VINFAST VF7 | Paling Wah Dari Semua Vinfast (YouTube Video)
Lengkap sudah gitu ya. Vietnam mengeluarkan FinFas di Indonesia itu ada VF3, VFE34, VF6. Sekarang yang paling besarnya dari sebuah crossover adalah VF7 ini gitu ya. Ini adalah sebuah crossover compact dibilangnya dari Vietnam dan ini adalah full electric ya kalau bisa dibilang ini adalah HRV-nya gitu ya atau Yaris ya. Cuman itu kan versinya yang IC. Kalau yang ini adalah full electric tapi di kelasannya ini banyak banget lawannya. Iya memang harus bertarung dengan beberapa lawan dari Cina yang lumayan berat juga gitu ya. Apakah VF7 ini bisa bertarung? Hm. Kita lihat dulu detail-detailnya. Untungnya ada dua varian gitu ya. Kalau misalnya pengin yang murah, beda Rp100 jutaan, itu bisa pilih yang eko. Kalau pengin yang wow, itu pilihnya adalah yang plus. Bedanya di mana, Mang? Nanti Mamang ceritain. Yang pasti bentuknya adalah seperti ini. Depan-depannya seperti ini. Yang pakai tradisi FinFast V nih. Depan nyala di depan gitu ya. Udah full LED. Cuman kalau mamang pribadi, mamang pribadi penampatan headlampnya tuh mamang kurang slek. Kalau mamang eh masih belum bisa dicerna sama otak mamang gitu ya. Tapi secara keseluruhan body-bodinya bagus. Nah, ini desainernya Lee Jhun yang diambil dari GM. Jadi bentuk-bentuknya kayak ada muscle-muscnya gitu. Walaupun dia sebuah crossover compact dibilangnya. Yait kelasannya sebetulnya itu ya. Headlamp-nya udah LED. Terus juga ada aerodinamik tuh dari depan kelihatan bolong tuh bolong L bisa masuk tuh tangan. Terus di depan-depan sini itu enggak perlu grill-grilan yang terlalu besar. Grillnya ada di bawah sebelah sini. Terus juga ada radar, ada kamera. Kalau yang plus itu dapat kamera dan radar karena di situ ADAS-nya sudah lengkap level 2 dibilangnya begitu. Ada kamera 360 juga nih bagian depan. Terus kita lihat ininya juga. Eh, ini ngingetin apa ya? Oh, tahu. Kiai V6. Iya. Cup mesinnya cuman lebih kecil aja gitu soalnya floing-flowing-nya, kontur-konturnya tuh mirip-mirip bulat-bulatnya seperti itu. Nah, ini sampingnya panjang ya 4,5 man ya. Enggak cukup gede, enggak cukup kompact juga sih. Pas-pasan aja gitu. Tapi masih cukup lincah untuk di dalam kotak. Wheel base-nya 2840 mm, yaitu untuk naruh baterai di bawahnya. Makanya wheel base-nya agak-agak melar, terus juga over depannya menjadi menyempit gitu. Baterainya di bawah situ kan. Nah, versinya ada dua sebetulnya, ada yang ada yang plus. Yang itu dia punya baterai 59 kWh. Sekitar segitu ya. Nanti ditulisin sama editornya. Terus juga untuk yang versi allel drive-nya lebih gede itu 70 kom sekian seekian kWh. Jarak tempuhnya untuk yang Echo atau yang front wheel drive itu 430 km. Sedangkan yang all wheel drive-nya atau yang flash itu 471 km sekali ngecas. Terus ngecasnya di situ kita lihat ngecasnya di sini udah DC CC S2 lagi ya. Dia kencasnya cukup kencang ya. Dia bisa nelen arus sekitar 150-an maksimal. Jadi lumayan kencang. Sekarang kita lihat engine-nya. Oh, bukanya dua kali karena udah langsung ya. Hihi. Nah, ini dia engine-nya. Ada dua versi, ada allwhel drive, ada front wheel drive. Kalau yang echo itu front wheel drive. Jadi dia punya tenaga 174 horsepower dan torsinya sekitar 250 Nm. yang All drive itu oke banget karena dia punya tenaga dua kali lipat karena dia dual motor gitu kan 349 horsepow dan torsinya dua kali lipatnya lagi karena dua jadi ini kayak bisa dibayangkan ada dua engine yang dipasang torsinya 500 Nm on ke 100-nya untuk versi yang front wheel drive atau yang echo itu 10 detikan. Kalau yang allel drive-nya lumayan kencang 5,8 second untuk mencapai 100 km/h. Okelah. Jadi