Jungkat

Villa Bali Terinspirasi Padi - Langsung Pengen Healing (YouTube Video)

  • 02/05/2025

Hai, Guys. Balik lagi di Band Bricks. Aku masih di Bali dan sekarang kita mau house tour di rumah yang kontur tanahnya gak rata dan material fasatnya didominasi oleh material kayu. Yuk, ikutin halurnya. [Musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita ada di rumah Semilir dan aku bersama Pak Andri dari Lumbung Arsitek. Apa kabar, Pak? Kabar baik. Willam. Wah, seru banget nih bisa ee bisa di sini. Boleh tahu enggak, Pak, dari luas lahan dan luas bangunan itu berapa sih? Oke, kalau luas lahannya itu di 250 m², kemudian luas bangunannya di 275 m². Total ada 2,5 lantai. Oh, 2,5 lantai ya. Iya. Oh, berarti kita lagi di lantai berapa nih sekarang? dari kita lagi di ground floor iya. Jadi ada first floor, ground floor, dan ada lower ground untuk servis. Ada lower ground. Mungkin boleh ceritain enggak, Pak, dari konsep desain ceritanya ini gimana sih? Oke, jadi project ini itu adalah second house atau second villa dari klien kami yang ada di Batam. Heeh. Kemudian ee mereka memutuskan untuk merencanakan projek ini dan meng-hire kami sebagai arsitek. Nah, kemudian dari sana dapatlah lokasi lahan ini di mana lahan ini dengan konturnya kemiringannya cukup tajam gitu dengan lahan yang tidak begitu besar ya 250 m². Nah, dari situ direncanakan ada tiga bedroom dan ada satu communal area atau living dining kitchen. Oh. Nah, karena lahannya seperti ini, saya ingin e menambahkan satu ruangan lagi just in case kita fill in lahan ini. Jadi, kita buatlah lower ground untuk area oke. Yang nanti kita akan lihat-lihat ya di dalam ya. Iya. Iya. Secara basic style lagi ingin membangun sebuah gimik kontemporer. Ee bentuk ya, bentuk kontemporer. Jadi, bok yang simpel namun tidak meninggalkan esensi dari Bali tropical itu sendiri. dan bagaimana dia cukup blending dengan ee alam sekitarnya yaitu persawahan di Desa Cemagi. Oh, oke. Sehingga dari sana saya mengambil sebuah pattern di mana ee padi itu cenderung vertikal dan pattern itu saya lakukan reputation baik itu di eksterior He. Pada bangunan maupun eksterior pada pagar. Oh, oke. Jadi yang dari padinya itu perpaduan dari yang tembok ini ya? ya. Dari tembok yang ini, kemudian pattern kayu ulin yang ada di lantai atas itu kita gunakan pattern dari padi itu sendiri vertikal karakter. Oh, jadi ini pakai kayu ulin ya, Pak? Aku juga pas ngelihat selain ee apa namanya? Materialnya kayu ini ganti lever panjang banget ya. Ini gimana, Pak? levernya ini kurang lebih 3 meteran ya kalau enggak salah 295 kemarin. Jadi kita memang analisa strukturnya ee tetap menggunakan beton bertulang di awal lalu kita covering dengan fasar ini memang tujuannya adalah menonjolkan sense of kontemporer itu tadi gitu. Oh oke. Selain ee material utama mungkin ee kayu i kayu ulin ini ee ada material apa lagi nih Pak? Saya hanya menggunakan eh dua material aja yaitu kayu ulin, kemudian juga paras kerobokan itu memang paras lokal dari Bali. Kalau bilangnya sandstone ya atau paras. Itu paras kerobokan dan juga ini ee ada Oh ini ini tuh aku jarang lihat nih kalau panel kayak gini. Ini tuh panel apa nih Pak? Ya ini e