Jungkat

VinFast LIMO Green : Mobil keluarga kesukaan warga +62 (YouTube Video)

  • 28/11/2025

Finfas, pabrikan mobil Vietnam yang terkenal dengan mobil-mobil listriknya. Tapi kali ini mereka bikin gebrakan. Ini adalah FinFas Limog Green. Ini adalah MPV listrik pertama dari Finfas. Gua Audi dari Autonet Max. Kalian penasaran enggak sama detailnya? Cek terus video ini. Kita bahas dari segi desainnya. Dari depannya sendiri dia tetap punya karakteristik khas sebuah MPV ya. Jadi dia hidungnya agak panjang tapi dia slick ya. Jadi ditarik lampunya cuma ramping satu gini. Lampu utamanya di sini. Dan tentu saja dia ada LED. Bukan LED sih sebenarnya ini kayak chrome gitu kan mengarah ke logo Finfas di bagian tengahnya. Di bawahnya lumayan clean cuman ada kayak apa namanya ya? Bumper dengan air DAM yang lumayan gede untuk pendinginan. Di sini juga nanti dia masih sisakan tempat kalau misalnya nanti harus ada liher atau ada sensor-sensor untuk adaptif cruise control-nya. Pindah ke bagian sampingnya. Kita lihat dia lumayan juga ya. Dia pakai ban ukuran 18 inci, profilnya 2355 dan desain pelegnya lumayan sporty. Tapi kalau ngelihat-lihat karena ini lim green ya, ini dia masih pakai cover jadi masih pakai tutup dop. Di dalamnya masih pakai pelek kaleng. Panjangnya sendiri sekitar 4,71 m atau kalau kalian penasaran mirip-mirip kayak Innova Reborn lah. 4,7-an meter. Proporsinya agak meninggi di bagian belakangnya. Jujur depannya lebih cantik daripada bagian belakangnya karena bagian belakangnya cenderung agak meninggi dan mengotak. Tapi gua sih setuju juga kenapa? Karena dengan posisi atau dengan postur yang mengotak ini otomatis headroom di baris ketiganya harusnya cukup bagus. Nanti kita lihat waktu di interiornya. Kita lihat bagian belakangnya yuk. Nah, di bagian belakangnya seperti tadi gua bilang cenderung agak tinggi ya. Ee apa namanya? Spoiler belakangnya juga cenderung dibikin tinggi di sini. Lampunya masih punya karakteristik seperti bagian depannya. Jadi benar-benar cuman satu tarikan garis mengarah ke logo fasenya. Cuman di sini dia kasih aksen sedikit ya. Jadi di sini ada kayak lampu mundur sama lampu fog lamp belakangnya. Dia malah bikin kayak agak ke bawah sini sedikit. Di sini kayak ada aksen e fake apa namanya? Fake ventilated kayak garnish aja di sini. Sisanya clean. Benar-benar clean. Bumpernya juga enggak terlalu banyak. Aksen-aksen sampai gimana, Pak? Kita lihat bagian bagasinya ya. Ini limo green ini versi nanti untuk taksi atau untuk right helling-nya. Jadi dia belum ada electric e boot sama sekali. Bagian bagasinya seperti ini. Jadi dia kalau konfigurasi 7uh seaternya diangkat semua ini kayaknya masih bisa main enggak ya? Coba kita coba tarik. Oh iya benar dia masih bisa main sedikit jadi masih ada line dan dibikin tegak dikit. Jadi kalau dibikin agak tegak space-nya di sini masih cukup kayak buat naruh kayak koper kabin ya. Mungkin dua berdiri gitu masih bisa. Di bawah sininya juga masih dapat tempat penyimpanan yang lumayan dalam ya. Kayaknya dongkrak dan lain-lain, portable charger dan segala macam kalian bisa taruh di sebelah sini. 12 volt lampu kanan kiri masih kelihatan. Dan lagi-lagi joknya masih bisa diginiin. Dan atau kalau kalian butuh bisa dilipat rata sampai ke depan sini sehingga kapasitas bagasinya jadi jauh lebih besar. Oke, sekarang kita masuk ke dalam interiornya si Finfast Limo Green. Pertama-tama gua mau disclaimer dulu ini barang masih prototype jadi ditutup-tupin