Jungkat

Villa Low Profile yg Ga Keliatan dr Luar! InspiArsi: RDMA Studio (YouTube Video)

  • 02/01/2026

Oke, selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Episode Inspirarsi kali ini cukup menarik karena rumah yang akan kita bahas ini dari luarnya terlihat simpel, satu lantai aja tapi ke dalamnya ternyata ada tiga lantai. Dan kita akan ketemu sama arsiteknya Mas Adi. Let's go. [musik] Asalamualaikum, Mas Adi. Waalaikumsalam warahmatullah. Apa kabarnya? Alhamdulillah. Alhamdulillah kita terima kasih sudah boleh datang ke sini. Kita akan membahas salah satu hasil karya ini ya, Mas ya. Siap. Oke. Nah, mungkin dari depan dulu nih, Mas. Kita Mas ini sebelum membahas desainnya mau tanya dulu Mas, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa, Mas? Luas tanah sekitar 250. Bangunan juga kurang lebih sama lah. Dan seperti yang kita lihat dari atas ini ya sudah terlihat seperti rumah satu lantai gitu ya, Mas ya. Rumah atau vila satu lantai. Tapi sebenarnya dia bangunannya ke bawah. Iya. Memang niatnya enggak terlihat sebagai rumah yang mencolok di sini. He. Jadi tujuannya biar datang ke sini kita nikmati alamnya. Oke. Nanti pas masuk juga kita disambut sama Vista yang memperlihatkan alam di belakang gitu. Oke. Karena ini juga salah satu ee lokasinya juga mendukung ya Mas ya. Berada di apa sih? Lembah ini berarti ya? Iya. Lembah di Dago Buniwangi lah. Dari luar ini sebelum kita masuk ke dalam desainnya ini memang hitam-hitam dan kekayuan seperti itu. Betul. hitam-hitam. Ada yang dibuat diaci halus, ada yang juga dibuat e kamprot. Nanti kita lihat di tembok tuh ada yang warnanya bintik-bintik hitam. Oh, oke oke. Oh iya, Teman-teman sebelum kelupaan boleh memperkenalkan diri dulu Mas, dari mana Mas? Halo, saya Adi dari RDMA di Bandung. Oke. Tapi base di Bandung tapi project sampai mana-mana ya, Mas ya? Projject sampai mana-mana. Ada di Jakarta, Bali juga ada. Wih, oke. Mantap nih. Oke, salah satu yang akan ku tanyain juga. Berarti ini kan dari luar memang tidak terlalu terlihat, cuman ada satu fitur menarik nih, Mas. Ini seolah-olah seperti jembatan ya kita sebelum masuk ke dalam rumah ya. Iya, betul. Memang awalnya ini mau lebih terlihat seperti jembatan lagi karena aslinya kita desain ini pakai struktur baja. He. Ini pun besi dan ini pakai grating. Oh. Tapi pada akhirnya kita putuskan pakai beton aja. Jadi ini juga kita tutup beton. Tapi minimal tetap kelihatan bangunannya itu seperti sebelah sana gitu. Oke. Karena memang utamanya di situ ya, Mas ya. Ini penghubungnya aja ya. Tapi apakah bisa difungsikan sebagai parkir kendaraan juga, Mas? Iya, memang ini buat carport dua mobil. Oh, oke. Dan memang ini sebetulnya difungsikan sebagai villa juga ya, Mas ya. Tadinya untuk disewa-sewakan. He. Pada akhirnya setelah jadi ownernya sendiri agak sayang disewakan, akhirnya dipakai sendiri untuk weekend. Oke. Dan ngomong-ngomong ownernya sebenarnya kita juga pernah kolaborasi juga sama beliau, Pak Feri, pas kita di Bali, Mas, waktu itu. Jadi kita sempat ngobrol sama Pak Feri. Wah, luar biasa. Kita sekarang pun mengunjungi salah satu ee vilanya lagi ya. Oke, dan kali ini didesainnya