panel komposit ya. Jadi terbuat dari campuran semen fiber celulos. Jadi eh kita buat pattern-nya sesuai sama keinginan kita gitu. kelihatan halus ya. Kemudian ada tadi paras kerobokan. Kemudian ini saya konkret clading. Saya casting dari cetakan kayu. Oh. Kemudian saya casting. Kemudian saya tempel di pagar seperti itu. Oh tadi kira juga sebenarnya a kira kayu juga tapi bukan ya ini ya. Iya betul. Kemudian akses service saya juga bikin pintu yang unik jadi enggak terkesan seperti pintu gitu. Jadi ini gelas blok padahal ini sebenarnya pintu. Oh oke. Kayak kalau misalnya pintu dipakai glass box itu apa enggak berat? IU makanya kita pikirkan juga itu. Makanya angselnya hand ee frame-nya juga pakai pakai baja WF. Oh, I see. Itu solusinya ya, Pak? Iya. Iya, betul. Kalau dari lebar carpot sendiri ee memang perencanaannya kita memang untuk fit in dua mobil. Dua mobil ya? dua mobil atau satu mobil dengan empat sepeda motor. Ah, oke. Mungkin dari ee selain pintu akses ee ke servis, kita boleh lihat enggak akses utamanya di mana? Boleh akses utamanya ini kita masih pakai kayu ulin juga. Wah. Wow. Kemudian ee vibe-nya yang kita bangun itu adalah dengan nuansa villa. Jadi langsung ke arah ruang terbuka dulu ya. Jadi area kolam renang dulu. Wow. Diwelcome sama kolam renang ya. Iya. Kemudian ini size kolam renang adalah request dari klien. Awalnya kita buat tidak terlalu besar. Kemudian emang requestnya ke 3,5 * 10. 3, 15 * 10 10 m. Dan kolam ini tidak perlu gali karena tanahnya miring begitu. Oh, jadi dia kolamnya duduk aja gitu. Benar, benar, benar. Sistem konstruksinya duduk aja gitu dia. Kalau pembagian kayak kadang-kadang kalau misalnya mau desain rumah yang ada kolamnya itu kan bingung posisinya di mana. Heeh. ini ee Bapak memposisikan kolam di sebelah kiri itu sama bangunan di sebelah-sebelahan itu gimana sih? Karena awalnya itu kan menghadap ke sana itu adalah ee persawahan. Heeh. Kemudian area sana itu pantai. Jadi kalau kita nanti naik dari balkon master bedroom itu pantainya kelihatan sih. He nanti kita bisa lihat. Nah kemudian makanya saya letakkan posisi kolam itu di sini dan karena ini dekat pantai, saya juga bangun vi pantainya itu dengan memilih color kolamnya yang benar. Oh, jadi kita pilih menggunakan marmer lokal. Jadi kita warnanya cukup terang. Jadi enggak menggunakan warna yang seperti biasanya kayak batu hijau atau warna biru. Kita gunakannya warna e light cream. Dia light cream ya. Iya. Jadi ini marmer deh. Jadi kayak emang kesinabungan dari pantai sama arah sawah ya. Alam ya. Iya. Oh oke oke oke. Ye. Sekarang kita ee selain ee ngelihat ke entrance ke sini, kita mau ke mana nih, Pak? Jadi kita eh ada satu ruangan heeh. Yaitu kita bilangnya komunal area. Jadi ini sudah ada living room, dining, dan kitchen yang jadi satu dia. Oke, kita mulai dari living room. Berasa homi banget sih. Iya dan ya feel-villanya juga he kerasa gitu. Kita juga mengeksplore sesuatu yang berbeda gitu dari interior dan eksterior. Di mana eksterior kita tampilkan dengan warna yang cukup maskulin. Heeh. Tapi interior kita membuat sedikit lebih kontras, yaitu dengan warna yang homie dan tun-nya lebih rileks deh. Wow. Jadi Heeh. explornya