Jungkat

VELOZ HYBRID EV LINTAS NUSA (EPS 3): MENANTANG BATAS, SISIR JALUR MAGIS BANYUWANGI KE GUNUNG BROMO (YouTube Video)

  • 20/12/2025

Day riko mboksur korban Halo semuanya, selamat datang di YouTube channel The Di Official Oo. Ini adalah momen yang kita tunggu-tunggu. Jadi dalam yap Velos Hybrid EV Lintas Nusa ya. Kita mau handover sama timdetik.com yang udah menjelajah dari Lombok ke Bali dan ini udah udah nyampai sini sudah sampai kita mau sera terima y nah setelah kita e handover sama tim detik dan mobilnya lagi dicek ada baiknya kita nih udah sampai di Auto 2000 Banyuwangi. Kita mau tanya-tanya ada fasilitas apa aja di Auto 2000 Banyuwangi? Fasilitasnya seperti apa? [musik] atau 2000 Banyuwangi ini kami dilengkapi dengan fasilitas penjualan, kemudian servis, kemudian sebentar lagi di tahun depan kita akan ada body paint. Servis sendiri kita ada GR di bengkel dan 4 armada THS [musik] yang bisa meng-cover 25 kecamatan yang ada di Banyuwangi. Jadi kalau total market harapannya dengan Veles Hybrid ini pasti akan bisa ee ngangkat marketnya ya. sehingga kami sangat optimis dengan kehadiran Veless Hybrid ini. [musik] Kita memiliki ee tiga fasilitas mulai dari penjualan. Untuk penjualan kita memiliki stok yard yang cukup untuk beberapa kendaraan yang kami jual. Kita juga memiliki ruang tunggu servis yang nyaman. Untuk pelayanannya servis sendiri kita ada ee beberapa layanan. pertama tentu saja layanan untuk bengkel general repair. Kita juga melayani untuk pembelian sparep. Selain itu, kami juga mempunyai layanan THS di mana kami mempunyai empat unit layanan THS yang melayani seluruh area yang ada di Banyuwangi. Perjalanan dimulai dari ujung timur Jawa, Banyuwangi, atau yang dikenal Bumi Belambangan. [musik] Kota ini jadi gerbang dari banyak cerita. Toyota Velosavi TV membawa kami melaju. Mesinnya berjalan senyap, tenang di setiap tikungan. Setiap kilometer terasa penuh harapan. Kami memilih perlahan namun penuh makna. Banyuwangi. Menyimpan sejarah kompleks, adat, budaya, dan tradisi yang magis. Tujuan pertama kami adalah Desa Adat Osing Kemiren. Selamat datang di Desa Wisata Adat Osing, Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Kita lihat ada apa hal unik di sini. Yuk, Sukosing menyambut kami dengan tutur lembut. Mereka berbagi cerita tentang adat yang terus dijaga. [musik] Bahasa osing masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Semua tradisi dipertahankan lewat generasi yang konsisten. Kang kawitan umi-umang kene iki sopo sih pengen? Yobi apa? Ya sumi yo. Iya. Oh di sini ada berapa rumah, Wak? Ada sembilan rumah ya itu termasuk ya ada penghuninya juga. H. Jadi yang diutamakan di sini ee bahkan sudah diperdeskan untuk pelestari dan itu bentuk atapnya, Mas. Bentuk atapnya ciri khasnya begitu. Monggo, Mbak. Mari. Mari. Makasih, Bu, Pak. Sebenarnya kalau Desa Gemiren [musik] untuk menjadi desa wisata adating itu ee itu yang diresmikan pada tahun 1996. Untuk e kegiatan-kegiatan ritual adat, pemerintah juga ikut [musik] mendukung sama ritual tahunan itu di sini ada barong bumi yang dilaksanakan pada 2 Syawal. Itu merupakan sarana tolak balak. Terus yang kedua adalah tumpeng sewu untuk mengungkapkan rasa syukur kepada yang maha kuasa untuk melaksanakan ritual itu sendiri ya dilaksanakan oleh semua masyarakat Desa Kemiren. Setiap kegiatan ritual adat saya selalu melibatkan anak-anak muda. Bahkan saya serahkan sepenuhnya ke generasi muda. Ayo laksanakan ini supaya kamu mengenal dengan adat budaya kamu sendiri. Karena menurut Desa Kemiren, dengan adanya desa wisata melalui adat budaya ada peningkatan kesejahteraan. Dulunya Kemir hanya sebagai petani dan sekarang ee sudah lebih baik bahkan sudah