Upgrade PARAH! TITISAN POCO F7 (YouTube Video)
Ini adalah Redmi Turbo 4 Pro. HP yang 91,7% bakal jadi Poco F7 yang punya frame dari metal, back kaca, baterai jumbo 7500 mAh, IP6, chipset baru Snapdragon 8 Sen 4, dan masih banyak lainnya. Tapi apa benar loncatannya bakal sejauh itu? Terus kalau dibandingin sama beberapa HP lainnya, saktian mana? Yuk, kita bahas. Jadi, langsung aja ke bagian yang paling bikin gua penasaran, yaitu seberapa sakti sih Snapdragon 8Sen 4 ini. Terutama kalau dibandingin sama saudara-saudaranya, yaitu Poco F6 dengan 8S gen 3-nya, Diamond City 8400 Ultra di X7 Pro, dan Snapdragon 8 Gen 3 di Poco F7 Pro. Jadi langsung aja gua jalanin Anutu di ke4 HP ini dengan baterai 100% settingan sama dan update software udah terbaru. Hasilnya sesuai urutannya 1,4 juta di Poco F6, 1,6 di Poco X7 Pro, 1,8 di Redmi Turbo 4 Pro dan 1,9 di Poco F7 Pro. Terus peningkatan Snapdragon 8S gen 3 ke 8S gen 4 cukup jauh ya. Skornya selisih Rp400.000 atau kenaikan di 27%-an. di mana beda tipis dari yang diklaim Qualcom yaitu peningkatan di 31% dari sisi CPU. Terus untuk GPU-nya sendiri hampir setengah di 49% dan AI 44%. Tapi gua masih belum puas. Nanti gua bakal jalanin lagi dengan mode performance on-nya. Ya, sekarang kita coba Geekbench-nya yang selisih skornya tipis aja sih dengan Snapdragon 8 Gen 3. Kurang lebih 50 poin lebih baik di F7 Pro untuk single core, tapi 50 poin lebih baik untuk Redmi turbo untuk multiore. selebihnya buat Poco F6 dan X7 Pro kalian bisa lihat di sini ya. Dan next, gimana dengan 3 Max RES? Sayangnya lengah dikit pas gua lihat lagi di Redmi Turbo 4 Pro udah keluar dari aplikasinya, Guys. Habis itu mendekati akhir pun Poco F6 juga keluar sendiri. Hah? Nanti kita coba tes sekali lagi ya. Habis itu gua jalanin Anutu lagi. Tapi kali ini performance mode-nya kita aktifin di menu baterai dan hasilnya untuk Poco F6 dan Redmi Turbo enggak jauh beda nih angkanya. Kalau di X7 Pro malah turun. Sedangkan F7 Pro meningkat hampir Rp100.000. Terus kalau ditanya Snapdragon 8S4 ini setara sama chipset apa kalau di MediaTek? Mungkin diamage city 9.300 300 plus kali ya dari tes gua kemarin di 14T Pro dapat skor di R1,9 juta sedikit di atas 8S gen 4 tapi masih di bawah 8 genen 3. Oke dan ini di tes terakhir gua coba sekali lagi 3D Mark test tapi kali ini gua taruh HP-nya di lantai dan di bawa AC langsung. Semoga Poco F6 dan Redmi turbonya yang sempat kestop tadi bisa menyelesaikan tugasnya dan kita bisa lihat skornya tuh. Dan ternyata dam mati lagi. Eh, tapi ya berhasil, Guys. Mari kita pindahin dulu HP-HP-nya ke meja. Dan hasilnya di sini Poco F6 yang paling rendah ya, sedangkan F7 Pro paling tinggi itu secara basel. Dan yang menarik, X7 Pro dengan Redmi turbo justru dempet-dempetan dan sedikit lebih baik di X7 Pro untuk base loop maupun stabilisasi. Tapi tipis aja sih bedanya. Dan kalau kita scroll ke bawah bagian performance monitoring mulai dari baterai Poco F6 berkurang 14%, X7 Pro 11% dan Redmi Turbo paling hemat di 9% dan F7 Pro di 11% dengan suhu yang maksimal mirip-mirip di 43 sampai 44 derajat. Jadi, semoga data-data ini menjawab rasa penasaran kalian ya tentang keempat HP dan chipsetnya. Oh ya, mungkin bakal ada yang tanya, "Bang, kok skor anutur Redmi turbonya enggak sampai Rp juta?" Untuk ini gua cuman kepikiran satu alasan sih. Mungkin karena varian yang gua beli ini varian yang paket hemat ya, yaitu yang paling rendah di 12+ 256 