kayak stiker gini karena dashboard-nya belum final tapi desainnya sudah final. Jadi, gua lumayan suka desainnya karena dia clean ya, dashboard-nya enggak banyak aksen gimana-gimana banget, cuman satu display screen di tengah. Bahkan dia tidak punya instrumen panel sama sekali. Jadi, semua informasi mengenai mobilnya kalian bisa lihat di layar tengah. Ini enggak distraction lagi. Berapa sering sih kalian ngelihat ke layar tengah? Gua sih jujurnya lumayan suka. Setirnya menurut gua agak blend ya karena terlalu bulat, kurang ada tekstur. Dan di sini karena dia lagi-lagi dia limog grind untuk red highing atau taksi, dia enggak dikasih lapisan kulit sama sekali. Enggak ada tombol sama sekali juga di sebelah sininya. Klakson doang di tengah. Tuas-tuas di sini yang menurut gua agak kasar. Lampunya, tapi sudah auto. Wipernya belum auto sama sekali. Kisi-kisi AC di bagian sini dan di bagian sini masih ada. Dan lucunya biar desainnya sen ada jadi dia bikin kayak garnish lagi di sini biar dia lain sama kisi-kisi AC-nya. Yang gua suka dan enggak suka adalah yang gua suka ini bukaan pintunya keren. Jadi buka pintunya tuh bukan tuas begini tapi dia gini klek gitu. Bisa lihat dari situ. Cuman grill speakernya di sini agak-agak terlalu rameai buat selera gua. Jadi dia kasih silver terus kayak ada aksen-aksen roda segala macam. Terlalu ramai sih. Harusnya dibikin lebih simpel karena mengingat ambience lain-lainnya udah lebih simpel. Pindah ke bagian tengah. Di sini masih ada kayak tempat buat nar handphone, belum ada wireless charging. Eh, cup holder, tuas transmisi PRND-nya beserta tombolnya di sini. Buat parking dan hazard-nya ada di sini juga. Di sini masih ada kayak tempat penyimpanan lagi. Dan konsol box tengah yang dalam banget. Di bawah sini lagi-lagi floating console, ya. Kalian masih bisa dapetin USB A, USB C 11 dan 12 volt di bagian sini. Ya, tentu saja ruang penyimpanan lainnya juga cukup gede di bagian sini. Tambahin lagi. Tidak bisa dibuka kayaknya karena masih prototype tapi harusnya bisa dibuka. Korsinya jujur aja enak ya. Jadi kalau yang versi ini dia pengaturannya masih manual tapi kalian bisa duduk dengan rendah banget. Tuh, bahannya sendiri fabrik dan dia juga punya self bolster yang memeluk kalian dengan baik ketika melakukan manuver. Lumayan sih ergonominya dan tidak seperti MPV lainnya malah cenderung ergonominya agak kesedaran-sedaran karena kakinya agak ke depan banget dan kalian duduk rendah dengan dashboard yang rendah. Jadi, visibility segala macamnya cukup enak. Masuk ke baris kedua. Tapi sebelum itu gua mau meng-highlight dikit karena ini mobil kayaknya convertan dari setir kiri jadi ke setir kanan. Mereka kayaknya lupa bahwa kita ada di posisi kiri jalan. Jadi sebaiknya kursi yang 40-nya ini ditaruh di sebelah kiri bukan di sebelah kanan. Di sini kursi yang 60-nya malah sebelah kiri. Cenderung lebih berat untuk dilipat. Pelipatannya canggih. Dia sudah tip and tumble. Bisa dari sini maupun dari sini. Jadi buat akses ke baris ketiga juga jadi jauh lebih mudah. Udah sangat Indonesia banget deh desain seperti ini. [tertawa] Oke kita masuk ke baris keduanya yuk. Mari. Wow. Taruh handphone dulu sebentar. Tadi gua langsung rasakan adalah begitu gua naik, lantainya agak tinggi dan naiknya agak cenderung lebih tinggi dibandingin baris ke depannya atau dibandingin baris pertamanya. Dan kalau gua lihat footwell-nya memang berbeda ya. Di sini kayaknya baterai jadi di sini enggak sedalam ee