diakui dunia itu ee desa wisata yang terbaik. Lewat Desa Adat Osing Kemiren, kami belajar tentang pentingnya menjaga warisan leluhur. Bukan cuma sebagai akar identitas, tapi [musik] jadi perekat sosial. dan sumber kearifan lokal. Dari Desa Adat Osing Kemiren, perjalanan dilanjut menuju air terjun Jagir. Lokasinya di Dusun Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. [musik] Daya tariknya memiliki tiga aliran air terjun di satu kawasan. sering dijuluki three-inone waterfall yang menciptakan pemandangan unik dan menarik. Inilah yang membedakan air terjun jagjun pada umumnya yang [musik] hanya memiliki satu airan utama. Perjalanan kami lanjutkan. Destinasi selanjutnya adalah Taman Gandrung Terraakota. Kawasan ini syarat karya seni yang detail dan [musik] memukau. Menghadirkan ribuan patung penari gandrung. Tari Gandrung sendiri adalah kesenian tradisional ikonik dari Banyuwangi yang kaya akan sejarah dan makna budaya. Istilah gandrung berasal dari bahasa usinya tergila-gila atau terpesona. Sementara peran tari gandrung dalam era perjuangan penjajahan kolonial Belanda memiliki fungsi sebagai sarana intelijen dan komunikasi untuk menyampaikan pesan moral serta semangat patriotisme untuk melawan penjajah. Tarian ini jadi salah satu alat yang membantu kemerdekaan Indonesia kala itu. Setelah Sarian menjelajah keindahan Banyuwangi, energi terkuras. Perut pun mulai merontta. Hari ini kami mau makan ayam, tapi bukan menu ayam biasa. Kami ngidam ayam kesrut mahakarya kuliner dari ujung timur Jawa. Daging ayam kampungnya empuk berlumur kuah kayak rempah. Rasa pedas cabai berpadu apik dengan asamnya segar belimbing wulu. Ini ada warung makan ayam kesrut ya. Ee Kanguriko. Kangorico. Ini makanan khas Banyuwangi. Iya. Salah satu makanan khas di Yes. Ini spesialnya adalah ayam kampung. Kesrut itu ada artinya. Kesrut tuh artinya diseruput. Jadi kuenya tuh makannya itu diseruput. Sekarang kita langsung ayo kita langsung makan. Halo, selamat pagi semuanya. Waktu Banyuwangi. Jadi ini adalah hari kedua kita di ekspedisi Velos Hybrid EV lintas Nusa. Jadi program dari Velos Hybrid EV Hybrid. Jadi kita di hari kemarin ya sudah ngobok-ngobok berapa destinasi di Banyuwangi mulai dari Desa Adat Osing Kemiran, Desa Kemiran, terus juga ke air terjun Jagir. Jag terakota itu tempatnya asik-asik banget wajib buat dikunjungi. Sekarang kita mau ke mana, Geng? kita selanjutnya kayaknya gua ngambil destinasi ke Jawatan. Terus lanjut kayaknya kita nginapnya di daerah Lumajang. Lumajang. Oke, jadi let's go. Oke, jadi ini udah dari kedua ya. Jadi udah lumayan berasalah lah. Impresinya oke banget nih mobil ya. Memang ini velos seperti pada umumnya ya. Jadi ketika lo berkendara dengan mobil ini memang beda banget rasanya tuh. Benar-benar berbeda banget sama velos yang bermesin bensin yang reguler lah konvensional gitu ya. Internal ini karena pakai rangkaian hybridnya jadi berasa senyap gitu. Benar-benar kayak EV-nya aktif itu kayak benar-benar bawa mobil listrik murni aja gitu. Jadi enggak ada suara mesin. Apalagi ketika si mobil ini pertama kali start halus banget. Jadi kayak bahkan kayak gua sering dua kali mencet power ya mencet dikirain itu mobil belum nyala gitu. Ternyata sebenarnya udah nyala gitu. Terus juga respon mesinnya karena memang ada sokongan dari [musik] motor listriknya jadi berasa lebih enteng aja. Ngomongin si mobil enak banget. Terus kita juga ke kemarin sudah ke beberapa destinasi sekarang kita menuju jawatan dan sebentar lagi mau nyampai. Ya udah kita lanjut aja Esok harinya hutan dejawatan di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi kami sambangi. Daya tariknya sulit ditepis. Seakan membawa kami merasakan