sama Mas Tadi dari RDMA. Nah, ketika masuk sini, Mas, ini aku langsung melihat sebuah pemandangan dan itu seperti yang tadi Mas bilang jadi salah satu poinnya ya ketika mendesain villa ini ya. Iya. Baru datang disambutnya langsung sama Vista ini ya. Seolah-olah ya anggap aja lukisan alam gitu ya. Kita bingkai pakai bangunan ini sendiri gitu. Wih. Lalu kita masuk sini juga kita kasih lantai yang sengaja berbeda daripada yang ini ya. He ini kita sengaja bikin tembus pandang sehingga emosionalnya beda. Dan kita juga bisa lihat ke bawah sana jadi lebih connected ke bawah gitu jadi enggak terlalu pisah. Oke oke oke oke. Dan kalau aku perhatiin juga ini kan juga ternyata si pintu masuknya pun pakainya sliding door aja dan full kaca ya Mas Adi ya. Iya kayaknya emang buat lebih meng-highlight ya pemandangan ke sininya gitu ya Mas Iya betul betul betul. Dan ini kan juga kalau K perhatikan berarti kontur tanahnya sendiri down slope ya Mas ya. down slop tiga lantai ke bawah. Oke. Nah, pertimbangannya apa tuh, Mas, ketika mendesain sebuah hunian gitu kan ee dengan kontur seperti ini? Apa aja sih yang perlu diperhatikan dulu sebelum jadi? Kalau memang memungkinkan sebaiknya dihindari nempel kiri kanan depan belakang. Oke. Ken jadi kalau tanahnya cukup, bangunannya enggak perlu besar, lebih baik begitu. Karena kita menghindari resiko-resiko yang ada di tanah miring seperti ini. Entah mungkin tetangga kurang baik strukturnya atau misalnya dari sini nanti ada air mengalir. Jadi kita tuh lebih aman di tengah-tengah gitu. Oke. Jadi benar-benar harus dipertimbangkan sekali itu ya Mas ya. Iya. Sebisa mungkin. Oke. Terus kemudian kita lanjut lagi. Nah ini pun layout-nya cukup menarik ya Mas ya. Karena ternyata pas masuk ke sini ini di atas langsung kamar-kamar. Berarti kamar dulu. Jadi memang ini kan rumah bukan buat ditujukan untuk sehari-hari sebenarnya. Jadi datang itu bayangin dari Jakarta seperti tadi kita bawa barang, kita taruh aja dulu barang-barangnya lalu ke bawah baru berkumpul di bawah kebetulan juga ada kolam renang. Oh sebenarnya selain itu juga memang karena kita mau bikin kolam renang tuh lebih baik di area living ya. Kalau kita masuk di sini living kolam renang paling atas berarti dia strukturnya kan tinggi sekali. Oh i jadi kita mengurangi resiko struktur jadi kita taruh di bawah. Oke. Jadi bebannya lebih enggak terlalu berat di atas ya. Iya. nya enggak terlalu tinggi jadi enggak enggak ada apa resiko getar juga berkurang gitu. Berarti pas sebelum membangun di sini juga ada itu ya Mas ya sondir dulu ya Oh itu dipasti. Kalau sondir sih enggak harus tanah miring, harus disondir. Oke harusnya semua. Iya. Cuman memang kalau ditanam miring kita lebih harus ekstra dan perletakan secara levelingnya juga lebih baik dipikirin enggak kayak biasa gitu. Oke. Nah itu teman-teman semoga jadi informasi yang menarik ya. Jadi lebih hati-hati sih sebelum kita lanjut Mas ini berarti ada satu kamar master di sini. Ini ada kamar semua, kamar master sama kamar anak dua. Boleh kita lihat yang mana dulu, Mas? Mau kamar anak dulu? Boleh. Dan emang benar-benar ini ya semuanya bahkan sampai dalam-dalamnya