Jungkat

Untuk Sekarang, Ini Paling Masuk Akal !! Unboxing TECNO Pova 8 5G (YouTube Video)

  • 26/08/2026

Hai Rika, Guys di sini. Beberapa minggu ini kalau kita perhatiin kayak enggak ada brand smartphone yang launching smartphone yang bener-bener dah gitu ya. Mungkin kayak Samsung Fold 8 tapi kemahalan harganya mahal ya. Sampai akhirnya kemarin pas saya belanja-belanja buat konten, saya nemuin HP yang menurut saya bukan yang dah sebenarnya tapi kayaknya menarik deh kalau dibikin konten karena harganya pas saya beli dan pas video ini dibuat itu di range di bawah 4 juta, 3,9 juta rupiah. Di kondisi kayak gini 3,9 juta kita dapat HP kayak apa sih? Jadi kenalin ini adalah Tecno Pova 8 5G atau 8 5G. HP yang sebenarnya sudah launching lama cuman ya saya baru tertarik review-nya ketika harganya sudah turun ini ya di 3,9 juta dan ini pun untuk yang varian 6 128. Dan bahkan kalau saya lihat ya untuk yang varian 8 128 dan 8 256 itu susah barangnya ya. Nah ini pas video ini dibuat ya kalau misalkan setelah video ini dibuat harganya melambung tinggi ya jangan salahin saya ya. Oke, jadi kita coba lihat apa saja selling point-nya di HP ini. Uh, baterainya 8.000 mAh. Bukan yang paling gede memang tapi 8.000 itu sudah selisih 2.000 mAh saja dengan power bank daily. Terus ada Elif Matrix Display, apalagi ini ya nanti kita bandingin dengan Tecno Pova 7 yang ada di sini kayak gimana desainnya. Dan untuk warnanya ini kita bahas warna varian yang Eco Green. Uh, di belakangnya juga ada beberapa selling point jadi 256 GB Cloud tapi gokil memang karena NAND Flash dan storage itu lagi mahal. Saya enggak tahu nih 256 GB Cloud ini apa, apakah kita dikasih gratis Cloud nanti kita lihat. Terus ada 144 Hz layarnya, Elif Matrix tadi. Kameranya pakai Sony IMX 600 harga segini oke. Terus MediaTek Dimensity 7.100, 45 watt Super Charge. Dan seharusnya kita juga dapat kartu dari Axis ya dengan 300 GB untuk 12 bulan. Dan jelas Tecno sudah punya AI-nya sendiri, mana? Oh ini. Tecno AI. Dan langsung saja kita coba lihat di dalam paket pembeliannya ini ada apa saja. Ini unboxing dulu sama mini review lah ya. Kalau misalkan nanti menarik kita coba bandingin dengan Tecno Pova 7. Jadi ya selling point-nya ini sudah ada tadi kita sudah bacain. Terus di dalam paket pembeliannya ini ada apa saja? Ada case juga, case transparan yang beda banget dengan case-nya si Tecno Pova 7 tapi dia sudah menguning ya. Nih coba lihat. Jadi nanti lama-kelamaan case-nya ini juga bakalan kayak gini nih. Menguning kayak gini. Oke, terus kita juga dapat charger yang katanya tadi 45 watt dan juga dapat kabel adapter type A to type C dan ada SIM ejector. Plus ini nih nih kartunya guys. Kalian bisa dapat kartu aktif selama 1 tahun dengan total berapa tadi? 300 GB. Uh lumayan banget. Oke, jadi ini adalah Tecno Pova 8 5G-nya secara garis desain sebenarnya masih mirip ya dengan Tecno Pova 7 yang ini. Cuman kayak Tecno Pova 7 itu lebih tinggi dibandingkan Tecno Pova 8. Dia kayak lebih pendek dan apakah lebih gemuk? Mmm yap jadi dia agak lebih gemuk sedikit kalau secara dimensi tuh ya. Dan kalau untuk feel dipegangnya mmm jujur sih saya lebih suka Tecno Pova 7 ya. Dia kayak lebih slim di tangan itu satu tangan lebih enak. Kalau ini karena dia agak gendut agak lebar jadi agak sedikit bulky gitu. Terus kalau secara dimensi mirip-mirip saja ketebalannya. Nanti editor tolong di pop up-in ya kayak dimensi dan juga