Villa Mepet Sawah dan di Tengah Bukit! The Sun and The Hills (YouTube Video)
Hari ini kita lagi berada di Jogja dan kita mau mer-review nih, mau house tour sebuah villa mewah mepet sawah. [tertawa] Tapi ini beneran definisi mewah dan emang mepet sawah gitu loh, Guys. Kan mewah beneran dan mepet sawah gitu loh. Jadi real gitu. Oke, kita lihat yuk yang satu ini. Oke. Oke, sekarang kita sudah berada di depan ya, di bagian paling depan dari villa ini. Ini adalah area carpor. Carport. Di sini bisa buat dua mobil dan dikelilingi sama burung. [tertawa] Dia salah fokus, Teman-teman. Ada burung-burungnya nih. Ini buru meleran Mas Ican kali ya. Heeh. Mas Ican. Mas Ican tuh yang jaga. Ada di dalam sini orangnya. Dan btw ini tuh kita lagi berada di The Sun and the Hills. Dan kita kemarin udah sempat jimit dulu sama Mbak Wulan, ownernya dari Desan and the Hills. Kebetulan beliau sekarang sudah tinggalnya di BSD. Heeh. Tadinya memang Desa Hills ini mau dijadiin rumah pribadinya ya. Iya. Tapi makanya kalau entar kalian lihat desainnya di dalam itu semua tuh keinginannya Mbak Wulan gitu. karena emang mau dijadiin rumah pribadi, tapi ternyata enggak jadi dan akhirnya disewakan. Iya. [tertawa] Jadi sebenarnya kan ya tiap orang pasti punya cita-cita ya kayak bayangan ingin tinggal seper e di rumah seperti apa. Kebetulan ke ee di daerah ini tuh sebenarnya kayak Bapak saya tuh dulu kena penyuluhan di sana. Nah, akhirnya pas itu Bapak sempat laporan. Nah, kok saya senang gitu kan. terus sawah-sawah, terus kemudian ee ada bukit-bukit yang mana tuh kayak kok syahdu banget ya, hijau ee terus kayak damai kayak gitu ya. Apalagi sore-sore tuh angin semilir kayak gitu. Kemudian ee ada ketika ada rezeki akhirnya kita bangunlah itu sebenarnya untuk rumah itu. Makanya konsepnya memang tiga kamar gitu kan. Kenapa namanya juga di Sun the Hills? karena saya ee ketika pagi kita saya bisa lihat matahari dan bisa lihat bukit-bukit gitu. Nah, sementara kan suami memang tidak bisa ee apa namanya dinas pindah ke Jogja ya akhirnya kita sewakan dahulu kayak gitu karena ee namun karena misalnya kita tuh agak khawatir ya kalau sewakan dalam jangka panjang misalnya tahunan takut rusak atau gimana lebih resiko ya. Jadi akhirnya kita sewakan ee harian kayak gitu. Nah, ini kita dari depan sini ini udah ada yang menarik. Ternyata si ini kan kanopinya tuh dibikin dari tanaman yang me mededuhkannya. Heeh. Yang menainginya. Ini tanaman apa ya? BTW kayak yang lalapan itu enggak sih? Iya kayaknya ya. Kayak apa? Terong Belanda ya? [tertawa] Enggak tahu. Nah, luas tanahnya di sini itu 387 m². Luas bangunannya 200 m². Dan ini memang kan dikelilingi sawah. Kavlingnya pun bentuknya kotak banget seperti cavling sawah di kanan kirinya. Lebarnya tadi kita ukur pakai meteran sekitar 7,5 m sampai 7,6 m. Panjangnya 50-an ya. 50-an. Makanya layout dari si villanya sendiri yang bagian depan ini buat area servisnya ya, buat yang jaga untuk istirahat sama beraktivitasnya di sini dan vilanya atau rumah pribad situ dan emang dijedein dulu sama taman hijau ini maksudnya area hijau karena emang di sini kan luas ya tanahnya jadi enggak mepet-mepet gitu. Dan kalau misalnya kita lihat dari sini ini benar-benar kanan kiri depan belakang semuanya sawah sih. Apalagi kalau dilihat dari drone tuh benar-benar ada satu villa di tengah sawah. Iya. Dan ini kalau kita bicara fasadnya, fasadnya model apa nih, Hun? Kayak American, tapi mungkin ar ada