warnanya hitam gelap ya. Hitam dan aksennya warna kayu aja. Ini warna HPL. Oh oke. Nah, ini dia kamar tidur anaknya. Oh, cuman yang sini ketika masuk kamar enggak hitam lagi ya, Mas Engak hitam lagi ininya [tertawa] walaupun kusen-kusennya dan ini apa? Besi-besinya hitam juga sih. Iya. Ini udah industrial di material ininya ya, mebel-mebelnya. Jadi di sini kita kasih putih aja. Kalau enggak entar gelap banget ya. Iya sih. [tertawa] Nah ini ternyata sama. Pas masuk ke sini ada lagi jendela yang sebesar ini. Mas sengaja enggak dibuat untuk bisa dibuka semua karena kan bahaya juga ya. Jadi buat safety. Ya udah kita bikin cukup segini to. Kita cuma butuh air udara yang alir aja dan kita dengar suara sungai dari bawah Oh oh oh ini di bawahnya ada suai. Suaranya kedengaran. Selain ada sungai ada kolam renangnya. Makanya ada gemericik air. Ini benar-benar asik banget sih Mas kalau buat healing ya. Iya. Bangunannya menghadap mana ya, Mas ya? Barat ya? Agak ke barat dikit ya? Agak ke barat. Semua kamar di sini kita bikin ada semacam corner view ya. Jadi ada jendela lagi ke sini. Oh, ada jendelnya di sini. Iya sih. Jadi lebih puas lagi ketika kita mau melihat pemandangan ya, Mas ya, di sini ya. Rasanya lebih luas kalau punya corner view tuh walaupun cuma segini sebenarnya. Oke. Nah, ini ada yang cukup menarik karena kamar tidur anaknya juga dilengkapi kamar mandi ya. Betul. Semua kamar ada kamar mandi sendiri dan ada jendelanya. Cuman ini yang satu di sini tuh ini kacanya bisa kelihatan nih kita, Teman-teman. [tertawa] Ini memang permintaan dari owner Mas atau seperti apa? Usulan dari Mas Adikah atau gimana? Usulan dari saya sebenarnya karena biar enggak terlalu terkungkung juga di kamar mandi ya. Dia kan enggak dapat cahaya langsung yang ini. Jadi kita ngambil cahayanya dari kamar area tempat tidur ini. Oh oke. Ini komplit ya? Iya. Kalau untuk pemilihan finishing materialnya simpel aja ya Mas ya. putih moza sama yang bawahnya abu-abu gitu ya. Oke. Oh, cuman pintunya dibikin ada jalusinya. Balik lagi karena dia enggak dapat jendela keluar jadi untuk ventilasi udaranya juga kita perlu ambil ke sini selain udah ada exhaust sebenarnya. Oke oke oke oke. Ada lagi Mas yang dari kamar ini. Kamar ini udah ya paling kamar anak satu lagi. Tara. Oh cuman ini dibedakan layout kasurnya ya Mas ya? I karena ini sebenarnya lebih besar dari yang sebelah ini ukuran master kamer master. Jadi ini dipakai buat twin bed. Twin bed masih sangat cukup sekali. Cuman ya emang itu ya karena ini juga sebenarnya tidak disewakan ya Mas ya. Tidak disewakan. Heeh. [tertawa] Soalnya kita belum belum hingga saat ini belum. Karena ee sebelum-sebelumnya kita pas di Bandung ini kita ng-review-nya banyakan disewakan, Mas. Jadi harus kita konfirmasi dulu nih, Teman-teman. Jangan sampai salah informasi. Dan masih punya jendela yang besar juga. Yang besar dan corner juga cornernya. Tapi madap sana ya. Wih. Oke. Asik sih ini. Weh. Jadi benar-benar puas view-nya pas di sini Betul. Kamar mandi yang ini juga ada jendela lagi. He tapi yang ini lebih beruntung karena dia dapat jendela luar. Bisa ambil udara bisa ambil cahaya. Nah