanya kekurangan ya menurut gua tadi aspek kontrolnya aja yang masih harus double tap gitu ya. Itu agak riskan kan. Dan yang gua bilang tadi semoga bisa custom ANC mode-nya lewat control tab-nya tadi. Karena ANC-nya menurut gua mungkin bukan yang the best impress tapi udah oke gitu karena kita punya opsi-opsi yang kita bisa pilih gitu ya. Nah, buat pricing sendiri Huawei ngejual free bud harga Rp2199 juta yang mana ada dua warna yaitu warna black yang gua pegang yang agak keabuan dan warna purple warna ungu yang nanti mulai dijual tanggal 25 Juni dan di periode awal ini ada special promo yaitu free Huawei Band 9 sama kalau kalian kehilangan satu unit ini bisa kalian beli selama 1 tahun pertama cuma harga promo Rp430.000 aja tapi cuma satu kali ya ingat. Nah, kalau dicek memang kompetitor di kelas harga R jutaan itu ada Galaxy Budge 3 biasa sama AirPods 4. Nah, free budur gua punya positioning yang cukup solid ya buat jadi alternatif yang kualitasnya bisa gua rekomen. Desain mungkin subjektif tapi kalau kalian enggak suka ear tips dan tetap pengin suara yang bagus, ada ANC-nya, masih nyaman dipakai jangka panjang, ini bakal jadi pilihan yang oke banget. So, itu aja, guys. Thank you semua yang udah nonton. Semoga videonya bermanfaat dan kalau kalian ada yang mau ditanyain lagi, langsung aja ditulis di kolom komentation di bawah. Semoga videonya membantu kalian dan kalau iya bisa di-share juga ke teman-teman kalian, ke keluarga kalian lagi nyari earbuds yang punya fitur unik, suara oke ya, desainnya yang enggak pakai silikon ya. Ini bisa jadi pilihan yang oke banget. Kasih jempol kalau kalian suka videonya, subscribe ke Bis YouTube channel. Dan itu aja nama gua Mavin. Thank you so much for watching. I'll see you guys on the next video. Ciao. Kayak yang model jepit gitu ya. Tapi ini itu sih bawahnya sih yang bikin kayak pakai anting gitu loh ya.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.