Upgrade Mantap, Hadirkan Daya Tahan Luar Biasa! Smartphone Elegan Terjangkau - Review vivo Y19s Pro (YouTube Video)
Ini adalah penerus dari smartphone yang sudah beberapa kali masuk dalam rekomendasi kami untuk kelas harga terjangkau. Ya, ini adalah Vivo Y19s Pro ya. Ini versi Pro yang hadir dengan beberapa upgrade tapi dengan harga awal yang sama dengan Y19s. Baterainya sekarang kapasitasnya lebih besar dengan 6000 mAh blue bater yang kata Vivo beneran enggak habis-habis. Nah, di sini ada jaminan 5 tahun proteksi baterai untuk kesehatan baterai buat pemakaian jangka panjang. Charging juga sekarang lebih kencang dengan dukungan 44 watt flash charge. Menariknya, kedua hal ini dihadirkan di dalam body dengan bobot dan ketebalan yang sama dengan Vivo Y19s terdahulu. Oke, langsung aja kita bahas kemampuan smartphone baru yang satu ini. Ya, Vivo Y19s Pro. Smartphone ini bisa dikatakan penyempurnaan dari Vivo Y19s dengan beberapa suntikan teknologi yang lebih kekinian lagi. Smartphone ini tentunya masih mengusung beberapa hal menarik yang sudah ada di pendahulunya, termasuk dual stereo speaker dengan 300% audio booster, layar 90 Hz, serta IP rating di IP64. Ya, ada juga klaim bahwa layar smartphone ini bisa menawarkan 1000 nits ultra bright saat digunakan di luar ruangan di bawah terik matahari. Selain itu, Vivo juga menyatakan Vivo AI untuk smartphone yang harganya terbilang terjangkau ini. Nah, kita langsung aja mulai pembahasannya dari paket penjualannya ya. Tentunya di sini ada unit Vivo E19s Pro dengan screen protektor yang langsung terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya ya. Ada 44 watt flash charge ya di sini. Lalu ada kabel USB A2C, ada sim trade ejector, lalu ada case. Nah, ini pakai gaya anti drop case seperti yang ada di i19s. Kemudian ada paket dokumen. Jadi, dari si paket penjualan terlihat ada perbedaan di charger bawaan. Yang ini pakai 44 watt flash charge, bukan charger 15 watt seperti di Y19s. Nah, smartphone ini menggunakan trendy desain dengan warna yang disebut terinspirasi dari warna smartphone flagship yang kesannya tuh elegan ya. Opsi warnanya ada hitam berkilau seperti yang kami pakai di dalam review ini. Lalu ada juga perak mutiara. Kedua warna ini menampilkan kesan yang modern ya. Tr dimensinya tinggi 165,8 mm, lebar 76,1 mm, ketebalan di 8,1 mm. Ya, ini dimensinya sama persis dengan Vivo Y19s. Bobotnya juga sama di 200 gr. Dengan dimensi dan bobot yang sama, Vivo berhasil menawarkan peningkatan spesifikasi di Vivo Y19s Pro ini kalau dibandingkan dengan pendahulunya. Smartphone ini disebut punya 2,5D flat frame. Jadi frame layar dan body belakang smartphone ini pakai desain serba flat. Tapi pertemuan antara frame dengan layar didesain agar tidak langsung menghasilkan sudut yang siku banget gitu ya. Ini buat smartphone jadi lebih nyaman untuk digenggam. Oh ya, frame dan body belakang smartphone ini pakai polikarbonat. Tapi tenang, ini rasanya kokoh banget loh. Nah, kalau bicara soreting ketahanan terhadap air dan debu, Smart ini punya IP64. Ini berarti kedap debu dan tahan terhadap cipratan air dari segala arah. Jadi kalau cuma kehujanan sih harusnya aman ya. Tapi ingat ini bukan untuk dicemplungin ke dalam air ya. Bahkan IP67 dan IP68 itu bukan untuk disengajakan dicemplung dalam