kalau lagi mandi ya jendelanya ditutup gordennya. Tapi terserah sih yang lagi mandi mau dibuka apa ditutup. Tergantung niat masing-masing. [tertawa] Oke. Oke. Nah. Mas kita lanjut lagi Mas. Ke situ Mas. Berarti benar-benar ya yang di lantai pertama ini simpel isinya kamar-kamar ya kayak fungsinya tadi ya. Biar si owner pas datang ke sini tinggal naruh barang beraktivitasnya di bawah. Ternyata si pintunya juga dibikin seolah-olah tinggi ya, Mas, dari bawah sampai full ke plafon ya. Iya, betul. Niatnya memang biar enggak kelihatan kayak lubang pintu seperti biasa ya. Jadi kita bikin sampai atas gitu. Cuman ini berhenti di bagian persambungannya si HPL gitu. Oke. 2,4 berarti ya. 2,4. Oke. Nah, kita lanjut. Oke. Kalau untuk kamarnya pun mirip-mirip ya. Mirip-mirip. Cuman ini ukurannya lebih besar. Dan ada corner unit lagi cuma punya balkon ya yang sini ya Mas ya. Dan ada balkon. Betul. Oh, ini cornernya ya. Karena ini master makanya dia lebih dibikin punya view yang lebih luas ya, Lebih luas dan dia punya balkon. Oh, asik sih. Wih, ternyata pas kita keluar ke balkon ini berarti salah satu area yang paling tinggi ya, Mas ya, dari vila ini ya. Iya, betul. Makanya kita bisa punya view benar-benar ke lembah ya. Lembah. Dan ini pohon parahiba. Parahibanya dari bawah sampai atas sini ternyata. Ini soalnya kita sering lihat juga nih, Mas. Terus pada kalau home owner tuh pada mengeluhnya. Iya nih. Tambah tinggi tambah tinggi terus rantingnya pada jatuh. Iya. Ini baru 3 tahun berarti 2 3 tahun sempat. Tingginya. Iya. Udah jadi pendek banget. Seru sih punya ini ya balkon di sini ya. Ah, ini juga view-nya menarik ya, [tertawa] Mas Adi. Karena ternyata di kamar Masterya ini lebih dikasih bukaan yang Lebih gede. Tapi ada betup ya. Jadi ada betupnya di sini ya. Ini benar-benar sih berasa ya memang untuk stayation berarti ya. Kalau untuk kamar mandinya simpel ya Mas ya. Berarti ya simpel cuma tambah betup aja. Oke, ini betap di sebelah kanan ya. Jadi tetap ada wasffel, ada showernya juga. Nah, untuk selama proses desainnya ini, Mas, dari RDMA itu sendiri ee ketika mengusulkan desain ke ownernya itu seperti apa, Mas? Apakah pertama kali kita diusulin terus banyak revisinya atau seperti apa gitu, Pak? Dulu revisinya sebenarnya ada satu cukup major ya. Kamar ini tadinya ada tiga nih kamar anak. Oh, gitu. Oke. Terus jadi dua. Sisanya udah sih perletakannya sama seperti ini. Zoning-nya sama. Paling terakhir-terakhir nanti ada tambahan ruangan di bawah itu yang saya bilang tadi turun tiga lantai nih tanahnya. Jadi paling bawah kita buat supaya tidak nguruk. He. Supaya mengurangi resiko strukturnya juga. Jadi jadi dapat ruangan lagi di bawah ruangan terbuka. Oke. Berarti dari awal ketika kayaknya rumahnya atau vilanya dibikin seperti ini itu kebanyakan juga owner sudah langsung setuju ya Mas ya. ya kan di awal juga kita biasanya sharing dulu ya referensinya kayak gimana, kemauannya kayak apa. Jadi kita enggak pernah bikin kebetulan alternatif sampai berkali-kali berubah-rubah jauh. Jadi dari awal kita sudah tahu tujuannya apa. Kalau ada revisi itu cuma minor dan mempertajam. Jadi bukan bekasih revisi