bobotnya ini HP ini gimana. Terus juga untuk bingkai kameranya masih mirip-mirip saja dan dia kayak desain-desain cyberpunk-nya itu masih ya desain gaming-nya itu masih. Cuman sekarang dibedainnya abstrak. Kalau gini keren banget ya coba lihat. Jadi dia kayak ada dua warna gitu guys. Tuh. Ya. Jadi hijau di bagian pinggir itu kayak jadi frame terus hijaunya lebih gelap sementara bagian tengah ijonya itu kayak kena cahaya kayak cakep gitu ya. Kalau ini tuh, enggak ini. Tapi dia kayak HP-nya Nothing ya, kayak transparan gitu. Kalau ini wah, kalau saya sih desain suka Tecno Pova 8 ya. Kayak lebih uh lebih cakep gitu, apalagi kalau kena pantulan cahaya gini nih. Nah, cahayanya reflect, kayak membikin desain ilusi two tone yang cakep, terus ada aksen-aksen orange-nya juga tetap ada di sini. Terus di bagian pojok sini ada tulisan kecil 5G NFC, terus di sebelah sini itu ada tulisan Pova MediaTek 7100 kecil seperti ini ya. Oke, terus kalau untuk kameranya 50 megapixel tadi dan ini bukan kamera ya, ini Alif Matic Display yang nanti kita coba dan ini kamera ya kamera bonus saja ya. Jadi kameranya sebenarnya cuma satu yang bakalan berfungsi 50 megapixel saja. Terus sambil kita nyalain, kita coba lihat di samping kanannya ada tombol power yang aksennya warna orange. Jadi warna green-nya ini ketemu orange ini kayak cakep banget. Di bagian bawah ada speaker, type C, terus ada SIM tray, di bagian atas enggak ada lubang speaker. Apakah speakernya mono? Nanti kita coba lihat, tapi di atas ada infrared blaster. Oke, sambil kita nunggu nyala, kita instal beberapa aplikasi untuk hands-on juga. Oke, jadi HP-nya sudah selesai kita instal untuk hands-on nih. Kalau tampak depan dibandingin dengan Tecno Pova 7, di Pova 8 itu lebih kayak lebih rounded ya ujung-ujungnya ya. Tapi kalau soal ketebalan frame sih saya rasa kayak mirip-mirip saja ya. Tuh. Mirip-mirip saja bagian bawah, bagian bawah bentar kita coba cari putih. Bagian bawah kayak lebih tebal Pova 8 enggak sih? Atau sama saja ya? Coba deh kalian tulis di kolom komentar deh. Kayak bagian bawah itu kayak lebih tebal gitu ya kalau dibandingkan dengan tiga sisi yang lain. Sementara Tecno Pova 7 kayak lebih simetris saja gitu. Dan kayak curve ya, padahal enggak curve untuk Tecno Pova 7. Oke, dan saya tuh paling penasaran dengan itu tadi sih ya, dengan storage-nya yang katanya 256 GB itu kayak apa sih? Apakah di cloud? Ya, oh iya benar guys, di cloud nih. Jadi ada Tecno Cloud juga sekarang. Harusnya sih bisa kita sync dengan Google Drive ya dan kita dapat free ini sekitar 256 GB harusnya jadi ya okelah ya buat tambah-tambahan kalau misalkan cuma nyimpan video, foto bukan nyimpan aplikasi ya. Jadi ya karena memang storage sekarang itu lagi mahal ya ini langkah yang menurut saya patut diapresiasi dari Tecno untuk dapat tambahan cloud storage 256 GB. Jadi totalnya bisa 128 tambah 256. Lumayan cuman ya perlu internet untuk upload dan juga download dari cloud-nya. Jadi ini nanti bakalan kayak nyambung kayak Google Foto gitu-gitu bakalan nyambung di sini sih. Kalian tinggal connect-in aja akun Tecno kalian di sini nih. Nah, kontak, notes semuanya bisa ke sync di sini. Tinggal enable for all aja. Tuh. Jadi semuanya bakalan nyambung. Nah, sekarang kita coba lihat menu-menunya ada apa? Kita coba lihat di SIM dulu apakah dia ada eSIM? Harusnya enggak ada sih ya harga 4 juta ada eSIM tapi dia ada Free Link nih. Free Link itu