kayak farmhouse-nya juga di dalam ya. Iya. Mixing ya. Mixing ya. I. Dan ini kan kata Mbah Wulan juga ini didesain dibantu sama arsitek cuman banyak sentuhan personalitasnya dari Mbak Wulan juga ya. Iya. Katanya dia udah punya konsep keseluruhannya sebenarnya. Bahkan sampai material-material yang dipakai di sini itu banyak yang dibeli di Jakarta karena di Jogja itu belum ada. Betul kayak gitu. Salah satu contohnya yang sudah langsung kelihatan di situ ada atap bitum. Katanya pas Mbak Wulan di sini nyari enggak ketemu mana suppliernya. Akhirnya harus beli di Jakarta pas lagi ada event yang di BSD itu ya. Iya. Akhirnya dibawa ke sini deh. Jadi deh udah terpasang. Oke. Jadi ini juga cukup unik ya karena kalau misalnya depannya sini kita lihat dia kan kayak ada ada naikannya dulu. Jadi memang dibikin agak naik. Ini juga kalau kita bicara dari konstruksinya karena sebelumnya ini adalah tanah sawah. Prosesnya juga cukup panjang kalau kata Mbak Wulan. Jadi dia pastinya udah disondir dulu untuk ngecek semua kondisi tanahnya segala macam. Dan untuk pembangunan strukturnya biar kayak entar menghindari gempa dan lain-lain itu sampai double batanya. Iya. Iya. Ini salah satu untuk ini dinding perimeternya baterainya double. Terus struktur pembersihannya, rangkanya, cakarannya, pokoknya semua tuh yang benar-benar di-upgrade ya. Iya. Dan ini kan dua lantai, sebenarnya bisa sampai mungkin 4 sampai 5 lantai kuat gitu, Mas. Kuat. Kuat pondasi dan strukturnya. Cuman ya udah ini dia jadinya dua lantai. Dan kita ternyata pengalaman ketika masuk ke sininya pun lucu ya. Jadi kan yang setengah tengah situ tadi kita ngelihat kanan kiri sawah dulu baru kita masuk ke dalam rumahnya. Ini ngomongin main entrance-nya dia dibikin double door dan ada yang menariknya ada lengkungannya ya. Kita akan sering melihat nih elemen-elemen lengkung kayak gini di dalam rumah ini. Oke, silakan masuk. Tada. Nah, pas baru pertama masuk langsung disambut sama area Fire yang cantik banget. Jadi, pertama kali orang masuk tuh kesannya udah kayak wah ini rumahnya estetik, Kozi, homie. Dikasih cermin lagi langsung disuruh ngaca ya kan dengan berbagai peramperik di sini. Dan kalau ke sini ini tuh tangga sebenarnya dan area bawah tangganya ini dimanfaatkan untuk storage. Ini buat naruh sepatu sandal sih kalau di sini. Oh iya buat nyimpan. Kita itu pas masuk ke dalam rumah enggak langsung ketemu sama ruangan besarnya. Ruangan besarnya itu ada di situ. Nah, sebelum ke situ ternyata di sini ada area untuk kamar mandi. Tara. Ini lengkap ada wastaffel cermin, ada insan di situ, ada kloset dan ada showernya. Nah, ini ini sepertinya kalau ngelihat dari finishing dindingnya ini dia juga banyak pakai material-material yang dikirim dari Jakarta nih yang mungkin di sini juga masih agak susah untuk ditemui seperti dikasih l kayak gini list warna gold moza tiles kayak gini terus homogeneous style motif terazo baik yang di situ maupun di bawah dan ada yang dilengkungin lagi sih di sininya cakep amat ya oke kita lanjut di sini kita melewati koridor yang tidak begitu luas tapi membawa kita ke satu ruangan yang emang luas bangetinya luc Lucu tahu. Iya, semua lampunya di sini lucu-lucu pemilihan lampunya emang itu semuanya e ini sih dari Mbak Wulan juga ya katanya idenya semuanya dipilih. Nah, masuk ke ruangan ini. Ini ruangan komunalnya di lantai satu semuanya ini untuk beraktivitas. Di sini ada living dining kitchen dan ini living-nya pun