air. Selain itu menurut Vivo di sini juga ada SS+ military grade dan anti drop soft case. Ini lebih ke arah buat jaga-jaga ya bukan untuk sengaja dijatuhkan, tapi memang sudah dirancang untuk lebih tahan banting aja. Spesial buat case-nya ini memang dirancang untuk lebih tahan banting ya. Jadi lucu ya case bawaannya aja udah dirancang seperti itu. Oke, sekarang kita lihat ada apa aja di sekeliling body smartphone ini. Di kanan ada tombol power sekaligus fingerprint scanner dan volume up and down. Di atas ada speaker, di kiri ada SIM tray. Ini non hybrid ya. Jadi trnya ada tiga langsung untuk 2 nano SIM plus 1 micro SD. Di sisi bawah ada audio jack 3,5 mm, ada mikrofon, ada USBC, dan jadi terlihat kalau smartphone ini punya dual stereo speaker. Kualitas suaranya terbilang cukup mantap di sini ya. Tentunya ini belum yang bisa menawarkan suara yang dalam dengan separasi yang luar biasa hebat ya. Ya, sesuaikan dengan harganya aja l ya. Setidaknya suara sekalian terbilang relatif rapi bahkan kerapian suara tetap terjaga di volume yang tinggi. Nah, soal volume suara dalam kondisi 100% standar terbilang sudah cukup lantang. Nah, kalau butuh lebih lantang lagi Vivo menawarkan 300% audio booster. Jadi volume suara bisa kita tingkatkan ke 200% dan 300%. Tentunya ini bukan berarti volume suara jadi dua kali atau tiga kali lipat beneran ya. Setidaknya ini akan lebih lantang dibandingkan kalau kita setting di 100%. Nah, 300% audio booster ini mungkin lebih pas untuk voice call atau video call. Jadi biar suara lawan bicara bisa terdengar lebih jelas saat kita di area yang agak ramai atau berisik. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,68 inci dengan panel IPS. Resolusinya HD plus 1608 * 720 pikel. refernya up to 90 Hz dan mendukung smart switch alias refresh rate-nya adaptif. Jadi kalau tidak ada aktivitas di layar dia bisa turun ke 60 Hz. Sementara kalau ada aktivitas slide atau tab dan lain-lain dia bisa naik di 90 Hz. Untuk brightness itu ada klaim 1000 nits ultra bright untuk penggunaan di bawah trik matahari. Cocok buat yang beraktivitas di luar ruangan. Nah, saat kami coba untuk indoor, brightness maksimum yang kita dapatkan adalah di kisaran 675 nits. Sementara untuk simulasi outdoor berat maksimalnya ada di kisaran 710 nitz. Ini membuat smartphone ini harusnya cocok digunakan di luar ruangan di siang hari di bawah terik matahari. Nah, bagaimana dengan klaim 1000 nitnya? Nah, saat kami coba tes local PKC brightness, kita bisa mendapatkan sekitar 950 untuk sebagian area layar. Jadi, ini memang sudah sangat dekat dengan klaim Vivo. Nah, untuk tampilan warna di layar tidak ada pengaturan untuk mode tampilan warna, hanya ada pengaturan untuk color temperature aja. Jadi kita langsung coba kondisi standar dan hasilnya gamut covers ada di sekitar 99,7% sRGB dengan gamut volume di 118,7% sRGB. ini terbilang sudah memadai untuk edit warna foto atau video atau nonton juga udah mantap nih ya. Layar ini disebut punya Wet touch Technology yang memungkinkan kita tetap beraktivitas dengan nyaman di layar, bebas ghost tasustas sekalipun jari kita basah atau ada tetesan air di atas layar. Nah, untuk bezel layar ini memang bukan yang terbilang tipis-tipis amat dengan bezel di bawah layar masih terbilang cukup tebal tapi ini masih terbilang