sama kayak punyanya Infinix yang kita bisa telepon by Bluetooth ya dengan jarak sekitar 10 meter. Jadi kita tinggal aktifin aja terus sesama HP Tecno dan juga HP Infinix itu bisa kalian pakai untuk teleponan dan juga berbalas pesan dengan jarak 10 meter karena dia kayak pakai via Bluetooth gitu. Terus untuk tampilannya atau custom UI-nya dia pakai HiOS 16. Ini udah saya coba untuk cek update tadi enggak ada update jadi ini versi terbarunya. Kira-kira tampilannya seperti ini. Ya okelah ya tampilannya ya. Jadi ada widget-widget-nya di sini kita juga bisa custom widget-nya. Nah, AI-nya juga bisa kita tambah di area sini kalau misalkan kita mau. Terus fitur-fitur lain kayak layarnya dia layarnya katanya tadi 144 Hz ya tapi switch-nya itu bisa di berapa? Jadi bisa di 60 dan 144 Hz. Kita lock di 144 Hz aja biar lebih mulus. Nah, ini kan harusnya weh mantap. Lebih mulus sekarang plus kalau mau aktifin si Alif Metric tadi harusnya di sini nih status light. Nah, kita bisa nyalain si Elif Matrix nya ini. Kita coba lihat yang rotating mikrofon ini apa nih? Please flip the phone the back to start the game, oke. Coba, weh harus di rotate dulu, harus di shake-shake dulu ya. Nah, ini nyalanya kayak gini nih, rotating mikrofonnya. Yah, keren sih ya. Saya enggak tahu mana yang lebih mahal untuk nambahin kamera tele atau Elif Matrix nya ini, tapi karena si Pova milih pakai Elif Matrix, mungkin lebih mahal lensa tele ya dibandingkan LED Elif LED Matrix kayak gini nih. Nah, cuman ada dua opsi aja atau ada di sini ya custom light effect ini mungkin ya. Oh, ini nih bisa nih kita bisa pakai nama kita misalkan Dika ID, terus mau gambar Kuromi kayak gini bisa juga. Terus template nya juga bisa kita ganti nih ada beberapa pilihan juga di sini. Fluctuation ada stack, coba stack ini kayak apa? Oh. Ya, intinya kayak konter jualan pulsa lah ya ada running text nya gitu, cuman ini running text nya bulat bukan kotak. Oke, sekarang kita tes tipis-tipis untuk speaker nya mungkin ya, saya penasaran speaker nya ini mono atau stereo dan ya pas kita coba untuk ketik tadi ya haptic feedback nya sih haptic feedback yang menurut saya ada kelas-kelas entry level agak naik dikit lah ya, bukan yang kayak tactile nyaman gitu enggak, tapi bukan yang getar semuanya di atas entry level dikit lah feel nya. Dan untuk kualitas layarnya coba kita tes ya. Dan tadi juga udah sempet saya tes untuk color akurasi nya, tapi sambil kita nonton video ini deh, video ini deh. Kalau untuk layarnya sih udah oke ya. Tuh, coba misalkan brightness nya ini di berapa sih? Brightness nya cuman di segini aja, tapi kalau misalnya kita nyalain full mentok ditembak lighting masih aman juga. Wah, dan udah kita tes ya untuk color akurasi nya coverage nya itu sRGB dapatnya di 95,5% volume nya 112% P3 nya di 78,7% dengan 79,6% untuk volume nya. Nah, untuk brightness nya kita tes itu dapatnya di 830 nit tipikalnya ya. Jadi, untuk brightness sih tuh kalian lihat sendiri aja. Aman banget sih. Dan ini kita coba lihat apakah dia bisa di-up scaling. Ini tadi di 1080p ya. Kalau kita up scaling bisa di 1440p dan HDR-nya juga nyala nih. Wah, cakep banget sih layarnya sih. Cuman sayangnya bezel bagian bawah nih agak tebal ya, agak tebal dikit dan curve-nya ini kurang kurang mojok gitu. Jadi, kayak gatal pengen saya tarik ke sini gitu rasanya. Terus kalau untuk speaker, speakernya satu aja ya. Jadi, misalkan kita tutup di