dibuat sunnen gitu ke bawah. Ini seru banget sih kalau sunken kayak gini. Nah, jadi kerasa kalau ngumpul-ngumpul tuh kerasa lebih apa ya? Luas sama kerasa lebih ya udah ngumpul gitu. Iya. Privat. Jadi walaupun ini kan areanya open space, tidak ada dinding, tapi ketika dia diturunin levelnya ada tiga anak tangga kan berarti itu kayak jadi area tersendiri ya. Dan aku suka juga kalau dibuat kayak gini karena enggak jadi bikin kesannya penuh. Yap. I kan karena ini sofanya kan cukup besar tapi adanya di bawah gitu. Nah, kamu kalau kamu bilang kesannya enggak terlalu penuh karena di belakang sini ada jendela yang besar sebenarnya. Ini view-nya tuh ke kolam renang di belakang dan view yang lepas tuh. Karena ini enggak bisa digeser ya karena dikunci gitu kan. Kita intipin dulu kita kita gini [tertawa] tuh bagus banget kan. Wow. Oke nanti kita bakal ke belakang situ. Nah untuk styling interiornya juga dominasinya kayu ya dominasinya motif kayu. Walaupun tidak semuanya kayu beneran kayak ini kan dilapis HPL. Betul. Dilapis HPL. Lantainya juga pakainya homogeneous style yang motifnya menyerupai kayu 15* 60. Dan ini tuh kalau misalnya homogeneous style tuh aku lebih suka sih daripada SPC atau vinil karena emang lebih tahan lama juga sih. Tahan banting. Nah, ngomong-ngomong ada maknanya enggak sih Hun kenapa dinamakan The Sun and the Hill sama Mbak Wulan? Karena kita tuh ngelihat entar ke sekelilingnya itu bukit semua dan emang disinari matahari. Enggak si? Iya. Jadi ini kan arah sana tuh hadap timur, sana hadap barat. Jadi, matahari ketika terbit bisa kita lihat dari sana dan matahari ketika dia terbenam bisa kita lihat juga dari sana. Dan katanya pas sunset juga cantik banget sih kalau lagi enggak hujan. Nanti kan kita akan nyobain nginap di sini. Kita akan buktikan tuh seperti apa cantiknya dan kita akan berusaha untuk dokumentasikan biar teman-teman bisa ikut merasakan dan pengin juga ke sini ya. Eh tadi tuh kan kita bilang ini di Jogja, ini tuh di daerah Candi Singo Madurejo Yogyakarta. Kurang lebih sekitar setengah jam untuk menuju ke sini dari kota Jogja ya, dari stasiun Jogja tadi ya. Oke, nah kita masuk ke area makan dan dapurnya. Ini area makannya asik banget sih. Jadi kita mau duduk di kursi mana pun yang kita pilih itu view-nya bagus gitu loh. Apalagi ini jendelanya besar banget, full kaca dan view-nya sawah. Jadi enggak usah pasang lukisan ya di rumah ini ya. Iya. Dan ini kita terima kasih juga sama Mbak Wulan sudah disiapin. Ada welcome drink-nya. Iya. Tadi ada anggurnya. Siapa yang ngabisin? Ayo. [tertawa] Insan insan yang ngabisin. Asik banget sih. Aku juga suka untuk pemilihan meja dan sama aku juga baru mau lihat banget. Tapi ini kalau misalnya ngelihat kayak gini juga di Jogja ini kan banyak banget kayak toko-toko dekor gitu yang emang rotan-rotan kayu-kayu yang Jogja banget gitu. Gebyok gitu-gitu juga ada kali ya. Iya. Emang ciri khasnya banget. Jadi ini tuh ada paduadannya ya. Ini kan kalau misalnya kita lihat lampunya kan emang kayak klasik banget. He tapi dipaduadan sama alam. Jadi kayak farmhouse ya. Iya. Ini apalagi kalau misalnya ke arah dapurnya. Oke, kita lihat dulu nih ke arah banget sih di sini. Kita selesaiin dulu tournya yang area sini dulu sebelum keluar maupun ke atas. Nah, ini ceritanya gimana, Bu? Area dapurnya ini kalau misalnya kamu lihat kayak gimana? Kalau aku sih suka banget ya karena kan di sini area masaknya emang dia mungkin enggak