wajarlah untuk kelas harga segini. Untuk earpce ini ada di beel atas layar dan di sini ada kamera selfie atau front kamera 5 megapel F2.2. Tentunya desainnya punch hole ya udah kekinian. Perekaman videonya bisa mencapai 1080 by 30 fps. Untuk sisi belakang ada sistem kamera utama dengan konfigurasi dual kamera. Ada 50 megapel main kamera bukanya F1.8 autofokus. Perkaman videonya juga sampai 1080p30. Lalu ada kamera bonus 0,08 megap dan ada LED flash. Lalu ada juga ring light di area modul kamera. Tapi ini bukan seperti aura light yang ada di Vivo V series ya. Ini adalah dynamic light yang fungsinya untuk notification light. Nah, buat yang sering nyari e notifikasi lampu itu ya ada di sini ya gede banget lagi ya. Jadi kita bisa atur dia agar menyala di jam-jam tertentu saat ada notifikasi di smartphone, saat ada panggilan masuk, saat muar musik, saat charging baterai, serta saat baterai sudah tercas sedikit. Tuh dikasih tahu sama dia entar ya. Selain itu, Dynamic light ini juga bisa digunakan untuk foto countdown light. Untuk fit-fit kamera ada pro, panorama, slowmo, timelapse, live photo, 50 megapel, night portrait, iye autofocus dan lain-lain. Nah, kita lihat spesifikasi internalnya. Untuk SOC-nya adalah Uni SOC T612. Ini masih SOC yang sama dengan yang digunakan di Vivo Y19s. Ya, ini memang bukan SOC yang kencang di kelas harganya, tapi dari pengujian Vivo Y19 SK merasa ini masih terbilang mencukupi untuk kebutuhan penggunaan harian. Apalagi dengan tuning dari Vivo T612 ini berhasil membuat Y19s menawarkan daya tahan baterai yang terbilang lebih baik dari rata-rata smartphone dengan SOC populer lain di kelas harganya. Nah, di Vivo Y19s Pro ini harusnya bisa menawarkan daya tahan baterai yang sedikit lebih baik lagi. Nanti kita lihat di pengujiannya ya. Nah, oke. Untuk RAM dan storage unit yang kami uji ini punya RAM 6 GB dengan storage 128 GB. Ada dukungan untuk extended RAM sampai 6 GB di sini. RAM-nya menggunakan LPDR 4X dan sayangnya untuk storage ini memang pakai IMMC 5.1. Selain varian yang satu ini ada juga opsi lain. Ada yang 4 GB plus 4 GB extended RAM dengan storage 64 GB. Lalu ada yang RAM-nya sama tapi storage-nya 128 GB. Ada juga fitur app compression untuk mengurangi pemakaian storage untuk aplikasi yang sudah tidak digunakan lebih dari 30 hari. Nah, kalau butuh storage ekstra, kita kan juga bisa pasang micro SD ya di smartphone yang satu ini dan tidak membuang slot untuk SIM card sama sekali. Untuk baterai dia pakai 6000 mAh dan mendukung 44 watt flash charge ini meningkat dari baterai 5500 mAh dengan charging yang hanya 15 wat di Vivo Y19s. Di sini juga lagi-lagi menggunakan blue fold battery. Ini memungkinkan Vivo menawarkan kapasitas baterai lebih besar di body smartphone dengan bobot dan ketebalan yang sama dengan pendahulunya. Di sini ada 5 years battery health dengan janji kapas baterainya tidak akan berkurang sampai di bawah 80% untuk penggunaan selama 5 tahun penuh. Ini meningkat dari yang dulu kan dijanjian cuma di 4 tahun penuh ya di Vivo Y19s. Oke untuk sensor-sensor dia ada akselerometer, light sensor, proximeter sensor, marketometer, dan COD Gyro. Sayangnya ini belum hardware base gyaktivitas tentunya ini 4G dan bisa 2G dan 3G juga. Untuk Wi-nya Wii 5 Bluetooth versi 5.2 dan mendukung audio