yang bikin bingung malah nanti [tertawa] alternatif lain, opsi lain itu bikin bingung malah. Mendingan kita yang pilihin ee maunya apa nih pilihannya ini kita maju maju maju terus gitu. Oke. Jadi satukan visinya dulu ya. Iya betul. Oke. Nah, sekarang kita ke bawah. Ini menarik nih. Akhirnya kita ke area yang utamanya. Oke, Teman-teman. Kita akan ganti sama Mifta. Oke, sekarang kita udah ada di lantai du harusnya ya. Tapi ini ke bawah. Betul. Minus sat. Minus sat katanya. [tertawa] Aduh, kita ngikut arsiteknya aja lah ya. Ini lantai minus sat kata Mas Adi. Kalau di sini berarti ada apa aja nih, Mas? Di sini area bersama semua ya. Jadiing pantry di situ kolam renang dan area besar ini harusnya ada seating areanya atau meja yang bisa dilipat buat outdoor dining misalnya atau beinbag gitu ya mungkin ya buat menikmati tapi jangan pas lagi terik kayak gini ya mungkin pagi-pagi atau sore gitu ya sore hari pas sudah adem gitu kan berarti kalau bisa dibilang lantai ini tuh lantai utamanya juga ya lantai utama tapi disembunyikan disembunyikan jadi enggak langsung terekspos dari depan tadi ngumpet dulu ke bawah Ternyata pas sampai bawah sini luas banget loh, Teman-teman. Nah, di sini juga kan yang langsung diperlihatkan nih kolam renangnya ya, Mas ya. Karena emang view-nya kayak gini ya udah. Iya. Cocok temenan sama pohon-pohonnya yang numbuh dari bawah kita kasih air di sebelah sini gitu. Biasanya kan kalau misalnya apa ngebangun kalau renang di apa villa gitu kan harus dikasih tanaman ya di pinggir-pinggiran. Kalau ini udah alami Iya udah gratis. [tertawa] Udah gratis dari Allah. Ya Allah. Udah enggak usah ada lagi berarti. Berarti udah enak banget ini. Kalau boleh tahu kalau renangnya ukurannya berapa, Mas? Ini 3* 7. 3 * 7 ya. Lumayan juga loh. Maksudnya bisa untuk berenang beneran gitu, bukan cuman berendam. Bisa. Ini ada area ceteknya untuk anak-anak yang di sebelah sininya ya. Oke, kita masuk ke sini nih, Mas Adi nih. Nah, ini juga masih di outdoornya ya, di luarnya. Dan kalau aku lihat di situ sebelum kita ke sini ya, tentunya ini ada ruangan juga kayaknya. Ini blok service. Jadi ini toilet. Kalau dari sini mau ke toilet, enggak usah ke kamar atau dari kolam renang mau bilas bisa di sini langsung di sini aja. Ini tuh gudang kemudian area genset dan jemur. Oke, jadi semuanya di sini ya? Disimpanin dipetin di sini juga gitu. Nah, ini yang menarik nih. Kalau misalnya aku lihat dari luar sini, dia tuh kayak dikelilingi full kaca semua ya, Mas ya. Betul. Selain untuk view memang dia biar kerasa kayak apa ya? Kayak pavilion di bawah sini. Jadi kayak island gitu ya. Terutama dia kan enggak nempel depan samping gitu. Jadi udara juga bisa buat ngalir kayak gini kan enggak pakai AC ya. Ini mungkin memang lagi trik banget ya. Jadi agak agak gerakah tapi kalau udah dibuka-buka semua itu dibuka alir udaranya jadi kayak angin kayak udara lembah gitu ke bawah sana. Oke. Benar. Dan rasanya pas kita lagi di bawah sini tuh udah kayak beda ya sama di atas kan. Kalau di atas kan masih sejama jalan gitu ya. I jalannya udah ngumpet gitu. Udah ngumpet di bawah jadi enggak kelihatan juga asal kalau ada