terlalu luas di sininya, tapi di bagian island-nya ini benar-benar dibikin luas banget dan multifungsi di bagian sananya buat makan. Di sini ditaruh sink-nya dan ditaruh di sini itu full storage semuanya. Terus kamu notice enggak? Enggak ada potongannya tahu ini countertopnya. Selebar ini kayaknya sekitar 1,2 sampai 3 m ke sana. Cakep ya? Clean gitu. Clean sih. Dan terus motif yang dipilih tuh enggak terlalu banyak urat-uratnya gitu loh. Jadi kelihatan clean, kelihatan kontras sama ini warna HPL-nya. Untuk utility-nya yang ada di dapur komplit. Komor tanam, cooker hood, terus di situ ada air fryer ya itu ya. Oh, rice cooker. Maaf. Dan ada microwave ya. Microwave pokoknya lengkap semuanya di sini. Peralatan makan, masaknya juga ada. Kulkas juga ada, mau dispenser ada juga. Mau apa lagi? Oke, sebelum kita naik ke sana karena udah kelihatan mungkin tadi tangganya, kita ke sini dulu nih. Oke, kita ke sini karena ini salah satu spot yang asik juga. Pintunya juga dipakaiin pintu kaca Dan ini sebenarnya bisa dibuka sampai full. Iya, ini sebenarnya folding door ya, jadi bisa diosin sampai full. Tapi kita cukup buka satu aja. Dan ini dia view-nya yang benar-benar wah ini kalau misalnya aku kebayangnya kalau pagi-pagi sih berenang di sini terus ngeteh di situ kan situ sambil ngelamun gitu. Slowing, slow leaving. Benar. Cuman memang perlu dinotice juga kalau teman-teman nyobain nginap di sini karena memang bisa rate-nya sekian ini. Kalian bisa cek di Instagramnya The Sun and the Hills juga Airbnb bisa juga ya di situ ya. Tiket.com juga ya kalau enggak salah ya. Pokoknya ada di sinilah. Perlu kalian notice ini kan lokasi benar-benar di tengah sawah. Jadi tidak ada pohon-pohonan di kanan kiri. Otomatis ketika agak siangan dikit area situ pun jadi jauh lebih terik. Ya udah pasti kalau di tengah sawah kayak gini jadi temannya para ini ya ada aja serangg. Pokoknya kalau misalnya kalian sudah memutuskan untuk bermalam di sini udah harus bersahabat dengan alam juga karena kita enggak bisa ngontrol kan. Dan ini itu habitatnya mereka gitu. ee bagaimanapun kan kita di tengah alam ya, benar-benar di tengah alam. Dulu masalahnya adalah ee serangga. Kita tuh enggak bisa mengendali mengendalikan musim, mengendalikan serangga. Kita bisa mencegah, kita menjaga mencegah misalnya dengan ee alat-alat mengendali serangga. Tapi bagaimanapun karena itu di luar kuasa kita ya. Jadi kayak misalnya kemudian juga misalnya kita ee kita anjurkan misalnya kalau malam sebaiknya ditutup ee apa namanya? Pintu, jendela. Karena bagaimanapun itu benar-benar di tengah sawah ee karena masih ada serangga atau misalnya dari serangga-serangga malam sampai misalnya kadang-kadang tomat pun ada kayak gitu. Jadi kita cuma bisa meminimalsir karena bagaimanapun itu di alam. Cuman aku paling suka juga nih ketika melihat sini ternyata si kolam renangnya juga dia di finishingnya pakai batu alam. Iya benar. Jadi benar-benar apa ya? Jogja banget. Jogja banget. Airnya juga pas sejernih ini, sebening ini, wah asik banget sih. Tuh lihat kita punya view ini orang ngebajak sawah loh. [tertawa] Benar-benar masih asri banget ya. Ini kita kayak orang kota banget ya kayak bukan karena emang sehari-harinya [tertawa] emang kita di Depok melihat kayak gini kan enggak kan. Jadi sehari-hari kita bekerja keliling Jabo Detabek itu enggak kayak enggak ada yang kayak gini fullnya gitu. Only in Jogja. Wah anjay. Nah, di sini juga dikasih spot buat