Update 2026! Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Mahasiswa Desain & Animasi (YouTube Video)
Lev emang sayang bikin emosi. Udah cari-cari level si bergadang sampai pagi dibelain sampai laptop mati. Eh, yang dipilih desain yang awal lagi. Mending pantengin aja video ini karena ada laptop yang enggak bikin frustasi dengan spek yang enggak ngadi-ngadi. Ya udah enggak usah basa-basi. Selamat menonton yang dijanjiin oleh Denominasi. Hai semua, aku Azula. Kalau kalian ingat di beberapa waktu lalu aku udah bikin video rekomendasi laptop buat DKV tapi khusus buat 2D. Nah, karena ada yang komen minta rekomendasi laptop buat 3D, jadi sekalian aja aku bikin rekomendasi laptop untuk anak DKV tapi lebih allandle yang bisa buat 3D landeling. Dia enggak pada libut, mending inilah, mending itulah. Jadi kita buat beberapa lulus buat patokannya. Dari segi kalor akasi layal halus minimal 100% s RGB biawna yang dipakai tetap konsisten. Dua, buat memory-nya minimal RAM 16 gig dan bisa di-upgrade. Begitu pula dengan storage-nya minimal punya kapasitas 512 gig yang juga upgradable pastinya. Tiga, prosesornya dari Intel minimal i5 Gen 13 Sell H. Sedangkan kalau AMD ada di Lyzen 7000. Dan untuk GPU-nya harus dedicated GPU dengan minimal di RTX 40. Nah, keempat buat keluaran laptopnya kita buat di 2 tahun terakhir aja. Kenapa? Karena ini buat menjaga relevansi aja. Karena inovasi di dunia editing itu buat software-software-nya itu inovasinya itu benar-benar di luar nalal. Kelima, beda sama di video sebelumnya buat rekomendasi yang sekarang. Karena laptopnya pakai dedicated GPU jadi agak susah kalau kita tekan di harga andal Rp15 jutaan. Jadi buat harganya ini aku kasih maksimal di Rp25 jutaan aja. Oke, kalau gitu kita mulai ke rekomendasi yang pertama. Buat rekomendasi yang pertama ini ada laptop dari Excel yaitu Excel Neutral Light 16. Untuk harganya sendiri ada di angka Rp1.632.000 ketika video ini dibuat. Dengan harga segitu kalian udah punya laptop dengan tampilan cakep warna putih, terus habis itu ilustrasinya yang kesannya gaming banget. Dan enggak cuman lualannya aja yang cakep, layalnya pun juga cakep. Displaynya 16 inch dengan flash rate 180 Hz yang udah 100% SRGB tentunya. Buat bobotnya dia di angka 1,88 kilo. Dan buat laptop yang punya spek cukup galak, bobot ini terbilang anomali karena enteng banget. Cuman segalak apa sih, Kak? Apakah segalak pacal waktu minta seblak? Kayaknya sih galakan itu ya. Tapi sebut aja kayak prosesor yang dia pakai. Dia pakai Intel Core i5 13420H high performance yang punya 8 call 12 threats dengan lata-lata score multiall-nya di L23 dapat di angka 10.000-an poin. Sedangkan untuk single call-nya ada di angka 1600-an poin. Buat gambaran sih ini masih oke banget. Semisal kalian pakai ini buat kuliah DKV di semester awal sampai pertengahan. Jadi buat daily driver kalian pun juga masih nyaman. Apalagi kalau masih sekedar desain ringan, kerjaan office itu juga oke banget karena dia juga ditanam pakai RTX 4050. Jadi semisal kalian pengen ngedesain tapi masih punya hobi buat gaming gitu kan pain triple A kayak Cyberpunk LDL2 itu masih oke banget. Asalkan kalian mainnya itu di settingan full HD aja, gak maksa R tracing-nya dinyalain semua. Buat RAMnya, dia punya kapasitas 16 GB yang konfigurasinya 8 GB on board dan 8 GB-nya lagi sodim. Artinya apa ya? Ini upgradable up to 24 GB. Dan enggak cuman RAMnya aja, storage-nya pun terbilang cukup oke karena dia di 512 dan upgradable up to 2 tela. Karena form factornya terbilang tipis