orang ngintip sih bisa sih [tertawa] di situ. Cuman kita bahas dari tiap sisinya dulu deh Mas. Ini kan berarti udah kelihatan living ya, dining, dan pantry ya di sini. Cuman sisi terbukanya ini kan punya fungsi beda-beda gitu loh. Kalau dari arah sini nih selain emang dia emang enggak ditempel gitu ada celah. Ini buat apa aja nih? Pasti ada. Iya. Seperti tadi saya bilang kalau desain di kontur sebaiknya emang kalau memungkinkan enggak nempel depan belakang kiri kanan. Oke, kalau memungkinkan. Nah, kebetulan nih tanahnya cukup besar, kebutuhan ruangan juga enggak terlalu banyak. Jadi, kita sengaja mundurin. Selain memang ini setback GSB ini kalau ada hujan cukup besar dan lain-lain, kita bisa alirkan dari situ tuh pipa-pipa itu tuh untuk drainasenya. gitu. Jadi lebih amanlah buat rumahnya. Benar. Terus selain itu ini juga kita bisa keluar sini kan ya? Bisa keluar untuk ke bawah nanti ke kolong dan ke bawah masih ada lagi sih, cuman kita perlu bahas ininya dulu nih. Iya. Terus, nah ini juga ada yang menarik nih untuk di feelingnya ini nih seperti apa nih Mas Adi? Memang ini kan sebenarnya semi-semi industrial juga ya karena warnanya hitam ada yang expos jadi ya ini ownernya minta diekpose jadi kita expose. Tapi bagian sini sebenarnya ada palsuan ini palsuan expose. Karena di atas ini kan persis ada toilet harus harus ada pipa yang mengalir ke sebelah sana. Jadi ini kita cover karena ada pipa yang mengalir ke sini ke tembok. Oh, oke. Nah, ini sebenarnya ada pipa tapi enggak kelihatan ya. Kayak menyatu aja gitu karena warnanya disamain. Kelihatan. Iya. Oke. Terus apa lagi nih, Mas? Kita punya balkon lagi di sini. Pulde kecil. Kalau di renderan sih di sini kayak lagi yoga gitu, lagi senam gitu. Oh, iya benar nih. Wah, kayaknya kalau pagi-pagi asik nih. Kalau itu kan yang ramai-ramai yang di sana yang gede. Ini yang kecilnya untuk taruh binback sendiri gitu. Oh, iya. Di sini lebih kayak untuk menyendiri lah. [tertawa] Di sini habis berenang terus kita bersantai di sini. Tapi asik sih ya di sini emang udah no the best sih maksudnya terbuka semua. Cocok buat healing ya. Iya dapat suara air sungai di bawah suara tongerek. Oh iya kedengaran banget sih harusnya di kamera juga ketangkap banget. Dan kayaknya entar kita semakin ke bawah semakin kedengaran suara aliran sungai juga sih. Iya. Nanti kita ke bawah ke bawahnya Oke. Terus ada apa lagi? Ini untuk ee apa? Utilitas kolam renangnya ditaruh di sebelah mana, Mas? Di bawah. Nanti kelihatan ada. Oh, di bawahnya ya? Iya, ada pompanya, pemanasnya juga di Oke, siap. Di bawah ternyata masih ada lagi. Jadi, sebenarnya tiga lantai tapi Tapi kalau untuk konsep ee mendesain ininya sendiri nih, interiornya seperti apa? Apakah ini juga dari Mas Adi atau dari ownernya? Kalau interior sebenarnya kita cuman zoning-nya aja. Di mana pentry, di mana TV gitu. Jadi setelah itu kebetulan owner cari-cari sendiri. Paling mensesuaikan sama renderan dari kita di awal gitu. Kayak berarti untuk kayak ton warnanya juga jadi masih sama gitu ya di sebelah sini. Emang area sini tuh bisa gabung jadi satu dengan segala aktivitas ya Mas ya. Jadi ada yang lagi makan di