Upgrade atau Tidak? | Samsung Galaxy S26 Base Model (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wassalam ala rasulillah. Worth it enggak ya untuk kita upgrade ke Samsung Galaxy S26? Yuk kita coba jawab di video kali ini. Review. Barengan Nobotch review dan mencoba menjawab worth it upgrade ke Samsung Galaxy S26 based model itu sebenarnya tergantung konteks kalian menggunakan handphone apa. Kita langsung jawab deh. Kalau kalian pakai S24 atau S25 lewatin aja. Pindahnya nanti ke S27 atau S28 enggak apa-apa. Kalau kalian pakai Samsung Galaxy S23 ke bawah, worth it banget untuk naik ke S26 base model karena akan berasa ada peningkatan di bagian performa, baterai, kamera, banyaklah peningkatannya akan terasa sekali. Kalau kalian adalah pengguna handphone-handphone yang jatuhnya dari mid Tier series, mungkin seri A, mungkin Reno, mungkin V Series, atau mungkin Redmi gitu ya, masih worth it naik ke Samsung Galaxy S26 model dengan catatan kalian bukan seorang gamer. Karena main game di handphone ini itu kurang nyaman. Bukan masalah performa gaming-nya, tapi lebih ke masalah ukuran layarnya yang emang dia mungil ya. Sementara kalau kalian adalah pengguna flagship tapi datang dari merek lain, Vivo, Oppo, Xiaomi dan segala macamnya, yang harus dipertimbangkan adalah apakah kalian rela e mengorbankan setup kamera kalian saat ini di handphone-handphone kalian dengan handphone yang mungkin secara UI lebih matang, tapi setup kameranya tidak lebih heboh atau tidak lebih canggih dari flagship-fagship sebelah. Itu aja sih simpelnya di sana, semuanya tergantung dengan konteks. Kalau untuk saya sendiri emang opsinya tahun ini sih naiknya ke ultra. Alasannya simpel. 3 tahun terakhir saya bermain-main dengan varian base model. Update-annya dari tahun ke tahun ada, tapi memang tipis-tipis cuman di poin-poin yang tepat. Nah, tahun ini update-annya S26 itu pun juga sebenarnya di poin yang tepat. Tapi apakah tepat untuk kalian atau enggak, itu yang kita pengin coba telaah lebih jauh di sini. Karena kalau cuman pengin sampai kesimpulan aja, videonya bisa kalian berhentikan. Cuman kalau pengen dapetin knowledge lebih banyak, yuk stay di sini. Samsung Galaxy S26 base model ini pada dasarnya ada tiga peningkatan yang signifikan, yaitu di bagian performa, di bagian baterai, dan juga di bagian layar tanda bintang. Karena upgrade di bagian layar ini menurut saya agak kurang menyenangkan. Teknologi layarnya masih sama, sama-sama dnamic AMOLED eh 2X dan masih juga pakai LTPO 120 Hz. Speak brightness-nya masih sama, up to 2.600 nits. Tapi ukurannya ini bertambah dari 6,2 inci ke 6,3 inci. For most people, ini adalah satu buah kabar yang menyenangkan. For most of us yang suka handphone compact ini kabar yang bikin sedih. Jadi buat kalian nih SJWSJW pencinta handphone Compact, saya udah sempat bilang waktunya kalian jajan handphone compact-nya. Karena peningkatan atau penambahan ukuran layar ini ya akibat kalian juga bilang suka handphone compact tapi enggak beli-beli. [tertawa] Anyway, ya sudahlah. Di hadir dengan layar 6,3 inci. Bobotnya nambah 5 gr. Terus juga secara ukuran dimensinya lebih lebar 1,5 mili. Anywayompact generasi sebelumnya tapi untuk tahun 2026 termasuk handphone yang masih masuk dalam kategori tanda kutip kompact. Untungnya penambahan-penambahan dimensi ini enggak cuma di bagian layarnya aja. Secara teknologi dalamnya, besaran baterainya pun juga nambah. Dari yang tadinya 4000 mAh ini sekarang jadi 4.300 mAh. Tidak night and day, tapi just enough untuk kita bisa mendapatkan performa Samsung Galaxy S26 model secara baterai jadi lebih ajib lagi. Ini data yang saya punya ya. Kalau kita ngukur penggunaan seharian full Wii dan ee banyakan di streaming lah. Dapat screen on time itu sampai 6 jam 28 menit dengan total standby time lebih dari 1 hari. Masih ada sisa pula baterainya 30% lebih, tapi gimana kalau misalnya kita lebih banyak menggunakan sinyal GSM? Oke, saya coba juga dari 90% full GSM untuk penggunaan sinyalnya dan penggunaannya itu mix. Ada streamingnya, ada kameranya, ada juga e maps-nya. Dia ternyata punya screen on time itu tetap masih di angka 5 jam lebih, lebih tepatnya adalah 5 jam 15 menit dengan total standby time-nya ada di angka 12 jam. Konteksnya kalau kita coba gabungin dua penemuan ini adalah kalau kita kan sebenarnya normalnya pakai sehari-hari tuh gabung ya, mix Wii dan juga GSM. Bisalah dipakai seharian, tapi memang akan lebih nyaman kalau malamnya kita colok. Jadi begitu besok pagi dia udah siap ready digunakan lagi. Nah, untuk masalah nge-charge-nya sendiri Samsung Galaxy S26 ini emang masih di 25 watt. Kalau kita ngisi daya dari 1% ke 100% itu akan makan waktu 1 jam lebih. Lebih tepatnya ada di area 1 jam 20 menitan. Sementara kalau kita nge-charge hanya dari 0 