langsung suasana negeri dongeng. Bukan di film, tapi ini di Banyuwangi. Di Jawatan adalah hutan eksotis dengan pohon-pohon trembesi raksasa berusia ratusan tahun. Udaranya sejuk, suasananya magis. Boleh dibilang mirip hutan fangon di Lord of the Rings. Setiap sudutnya adalah spot foto sempurna. Di sini waktu terasa melambat di bawah kanopi hijau pohon besar yang telah berdiri kokoh selama lebih dari satu abad. Hutan dejawatan adalah arsitektur alam yang mempesona. Dari hutan dejawatan, kami bergerak menuju Jember. Jalanan menghantar kami melalui pemandangan pedesaan. Sawahnya menghijau di sepanjang jalur perjalanan. Kami terus melaju menuju Lumajang yang tenang. Langit cerah menemani perjalanan tanpa hambatan berarti. Agendanya adalah istirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari menuju Pura Mandara Giris Meru Agung. Halo, selamat pagi dari Lumajang. Yup. Jadi kita memutuskan untuk enggak makan di hotel ya. Hotel. Kita cari makanan yang otentik khas Lumajang. Lumajang. Nah, Teman-teman pasti nanya nih, kenapa full muatan? Jadi memang kita dari Banyuwangi startnya tuh kita bawa pasukan ya. Iya. Bawa tim. Bawa tim tiga mobil. Karena karena berhubung tempat makan ini parkirnya enggak gede gitu, enggak luas, enggak besar. Jadi kita bikin ringkas satu mobil aja kita jalan manfaatin. Karena memang Fros ini kan bisa tujuh orang penumpang ya. Dan di belakang tuh kita juga bawa bareng loh. Masih bisa bawa bagasi kita sebagai nanti yang nunjukin spot makan yang enak di Lumajang. Gua rajanya kuliner jadi ikutin gua aja. Ini kita kanan ya. Iya. Depan kanan. Setelah santap pagi, sesuai rencana menyempatkan datang ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Lokasinya di Desa Senduro Lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Pura ini bukan sekedar tempat ibadah untuk para pemeluk agama Hindu. Pura Mandara Girismeru adalah perwujudan harmoni budaya, keindahan arsitektur, dan ketenangan spiritual. Faktanya, Pura Mandara Giris Meru Agung didirikan atas inisiatif umat Hindu di Lumajang pada awal tahun 1990-an untuk mengabadikan dan memuliakan kesucian Gunung Semeru. Menjadikannya sebagai simbol toleransi dan pusat spiritual Hindu yang agung di Pulau Jawa. Dari Pura Mandara Giri Semeru Agung, perjalanan terus berlanjut. Tujuannya ke titik terakhir etaped Velos Hybrid EV lintas Nusa, yakni dataran [musik] tinggi Bromo Tengger. Kira-kira pukul . malam saat itu kami memutuskan untuk mengisi bahan bakar di SPBU besar sebelum masuk [musik] kawasan Bromo. Sebenarnya indikator bensin dari Velos Hybrid masih cukup banyak. Kami sama sekali belum mengisi bahan bakar dari prosesi handover dengan tim sebelumnya di Auto 2000 Banyuwangi. Trip dari titik awal ke SPBU ini sejauh 350-an km berdasarkan mid. Rata-rata konsumsi BBM Velosabit stabil di atas 20 km/l. Luar biasa. Akhirnya masuk kawasan Bromo via Probolinggo. Sayang saat kami tiba waktunya sudah malam. Disambut gerimis dan kabut tipis, tak ada landscape yang bisa kami lihat selain aspal, pepohonan sisi jalan dan hanya area gelap saja. [musik] Tiba di penginapan, tak ada yang diincar selain kasur untuk istirahat. Tak sabar ekspor Bromo esok harinya. Dan inilah saatnya pandangan kita terbuka pada panorama yang tak tertandingi, The Golden Sunrise of Bromo. Semburat jingga perlahan memecah kegelapan, menyinari kabut yang menyeliputi kaldera raksasa, dan tentu saja landscape kawah Bromo yang legendaris. Oke, kita udah sampai di Bromo. Viewnya itu landscape-nya oke banget. Nah, sekarang kita mau explore [musik] dan kita mau cari hal-hal unik dari Bromo yang bisa kita kuliklah nantinya tentunya dengan New [musik] Velo Savit EV ini. Yuk kita jalan. Hari ini