kayu jati. Oh. Oh. Ini jadi pakai kayu jati. Iya. Ini kayu jati semua. Ini juga kayu jati pada area kitchen juga. Wow. Aku noti sebelum kita ke kitchen I itu ada sobekan kayak kebukaan gitu. Iya. Itu gimana tuh desain itu, Pak? Ya, ini kita memang sengaja untuk memaksimalkan e cahaya yang masuk ya. Heeh. Jadi kalau seandainya ruangan ini suatu saat gitu tanggal sebelah juga membangun, di sebelah juga membangun dan kita suatu saat butuh privasi tapi cahaya juga ingin tetap masuk makanya saya tetap masukkan ventilasi itu di atas gitu. Selain ventilasi ini, itu juga berlaku sih sama jendela yang di belakang. Oh, itu juga ada ya B ya? Iya. Jadi, awalnya juga saya bikin jendela yang cukup besar gitu. Just in case kalau kita enggak tahu ya perilaku tetangga dalam membangun karena kita juga enggak bisa mengendalikan apa yang enggak kita bisa kendalikan. Jadi, kita buat aja juga pencahayaan di bawah sehingga just inin case kita butuh privasi ya di bawah masih tetap masuk cahaya dia. Oh, oke. Dan anyway, di sini ada satu kayak ya hidden door gitu. Oh, oh itu ya ada handelnya juga sih kelihatan. Jadi kayak ee enggak terlalu importantan juga pakai material sama dia pakai panel juga. Iya. Oh. Oke. Kalau kita buka Heeh. itu dia ada satu cupboard atau storage kecil gitu. Iya. I just in case kita butuhkan ee memanfaatkan space di bawah tangga gitu. Oke. Ini dari living area. Jadi di sini ada fasilitas pendukung itu ada toilet, kemudian ada service area. He. Dan juga ada satu kamar di sini. kamar kamar tapi bukan kamar utama. Nah, untuk service area itu ada laundry. Kemudian seperti saya sampaikan tadi di lower ground itu ada satu kamar ART dan storage itu bisa kita lihat mungkin kita dari toilet dulu ya. Ini dining-nya I pakai jati juga ya, Pak ya. Jati juga. Kemudian ini marmer putih tapi lokal. Ini biasa kalau misalnya peletakan island itu tuh bingung kan sebenarnya ee cara tahunya gimana sih? G kita bisa enak gitu loh secara ergonometrisnya juga enak gitu. Oh kalau saya sih awalnya ingin meletakkan ee mulainya dari kitchen dulu. Heeh. Nah di mana kitchen ini awalnya kami planningnya ingin bikin backsplash-nya tuh mirror gitu sehingga ruangan yang lebarnya cuma 4 m ini enggak terkesan sempit. H. Nah, kemudian klien kami memutuskan untuk coba di-take out aja dan lebih senang explore batu alamnya dilanjutkan gitu. Kemudian baru island-nya yang kita ini masih dengan standar yang sudah ada sih dari ilmu arsitektur ya. Jadi jarak antara kitchen dengan island, kemudian island dengan living itu kita semua sudah sesuaikan sesuai dengan standar. Oh oke oke oke. Ada satu toilet sih di sini. Toilet dulu ya. Oh situ. Kita ke toilet dulu. Kita lihat powder room. Iya. Powder. room ya. Kalau powder room simpel. Jadi satu powder room kecil itu ada toilet sama satu wasffel. Wow. Rasa lebih warm ini. Nyaman banget sih di berasanya ya. Selain powder room di ruangan lantai satu tuh ada apa lagi? Mungkin kita ke kamarnya dulu ya sebelum ke area servis ya. Oke. Ini jadi kamar pertama ya. Iya. Ini kamar pertama tapi ini bukan masterbed. Oh wow. E udah kayak mashroom juga sih sebenarnya. Iya. Size-nya memang kita kejar ukurannya itu ee apa ya? Standar kenyamanan villa yang kita karena dia kan walaupun dia second home kan ini dia villa yang sesungguhnya gitu. It's not for buse. Tapi biar ada capital gain-nya juga ya kita kejar standarnya supaya sesuai. Jadi ini kamarnya 4 * 4,5. 