sini, ada yang lagi santai di sini tapi bisa saling sambil ngobrol juga ya. Betul. Sambil langsung lompat ke situ. Iya benar. [tertawa] Ini bisa dibuka semua kan ya? Iya bisa bisa dibuka semua. Wah asik nih kayaknya kalau pagi udara pagi gitu kan adem. Ada lagi enggak, Mas? mungkin. Tapi selain aku lihat ini walaupun full kaca ada roller blind-nya juga ya maksudnya. Oh iya memang harusnya tetap ada ya. Betul. Untuk privacy tetap kita sediain ya. Jadi kalau kayak gini nih biar enggak kelihatan dari jalan tutup aja sebenarnya. Mungkin tadi orang ada yang tapi kan itu bisa kelihatan dari jalan. Tenang guys. Bisa ditutup juga dari situnya karena benar-benar full kaca semuanya Cuman ya emang resikonya pas lagi trik ya trik aja gitu ya Mas ya. [tertawa] Jangan nongkrong di sini ya kalau lagi trik berarti. Lagian kan nanti juga udah mungkin sejam lagi sudahud mulai adem, terus udaranya ngalir juga kan dingin ya. Jadi lumayanlah. Emang sengaja di sini juga enggak ada AC-nya, enggak ada kipas angin. Tapi anginnya sih adem sih ya kalau di sini. Nah, kalau misalnya di pantrynya ini sendiri ya udah sebagaimana pantry aja. Ada yang mau dijelasin lagi, Mas? Mungkin yang belum aku tanyakan. Ini udah ya, paling ini kita bedain zoning. Selain dari perletakan ini kita tambahin plafon daun apa daun silingnya. Ini drop sili. Iya. Jadi kayak pemanis juga ya ini aku ngelihatnya jadi beda aja gitu. Lanjut ke bawah mungkin nih dari sini kita jadi apa ya? Bisa lihat balkon itu dulu. Jadi kalau ada yang lagi di situ kan juga view-nya beda. Terus ada yang lagi ee apa bersantai di sini. Kita bisa lihat juga. Iya. Benar-benar ini ya tu ada yang lagi minum. Tuh ada yang lagi minum. Kegep gila [tertawa] tuh. Pas waktu turun ke sini nih Mas beda ya. Karena dia enggak ke enggak kena matahari. Adem. Langsung [tertawa] adem banget. Adem banget. Tapi ini emang fungsi utamanya apa nih, Mas? Dirancang untuk apa nih sebenarnya? Karena konturnya tadi tiga lantai ke Sebenarnya kan ini lantai lantai kedua di bawah itu masih ada lagi. Jadi sebenarnya konturnya tuh tajam. Supaya menghindari konsekuensi struktur daripada kita bikin DPT terus diisi tanah jadinya nanti takutnya ada pergeseran dan lain-lain kita manfaatin jadi ruangan. Walaupun memang jadi biaya lagi tapi ini lebih aman untuk struktur karena kita enggak banyak cut and feel di sini. Oh iya benar. Dan untuk jangka waktu berapa tahun ke depannya kayaknya lebih aman juga ya. Betul. Kalau di lahan kontur tuh cut and feel kita harus pikirin seminim mungkin Mengerubah keadaan tanah itu lebih baik dihindari kalau bisa gitu. Paling cuman galian-galian untuk pondasi gitu. Nah, ini berarti buat acara apa nih ceritanya [tertawa] di sini? Ini kalau ada kayak anfater gitu ya. Nih prasmanan di sini nih. Atau enggak bikin games ya? [tertawa] Oh iya, kayak acara keluarga gitu kan misalnya keluarga besar ini muat banyak banget orang sih BTW di Tuh ada penonton kita satu. Belum mulai. Belum mulai acaranya Mas. Belum. Belum. Belum. Ayo Mas nari dulu. Udah [tertawa] ngecek dong. Nah kalau misalnya lihat di sini ini juga kelihatan nih. Nah ini instalasinya. Instalasinya ya Mas ya. Kolam