Versi Klasik yang Ditunggu! Review Samsung Galaxy Watch8 Classic! (YouTube Video)
Banyak yang bilang smartwatchnya Samsung itu harusnya begini nih desainnya nih. Ya, ini adalah Samsung Galaxy Watch 8 Classic. Smartwatch dengan tampilan mewah dan premium lengkap dengan rotating basel khas Galaxy Watch Classic. Tentunya tetap canggih ya, bisa navigasi pakai Google Maps. Layarnya Super AMOLED 3000 Nitz di bawah sinar matahari sekalipun tetap terang. Bisa pakai Assistant AI Gemini. Sensor kesehatan dan prosesor itu mirip dengan Galaxy Watch Ultra. Lebih akurat dan pengalaman pakainya mulus banget. Apakah ini adalah smartwatch yang cocok untuk kalian? Simak review-nya kali ini. [Musik] Ya, Galaxy Watch Classic kembali hadir di tahun 2025 dan kali ini datang dengan beragam hal baru. Mulai dari desain baru, fitur baru, hardware baru, dan juga dukungan AI yang lebih canggih. Enggak usah lama-lama, langsung aja kita bahas jam ini mulai dari isi paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit Galaxy Watch 8 Classic. Lalu ada strap dengan jenis hybrid band ini ya. Kemudian ada kabel charger dengan interface magnet dan ujung konektor ke USBC ya. Standar pakai penjualan smartwatch lah ini ya. Untuk desain sesuai dengan namanya jam yang satu ini tentunya tampil dengan gaya klasik lengkap dengan rotating bezel khas Galaxy Watch Classic. Namun yang berbeda dengan yang sebelumnya, Galaxy Watch 8 Classic ini mengusung desain baru yang disebut Samsung sebagai cusion design. Sekilas memang tampak seperti Galaxy West Ultra ya, jadi layarnya bundar. Namun bodinya punya frame dengan bentuk seperti persegi yang agak tebal. Frame agak tebalnya bukan tanpa alasan ya, menurut Samsung ini bisa melindungi layar dari kerusakan akibat benturan keras dari sisi-sisi di sekitarnya. Ini sekaligus jadi siluet baru dari keluarga Samsung Galaxy Watch sejak seri ultra hadir tahun lalu. Untuk materialnya, Watch 8 Classic ini menggunakan bahan stainless steel untuk bagian bodinya. Sementara untuk layarnya dia pakai Sfire Crystal Glass seperti seri Ultra yang tentunya ini lebih kuat ketimbang tempered glass atau gorilla Glass pun ya. Nah, untuk layarnya sendiri ukurannya 1,34 inci. Panelnya Super AMOLED dengan keceraan maksimum hingga 3.000 units. Resolusinya 438 * 438 piksel. Tentunya ini layar sentuh. Terdapat bezel di sekeliling layarnya yang terlihat elegan. Dan karena ini adalah Galaxy Watch Classic, bezel-nya bukan sekedar hiasan. Ini adalah rotating basel yang benar-benar fungsional. Bzer ini bisa diputar ke kiri ataupun ke kanan untuk navigasi menu. Jadi praktis banget nih. Fitur inilah yang jadi ciri khas Galaxy Watch Classic kalau dibandingkan dengan seri Galaxy Watch yang lainnya. Untuk tombol fisik di jam ini ada tiga dan semuanya berada di sisi kanan jam. Di atas ada tombol home, lalu di tengah adalah tombol quick button yang kalau ditekan ini akan langsung membuka menu exercise atau menu olahraga di jam ini. Kemudian untuk yang di bawah adalah tombol untuk back atau kembali ke menu sebelumnya. Lanjut untuk strap atau band-nya. Jam yang satu ini menggunakan mekanisme pengunci bernama Dynamic Lck System yang mirip dengan Galaxy Watch Ultra. Menurut Samsung, penggunaan dynamic lock system ini diklaim bisa meningkatkan kenyamanan pakai serta stabilitas pada pergelangan tangan dan meningkatkan akurasi sensor. Untuk membukanya tekan tombol di bawah jam dan tarik bannya. Sementara untuk memasang, tekan tombolnya lalu posisikan dan tekan bannya sampai mengunci. Untuk step bawaan jam ini jenisnya adalah hybrid band dengan ukuran 20 mm. Ini disebut hybrid oleh Samsung karena materialnya untuk bagian dalam strapnya itu pakai bahan silikon. Sementara bagian luarnya ini pakai leather alias kulit ya. Jadi harus agak hati-hati kalau kena air. Kalau strap kulit itu agak rawan rusak ya kalau terlalu sering kena air. Namun selain hybrid band, ada tiga jenis strap lain yang dirancang untuk jam ini, yaitu sport band, fabric band, daner band. Catatannya yang tambahan tadi itu dijual secara terpisah ya. Oh ya, untuk opsi warnanya itu hanya ada dua, ada black dan white. Keduanya sama-sama menggunakan body berwarna silver. Perbedaannya terletak di bagian basel layar dan tentunya bandnya juga ya. Nah, untuk dimensi dari jam ini adalah 46,4 * 46,4 * 10,6 mm. Jadi pada dasarnya ini adalah jam yang berkisar 46 mm dan hanya ada satu varian ukuran saja, tidak ada varian yang lainnya lagi. Untuk bobotnya itu di 63,5 gr tanpa strap dan 86 gr dengan strapnya. Jadi ukurannya cukup besar ya, mungkin akan sedikit kurang cocok di pergerakan tangan yang kecil. Tapi kalau di tempat saya nih, di tangan saya rasanya pas-pas aja tuh ya. Nah, untuk ketangguhannya jam ini punya writing di IP68 dan 5 ATM water resistance yang artinya jam ini bisa bertahan di air hingga kedalaman 50 m. Selain itu, jam ini juga punya sertifikasi military standar 810H. Jadi dijamin ketangguhannya. Untuk spesifikasi internalnya, CP-nya pakai Exyos W 1000 Pentacore dengan fabrikasi 3 nanm. Jadi, ini udah sama dengan yang dipakai oleh Galaxy Watch Ultra. RAM-nya 2 GB dengan storage 64 GB. Ini sama dengan storage untuk Watch Ultra yang keluaran tahun 2025 ini. Untuk sensor-sensor ada banyak banget ya. Lihat aja di list ini ya. Ada apa aja ya? Aduh banyak banget sensornya. Untuk sensor kesehatan jam ini pakai Bioactive sensor yang juga dipakai di Galaxy Watch Ultra. Untuk OS dia pakai Ware OX6 powered by OneUI 8 Watch. Jadi ini adalah Ware OS yang sudah dicustom khusus untuk smartwatch Samsung. Untuk kreativitas dia pakai Bluetooth versi 5.3 dan bisa Wii juga di 2,4 GHz dan 5 GHz. NFC tentunya juga ada. Sistem posing juga ada. Dia pakai dual frekuensi GPS system. Jadi harusnya udah akurat banget. Untuk baterai 445 mAh. Samsung sendiri mengklaim kalau baterai ini bisa bertahan hingga 40 jam. Nanti kita bahas lebih lanjut ya di bagian pengujian baterai. Untuk kompatibilitas. Oh ya Galaxy Watch 8 Classic ini kompatibel untuk seluruh smartphone Android versi 12 atau yang di atasnya. Jadi bukan hanya untuk smartphone Samsung saja, tapi kalau smartphone non Android sayangnya belum bisa. Ini wajar ya, karena Ware OS itu kan basisnya Android. Jadi memang hanya bisa dihubungkan ke smartphone yang pakai OS Android juga. Tapi agar fiturnya maksimal dalam preval ini kita menggunakan smartphone Samsung tepatnya si Galaxy Zf Flip 7 yang diumumkan barengan dengan jam ini di acara Galaxy Unpack beberapa waktu yang lalu. Oke, sekarang kita bahas pengalaman pakainya ya. Walaupun ukurannya besar yang saat ini tidak terasa berat saat dipakai sehari-hari. Jadi masih cukup nyaman. Untuk layarnya sih kami gak ada proses sama sekali ya. Tampilannya udah mantap banget, animasinya udah mulus banget dan kecerahan juga tinggi. Bahkan dipakai di bawah sinar matahari pun enggak ada masalah. Untuk scrolling menu juga udah mulus banget, enggak ada lag atau starter sama sekali. Udah mantap bangetlah ini ya. Walaupun begitu, cara paling pas buat scrolling menu di jam ini tentunya bukan dengan swipe, tapi dengan rotating crown-nya. Kalau pakai satu itu rasanya asik banget saat scrolling ya. Dan hati-hati aja ya kalau udah terbiasa pakai ini. Bisa jadi susah ngelepasnya. Jadi jangan iseng minjam punya teman terus nyoba putar putar putar putar bisa jadi entar check out. Oke, langsung kita bahas ke navigasinya ya. Galaxy Watch 8 Classic ini punya pola navigasi yang sama dengan Galaxy Watch lainnya. Dari halaman utama kita bisa swipe ke bawah untuk buka panel quick setting, swipe ke atas untuk membuka menu utama, swipe kanan untuk melihat notifikasi, swipe kiri untuk melihat tile atau widget yang kita bisa sesuaikan sesuai dengan selera. Untuk gesture seperti di Galaxy Watch 7 dan Watch Ultra juga ada tersedia di sini ya, ada knocknok di sini. Ini bisa untuk mengakses menu atau fitur tertentu dengan cepat. Caranya seperti membentuk gerakan mengetuk pintu tapi ke arah bawah. Ya, default-nya ini bakal membuka menu exercise atau latihan olahraga. Tapi kita bisa ganti dengan aplikasi atau fungsi yang lain. Lalu ada double pinch. Ini bisa diakses dengan gesture mencubit sebanyak dua kali seperti ini. Ini fungsinya ada banyak ya. Kalau kita gunakan dari halaman utama ini bakal membuka nowbar bar di jam ini. Lalu kalau sedang ada telepon masuk ini bisa untuk menjawab panggilan. Dan yang paling kita suka ini bisa digunakan untuk mengambil foto saat kita buka fitur kamera controller. Tinggal kombinasi dengan nok-nok yang diprogram untuk membuka kamera controller. Rasa jadi praktis banget kalau mau cepat-cepat foto-foto, ya. Lalu ada shake to dismiss. Kalau ini fungsinya untuk menolak atau menutup panggilan telepon hanya dengan mengibaskan tangan. Praktis kan? Oke, sekarang kita bahas beberapa fitur kesehatan di jam ini. Yang pertama, body composition. Yang satu ini berfungsi untuk mengukur indikator massa otot dan lemak dalam tubuh kita. Ini akan sangat berguna kalau kita lagi rajin diet atau olahraga gitu ya. Jadi kita bisa sering ngecek perubahannya. Cara menggunakannya kita harus menempel jari tengah dan jari manis ke tombol atas dan tombol bawah. Ini udah pernah hadir juga kok di smartwatch Samsung sebelumnya ya. Lalu ada Energy Score. Energy Score ini adalah sebuah parameter yang bisa dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa fit kita hari ini. Kalau skornya lagi rendah, lebih baik jangan beraktivitas berat e dan cepat-cepat beristirahat. Lalu ada fitur monitoring tekanan darah dan ECG. Ya, tentunya dua fiturnya juga sudah ada di sini ya. Catatannya hasil pengukuran keduanya tidak bisa dijadikan acuan secara medis. Jadi hanya semacam pengingat kalau ada perubahan yang drastis. Kalau untuk fitur ini sebetulnya kita pernah bahas sejak e Watch 5 Pro ya dulu sebelumnya udah lama sih ini sebetulnya ya. Lalu untuk slip tracking and coach juga ada. Nah, ketika dipakai untuk tracking tidur akurasinya sudah sangat baik dan tidak ada masalah. Namun yang kami kurang suka adalah kenyamanan pakainya saat tidur nih. Ukurannya itu cukup besar membuat terasa ada sesuatu yang mengganjal di tangan kita kalau kita bergerak saat lagi tidur. Lanjut ke fitur pemantauan tidur yang lainnya. Di sini ada cukup banyak ya. Ada slip score yang bisa menilai kualitas tidur kita. Lalu ada fitur snor detection untuk memantau dengkuran atau ngorok kita saat sedang tidur. Di sini bakal ada grafik yang menunjukkan seberapa sering kita mendengkur saat tidur. Yang lebih keren lagi ya kalau dipadukan dengan smartphone di sebelah kita akan ada rekaman suara saat kita mendengkur juga. Dan ini bisa kita cek langsung lewat aplikasi Samsung Health di smartphone. Lalu berikutnya ada slip coaching. Ini udah pernah kita bahas waktu review Galaxy Ring dan Galaxy Watch Ultra ya. Intinya setelah jam ini berhasil tracking pola tidur kita, AI di sini akan memberikan saran mengenai bagaimana pola tidur yang ideal untuk kesehatan kita. Kalau slip skor-nya rendah, bisa tuh ikuti saran dari fitur slip coaching ini biar tidurnya semakin berkualitas. Nah, kalau fitur-fitur yang tadi kan sudah ada di Galaxy Watch yang lainnya. Terus yang baru apa dong? Tenang, Watch A Class ini punya fitur deteksi kesehatan yang baru yang menarik nih. Pertama ada vascular load monitoring. Fitur ini berguna untuk memantau beban yang harus dihadapi pembuluh darah saat darah kita dipompa oleh jantung. Semakin besar bebannya, semakin keras jantungnya harus bekerja. Untuk menggunakan fitur yang satu ini, kita harus mengenakan jam ini saat tidur selama 3 malam terlebih dahulu. Di hari berikutnya bakal akan muncul hasil laporan dari pemantauannya. Ini bisa jadi deteksi dini buat kamu yang mau mulai atau perlu ganti gaya hidup ya supaya jantung bekerja lebih santai ya. Kemudian fitur baru berikutnya adalah antioxidant index. Ini adalah fitur untuk memantau kadar zat antioksidan dalam tubuh. Nah, Galaxy Watch 8 series ini diklaim sebagai smart sourch pertama di dunia yang dibekali dengan fitur monitoring zat antioksidan seperti ini. Keren ya. Cara pakainya cukup unik. kita perlu menampilkan jari jempol tangan kita ke area sensor yang berada di bagian bawah jam ini selama 5 detik. Tentunya buka dulu jamnya ya. Setelah itu hasilnya bakal keluar dalam bentuk skor. Untuk keterangannya 0 sampai 49 itu artinya sangat rendah. 50 sampai 74 artinya rendah. 75 sampai 100 artinya cukup. Kalau skor kita rendah, AI bakal menyarankan kita untuk mengkonsumsi makanan yang bisa meningkatkan level antioksidan seperti sayur-sayuran atau buah-buahan. Kemudian ada mindfulness tracker and stress alert. Ini berguna untuk mencatat kondisi mood harian kita. Jadi bisa ngebantu untuk lebih paham dengan kondisi pikiran dan perasaan kita sehari-hari. Menariknya bakal ada peringatan kalau misalnya stress level kita ada di level tinggi. Kalau udah begitu tandanya kita harus rileks sejenak ya. Oke, sekarang kita lanjut lagi bahas fitur olahraganya. Seperti biasa, kita tes dengan jalan kaki. Untuk yang satu ini masih mirip dengan Watch Ultra dan Watch 7 ya. Setiap kilometer yang ditempuh akan ada notifikasi progresnya. Kita juga bisa meminta jam ini untuk memberitahu kalau ada perubahan hard rate zone. Setelah selesai, data lengkapnya bisa kita cek lewat Samsung Health di smartphone. Pendataannya cukup lengkap di sini ya, mulai dari durasi, jarak, jumlah kalori yang terbakar, jumlah langkah, pace, dan lain-lain. Untuk pemantauan rutennya juga akurat. GPS-nya enggak lari ke mana-mana. Jadi untuk olahraga sederhana seperti jalan kaki atau lari ini udah cukup banget harusnya. Nah, kalau kalian larinya mau lebih serius lagi bisa cobain fitur running coach. Fitur ini bisa membantu kita mendapatkan menu latihan yang sesuai dengan kemampuan fisik tubuh kita. Saat awal menggunakan menu ini, kita akan diminta untuk lari semampunya selama 12 menit. Ini berguna untuk menentukan running level kita. Setelah mengetahui tingkat running level kita, AI-nya bakal bikin saran kapan saja kita harus lari dan seberapa lama durasinya. Jadinya hasil latihan lebih efektif dan bikin kita lebih cepat naik ke running level berikutnya. Tentunya kita juga bisa set target ya, seperti untuk menyelesaikan lari 5K atau 10K misalnya ya. Ini bakal berguna banget ya untuk yang ingin mulai rutin lari tapi belum tahu latihan yang cocok itu seperti apa. Ya, kalau ada yang nanya bisa pakai Strava atau enggak tentunya bisa. Caranya bisa dengan menghubungkan Samsung Health dengan akun Strava atau langsung aja instal aplikasi Strava di jam yang satu ini. Iya, bisa diinstal. Kalian tinggal download aja aplikasi dari Play Store. Beres deh. Terserah kalian mau pakai dengan cara yang mana. Pokoknya dia bisa nyambung ke Strava. Oke, tapi dari pengalaman kami pakai Strafa secara langsung dari jam ini, hasil pemantauannya tidak selengkap kalau kita pakai aplikasi bawaan ya. Jadi saran kami lebih baik pakai aplikasi bawaan aja lalu syink ke Strava. Tapi kalau mau pamer ke pengguna jam model lain ya bisa dong diinstal Strafanya bilang, "Eh, ini ada Strafanya dalam sini." Bisa kayak gitu ya. Oke, lanjut ke pengujian berenang ya. Dan seperti biasa kita bareng dengan Coach Livia. Untuk dataan terhadap akhir jam ini sebenarnya udah enggak ada masalah karena sudah punya IP rating di IP 68 dan 5 ATM. Ini yang paling penting. Tapi yang perlu diingat, strap bawaannya adalah model hybrid band. Ini sepertinya tidak disarankan untuk berenang. Jadi, sebelum berenang, kita ganti dulu strapnya atau band dari jam ini ke model sport band. Ya, kita mulai dengan tes gaya bebas dengan awalan melompat. Di sini ternyata hasilnya aman. Statistiknya tetap catat dengan baik walaupun startnya diawali dengan lompatan. Tidak ada pembalikan yang dikip di sini ya. Untuk statistik lainnya, detak jantung, kalori, jumlah stroke, dan lainnya juga bisa direkam dengan baik dan cukup detail. Berikutnya kita tes dengan gaya ganti. Biasanya sering tidak jadi masalah di sini untuk beberapa smartwatch karena ada aja gaya yang enggak terdeteksi. Di sini kita menggunakan empat gaya yang umum digunakan seperti gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu. Semuanya ternyata berhasil dideteksi oleh jam yang satu ini. Termasuk gaya kupu-kupu yang sering membawa masalah ke beberapa smart portch yang lain. Jadi untuk renang jam ini sudah mantap banget. Oke, kita lanjut lihat fitur-fitur yang lain. Selain fitur kesehatan dan olahraga, tentunya jam ini punya banyak sekali fitur lain. Tapi kami akan pilihkan beberapa fitur yang cukup menarik. Gemini ya. Di One UI Watch ini sudah ada dukungan untuk Gemininya. Ya, dulu kan banyak yang nanya tuh bisa enggak sih Galaxy Watch itu jalanin Google Assistant secara langsung? Jadi assistannya enggak cuma Bixby doang. Nah, sekarang oleh Samsung langsung dikasih Gemininya jadi lebih canggih lagi. Tinggal tekan aja tombol atas selama berapa detik dan langsung kebuka deh Gemini Live di jam yang satu ini. Kita bisa tanya macam-macam kayak ini ya. Mau minta nyalain timer atau alarm bisa. Mau tanya tentang perkiraan cuaca bisa. Mau tanya rekomendasi makanan sekitar bisa juga. Mau minta petunjuk arah ke suatu tempat bisa juga. Atau mau minta penjelasan terhadap satu kata yang kita enggak ngerti bisa juga di sini. Pokoknya banyak banget hal yang bisa kita lakukan. Semuanya tergantung bagaimana kalian merancang prom saat menggunakan AI assistant ini. Nah, selain game ini, fitur lainnya juga enggak kalah keren ya. Mau buka Google Maps bisa dong. Dan ini full functioning ya. bisa untuk petunjuk arah atau untuk jadi peta seperti biasa. Berikut ada voice recorder untuk rekam suara. Dan yang menarik ini bisa langsung transcribe pakai fitur speech to text. Catatannya bahasa yang digunakan untuk speech tox ini harus sama dengan bahasa yang digunakan untuk sistem jam yang satu ini. Jadi kalau mau dipakai untuk bahasa Indonesia, jamnya harus diatur pakai bahasa Indonesia juga. Mau browsing bisa juga loh pakai Samsung browser bahkan buat nonton YouTube. Jadi bisa juga tinggal cari aja mau nonton video apa. Kemudian kalau kalian butuh pengingat waktu ibadah sekarang aplikasi Salam itu juga bisa diakses di Galaxy Watch 8 Series. Notifikasi jadwal salat, arah kiblat itu bisa langsung muncul di jam. Jadi enggak perlu sering-sering buka HP. Kalender jelas ada di sini. Aplikasi untuk weather juga ada. Timer, stopwat, dan alarm juga ada. Nah, kalau kita jalankan beberapa fitur tadi secara bersamaan, itu bisa tampil dalam bentuk nowbar bar seperti ini. Lalu kalau kalian pakai smartphone Samsung yang sudah mendukung now brief, ini juga bisa ditampilkan di jamnya. Aplikasi Bud Controller itu juga ada nih. Jadi kita bisa mengatur mode TWS Samsung kita lewat jam ini. Atau mau mengontrol perangkat Samsung lainnya bisa tinggal pakai Smart Things aja di sini. Intinya integrasi jam ini dengan perangkat Samsung yang lain itu udah seamless banget. Jadi kalau kalian pakai ekosistemnya Samsung ini bakal asik banget pakai jam yang satu ini emang ya. Nah, kalau untuk WhatsApp bagaimana? Kalau mau pakai fitur yang maksimal, kita bisa instal WhatsApp dari Play Store dan menggunakannya sebagai link device dari perangkat utama kita. Di sini bisa kelihatan tuh daftar pesan kita dan kita bisa mulai mengirim pesan duluan. Jadi enggak harus terima pesan dari orang lain dulu lalu dibalas lewat notifikasi saja bukan ya. Bisa kita kirim duluan. Mengirim pesan di sini pun bisa pakai a voice note diketik langsung dari keyboard atau pakai speech to text juga bisa. Sayangnya Samsung Keyboard ini belum bisa melakukan spox pakai bahasa Indonesia ya. Solusinya kita bisa instal Google Keyboard dari Play Store dan set keyboard-nya ke bahasa Indonesia. Nah, bisa tuh kalau kayak gitu ya. Oh ya, kalau kita menerima attachment foto, kita bisa lihat langsung dari jamnya juga loh. Canggih kan nih? Nah, untuk WhatsApp call juga aman. Kita bisa angkat langsung panggilan suaranya lewat jam ini. Jadi enggak cuma notif doang yang muncul tapi ada sedikit catatan ya hasilnya mungkin bisa berbeda tergantung dengan merek smartphone Android yang dihubungkan ke jamnya. Kalau pakai Samsung sih pasti bisa. Kenapa masih kurang fiturnya? Tenang, tinggal download aja apa yang kalian mau di Google Play Store. Mau nginstal Gmail bisa, Spotify bisa. Mau main game bisa juga. Di sini adanya Play Store di jam wareOS seperti ini tentunya membuat fitur dan kemampuan dari jam ini bisa terus bertambah. Tinggal disesuaikan saja sama keinginan dan kebutuhan kalian. Kalau mau ganti Watchpace juga bisa kok lewat Play Store ya. Pilihannya ada banyak banget. Ada yang berbayar tapi ada juga banyak yang gratis. Kalau kami sih lebih suka pakai yang bawaannya aja karena sudah mendukung low light mode. Nah, di sini warnanya hijau ya, bukan merah seperti yang di Galaxy Watch Ultra. Sebenarnya masih ada banyak fungsi dan fitur jam ini ya, tapi kami bahas sebagian besar yang paling menarik aja. Kalau dibahas semuanya enggak tahu deh ini video mau jadi sepanjang apa nih ya. Oke, kita masuk ke daya tahan baterainya. Ketika kami gunakan tanpa mengubah semua setting dan menghidupkan always on display, kami mendapatkan hasil sekitar 25 jam atau 1 hari lebih dikit, ya. Sementara dengan penggunaan yang sama tanpa always on display, kami mendapatkan waktu sekitar 43 jam sebelum baterainya habis. Sebagai catatan, ini jam dipakai terus ya. Saat tidur pun dipakai untuk pengukuran slip kita. Dilepasnya tuh cuma pada saat mandi doang. Nah, kalau kami sih lebih pilih pakai jam ini tanpa AOD. Karena selain jadi lebih awet, kemampuan trace to wake di jam ini juga sangat sigap. Jadi, udah cukup banget kalau butuh lihat jam ini secara cepat. Nah, untuk charging dari kosong sampai penuh butuh waktu sekitar hampir 2 jam. Kami sebenarnya sedikit berharap lebih cepat ya, mungkin sekitar 1 jam lah itu udah ok lah. Nah, menurut kami waktu paling pas untuk mengisi daya jam ini adalah setelah bangun pagi dan sebelum beraktivitas. Dari pengalaman kami kalau dipakai dari 100% di pagi hari lalu digunakan seharian hingga bangun pagi lagi, baterainya itu tersisa sekitar 40-an%. Kalau dicas dari 40 sampai 100% itu makan waktu kurang lebih 1 jam. Jadi bisa tuh kalian charge jamnya setelah bangun tidur ditinggal mandi, sarapan siap-siap. Setelah beres mau berangkat baterai udah penuh tuh. Pakai lagi deh jamnya. Oke, untuk harganya Galaxy Wat 8 Classic ini dijual dengan harga kisaran Rp6.999.000. Untuk detail lengkapnya silakan cek di kolom deskripsi ya. Oke, hal yang perlu diperhatikan pertama dia hanya kompatibel dengan smartphone Android aja. Lalu fitur baru akan terasa maksimal saat menggunakan smartphone Samsung terutama yang kelas flagship. Kemudian ukurannya ini lumayan besar ya. Jadi mungkin akan kurang cocok kalau pergelangan kalian itu kecil. Tapi kalau buat saya sih ya aman-aman aja ya. Ini malah jadi keren segini ya. Dan sejujurnya ini masih lebih kecil ketimbang yang Watch Ultra sih. Lanjut untuk strap atau band bawaannya ini enggak bisa diajak berenang. Jadi harus punya strap lain kalau mau diajak berenang ya. Lalu untuk daya tahan baterainya memang tidak bisa bersaing dengan smartwatch nonware OS. Tapi kalau dibandingkan dengan smartwatch ware OS lainnya ini masih terbilang wajar. Meskipun memang ya yang ultra lebih awet tapi enggak jauh beda lah sebetulnya ya. Lalu untuk versi Indonesia belum memiliki konektivitas 4G atau LTE, tapi Bluetooth dan Wii tentunya udah bisa tadi ya dan wifi-nya dual band pula. Lalu untuk sisi menariknya di sini lihat ya, desainnya mewah dan premium. Underotening beasel khas Galaxy Watch Classic dan ini fungsional banget. Performanya terasa sangat mantap. Scrolling dan buka aplikasi juga sigap. Layar super AMOLED-nya terang, mudah dibaca bahkan di bawah terik matahari layarnya pakai Sfire Crystal Glass jadi kuat dan aman untuk jangka panjang dibandingkan temper glass atau Gorilla Glass ya. Lalu dia punya sertifikasi military standar 810H. Jadi dijamin ketangguhannya. Kemudian punya IP rating IP68 dan tahan hingga 5 ATM ya. Lalu fitur kesehatan dan olahraganya melimpah sampai bisa ngukur antioksidan indeks dan vascular load dengan canggih pakai dukungan AI ya. Lalu dia punya konektivitas Bluetooth dan Wii jadi bisa terhubung secara irit dengan Bluetooth. Tapi kalau mau download bisa kencang karena pakai Wii. Bisa akses Gemini juga secara langsung. Bisa instal beragam aplikasi dari Play Store yang membuatnya memiliki beragam fungsi ekstra. Ini membuatnya jadi smartphone sejati. Ya, beneran seperti smartphone yang dipasang di tangan, dia bisa angkat WhatsApp call dari jamnya secara langsung, bisa digunakan untuk browsing, bahkan watchpace-nya juga keren-keren. Kalau bawaannya kurang masih ada banyak banget dalam Play Store ya. Lalu dia bisa dikoneksikan ke TWS juga dan bisa mengendalikan musik juga. Kita bahkan bisa mengendalikan kamera smartphone dengan smartphone yang satu ini. Integrasi dengan perangkat Samsung lain juga seamless banget. Pilihan aksesorisnya juga melimpah. Opsi strap tambahannya juga ada banyak jenisnya. Ya, bisa dibilang bahwa smartwatch ini hadir dengan peningkatan besar di banyak sisi. Mulai dari desain baru yang makin tangguh, performa yang lebih mantap, fitur kesehatan dan olahraga yang makin canggih sampai integrasi AI lewat Gem ini yang bikin jam ini terasa lebih cerdas dibandingkan versi sebelumnya. Bahkan menurut kami di beberapa aspek sudah hampir mirip dengan Galaxy Watch Ultra yang kelasnya ada di atas jam ini. Dan dengan segala fitur yang ditawarkan yang satu ini tentunya layak disebut sebagai smartwatch sejati. Pertanyaannya, smartwatch ini cocoknya buat siapa? tentunya ini akan cocok untuk pengguna Android yang ingin smartphone sejati dengan ware OS yang fiturnya segudang dan penampilan sangat elegan dan klasik. Lalu buat yang mau punya smartwatch OS dengan rotating basel yang fungsional, udah deh ini pilihan paling benarnya nih yang satu ini ya. Yang jelas sih buat pengguna smartphone Samsung atau ekosistem Samsung yang mau merasakan integrasi antara semua komponen-komponennya jam yang satu ini akan sangat cocok sekali ya. Sangat cocok sekarang. Dia bisa mengontrol semuanya dari sini. Nah, pertanyaan apakah pengguna Watch 6 Classic layak beralih ke sini? Kalau menurut kami sih iya, karena peningkatannya sangat berasa sekali bahkan hampir di seluruh aspek. Kalau pertanyaannya apakah pengguna Watch Ultra yang dibeli tahun lalu itu layak beralih ke sini? Ini tergantung ya. Walaupun di beberapa aspek ah mirip, tapi ada hal yang lebih unggul di Galaxy Watch Ultra seperti fitur triathlon dan baterainya. Tapi kalau memang kalian mengincar smartw yang fitur dan kelengkapannya sudah mendekati watultra dan pengin banget punya jam dengan rotating basel, kami rasa sih sah-sah aja kalau mau beralih ke sini ya. Pada akhirnya kalau kalian adalah pengguna smartphone Android dan butuh smartwatch sejati yang serius, pintar, dan fungsional, Samsung Galaxy Wat 8 Classic ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Dedi Irfan, Jaka TV.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