4 * 4,5 ya. Heeh. Include ini toilet juga ya. Ini iya. Ini e unsite bathroom ya. Jadi kamar mandi dalam. Wow. Sama kita juga mengekplore warna yang plin tapi e hidup gitu loh. Enggak enggak terlalu apa ya? Enggak terlalu dingin gitu. Walaupun ee terkesan monokrom tapi enggak dingin dia. Kalau untuk kayak material sendiri itu pakainya apa, Pak? Buat apalagi buat batnya. Oke. Ee untuk tail kita pakai roman. Heeh. Kemudian untuk di area shower itu kita pakai natural stone lagi. Oh. Itu dia ada marmer juga tapi dipotongnya heksagon ya. Heeh. Heeh. Tadi juga aku noti singnya sama kayak yang dipowder ya. Iya. Ini sing-nya semua kita custom. Jadi kita cetak itu teraso beton dulu kemudian kita teraso. Kok kayak gitu ngecetaknya satu ee satu gitu tebal. Wah lumayan berat. Iya. Onside ya. Onside kita cetaknya. Wow. Oke. Terus untuk materialnya juga semua pakainya sama semua ya? Sama. Di sini juga kayu jati ya? Heeh. Kayu jati juga. E ini untuk ya furniture kayu jati. Kayu jati. Kemudian untuk lantai kita homogenous style tapi print out-nya dia kayu. Oh oke. Karena ini bagian yang paling ee apa ya? Bahaya menurut saya karena rentan rayap, air, noda diinjak-injak gitu, scratch dan seterusnya. Saya kemarin diskusi, kita putuskan pakai ini gitu karena memang Bali juga panas ya. Kita juga ingin dapat gold-nya dari keramiknya. Oke. Kalau misalnya flooring yang di ini tadi living area itu pakainya apa nih, Pak? Ya, kita biarkan row aja. Ini conk polis saja kita biarkan row sehingga eh furniture yang sangat nice eh polis, rapi, finishingnya itu dia nge-blend gitu menjadi ee apa? Jadi, menonjol dia. Iya. Jadi muncul banget ya. Karena material row ini dia jadi loopnya lebih rapi gitu. Oh, gitu. Lebih strong dia karakter. Iya iya. Iya. Ya. Terakhir di ground floor service area di sini. Oh, ini service areanya ya? Iya. Ini service area. Kita lengkap ada laundry. Heeh. Dua mesin cuci. Nice. Nah, kemudian lower ground. Ini area jemur di belakang. Oh, ini jemur. Iya, ini jemur. Kebetulan lagi hujan nih, makanya jemurannya masuk dia. Oke, ini area. Nah, ini dia lower ground-nya. Oh, ini lower ground-nya. Oh, ini yang bagian paling ke bawah ya? Iya, tanahnya ke bawah. Kita mending bikin ruangan aja dari daripada difill up gitu. Oh, ada berarti ada di bawah ini ruang service ada ruangan ART. Iya, ada ART, ada kamar mandi ART dan apa? Standby ART di sini. Oke, sebenarnya kalau enggak IRT kita kemarin maunya manfaatkan sebagai storage itu. Tapi sifatnya multifunction, jadi apa aja bisa. H nice. Bahkan ruangan service aja juga rapi ya. Iya, bagus banget ya. Harus dipikirkan semuanya mungkin lantai ground dan lower ground sama ground floor. Udah ya itu aja ya, Pak. Udah kita sekarang ke ke lantai du. First floor atau lantai du. First. Oke, lantai dua. Oke. Boleh ngomong tentang tangganya enggak? Natalnya pakai apa nih, Pak? Ya, kalau tangganya memang finis ee secara material kita konkret. Heeh. Cuman