dan namanya itu ada light-nya, pasti ada juga yang disunat. Nah, apa yang disunat? Yaitu baterainya. Baterainya sebenarnya gak kecil-kecil amat. Ada di angka 53 watt awal. Cuman dari segi kapasitas baterai dia yang paling kecil di video ini. Ya, kapasitas baterai ini bukan yang kecil banget sih. Kalau semisal kalian pakai cuman buat ngedesain doang, ini udah cukup banget. Dan tenang aja, buat nge-cover kekulangannya itu Exel udah kasih kita garansi selama 2 tahun. Dan ini galansinya lesmi. Lanjut ke rekomendasi yang kedua. Ini ada di Excel lagi yaitu Exel Nitro V15. Cuman yang ini tuh keluaran 2 tahun yang lalu. Jadi bisa dibilang ya yang adiknya lah. Tapi jangan salah walaupun ini adiknya atau yang kelualan 2 tahun lalu, tapi dia masih pakai prosesor yang terbilang cukup kencang, yaitu Ryzen 7445Hs yang punya 6 call 12 threads. Kenapa aku bilang kencang? Buktinya waktu di Tesco-ata CPU mark-nya ada di 19.000-an buat multitad-nya dan di single trad.000-an poin. Nah, dari segi multitread-nya si Nitro V15 ini lebih tinggi 10% atau lebih cepat 10% dari si yang sebelumnya si Nitro Lite 16. Terus buat GPU-nya dia kembalan karena sama-sama pakai RTX 4050 juga. Nah, combo yang kayak gini sih udah aman banget semisal kalian buka Photoshop aja atau misalkan kalian bikin bumble video gitu kan, motion graphic yang misalkan elemennya banyak itu kalau semisal kalian buka gitu misalkan playback-nya gitu itu enggak akan kayak lagi atau blebet-belbet gitu tuh aman aja. Terus buat akulasi warna juga enggak perlu khawatir karena layarnya 15,6 inch. Dia udah pakai panel IPS yang udah 100% sb refresh rate-nya 180 Hz. Cuman buat kekurangannya si Nitro V15 ini itu ada di solusi layalnya karena solusinya masih FHD ya. Ini masih di bawahnya si Nitrol Light tadi ya karena si Nitrolite 16 tadi itu udah FHD plus. Tapi tenang aja kalau dibandingin sama Nitrol Light 16 tadi dia baterainya kapasitasnya tuh lebih besar karena di 59 watt hour. Tapi ya jelas karena lebih banyak plus-nya daripada yang tadi jadi it comes with the price. Harganya ini lebih mahal. Jelas lebih mahalnya lebih Rp1 juta. Yang tadi kan R jutaan, ini Rp14 juta. Di Rp14.543.000 ketika video ini dibuat. Tapi masih sama karena sama-sama esel jadi masih dapat galan losmi 2 tahun. Intinya sih kalau kalian pengen yang layar lebih gede, lebih tajam terus habis itu lebih ringan kalian ambil si Nitro Light 16 tadi. Tapi kalau kalian mau cari yang kapasitas baterainya lebih gede, terus habis itu prosesnya lebih kencang, ambil si Nit V15 ini. Hm. Tapi aku sih lebih suka laptop yang akan aku sebutkan di list selanjutnya ini. Coba deh kalian tebak yang mana. Next, buat yang ketiga ini lagi-lagi dari Esel. Ini bukan berarti kita dibayar sama Esel. Enggak, tapi ini beneran laptopnya Esel ini. Somehow ternyata bagus banget buat anak DKFE. Jadi yang list ketiga ini juga dari Esel. Ini adalah Esel Pedatol Helios Neo 16. Kalau dan namanya sih ini udah intimidating banget ya. Tapi yang paling bisa di-highlight dari si laptop ini itu lebih ke spek dan performanya. Karena dia pakai prosesor Intel Call i5 14.500 HX dengan 14 col 20 yang ngebut palah terbukti dari uji Sine Bench L23-nya. Untuk multiol dia dapat di angka 18.000-an R000an poin. Dan untuk single call-nya dia dapat di hampir 2.000 yaitu angka 1800-an poin. Dan ditambah RTX 4050 juga yang kalau kalian pakai buat edit Premiere Pro di timeline yang resolusinya 1080p sampai 4K tipis-tipis plus layar segambleng ini masih oke. Terus kalau buat nonton preview editing di