pilih mana? Soalnya beda Rp100 juta. Tapi yang Eco itu jarak tempuhnya lebih panjang ya karena dia baterainya lebih irit mungkin ya. Manajemennya cuman satu motor aja. Kalau yang all drive itu dua motor. Jadinya baterainya boros. Ini bannya cukup gede. Jadi 255 ring 19. Depan cakram belakang cakram. Peleknya berwarna black seperti ini aja. Ini depannya ini benar nyala bisa nyala enggak ya? Ini bagusnya ada Satiker udah disiapin buat versi Amerika. Spionnya atasnya warna hitam, bawahnya warna bodinya. Ini warna kebanggaannya si Finfas nih. Warna hijau gini. Hitam lagi di bawah. Tapi enggak dove. Ini malah glossy. Ini juga glossy. Biasanya kalau crossover itu warnanya dove ya biar gampang kalau keberret-breed tuh enggak kelihatan. Kalau ini malah di glossyin. Kacanya cukup kecil gini dibandingkan dengan bodinya. Nah, wah cuman seperempat bodinya. Mungkin ini dalamnya ada side impact yang banyak gitu ya. Terus Mamang kurang demen, kurang suka untuk buka pintunya. modelnya tuh begini yang nyumput-nyumput terus ini ya ini tuh keras jadi enggak lembut enggak cepat kebuka ini tuh agak keras kalau satu tangan butuh effort. Harus dua tangan tuh bukanya begitu ini. Soalnya agak berat enggak tahu kenapa nih. Jadi kalau satu tangan tuh uh tangan mamang yang gede aja harus begitu apalagi tangan yang kecil. Udah gitu pintunya berat ya. Bagus sih, berat sebetulnya karena bahannya kokoh. Cuman untuk ngebuka pintu ini jadi sulit. Jangan dikasih gini lah. Benar kata Omobi dikasih cantolan gitu di sini. Jadi ngebukanya gitu. Ini berat nih soalnya. Tuh ini semakin kecil ya. Jadi enggak ada tapi ada aksen-aksen namanya apa? Floating roof ya. Ada floating roof-nya gitu kayak menyambung kacanya ke belakang. Padahal enggak ada kaca sih belakang. Ada topi belakang terbak lampa, hiu di atas, rear di fogger, terus juga ada V di sini. Vinvas lampunya memanjang dari sini membentuk V. Terus juga ada lambang VF7, ada satin silvernya di sini. Ini yang membuat kemewahan nih. Salah satunya ada sensor-sensoran belakang, ada kamera belakang juga. Terus di sini ada lampu-lampu lagi nih. Ini pasti berhubungan dengan nih. Coba ya kita lihat ya. Nih. Lampu senya ada di sini. Ini lampu mundur mungkin di sini. Lampu sore dan lampu malam sama lampu rem di atasnya itu ya. Mata kucing ke bawah. Ah, apa ini? Padahal kasih foglamp ini poglamp belakang. Tapi kayaknya enggak dapat deh kayaknya ya. Sekarang kita lihat bagasinya sebesar apa. Nah, ini adalah tipe yang all with draug atau yang plus karena dia pakai ini nih automatic tailgate gitu. Kalau yang versi front wheel drive dia enggak dapat. ini gitu ya. Nah, ini bagasinya. Wih, gede bagasinya besar dan di bawah sini ada apa nih? Kayaknya enggak bisa diapa-apain lagi nih di bawahnya tuh dikancing-kancing semua tuh. Dah, di bawah sini memang enggak ada ban serep segala macam. Sini buat nyimpan-nyimpan dongkrak. Sini kayak ada ruang kosong gitu. Enggak tahu buat apaan. Di sini juga ada ruang kosong enggak tahu buat apaan. Ini kalau misalnya dipakai pun ya masukan buat FINP di sini kasih jaring. Jadi bisa nyimpan barang-barang yang dimasukin pluk gitu loh. Kalau gini kan jatuh pluk ke sini tuh. Terus enggak ada nampannya. Mungkin nampannya ada ini ada cantolannya cuman enggak tahu nih. Memang enggak kelihatan. Terus kalau masih kurang juga kita lihat pelipatannya. Ah. Ah, ternyata dia enggak flat florf flat amat ya. Sayang sekali. Padahal di flat florin dikit. Tapi Vinvas itu ya setahu mamang dari dulu mengutamakan kenyamanan orangnya dulu daripada barangnya. Makanya dia mendingan kursi gua tebal aja sekalian daripada barang yang lebih