baris ke pertamanya. Baris pertamanya kayak lebih masuk ke dalam. ini sedikit lebih tinggi. Cuman efek sampingnya adalah kursinya mereka bikin tinggi. Jadi kursinya tinggi otomatis support ke pahanya ini jadi jauh lebih enak. Dan karena jauh lebih enak, kalian bisa duduk dapat posisi yang nyaman. Ini posisi duduk gua tadi. Kalian juga masih bisa masukin kaki agak panjang dikit gini untuk dapatin posisi duduk nyaman untuk perjalanan jauh. Untuk AC kalian masih bisa dapatin di baris kedua ini kisi-kisi AC di tengah sini. USB, USBC 11 dan di bagian belakangnya juga kalian masih bisa dapetin kisi-kisi AC untuk di baris ketiganya. Korsinya sendiri empuk ya dan masih bisa kalian atur rebah maupun tegak. Tuh beberapa pengaturan nih dari klibahan lagi mengingatkan gua sedikit ini ya sama mobil-mobil Chev Ret. Jadi, eh konsep mereka adalah theater mode. Jadi, duduk bagian depannya atau bagian atau bagian pertama atau baris pertamanya ini cenderung lebih rendah daripada baris keduanya. Jadi, kalau kalian duduk itu kalian bisa melihat ke depan itu tanpa halangan. Model teater lah istilahnya. Yuk, kita coba ke baris ketiganya. Untuk saya tip and tumble. Gua akan coba duduk di sini dan ini akan coba tak setting posisi duduk tadi ya. Wih, surprisingly oke banget ya. Ya, ini nanti bisa gua slipin ini. Jadi kalau diatur sedikit tuh ya biar ini agak terlalu agak sedikit lebih tegak ya. Light room gua masih bisa dapetin segini dan di belakang ini kalian masih bisa dapetin headr yang bisa diadjust kanan kiri dua. Nice loh. Dan lagi-lagi posisi duduknya cenderung lebih tinggi daripada baris kesatu maupun baris kedua. Jadi headro memang agak terbatas dengan tinggi gua yang 174 tapi leg room surprisingly oke banget. Terutama kursi ini diatur mentok ke belakang banget ya. Ini kalau diatur ke depanan dikit harusnya lebih enak. Tuh. Tuh. Kira-kira seperti ini. Layak banget ini. Buat tinggi badan 160 sampai 170-an sih kalau menurut gua baris ketiganya jauh lebih layak. Masih dapetin cup holder juga di kanan kirinya. Dan lagi-lagi dia masih dapetin kisi-kisi AC dan lampu di bagian sininya. Oh, ini pengaturan double triple blowernya malah di sini. Unik ya, gimana menurut kalian? Tidak ada detail mengenai kapasitas baterainya maupun eh power dari motornya. Cuman klaimnya Vinfas, mobil ini bisa berjalan sejauh 470 km dalam satu kali pengisian. Ee nanti detail-dinkunfil ketika mobil ini mau launching di Maret 2026. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya. Si Vinfas Limo Green ini merupakan menurut gua ya merupakan suatu usaha yang bagus dari Vinfast untuk memasuki pasar Indonesia. Pasar Indonesia demen banget sama MPV 7 seater. Dia punya kelegaan kabin yang bagus. Beberapa feature memang cenderung agak kurang, tapi balik lagi ini mobil nanti peruntukannya untuk taksi maupun red highing. Versi yang untuk passengernya belum kita lihat dan gua berharap versi untuk passengernya tentu saja punya feature dan kemewahan yang sedikit lebih dibandingin versi limo green-nya. Kalau kata Vinfas, mobil ini akan dijual dengan harga indikasi Rp319 juta dengan baterai subscription. Lagi-lagi ini untuk fit ya. Untuk passengernya kita harus tunggu gebrakan FINV selanjutnya. Gimana menurut kalian? Komen ya. Oke, thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, subscribe, saran, dan tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari AutonetMX. Audi Sign Off dari GJW 2025. Thank you nonton. Bye bye.

Lihat di YouTube