finishingnya kita menggunakan kayu bengkirai. Oh. Untuk base-nya sehingga eh nuansa warmnya juga kelihatan dan juga experience tangga pun dapat juga gitu. Kenapa pemilihnya e kayu tertentu ini ada mm pemilihan kayu ini lebih ke sustainability aja kemarin antara jati atau bengkrai tapi akhirnya keputusannya pakai bengkrai mungkin dari segi warna pengin sesuatu yang berbeda gitu. He. Dan tangga ini juga sebenarnya kita juga enggak pernah lupa gitu kalau ada cross ventilasi itu tetap juga kita perhatikan juga gitu. Walaupun ini tangga kita tetap ingin jaga airflow-nya. Airfow ya. Jadi kalau ini jendela dibuka, pintu slide atau jendela di bawah kebuka itu memang udaranya bertukar ya. Oh oke. Iya. I ya. Kalau untuk railing sendiri dia ee kaca dan kayu aja atau gimana, Pak? Iya kaca dan kayu aja. Kayu bengkira juga. Dan di lantai ini hanya ada dua kamar. Heeh. Satu kamar ee sama seperti di bawah and suite. Kemudian satu lagi master band-nya. Oh master. Oke, kalau gitu mungkin kita bisa lihat ke kamar ini. Dulu ke kamar ini dulu ya. Oke, dulu. Oke, coba kita lihat. Wah. Oke. Apa bedanya ini, Pak, dari yang di bawah, Pak? Eh, iya. Ini sama kamarnya, cuman size-nya kita bikin lebih besar. Heeh. Karena mengejar dari ee space yang kita punya karena terciptanya kentil lever tadi gitu. Oh, buat fasatnya ya. Ya, jadi kita dorong sedikit ke depan dan ee view-nya sawah dan beberapa juga tetangga-tetangga. Wah, yang saya rasa ke depannya juga jadi bagus gitu loh. Karena areanya memang akomodasi wisata dan tentunya orang-orang di sini pasti memikirkan sesuatu yang sangat valuable untuk tanah-tanah mereka gitu. Apalagi view ya view-nya. Iya. Lokasi ini juga dekat sekali. Jalan kaki ke pantai 3 menit. Oh, iya. Wow. Kita bisa lihat e nengok ee karinya bisa. Oh oke. Sebenarnya sama ya, cuman bedanya ini Iya lebih langsung ke arah ini arahnya langsung ke ruang luar. Tapi satu hal dari kamar mandi kamar mandi yang ada di sini tidak satuun yang tidak mendapatkan cahaya alami dan pengudaraan alami. Karena memang itu penting banget sih. Penting termasuk kamar mandi. Iya. Kalau enggak kalau misalnya enggak ada kedua itu rumah tuh jadi berasa kayak mati bi iya pengap lembab toilet pun tadi kan juga lihatan iya iya benarbenar oke sekarang kita melihat ke cler bedroom bedroom nah ini ini void-nya ke area dining tadi jadi ini sebenarnya ruang interaksi juga antara lantai atas sama lantai bawah ya oh i biar biar enggak ini ya. Iya. Kalau saya ngejuknya bilang banget ee ayam gorengnya sudah jadi gitu. Oh. Jadi bisa komunikasi juga ya udah turun gitu. Karena kalau kayak zaman sekarang itu orang-orang pada di kamar terus kalau misalnya e memanggil-manggil itu telepon dia sekarang gitu. Oke. Oke. Kalau yang ini master bed. Jadi yang paling besar gitu. Wow. Jadi kita masuk ke satu koridor kecil dulu. Jadi di kanan ini ada worket yang langsung terkoneksi dengan master bathroom-nya. Wah, coba kita lihat di ininya dulu deh. Oh, aku notice juga dia ada bukaan kecil juga di bawah. Ada jendela juga di bawah. Di atas juga. Itu supaya dapat ee cahaya aja di bawah ya. Ya, saya selalu menganalisa tuh gini, kita tuh hidup enggak sendiri. Heeh. Mungkin suatu hari