kalau misalnya kita ini di sini nih buat siang-siang bisa. Oh, iya siangnya di sini. Oh, iya benar. Enak banget lagi duduk di sini view-nya langsung sana. Kayak lukisan loh kalau dilihat. Cantik banget. Terus kalau sebenarnya kalau kita dari belakang sini ini tampilan fasetnya beda. Jadi kan kalau dari depan tadi ya udah satu dinding masif aja ada buka-bukaan. Si atapnya cuma kelihatan flat aja. Tapi kalau di sini kelihatan kayak banyak jendela terus sama atapnya pelana yang agak ke depan kayak gini. Iya. biar ngelindungi balkonnya ini kan. Heeh. Dan memang ditujukan untuk view-nya luas ke belakang. Karena akses jalannya dari depan. Nah, ini kita lanjut ke atas. Ini ternyata dindingnya dibedain ya warnanya ya. Iya. Dan kita emang sehati ya. Oh iya. Biru kita menyatu dengan dinding kita jadi pajangan aja di sini. Terus sengaja si saklarnya dibikin warnanya kontras nih. Iya ya kan? Dan sama semua sih di semua ruangan pakai yang warna gold kayak gini. Nah, ini tuh sebenarnya di bawah sini juga e buat penyimpanan loh. Jadi, banyak storage-nya di sini full. Terus ada cerita juga ternyata dari Mbak Wulan karena memang lokasi di sini kan di sekitaran sawah banyak perairannya juga. Otomatis rumah di sini pun lebih lembab ya. Iya, kerasa lebih lembab. Makanya mungkin teman-teman akan notis beberapa kayak e si catnya ada jamurnya gitu ya. Karena emang lokasinya lembab dan itu pasti jadi pertanyaan teman-teman kan yang pada komentar di kolom komen tuh. Itu namanya sebab akibat. [tertawa] Tinggal gimana cara kita mengatasinya aja ya. Jadi one day atau day one? Day one versus one. [tertawa] Day. Nah, area tangga di sini aku suka juga. Biasanya kan area tangga itu ya mungkin kalau ada ada bukaan jendela aja. Tapi kalau ini pintu loh besar double door juga mirip sama yang di depan tadi ya. Dan itu sebenarnya menuju ke balkon dan ada lengkungnya lagi. Coba mau ke balkon enggak usah. Oh enggak usah. Kenapa? Panas si mau ngelihatin ini sih apa namanya? Lampunya. Jadi, lampu-lampu di rumah ini tuh semuanya unik-unik. Termasuk yang ini. Ini menurutku cocok banget ditaruh di bagian tangga gini ya. Karena ini kan cukup tinggi, terus dia kayak menjuntai gitu. Dia kan ketinggian yang berbeda-beda, simpel tapi jadi aksen yang menarik sih. Kalau saya saat ini masih paling tinggi 183. Aku lebih tinggi nih 190. Kamu naik tiga anak tangga tetot. [tertawa] Aku mau yang bahas ini, kamu yang bahas atas. Oke, Teman-teman, aku mau ngajakin kalian melihat sebuah kenyamanan yang mungkin tidak bisa kalian temukan kalau berada di kota. Ini kamar benar-benar posisinya tuh asik banget. Punya bukaan jendela dan sengaja dibikin jendelanya segede ini. Ini kan cuma ada kusennya yang sebelah sini ya. Sini juga ada deh. Maksudnya tidak ada potongan-potongan kacanya sehingga view-nya benar-benar lepas ke sana. Ini bisa dibuka yang ini enggak. Terus entar kalau ada yang nanya lah entar kalau kelihatan dong kalau lagi tidur ya enggak ini kan ada ini ya roller bl-nya yaah jadi enggak kelihatan benar-benar asik banget ketika di sini tidur view-nya ke sana bisa nongkrong juga karena ini dibikin furniturnya bisa buat duduk-duduk juga sambil membaca di situ. N ini ada cermin juga yang besar terus di sebelah sini adalah lemari-lemari buat nyimpan-nyimpan baju segala macam handuk. Terus ada ini nih pot-pot tanah liat yang lucu-lucu banget. Aku izin ya, Mbak ya. Aku melihat nih lebih detail ini pasti karya seninya. Kemungkinan