waktunya tak banyak sebab pada siang hari harus melepas Velos hybrid untuk diteruskan tim lain ke etape dan destinasi selanjutnya. [musik] Makanya jatol yang kami susun cukup rapat. Berkeliling spot Bromo melewati jalur eksotis dan bertemu dukun Pandita Suku Tengger. Kalau enggak salah itu ada suatu salam untuk orang Tengger itu, Pak. Ada. Itu sebelum ada identitas warga negara yaitu menganut kepercayaan itu dulunya memang ada salam ulun. Basilanggeng umat diberikan kesehatan, diberikan kemakmuran itu oleh yang maha kuasa. Maka itu adalah salam sebelumnya ada belum ada identitas dari warga negara tersebut disapakan pada siapapun. itu salam hongun basuki [musik] langgeng awal yaitu jawaban langgeng basugi [musik] yang secara rutin pada umumnya masyarakat tenggara itu melaksanakan seperti halnya setiap bulan sekali itu yang dinamakan dengan pujemujaan yaitu ee mohon keselamatan dari umat itu sendiri itu [musik] yang dilanjakan setiap 1 bulan sekali dan juga masih banyak hal upacara-upacara yang lain yaitu bayi lahir ya ada upacara kematian itu adalah tugas dari dukun pandita memang berkewajiban untuk melayani itu tadi budaya adat yang ada di masyarakat tengger umumnya khususnya desa kami yaitu Desa Cedak penganut agama 90% pers lebih itu adalah agama Hindu. Saling menghargai dan juga saling menghormati hidup rukun. Ada pekerjaan itu, ada wisata, ada juga yang asongan, mandu kuda dan juga hartop. itu pekerjaan di mana ada tempat yang suci tersebut [musik] memang menjadi tujuan ya itu tadi tapi tidak meninggalkan yaitu pertanian karena orang tengar ya juga bertani. ni Gunung Bromo, sebuah nama yang tak hanya menyimpan pesona alam yang menawan, tetapi juga menaungi sebuah peradaban kuno, suku Tengger. Suku Tengger adalah penjaga sejati pegunungan. Masyarakat adat yang teguh memegang tradisi di tengah gempuran zaman. Oke, ini adalah akhir perjalanan dari eta Banyuwangi sampai ke Bromo yap dalam rangkaian Velos Hybrid EV lintas Nusa. Lintas Nusa. Sedih sih bisa berpis [tertawa] kita enggak bisa melanjutkan perjalanan yang lebih panjang. I kita sudah menelusuri dari Banyuwangi hingga sampai Bromo. Betul. Melewati rute yang berbagai medan ya. Iya. Nanjak-nanjak turun-turun dan cepat juga cuacanya hujan kabut. Yes. Dan catatan pentingnya selama perjalanan kita, kita itu merasakan yang namanya ikatan kuat mengenai tradisi dan budaya. Benar. dan tentunya pakai New Velos Hybrid EV ini yang memang kasih apa ya banyak benefit selling point juga terutama dari performanya ya jelas lalu juga efisiensi BBM yang memang ini gap-nya tuh benar-benar berbeda dibandingkan Velos biasa versi basic versi reguler ya versi reguler ya mulai ya pokoknya dengan rangkaian motor listrik elektrifikasinya ngelewatin tanjakan yang memang curam banget lumayan kan jalur di sini ya tinggi-tinggi banget yang kecil itu enggak ada halanganak ada hambatan Enggak ada rintangan, tinggal bejet gas aja langsung ngespon dengan sangat cepat. Yang paling penting sih adalah imbanglah antara performa sama efisiensi BBMnya. Sudah kita buktikan dari Banyuwangi sampai ke Bromo. Sekarang kita mau serahin ini mobil sedih sedikit kita handover. Kita harus nyerahin ke tim kumparan yang akan melanjutkan dari Bromo ini sampai ke Jakarta. Kita janjian di atas. Jadi kita langsung kasih ini mobil. Aduh jadi geng. Perjalanan ini berakhir dengan rasa syukur. Syukur atas kesempatan mengenal banyak budaya. Syukur atas alam yang menjaga keindahan Indonesia dan Toyota New Velosabit TV menjadi saksi perjalanan. Dengan penuh rasa hormat, kami menutup perjalanan ini. Lintas Nusa mengajarkan kami arti kesadaran budaya dan semuanya dimulai dari satu langkah yang sederhana.

Lihat di YouTube