settingan half resolution enggak bakal gampang drop dan masih kegendong. Ini belum sama kapasitas baterainya yang gede juga loh karena bodynya juga gede kan ya. Jadi kapasitas baterainya dia ini juga gede di 90 watt awal. Tapi ya gitu ya kan dari tadi kita tuh ada aja yang dikecewain kan entah dari layarnya yang belum FHD plus terus habis itu kapasitas baterainya yang kecil. Nah, kali ini kita dikecewain juga karena RAM-nya. RAMnya dia cuman 8 gig loh. Padahal kan tadi kan syaratnya 16 ya. Nah, tenang aja sayang sabar. Ini dia itu kenapa ini tetap aku masukin? Karena dia itu upgradable. Selain upgradable, dia juga RAMnya tadi yang 8 GB itu udah DDL5. Jadi, ya ini udah oke banget. Kayak masih bisa dimaafkan lah kekulangan ini. Dan menurut aku kalau kalian orang yang bisa membayar laptop ini seharga Rp7 jutaan, pasti menurut aku ya kalian harusnya sudah bisalah menambah sedikit lagi untuk beli RAM sampai 16 gig. Soal stallnya juga sama kayak dua laptop tadi. Dia itu sebenarnya ada di 512 tapi free satu slot buat upgrade juga. Untuk layarnya sendiri dia punya ukuran 16 inch dengan panel IPS yang resolusinya FHD Plus. Terus karena ini sel predatel ngasih galansinya lebih dari yang lain-lain tadi. Itu enggak cuman 2 tahun tapi sekarang dikasih 3 tahun galan resmi. Hmm. kayaknya bosan ya dari tadi kita nyebutin eso, eso mulu gitu kan. Nah, sekarang aku kasih rekomendasi yang keempat ini itu Lenovo Legend. Dibandingin sama laptop-laptop sebelumnya dia punya GPU yang lebih kencang karena pakai RTX 5050. Ini adalah si Legen 5i 15 IRX10. Yang bikin dia beda dibanding tiga laptop tadi itu dari segi GPU-nya. Di saat yang lain masih pakai 450, dia udah up to date dengan pakai GPU ATX 50. Tapi sebenarnya sebeda apa sih? Oke, aku sebutin dulu, aku jelasin dulu. Kalau di atas kertas RTX 5050 tuh punya kapasitas film yang lebih gede di 8 GB dibanding 450 yang ada di 6 GB. Enggak cuman film yang lebih besar dari bandwid sama AIT OPS-nya itu dua kali lebih besar daripada yang S sebelumnya. Kalau kalian tanya sebenarnya impact yang dirasain itu apa sih? itu tuh kalau semisal kalian buka aplikasi software-software yang itu tuh lakus buat makan GPU kayak misalkan blender terus habis itu playal pro dia itu akan lebih mudah dan lebih cepat buat ngebukanya enggak ngos-ngosan gitulah intinya. Terus kalau semisal kalian mau generate foto atau upscaling dia juga lebih kencang dan lebih cepat. GPU Monster ini juga diteminin sama prosesor yang enggak kalah gede yaitu Intel Core i7 13.650 50 HX yang punya 14 call dan 20 THS dengan average call-nya di STB bench L23 aja itu jauh di atas si Predator tadi karena buat multiol-nya dia dapat di 20.000-an poin. [musik] Sedangkan di single call-nya mirip aja di sekitaran 1800-an poin. Yang kalau dari dia sih paling dari segi umul aja ya karena kan kalau siopedatol tadi itu gen 14 sedangkan ini masih gen 13. Lanjut ke memory. Untuk lamnya Lenovo ngebekelin dia dengan RAM 16 GB DDL5 Sodim. Jadi pintu upgrade masih terbuka lebar. Sama halnya dengan storage-nya yang pakai SSD 512 gig [musik] NVMI M.2. Buat baterainya sih dia memang sayangnya belum sebesar siopedatol tadi ya. Karena siopedatol itu 90 wat hour. Sedangkan si Lenovo Legion ini dia masih di 80 watak. Sebenarnya ini enggak kecil banget tapi karena dia itu harus performerai yang digunakan itu lebih banyak. Jadi sebenarnya agak sayang gitu kalau baterainya itu kecil. Tapi gak masalah karena Lenovo gak mau kalah dari si Esel. Dia udah kasih 3 tahun galaxy plus 2 tahun ADP. Dan itu semua bisa kalian dapat dengan harga Rp19.592.000. Buat rekomendasi yang kelima, kita balik lagi ke si Es dan ini menurut aku punya layar yang paling baik, paling oke dari rekomendasi-rekomendasi yang sebelumnya tadi. Ini adalah Eso Swift X14 OLED. Udah jelas banget ya dia pakai panel OLED dan dari kal gambutnya juga yang tertinggi di video ini karena dia punya 100% DCI IP3 FI kalau kalian belum tahu DC IP3 itu coverage-nya lebih luas daripada sRGB dan kira-kira kalau 100% R IP3 itu sama kayak 133% sRGB dan enggak cuman itu buat resolusi dia juga yang terbesar karena walaupun ukuran layannya cuma 14,5 inch dia punya resolusi di 2.8K dan udah golden ratio 16 by 10 kalau gemutnya oke resolusinya oke. Ini sih udah overqualified ya, tapi tetap ada kulangnya itu di refresh rate-nya karena refresh rate-nya dia itu cuma di 120 Hz. Sebenarnya 120 Hz itu cukup aja kalau misal kalian misalkan cuman buat zoom in, zoom out, outboard, terus habis itu buat ngelihatin layers-layers yang di ketika kalian bikin motion graphic itu udah oke aja. Tapi kalau dibandingin yang lain udah 180 Hz, 120 Hz itu kerasa kecil. Lanjut untuk performance-nya. Dia juga siap diadu karena dia pakai Intel Core Ultra 715H yang punya 16 score 22 thread. Terus buat skor sintetisnya di L23 multiol-nya dapat rata-rata di 15.000-an poin dan single call-nya ada di 1700-an poin. Kalau dari skol sintetis memang dia itu kelihatannya lebih rendah ya dibandingin sama eh laptop-laptop yang lain. Tapi ini enggak masalah wajah aja gitu karena dia kan pakai Sally Ultra kan. Dan sel Ultra ini memang lebih fokus ke AI processing. Tapi kalau zaman sekarang itu kayaknya lebih relevan karena kayak Photoshop gitu misalkan itu udah ada auto generate apa sih namanya? Generative feel. Terus habis itu kayak di After Effects itu kan juga udah ada generative feel gitu kan yang dia itu pakai AI. Jadi karena semua-semuanya itu udah pakai AI itu lebih relevan aja sih. Nah, processo ini juga ditemenin sama GPU yang sama gogilnya karena dia pakai Altx 460 yang AI performance-nya ada di kisaran 230 sampai 240 tops. Yang intinya kombinasi ini benar-benar oke banget. Kalau semisal kalian mau cari-cari leversi di chat CPT atau ngulik-ngulik aset 3D. Buat memorinya dia berani kasih banyak juga karena buat SSI dia kasih satu tela yang upgradable dan RAM 32 gig. Ini gede banget dibandingin sama yang lain-lain tadi ya. Tapi sayangnya dia itu udah paten, udah onboard. Jadi emang gak bisa di-upgrade lagi. Tapi kalau udah 32 gig kayaknya siapa yang mau upgrade lagi? Lanjut ke bate. Nah, kalau di sini angkanya emang kapasitasnya relatif lebih kecil dibanding yang lain karena ada di 76 wat hour. Tapi untuk kelas laptop Swift yang notabnya memang bukan langah gaming sih ini udah oke banget. Nah, buat harganya berapa si Esos Swift X OLED ini? itu harganya dibandrol di Rp19.86.000 ketika video ini dibuat dan di harga segitu kita juga dikasih galan resmi dari selama 3 tahun. Oke, lanjut kita ke rekomendasi yang terakhir dan menurut aku mungkin ini akan cukup mengagetkan buat kalian karena ini satu-satunya laptop lokal. Ini laptop lokal yang inilah satu-satunya laptop lokal di rekomendasi kita yang mungkin GPU-nya paling kencang di antara yang lain ya. Ini adalah Akopongo 775. Kayak yang aku bilang tadi, si Axio Pongo 775 ini pakai GPU yang paling kencang dan paling balu di antara rekomendasi-rekomendasi yang udah aku sebutin tadi. Karena dia pakai RTX 5070 dan impact-nya ini bakal kalian rasain banget ketika kalian misalkan handle asset, terus habis itu motion graphic, visual effect yang belat mungkin waktu upscaling gambal pakai AI. Kalau di prosesornya sih oke aja menurut aku bukan yang super ngebut kayak prosesor di laptop-laptop tadi karena dia pakai Intel Call i7 13620H dan dari hasil uji sintetis kita, multicolnya dapat rata-rata hasil di 15.000-an poin dengan skema plugin dan diloping sebanyak 10 kali. Bisa dilihat di chart ini kalau dalilan pertama sampai terakhir dia cenderung stabil dan enggak ada throtling. Terus buat single call-nya ada di 1800-an poin. Nah, kenapa aku bilang oke aja? Karena dia ini masih pakai gen 13 ya. Sedangkan kan tadi kan udah ada yang gen 14. Kita lanjut bahas soal layalnya. Karena kan sayang ya kalau semisal performanya udah oke banget, tapi ternyata layalnya disunat gitu kan. Nah, tapi tenang aja karena ternyata si Axio Pong 775 ini enggak disunat di bagian layalnya. Masih cakep karena dia punya layal IPS ukuran 16 inch dengan resolusi QHD Plus yang refresh rate-nya udah di 180 Hz. Terus kalau segi coverage color gamutnya waktu kita tes SRGB-nya itu dapat di 99,3%. Adobe RGB-nya di 88,5% dan di CP3-nya itu 82,3%. Walaupun ada selisih ya karena di klaimnya dia itu kan 100%nya salgb tapi waktu kita tes ternyata di bawah itu. Tapi enggak masalah karena itu selisihnya itu bahkan enggak nyampai 1%. Dan amannya enggak cuma di situ aja, dari segi memori juga dia aman karena dia punya RAM 16 GB DDL5 dengan satu slot kosong buat upgrade dan SSD 512 gig yang juga masih dikasih satu slot tambahan. Jadi nanti kalau file desain terus habis itu editan, handling udah banyak tenang aja tinggal di-upgrade lagi spek dalamannya udah oke. Terus layarnya udah memori udah. Sekarang kita lanjut ke baterainya. Buat baterai lagi-lagi ini yang dikolbanin cuman 53,35 watt awal. Ini hampir sama kayak Nitrolite tadi yang harganya cuman di Rp1 jutaan. Sebenarnya kapasitas kayak gini masih oke-oke aja ya kalau semisal buat harian. Tapi ya siap-siap aja jadi sobat colokan. Karena dari prosesor Intel Seliha H dan pakai RTX 5070 jelas butuh tenaga ekstra buat ngangkat [musik] semuanya. Kalau kita ngomongin harga ya dia ini memang yang paling mahal di antara yang lain ya. Tapi kita [musik] enggak bisa bilang dia mahal juga karena banyak banget yang dikasih sama dia. Di harga Rp21 jutaan kita udah dikasih RTX 5070 dan prosesor Intel Call i7 13620H. Jadi kalau dibilang mahal ya sebenarnya enggak mahal-mahal juga ya. Apalagi kita udah dikasih galan dari Axio selama 3 tahun. Oh ya, kita udah pernah review juga si Axio Pongo 775 ini. Kalau kalian misalkan penasaran dan pengin nonton lebih banyak ya silakan nanti ada di pojok-pojok cardnya. [musik] Oke, itu tadi enam rekomendasi laptop buat DKV yang lebih allounder. Kalau menurut aku sih yang paling worth italias-rekomendasi tadi itu adalah si Esus Swift X14 OLED. Ya, meskipun prosesornya bukan yang paling kencang, RAMnya juga onboard. Tapi kalau kita lihat lagi prosesor ada sih yang lebih ngebut, tapi dia ini juga ngebut. RAM-nya emang onboard, tapi udah 32 gig itu udah banyak banget gitu. Kalian mau upgrade lagi [musik] sebenarnya udah cukup banget. Itu lebih dari cukup PC 32 gig ini. Enggak lupa juga layalnya yang udah olet dengan kala gambutnya udah 100% di CP3 di harga Rp jutaan. Menurut aku ini worth it banget dipakai buat selama kuliah. Menurut kalian gimana? Coba komen di bawah dong. Atau mungkin kalau kalian punya rekomendasi lain yang lebih oke, boleh banget ditulis di bawah juga. Ya udah segitu dulu aja. Aku Azula. Bye-bye.