enak gitu ya. Jadi penumpangnya yang enak karena busanya tebal-tebal ya. Ah nih Mamang bilang kenyamanan. Apakah benar nyaman? Biasanya sih begitu ya Vinfast ya. Ah mungkin VinFast belum pintar untuk buat jok belakang yang enak. Ini sebetulnya kursinya ngedelap, inklinasinya udah bagus. Paha tersangka dengan baik, cuman sandarannya tegak. Bisa di ini lagi enggak? Oh, udah enggak bisa lagi. Masih terlalu tegak untuk di belakang. Cuman joknya lumayan enak, empuk, dan pahat. Lu lihat sangat dengan baik. Lega. Headroom-nya juga lega. Tuh, 5 jari lebih. Ini ada mungkin 8 jari. Udah cukup enak. Cuman sandarannya masih terlalu tegak. Ini bagi yang perutnya kayak mamang gitu sekarang udah mulai muncul gitu. Ini baru makan ini sotomi. Ini perutnya benar-benar kelipat enggak enak gitu, enggak santai duduknya ya. sayang sekali di situ walaupun bahan-bahannya kulit seperti ini, terus bahan-bahannya dingin, terus juga ada yang namanya ambre seperti ini, ada cup holder di bagian tengah gitu ya, udah lengkap. Di sini juga disediakan tiga amres yang proper tuh ya ada tiga seat belt untuk tiga orang penumpang. Ada sedikit gundukan di bawah sini karena ada yang versi All Drive, tapi enggak ngaruh juga ya. Biasanya kalau dua motor kan depan belakang aja udah nih duduknya di tengah itu ya sama aja dengan di kiri kanan gitu enggak ada peningkatan karena di sini enggak ada namanya gundukan. Jadi biasanya kadang-kadang kalau di tengah ya pantatnya jadi ke atas, tapi kalau ini dibuat flat sama finfast. Cuman duduknya kurang enak kalau menurut mamang. Cuman untuk keempukannya oke, kulit-kulitnya oke. Tuh ada saku belakang di sini. Terus juga ada bottle holder di sini. Ada speaker gitu ya. Untuk versi yang plus itu ada 8 speaker. Untuk versi yang front wheel drive atau yang echo itu disediain en speaker situ. Terus ini ada ventilasi AC yang enggak usah berebut gitu ya, karena ada di kiri dan kanan. Ada chargeran 3, USB-nya dua, eh USB A-nya dua. Yang tengahnya USBC 90 watt. Wow, kencang sekali. 90 wat. Ini buat simpan handphone yang pas benar-benar untuk handphone nih. Tuh di situ ya taruhnya enak. Keset lagi nih. Ada lampu ya. Ada pegangan juga sebelah sini. Terus bahan-bahannya di atas sini empuk. Sini keraskeras empuk lagi buat tempat tangan. Yang penting tempat tangan ini empuk. Atas-atasnya plafonnya warna hitam. Jadi kesannya agak kelihatan kayak sempit. Padahal enggak gitu ya. Oke, sekarang kita ke depan. Kita lihat. Ih. Ah, masa harus dua tangan sih? Kita lihat dalamnya. Nah, tapi Finvas itu pintar untuk membuat kita duduk di depan tuh enak. Kursinya tuh enak jauh banget dengan yang di belakang. Di depan tuh enak, joknya empuk gitu ya, kulit-kulitan dingin, terus juga side support-nya enak, inklinasinya oke. Terus udah pakai elektrisit yang depannya bisa naik turun, yang artinya ini adalah Way. pintar kalau Finfas bagian depan. Terus untuk yang nyetir kita dikasih pemandangan atau visibilitas yang gede gitu ya. Agak melengkung sedikit kacanya. Blind spotnya memang agak sedikit besar gitu ya. Ini pilar A-nya agak gede blind spot-nya. Cuman untungnya ke bagian sini ya kita harus sedikit gini. Nah, ini baru kelihatan semuanya ya. Enggak kehalangan sama spion juga gitu. Ini adalah tampilan FinFas VF7. Dashboard-nya di sini empuk, sininya keras. Terus kayak ada baket di sini. Ini kayak ember gitu ya. Ini padahal HUD gitu ya. Yang dia ada warna-warnanya juga karena ini adalah sebuah layar dan direfleksikan ke bagian kaca depan. Ini layarnya cukup gede, cukup kebaca dan layar ini senang, Mamang. Karena apa? Menghadap ke driver semuanya. Jadi enak dioperasikan