kodex SBC, AAC, Aptex, Apptex HD, dan LDAC juga. FM radio tentunya ada di sini juga ya. Dan kita harus pasang headset dulu ke audio jack agar fitur ini bisa digunakan. Untuk USB tentunya bisa OTG. Untuk NFC sayangnya belum tersedia di sini. Kami sebenarnya berharap ini adalah satu peningkatan ditawarkan di Vivo Y19s Pro ini dibandingkan pendahulunya. Nah, untuk keamanan fingerprint scanner ada dan face unlock tentunya bisa. Untuk OS dia pakai Advantage OS 15 dengan basis Android 15 ini juga meningkat dibanding dahulunya yang pakai basis Android 14. Nah, Vivo menjanjikan ada dua kali update versi Android dengan security update sampai 3 tahun untuk smartphone yang satu ini. Oke, untuk Vivo AI juga tersedia di sini ya, ada AI Eraser 2.0, AI photo enhance, dan AI screen translation. Kita coba AI 2.0 ini. Nah, kalau ini adalah AI Eras 2.0. Ini bisa diakses dari galery dan ya harusnya udah tahulah ya fungsinya buat apa ya. ini terbilang bekerja dengan baik di smartphone ini. Padahal spesifikasi resmi Uni SOC T612 menunjukkan kalau SOC ini tidak punya NPU terintegrasi. Kemudian kalau terkait fitur AI dari Google, circle to search belum tersedia di sini. Tapi kalau mau pakai Gemini tentunya sudah bisa. Nah, secara standar ada beapa aplikasi bawaan yang juga turut diinstal di smartphone ini. Untuk aplikasi pihak ketiga ini kalau dirasa tidak dibutuhkan bisa dihapus kok. Mudah ya. Nah, saat setup awal akan ada tawaran untuk menginstal berbagai aplikasi lewat V App Store. Nah, ini perhatikan dulu tawaran ini. Jangan asal next next aja ya. Cek dulu mana aplikasi yang mungkin dibutuhkan atau ada juga opsi untuk melewatkan tawaran ini. Kemudian beberapa fitur ekstra seperti lock screen poster dan global search juga ditawarkan Vivo di smartphone ini ya. Kalau rasanya tidak dibutuhkan bisa dinonaktifkan juga. Nah, kalau iklan bagaimana? Kami hanya menjumpai iklan rekomendasi aplikasi yang muncul saat mengetik di kolom search di Google Play Store dengan keyboard bawaan. iklan akan muncul sebagai hasil quick search yang muncul paling atas. Oke, langsung aja kita benchmark sekarang ya. Untuk AnTutu 10 pakai 3D Lite di sini kita dapat di R62.000-an untuk Geig Bandch 6 single core 435 dan multiore di 1485. Nah, untuk 3DMX sling shot extreme open GL graphic skor-nya di 842. Nah, untuk 3dx wlap stress test score di 438 dengan lowest score di 433. Jadi, stability-nya ada di 98,9%. Untuk GFX Band TX 1080p off screen dia dapat 23 fps. Oke, untuk pengujian gaming kalian bisa menggunakan mode boost dia yang bisa diakses dari overlay yang bisa dibuka saat kita maujjalanin game. Kita coba dulu dari subway server. Sayangnya saat game ini dijalankan, refresh-nya itu otomatis turun ke 60 Hz. Kami coba atur ke 90 Hz. Sayangnya tidak membuat game ini bisa jalan di 90 Hz juga. Untungnya game ini terbilang mulus lancar di 60 fps. Jadi masih terbilang nyamanlah buat dimainkan. Untuk Free Fire kita coba dengan setting ultra high rest, dan shadow off. FPS-nya kita set di high. Hasilnya saat kondisi sepi FPS-nya bisa di 60 fps. Sementara saat ada adu tembak-tembakan ya frame rate akan ada di 45 sampai 60 FPS. Kalau mainnya itu untuk ngisi waktu luang aja sih ini sudah mencukupi. Lanjut untuk Mobile Legends. Nah, di game ini setting frame rate super alias 90 FPS