bawah, tuh, langsung enggak ada. Jadi, sayangnya buat kalian yang mungkin suka audio di HP, ya, harus pakai TWS. Lanjut untuk AnTuTu AnTuTu-nya atau tes-tes benchmark sintetisnya udah saya tes tadi. Jadi, kita lihat screenshot-nya langsung aja ya. Jadi, untuk AnTuTu versi 11 dia dapatnya di 700 ribuan, hampir 800 ribu. Terus kalau untuk storage test-nya nih, read and write-nya, kalian bisa pause videonya dan baca di sini. Terus untuk Geekbench result-nya ini, single core, multi core, terus untuk apa lagi? GPU Geekbench segini, terus Wild Life Extreme segini. Nah, biar cepat ya. Karena kalau saya bacain lama nanti. Nah, ini kalian bisa baca sendiri di sini untuk tes-tes yang udah kita lakuin. Uh, dapatnya 99,1% yang artinya di loop 20 kali dia enggak throttle. Terus udah sih ini 3D Mark 3D Mark. Oh, game, Guys. Game-nya kita coba lihat di Mobile Legends. Di Mobile Legends dia kebuka setting-annya 90 FPS dan average-nya dia dapat di 86-an dengan maksimum temperatur 43 derajat Celsius. Power-nya cuman butuh 3 watt dan mulus ya 90 FPS. Ini turun cuman biasanya pindah ke lobby dan ini main sekitar 30 menit. Terus game lain apa nih? PUBG Mobile. PUBG Mobile average-nya segini, 42-an, terus temperaturnya di 43,9, power-nya di 3,21 watt. Kita main 37 menit ya. Chart-nya kira-kira dapatnya segini nih. Genshin Impact kita coba main di 14 menit ini Genshin Impact. Dan average-nya di 31 FPS ini dengan setting-an rata kiri ya. Jadi kalau misalkan kalian mau main dengan settingan rata kiri masih playable walaupun kadang drop-nya itu bisa sampai di bawah 1 FPS. Tapi enggak sering sih ini kayak biasanya loading. Tapi rata-ratanya sih ada di 31 FPS. Jadi masih playable tapi kalau misalkan lagi buka tas kayak lagi loading itu bakalan turun ke 1 FPS. Ya wajar sih kalau kayak gitu ya. Terus kalau untuk suhu temperaturnya ketika main game estafet tadi kita tes suhu permukaannya pakai FLIR dia dapatnya itu suhu depan ya 42 derajat Celsius, belakang di 38 derajat Celsius. Jadi masih di kondisi aman juga. Lanjut untuk kameranya dulu ya. Kameranya saya coba kamera depan deh. Kamera depannya ini kan 13 megapixel kayak apa? Kameranya ya standar di kelas harganya ya. Wah muka saya minyaknya kelihatan banget tapi dan biar kalian senang tes video dan juga kameranya seperti biasa langsung aja sama Azura. Oke ini adalah kamera belakang dari Tecno Pova 8. Eh ini resolusi maksimalnya di 2K 30 FPS tapi walaupun kelihatannya sangat gempa dia sebenarnya punya fitur video stabilization. Nah tapi kalau kita nyalain video stabilization-nya itu cuman bisa di 1080p. Nah terus kita sekarang cobain buat fokusnya dia. Apakah dia loncat-loncat? Enggak sih sebenarnya enggak loncat-loncat. Fokusnya tetap cakep. Tapi ya gempa banget. Nah terus kita lihat perpindahan fokusnya. Coba perpindahan fokus dari daun ke daun yang belakang. Kalau aku lihat sih ini enggak terlalu loncat-loncat ya guys ya. Perpindahannya kayak masih halus gitu kayak perpindahan fokusnya itu enggak yang enggak yang kayak stack gitu loh. Tuh kayak masih baguslah ya walaupun segempa ini. Nah tapi kalau ya tadi ya kalau kalian pengen pengen enggak tahu gempa bisa dinyalain video stabilization-nya. Terus kalau dari warna sih ini juga ini ya enggak yang puyeh atau over saturated ini mah masih cakep ya masih natural. Terus dia bisa langsung kita zoom nih. Dua kali. Maksimal berapa? Wow. Wow, sampai 10 kali. Cuman jadi kayak cat air