besar dari Jogja juga karena Jogja tuh salah satu kota yang penuh karya seni selain kota pelajar juga ya. Oke, lanjut. Oke, kalau tadi itu tuh lantai 1, seteng. Nah, ini kita menuju ke lantai du. Ada dua pintu lengkung di sini kanan dan kiri. Ini adalah kamar tidur. Kita ke sini dulu ya. Ini kamar tidur utamanya. Wih, lihat ke sana langsung view-nya sawah lagi. Tapi ayo kita house tourin satu-satu nih. Room tour ya. Nah, ini langsung ketemu sama kamar mandi dulu. Kamar mandinya cukup luas di sini. Jadi kebagi beberapa area. Kalau ke sini ini area showernya, area basahnya paling ujung. Terus warnanya beda kan. Jadi setiap kamar mandi di sini tuh semuanya beda-beda tema. Kalau di sini serba kayak hijau-hijau gitu. Dan kalian lihat mozacil-nya di lantai ini. Ya Allah, bagus banget. Terus di sini kamar mandi benar-benar terang banget karena ya tadi banyak jendelanya ya dan pembagian areanya juga asik banget. Kalau tadi di situ ada shower, ada closet dan ini ada wasffel. Nah, kalau di sini ini tuh ada backup-nya yang ngelihat bisa ngelihat ke arah sana juga. Cocok buat honeyon ya ini ya. Emang konsepnya kayak hotel-hotel yang buat honeyon gitu loh. Emang ngapain nih kok kalau bisa kelihatan gitu? Kayak lihat akuarium ya. Heeh. akuariuman mukanya sambil membayangkan sesuatu yang iya-ya soalnya dia udah mau nikah habis ini. Dia juga dibikin double door gini. Sebenarnya kalau ini kan kemar mandinya cukup luas. Jadi kalau misalnya satu pintu pun sebenarnya oke. Tapi biar unik gitu ya dibuat kayak gini berasa kayak gebyok enggak sih? tapi versi kecilnya gitu. Dan kemarin kalau apa aku keingat lagi kata-katanya Mbak Ulan memang semuanya ini tuh ya udah kemauannya dia aja kan karena tadinya mau rumah pribadi gitu. Dan di sini ada kasurnya. Wah, sekelilingnya benar-benar jendela besar ini. Kalau misalnya kita tiduran di sini, lihat ke depan udah langsung alam. Enggak usah pasang. Benar-benar enggak ada ini loh. Enggak ada potongannya ya sini. Iya, enggak ada potongan sama sekali. Berapa harganya kaca? [tertawa] Lumayan loh. Dan ada berapa di rumah ini gitu. Nah, kalau misalnya di kamar tidur ini benar-benar nyaman banget sih menurutku. Ini kan kasurnya di tengah kanan kirinya ada bedset table-nya. Terus masih ada unsur-unsur tanamannya juga ya di bawah di kamar ini. Dan di sini tuh biar enggak polosan dikasih wall molding. Nih ini juga salah satu aksen buat mempercantik dinding. He. Oke, sekarang kita ke sini. Ada sliding door, kaca juga dan ada balkon. Balkonnya ini tuh connecting sama kamar sebelah. Jadi emang kelihatannya panjang. Dan di sini kita bisa naruh kayak gini nih. Nih dibilang sofa. Sofa tapi dibilang tempat tidur juga bisa. Muat loh tidur di sini. Wih. Dan ketika di atas di sini ternyata benar-benar view-nya lepas banget. Huh. Enggak ada penghalang sama sekali. Cantik banget ya. Masyaallah. Paling enak ngapain coba di atas sini? Hah? Paling enak ngampain di atas sini ngelamun sih dari tadi kayaknya di semua sudut menurutku ya. Kayak ya udah menikmati aja gitu kehidupan kita yang lagi slow ini. Cocok buat slow living. Oke langsung lanjut sini aja. Nah ini tuh langsung tembus ke kamar sebelahnya. Sebenarnya kalau untuk layoutnya sebenarnya mirip-mirip ya, cuman kayak mirroring gitu loh, ditukar. Ukuran ruangnya juga mirip. Paling yang beda di kamar mandinya aja ya. Iya. Tapi ini tuh kayak dari tadi kalau misalnya kita lihat ya pasti tetap beda kayak di pan ini