dan di sini bisa kejangkau dengan tangan semua gitu. Okelah, ini enggak lemot-lemot. Enggak ada tulisan off dong AC-nya. Dia dari fans sini tinggal dipentokin ke kiri dah. Oke. Mamang bilang tadi ada ADAS level 2 di FinFast eh VF7 ini. Untuk yang FWD itu enggak dapat ADAS yang terlalu lengkap banget. Kalau yang a wheel drive itu dapat yang lengkap sampai land centering sampai adaptif kayak gitu ada semua cuman di FWD itu enggak ada. Bahkan cruise control aja enggak ada kalau enggak salah. Iya cuman yang lain ya kayak blind spot monitoring versi-versi basic untuk keselamatan aktif itu ada kayak rear cross traffic alert itu yang front wheel drive atau yang echo itu ada kayak gitu-gitu ya. Cuman l centering assist itu cuman ada di versi all drive. Terus di sini ada apa aja, Mang, di layar nih, ya. Di sini ya. Yang di sebelah sini layarnya. Yang kanan adalah untuk mode-mode mobilnya. Sedangkan yang kiri adalah mode entertainment-nya. Jadi dipisah sama FINP. Baguslah. Kalau kita geser ke bawah sini ada brightness tuh. Ada brightness-nya, ada wifi. Kita mau nangkap yang mana dulu gitu ya. Terus juga ada volume-volumenya. Dan ini apa nih? Ini apa nih? wireless charging. Iya, yang wireless charging itu cuma ada di tipe yang plus gitu ya. Nah, di sini ada radio, ada kalender dan segala macam sampai bisa ke synchronize sebelah sini. Terus juga ada Bluetooth, koneksi internet dan ini bisa ngeluarin internet, bisa nerima internet atau ngeluarin internet gitu. Ada nih ini refoger, front divogger, AC-acan nih AC-acan ya ada maximum SE auto AC, dual climate AC gitu. Ini sirkulasi dari luar ke dalam bisa automatic segala. Terus juga di sini ada mode hembusan ke kepala, ke atas atau ke bawah atau bisa dicombine nih. Nih. Tuh bisa dicombine. Ya, mau ke kepala aja tinggal matiin aja yang kakinya gitu. Terus ini temperatur-temperaturnya. Kita lihat di sini ada aplikasi apa aja, Mang? Ini kayak Android ya, ada Apple CarPlay, ada Android Auto. Ini biasanya Apple CarPlay-nya wired nih. Yang Android Autonya udah wireless. Biasanya kayak gitu sih. Mamang belum nyoba lah. Nanti aja kalau misalkan kita full review. Apa ada game. Iya, ada game. Ini kayak benar-benar Android banget ini. I Baha. Bahabig mamang kali-kalinya menjadi YouTuber gaming, guys. Race ini. Seru, sini. Seru, seru. Ada gameennya di sini. Ini keluarnya gimana ini nih. Nah. [Musik] Nah, di sini ada game-gamean segala macam. Ini adalah EV mode-nya. Ini kelihatan ya ee data-datanya. Baterai 89%. Ini range-nya segitu, suhunya segitu. tuh. Terus pengaturan baterainya. Nah, ini target pengisiannya pengin dipenuhin atau enggak atau cuman maksimal pengin di 90. Terus batas arusnya bisa dikecilin nih biar awet baterainya bisa diberapa pengingat level baterainya misalnya 10% diingetin woi udah 10% woi. Segera isi woi. Yaah gitu ada di sini ya. Terus ada apa lagi Mang? Bantuan berkelahi. Berkendara dong. Ah ini semuanya udah bahasa Indonesia. Keren sekali. N ini kalau misalnya ee kita keluar marka itu mau diperingatin atau sama intervensi setir itu ada juga. Terus sensitivity-nya ada mau mati atau hidup tapi jadi aneh kalau bahasa Indonesia ya. Terus ini adalah fitur tolak balanya. Peringatan tabrakan depan from collision warning. Ada pengereman daruratnya mau hidup atau mati. Blind spot detector gitu ya. Ada semua peringatan buka pintu sistem pemantauan pengemudi. Nah, ini biasanya dengan bahasa seperti ini kalau orang tua ini senang banget. Jadi enggak perlu diterjemahkan. Ini bantuan parking gitu ya. Peringatan lalin dong disingkat lalu lintas. Oh ya Allah keren sekali ini. Terus ada tutorialnya lagi