karena dia juga punya varian 16 gig RAM. Mohon dimaklumi nih karena dana terbatas, Guys. Dan semoga modal gua beli HP ini enggak sia-sia. Boleh bantuin gua buat like video ini, ya. Thank you. Impresi gua sama HP ini kayaknya ya ini HP Redmi atau Poco nantinya terbaik yang pernah gua cobain. Enggak cuman desain yang minimalis, yang mana ini mirip banget sama Poco X7 Pro, tapi ditambah dengan feel-nya yang lebih premium dengan back glass dan frame metal. Agak lebay ya. Tapi emang ini yang gua rasain sih. Apalagi punya begitu jadi sangat minim buat nempel jiprlakan sidik jari. Cuma gua harus bilang juga kalau HP ini lebih gede dan berat dibanding Poco F6 dan X7 Pro. Cukup berasa bedanya. Secara tinggi dan lebar terpaut hampir 3 mili dengan berat lumayan beda loh di atas 20 sampai 40 gr. Kalau misalnya gua berdiriin sama Poco F6 gini cukup kelihatan tuh Redmi turbo ini lebih gede. Dan yang menarik untuk tebal walaupun secara angka sama-sama di 8 mili tapi kelihatan Poco F6 lebih tipis. Hal ini karena Poco F6 ada sedikit lengkungan di belakangnya ya. Sedangkan Redmi benar-benar flat. Jadi kemungkinan gara-gara itu. Dan di sebelah kanan HP ini ada volume dan power button. Terus di kiri kosong, di atas cuma ada satu mic dan di bawah kayak biasa speaker, port type sim, dan dual sim slot card yang enggak bisa tambah memori. Dan buat kalian yang nanya, air blasternya ada enggak, Bang? Kalau gua lihat di website Chinanya, mereka ada di area flash sini nih. Dan lanjut kita ke bagian depan yang punya ukuran layar di luar kebiasaan yaitu 6,83 inch bukan 6,67. Yang kalau gua kepoin layar 6,67 inch itu udah dipakai dari Poco F2 Pro sampai Poco F7 Pro dan Ultranya. Buat bezelnya termasuk tipis ya yang hampir mendekati simetris sih. Kalau secara angka dagunya itu 0,4 mili lebih tebal dibanding sisi lainnya. Oke, lanjut kita ke spesifikasi yang lengkapnya. Kalian bisa langsung lihat aja di layar. Paling yang pengen gua highlight di sini perbedaan speknya sama Poco F6. Yang pertama tentu chipset yang secara benchmark kalian udah sempat lihat tadi di awalnya ya. Terus cooling systemnya juga lebih luas nih dengan baterai selisih hampir 2.250 mAh. Dan perlu diingat kalau teknologi baterai yang dipakai Redmi Turbo ini udah silicon carbon yang memungkinkan baterainya ini lebih tipis dan padat sehingga bisa bikin kapasitas MAH-nya lebih gede. Habis itu buat charging sama 90 wat cuman Redmi ini dia support reverse charging di 22,5 wat. Lanjut untuk layar. Selain tambah gede tadi, ukurannya secara brightness juga lebih terang sama PWM diming-nya juga lebih tinggi yang bikin mata enggak gampang capek saat lihat HP dalam kondisi gelap. Cuma untuk perlindungan layarnya kayaknya downgrade nih dari Viictus ke 7i. Kalau dari sisi kamera sebenarnya sama aja ya untuk lensa utama yang beda namanya ini kalau gua cari tahu sebenarnya LT600 itu hasil ganti nama dari AMX 882 secara sensor sama tuh. Habis itu untuk IP rating ada peningkatan juga ke IP68 dan terakhir secara build quality upgrade banget dari frame dan back plastik ke frame metal dan back glass. Oh ya tambahan aja buat hatctic feedback-nya mantap empuk gitu getarannya dan buat speaker kalau gua bandingin sama Poco [Tepuk tangan] F6. Gimana guys? Kalian udah mulai melayang dan enggak sabar incir Poco F7 reguler. Kayaknya gua harus turunin dulu ekspektasi kalian dikit deh. Yang mana kalian mesti ingat sekali lagi ya, ini spek Redmi Turbo 4 Pro di Cina sana. Emang kemungkinan besar bakal jadi Poco F7 tapi dari pengalaman sebelumnya ada spek yang diturunin saat launching globalnya. Terakhir yang masih gua ingat di Poco X7 Pro kemarin yang merupakan hasil rebranding dari Redmi Turbo 4 biasa bukan Pro ya. Di mana kapasitas baterainya dipangkas dari 6.500 50 m ke 6.000. Jadi jangan terlalu berekspektasi tinggi dulu ya. Cuman yang pasti yang kalian bisa lakuin sekarang adalah subscribe channel ini buat yang belum ya. Biar nanti pas Poco F7 versi globalnya udah tersedia, kalian enggak ketinggalan video dari [Musik] gua yah. Oke buat gaming kayaknya ada yang aneh deh dari tes gua. Jadi tes pertama G C Impact HS60 yang mana di 6 menit awal sih aman-aman aja. Habis itu pengalaman mainnya mulai bergejolak dan sempat panas banget tuh. Pas gua cek grafik FPS-nya sempat ada turunan menuki ke bawah sampai di sekitar 20 FPS. Berasa frame drop-nya. Tadinya gua mikir apa tools FPS gua yang ngaco ya, tapi pas dible check di FPS tools HP-nya ternyata sama ada turunan tajam dan ini kejadian beberapa kali. Buat suhunya sendiri bisa mencapai 48 sampai 49 derajat loh. Emang cukup panas terutama di bagian kiri. Total gua main selama 20 menit dan baterai berkurang 9% dengan FPS rata-rata yang sebenarnya masih oke di atas 50 yang tepatnya 52,5. Cuma menurut gua harusnya bisa lebih baik dari ini sih, terutama buat meng-candle suhunya. Habis itu gua coba sekali lagi game yang lebih berat W dari gue. Settingan mentok yang tentu lebih bergejolak tuh FS rata-ratanya dapat di 46,8. Untuk suhu termaksud tinggi juga walaupun enggak setinggi sebelumnya di 45an derajat dengan baterai berkurang 10% selama 20 menitan main. Entah kenapa lihat hasil ini feeling gua berasa pengalaman gaming di HP ini belum optimal deh. Karena kalau dibandingin sama Poco X7 Pro masih lebih baik di sana walaupun bedanya enggak yang jomprang juga. Apakah ini gara-gara chipset baru dan butuh penyesuaian dari update software? Gimana menurut kalian? Oke, Guys. Mari kita bahas kameranya sekilas yang secara video bisa shoot 4K 60 FPS kamera belakang. Dan buat kamera depannya dia bisa shoot sampai 1080p 60 fps. Ya, yang punya dynamic range ya oke aja sih. Kalau enggak terlalu backlight masih mending. Kalau udah backlight gini lumayan putih nih dia. Terus ini kita coba tes untuk fokusnya. Wah, lihat tuh naturalnya sih mantap ya dan fokusnya cepat juga sih. Lanjut buat zoomnya sendiri untuk foto dia bisa mentok sampai 10 kali ya. Habis itu videonya kalau kita mau nge-zoom sampai 6 kali. Terus satu hal baru yang gua ketemu yaitu sekarang kamera app-nya lebih simpel ya. Udah enggak ada menu more di ujung. Kalau mau akses tinggal swipe ke atas. Terus buat settingannya sekarang lebih rapi dibagi jadi tiga, ada foto, video, sama general. Dan terakhir sekalian kalian kasih tahu gua apakah lensa utamanya ini masih endut-endutan enggak sih kalau di bawah jalan? Kalian coba kasih tahu gua deh. Oh ya, sebelum ngomongin varian, harga, dan prediksi si Poco F7 reguler, mari kepoin dikit unboxing-nya yang sekejap aja karena boknya sama persis kayak Redmi Turbo 4 kemarin, cuman ditambahin tulisan Pro aja. Tuh, di dalamnya ada box lagi, isi SIM ejector, kertas yang sering ditelantarkan, dan case elastis. Terus ada HP-nya yang kita ke sampingin dulu, habis itu kepala charger 90 watt dan kabel chargeran type A ke type C. Pas dinyalain agak beda nih. Disambut tulisan