banget. Oh, no. Balik. Balik. Nah. Gitu, Guys. Dynamic range. Dinding putih. Kita cari dinding putih. Enggak ada dinding putih. Tapi kalau dilihat sih ini kontrasnya masih oke ya, Guys, ya. Masih cakep. Oke. Nah, ini yang aku bilang tadi ada fitur stabilization ya, video stabilization. Nih, tapi dia cuma bisa di 1080 30 FPS. Cuman sebenarnya kelihatan banget ya perbandingannya sama kalau enggak nyalain video stabilization-nya. Ini jadi enggak gempa banget. Cuman memang kalau solusinya jadi turun banget gitu, Guys. Tapi ya overall masih oke lah ya. Enggak yang gimana-gimana banget tuh. Lebih stabil kan, Guys. Tuh. Gitu deh. Nah, kalau ini adalah kamera belakang dari depan. Kalau kita lihat ini masih gempa, tapi lumayan lah. Dia masih natural kayak dicat gitu ya. Cuman kayaknya saturation-nya agak dinaikin karena lipstik aku jadi warnanya merah sekali. Cuman kalau dari tekstur tidak dibikin terlalu mulus. Ya, masih natural gitu ya. Cuman kalau kalian mau pakai beauty filter bisa. Tapi nanti dia cuma bisa di 720 30 FPS. Nah, yang aku pakai ini itu 2K 30 FPS. Aku samain sama kamera belakangnya tadi. Nah, terus habis itu kita coba dynamic range-nya ya. Coba. Apakah dia berubah? Oh. Langitnya masih biru. Dynamic range-nya cukup oke ya berarti ya. Langitnya masih biru, enggak kayak jadi putih gitu buat menyesuaikan warnanya aku. Mulut aku ketutupan anginnya lagi kencang. Nah, gitu. Tapi masih oke lah ya ini. Buat kelasnya sih oke. Cuman gempa banget ya kan. Oke. Ternyata di kamera depan juga ada video stabilization mode-nya, nih. Tapi turun dia, enggak bisa 2K, bisanya 1080 30 FPS. Tapi kelihatan banget ya, jadi enggak yang gempa gitu. Ini aku jalannya enggak enggak lapih, Guys. Jadi bergoyang-goyang. Terus kalau mutar-mutar juga kayak lebih halus kan pergerakannya, gitu. Cuman kalau dari warna sama dari tekstur masih sama aja sih. Gitu deh. Lanjut terakhir mungkin kita bahas baterainya, cuman ini belum di PC Mark karena saya yakin 8000 mAh itu bakalan butuh waktu seharian untuk ngetesnya. Jadi kita tes sampling dulu ya, nanti di review-nya baru kita tes pakai PC Mark. Nah, untuk sampling di 30 menit kita main PUBG tadi berkurangnya 6%, Mobile Legends 30 menit 5%, Genshin Impact 15 menit berkurangnya 2% yang sebenarnya dengan angka segitu tadi masih oke banget sih. Cuman kalau untuk PC Mark-nya nanti di video review-nya mungkin kita compare tipis-tipis juga sama Tecno Pova 4 5G. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja unboxing dan juga review dari Tecno Pova 4 5G yang dengan harga sekarang ya, karena kalau enggak salah harga launching-nya itu 42999. Harga sekarang jadi 3,9 juta, turun 300.000, menurut saya di kondisi HP yang lagi galak-galaknya kayak gini dengan harga 3 jutaan besar masih bisa jadi rekomendasi yang sangat menariklah. Apalagi ya, desainnya kalian bisa lihat cakep banget. Terus dia juga udah 5G, enggak pakai chipset Unisoc, kameranya juga 50 megapixel dari Sony Lytia tadi, performanya juga masih bisa diandalkan di kondisi sekarang. Tapi untuk kekurangannya apa lagi, nantilah ya di video review-nya kita bahas karena saya cuman megang ya sekitar 1 hari ini untuk unboxing aja. Saya Dicky Stevan Budiman see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Tecno

Inovasi pintar, gaya masa depan. Jelajahi jajaran smartphone, tablet, dan laptop TECNO dengan desain futuristik, performa ekstrem, dan harga paling kompetitif.