ini dia tetangga kita tanah kosong. He. Tapi suatu hari nanti kan siapa tahu ada yang membangun. He. Jadi kita tetap buat bukaan di mana bukaan itu suatu saat bisa dibuka dan ditutup. Tapi just in case kita tetap butuh cahaya ya kita buat aja bukaan-bukaan kecil yang yang mana privasinya tetap terjaga gitu. Oh iya benar benar benar. Jadi kalau gini kan kelihatan cuma betis doang gitu. Benar. Kita juga butuh cahayanya gitu. Benaren. Oh iya iya iya. Benar sih itu jadi kayak ee satu solusi yang buat kita yang ee mau jaga privasi juga. Iya. Nah, ini master e bathroom-nya. Wow, gede banget ya. Ada shower area, betup, ada show. Bedanya di ada double sink, wasping. Double sink. Ya, kalau double sing itu biasa buat dulu saya kira itu jor-joran sebenarnya. Dulu saya ngiranya itu kayak ajang pamer gitu loh. Heeh. Tapi ternyata memang ee makin ke sini tuh saya makin sadar kebutuhan pria sama wanita tuh beda. Oh, iya benar. Kebutuhan pria sama wanita beda. Kemudian juga ee jamnya sama. Misalnya jam berangkat kerja itu sama. Oh, benar. Jam untuk beraktivitas dimulainya sama. Heeh. Kadang mereka harus butuh melakukan hal itu bersama-sama. Hmm. Iya. I dan itu kadang enggak bisa menunggu giliran. Ya, itu balik lagi dari story-nya juga gitu. Kebutuhan sehingga muncullah sebuah style gitu. Ini kan jadilah dia style atau orang bilangnya terlalu jor-joran apa sebenarnya di balik itu pasti ada fungsi dulu ada reason-nya. Oh oke sih. Terus bukaan ee kaca ini juga buat buat cahaya juga. Iya untuk cahaya juga sama yang ini ya. Iya sama. Oke. Heeh. Sekarang kita ngelihat deh langsung ke kamarnya. Kamarnya. Jadi kamarnya konsepnya island bed. Hm. Dengan tetap juga ada satu meja kecil gitu. Heeh. Ya, masa kini orang juga masih tetap keep working, keep activity. Even di dalam kamar kita siapin satu meja dan kursi. Oke. Bednya ukuran 2* 2. Wow. Dengan semua konstruksinya kayu jati dia. Terus dapat dua view ya kayaknya ya. Betul, dapat dua view. Ini view ke Iya. Yang ini mungkin kita coba buka ya. Eh, tetangga. Eh, jadi sebenarnya Ocean Oh, oh i itu Oceannya kelihatan. Jadi kalau morning itu kelihatan. Oh, iya iya iya kelihatan sih pantainya. Kelihatan pantainya kelihatan ya. Agak sopekan kecil gitu sih cuman cuman masih kelihatan sih. Kalau dibuka ini juga jendelanya. Uh, ombaknya kedengaran. Oh, wow. Ombaknya kedengaran. Jadi viben-nya itu senang sih juga antara senang sama enggak. Yang kenapa enggak ya kita enggak sendiri. Jadi orang lain juga pasti membangun di sini gitu. He tapi senangnya ya karena dekat pantai. Just in case walaupun view kecil tetap juga dan ini sedang under construction atau reparation dia apa ini kayak hotel kecil gitu tetangganya. Makanya sih. Jadi itu juga membuktikan bahwa memang ee bangunan ini dibangun di daerah yang memang sesuai sama peruntukannya itu pariwisata gitu. Iya. Iya. Jadi itu juga secara peruntukan saya merasa aman juga. Oke. Bukan di jalur hijau. Aku juga not lihat ini ada material yang dipakai di depan ya. Iya. Iya. Ini mirip ya. Iya. Memang kita delivery konsep vertikal itu sampai ke dalam bangunan juga gitu. Jadi konsep padi itu saya waktu itu kan tanahnya kosong. Saya duduk duduk saya di sini