Redmi warna merah loh. Padahal di versi non Pro-nya kemarin putih biasa. Terus pakai Hyper OS2 berbasis Android 15 yang gua setup-setup dulu kayak biasa regisik jari dan setelah kelar blotware-nya cukup banyak nih. Enggak heran sih karena ini tipical HP China ROM dan pas gua cek storage-nya udah kemakan 30 gig dan diminta update software 600-an mega. Oh ya, tapi bloodwear BR. Oh ya, tapi bloodwear susah juga ya ngomong cepat gitu. Oh ya, tapi bloodware bloodware tadi bisa diuninstal ya. Dan jangan lupa kita instal Google Play Store dulu yang ngumpet di app bawaan Xiaomi yang namanya Get Apps yang pas dibuka kita tunggu bentar nanti bakal nongol Google Play Store. Klik update, tunggu kelar instal dan login kayak biasa beres. Jadi HP ini punya tiga warna ya, ada hijau, putih, sama hitam. Khusus buat ijaunya dia punya textur bag yang agak beda nih. Ada garis di tengah kayak belah dua dan lebih glossy. Buat variannya banyak banget. Ada yang RAM 12 gig dan yang 16 gig. Harganya mulai dari 5,1 juta sampai 7,3 untuk varian 16 plus 1 tera. Dan ini harga normalnya ya. Kalau gua cek di website mereka lagi ada diskon sekitar R00 yan atau Rp400.000an. Habis itu dia ada special edition juga yang Harry Potter buat varian 16 plus 512 seharga Rp6,9 juta. Sekali lagi ingat ini harga di Cina sana yang pastinya bakal beda buat harga global dan Indonesia kalau nantinya jadi Poco F7 dengan berbagai pemangkasan tadi. Ingat turunin ekspektasi kalian ya. Apalagi kondisi ekonomi global yang enggak menentu yang gua enggak ngerti dah bakal naik berapa nanti harga Poco F7. Cuman harusnya kalau disuruh tebak bakal ada di 5 sampai 6 jutaan mungkin. Enggak mungkin di R jutaan karena itu harga Poco F7 Pro yang kemarin baru launching. Eh, ngomong-ngomong Poco F7 Pro spek antara varian reguler sama Pro-nya agak dekat enggak sih? Menurut kalian mana nih? Yeah.
Video Lainnya
Smartphone yang mendadak panas saat dipakai bermain game kompetitif sering kali menjadi momok yang mengganggu kenyamanan. Menghadapi masalah klasik ini, opsi...
Pasar ponsel pintar kelas menengah ke atas kini menyajikan persaingan yang semakin ketat, terutama dengan hadirnya jajaran perangkat baru yang menawarkan kombinasi...
Pasar ponsel pintar di rentang harga Rp5 hingga Rp7 juta kini menjelma menjadi medan pertempuran yang paling sengit, menawarkan lompatan performa ekstrem yang...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kini semakin memanas dengan hadirnya jajaran perangkat lima jutaan yang membawa spesifikasi rasa flagship. Lewat kurasi ketat...
Memilih smartphone di akhir tahun sering kali menjadi jebakan batman karena godaan diskon besar yang bertebaran di berbagai e-commerce. Melalui panduan belanja...
Mencari ponsel pintar di rentang harga 4 hingga 5 juta rupiah kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Tidak sekadar menawarkan...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...
Pasar ponsel pintar di kelas harga 6 jutaan kini sedang berada di titik paling kompetitif, menyajikan pertempuran sengit antara inovasi kecerdasan buatan kelas atas...
Membeli ponsel baru di rentang harga Rp 3 hingga 5 juta kini terasa seperti menjelajahi medan perang yang penuh kejutan, di mana batas antara perangkat kelas...
Pasar gawai akhir tahun selalu menyajikan persaingan sengit ketika para produsen berlomba memikat konsumen. Peta kompetisi kali ini tidak lagi sekadar perang...

