terbuka. Tapi lagi-lagi refresh rate-nya terkunci di 60 Hz saat game dijalankan. Saat kami coba dengan setting map quality high dengan setting line mentokan danan hasilnya kalau kondisi tanpa battle frame rate-nya terbilang cukup rata di 60 fps. Sementara saat ada battle kita bisa menemukan penurunan frame rate ke kisaran 48 sampai 50 fps. Masih lumayan oke lah ya. Nah, kalau mau game ini berjalan lebih stabil kita bisa coba sedikit turunkan settingan kualitas tampilan. Nah, bagaimana dengan GC dan Watering Wave? sayangnya dari pengujian-pengujian kami sebelumnya untuk smartphone dengan SOC Tiger T612, kedua game yang terbilang berat itu belum cocoklah dimainkan di smartphone seperti ini. Oke, kita lanjut ke pengujian kamera ya. Di tangan saya kali ini sudah ada Vivo Y19s Pro. Jadi, mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Tapi seperti biasa sebelum kita mulai pembahasan kameranya yang kita cek yaitu kemampuan mikrofonnya dulu. Di sini saya enggak menggunakan mikrofon eksternal ya. Jadi ini langsung menggunakan mic dari smartphone-nya. Di sini Vivo mengandalkan single microphone ya. Jadi hati-hati aja jangan sampai mikrofonnya ketutupan saat merekam video seperti ini. Untuk kualitasnya sendiri ini sudah terbilang oke ya dan suara vokal saya juga dapat ditangkap dengan jelas di mikrofonnya ini. Nah, kalau yang dari teman-teman dengar gimana? Oke, sekarang langsung saja kita mulai pembahasan kameranya. Oke, kita mulai dari kamera selfie-nya. Seperti yang teman-teman lihat di sini, sayaknya videonya masih kurang stabil. Jadi saran kami pakai tripod aja atau melalui software editing. Salah satunya dengan Google Photos seperti ini. Nah, jadi lebih stabil kan videonya. Lalu untuk kualitas hasil perekamannya sendiri, bagi kami ini tergolong mencukupi. Memang belum yang super detail tapi wajar mengingat harganya. Sementara untuk kemampuan dic range video bisa kami katakan tergolong cukup baik karena bagian highlight enggak sampai hilang banget. Tapi itu di area ekstrem ya, karena kalau kita bawa di outdoor seperti ini hasilnya aman-aman aja. Sekarang kita lanjut ke kamera utama. Sayangnya di sini videonya juga masih belum stabil. Kemudian untuk kualitas hasil perekamannya sendiri ini cenderung oversharpen menurut kami. Sementara untuk kemampuan damic range video ini standar. Bagian highlight memang masih over expose tapi setidaknya bagian wajah masih dapat terlihat dengan jelas. Sementara kalau kita bawa ke outdoor seperti ini, bagian high memang masih sedikit over expos, tapi enggak sampai yang hilang-hilang banget. Oke, sekarang kita lanjut ke malam hari. Di sini kualitas video kamera depannya sudah mulai menurun, ya. detailnya mulai hilang, gambarnya agak pecah dan terasa noisy. Serta frame rate-nya saat kami cek ini juga turun ke 24 fps. Jadi saat merekam low light, usahakan jangan terlalu gelap atau paling enggak dibantu dengan lighting tambahan aja kalau memang mau vlogging. Sementara di kamera utamanya kualitas videonya memang belum yang tergolong oke, tapi paling enggak videonya sedikit lebih terang dan frame rate-nya lebih stabil di 30 fps. Di kondisi siang dengan kamera selfie-nya ini memang masih kurang detail. Sementara dengan kamera utamanya ini sudah oke. Sementara kalau di malam hari hasil foto dengan