tuh. Ini RCTA. Ini peringatan lalin belakang. Rear cross traffic alert. Ya, ini masih belum diubah jadi Indonesia. Tapi ini senanglah untuk orang tua jadi enggak perlu mikir ya. Terus ada browser, kalender, telepon. Di home-nya ada apa? Wow, balik lagi ke tampilan seperti ini. Sebelah kanannya itu ada fitur-fitur untuk kemobilan. Ini kayak misalnya untuk buka bagasi gitu ya. Tuh ada di sini semua. Siapa tuh yang buka? I nih tutup bagasi, wiper belakang. Terus ini adalah untuk tekanan ban depan kanan depan. Oh, ini kayak statusnya dikasih tahu apa aja yang kurang di mobil ini tuh ya. Terus di sebelah sini itu ada wiper. Ada apa lagi nih? Ini spion. Hah? Kenapa spion? Dia enggak pakai tombol fisik sih. Sebal ini kiri atau kanan atau lipat? Udah auto retrack gitu ya. Satu doang yang lipat. Enggak. Auto tilt. Itu bukan wiper ya. Ternyata yang ini ya. Nah, ini adalah tampilan HUD. HUD-nya mau selengkap apa? Ini ada semua nih. Kalau ini enggak pengin ada navigasinya boleh atau bantuan pengebudunnya boleh. Ini kayak ini kayak adas-adasan itu ada ditampilin di HUD semua gitu. Ada semua ya warnanya mau sian deh. Sian deh atau mau warna hijau. Warna hijau tuh paling enak buat terang siang oke, malam juga oke. Kalau sian ini kan kalau malam agak terlalu silau ya. Kasian deh. Ini satuan baterainya bisa persen aja tampilannya atau jarak. Biasanya kadang-kadang ada yang takut dengan jarak karena cuma 20 km lagi kita harus ngisi baterai gitu. Ini bisa dimatiin aja HUD-nya. Tuh kan mati. Nyalain. Ini dimatiin ya sama mamang ya matikan. Mati dia. Terus kalau dinyalain nyalakan. Terus ini ada fitur perlampuan bisa nyalain lampu headlamp atau cuma pengin lampu sorenya doang. Kita biasanya automatic aja karena pengaturannya dalam sini semua. Drive mod-nya cuman tiga, normal, sport gitu ya. Ini cuma di sini panduannya. Terus di sini juga ada tingkat remenerative breaking-nya. Mau mati aja atau rendah atau sedang atau tinggi. Mau sarankan di rendah atau kalau sedang. Kalau pengin hemat baterai yang tinggi. Cuma kalau mati innalillahi wa inna rojiun. Nah, terus kan di sini benar-benar enggak ada speedometer karena sama Vinfas disatuin di sini. Jadi, speedometernya tuh di bagian atas ini ya. Nih lihatin ada speedometernya, posisi ee gearnya, terus juga ada range sama kapasitas baterainya. Di sini ada seat belt yang enggak dipakai. Yang mana bisa kita tahu tuh di belakang misalnya ada Tante, Tante belum dipakai tuh safety belt-nya gitu ya. Terus ini rem tangan. Sini juga ada notifikasi mana saja yang kekurangan. Tuh, tekanan ban kanan belakang rendah, B rendah itu udah di kasih statusnya gitu ya. Nih ada TPMS juga. Jadi yang di sini kurang berapa persen? Berapa derajat juga tuh si bannya udah lengkap ya ternyata ya. Lengkap. Oke dah. Apalagi, Mang? Di setirnya. Setirnya. Entar dulu. Kamu mau ke mana? Sini, sini. Jangan ke mana-mana. Setirnya tuh termasuk kecil lingkarnya gitu ya, cuman enak digenggam. Terus juga ini kulit gitu ya, ada jahitan-jahitannya. Ini enak digenggamnya walaupun kecil. Terus dia ada tombol-tombol kesenangan sebelah sini. Ini adalah untuk urusan peradasan. Ini speed-nya limitnya berapa. Terus juga ada gap. Ini tulisan gap ini adalah pengaturan jarak di depan dengan kendaraan depan. K ini ada ada ti cruise control. Terus juga ini ada line keeping-nya. dan keeping centering segala macam ada di sebelah kanan. Sebelah kiri adalah volume next track, urusan permusikan dan mode-mode entertainment lah. Nah, di tengah sini itu ada kayak semacam organ gitu ya. Ada shortcut bintang ditandain terus ada gear-nya mau netral kan keluar netral. D tinggal ditekan-tekan aja nih R. Cuma kalau anak kecil bahaya ini. Papa saya pengen main jadi kayak piano. Bahaya ya. Mudah-mudahan enggak apa-apa ya gitu ya. Cuman ini unik sebetulnya enggak ada mobil yang begini gitu D. Atau misalnya mau parking sudah dia udah sudah P mode. Tapi enggak disebutin sama dia pi atau kayak gimana cuma disebutin P dan rem tangan gitu. Sekarang kepraktisannya. Ada wadah charging di sini. Ada USB du biji. Di sini ada cup holder yang lumayan gede juga. Terus di pintu kita lihat ada bottle holder, ada buat nyimpan-nyimpan juga. Di tengah sini ada ya, enggak gede-gede amat. Di sini juga. Terus juga ada pencetan central lock. Terus juga ada yang namanya volumenya media. Terus juga ada hazard yang di tengah sini. Ini enak enggak terintervensi dengan yang lainnya. Ya, biasanya kadang-kadang suka ditaruh di atas. Yang sebelahnya tuh tombol apa enggak kita enggak tahu. Ini mamang suka di Vinfast jadi enggak usah gini-gini, enggak usah nyari-nyari kita tan gini. Di Indonesia ini adalah fitur yang banyak daruratnya. Soalnya jalanan Indonesia ada yang lawan arah segala macam, ada yang ngebut terus Helen hoger bahaya. Ini sangat penting nih sekarang kalau Hazard curhat memang ya tombol yang sangat penting jadinya. Tapi jangan dipakai ketika hujan deres. Jangan. Ini adalah untuk darurat, bukan untuk hujan deres. Bukan. Nyalain lampu gede aja. Terus di sini AC-AC-nya ada lubangnya tuh dua. Sini, sini ada lagi. Sini juga ada. Ada lima jadinya lubangnya. Untuk drivernya ada tiga gitu ya, dikasih lebih. Terus juga soft opening. Ini ada lampunya. Ada lampunya. Wah, keren. Ada lampunya. Di tengah sini ada juga nih. Terus ada USB apa tuh? Lihatin apa ada USB harusnya enggak? Ada. Ada sebelah sini nih. Enggak ada ya? Enggak ada. Enggak ada. Ya udah. Saya enggak maksa sih kalau gitu sih. Kalau enggak ada di sini juga ada power outlet nih. 12 ada 12 volt power outlet di sebelah sini ya. Di atas ini ada yang namanya nah sunfiser. Eh pakai lampu keren sekali. Lampunya juga LED. Memang senang banget yang niat ngasih vanity mirror di bagian Sunfiser ini. Benar-benar deh senang banget. Berarti dia ngebuat mobilnya niat gitu. Kalau yang enggak ada lampunya sama sekali itu kayak enggak niat gitu. Sini juga ada lampu penerangan kabin yang ditekan aja. Ini kerasa banget pencetnya tapi kerasa cipi sedikit gitu ya. Terus sebelah sini juga ada spion tengah yang udah otomatic bisa redup. Bisa terang. Apalagi ya yang Mamangu bahas. Oh, power window-nya. Power window-nya begini. Auto down semua. Auto up enggak? Auto up semua. Keren. Airbag itu ada tujuh. Kalau yang versi all wheel drive yang plus sampai ke Bluetooth. Cuman kalau yang versi front wheel drive itu cuma dapat empat aja. Sini ada teleskopik enggak? Wih, jauh sekali. Weh, wah, ini keren sih. Ini kayak nyetir mobil mainan kalau di bawah sini nih. Nih kalau jangan terlalu gitulah, Mang. Jangan. Enggak boleh. Jalanan itu bukan buat mainan. Curat mulu ya dari tadi, Mamang ya. Oke, nih besarnya juga oke. Duduknya sih enak. Duduknya enak. Jauh lebih enak daripada Finfas FinVas yang pernah Mamang coba. Heeh. Iya. Ah. Hah. Mobilnya keren ya. harganya memang enggak begitu keren-keren amat gitu ya untuk sebuah mini sih compact crossover yang ada di Indonesia. Kita lihat saja apakah dia bisa bertarung dengan crossover yang lainnya. Kita lihat nanti ya. Semua ini adalah opini pribadi saya dan mau mamang itu kami tim otota mobil tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Omobi, dan Mesmobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek website kami motomobinews.id. Terima kasih telah menonton.