renang. Ini alat-alatnya di bawah Di bawah situ. Ini ada AC apa nih? Pemanas. Heeh. itu pompa-pompanya. Oh, ada di bawah sini semua. He. Dan walaupun ini tuh udah ada tanaman alaminya, tetap dikasih tanaman loh, Teman-teman. Iya. Ini basically kita di bawah bangunannya seginiil besarnya kan. Heeh. Ini kamar anak, kamar anak itu area tangga itu master. Jadi bisa ngelihat dari sini ya, dari kotak sini ya. Kita review-nya tadi harusnya dari bawah, Mas. [tertawa] Naik ke atas kan biar kayak rumah yang enggak downslop gitu. Iya. Kalau rumah ini berarti udah seperti ini aja rencana ke depannya. Apa masih ada lagi kah? Kalau dari awal sih terakhir paling ee kapan disewakan? Oh, kapan disewakan? Pak Feri punten kapan? Kayaknya yang mau jadi ee tidur pertama, tamu pertama arsiteknya kayaknya pengin merasakan hasil karyanya sendiri gitu. Oke, kita mungkin ngobrol di atas dikit. Yuk. [musik] Oke, kita udah selesai nih villaturnya sama Mas Adi. Biasanya kalau udah duduk kayak gini tuh salah satu yang ditunggu-tunggu juga nih, Mas, sama Oh, gitu. Karena ngomongin soal budget biasanya kayak kisaran berapa sih mereka penasaran biasanya kan siapa tahu ada yang mau bikin villa juga nanti sama Mas Adi boleh diceritain mungkin. tahun itu 2022 2023 itu mungkin sekitar 7 jutaan ya semeter. Jadi ini sekitar 1,5 lah. 1,5 ya tahun segitu ya. Tentunya tapi terakhir ada penambahan-penambahan lagi mungkin di luar itu sih. Iya enggak nyampai dua tapi. Oke. Nah itu proses pembangunannya berapa lama tuh, Mas? 1 tahunan. Cuman tantangannya apa sih kalau ngebangun di kontur yang kayak gini? Struktur. struktur [tertawa] struktur. Jadi kita gali dulu, soundir dulu ya. Soundir sih biasa ya. Terus penggaliannya, levelingnya juga mesti cocok sama jalan yang di depan yang miring. Oh iya gitu. Jadi kebetulan juga kita ee lihat tadi jalannya ada satu sisi yang sudah ketemu jalan, sisi yang lain agak tinggi gitu. Nah, itu emang begitu salah level kan semuanya ngaruh ya. Jadi levelingnya harus diaturin dari awal. Nah, ini projjectnya Mas Adi banyak juga kah yang kayak gini atau cuman ini Oh, banyak juga ya. Banyak juga di Bandung juga yang di Bandung juga gini, di Bali juga begitu sama. Tapi bisa ini apa terima di mana aja nih kalau misalnya teman-teman biasanya kan seluruh Indonesia nih soalnya mereka spesifik Mas kadang karena kita tahu ini di Bandung kiranya tuh Mas Adi cuman ngerjain di Bandung aja kayak gitu. Di Bandung ada Jakarta, Bali ongoing di Bajo. Wah seru. Iya. Di Batam juga tapi kita cuma sampai desain aja enggak sampai pengawasan. Oke teman-teman bisa tanya lebih lanjut ke mana kalau misalnya ada yang mau ngontak. Boleh ke Instagramnya RDMA RDMA Designs. Tuh, entar langsung ketemu sama ditanya-tanya aja teman-teman siapa tahu ada yang mau bikin villa juga nih atau rumah. Enggak cuma di Bandung ya teman-teman, bisa di mana aja ya. Oke, makasih banyak juga nih teman-teman yang sudah nonton sampai akhir. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wickson Uftajana Inspira Homes dan TikTok kita. Bye bye. Oke, Teman-teman lupa [tertawa] harusnya mic-nya di dalam tenggorokan. Ah.

Lihat di YouTube