kamera selfie-nya seperti ini ya. Jadi kami sarankan pakai kamera utamanya aja. Oke, sekarang kita bahas fitur-fitur ekstra dari smartphone ini. Di sini ada mode pro untuk foto yang memungkinkan kita untuk mengatur ISO kamera mulai dari 50 hingga 3.200 dan shutter speed dari 1/12.000 hingga 32 detik. Lalu di sini ada juga fitur slow-mo 720p 120 fps. Oke, itu dia tadi pengujian kamera dari Vivo Y19s Pro. Kalau ditanya apa yang kurang dari kamera ini, bagi kami yang pertama itu videonya belum stabil karena belum dilengkapi dengan fitur Ace. Lalu sedikit berharap ada opsi resolusi di atas 1080p 30 fps. Lalu untuk foto, kamera depannya jujur agak di bawah harapan kami. Tapi untungnya kalau dari sisi video masih lumayan oke. Terakhir, kami berharap ring light di modul kameranya ini juga bisa kita gunakan seperti di V series. Overall kamera smartphone ini memang bukan yang super spesial, melainkan sekedar mencukupi aja. Jadi tinggal kalian nilai sendiri aja kemampuan segini udah cukup belum untuk kebutuhan kalian. Oke, itu dia tadi pembahasan dari saya. Kita lanjut ke pembahasan selanjutnya. Oke, sekarang mari kita tes baterainya ya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai baru habis setelah 26 jam 31 menit. Uh, ini peningkatan yang luar biasa dibandingkan pendahulunya. Mantap benar di kelas harga segini ya. Lalu untuk YouTube streaming 1080p30 non HDR. Baterai berkurang hanya 2% selama 30 menit. Untuk mainan TikTok, wah ini juga luar biasa ya. biasa turunnya 4%. Ini baterai hanya berkurang 1 sampai 2% dalam 30 menit. Lalu untuk charging sekarang kita lihat dari 0 sampai 50% butuh waktu 39 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 23 menit. Nah, hasil ini terbilang sesuai dengan klaim dari Vivo yang menyebutkan bahwa 50%-nya itu tercapai dalam 38 menit. Sayangnya secara umum ini masih terasa agak lambat untuk charging yang pakai charger 44 watt. Walaupun demikian, 44 watt flash charge ini sudah menawarkan peningkatan yang cukup jauh dibandingkan kecepatan charging di Vivo E19s terdahulu. Kita lanjut lagi untuk Netflix, dia udah WiF L1 jadi bisa streaming sampai resolusi full HD. Lalu untuk YouTube streaming bisa nyampai 1080 60 fps tanpa HDR dan ini lancar ya streamingnya ya. Lalu untuk heptic feedback secara standar hptic feedback-nya aktif di keyboard bawaan dari Vanouch OS15 tapi getarannya enggak terasa di sini ya. Saat kami atur manual ke tingkat yang lebih tinggi, kami merasakan bahwa getarannya memang belum bisa dibilang yang rapi dan konsistensi getarannya itu terbilang agak kurang. Tapi menurut kami ini masih terbilang wajar untuk kelas harganya. Kalau untuk Wii sharing di sini tidak tersedia tapi kita bisa membagikan koneksi internet lewat seluler. Jadi hotspot itu bisa untuk bagiin dari 4G ke wifi. Bisa. Tenang, itu masih bisa. Yang enggak bisa tuh wifi ke wifi. Oke, untuk harga resminya untuk yang 464 itu ya harganya di Rp1.599.000. Sementara untuk 4128 di Rp1.799.000. Sementara yang 6128 yang kita tes ini ada di Rp1.999.000. Jadi, harganya sama dengan Vivo Y19s saat pertama kali rilis di tahun 2024 yang lalu. Tapi tentunya speknya udah naik yang satu ini. Oke, kita sekarang masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, performa SOC Tiger T612 terbilang agak tertinggal untuk kelas harganya, tapi secara umum ini masih mencukupi untuk penggunaan harian. Lalu varian dengan RAM 4 gig mungkin terasa agak kurang untuk penggunaan saat ini. Kami emang menyarankan kalau emang mau cari yang mantap sih pakai yang RAM 6 gig. Kemudian storage-nya ini masih pakai IMMC 5.1 belum pakai WFS. Jadi belum yang super-super kencang gitu. Lalu dia pakai single mikrofon. Banyak smartphone di kelas harga ini sudah pakai dual mikrofon. Kemudian di sini ada 44 watt flash charge, tapi waktu charging-nya memang tidak secepat harapan kami. Sebetulnya sih penginnya dia di kisaran 1 jam tepat lah gitu. Lalu layarnya ini HD Plus. Biasanya ada yang protes ya, kok layar cuma HD Plus doang. Tapi menurut kami sih sebetulnya ini masih bisa diterima ya. Apalagi ini bisa membantu untuk mendapatkan daya tahan baterai yang lebih baik yang di mana itu adalah tujuan smartphone yang satu ini. Kemudian di sini belum ada NFC dan belum ada hardware base gyro. Nah, dari segi kelebihannya daya tahan baterainya ini terbilang keren sih. Ini meningkat dibandingkan Y19s. Tentunya ini diperoleh karena ada peningkatan ya dari 5500 mAh di yang dulu lalu ini naik ke 6000 mAh. Kemudian setidaknya peningkatan dari sisi charging dibandingkan Y19s karena dia sudah pakai 44 watt flash charge. Lalu dia punya dual stereo speaker. Sorasikan juga terbilang rapi di sini. Sim tray-nya ini non hybrid. Jadi kita bisa pasang dua nano SIM dan 1 micro SD bukan atau ya. Lalu fantas OS-nya fantas OS 15 basis Android 15. Jadi seenggaknya awalnya udah kekinian dari Android 15. Kemudian ada beapa fitur Vivo AI yang sudah tersedia di smartphone ini. IP64 juga masih ada. Jadi hujan-hujanan masih aman. Layar menampilkan refresh-nya sampai 90 Hz. Dan warnanya juga terbilang oke. Di sini audio jack masih ada, FM radio juga masih ada. Jadi ada opsi hiburan gratis di sini. Kemudian dia punya dynamic light untuk notification light ya. Lalu paket penjualannya masih lengkap. ada charger, ada case, ada juga screen protector. Oh i dan case-nya tadi. Wah, spesial tuh case-nya kan anti banting lah case-nya itu ya katanya, ya. Oke, salah satu kelebihan paling menarik dari Vivo Y19s yang terdahulu itu adalah daya tahan baterainya. Nah, ini diperkuat lagi di Y19s Pro. Daya tahan baterainya jadi lebih baik karena baterai yang lebih besar. Tapi ukurannya, bobotnya itu sama persis dari pendahulunya. Ya, smartphone ini harusnya akan cocok untuk yang nyari smartphone terjangkau dengan daya tahan baterai yang bagus. bisa dipakai untuk alat komunikasi standar untuk yang banyak beraktivitas di luar ruangan atau cocok juga untuk smartphone kedua. Jadi enggak perlu terlalu dipikirinlah kapan mesti dicharge-nya. Kan tahan seharian aman banget. Atau bisa juga buat orang tua yang ingin belikan smartphone sebagai sarana komunikasi untuk anaknya masih sekolah. Nah, ini harusnya cocok ya. kita juga bisa pakai berbagai aplikasi parental control juga baik dari Google maupun dari pihak lain yang tersedia di Google Play Store. Jadi secara umum dengan berbagai kelebihannya ditambah dengan penampilan smartphone yang terlihat berkelas, Vivo E19s Pro ini adalah smartphone yang ya layak diperhatikan untuk kelas harganya. Saya D Irfan Jaka TV. [Musik]
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