ke 90% menggunakan metode bater protection-nya kita aktifkan. Dia ini akan terasa lebih cepat kok. Hanya sekitar 50 menitan aja dari 1% ke 90%. Ya tentu ada pengorbanan daya di sini tapi kalau buat saya ini kompromi lah antara saya dapat juice yang cukup banyak dengan kecepatan waktu nge-charge-nya. Oh, by the way, untuk ngcharge selama 30 menit sendiri itu dia bisa mengisi daya sebanyak 57% dari 1% ke 58%. Yang menarik dikulik dari handphone ini sebenarnya adalah masalah performa ya, karena kan dia menggunakan Exyos 2600. Orang tuh biasanya bilang, "Oh, Exyos itu panas, Exyos itu lemot, Exinos itu ini itu yada yada yada segala macam. Tapi Samsung tuh berhasil mematahkan ya karena di Samsung Galaxy S26 base model ini untuk skore Geekbench-nya dia punya multiore score dan juga single core lebih tinggi dibandingin S26 Ultra yang menggunakan Snapdragon 8 Lead Gen 5. Dan juga hasil ini kalau kita coba bawa ke tes penggunaan editing misalnya S26 ini masih ngelawan ternyata ya. Ada satu buah file ee yang cukup berat project yang biasanya kalau saya jalanin di banyak flagship itu dia masih kedet-kedet sampai somehow di Samsung Galaxy S26 base model ini cukup nge-play sekali aja enggak perlu digeser-geser apa segala macam dia bisa langsung lancar potensi dipakai ngeditnya aman tapi memang kalau kita ngomongin masalah rendering ini beda cerita file yang sama saya coba render ternyata Samsung Galaxy S26 Ultra itu hanya perlu waktu 30 detik sementara Samsung Galaxy S26 base model perlu waktu 50 detik. Perbedaan waktunya agak lumayan nih sebenarnya. Kalau kita berpindah ke bagian gaming ya tentu karena Samsung Galaxy S26 ini udah menggunakan chipset flagship ya secara FPS tentu jatuhnya tinggi. Sementara untuk stabilitasnya sendiri juga masuk dalam kategori aman. Nah, untuk experience penggunaan sehari-hari tentu karena itu sudah menggunakan Onei 8.5 berpadu dengan chipset yang juga udah tinggi ya. Rasanya semuanya smoot-soth aja tidak ada masalah apa-apa. Masalah AI tentu ya Samsung Galaxy S26 ini kelasnya masih sama seperti Samsung Galaxy S26 Ultra. Jadi, ya. Fitur-fitur barunya pun juga hadir seperti now notch dan segala macamnya. Sayangnya memang untuk privacy display belum dibawa ke sini. Mungkin harapannya iterasi berikutnya kali ya. Oh, ngomongin sedikit soal display, kalau kita nonton pakai Samsung Galaxy S26 will be happy sih karena bukan masalah layarnya aja yang di oke, tapi secara speakernya ini berasa banget dia laut, panci, dibass, mat, dan segala macamnya. Jadi eh experience-nya itu bisa dibilang full padahal secara handphone jatuhnya dia lumayan kecil. Nah, sementara untuk kameranya sendiri ada peningkatan yang menyenangkan di Samsung Galaxy S26 base model, yaitu dari sisi desain kamera bump. [tertawa] Karena kalau dari sisi apa namanya? Hardware ya kurang lebih masih sama-sama aja kayak gitu ya. Exyos 2600 ini mencoba mengangkat kualitas hasil foto dan juga video itu menggunakan ASP yang dipakai. Bisa dibilang rasa-rasanya sih emang sedikit lebih clear dan juga lebih sedikit detail, noise-noise lebih bisa keupress dengan baik. Nah, ini semuanya adalah hasil kerjanya si ISP. Untuk nightrahy yang pengin ngambil foto dalam gelap dan juga malam, it is actually still quite nice. Terutama kalau menggunakan main kameranya, menggunakan ultra wide angle-nya, not so much. Menggunakan tele 3 time zoom-nya, ini masih bisa masuk kategori oke sih, walaupun memang bukan yang paling oke di kelasannya, but is nice to have. Tapi kalau untuk saya, highlight kamera dari Samsung Galaxy S26 base model ini adalah di bagian video gitu ya. kita bisa masuk ke bagian settings, ke bagian kamera expert dan dar. Di sana muncul opsi untuk kita bisa merekam video ke SSD. Ini adalah satu buah fitur yang tidak hadir di Samsung Galaxy S25, di S26 hadir dan ini sepertinya hadir karena One UI 8.5. Jadi untuk kita-kita nih yang emang lebih milih menggunakan handphone varian base model e 12256 atau 8256 itu tidak akan berkeberatan karena faktanya adalah kita bisa ngerekam video itu ke SSD. Jadi akan sangat-sangat membantu. Nah, kesimpulan video ini tadi sudah diceritain di depan gitu ya. Jadi silakan refer eh ke pendapat saya di bagian awal aja. Konteks itu matters untuk kita memilih apakah upgrade ke Samsung Galaxy S26 atau enggak. Cuman untuk yang pengin punya full experience, e kenyamanan UI dan juga hasil kamera yang udah oke, not the greatest tapi udah oke. Video yang juga udah oke, AI yang lengkap. Nah, Samsung Galaxy S26 ini sebenarnya bisa masuk bahan pertimbangan ya. Cuman sekali lagi diingatin contex Nethers apakah kalian siap atau enggak untuk mengganti handphone kalian ke S26 Pel. Itu video kita hari ini buat sekarang taf diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...


