dibedain. Oh. Ini juga lucu banget loh ini. Lucu sih lucu banget. Terus kayak lampunya juga yang tadi aku udah notice berulang kali dan di sini di bagian depannya tuh rapi banget loh. Ada banyak storage loh sepanjang itu sampai sini. Terus ini ada yang bagian untuk gantungnya. Dan setiap ruangan pasti ada cermin besarnya juga Oke, kita lihat kamar mandinya di sini. Tema apa nih? Tuh beda lagi kan? Ini warna hijau atau hitam ya? Hitam. Hitam ya. Jadi di sini ada sisi lengkungnya di bagian apa? Showernya sini. Terus aku suka sama di dindingnya ini loh. Jadi dia divariasi sama tegel gitu di tengah-tengahnya jadi enggak polosan putih semua. Dan wasffelnya lucu banget. Teraz biru gemes. Baulan [tertawa] benar-benar terwujud nih rumah impiannya ya katanya dia tuh di sini. [musik] Oke, kita udah selesai villa tournya. Menurutku ini The Sun and the Hills benar-benar villa yang mewah, mepet sawah dan beneran mewah gitu. Dan aku udah enggak sabar sih bermalam di sini. Sebenarnya mewahnya tuh sebenarnya bukan yang luxury banget, bukan. nya tuh beda loh feelnya feel-nya tuh benar-benar kayak wah dan tahu enggak teman-teman untuk biaya bangunnya itu menarik nih nih dibahas sama Mbak Wulan nih kisaran Mbak tuh sebenarnya tuh dengan ee apa namanya luas segitu ya itu setengah sampai du tapi ternyata naik hingga 2,75 atau 3 tapi itu sudah dengan ini ya sudah dengan isi ya mengisi karena ternyata satu adalah karena ini adalah plus minus ketika saya ee apa mengerjakan sendiri tanpa kontraktor ya karena akhirnya semua itu kayak enggak ada apa namanya ukurannya saya kan kemudian karena menggunakan tukang jadi tukang itu bukan ee kontraktor jadi memang tukang harian kan jadinya jadi memang ee ya itu yang sebenarnya akhirnya sedikit boros kemudian saya juga menggunakan tukang-tukang dari luar kota yang mana itu karena saya sudah punya tukang channel yang mana saya percaya ya udah jadi memang dia tuh sangat ee detail. Nah, sesuai dengan saya juga kan jadi ya udah kalau kemarin itu kan misalnya kayak granit atau tilt apa keramik-keramik ee di kamar mandi itu kan saya sama ee detail ya. Nah, kebetulan di Jogja kemarin belum ada jadi saya banyak beli di Jakarta, di BSD kayak gitu di Wisn Sehatti. Kemudian Wisma 1 kan belum ada di Jogja. Jadi saya bawa gitu misalnya saya bawa dan saya kirim ke [musik] Jogja seperti itu. Jadi memang ada biaya-biaya yang ee agak membengkak situ. Jadi begitu ehpisode Villa Tour kali ini di The Sun and the Hills. Gimana menurut teman-teman vilanya kali ini? Menarikkah? Dan kalian kalau ada yang lagi mau berkunjung ke Jogja bisa langsung aja nyobain bermalam di sini. Ada kontaknya di sini. Rate-nya juga segini nih. Pokoknya langsung tanya aja lah ke baulan. Baulan. Oke, Teman-teman. Thank you banget udah nonton. E jangan lupa subscribe channel WICRK Miftah dan subscribe juga. Kita punya channel satu lagi. Kita lagi bikin kantor agen property namanya klikin. Buat teman-teman yang mau nyari rumah area Jabo Detabek, tapi lebih tepatnya Jaksel sama Depok sama Tangsel aja sih. Langsung lihat aja di Instagramnya klikin. TikTok-nya juga ada. Jangan lupa juga follow Instagramku Janah dan Waksund. Dadah. Thank you sudah. Jangan lupa. Oh iya. Dadah. Selamat datang ya kan. Selamat datangnya dari situ pakai itu. Selamat datang hari ini gitu. Eh enggak ada itu. Eh ini itu. Bismillahirrahmanirrahim. Capung kasihan dia nabrak. Capung. Di depan ada tok. Oh iya, tadi ada kadel juga.