berpikir mau bangun apa ya gitu. Kontemporer. Okelah kontemporer. Heeh. Kemudian Bali tropical. Tapi e apa nih eh signature Heeh. yang ingin kita tanamkan di sini ya ituah. Saya lihat padi, saya lihat karakter padi itu bang ee sangat eksotik ketika dia tumbuh vertikal hijau seperti itu. He. Jadi saya ambil pattern vertikal itu lalu patternnya saya bikin random pada satu pattern tertentu dia oke. Cakep sih dijadiin tembok ya. Iya. Dan view-nya juga. Nah, dulu dulu sih purely sawah gitu, tapi sekarang ya sawah dan teman-temannya lah. Iya. Dan ini dapat view e enggak cuman sawah tapi full area private-nya. Iya. Rumah ini ya. Wow. Kolamnya dapat. Heeh. Tangga dapat ya. Semua semua oke lah. Tapi untuk nge ee untuk memutusin untuk menyelimuti kayak semua fasad ini dengan ini dengan ya itu balik ke idealism saya dalam berarsitek ya. Iya. I. Jadi saya memang waktu itu ingin mengekplore sesuatu yang menonjolkan satu karakter material gitu. Satu aja gitu. Jadi dia stunning dengan satu warna material. He. Dan saya putuskan waktu itu pakainya kayulin itu. Oh. Yang mana saya bisa olah potongannya gitu. Terus dia bisa berubah warna suatu saat nanti. Kalau deingnya ini pakai ulin sama ini juga kayu ulin juga semuanya ulin. Kalau yang di luar ini. Ini ulin. Sama ulin juga. Kalau lighting-nya itu pakai apa nih, Pak? Ya, ini magnet track lighting. Heeh. Masih sama sportlight cuman ya model magnet track aja nih. Wah, cakep juga ya bikinnya garis-garis bisa digeser juga sebenarnya. Oh, oke. Ini kisi-kisi ini juga ulin atau gimana nih, Pak? Iya, ini juga ulin karena di luar ya kita pasang ulin aja. Wow. Biar aman. Oke, kalau gitu em kita bisa bahas lebih lagi kali ya dari konstruksi sama desain itu. I seperti apa dan e gimana prosesnya. Oke, di bawah. Oke. Sip. Terima kasih. [Tepuk tangan] Nah, Pak kalau misalnya untuk durasi desain sampai durasi konstruksi itu berapa lama sih? Oke, untuk desain kita average memang di angka 4 sampai 5 bulan, tapi kebetulan untuk projek ini kita selesaikan proses desain sampai gambar detail engineering drawing itu 5 bulan. Dan kebetulan eh projek ini menemukan builder yang tepat saya bilang. Jadi builder yang sangat-sangat aware sama timeline kami. Kemudian juga tim MP interior dan juga kebetulan arsitek juga dilibatkan sampai projek ini selesai. Sehingga projek ini tuh rampung pas banget di 12 bulan. 12 bulan itu konstruksinya doang semuanya. Henover termasuk interior semuanya. Oh wow. Itu landscape semua clear di bulan. Oke. Dan dan dalam proses itu tuh ada itu enggak sih ada mungkin drama atau kayak proses taman dunia gitu? Ada pasti semua project kan ada ya yang namanya masalah. Kalau enggak ada masalah namanya enggak project biasanya. Iya. Apa yang terjadi? Ya, jadi ee di projek ini tuh challenge utamanya adalah tanah dulu. Yang pertama di mana tanah berkontur ini bekas sawah dan itu memang kita ada proses tunggu Heeh. untuk ee menunggu kering dan bagaimana kita membuat proses konstruksi atau struktur pondasinya itu jadi tersita waktu lebih lama. Heeh. Kemudian yang kedua adalah hujan. Jadi hujan itu ee di luar ekspektasi hujan jadi lebih lama gitu. Heeh. sehingga projectnya ternyata bukannya mundur malah tepat waktu gitu. Itu juga awalnya jadi challenge tapi tim struktur sudah aware tim kontraktor sudah aware aware dia dari awal jadi dia sudah memanage itu. Nah, tapi yang paling jadi konsern di sini adalah proses handover dia. Oh, gimana? Di mana e klien kami itu memiliki mindset yang berbeda dengan handover di Indonesia gitu. Oh, karena kliennya dari mana nih? Kebetulan kalian kami orang Indonesia cuman memang terbiasa membeli properti di luar. Oh. Oh, dan ini juga pelajaran buat kita semua bahwa proses hand over itu adalah adalah proses yang seharusnya memberikan kenyamanan kepada customer atau kepada klien. He. Nah, di situlah saya dan juga kontraktor itu belajar banyak dari dia bahwa handover itu sendiri adalah memastikan projek ini itu tidak hanya selesai dari fisiknya aja, tapi secara quality detail. Kemudian aroma atau baunya enggak masih ada bau proyek. Oh. Kemudian kebersihan sampai debunya, sisa debu yang sangat-sangat sedikit, kaca yang sudah kayak intinya seperti ready to stay kayak di hotel lah gitu. Oh, jadi benar-benar harus harus bagus dan siap ya? Iya, siap. Dan itu ee saya juga dikasih beberapa insight dari klien itu di fake list atau ceklist itu sebelum handover itu Bapak mestinya stay dulu 1 bulan gitu. Oh. Nah, itulah yang akhirnya ee jadi pembelajaran buat saya dan kontraktor sehingga ini juga untuk kita semua bahwa di feklist dan ceklist itu sangatlah penting dan juga kita harus menyiapkan juga spare waktu untuk hal itu gitu. Oh, soal budget tuh bisa dispel enggak nih kita kira-kira? Oke, budget rumah ini untuk construction-nya itu kurang lebih 3 miliar. Oh, 3 M. 3 M. Dan itu sudah termasuk build in furnish-nya. Oh, di luar e Lost Furnish yang saya rasa harganya cukup oke lah gitu. Kalau boleh tahu nih dari karya-karya e Bapak sebelumnya sama yang ini yang unik di sini ada ada enggak ada perbedaan atau uniqueness-nya apa? Heeh. Uniknesseness-nya saya sudah sampaikan juga di sebelumnya bahwa memang Bali tropical itu cakupannya luas. Heeh. sehingga ee dari sana kita bisa membangun unikness tersendiri dari projek-projek kita dan tidak harus membuat sebuah sesuatu yang similar dengan projek-projek dari arsitek lain. Heeh. Nah, kebetulan di projek ini kami memilih mengeksplore satu bahan yaitu kayu ulin dan juga bagaimana kita ee bisa membangun sebuah rumah yang berdampingan dengan lingkungan sekitarnya walaupun dengan gaya yang cukup kontemporer tadi mengeksplore bangun ee bentuk-bentuk simetris box yang akan diilver. Hmm. Hm. Oke. Oke. A si kalau misalnya teman-teman pengin nanya lagi nih soal mau lihat-lihat karya Bapak atau mungkin pengin ee ya nanya lebih lagi kira-kira bisa nanya ke mana nih? Bisa kunjungi website kami di lumbungarkit.com. Bisa di sini. Terima kasih dan juga bisa kunjungi halaman sosial media Instagram di Lumbung Arkitek. Oke. Oke deh kalau gitu houseurnya sampai sini aja. Thank you, Pak, Pak buat ee buat houseur yang kali ini dan teman-teman kalau pengin nanya-nanya lagi bisa langsung ke komen aja di bawah. Dan jangan lupa untuk like, share, dan juga subscribe supaya enggak ketinggalan episode berikutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube